Info Terbaru

Rumah Adat di Indonesia dan Arti Bangunan Rumahnya

Loading...
Advertisement


Loading...

Rumah jaman dulu mencerminkan adat penghuninya dan menjadi tanda berasal dari suku tertentu. Rumah adat di Indonesia sangat beragam dan tersebar di seluruh wilayah kepulauan Nusantara. Dari segi coraknya, rumah tradisional tersebut memiliki nilai filosofis sesuai dengan adat istiadatnya. Sehingga bisa dikatakan rumah adat itu tidak sembarangan didirikan, tetapi memiliki makna dan nilai filosofis disetiap bangunannya.

Kehadiran rumah adat tersebut masih eksis sampai saat ini dan menunjukkan ketradisionalan zaman dulu. Meskipun beberapa diantaranya sudah mengalami pemugaran, akan tetapi bentuk bangunannya tetap dipertahankan sebagai tanda dan bukti bahwa seperti inilah rumah adat di Indonesia untuk diperlihatkan kepada anak cucunya.

Keberagaman teknik arsitektur rumah adat beberapa suku di Indonesia bisa kita buktikan dengan adanya berbagai model dan bentuk rumah tradisional adat suku-suku di Indonesia dengan memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Rumah Adat di Indonesia

Oleh karena itu, berikut ini kita akan membahas secara lengkap secara satu persatu tentang rumah adat di Indonesia sebagai pembelajaran untuk menambah pengetahuan warisan leluhur yang bersifat tradisional di bidang arsitektur bangunan yakni sebagai berikut:

rumah adat

Rumah Krong Bade, Asal Daerah Nanggroe Aceh Darussalam

Rumah tradisional yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam ini bernama Rumah Krong Bade atau Rumoh Aceh yang menjadi rumah tradisional Adat di Aceh. Rumah tersebut termasuk rumah panggung yang memiliki satu buah tangga pada bagian depan yang biasanya dipakai untuk keluar masuk. Rumah tradisional dari Aceh ini memiliki ciri khas dalam adat istiadatnya. Akan tetapi keberadaan rumah adat Aceh ini semakin langka kita temukan karena orang aceh secara umum sekarang ini lebih memilih bertempat tinggal di rumah bergaya modern, selain karena untuk biasa pembangunan rumah tradisional adat Krong Bade ini lebih mahal, ternyata juga memerlukan biaya perawatan yang tak sedikit.

Rumah Krong Bade

Rumah Bolon, Asal Daerah Sumatera Utara

Rumah Bolon merupakan rumah adat yang menjadi tanda pengenal suku Batak yang berada di Sumatera Utara. Terdapat beberapa jenis rumah tradisional adat Bolon yang pada jaman dulu sempat menjadi gaya arsitektur hunian oleh orang batak. Adapun beberapa jenis rumah tradisional adat di Sumatera Utara yaitu Bolon Mandailing, Bolon Pakpak, Bolon Angkola, Bolon Karo, Bolon Simalungun dan Bolon Toba. Masing-masing pada rumah tradisional adat tersebut mempunyai ciri khasnya tersendiri. Akan tetapi sekarang ini mereka sudah sulit untuk kita temukan di Sumatera Utara.

Rumah Bolon

Rumah Gadang, Asal Daerah Sumatera Barat

Rumah Gadang (Godang) merupakan rumah adat di Minangkabau yang sampai sekarang ini masih banyak kita temukan di daerah Provinsi Sumatera Barat karena mengingat kebudayaan Melayu yang sudah menyebar di sekitar Semenanjung Malaya pada zaman dahulu. Kemudian rumah tradisional adat ini juga sampai sekarang kita temukan di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, kalau suatu saat anda mendapatkan rumah gadang di Malaysia, maka anda jangan anggap mereka telah mencuri kebudayaan Indonesia.

Rumah Gadang

Rumah Selaso jatuh Kembar, Asal Daerah Riau

Rumah Selaso Jatuh Kembar merupakan rumah adat di Riau yang berfungsi sebagai balai desa atau tempat melakukan musyawarah. Adapun arti Selaso Jatuh Kembar mempunyai makna rumah yang mempunyai dua selasar dengan lantai lebih rendah dibandingkan ruangan tengah.

Rumah Selaso jatuh Kembar

Rumah Panggung Kajang Leko, Jambi

Rumah Panggung Kajang Leko merupakan rumah adat khas Jambi yang dibuat dari kayu dan terbagi atas 8 ruangan. Kedelapan ruangan rumah tradisional adat tersebut antara lain:

Rumah Panggung Kajang Leko

1. Ruangan Pertama (jogan) memiliki fungsi sebagai tempat beristirahat dan menyimpan air.

2. Ruangan Kedua (Serambi Depan) memiliki fungsi sebagai tempat untuk menerima tamu laki-laki.

3. Ruangan Ketiga (Serambi Dalam) memiliki fungsi untuk tempat tidur anak laki-laki.

4. Ruangan Keempat (Amben Melintang) memiliki fungsi sebagai kamar pengantin.

5. Ruangan Kelima (Serambi Belakang) mempunyai fungsi sebagai tempat tidur untuk anak perempuan yang masih belum menikah.

6. Ruangan keenam (Laren) mempunyai fungsi sebagai tempat untuk menerima tamu perempuan.

7. Ruangan Ketujuh (Garang) mempunyai fungsi sebagai tempat untuk melakukan proses memasak makanan dan tempat menyimpan air.

8. Ruangan Kedelapan memiliki fungsi sebagai dapur yang dipakai untuk memasak makanan.

Rumah Limas, Asal Daerah Sumatera Selatan

Rumah Limas adalah rumah tradisional di Indonesia yang menjadi ciri khas Sumatera Selatan dimana mempunyai lantai yang bertingkat dengan bentuk atap seperti Limas. Kebanyakan rumah limas mempunyai luas sebesar 400 hingga 1000 meter persegi. Bangunan tersebut didirikan di atas tiang kayu ulin yang tahan terhadap air dan kuat, sedangkan dinding, pintu, dan lantai terbuat dari bahan kayu tembesu.

Rumah Limas

Rumah Rakit Limas, Asal Daerah Bangka Belitung

Rumah Rakit Limas adalah rumah adat yang menjadi ciri khas bangka belitung yang secara arsitektur sebenarnya hampir sama dengan rumah tradisional adat di pulau sumatera yang masih memiliki karakteristik Melayu.

Rumah Rakit Limas

Rumah Rakyat, Asal Daerah Bengkulu

Rumah Rakyat merupakan rumah tradisional adat yang dipakai sebagai tempat untuk tinggal orang-orang yang berasal dari Bengkulu. RUmah tersebut juga dibagi dalam beberapa ruangan yakni beranda yang memiliki fungsi untuk menerima tamu, kamar utama atau bilik gedang, bilik gadis atau kamar gadis dan sebagainya.

Rumah Rakyat

Rumah Nowou Sesat, Asal Daerah Lampung

Rumah Nowou Sesat adalah rumah adat di Lampung yang namanya tergolong cukup unik. Adapun arti nama Nuwou Sesat dari bahasa Lampung, dimana Nuwou berarti Rumah dan Sesat berarti tempat ibadah. Sehingga Rumah Nowou Sesat mempunyai ciri khas panggung, dinding dari kayu, atap terbuat dari ilalang yang dianyam, dan didirikan sejajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. Adapun rumah adat di Indonesia yang satu ini memang sudah sangat jarang sekali kita temukan di Lampung karena proses akulturasi dan integrasi budaya yang senantiasa berjalan begitu cepat di Lampung menjadi penyebab utamanya.

Rumah Nowou Sesat

Nah itulah beberapa rumah tradisional adat di Indonesia yang semuanya berada di Pulau Sumatera. Selanjutnya kita beralih membahas rumah tradisional adat di Pulau Jawa. Adapun beberapa rumah tradisional di Pulau jawa sebagai berikut:

Rumah Adat di Jawa

Rumah Badui, Asal Daerah Banten

Inilah rumah yang menjadi simbol adat orang-orang suku Banten zaman dulu dan sekarang ini diabadikan sebagai rumah adat di Indonesia untuk tempat tinggal orang-orang batent. Jenis rumah tersebut adalah rumah panggung yang memiliki atap daun ilalang dimana lantainya terbuat dari pelupuh atau bambu yang dibelah. Adapun dinding rumah tradisional adat Badui tersebut dibuat dari anyaman Bambu. Sedangkan pada bagian penyangga rumahnya terbuat dari batu yang memiliki bentuk balok dimana ujung atasnya semakin terlihat mengecil. Beberapa wilayah, seperti ujung kulon, ternyata masih dipakai oleh sebagian besar penduduknya sebagai tempat tinggal.

Rumah Badui

Rumah Sunda, Asal Daerah Jawa Barat

Sama halnya dengan rumah adat secara umumnya, dimana rumah tradisional Sunda yang berasal dari Jawa Barat ini memiliki bentuk pangung setinggi antara 0.5 sampai 1 meter. Kolong rumah panggung ini secara umumnya digunakan sebagai tempat untuk mengurung hewan piaraan atau meletakkan alat pertanian. Kemudian rumah ini juga sudah dipasangi tangga (golodog), sedangkan atapnya mempunyai variasi yang tergolong cukup banyak seperti Tagong Anjing, Perahu Kemureb, Capit Gunting, Buka Pongpok, Jubleg Nangkub, Badak Heuay dan Jolopong. Nah, untuk dapat mengetahui seperti apa wujud dari variasa dan keberagaman jenis atap rumah adat Sunda silahkan andan melihatnya di bawah ini.

Rumah Sunda

Rumah Joglo

Orang Jawa secara umum mempunyai rumah berciri khas tersendiri dinamakan Joglo. Rumah tradisional adat di Indonesia yang satu ini mempunyai berbagai macam keunikan. Rumahnya terbagi atas beberapa ruangan yang diantaranya gandok kiwo, gandok tengen, dalem, pringgitan dan pendapa.

Rumah Joglo

Rumah Bangsal Kencono

Rumah Bangsal Kencono merupakan rumah adat yang menjadi ciri khas Yogyakarta. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal raja, ratu atau pembesar kerajaan zaman dulu. Rumah tradisional adat di Indonesia yang satu ini juga telah dianggap banyak mengandung arti filosofis yaitu hakikat kehidupan manusia, alam yang semakin terus bekerja, kegiatan manusia dalam melakukan dan menjalani kehidupannya, serta berbagai macam perlambangan hidup terkandung di dalamnya.

Rumah Bangsal Kencono

Rumah Joglo Situbondo

RUmah Joglo Situbondo merupakan rumah adat yang terkenal pada zaman dahulu. Masyarakat Jawa Timur di zamannya telah memakai gaya arsitektur indah dan memiliki nilai filosofis di dalamnya. Dengan demikian, inilah yang menjadi bukti kecemerlangan karya nenek moyang kita dalam teknologi arsitekturnya sekarang dimana sudah mulai tergerus oleh zaman. Ya, untuk di Jawa Timur sendiri sekarang kita akan merasa kesulitan dalam menemukan rumah yang semacam ini.

Rumah Joglo Situbondo

Rumah Tanean Lanjhan

Meskipun Jawa Timur dan Madura secara administratif termasuk satu kesatuan. Akan tetapi dari segi nilai budaya sebenarnya keduanya mempunyai banyak perbedaan. Buktinya, pada kedua daerah ini mempunyai bentuk rumah tradisional adat yang coraknya berbeda. Kalau di Jawa Timur, kita akan menemukan rumah adat Joglo Situbondo. Akan tetapi di Madura kita justru menemukan banyak rumah Tanean Lanjhang memiliki wujud seperti gambar di bawah ini.

Rumah Tanean Lanjhan

Rumah Gampura Candi Bentar

Rumah Gampura Candi Bentar adalah rumah adat yang berasal dari Bali yang sampai sekarang masih bisa kita temukan. Bali termasuk suku di Indonesia yang terbilang sangat teguh dalam menjaga warisan leluhur. Salah satunya menjaga kelestarian gaya arsitektur rumah tradisional adatnya. Adapun rumah tradisional di Bali diberikan nama Rumah Gapura Candi bentar. Adapun gambar rumah adat GApura candi Bentar di Bali seperti di bawah ini.

Rumah Gampura Candi Bentar

Nah, itulah beberapa rumah tradisional adat di Pulau Jawa. Beberapa rumah tersebut merupakan sebagian kecil dari kekayaan teknologi arsitektur bangunan nenek moyang kita di masa lampau yang mesti kita lestarikan dan jaga. Nah, selanjutnya kita akan membahas rumah tradisional di Kalimantan.

Rumah Adat di Kalimantan

Menyambung pembahasan sebelumnya yaitu rumah adat di Pulau Jawa, maka di kesempatan kali ini kita akan berbicara tentang seputar rumah adat di Kalimantan. Nah berikut informasinya di bawah ini.

Rumah Panjang

Rumah Panjang adalah tempat tinggal orang kalimantan Barat yang merupakan rumah adat di Indonesia. Seperti beberapa rumah adat di Sumatera, ternyata rumah khas suku dayak yang ada di tanah Borneo Barat ini juga secara gaya arsitektur berupa rumah panggung. Bentuknya terlihat memanjang sesuai penamaannya “Panjang”. Kemudian tiang penyangganya tinggi, dan anak tangga yang berukuran lebar menjadi ciri khas rumah adat di Kalimantan dan berbeda dengan rumah tradisional yang lainnya. Akan tetapi meskipun keberadaannya cukup unik, Rumah Adat asal Kalimantan Barat ini sudah hampir punah. Selain karena semangat masyarakat yang lebih menjatuhkan pilihannya untuk membangun rumah bergaya modern. Karena biaya pembangungan dan perawatannya lebih murah dibandingkan biaya pembangunan dan perawatan rumah adat Panjang yang sudah sangat sulit kita temukan hari ini.

Rumah Panjang

Rumah Betang

Meskipun dilihat dari segi demografis, Kalimantan Tengah terlihat sangat berdekatan dengan Kalimantan barat. Akan tetapi, tampaknya Kalimantan Tengah memiliki rumah adat sendiri di sebut Rumah Betang dengan mempunyai semboyan “Isen Mulang”.

Rumah Betang

Rumah Betang secara arsitektur memang masih mempunyai hubungan erat dengan rumah adat panjang di Kalimantan Barat. Akan tetapi sebenarnya terdapat satu hal unik yang telah membedakan keduanya. Rumah yang menjadi ciri khas suku dayak Palangkaraya ini mempunyai dimensi yang berukuran lebih besar, dimana untuk panjangnya dapat mencapai sebesar 150 meter, lebar sebesar 30 meter dan tinggi 3 sampai 5 meter dari permukaan tanah. Dimensi yang lebih besar inilah yang telah membuat satu rumah adat Betang di Kalimantan Tengah ini bisa dihuni lebih dari 150 orang. Adapun gambar rumah adat di Kalimantan Tengah sebagai berikut.

Rumah Lamin

Kita beralih pandangan ke arah timur, maka kita akan menemukan rumah yang terlihat lebih unik untuk hasil akulturasi budaya suku dayak, banjar dan kutai. Rumah Lamin ini menjadi rumah adat di Kalimantan Timur dan menjadi ciri khas sekaligus tanda pengenal daerahnya dalam deretan rumah adat di Indonesia.

Rumah Lamin

Bentuknya jauh melebihi rumah adat betang dan panjang dimana rumah Lamin ini mempunyai dimensi yang benar-benar begitu menakjubkan. Memiliki panjang mencapai 300 meter, lebar mencapai 15 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Dengan dimensi rumah yang sebesar itu maka akan dapat memuat 30 keluarga bisa hidup dan tinggal bersama di dalamnya.

Rumah Bubungan Tinggi

Tidak ingin ketinggalan, ternyata masyarakat Suku Banjar yang berasal di Kalimantan Selatan ini juga mempunyai rumah adat yang menjadi ciri khas daerahnya sendiri. Rumah Bubungan Tinggi adalah rumah kebanggan rakyat Kalimantan Selatan sehingga rumah ini dijadikan sebagai maskot daerah. Adapun gambar rumah adat Bubungan Tinggi di Kalimantan Selatan sebagai berikut.

Rumah Bubungan Tinggi

Rumah Baloy

Meskipun baru berdiri tahun 2013 yang lalu, bukan berarti bahwa daerah Kalimantan Utara itu tertinggal dalam hal nilai budaya. Provinsi yang memiliki ibukota Tanjung Selor ini telah menjadikan rumah Baloy sebagai rumah adat di Kalimantan Utara. Rumah tersebut merupakan hasil kebudayaan arsitektur Suku Tidung yang menjadi suku asli kalimantan utara. Desainnya terlihat lebih modis dibandingkan rumah adat di Kalimantan sehingga miniatur rumah adat Baloy ini sangat banyak dicari.

Rumah Baloy

Nah, itulah beberapa pembahasan rumah adat di kalimantan. Bagaimana?? Apakah anda masih ingin mengetahui rumah adat di Indonesia. Baiklah, selanjutnya kita akan berbicara tentang rumah adat di Sulawesi Selatan.

Rumah Adat di Sulawesi

Selanjutnya kita akan membahas tentang rumah Adat di Pulau Sulawesi. Sebelumnya kita sudah membahas rumah adat di Pulau Kalimantan. Nah, bagi anda yang ingin mengetahui asal-usul dan asal daerah rumah adat di Indonesia. Maka silahkan menyimak informasinya di bawah ini:

Rumah Pewaris.

Rumah Pewaris merupakan Rumah adat di Sulawesi Utara yang menjadi ciri khas suku Minahasa. Rumah yang terkenal dengan nama Walewangkoa ini merupakan jenis rumah panggung yang memiliki tiang balok kayu dimana dipasangi 2 buah tangga pada bagian depan tepatnya di sisi kiri dan kanan rumah. Keunikan rumah adat di Sulawesi Utara ini terlihat dari segi konstruksinya yang sudah sepenuhnya terbuat dari kayu. Rumah tersebut terbagi dari beberapa ruangan, Setup Emperan yang menjadi tempat untuk menerima tamu. Kemudian Pores sebagai ruangan tidur dan Sangkor menjadi tempat untuk menyimpan bahan makanan atau Lumbung Padi.

Rumah Pewaris

Rumah Tambi

Inilah salah satu rumah adat di Indonesia yang tidak kalah uniknya untuk kita bahas yaitu rumah tambi. Rumah tradisional asal Sulawesi Tengah ini mempunyai bentuk persegi panjang yang berukuran 7 x 3 meter. Terlihat ciri khas panggungnya menggunakan balok kayu yang tersusun di atas batu alam yang terdapat pada arsitektur rumah ini. Yang unik disini, rumah tersebut tidak mengenal pembagian ruangan (Ruang Tamu, Kamar dan Dapur) semuanya menjadi satu, dalam hal ini dapurnya biasa berada di tengah sebagai tempat untuk menghangatkan ruangan ketika malam datang.

Rumah Tambi

Menurut kepercayaan leluhur, bahwa rumah Adat Tambi ini hanya bisa dibangun menghadap arah selatan atau utara. Dilarang untuk warga sekitar membangun rumah yang menghadap atau membelakangi jalan matahari. Adapun keunikan lainnya yang dimiliki rumah Adat Tambi terdapat perbedaan jumlah anak tangga. Rumah tersebut ditinggali oleh sesepuh kampung atau kepala adat yang memiliki anak tangga berjumlah genap. Sedangkan untuk rumah tambi yang ditinggali penduduk biasa mesti mempunyai anak tangga berjumlah ganjil.

Rumah Buton

Rumah adat Buton ini termasuk rumah adat terunik di Dunia. Inilah rumah atau istana sultan Buton yang menjadi rumah adat dengan dibangun 4 lantai menggunakan konstruksi kayu saling berkaitan, tanpa paku dan pengait. Akan tetapi rumah tersebut bisa berdiri secara kokoh dan megah. Adapun gambar rumah adat Buton sebagai berikut.

Rumah Buton

Rumah Tongkonan

Rumah Tongkonan adalah rumah adat dari suku Toraaj yang telah bermukim di wilayah Sulawesi Selatan. Secara gaya arsitektur, rumah adat ini terbilang sangat antik dimana memiliki atap melengkung seperti perahu dan deretan tanduk kerbau yang telah berjajar pada bagian depannya. Rumah ini juga telah berhasil membuat para wisatawan berlomba-lomba untuk melihat seni klasik arsitektur nenek moyang orang Indonesia. Kemudian perlu kita ketahui bahwa rumah ini selain berfungsi sebagai tempat tinggi. Ternyata rumah adat tongkonan ini juga biasanya dipakai untuk menyimpan mayat.

Rumah Tongkonan

Rumah Dulohupa

Rumah Dulohupa adalah rumah adat tradisional masyarakat Gorontalo yang memiliki model atap terlihat artistik, berbentuk panggung dan terdapat beberapa pilar kayu yang menjadi hiasan. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, ternyata rumah adat ini dijadikan sebagai balai musyawarah. Adapun gambar rumah adat Dulohupa sebagai berikut.

Rumah Dulohupa

Nah, demikianlah beberapa rumah tradisional adat di Pulau SUlawesi yang ada di Indonesia. Dilihat dari gambar diatas, ternyata rumahnya cukup unik dengan memiliki desain sesuai adat istiadatnya. Selanjutnya kita akan membahas rumah adat di Indonesia Timur.

Rumah Adat di Indonesia Timur

Nah, kali ini kita berbicara tentang rumah tradisional adat di Indonesia Timur yaitu Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku Utara dan Maluku. Di beberapa daerah tersebut memiliki ciri khas dan suku tersendiri sehingga rumah adatnya berbeda-beda. Berikut beberapa rumah yang menjadi ciri khas di Indonesia Timur dengan disesuaikan adat istiadatnya.

Rumah Baileo

Di Indonesia bagian timur yaitu Maluku, mempunyai rumah adat dinamakan Rumah Baileo. Rumah tersebut menjadi tanda identitas yang mewakili kemajemukan agama di Maluku. Rumah Baileo mempunyai ciri khas dengan ukuran yang besar dan gaya arsitektur terlihat berbeda ketimbang rumah rakyat secara umumnya. Beberapa kegiatan adat seperti musyawarah mufakat, perkumpulan hiburan dan upacara adat dilaksanakan dalam rumah ini. Selain daripada itu, terdapat beberapa benda pusaka suci juga biasa ditempatkan dalam satu ruangan khusus di dalamnya.

Rumah Baileo

Rumah Dalam Loka

Rumah Dalam Loka adalah rumah adat yang dimiliki oleh suku Sasak, Dompu,dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat. Rumah Dalam Loka ini sebenarnya bukanlah rumah tempat tinggal, melainkan istana untuk raja atau para pembesar atau tetua adat. Secara sekilas untuk gaya arsitekturnya terbilang luar biasa, rumah ini secara artistik juga mempunyai nilai seni tergolong tinggi. Nah, berikut gambar rumah tradisional adat Dalam Loka di Nusa Tenggara Barat.

Rumah Dalam Loka

Rumah Musalaki

Rumah Musalaki adalah rumah adat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dimana terbilang jenis rumah panggung yang memiliki atap klasik dan unik. Atap rumah adat di Indonesia yang satu ini tidak seperti kebanyakan rumah adat secara umumnya. Dia tinggi menjulang dan hanya dibuat dari ilalang.

Rumah yang menjadi ciri khas Sumba ini sebenarnya dijadikan sebagai rumah tempat tinggal rakyat biasa. Rumah dengan gaya dan model seperti ini hanya bisa ditempati oleh seseorang yang memiliki kedudukan dalam suku atau adat seperti kepala adat dan para pembesar adat. Adapun gambar rumah tradisional adat Musalaki di Nusa Tenggara Timur sebagai berikut.

Rumah Musalaki

Rumah Honai

Meskipun sekarang untuk provinsi Irian Jaya terbagi menjadi 2 bagian dan sudah berganti nama menjadi Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua. Akan tetapi secara umum mereka mempunyai kebudayaan yang nyaris sama, termasuk dalam urusan rumah tradisional adat.

Rumah Honai adalah rumah tradisional adat yang menjadi ciri khas Irian Jaya yang memiliki dinding terbuat dari kayu dimana mempunyai atap kerucut yang dibuat dari ilalang. Rumah Honai sengaja untuk dibangun dengan ukuran sempit tanpa adanya jendela supaya dia dapat menahan hawa dingin yang hadir di lingkungan Papua dimana rata-rata memiliki bentang alam dataran tinggi. Tinggi rumah honai sekitar 2.5 meter dan bagian tengah rumah terdapat tempat api unggun untuk dapat menghangatkan isi rumah saat malam.

Rumah Honai

Nah, itulah beberapa rumah tradisional adat di Indonesia yang terlihat unik dan menjadi ciri khas tradisionalitasnya serta menambah kekhasan budaya lokal di Indonesia.

Baca juga

Demikianlah informasi tentang Rumah Adat di Indonesia dan Asal Daerahnya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan referensi untuk menyelesaikan tugas sekolah anda mengenai rumah tradisional di Indonesia.

Advertisements
Rumah Adat di Indonesia dan Arti Bangunan Rumahnya | fajeros | 4.5