Menu

Wak Doyok: Suksesnya Krim Penyubur Kumis Buatan Kuli Bangunan

Halo mas bro selamat datang di web informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik tentang Wak Doyok: Suksesnya Krim Penyubur Kumis Buatan Kuli Bangunan. Anda jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Pernah Berkunjung ke Wak Doyok? Untuk kalian, kamu harus tahu merek ini. Wak Doyok dikenal sebagai obat untuk membuahi kumis dan janggut.

Karena terbukti efektif, Wak Doyok digeledah dan diburu. Wajar saja, masalahnya adalah dengan kumis dan jenggot, sudah menjadi tren belakangan ini. Karena dengan kumis dan janggut, para bocah lelaki terlihat lebih maskulin dan lebih percaya diri.

Ternyata di balik penjualan penjualan Wak Doyok menjadi objek Bukalapak yang paling diburu selama Harbolnas 2016, ada cerita menarik yang pantas untuk ditinjau. Ini ceritanya, lihat cerita berikut.

Kemudian dari konstruksi yang dingin, Anda bekerja di butik-butik terkenal

Wak Doyok
Wajah Wak Doyok sebelum dan sekarang (inovasee)

Pria Malaysia, Mohd Azwan Md Nor, tidak berharap bahwa ia akan dipecat pada tahun 2008. Untuk mencari nafkah, ia juga bersedia bekerja sebagai pekerja konstruksi dan pekerjaan aneh. Dia melakukan pekerjaannya sampai 2010.

Ketertarikannya pada dunia mode membawanya ke Ben Sherman, salah satu perusahaan mode dunia. Saat itu Ben Sherman membuka butik di Kuala Lumpur, Malaysia. Mohd Azwan melihat peluang yang bisa dia dapatkan.

Awalnya Mohd Azwan ditolak karena penampilannya dianggap tidak konsisten dengan karakteristik Ben Sherman. Namun, dia tidak kehilangan antusiasme.

Dengan uang yang ia tabung, Mohd Azwan perlahan-lahan mengubah penampilannya sehingga ia bisa diterima bekerja di Ben Sherman. Hingga akhirnya, ia diterima dan bekerja di sana dengan bayaran 1.200 ringgit Malaysia atau Rp 4,2 juta.

Berkat Instagram, Wak Doyok dikenal oleh banyak orang

Perubahan dalam hidupnya mulai terjadi ketika dia menyadari hal itu instagram pada tahun 2010. Ini tidak seperti kisah Kylie Jenner yang menjadi orang terkaya berkat media sosial, bahkan Mohd Azwan Md Nor juga mengalami hal yang sama.

Awalnya melalui Instagram, hanya diamempublikasikannya fotonya dengan gaya tahun 80-an dengan rambut bergelombang, kumis dan janggut. Dari sana perlahan-lahan, banyak orang tertarik pada akun mereka dan karenanyamengikutiitu.

Perlahan, jumlah pengikut membengkak. Sejak itu Mohd Azwan telah dikenal oleh banyak orang.

Beberapa pengikutadalah yang ingin tahu bagaimana Mohd Azwan dapat menumbuhkan kumis dan janggutnya. Melihat peluang yang menguntungkan, Mohd Azwan mempersembahkan krim buatannya.

Dari yang awalnya dipasarkan khusus untuk orang pengikutLagi pula, lama-kelamaan krim dijual ke banyak orang karena banyak permintaan.

Nama Wak Doyok dalam krimnya unik. Karena nama Doyok adalah nama panggilan teman-temannya untuknya.

Karena pada waktu itu film-film Doyok dan Kadir sedang populer di sana dan kebetulan Mohd Azwan adalah keturunan Jawa, teman-temannya menggodanya dengan nama Doyok.

Mengingat nama Doyok, Mohd Azwan memanggil krim buatannya Wak Doyok. Terima kasih untuk Instagram dengan pengikut sekarang mencapai 1,7 juta, Wak Doyok sekarang menjadi produk yang populer, bahkan di Indonesia.

Anehnya, Wak Doyok tidak hanya menjual pupuk kumis, tetapi mulai menyebar ke bisnis lain, seperti kopi, salep, dalam produk-produk fashion bertema Inggris.

Apa yang diraih oleh Mohd Azwan, juga dikenal sebagai Wak Doyok, menjadi bukti nyata bahwa kerja keras itu sia-sia. Perjuangannya untuk mengatasi kesulitan benar-benar layak dihargai. Hingga akhirnya dia berhasil menjual krim Wak Doyok. Sungguh sosok yang merangsang!

Baca Juga  Ngejar P0C0NG

Gimana bro? Semoga mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.