Info Terbaru

Tragedi Legetang, Desa Di Dieng Yang Hilang Hanya Dalam Sekejab

Halo mas bro selamat datang di website informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik tentang Tragedi Legetang, Desa Di Dieng Yang Hilang Hanya Dalam Sekejab. Anda jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Siapa yang tidak kenal Dieng, kota Wonosobo benar-benar menarik perhatian banyak wisatawan. Alam yang indah, pemandangan gunung yang dingin dan hijau. Juga setiap bulan Agustus, festival Dieng selalu diwajibkan untuk mencukur rambut gimbal. Dieng terkenal dengan banyak kisah mistik dan anehnya. Salah satu kisah Dieng yang paling terkenal adalah tragedi itu legetang, sebuah gambar karya Dieng yang tiba-tiba menghilang dengan segera. Kisah di dalamnya hampir sama dengan kisah kota Sodom dan Gomorra yang tiba-tiba menghilang. Kami membahas tragedi mengerikan ini kepada Dieng.

Desa yang sangat subur

Dibandingkan dengan desa Dieng lainnya, tempat ini benar-benar daerah yang subur. Pertanian sangat berkembang di sini. Semua warga negara menjadi petani kaya. Semua tanaman yang dibudidayakan tentu akan berlimpah di tubuh. Namun sayangnya semua warganya bukan tipe yang harus disyukuri. Mereka membuat lebih banyak amoralitas. Perjudian, alkoholisme, seks homoseksual dan banyak lainnya. Setiap malam mereka melakukan tarian lengger dan memimpin pesta seks. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1955.

Baca Juga  Ingatlah Kebesaran Allah Ketika Kamu Bersedih, Insyaallah Perlahan Hatimu Akan Damai

Tanah longsor besar dalam satu malam

Ketika semua penduduk asyik menikmati tarian Lengger, tiba-tiba hujan turun. Semua penduduk menikmati tarian tarian, semua orang mabuk, banyak yang berzina. Pria dan wanita tanpa pandang bulu, pria dan wanita, anak-anak dan orang tua. Semuanya bercampur. Mereka tidak pernah merawat hujan. Tiba-tiba sebuah ledakan besar tiba dan menghancurkan desa legetang dalam sekejap. Gunung pengamun terletak tidak jauh dari desa dan telah mengesampingkan desa. Hampir semua rumah telah menghilang dan tidak ada yang terlihat. Desa ini memiliki struktur melengkung, dengan tumpukan gunung yang membuat tanah desa tinggi dan seragam. 300 orang meninggal lebih banyak dan banyak yang terkubur.

Baca Juga  Kabar Buruk, Merokok Bisa Sebabkan Orang Gila?

Tanah gunung itu seolah terbang ke desa Legetang

Sesuatu yang aneh dengan menghilangnya Desa Legetang, seolah-olah tanah pegunungan melayang ke desa. Di antara gunung dan pemukiman ada sungai dan lereng. Namun anehnya sungai dan lereng ini sama sekali tidak terkubur oleh longsoran salju. Tanah dari gunung itu segera tererosi ke desa. Banyak orang di sekitar yang mempercayai ini karena sepertinya sangat aneh. Jika Anda datang ke Dieng, Anda dapat melihat tugu peringatan yang terbuat dari beton. Lokasi berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, banjarnegara.

Pemberitahuan dari Allah SWT

Mungkin acara ini merupakan peringatan dari Allah SWT. Seperti orang-orang Sodoma dan Gomorra yang baru saja menghilang. Perzinahan, judi dan lainnya sebenarnya dilarang oleh Allah SWT. Sehingga desa itu seperti dikutuk oleh Allah. Meskipun semua warga negara telah diberi banyak kemakmuran, mereka tidak pernah bersyukur. Masjid juga digunakan sebagai tempat bermain.

Baca Juga  Inilah Hal Yang Menunjukan Kehadiran Roh Orang Meninggal

Saat ini di sekitar tugu peringatan desa legetang digunakan sebagai pertanian oleh penduduk setempat. Ditanam dengan berbagai jenis tanaman sayuran. Sekarang Dieng telah menjadi desa agama. Banyak masjid dan acara keagamaan dibangun. Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita.

Gimana guys? Semoga bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.

Tragedi Legetang, Desa Di Dieng Yang Hilang Hanya Dalam Sekejab | dr. Glenn | 4.5