Info Terbaru

Waduh! Fast food, makanan olahan, gorengan, dan permen karet bisa turunkan kemampuan berfikir

Helo mas bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi unik mengenai Waduh! Fast food, makanan olahan, gorengan, dan permen karet bisa turunkan kemampuan berfikir. Teman-teman jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.

Siapa anak muda yang tidak suka makanan cepat saji dan makanan olahan seperti sosis, nuget, dan daging kaleng? Siapa anak-anak yang tidak suka karet? Makanan yang digoreng juga enak dan santai. Tetapi karena semua makanan lezat telah dikutuk mengurangi kemampuan berpikir Manusia?

Bahkan, ada beberapa makanan yang berpotensi mengurangi keterampilan berpikir manusia. Selain makanan cepat saji, makanan olahan, makanan yang digoreng, dan permen karet, makanan lain yang diyakini dapat memberikan efek negatif yang sama adalah lemak jenuh (mis. Mentega) atau makanan yang terlalu manis, seperti donat dengan kue berlebihan.

Makanan dapat dibandingkan dengan bahan bakar untuk menggerakkan semua organ tubuh dan melakukan semua fungsi tubuh pada manusia. Ini berarti bahwa maksimum dan bukan kerja dan fungsi tubuh manusia jelas dipengaruhi oleh asupan makanan dari luar.

Makanan yang dikonsumsi tentu akan mempengaruhi kondisi tubuh, termasuk kemampuan kognitif atau kecerdasan. Ini tentu terkait dengan kandungan nutrisi pada jenis makanan ini.

Baca Juga  Kisah Nyata K3j4di4n 4n3h S44t L3mbur Di Kantor !!

Seperti yang dilaporkan rentang hidup, ada berbagai jenis makanan yang dapat secara signifikan mengurangi kecerdasan dan kemampuan berpikir seseorang. Tentunya jika makanan terus dikonsumsi terus menerus, atau bahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Jika itu tidak masalah sesekali, karena kita juga perlu mencicipi berbagai makanan lezat di dunia. Berikut beberapa makanan yang bisa mengurangi kemampuan berpikir seseorang:

1. Makanan cepat saji

menurunkan kemampuan berpikir makanan-1

Beberapa waktu lalu ada sebuah penelitian di Inggris, dengan objek yang mengamati 4.000 anak dengan kebiasaan makan cepat saji atau makanan cepat saji segera.

Penelitian ini memakan waktu lama, karena dilakukan oleh anak usia 3 tahun di sekolah menengah. Secara berkala, mereka mengalami tes kecerdasan. Hasilnya? Ternyata IQ responden terus menurun setiap kali dia menguji kecerdasannya.

2. Makanan olahan

makanan mengurangi kemampuan berpikir

Sama seperti makanan cepat saji, makanan olahan kini mendominasi masakan Indonesia. Remaja dan anak-anak tidak dianggap jargon jika mereka tidak pernah makan makanan cepat saji atau makanan olahan.

Yang dimaksud dengan makanan olahan adalah produk makanan buatan pabrik seperti daging kaleng, sosis, nuget, mie instan dan sebagainya.

Baca Juga  Jangan Membenci! Bersihkanlah Hatimu Dari Kebencian, Agar Kebahagiaan Yang Menjadi Isi Utamanya

Produk-produk ini jelas didasarkan pada bahan pengawet, karena periode sirkulasi sangat panjang, bahkan lebih dari setahun. Jelas nilai gizinya sangat kecil, bahkan jika rasanya tidak diragukan.

Tidak heran jika ahli gizi menyarankan agar mereka tidak terlalu terbiasa makan makanan yang diperlakukan seperti ini, karena secara bertahap memiliki efek negatif pada fungsi otak.

3. Goreng

makanan mengurangi kemampuan berpikir

Tampaknya mustahil bagi orang Indonesia untuk sepenuhnya menghindari makanan jenis ini. Sebagian besar makanan yang digoreng menjadi bagian yang terkait dengan kearifan regional dan kearifan lokal, seperti mendoano, loenpia, combro, balok (singkong goreng), bakwan dan sebagainya.

Faktanya, banyak dari kita yang sadar bahwa melihat makanan yang digoreng tidak baik untuk kesehatan kita. Bahkan makanan yang digoreng juga berpotensi mengurangi kemampuan berpikir manusia, jika dikonsumsi setiap hari dan berlebihan.

Ya, kami sedang mencari solusi menguntungkan bagi kedua belah pihak saja. Itu bisa dimakan, dalam porsi yang cukup, dan tidak diperlukan setiap hari. Ingat, kesehatan lebih penting daripada apa pun.

4. Mengunyah permen karet

Baca Juga  Dulu Buruh Pabrik, 5 Orang Ini Sekarang Sukses Jadi Seleb

makanan mengurangi kemampuan berpikir

Permen karet dihargai oleh banyak orang, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Rasanya yang manis, bertahan di mulut selama puluhan menit, membuat permen karet sering digunakan sebagai penari ketika sendirian, gelisah atau saat belajar.

Penelitian yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa orang yang terbiasa mengunyah permen karet sebelum dan selama belajar (menghafal) cenderung menderita gangguan memori jangka pendek. Nah, untuk penggemar karet besar (terutama Lupus, he … he … he …), tolong pertimbangkan dirimu sendiri.

5. makanan manis

makanan mengurangi kemampuan berpikir

Berbagai makanan dengan kadar gula tinggi tidak hanya menyebabkan obesitas atau gula darah tinggi (diabetes). Dampak lain yang jarang disadari adalah penurunan kinerja otak atau kemampuan berpikir.

Kesimpulan ini diperoleh oleh para ilmuwan di University of California, Los Angeles (UCLA), yang menguji klaim ini menggunakan media mouse.

Tikus yang diberi makanan kaya fruktosa sulit menemukan jalan keluar dari labirin. Ini berbeda dengan tikus makanan rendah fruktosa.

6. Lemak jenuh

makanan mengurangi kemampuan berpikir

Makanan dengan lemak jenuh seperti mentega dapat memperlambat kemampuan otak untuk berpikir. Wow, mengapa itu menentang iklan produk mentega?

Semoga bermanfaat.

Gimana guys? Semoga mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Waduh! Fast food, makanan olahan, gorengan, dan permen karet bisa turunkan kemampuan berfikir | dr. Glenn | 4.5