Info Terbaru

Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Periksakan ke Dokter Jika Hal Ini Terjadi

Advertisement
Loading...


Kehadiran seorang bayi adalah sebuah anugerah bagi para orang tua, akan tetapi bisa juga membuat orang tua merasa kebingungan, terutama bagi mereka yang masih baru mempunyai anak. Salah satu hal yang dapat membuat otak berputar yaitu memilih popok bayi yang baik.

Orang tua tentu saja selalu menginginkan yang terbaik untuk sang buah hatinya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Produk perawatan tubuh, sepatu, pakaian dan perlengkapan bayi lainnya itu sebisa mungkin dipilih dan dipilah secara baik. Tak terkecuali untuk popok bayi yang bersentuhan langsung pada kulit si Kecil.

Memilih popok bayi yang baik itu bisa menjadi persoalan yang rumit untuk para orang tua. Popok bayi sekarang tak hanya terbuat dari kain, akan tetapi terdapat juga popok sekali pakai yang bisa langsung dibuang. PAra orang tua mungkin merasa bingung apakah lebih baik memilih popok kain yang mesti dicuci setiap kali kotor, akan tetapi aman bagi kulit bayi atau popok bayi yang sekali pakai dan praktis, akan tetapi bis saja memunculkan ruam.

Popok Kain

Popok kain sekarang juga sudah tersdia dalam berbagai macam pilihan desain dan warna yang tergolong menarik. Bahkan sekarang sudah tersedia popok bayi terbuat dari kain yang memakai kancing atau perekat. Bentuk dan ukurannya pun bermacam-macam yang bisa disesuaikan dengan tubuh si Kecil. Dibutuhkan sebanyak 15 sampai 20 popok kain untuk memenuhi kebutuhan bayi. Oleh sebab itulah, dapat dikatakan bahwa popok kain itu lebih murah dan lebih hemat dibandingkan popok bayi sekali pakai karena bisa dicuci dan digunakan kembali. Popok kain juga bisa kita simpan dan dipakai kembali untuk anak kedua kita. Pengeluaran untuk membeli popok untuk anak kedua pun menjadi berkurang dan bisa lebih murah.

Selain daripada itu, ada banyak orang tua yang mungkin memilih memakai popok bayi berasal dari bahan kain karena peduli dengan lingkungannya. Memakai popok kain itu berarti anda mengurangi sampah yang dibuang. Akan tetapi bukan berarti popok kain itu lebih ramah lingkungan. Menggunakan popok kain itu berarti anda mengurangi sampah yang dibuang. Akan tetapi bukan berarti bahwa popok kain itu lebih ramah terhadap lingkungan. Popok kain itu perlu dicuci dengan air. Selain membuang-buang air, air deterjen yang hasil pencucian pun dapat menjadi limbah bagi lingkungan. Popok kain itu dianggap lebih aman untuk kulit bayi karena terbebas dari bahan kimia.

Akan tetapi popok bayi tersebut tak luput dari kekurangan yang lainnya seperti mudah bocor, harus sering diganti, butuh banyak waktu untuk dicuci dan dikeringkan dan tak sepenuhnya praktis kita bawa kemana-mana.

Terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan kalau anda memakai popok bayi dari kain.

– Bila memakai peniti untuk memasang popok, maka pilihlah peniti yang berukuran besar dengan kepala yang terbuat dari plastik. Hati-hati ketika memasangnya supaya tak melukai bayinya.

– Popok kain yang basah terkena urine bayi bisa secara langsung kita taruh di keranjang pakaian kotor. AKan tetapi popok kain yang kotor karena feses mesti dibersihkan secara terlebih dahulu. Anda dapat menyemprotkan popok dengan menggunakan campuran air dan baking soda untuk bisa mengendalikan bau

– Saat mencuci popok kain, maka pisahkanlah dengan pakaian yang lain dan gunakanlah detergen lembut bersifat hypoallergenic yang aman dipakai oleh kulit sensitif dan tak memunculkan reaksi alergi. Gunakanlah air panas dan dibilas minimal sebanyak dua kali. Jangan gunakan pelembut pakaian yang bisa menimbulkan ruam pada bayi dengan kulit sensitif.

– Selalulah mencuci tangan sesudah mengganti popok bayi supaya dapat mencegah penyebaran kuman.

Popok sekali pakai

Popok bayi sekali pakai menjadi pilihan banyak orang tua karena memang dirasa lebih praktis dan sangat mudah dipakai. Popok ini juga memiliki kandungan gel peresap cairan yang bisa menahan cairan lebih banyakj sehingga tak usah sering-sering diganti dan tak mudah bocor. Gel peresap juga dapat membuat kulit bayi tetap kering dan tak basah sehingga anak ada tetap merasa kenyamanan. Beberapa popok sekali pakai juga dibuat dengan menggunakan bahan yang memungkinkan adanya aliran udara pada kulit anak.

Akan tetapi diperlukan dana yang lebih besar saat memakai popok bayi sekali pakai dibandingkan popok kain. Popok sekali pakai mesti dibuang setelah kotor dan tak dapat digunakan kembali atau disimpan untuk dipakai adiknya nanti. Popok bayi yang sekali pakai memiliki kandungan bahan seperti polypropylene untuk lapisan dalam yang menyentuh kulit anak. Ini adalah bahan umum yang juga ditemukan pada pakaian dalam thermal. Selain daripada itu, juga memakai bahan untuk kerta serta polimer penyerap super yang bisa menyerap urine banyak. Akan tetapi itu dianggap aman selama masih dalam takaran kecil.

Jika Anda lebih menyukai popok bayi sekali pakai untuk anak, perhatikan beberapa hal berikut:

– Jika ada tanda karet di sekitar pangkal paha dan pinggang anak, ini mungkin karena popok terlalu ketat. Longgarkan atau beli popok dengan ukuran yang lebih besar.
– Jika ada ruam di sekitar selangkangan dan pinggang, ganti merek popok yang Anda pakai. Mungkin anak sensitif terhadap merek-merek
– Selalu cuci tangan setelah mengganti popok anak untuk mencegah penyebaran kuman.
– Tempat sampah harus dikosongkan secara teratur (sekitar sekali sehari) untuk mencegah kemunculan aroma tidak sedap dan pertumbuhan bakteri

Mencegah dan Mengatasi Ruam

Ruam bisa hadir karena adanya infeksi jamur atau bakteri, popok basah atau kotor tetap digunakan, gesekan antara kulit dan popok atau adanya reaksi alergi terhadap popok. Untungnya, ruam pada popok bisa dicegah dan diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:

– Seringlah memeriksa popok. Kalau basah atau kotor maka segeralah menggantinya.

– Cuci tanganlah sebelum dan sesudah tiap kali anda mengganti popok.

– Membersihkan kulit bayi dengan menggunakan air atau tisu bersih (hindarilah pemakaian tisu yang memiliki kandungan alkohol dan wewangian) lalu dilap atau ditepuk lembut memakai kain bersih, kering dan halus.

– Pastikanlah kulit anak memang benar-benar bersih dan kering sebelum menggunakan popok baru.

– Oleskanlah krim atau salep sebelum ramah kulit bayi sebelum menggunakan popok.

Sensitivitas kulit bayi dan kulit orang dewasa itu berbeda. Oleh karena itu, terutama dalam menggunakan popok maka kita mesti memberikan perhatian secara khusus mengenai bahan dan jenisnya supaya dia tetap merasa sehat dan nyaman setiap saatnya.

Loading...
Advertisements
Perbedaan Popok Kain dan Popok Sekali Pakai, Periksakan ke Dokter Jika Hal Ini Terjadi | fajeros | 4.5