Menu

Terkuak, Ini Penyebab Siswa MI Palembang Meninggal Setelah Mendapatkan Imunisasi – Info Kesehatan

Hai teman-teman selamat datang di web informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan menyajikan informasi menarik mengenai Terkuak, Ini Penyebab Siswa MI Palembang Meninggal Setelah Mendapatkan Imunisasi. Kamu jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

anak-mati-setelah-vaksin-JumiarniKredit foto: Essentials Kesehatan Klinik Cleveland dan Youtube / Sriwijaya Post

INFORMASIANA- Beberapa waktu lalu kita tentu mendengar berita tentang Jumiarni, bocah 8 tahun di Madrasah Ibtidaiyah Al Hikmah Palembang, Sumatra Selatan, yang meninggal setelah diimunisasi. Berita ini memicu kegembiraan banyak orang karena diduga dipicu oleh vaksin yang baru saja ia dapatkan. Oleh karena itu banyak orang tua yang ingin dan cemas untuk memvaksinasi anak mereka karena kecelakaan ini.

Baca Juga  Tanda dan Pencegahan Kanker Mulut

Setelah melakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh, Komisi Regional untuk Pencegahan dan Evaluasi Peristiwa Paska Imunisasi (KIPI) dan Pusat POM Palembang menemukan bahwa Jumiarni telah meninggal karena ensefalomielitis yang disebarluaskan secara akut, a & # 39 radang otak yang muncul bersamaan ketika dia diimunisasi.

Letizia, kepala dinas kesehatan Palembang, menyatakan bahwa imunisasi bukanlah penyebab kematian korban. Hal ini diperkuat oleh uji sampel tinja dan kondisi kesehatan korban yang tampaknya stabil saat menerima vaksin.

Baca Juga  Alter Ego: Sisi Lain Karakter Manusia - Info Kesehatan

Dengan ditemukannya penyebab kematian Jumiarni, penduduk Palembang dan Indonesia pada umumnya diminta untuk berhenti mengkhawatirkan pemberian vaksinasi kepada anak-anak mereka. Letizia juga memastikan bahwa petugas imunisasi lapangan memiliki pengalaman dan bahwa vaksin yang digunakan juga memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga aman digunakan.

Sebagai informasi, Jumiarni mendapat vaksin di sekolahnya karena sebenarnya ada program imunisasi massal pada 14 November 2017. Setelah disuntik, tubuhnya mulai terasa lemas tetapi masih bermain dengan teman-temannya. Ketika dia kembali ke rumah, tubuhnya mengalami peningkatan suhu yang drastis, lengan vaksin yang disuntikkan membengkak dan kakinya lumpuh sehingga tidak bisa digerakkan. Jumiarni kemudian diseret oleh orang tuanya ke Puskesmas dan kemudian dirujuk ke rumah sakit. Meskipun kondisinya telah membaik, hidupnya tidak dapat tertolong empat hari kemudian.

Baca Juga  Heboh apel Amerika, apa itu bakteri Listeria Monocytogenes?

Gimana guys? Semoga bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.