Menu

Sering Jadi Pertanyaan, Inilah Beda Gempa Berpotensi Tsunami dan yang Tidak – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

Hai mbak bro selamat datang di web informasiana.com. Kali ini kami akan menyajikan informasi menarik tentang Sering Jadi Pertanyaan, Inilah Beda Gempa Berpotensi Tsunami dan yang Tidak – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Bencana gempa dan tsunami saat ini menghantui negara kita. Buktinya hampir setiap hari bahwa BMKG melaporkan, hanya ada daerah-daerah yang telah diguncang oleh gempa kecil untuk potensi tsunami. Ini menyebabkan orang Indonesia takut kemana-mana. Terutama untuk wilayah pesisir dan pegunungan.

Berbicara tentang gempa bumi, kita sering mendengar atau melihat apakah fenomena alam ini terkadang berpotensi tsunami atau tidak. Dari sini kita terkadang tidak dapat membedakan gempa mana yang mengundang gelombang tinggi dan bukan. Jadi apa yang membedakan keduanya?

Dari kekuatan gempa

Satu perbedaan yang dapat kita amati dengan mudah adalah kekuatan gempa. Menurut ahli geofisika di Badan Geologi AS (USGS), Don Blekeman, jika kekuatan gempa lebih besar dari 6,5 pada skala Richter, kemungkinan ia berpotensi mengundang tsunami.

Baca Juga  Jangan Risau Karena Jomblo, yang Patut Khawatir Mereka yang Berpacaran Tapi Tak Kunjung Dihalalkan

Terlihat dari kekuatan gempa [Sumber Gambar]

Tetapi ini masih mungkin karena pada beberapa kesempatan, banyak gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 6,5 SR belum menyebabkan tsunami. Seperti gempa Lombok, misalnya. Sementara mereka yang tidak mengirim tsunami adalah antara 1 dan 6,5 SR.

Itu mungkin berasal dari awal gempa

Dalam geografi, gempa bumi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan asal. Itu adalah gempa bumi dari daratan dan laut. Nah, dari kedua hal ini, jelas bahwa gempa bumi dari laut adalah penyebab utama tsunami. Karena gempa bawah laut yang berawal dari tumbukan tektonik lempeng dapat mengganggu keseimbangan air di atasnya. Sehingga tsunami bisa terjadi kapan saja.

Meski begitu, gempa ternyata berdampak pada tsunami. Dikutip dari halaman cnn indonesia, gempa bumi yang terjadi di bumi terkadang membuat retakan yang cukup dalam untuk mencapai laut, sehingga bisa memicu gelombang yang menakutkan. Tetapi untuk kondisi ini teman-teman Boombastis masih sangat jarang.

Baca Juga  | KISAH NYATA | Antara Rumah H0r0r Dan K3s4l4h4n Di M4s4 Lalu !!

Pusat kedalaman gempa yang juga merupakan pembagi

Masih terkait dengan gempa bumi bawah laut, fenomena alam ini dapat mengundang tsunami jika pusat kedalaman bertemu.

Pusat kedalaman gempa [Sumber Gambar]

Bagi mereka yang dapat menyebabkan tsunami, pusat gempa berada pada jarak dari 0 hingga 30 kilometer di bawah permukaan laut. Sebaliknya, jika pusat gempa lebih dari 30 kilometer di bawah permukaan laut, kemungkinan tsunami akan lebih kecil.

Gerakan lapisan-lapisan lapisan tanah

Tidak jauh dari gempa bawah laut, ternyata pergerakan lapisan tanah juga memengaruhi munculnya tsunami atau tidak.

Gerakan kapal selam abnormal [Sumber Gambar]

Daryono, kepala informasi tentang gempa bumi dan divisi peringatan tsunami tepat waktu dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa jika pelat dasar atau patahan di dasar laut bergerak secara horizontal atau lateral, tsunami tidak akan terjadi. Sementara jika kesalahan bergerak secara vertikal atau naik dan turun, tsunami kemungkinan akan terjadi.

Baca Juga  10 KOTA MISTERIUS YG SUDAH DITINGGALKAN OLEH PENDUDUKNYA! *horror

BACA JUGA: Ini adalah 5 penyebab gempa bumi di Indonesia yang terus menuntut pengorbanan hidup

Inilah yang membedakan gempa mana yang berpotensi tsunami dan bukan. Ya, sebenarnya kita tidak bisa secara langsung merasakan perbedaan gempa. Tapi tentu saja kita harus berjaga-jaga di mana pun ada gempa. Terus berdoa dan lari ke tempat yang aman ketika ada fenomena alam. Apalagi jika gempa terjadi berulang kali.

Gimana mbak bro? Mudah-mudahan mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.