Menu

Taat Bayar Pajak, 6 Konglomerat Ini Diberi Penghargaan

Helo mas bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik tentang Taat Bayar Pajak, 6 Konglomerat Ini Diberi Penghargaan. Anda jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.

Belum lama ini, kantor regional Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan apresiasi kepada enam konglomerat di Indonesia. Ini karena mereka sangat patuh dalam hal membayar pajak.

Diyakini bahwa orang kaya membantu kantor pajak daerah dari para pembayar pajak besar, yang merealisasikan pendapatan sebesar Rp418,73 triliun.

Siapa yang membuat mereka penasaran? Beberapa nama di bawah ini pasti tidak asing di telinga Anda.

Baca juga: Pemerintah berfokus pada peningkatan investasi dalam pariwisata dan ekonomi digital pada 2019

1. Arifin Panigoro

Arifin Panigoro (Wikipedia).

Pria ini meninggalkan daftar Forbes dari 50 orang terkaya di Indonesia, tetapi pada akhirnya dia kembali lagi dan menduduki posisi tersebut. 46, Total asetnya telah mencapai $ 655 juta atau $ 9,3 triliun.

Pembayar pajak terbesar di Indonesia adalah pendiri perusahaan minyak dan gas terkenal, Medco Group.

Pria kelahiran Bandung, tahun 1945 ini, pasti bekerja sebagai teknisi instalasi listrik yang sering berpindah dari rumah ke rumah saat masih kuliah di ITB. Namun, setelah lulus ia memulai aktivitasnya di bidang proyek pemasangan pipa sampai akhirnya ia mendirikan Medco.

Inspirasi Panigoro dalam membangun Medco adalah karena booming minyak pada 1979 dan 1980. Minyak benar-benar menjadi salah satu produk pegas di dunia.

Medco terus mendorong sejauh ini, dan Arifin telah menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada adiknya, Hilmi.

2. Alexander Tedja

Alexander Tedja

Mogul properti ini juga bernama salah satu orang kaya yang sangat patuh membayar pajak. Dia adalah pendiri Pakuwon Jati dan menempati urutan ke-12 di antara orang-orang terkaya di Indonesia.

Total kekayaannya mencapai US $ 1,6 miliar atau Rp.22 triliun.

Kelahiran kaya yang gila ini di Medan pada 1945, mendirikan Tunjungan Plaza, Pakuwon Mall, Pakuwon Trade Center, dan Royal Plaza. Sementara di Jakarta, Pakuwon Jati mendirikan Blok M Plaza, Kota Gandaria, hingga Kota Kasablanka.

Baca juga: Setara dengan harga Mini Cooper, Berikut adalah total biaya kuliah selama 4 tahun di Jakarta

Baca Juga  Berkat Operasi Rahang, Wanita Ini Semakin Cantik dan Percaya Diri

3. Budi Purnomo Hadisurjo

Optik Melawai

Ini adalah pendiri Optical Melawai. Bahkan Budi telah bergabung dengan jajaran orang terkaya di Indonesia, dan total asetnya telah mencapai Rp 3,5 miliar.

Proses bisnis Optik Melawai untuk menjadi perusahaan optik terbesar di Indonesia agak unik. Pada tahun 1981, optik hadir untuk pertama kalinya di daerah Melawai, di selatan Jakarta, oleh karena itu mengambil nama dari daerah tersebut. Sekarang merek sudah memiliki 300 toko di banyak lokasi.

Diversifikasi produk yang menjadikannya mutlak. Perusahaan optik tersebut mendirikan anak perusahaan bernama Visculo Optical Supply. Perusahaan ini dibangun sebagai grosir optik.

Akibatnya, perusahaan ini juga telah berhasil menjadi pemain terbesar di bidangnya.

4. Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir

Adalah saudara laki-laki Erick Thohir yang dulu menempati posisi 16 orang terkaya di Indonesia. Tapi sekarang, nama taipan yang rajin membayar pajak tampaknya telah keluar dari posisi 20 besar.

Saudara-saudara Thohir adalah anak-anak dari tokoh terkemuka Teddy Thohir yang berkontribusi pada pertumbuhan Astra. Tetapi Thohir memilih untuk melakukan bisnis batubara pada saat itu.

Sebelum memegang saham Adaro, lelaki yang akrab disapa Boy mendirikan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) dengan modal Rp5 miliar. Kinerja WOM Finance melambung tinggi, pada tahun 2003, BII menawarkan untuk membeli WOM Finance senilai US $ 150 juta. Dia juga melepaskan dan sekarang, Boy masih mengendalikan 30 persen saham perusahaan.

Dia juga berinvestasi di WOM Finance untuk membeli saham Adaro dengan Theodore Permadi Rachmat, Sandiaga Uno dan mendiang Benny Subianto.

Pada 2008, Adaro memasarkannya di pasar saham dengan membuat produk andalannya, yaitu batubara ramah lingkungan. Dan perusahaan ini semakin sukses.

Akibatnya, ia langsung membeli saham perusahaan yang dipimpinnya, sehingga keberadaannya sebagai pemilik menjadi lebih kuat.

Baca juga: Anggaran Siap Rp 20 Juta! Anda dapat menghilangkan kelelahan di pedalaman Tambrauw, di bagian barat Papua

Baca Juga  Bintang iklan donor ini meninggal karena gagal mendapat donor paru-paru

5. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Pendiri Emtek Group sekarang adalah orang terkaya kelima belas di Indonesia. Asetnya mencapai US $ 1,3 miliar atau Rp. 18 triliun.

Apa kegiatan kelompok Emtek? Pernah Berkunjung ke SCTV, Liputan6, Vidio.com, Indosiar? Perusahaan media berada di bawah grup Emtek. jadi, adalah taipan media.

Sebelum terjun di dunia media, Eddy adalah pengusaha komputer yang menjual produk Compaq (Elang Mahkota Komputer Komputer). Singkatnya, pada tahun 1997 nama perusahaan berubah menjadi Elang Mahkota Teknologi Indonesia atau Emtek.

Di situlah ia akhirnya membangun, PT Cipta Aneka Selaras. Kemudian pada tahun 2001, namanya diubah menjadi Surya Citra Media (SCM). Pada tahun 2002, stasiun televisi tersebut didanai oleh Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mochtar dan Halimah Bambang Trihatmodjo, yang diperolehnya.

Dari sana, Eddy telah mulai serius dengan media sejauh ini.

6. Theodore Permadi Rachmat

Theodore Permadi Rachmat

Wow, Pak TP Rachmat juga telah bergabung dengan jajaran orang Indonesia kaya yang membayar pajak dengan rajin. Tentu, Anda sudah tahu siapa dia?

Mantan kepala grup Astra memulai karirnya sebagai salesman. Tetapi berkat kerja kerasnya, dia merasa berada di kursi direktur.

Di bawah kepemimpinannya, Astra berkembang pesat. Cabang-cabangnya juga tumbuh pada tahun 1989, akibatnya Theodore Permadi Rachmat diangkat sebagai komisaris dari tahun 1998 hingga 2000.

Akibatnya, telah memutuskan untuk mendirikan Grup Triputra, yang berkaitan dengan pertanian, produksi, perdagangan dan jasa, pertambangan dan dana pensiun.

Dan sekarang, TP Rachmat terdaftar sebagai orang terkaya kesembilan di Indonesia! Wow, dia sudah masuk 10 besar. Jumlah kekayaannya naik menjadi US $ 1,7 miliar atau Rp. 24 triliun.

Mereka adalah enam konglomerat Indonesia yang taat pajak. Intinya, mereka bisa menjadi model referensi bagi Anda yang ingin berbisnis.

Jika dia sudah kaya, itu adalah cara untuk berkontribusi pada negara dengan membayar pajak. Pajak itu sendiri adalah sumber pendapatan negara, jika tidak ada pajak, karena kami sedang membangun infrastruktur. Apakah Anda setuju? (Editor: Winda Destiana Putri).

Baca Juga  Puasa Ternyata Bisa Bikin Awet Muda

Gimana bro? Semoga teman-teman dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.