Menu

Penyebab Hemofilia karena Gigitan Kelelawar, Mitos atau Fakta?

Helo teman-teman selamat datang di website informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan }membahas informasi menarik mengenai Penyebab Hemofilia karena Gigitan Kelelawar, Mitos atau Fakta?. Teman-teman jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Hemofilia adalah penyakit yang memerlukan perawatan serius, karena jika tidak, penderitanya dapat mengalami kehilangan darah yang serius yang mengancam jiwa. Sayangnya, tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang gangguan pembekuan darah ini masih sangat rendah.

Pada kenyataannya, masih banyak mitos yang dipercayai orang tentang hemofilia. Karena pasien dengan hemofilia mudah berdarah, bahkan tanpa pemicu apa pun, ada mitos bahwa hemofilia adalah penyakit yang berhubungan dengan kutukan.

Baca Juga  Misteri Hilangnya Nenek Katiyem, Inilah Hutan Angker Yang Pernah Membuat Manusia Raib B

Presiden Ikatan Hemofilia Indonesia (HMHI) Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA (K) mengatakan, saat masih di sekolah, ada yang mengatakan bahwa hemofilia disebabkan oleh gigitan kelelawar atau vampir. Alasannya, kelelawar disebut meninggalkan air liur mereka yang bisa membuat darah mengalir.

Faktanya, hemofilia adalah penyakit genetik atau keturunan, meskipun mungkin juga disebabkan oleh mutasi atau perubahan gen. Hemofilia sering terjadi pada anak laki-laki.

"Ada dua jenis kromosom manusia X dan Y. Pada kromosom X ada kode untuk membuat faktor koagulasi, yaitu faktor pembekuan A atau B. Jika salah satu kromosom X rusak atau tidak "Ini adalah kode faktor pembekuan, tidak bisa membuat faktor pembekuan," kata Djajadiman ketika talkshow untuk memperingati Hari Hemofilia Dunia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 4 April 2019.

Baca Juga  Menstruasi Terlalu Dini Bikin Awet Muda, Mitos Atau Fakta?

Meskipun sama sekali tidak ada apa-apa pada kromosom Y. Hampir semua pasien hemofilia adalah pria karena kromosom XX mereka. Padahal perempuan hanya punya satu X. Karena itu, perempuan dianggap sebagai perempuan kurir atau pembawa sifat.

Namun, jika ditemukan bahwa tidak ada faktor pelepasan hemofilia yang dianggap sebagai mutasi spontan atau perubahan genetik. Namun apa yang menyebabkan perubahan gen tidak pernah diketahui.

Pada hemofilia terdapat kekurangan produksi sejenis protein beku. Faktor koagulasi XVIII dan IX tidak dapat diobati dengan obat, karena ada protein yang sangat spesifik. Di masa lalu, untuk mengobati hemofilia, para ahli mengumpulkan plasma dari donor yang sama dan kemudian memprosesnya. Pada awalnya, pemrosesan dilakukan dengan pembekuan dan kemudian faktor koagulasi yang tersembunyi dalam plasma diambil.

Baca Juga  Cara Menghilangkan Bau Ketiak Berbahan Alami

Tetapi sekarang, hanya faktor-faktor yang diperlukan yang dapat diproduksi dan diambil. Prosesnya sulit dan mahal, sehingga perawatan hemofilia sangat mahal.

Gimana teman-teman? Mudah-mudahan mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk bagikan tulisan di sosial media kalian.