Info Terbaru

Teks eksposisi dengan metode proses

Advertisement
Loading...


Paragraf eksposisi dengan metode proses | Teks eksposisi merupakan suatu tulisan yang isinya bertujuan memaparkan sesuatu sejelas-jelasnya, misalnya memaparkan sebuah proses yang bertujuan agar pembaca dapat memperoleh informasi sejelas-jelasnya tentang sesuatu. Atau dengan kata lain, eksposisi merupakan suatu tulisan yang berusaha menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran dengan tujuan memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca.

Teks eksposisi dengan metode proses

contoh teks eksposisi metode proses

Metode yang diterapkan dalam pengembangan teks eksposisi ada beberapa, yaitu:

  • Identifikasi
  • Perbandingan
  • Ilustrasi atau eksemplifikasi
  • Klasifikasi
  • Definisi, dan
  • Analisis, yang meliputi
  • Analisis bagina
  • Analisis fungsional
  • Analisis proses dan
  • Analisis kausal

Teks eksposisi proses memiliki beberapa ciri, yaitu

  • Memaparkan suatu proses
  • Proses yang dipaparkan sistematis, runtut, dari awal sampai akhir,
  • Adanya gambar, diagram dan vektor kadang diperlukan untuk memperjelas isi paparan dan
  • Berusaha memberikan informasi yang jelas dan lengkap kepada pembaca

Menulis eksposisi proses diperlukan adanya panduan yang berupa langkah-langkah. Langah-langkah tersebut adalah:

  • Menentukan jenis proses yang akan ditulis, misalnya proses pemilihan kepala desa,
  • Mengumpulkan berbagai informasi tentang proses pemilihan kepala desa dari buku, surat kabar, referensi lain atau wawancara
  • Berupaya mengamati secara langsung proses pemilihan kepala desa,
  • Berdasarkan informasi tersebut dibuatlah kerangka wacana tentang proses pemilihan kepala desa, dan
  • Mengembangkan kerangka tersebut menjadi wacana tentang proses pemilihan kepala desa.

Berikut dikutip sebuah contoh teks eksposisi dengan metode proses.

Revolusi indonesia adalah suatu revolusi yang “multikompleks”, ia bukan saja suatu proses “dekolonisasi”, akan tetapi suatu revolusi yang penuh ketegangan sosial dan konflik politik di antara kelas-kelas sosial di dalam masyarakat.

Adalah suatu kenyataan bahwa ketegangan politik di tingkat nasional menghambat pula perkembangan politik didaerah, seperti terlihat di Surakarta, maka jelas disini mulai muncul suatu pertentangan antara kaum komunis versus sosialis. Oposisi golongan komunis mulai dibangkitkan terhadap pemerintahan SJahrir. Melalui persatuan perjuangannya Tan Malaka mencoba menggulingkan pemerintahan. Oleh kaum komunis kebijaksaan rasionalisasi dan demobilisasi oleh pemerintahan Hatta, dipandang sebagai suatu penyimpangan dari revolusi.

 Demonstrasi melawan kebijaksanaan rasionalisasi dan demobilisasi ini terjadi di Surakarta dan Blitar. Propaganda Musso selaku pemimpin komunis pada waktu itu telah mempengaruhi Divisi Senopati di Surakarta untuk menolak kebijaksanaan Hatta. Sebelum pemberontakan PKI Madiun pecah (18 September 1948), kaum komunis di Surakarta memperkuat suatu pasukan yang disebut Tentara merah, dan lebih dikenal dengan Tentara Musso.

Dilihat dari proses perkembangan sejarah politik daerah, rupanya prolog pemberontakan PKI madiun 1948 itu dimulai dari Solo. Proses perkembangan strategi pemberontakan PKI madiun adalah sebagai berikut. 1. Surakarta tempat prolog politik; 2.Daerah Purwadadi, Pati dan sekitarnya merupakan basis cadangan pertahanan tentara merah Musso;3. Madiun, Ponorogo dijadikan pusat kegiatan politik pemberontakan. Strategi ini agak ada miripnya dengan cara-cara pemberontakan PKI 1965 dengan Gerakan-30S-nya, dimana daerah Ngawi-Blora telah dijadikan basis politik cadangan dengan pusatnya di desa Nginggil dengan memitoskan seorang tokoh guru bernama Mbah Suro.

Loading...
Advertisements
Teks eksposisi dengan metode proses | fajeros | 4.5