Menu

Satuan Pengukuran dan Alat Ukur

Setiap besaran dapat dijadikan bagi sebagai satuan besaran lain yang sejenis. Oleh karena itu suatu besaran dapat dinyatakan berbagai macam satuan. Sebagai contoh, panjang suatu benda dapat dinyatakan dengan satuan yard, kaki depa, jengkal, dan meter. Satuan pengukuran dibedakan menjadi dua, yaitu satuan tak baku dan satuan baku. Hasil pengukuran dengan satuan tak baku memberikan hasil tidak akurat (bersifat relatif). Selain itu, satuan tak baku hanya dipahami oleh sekelompok orang pada daerah tertentu. Akibatnya, penyebaran informasi, terutama yang berkaitan dengan hasil pengukuran mengalami hambatan. Misalnya satuan tak baku adalah lengan, depa, jengkal, kaki, dan yard.
Adapun hasil pengukuran dengan satuan baku memberikan hasil akurat. Artinya, hasil pengukuran akan sama meskipun dilakukan oleh banyak orang. Selain itu, satuan baku bersifat umum dan disepakati secara internasional. Contoh satuan baku adalah sebagai berikut:

– Satuan panjang : mm, cm, m, inci, dan mil
– Satuan volum : cc, l, dan m^3
– Satuan waktu: sekon, menit, dan jam
– Satuan massa : gram, miligram, dan kg
– Satuan suhu : derajat celcius, derajat Fahrenheit, derajat Reamur, dan Kelvin.

Meskipun berlaku umum, namun beragamnya satuan baku menyulitkan penyebaran informasi ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, kita kesulitan untuk menghitung volum bangun dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1.500 mm, dan tinggi 200 inci (1 inci = 2,540 cm).  Untuk mengatasi kendala ini, perlu adanya keseragaman sistem satuan secara internasional. Untuk itu dibuatlah satuan sistem yang disebut sistem satuan internasional (SI).
Sistem satuan internasional ditetapkan oleh suatu badan internasional yang bernama General Conference on Weights and Measures yang berkedudukan di Sevres, Perancis. Semua negara besar mempunyai wakil dalam badan inil. Fungsi pokok badan itu adalah menetapkan standar setiap besaran pokok sekaligus menetapkan satuannya. Setiap satuan yang ditetapkan sebagai satuan internasional harus memenuhi tiga kriteria, yaitu:

1. Bersifat tetap, artinya tidak berubah dalam keadaan bagaimanapun,
2. Bersifat internasional, artinya dapat digunakan oleh negara di seluruh dunia,
3. Mudah ditiru, artinya mudah dibuat dan diperbanyak untuk keperluan sehari-hari.

Pengukuran adalah dasar dari percobaan (penelitian). Ketepatan pengukuran dipengaruhi oleh alat ukur yang digunakan. Lebih lanjut tentang pengukuran akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Sekian tulisan tentang Satuan Pengukuran dan Alat Ukur, semoga bermanfaat.

Baca Juga  Sifat-sifat Gas Ideal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.