Menu

Rwanda Berkabung 100 Hari Kenang Genosida Tewaskan 800 Ribu Orang

Selamat datang di informasiana.com, inilah berita tentang Rwanda Berkabung 100 Hari Kenang Genosida Tewaskan 800 Ribu Orang. Jika anda memiliki berita maka silahkan kirim artikel anda di kontak kami.

INFORMASIANA.COM. Jakarta – Rwanda menangis selama 100 hari untuk memperingati dan menghormati lebih dari 800.000 orang yang tewas dalam genosida yang menghancurkan dunia.

Hari berkabung dimulai pada hari Minggu 7 April 2019. Presiden Rwanda Paul Kagame akan melakukan upacara pemakaman dengan menyalakan api di Monumen untuk genosida di Kigali, di mana lebih dari 250 ribu korban dimakamkan di monumen, sebagian besar korban etnis Tutsi.

Baca: Sarkozy: Prancis melakukan kesalahan pada genosida di Rwanda

Setelah itu, Kagame berencana untuk menghubungi Kigali Convention Center, sebuah bangunan modern yang melambangkan regenerasi Rwanda sejak genosida.

Baca Juga  Jarak Rute Penerbangan Terpendek Di Dunia 2,83 KM

Pada sore hari, para pejabat Rwanda akan bergabung dengan 2.000 orang yang berjalan bersama di gedung parlemen. Di sini pada malam hari mereka akan menyalakan lilin, seperti dilansir Reuters dan Asia Channel News.

Hari berkabung, yang dimulai hari ini untuk memperingati awal genosida, pada 6 April 1994, ketika Presiden Juvenal Habyarimana dan Presiden Burundi Cyprien Ntaryamira terbunuh setelah pesawat yang mereka tumpangi dia ditembak ketika dia menyeberangi ibukota Rwanda. Dua kepala pemerintahan adalah etnis Hutu.

Presiden Rwanda Paul Kagame

Baca: minta maaf, Gereja Katolik mengakui genosida yang terjadi di Rwanda

Sampai sekarang tidak diketahui siapa yang menembak pesawat membawa para pemimpin Rwanda dan Burundi.

Baca Juga  Biarkan Orang Lain Menikah Muda, Kamu Menikah di Saat yang Paling Tepat Saja

Penembakan pesawat Presiden Ntarymira memicu mobilisasi tentara etnis hutu dan sekutunya oleh kelompok-kelompok milisi untuk menyerang Rwanda oleh etnis minoritas Tutsi.

Dalam 3 bulan, lebih dari 800 ribu orang terbunuh. Sekitar 10.000 orang meninggal setiap hari.

Genosida telah menghilangkan sekitar 70% populasi etnis minoritas Tutsi atau 10% dari total populasi Rwanda.

Baca: Kepala Genosida Rwanda Ditangkap di London

Pembantaian etnis ini berakhir pada Juli 1994, ketika Front Patriotik Rwanda, sebuah gerakan pemberontak yang dipimpin oleh etnis Tutsi etnis berusia 36 tahun, Paul Kagame.

Kagame berusia 61 tahun dan adalah presiden Rwanda.

Sekarang, Rwanda telah menjadi salah satu ekonomi terbaik dan paling maju di Afrika. Namun trauma genosida 1994 masih sangat dialami oleh penduduk Rwanda. Apalagi karena masih banyak keluarga yang belum mengetahui keberadaan orang yang menyayangi mereka. Pada saat yang sama, para pembunuh masih bebas berkeliaran di Rwanda.

Baca Juga  Penting! Inilah Ciri Rumah Hasil Pesugihan Yang Harus Kalian Ketahui

Demikianlah informasi mengenai Rwanda Berkabung 100 Hari Kenang Genosida Tewaskan 800 Ribu Orang. Semoga info ini dapat membawa manfaat kepada kamu yang sedang memerlukan informasi. Jangan lupa untuk membagikan di media sosial kalian dan tinggalkan komentarnya.