soal-utbk-tps-pengetahuan-umum-jawaban-latihan-soal-2020-contoh-kunci-jawaban

Blog Ruangguru kali ini akan menyajikan tentang prediksi soal TPS UTBK di tahun 2020 untuk subtes Pengetahuan Umum. Mau tahu seperti apa soal-soal yang disajikan? Baca terus sampai habis dan semoga bermanfaat.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1-4.

(1) Penetrasi gawai di masyarakat Indonesia tengah dalam tren meningkat selama beberapa tahun belakangan. (2) Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2019 menunjukkan selama 2018 penetrasi pengguna internet mencapai 64,8% atau 171,1 juta jiwa. (3) Kontribusi pengguna tertinggi terdapat di Pulau Jawa. (4) Namun, tingginya penetrasi ini tidak disertai filter konten yang dapat diakses, terutama oleh anak dan remaja. (5) Alhasil, mereka bisa dengan atau tanpa sadar kebablasan meng­akses konten yang belum sesuai dengan usianya.

(6) Merujuk pada penelitian Uwe Hasebrink, Direktur Leibniz Institute for Media Research (2009), terdapat sisi risiko anak berhadapan dengan dunia internet. (7) Anak sebagai penerima berpotensi mendapat konten kekerasan, sadis, pornografi, ujaran rasialisme dan kebencian, hingga iklan dan pemasaran. (8) Sementara itu pada anak sebagai partisipan bisa berdampak gangguan dan kegiatan menguntit, kekerasan seksual dari orang lain, terkena pengaruh ideologi, eksploitasi, dan penyalahgunaan data pribadi. (9) Pada anak sebagai korban, internet bisa menjadi medium perisakan, kekerasan seksual, potensi konten berbahaya, sampai perjudian dan pelanggaran hak cipta.

(10) Direktur Eksekutif ICT Watch, Heru Sutadi, mengatakan penggunaan gawai dan akses internet memang perlu mendapat perhatian dan bimbingan. (11) Setidaknya harus ada batasan minimal usia anak boleh menggunakan gadget dan akses internet, serta pengawasan terus-menerus akan hal yang mereka akses dari situs-situs yang ada dan aplikasi yang diakses. (12) Bimbingan digital tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mengantisipasi segala dampaknya, seperti cyber crime, hoaks, pelanggaran privasi, dan konten negatif.

sumber diadaptasi dari:

https://mediaindonesia.com/read/detail/296493-bijak-berselancar-internet-untuk-anak

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

1. Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah …

a. Pulau Jawa menjadi satu-satunya pulau di Indonesia dengan pengguna internet terbanyak kategori anak dan remaja.

b. Penggunaan internet di Indonesia tidak disertai filter konten yang dapat diakses untuk anak dan remaja.

c. Konten kekerasan, sadis, pornografi, ujaran rasialisme dan kebencian, hingga iklan dan pemasaran dibatasi penggunaan bagi anak-anak.

d. Internet menjadi medium perisakan, kekerasan seksual, potensi konten berbahaya, sampai perjudian dan pelanggaran hak cipta akhir-akhir ini.

e. Direktur Eksekutif ICT Watch membuat aturan batasan minimal usia anak boleh menggunakan gadget dan akses internet.

Jawaban: B

Pembahasan:

Pernyataan yang sesuai dengan kutipan teks tersebut terdapat pada pilihan jawaban B. Pernyataan yang menjadi bukti bahwa pernyataan pada pilihan jawaban B tepat adalah Namun, tingginya penetrasi ini tidak disertai filter konten yang dapat diakses, terutama oleh anak dan remaja. Pada kalimat sebelum kalimat tersebut juga telah dijelaskan bahwa subjek yang dimaksud adalah orang-orang Indonesia. Pilihan jawaban lain tidak tepat karena tidak sesuai dengan isi teks.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

2. Ide pokok paragraf kedua pada teks tersebut adalah ….

a. hasil dari penelitian Leibniz Institute for Media Research

b. posisi anak sebagai penerima, partisipan, dan korban

c. internet memberikan dampak baik dan buruk bagi anak

d. kegiatan negatif yang dapat dilakukan anak pada internet

e. risiko dari anak yang menggunakan internet

Jawaban: E

Pembahasan:

Ide pokok merupakan topik paragraf yang terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf kedua terdapat pada kalimat pertama. Kalimat utama paragraf kedua pada teks di atas adalah sisi risiko anak berhadapan dengan dunia internet. Pada kalimat selanjutnya dijelaskan dari risiko anak dalam menggunakan internet dari sisi anak sebagai penerima, partisipan, dan korban. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

3. Kalimat yang tidak padu adalah kalimat ….

a. (5)

b. (7)

c. (10)

d. (11)

e. (12)

Jawaban: E

Pembahasan:

Kalimat yang tidak padu merupakan kalimat yang pembahasannya tidak sesuai dengan isi yang sedang dibahas dalam suatu paragraf atau teks. Kalimat yang tidak padu terdapat pada kalimat (12) karena kalimat tersebut membahas tentang mengantisipasi dampak dari internet, sedangkan dalam paragraf ketiga teks tersebut membahas tentang akses internet yang perlu mendapat perhatian dan bimbingan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

4. Penulisan kalimat (8) menjadi benar jika diperbaiki dengan cara ….

a. menambahkan tanda koma (,) setelah konjungsi Sementara itu

b. mengubah kata partisipan menjadi kata pengguna

c. menambahkan tanda titik dua (:) setelah kata berdampak

d. mengubah kata terkena menjadi terpengaruh

e. mengubah kata eksploitasi dengan menggunakan huruf miring

Jawaban: A

Pembahasan:

Kesalahan pada kalimat (8) adalah kurangnya tanda baca koma (,) setelah konjungsi sementara itu. Konjungsi tersebut merupakan konjungsi antarkalimat sehingga dibutuhkan tanda baca koma (,). Pilihan jawaban B dan D tidak tepat kata-kata tersebut masih sama maknanya dengan kata yang akan diubah. Pilihan jawaban C tidak tepat karena tidak diperlukan tanda baca titik dua (:). Pilihan jawaban E tidak tepat karena kata tersebut bukan merupakan kata asing atau bahasa daerah. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 5-8.

(1) Para astronom memperkirakan mereka berhasil menemukan sisi tepi dari Galaksi Bima Sakti. (2) Berdasarkan data pemetaan Gaia tahun lalu, diperkirakan diameter piringan galaksi Bima Sakti sebesar 260.000 tahun cahaya. (3) Akan tetapi, pengaruh gravitasi dan kepadatan, Galaksi Bima Sakti meluas lebih jauh daripada diameter piringan. (4) Dalam makalah yang telah diajukan ke Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, ahli astrofisika Alis Deason dan timnya dari Durham University di Inggris mengungkapkan bahwa perhitungan terbaru menunjukkan diameter galaksi sejauh 1,9 juta tahun cahaya.

(5) Melansir Science Alert, ada banyak hal dari Bima Sakti yang tidak bisa dilihat, seperti bintang-bintang dan gas yang berputar di orbit sekitar Sagitarius A. (6) Hal tersebut diketahui karena bintang di tepi luar piringan galaksi bergerak lebih cepat dari perhitungan pengaruh gravitasi dan materi yang terdeteksi. (7) Pengaruh gravitasi tambahan yang memberi dorongan pada rotasi diperkirakan datang dari materi gelap. (8) Namun, karena manusia tidak dapat mendeteksi materi gelap secara langsung, cara untuk menyimpulkan keberadaannya adalah dengan memerhatikan bagaimana hal itu memengaruhi benda-benda di sekitarnya.

(9) Untuk mengamatinya, Deason dan timnya dengan jenius melakukan simulasi kosmologis resolusi tinggi dari lingkaran materi gelap Bima Sakti, baik dalam isolasi maupun analog Grup Lokal (sekelompok kecil galaksi yang berjarak 9.8 juta tahun cahaya), di mana Bima Sakti berada. (10) Mereka fokus terhadap kedekatan Bima Sakti dengan M31, atau diketahui sebagai Galaksi Andromeda, tetangga terdekat yang diperkirakan akan bertabrakan dengan Bima Sakti dalam kurun waktu 4,5 miliar tahun yang akan datang. (11) Saat ini kedua galaksi ini berjarak 2,5 juta tahun cahaya, cukup dekat untuk saling berinteraksi secara gravitasi.

sumber diadaptasi dari:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/25/130200623/astronom-temukan-batas-tepi-galaksi-bima-sakti

 

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

5. Kesalahan penulisan ditemukan pada kalimat ….

a. (1)

b. (4)

c. (6)

d. (8)

e. (9)

Jawaban: D

Pembahasan:

Kesalahan penulisan terdapat pada kalimat (8), yaitu pada kata memerhatikan. Penulisan dari kata tersebut yang tepat dan sesuai KBBI adalah memperhatikan. Kata tersebut memiliki kata dasar hati yang menggunakan imbuhan memper- dan -kan sehingga tidak perlu ada pelesapan di awal kata. Pelesapan di awal kata dasar dilakukan jika kata tersebut diawali huruf k, t, s, p dan huruf selanjutnya merupakan huruf vokal (a, i, u, e, o). Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

6. Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas adalah….

a. Mengapa dilakukan data pemetaan Gaia pada tahun lalu?

b. Bagaimana cara perhitungan terbaru menunjukkan diameter galaksi?

c. Di mana posisi tepi luar piringan galaksi pada Bima Sakti?

d. Kapan Deason dan timnya melakukan simulasi kosmologis resolusi tinggi dari lingkaran materi gelap Bima Sakti?

e. Apa yang dimaksud dengan Galaksi Andromeda?

Jawaban: A

Pembahasan:

Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas terdapat pada pilihan jawaban A. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah untuk mengetahui diameter piringan galaksi Bima Sakti. Pada teks tersebut terdapat penjelasannya langsung pada kalimat nomor (2). Pilihan jawaban lain tidak tepat karena tidak ada jawabannya dalam teks.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

7. Bagaimana hubungan isi antarparagraf ke-1 dan ke-2 dalam teks di atas?

a. paragraf ke-1 merupakan masalah utama dari paragraf ke-2

b. paragraf ke-2 membahas pengaruh dari hal yang dibahas pada paragraf ke-1

c. paragraf ke-2 menjelaskan alasan dari masalah pada paragraf ke-1

d. paragraf ke-1 memerinci penyebab yang dijelaskan pada paragraf ke-2

e. paragraf ke-1 membahas masalah yang dijelaskan lebih rinci pada paragraf ke-2

Jawaban: B

Pembahasan:

Pada paragraf pertama membahas tentang penemuan sisi tepi dari Galaksi Bima Sakti. Pada paragraf kedua membahas tentang pengaruh setelah ditemukan sisi tepi dari Galaksi Bima Sakti. Dengan demikian, paragraf ke-2 membahas pengaruh dari hal yang dibahas pada paragraf ke-1. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

8. Penggunaan kata yang TIDAK baku terdapat dalam kalimat….

a. (3)

b. (6)

c. (9)

d. (10)

e. (11)

Jawaban: C

Pembahasan:

Kata yang tidak baku terdapat pada kalimat (9), yaitu pada kata jenius. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan baku yang tepat adalah genius yang memiliki arti berkemampuan (berbakat) luar biasa dalam berpikir dan mencipta. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 9-12.

(1) Salah satu ritual dari Toraja yang masih berkaitan dengan kematian, yaitu Ma’Nene, begitulah nama ritual ini dikenal. (2) Ritual ini merupakan kegiatan membersihkan jasad para leluhur yang sudah ratusan tahun meninggal dunia. (3) Walaupun sudah tidak banyak yang melakukan ritual ini, tapi di beberapa daerah seperti Desa Pangala dan Baruppu masih melaksanakannya secara rutin tiap tahun.

(4) Prosesi dari ritual Ma’Nene sudah dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane untuk mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal. (5) Patane merupakan sebuah kuburan keluarga yang bentuknya menyerupai rumah. (6) Lalu, setelah jasad dikeluarkan dari kuburan, kemudian jasad itu dibersihkan. (7) Pakaian yang dikenakan jasad para leluhur itu diganti dengan kain atau pakaian yang baru. (8) Pada hakekatnya, ritual ini dilakukan serempak satu keluarga atau bahkan satu desa sehingga acaranya pun berlangsung cukup panjang. (9) Setelah pakaian baru terpasang, lalu jenazah tersebut dibungkus dan dimasukan kembali ke Patane. (10) Rangkaian prosesi Ma’Nene ditutup dengan berkumpulnya anggota keluarga di rumah adat Tongkonan untuk beribadah bersama.

(11) Ritual prosesi Ma’Nene sudah dilakukan dari zaman dulu, biasa dilakukan setelah masa panen berlangsung, kira-kira di bulan Agustus akhir. (12) Pertimbangannya karena pada umumnya para keluarga yang merantau ke luar kota akan pulang ke kampungnya sehingga semua keluarga dapat hadir untuk melakukan prosesi Ma’Nene ini bersama-sama. (13) Ritual ini mempunyai makna yang lebih, yakni mencerminkan betapa pentingnya hubungan antar anggota keluarga bagi masyarakat Toraja, sangat dipentingkan sekali bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meninggal dunia. (14) Ritual ini juga digunakan untuk memperkenalkan anggota-anggota keluarga yang muda dengan para leluhurnya.

sumber diadaptasi dari:

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/manene-sebuah-prosesi-adat-bentuk-penghormatan-terhadap-para-leluhur

 

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

9. Apa simpulan teks tersebut?

a. Prosesi dari ritual Ma’Nene dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane untuk mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal.

b. Ritual Ma’Nene bertujuan untuk memperkenalkan leluhurnya kepada para anggota keluarga yang masih muda.

c. Ma’Nene merupakan ritual yang mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal untuk memperkenalkan leluhurnya.

d. Ma’Nene berasal dari tanah Toraja yang berkaitan dengan kematian dengan cara membersihkan jasad para leluhur yang sudah ratusan tahun meninggal dunia.

e. Ritual prosesi Ma’Nene biasa dilakukan setelah masa panen berlangsung, kira-kira di bulan Agustus akhir karena menunggu anggota keluarga yang pulang dari merantau.

Jawaban: C

Pembahasan:

Sebuah simpulan harus sesuai dan dapat mencakup gagasan yang dibicarakan di dalam teks. Simpulan dapat mencakup seluruh gagasan dari tiap paragraf yang dibicarakan dalam teks. Pada paragraf pertama memperkenalkan ritual Ma’Nene, kemudian paragraf kedua menjelaskan proses ritualnya, dan paragraf ketiga membahas tentang tujuannya. Pilihan jawaban yang menyimpulkan inti dari ketiga paragraf tersebut adalah pilihan jawaban C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana

10. Apa kelemahan paragraf pada teks?

a. Penjelasan pada paragraf kedua terlalu panjang.

b. Terlalu banyak menggunakan kata istilah dan bahasa daerah.

c. Penggunaan bahasa kurang dipahami oleh pembaca.

d. Terdapat kalimat yang banyak menggunakan kata tidak baku.

e. Terdapat kalimat yang tidak padu dengan gagasan utamanya.

Jawaban: D

Pembahasan:

Kelemahan dalam teks adalah banyaknya kalimat yang menggunakan kata tidak baku yang ditunjukkan pada kalimat 3, 8, 11, dan 13. Kata yang tidak baku dalam teks tersebut antara lain

● tapi → penulisan yang sesuai adalah tetapi

● hakekat → penulisan yang sesuai adalah hakikat

● dulu → penulisan yang sesuai adalah dahulu

● antar anggota → penulisan yang sesuai adalah antaranggota

Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.

 

Baca Juga: Latihan Soal TPS UTBK 2020 Penalaran Umum

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

11. Kalimat yang tidak efektif adalah kalimat….

a. (6)

b. (8)

c. (9)

d. (11)

e. (13)

Jawaban: E

Pembahasan:

Kalimat yang tidak efektif terdapat pada kalimat (13) karena pada kalimat tersebut terdapat penggunaan kata-kata yang maknanya sama, yaitu pada kata sangat dan sekali. Kata tersebut memiliki makna terlebih-lebih atau amat. Kalimat tersebut akan menjadi efektif jika diubah menjadi Ritual ini mempunyai makna yang lebih, yakni mencerminkan betapa pentingnya hubungan antar anggota keluarga bagi masyarakat Toraja, sangat dipentingkan bagi sanak saudara yang telah terlebih dahulu meninggal dunia. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan

12. Makna kata prosesi dalam kalimat (10) adalah ….

a. upacara adat

b. pawai khidmat

c. bermacam proses

d. arak-arakan

e. iring-iringan

Jawaban: B

Pembahasan:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata prosesi memiliki makna pawai khidmat (perarakan) dalam upacara kegerejaan (perkawinan dan sebagainya). Namun, dalam kalimat (8), tidak dimaksudkan untuk upacara kegerejaan, hanya mengambil makna dari pawai khidmat. Oleh karena itu, jawaban yang tepat, adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Questions 13 – 16 are based on the following passage.

Education gives us a knowledge of the world around us and changes it into something better and is considered to be very important. Over the years, educators, experts and government policies has contributed shaping our education better. However, a number of issues and controversies are still lingering in the face of educators and communities. Among them are discipline and security.

Expressions of violence have increased in the culture, and so has violence in the schools. In the past, only urban or poor inner‐city schools worried about serious violence. With recent school shootings in small towns from Kentucky to Oregon, all U.S. schools and districts, however small, must now directly address the increased incidence of school violence. Teachers have found children as young as kindergarten coming to school armed.

Schools have reacted decisively. To reduce the threat from strangers or unauthorized persons, many have closed campuses. Others require all persons on campus to wear identification at all times. When the students themselves come to school armed, however, the schools have been forced to take more drastic measures. Many have installed metal detectors or conduct random searches. Although some people question whether the searches constitute illegal search and seizure, most parents, students, administrators, and teachers feel that, given the risk involved, the infringement on civil liberties is slight.

Educators recognize that metal detectors alone will not solve the problem. Society must address the underlying issues that make children carry weapons. Many schools include anger management and conflict resolution as part of the regular curriculum. They also make counseling more available, and hold open forums to air differences and resolve conflicts.

School uniforms constitute another strategy for reducing violence, and public schools across the country—large and small—are beginning to require them. Many violent outbursts relate to gangs. Gang members usually wear identifying clothing, such as a particular color, style, or garment. By requiring uniforms and banning gang colors and markers, administrators can prevent much of the violence in the schools. Advocates point out, too, that uniforms reduce social class distinctions and cost less than buying designer wardrobes or standard school clothes.

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Extracting Core Information

13. What is the text primarily concerned with?

a. the coming problem of student’s discipline and security in school ground that needs urgent solving

b. the cases of school rule violation and the steps taken in response to problem related to school’s and student’s safety

c. the current report of school shooting happening in Kentucky that endangered the school’s staff and other student’s life

d. the still persistent and unsolved issues in education which has become a very concerning for the potential threat it may bring

e. a new school policies to prevent students from bringing weapon to school and to ensure students’ safety inside or outside school facility.

Jawaban: B

Pembahasan:

Paragraf pertama menjelaskan bahwa ada masalah di dunia edukasi terkait keamanan.

Paragraf kedua memberikan contoh kasus nyata yang mencamkan keamanan sekolah.

Paragraf ketiga hingga keempat adalah langkah-langkah yang ditempuh dalam menanggapi masalah yang muncul.

Untuk itu teks ini meliputi pembahasan atas masalah yang ada pada dunia edukasi, contoh kasus dari masalah dan penangannya. Jawaban yang tepat adalah B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Understanding Specific Information

14. In relation to paragraph 3, what can we understand in paragraph 4?

a. Emotional spiritual quotient are proven to be just as important as intelligence quotient

b. anger management and conflict resolution are proven to be an effective measures to decrease violence in general

c. metal detectors are effective short term solution but has little to no effect in dealing with the root cause of the problem

d. conflicts can only be resolved if the society and the school can work together to create a positive community for the children

e. expression of violence is a cultural problem invoked by the society and therefore needs more than just metal detectors to solve it

Jawaban: C

Pembahasan:

Paragraf 3 menyebutkan langkah-langkah yang diterapkan oleh pihak sekolah untuk mencegah dan menindaklanjuti kasus pelanggaran kedisiplinan yang dapat mengancam keamanan sekolah. Salah satu cara tersebut adalah dengan pemasangan metal detector (pendeteksi metal). Namun pada paragraf 4 dikatakan bahwa metal detector saja tidak cukup untuk mengatasi sumber masalah. Untuk menyelesaikan akar permasalahan dibutuhkan pendekatan secara personal melalui kelas konseling dan siswa perlu diajarkan cara mengatur emosi (marah) mereka. Pengaturan dan perubahan karakter seperti ini tidak dapat terjadi dalam waktu singkat, untuk itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa penggunaan metal detector merupakan solusi yang diterapkan untuk mengatasi masalah dalam jangka pendek, sementara untuk jangka panjang metal detector tidak dapat sepenuhnya diandalkan untuk benar-benar mengatasi akar dari permasalahan.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Extracting Core Information

15. According to the passage, what is TRUE about the text?

a. Random bags search is a critical violation of students’ privacy.

b. Violence in the society is irrelevant towards violence in school.

c. Curriculum has been modified to support healthy mentality growth.

d. Discipline and security are the two main current problem in education.

e. Some campuses advise their students to wear ID card for security reason.

Jawaban: C

Pembahasan:

Paragraf keempat menyatakan bahwa kelas seperti manajemen emosi, penyelesaian konflik, konseling dan forum terbuka untuk menyelesaikan persoalan telah banyak diimplementasikan dan merupakan bagian dari kurikulum. Maknanya, kurikulum pendidikan telah banyak dimodifikasi agar dapat mendukung perkembangan mentalitas siswa. Jawaban yang tepat adalah C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Understanding Specific Information

16. Which paragraph promotes students’ equality?

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

e. 5

Jawaban: E

Pembahasan:

“equality” bermakna “kesamarataan/ tidak membeda-bedakan”. Ketika seorang siswa mengenakan seragam sekolah

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Questions 17 – 20 are based on this passage.

Officially shopping malls are defined as “one or more buildings forming a complex of shops representing merchandisers, with interconnected walkways enabling visitors to walk from unit to unit.” Unofficially, they are the heart and soul of communities, the foundation of retail economies, and a social sanctuary for teenagers everywhere. In recent decades, the concept of the shopping mall has proliferated across the globe. Despite its ubiquity and popularity, mall does have a darker side that people often forget or unaware about. This include but are not limited to environmental lost, mall pollution retailers, traffic and parking pollution, plastic waste pollution and greenhouse gases pollution.

First of all, the process of building malls would most likely involved cutting trees and getting rid of bushes in an unused land, a land that could actually be turned into a park. Add to that, not only would building too many malls deplete the number of tree that produces the O2 we breathe, it would also harm the existing biodiversity in the area. The land used to built mall could also actually be turned into a lake as well. a lake. This seemingly unrelated unimportant issue turns out to be vital especially for big dense city that has a prolonged history of flooding.

Now, let’s not forget about mall pollution that comes from the retailers. A shopping mall’s operation may generate environment pollution. This may include a series of retailers such as those storing and selling chemicals such as in home products stores (having paints, glues, fuel, etc.) or leather stores (having leather products). Such storage and handling of chemicals, especially those involving organic solvents, may generate volatile organic compounds (VOCs) in the air, and by this, pollute the indoor air. This fact was proven at a mall in China (Guangzhou city) where both indoor and outdoor air samples were found to be contaminated by VOCs. Other indoor emission sources for VOCs (except stored products) are cooking stoves and building materials. Chlorinated hydrocarbons (solvents) may also originate from various “mall pollution retailers” being used as cleaning agents or deodorizers.

Another bad impact of air pollution is caused by malls’ traffics. Shopping malls are usually accessed by cars and thus they generate a dense traffic during the operation hours. We are already familiar with the huge parking lots that get totally filled with cars. Not only that traffic increases substantially in the vicinity of malls, but cars are usually driven at slow speeds when most of the toxic exhaust is generated. Although the exhaust gases will get into the atmosphere and thus dilute, studies have shown that within the mall and its vicinity air quality may be affected. Additionally, noise pollution may also be a factor for nearby residences.

Adding to the list of bad impact is the plastic waste pollution. A study from India identified the plastic bags that usually pile up in and around malls may be a major cause of pollution.

Last but not least is greenhouse gases pollution. Malls are big energy consumers and thus generators of greenhouse gases. By this, malls contribute to global warming and indirectly pollute our planet.

Now, the real question is “should we keep building more malls?”.

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Extracting Core Information

17. The writer chose to develop the topic by….

a. starting a problem and explaining the sources of that problem to persuade reader

b. giving background information and stating the existing problems to question reader

c. introducing problems and discussing them in detail to shape reader’s perspective

d. informing definition and presenting the negative impact to explain the negative side of a mall

e. describing a phenomena and mentioning facts, proves or examples to inform reader of what is truly going on

Jawaban : C

Pembahasan:

Paragraf satu dimulai dengan memberikan informasi secara umum tentang latar belakang pembahasan dan memperkenalkan lima dampak negatif pusat perbelanjaan/ mall. Lalu, paragraf kedua hingga terakhir menjelaskan secara rinci dampak-dampak negatif tersebut. Sedangkan kalimat terakhir bertujuan untuk menggiring opini pembaca.

Jadi, pola pengembangannya adalah C, dengan memperkenalkan masalah, kemudian menjelaskannya lebih lanjut, dan membentuk pendapat pembaca.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Understanding Specific Information

18. The writer’s tone of the matter is ….

a. Critical

b. Sarcastic

c. Objective

d. Informative

e. Sentimental

Jawaban: A

Pembahasan:

Pada paragraf pertama dikatakan “ubiquity” yang menunjukkan bahwa keberadaan mal terdapat dimana-mana. Paragraf 2 sampai 4 memaparkan bahwa sebenarnya mall punya dampak-dampak negatif. Hal ini menunjukkan kekhawatiran penulis pasalnya keberadaan mal sudah tersebar luar dan ada dimana-mana. Jadi jawaban yang tepat adalah A, critical. Critical adalah tindakan (ucapan/ tulisan) yang bertujuan untuk memberikan pendapat/ penilaian atas suatu hal atau menunjukkan bahwa suatu hal itu tidak baik/ tidak benar.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Understanding Specific Information

19. The word “ubiquity” in paragraf 1 means that mall…

a. is important

b. has many benefits

c. has good reputation

d. can be found everywhere

e. is well known by teenagers

Jawaban: D

Pembahasan:

“ubiquity” artinya sesuatu nampaknya ada dimana-mana dan bisa ditemukan dimana saja. Klue lain terletak pada kalimat “… mall has proliferated across the globe” yang maknanya adalah “Mal sudah tersebar di seluruh dunia”. Jawaban yang tepat adalah D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Topic : Pengetahuan Umum

Subtopic : Understanding Specific Information

20. Why did the writer ends the text by writing the last line?

a. to implicitly suggest to the reader that no more mall should be built

b. to present a final argument of the text through sarcasm to the readers

c. to give conclusion to the reader that mall is harmful to the environment

d. to sincerely question the reader about their opinion towards the availability of malls

e. to strengthen the above arguments and outline that there are enough malls already

Jawaban: A

Pembahasan:

Paragraf pertama memberikan latar belakang tentang apa itu mall dan keberadaanya Paragraf pertama juga menyatakan bahwa walau ada dimana-mana dan populer, mall membawa beberapa dampak negatif.

Paragraf ketiga hingga keenam menjelaskan secara lebih terperinci tentang dampak-dampak negatif mall tersebut.

Melihat pengembangan paragraf, teks ini merupakan teks eksposisi.

Teks eksposisi terbagi menjadi dua, yaitu analytical exposition dan hortatory exposition. Analytical exposition berisi argumen-argumen dari pemikiran sang penulis mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya sementara hortatory exposition adalah teks yang mengajak pembaca untuk setuju atau tidak setuju terhadap isu yang diangkat. Analytical exposition ditutup oleh reiteration penegasan kembali posisi dan pendapat penulis terhadap topik utama sementara hortatory exposition diakhir dengan recommendation, yaitu berisi saran atau usulan atas suatu isu.

Bagian akhir pada teks dalam soal yaitu:

“Now, the real question is “should we keep building more malls?”

Pada kalimat ini terdapat kata should yang mengindikasikan saran. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kalimat ini merupakan recommendation meski disampaikan secara implisit, maka jawaban yang tepat adalah A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-6

Itu tadi beberapa prediksi soal tes potensi skolastik untuk subtes pengetahuan umum . Mau lebih banyak berlatih soal-soal TPS UTBK dengan mudah? Kamu bisa mengakses ratusan video pembahasan soal dan penjelasan materi TPS UTBK di paket SBMPTN ruangbelajar. Ada juga ribuan latihan soal TPS UTBK di Bank Soal aplikasi Ruangguru, lho.

TPS UTBK 2020

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *