Tumbuhan-SporaPengertian Spora

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies.

Fungsi spora sebagai alat persebaran mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Perkembangbiakan Vegetatif Pada Tumbuhan : Alami Dan Buatan Serta Contohnya

Dasar Teori Spora

Spora bakteri merupakan bentuk bakteri yang sedang dalam keadaan mengamankan diri terhadap pengaruh buruk dari lingkungan luar.Bakteri dalam bentuk spora merupakan suatu fase dimana kedua mikroorganisme itu berubah bnetuk untuk melindungi diri terhadap faktor lingkungan luar yang tidak menguntungkan (Dwidjoseputro, 2001)

Spora bakteri umumnya disebut endospora, karena spora dibentuk di dalam sel. Ada dua tipe sel spora yang terbentuk, yang pertama terbentuk di dalam sel, yang disebut dengan endospora dan spora yang terbentuk di luar sel yang disebut eksospora. Spora bakteri tidak berfungsi untuk perkembangbiakan. Bentuk spora bermacam-macam, bulat atau bulat memanjang, bergantung pada spesiesnya. Ukuran endospora lebih kecil atau lebih besar daripada diameter sel induknya. Kebanyakan bakteri pembentuk spora adalah penghuni tanah, tetapi spora bakteri dapat tersebar dimana saja (Jutono,1980).

Beberapa spesies bakteri menghasilkan spora eksternal. Streptomyces, misalnya, meghasilkan serantaian spora (disebut konidia), yang disangga di ujung hifa, suatu filamen vegetatif. Proses ini serupa dengan proses pembentukan spora pada beberapa cendawan (Irianto, 2006).

Spora pada bakteri adalah endospora, suatu badan yang refraktil terdapat dalam induk sel dan merupakan suatu stadium isrtirahat dari sel tersebut. Endospora memiliki tingkat metabolisme yang sangat rendah sehingga dapat hidup sampai bertahun-tahun tanpa memerlukan sumber makanan dari luar (Irianto, 2006).Semua endospora bakteri mengandung sejumlah besar asam dipikolinat yaitu suatu substansi yang tidak terdeteksi pada sel vegetatif. Sesungguhnya, asam tersebut merupakan 5-10 % berat kering endospora. Sejumlah besar kalsium juga terdapat dalam endospora, dan diduga bahwa lapisan korteks terbuat dari kompleks Ca2+ – asam dipikolinat peptidoglikan (Pelczar, 1986).

Terdapat enam marga bakteri penghasil endospora yaitu Bacillus, Sporolactobacillus, Clostridium, Desulfotomaculum, Sporosarcina, Thermoactinomycetes. Sebelum digolongkan menjadi enam marga, bakteri penghasil endospora dibagi menjadi dua kelompok, yaitu termasuk Marga Bacillus jika merupakan gram positif, dan termasuk marga Clostridium jika merupakan gram negative (Jutono,1980).

Jenis -jenis bakteri tertentu terutama yang tergolong dalam genus bacillus dan clostridium mampu membentuk spora.oleh karena terbentuk didalam sel ,maka disebut endospore .Bakteri membentuk sapora bila kondisi diluar lingkungan kurang menguntungkan dan tidak lagi optimum dalam digunakan pertumbuhan dan perkembangbiakannya,misalnya :medium mongering,kandungan nutrisi menyusut dan sebagainya (Hastuti2015)

Dengan adanya kemampuan untuk membentuk spora ini, bakteri tersebut dapat bertahan pada kondisi yang ekstrim.Menurut Pelczar (1986) bakteri yang dapat membentuk endospore ini dapat hidup dan mengalami tahapan-tahapan pertumbuhan sampai beberapa generasi, dan spora terbentuk melalui sintesis protoplasma baru di dalam sitoplasma sel vegetatifnya.

Menurut Ray (2004), proses sporulasi dapat dibagi ke dalam 7 tahap. Pertama tahap penghentian replikasi DNA, diikuti dengan penjajaran kromosom di dalam filamen aksial dan pembentukan mesosom. Invaginasi membran sel dan pembentukan septum. Pembentukan prespora atau paraspora pun terjadi. Pembentukan dinding sel germinal dan korteks, akumulasi ion Ca2+ dan sintesis DPN. Deposisi mantel spora, pematangan spora, dehidrasi protoplas dan resistensi untuk panas. Tahap akhir terjadi lisis enzimatis pada dinding sel dan pembebasan spora. Siklus sporulasi dapat dilihat pada Gambar

Dasar Teori Spora

Berdasarkan struktur dan komponen kimia penyusun lapisan spora, spora bakteri tidak dapat dilihat tanpa pewarnaan. Spora dapat diamati setelah spora terwarnai dengan menggunakan pewarnaan spora.Salah satu contoh larutan yang dapat dijadikan sebagai pewarnaan spora yaitu larutan hijau malakit dan laritan safranin (Hastuti,2015)

Bila pewarnaan spora bakteri ini berhasil dengan baik, maka sel vegetatif bakteri akan berwarna merah. Jika sel membentuk spora, maka spora hasil pewarnaan akan berwarna hijau (Hastuti, 2015).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Dan Spesifikasi Dinoflagellata

Jenis-Jenis Spora

Pengertian spora berlaku umum, dalam arti tidak memandang bagaimana atau oleh spesies apa ia dibentuk. Akibatnya banyak istilah yang menggunakan kata ini. Penggunaan istilah spora meluas di lingkungan tumbuhan yang tidak berbiji (seperti paku-pakuan dan lumut-lumutan), fungi, Myxozoa, dan bakteri.

1. Jenis spora menurut fungsi

Spora sebagasdsai alat persebaran untuk tumbuhan berpembuluh non-biji, lumut, fungi, dan Myxozoa. Spora dengan pengertian ini dikenal juga sebagai diaspora.

Endospora dan eksospora, merupakan spora yang dibentuk oleh bakteri tertentu (dari divisio Firmicuta) sebagai alat pertahanan hidup dalam kondisi ekstrem.

Klamidospora (chlamydospore), fungsinya mirip dengan endospora, tetapi dihasilkan oleh fungi.

Zigospora sebagai alat persebaran haploid dari fungi Zygomycota. Spora ini berdinding tebal dan dapat tumbuh madasdenjadi konidium atau zigosporangium.

Beberapa istilah lain juga menggunakan kata spora, seperti sporozoit dan sporoblas namun sama sekali bukan spora.

2. Jenis spora berdasarkan pembentukannnya

Spora yang dihasilkan dari meiosis dinamakan meiospora dan yang dihasilkan dari mitosis dinamakan mitospora.

Contoh penghasil meiospora: paku air, rane, tumbuhan lumut, tumbuhan berbiji. Meiospora menumbuhkan organisme haploid (disebut protonema pada tumbuhan lumut dan disebut protalus pada rane dan paku air) yang menghasilkan spermatozoid dan sel telur. Pada tumbuhan berbiji, meiospora tumbuh menjadi serbuk sari (pollen) dan kantung embrio.

Contoh penghasil mitospora: sebagian besar paku-pakuan, sebagian besar fungi. Pada paku-pakuan, mitospora tumbuh menjadi protalus yang setelah dewasa menjadi protalium.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Jaringan Tumbuhan

Fungsi dan Bentuk Pada Spora

Pada tumbuhan yang berkembangbiak supaya tidak mengalami kepunahan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem terganggu karena pemanfaatan tumbuhan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Yang salah satu cara dalam perkembangbiakan tumbuhan ialah dengan cara spora. Dalam hal ini spora merupakan satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan yang memenuhi persyaratan tertentu, yang khas bagi setiap spesies.

Spora berfungsi sebagai alat persebaran (dispersi) mirip dengan biji, meskipun berbeda jika ditinjau dari segi anatomi dan evolusi. Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

Untuk bentuk spora ini serupa dengan biji, namun bentuknya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Spora dapat dilihat dengan bantuan alat yang disebut dengan mikroskop. Spora ini berasal dari sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan.

Dalam perkemabngbiakan pada jamur yang tumbuh liar di kebun terjadi pada saat spora jatuh ke tanah yang lembab dan subur. Spora yang jatuh tersebut berubah menjadi alat perkembangbiakan dan mengisap makanan, hingga akhirnya tumbuh menjadi tumbuhan jamur yang baru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) : Pengertian, Contoh, Gambar, Jenis, Ciri, Klasifikasi

Tumbuhan Berkembangbiak Dengan Spora

Tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora antara lain seperti paku, jamur, ganggang dan suplir. Spora terdapat pada daun tumbuhan bagian belakang, berbentuk serbuk dan disimpan di dalam kotak spora yang disebut dengan sporangium. Tumbuhan berbiji dipandang dari sudut pandang evolusi juga menghasilkan spora.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Contoh Tumbuhan yang Berkembangbiak Dengan Spora

Contoh tumbuhan yang berkembangbiak dengan spora salah satunya adalah tumbuhan paku.  Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan (metagenesis), yang terdiri dari dua tahap: gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit (sporophyte, berarti “tumbuhan dengan spora”) karena menghasilkan spora. Bentuk generasi gametofit (gametophyte, berarti “tumbuhan dengan gamet”) dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki akar semu (rizoid) sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun.

Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Protalium menghasilkan anteridium (antheridium, penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Baik anteridium maupun arkegonium berukuran mikroskopik, tidak mudah dilihat mata tanpa bantuan alat khusus. Pembuahan sel telur mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah dengan berenang menuju arkegonium untuk membuahi sel telur. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi sporofit baru.

Daur hidup (disederhanakan) tumbuhan paku

Daur hidup (disederhanakan) tumbuhan paku

Beberapa tumbuhan paku (seperti anggota Selaginellales dan Salviniales) memiliki spora jantan berukuran lebih kecil, disebut mikrospora, daripada spora betina, disebut megaspora atau makrospora. Gejala ini disebut heterospori (tumbuhannya disebut heterospor). Kelompok dengan ukuran spora sama besar disebut homospor.

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur hidup seperti paku heterospor tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofitnya tidak dapat hidup mandiri dan harus disangga kehidupannya oleh sporofit. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi serbuk sari (jantan) atau kantung embrio (betina).

Tumbuhan Lumut

Tumbuhan Lumut

lumut sendiri merupakan tumbuhan hijau yang berukuran keci lyang sering tumbuh pada tempat-tempat yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, seperti tumbuh pada pinggir-pingiran kali, diatas batu bata yang lembab dan di atas tanah yang memiliki kelembapan yang tinggi, tumbuhan ini memiliki cara melanjutkan keturunan mereka dengan unik yaitu secara metaginesis. Metagenesis sendiri merupakan suatu pergiliran antara generasi seksual dan aseksual untuk melanjutkan suatu keturunan. Yaitu dari generasi penghasil gamet ke penghasil spora atau yang sering disebut gametofit ke sporofit.

Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku sendiri memiliki berbagai nama dikalangan masyarakat ada yang menyebutnya sebagai tumbuhan pakis, maupun tumbuhan paku-pakuan. Namun pada dasarnya semua nama yang diberikan oleh para masyaraka adalah sama yaitu tumbuhan paku seutuhnya. Tumbuhan ini sendiri merupakan salah satu tumbuhan yang tergolong Tracheophyta atau yang sering disebut sistem pembuluh sejati, namun tidak memproduksi biji sebagai pelanjut keturunannya. Akan tetapi mereka melanjutkan keturunannya dengan cara melepaskan spora, seperti pada lumut dan jamur.

Tumbuhan Jamur

Tumbuhan Jamur

Jamur sendiri merupakan tumbuhan yang berkembang biak secara spora, yang man bentuk jamur sendiri memeiliki bentuk dan warna yang beragam dan mereka sering tumbuh pada tanah yang lembab, sedikit menerima cahaya dan tanah yang memiliki senyawa-senyawa organik yang dapat digunkan sebagai sumber makanan mereka, untuk jamur sendiri bagian tubuhnya hampir 90 persenya mengandung air.

Tumbuhan Rane

Tumbuhan Rane

Rane sendiri berkembang biak secara spora yang hampi sama dengan lumut dan jamur, namun pada dasarnya rane juga termasuk dari tumbuhan paku-pakuan, hanya saja rane memiliki daun yang kecil atau yang sering disebut sebagai microfer

Tumbuhan Paku Air

Tumbuhan Paku Air

Tubuhan paku air termasuk kedalam tumbuhan paku-pakuan yang hidupnya tergantung pada air atau sering kita temui di area persawahan tau sungai. Yang dapat berkembang biak dengan spora.

 

 

Daftar Pustaka

Hastiti, S.2015.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi.Malang :Universitas Negeri Malang Pelczar, M.J. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi I. Jakarta: UI PressIrianto, K. 2006. Mikrobiologi JilidI. Bandung : Yrama WidyaDwidjoseputro, D.2001.Dasar-dasar Mikrobiologi .Jakarta :Penerbit DjambatanJutono .1980.Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum (Untuk Perguruan Tinggi).Yogyakarta:Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *