Menu

Penggunaan Tanda Koma Dalam Karya Ilmiah Skripsi

Selamat pagi, kali ini informasiana kali ini akan menginformasikan tentang penggunaan tanda koma dalam penulisan karya tulis ilmiah seperti skripsi, jurnal, tesis, disertasi dan semuanya yang berbau ilmiah.

Koma bersama titik koma, titik dua, garis datar dan tanda kurung berfungsi menghindari bagian bagian dari kalimat menjadi tercampur dan kacau, sehingga mengaburkan maksud penulis. Diantara semua tanda baca itu, koma adalah yang paling sering digunakan dalam struktur frasa ilmiah. Penggunaan koma mengikuti pola berikut:

a. Kalimat ganda dan koma
Gunakan koma sebelum kata sambung (dan, tetapi, atau, untuk, jadi, namun, dan sehingga) pada kalimat ganda yang mengandung dua klausa bebas:

Regulasi pemerintah mengatur penggunaan pestisida, tetapi tata cara penanganan masing masing pestisida juga disedikan oleh pabrik

Namun, pada contoh berikut, penggunaan koma pada klausa pendek bersifat opsional (bisa tidak digunakan):

Contoh tanah sudah tiba [ tanpa koma ] dan analisisnya akan segera dilakukan.

b. Predikat ganda dan koma
Jangan pisahkan predikat ganda (dua kata kerja untuk satu subyek) dengan tanda baca. Contoh:

Sampel tanah dalam ring ditahan oleh kain kasa [tanpa koma] dan disimpan dalam kotak insulasi.

Memasukkan koma di antara predikat ganda untuk tujuan kejelasan.
Contoh:

Sekolah lapangan bagi petani berguna untuk memberikan pemahaman yang benar terhadap suatu persoalan yang dihadapi dan cara mengatasinya, [koma digunakan untuk memberikan kejelasan] sekaligus merupakan sarana efektif untuk mencerdaskan petani.

c. Frasa pendahuluan diikuti koma
Gunakan koma sesudah frasa atau klausa dari suatu kalimat. Contoh:

Untuk memberikan hasil olahan berkualitas, gunakan peralatan yang tepat.

Namun, hilangkan koma sesudah frasa sangat singkat bila tanpa keberadaannya pun tidak terjadi ambiguitas, contoh:

Pada tahun lalu [Tanpa koma disini] mereka membangun irigasi di desa kami.

d. Koma sesudah ekspresi pendahuluan sesudah penggabungan
Gunakan koma untuk memisahkan kata, atau frasa, atau klausa pendahuluan , langsung sesudah kata konjungsi penggabung dari predikat ganda. Contoh:

Sejak pertama diperkenalkan, produk yang diberi nama CANDUI, sesuai nama penemunya itu, telah menjadi alat panen populer di desa kami.

e. Koma pada Frasa atau klausa restriktif
Gunakan koma untuk memisahka bagian dari frasa non-restriktif (bagian yang tidak penting dari arti kalimat). Contoh:

Ia mengangkut hasil panennya dengan “sepeda taxi”, alat angkut yang umum digunakan di desa itu.

(Frasa “alat angkut yang umum digunakan di desa itu” memiliki peran yang tidak penting/mutlak dalam kalimat di atas).
Namun, jangan gunakan koma pada frasa restriktif (sesuatu yang penting bagi arti kalimat) berikut:

Petani menghemat waktu bila menggunakan “sepeda taxi” untuk mengangkut hasil panen mereka.

Tetapi, gunakan koma untuk kalimat berikut:

Untuk menghemat waktu, petani menggunakan “Sepeda taxi” mengangkut hasil panen mereka.

f. Koma pada kalimat dengan item serial
Pada kalimat yang mengandung tiga item atau lebih secara serial dalam satu konjungsi, gunakan koma sesudah setiap item. Contoh:

Teknologi yang digunakan berguna untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi biaya operasional, kenyamanan kerja, dan keuntungan usaha.

Produktivitas tiga jenis padi varietas lokal sebesar 1,0, 2,1, [koma disini opsional] dan 3,4 Mg ha-1.

Parameter yang diukur adalah berat akar, berat basah dan kering bagian atas, serta panjang dan lebar daun.

(Tetapi, pada contoh ini tidak perlu koma: “berat dan ukuran nodul serta fiksasi N2”).
Penggunaan koma sebelum item yang terakhir sering diperdebatkan. Dalam contoh di atas, keberadaan atau ketidak-beradaan koma tidak akan mengurangi atau menambah kejelasan. Namun, untuk contoh berikut, penggunaan koma diperlukan:
Tanda baca titik bisa ditempatkan pada posisi tengah untuk menunjukkan perkalian pada formula matematik, dan menunjukkan senyawa tambahan pada suatu rumus kimia, seperti CaSO4.2H2O.
Pada contoh di atas, menghilangkan koma (sesudah kata matematik) bisa mengurangi kejelasan.
g. Koma pada kalimat dengan kata atau frasa transisional
Kita sering menjumpai kata kata transisional (tetapi, sehingga, akhirnya, dan kata kata yang serupa), atau frasa transisional (dengan kata lain, sebagai contoh, pada gilirannya). Contoh penggunaan koma dalam kata dan frasa transisional adalah:

Akhirnya, petani di desa kami menggunakan teknologi yang ditawarkan.
Peningkatan produktivitas, pada gilirannya, memperbaiki pendapatan petani.

Pada contoh berikut, koma tidak diperlukan:

Petani akhirnya menggunakan teknologi yang ditawarkan.

h. Penggunaan koma untuk penekanan maksud dan kejelasan
Tanda koma dapat digunakan sesudah kata, frasa, atau klausa yang ditempatkan diluar dari posisi normal untuk memberi penekanan atau kejelasan.
Contoh :

Jika, selama dua musim tanam berturut-turut, petani tidak melakukan pengendalian yang tepat, hama tersebut akan meluas ke seluruh wilayah produksi.
Kalau, dalam kurun waktu dua minggu, hujan tidak turun, tanaman padi desa kami akan mati kekeringan.

i. Penggunaan koma pada aposisi
Aposisi adalah suatu bentuk konstruksi tatabahasa, dimana dua kata benda (atau frasa kata benda) merujuk pada orang/hal yang sama. Koma ditempatkan antara keduanya. Contoh:

Thomas Alva Edison, sang penemu listrik, adalah seorang jenius yang temuannya berguna bagi kehidupan manusia.
Subtitusikan suhu awal, Ti, dengan …… pada Pers.

j. Koma untuk penyingkatan kalimat
Koma bisa digunaan untuk menggantikan ataupun menghilangkan posisi suatu kata atau frasa yang telah disebutkan sebelumnya untuk penyingkatan kalimat. Contoh:
Pada jam digital terdapat angka dengan empat dijit yang diantarai dengan titik dua; dua dijit pertama adalah penunjuk jam, dua digit lainnya menit.
Pemenang pertama lomba Olimpiade Fisika tahun 2010 berasal dari Indonesai, kedua dari Korea, dan ketiga dari Jerman.
k. Koma untuk memisahkan dua atau lebih kata sifat
Tanda koma digunakan untuk memisahkan dua atau lebih kata sifat dalam satu seri penyebutan. Contoh:
The soil used was Eudora silt loam (coarse-silty, mixed, mesic Fluventic Hapludoll).
Tetapi, koma tidak diperlukan untuk kalimat:
Tanahnya mengandung partikel liat halus yang tinggi.
l. Penggunaan koma pada pertanyaan langsung
Pertanyaan langsung biasanya diantarai oleh koma. Contoh:

Pertanyaannya adalah, apakah petani akan mengadopsi teknologi yang mahal itu?

m. Penggunaan koma pada nama tempat
Koma sering digunakan untuk menjelaskan suatu rentetan kata atau frasa penjelas dari nama tempat. Contoh:

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar.

n. Penggunaan koma pada angka desimal
Penulisan angka desimal dalam bahasa Inggris berbeda dengan dalam bahasa Indonesia. Dalam bahasa Inggris, dua setengah dituliskan sebagai 2.5, sedangkan dalam bahasa Indonesia ditulis 2,5. Koma dalam bahasa Inggris dituliskan untuk kemudahan membaca angka perseribuan, misalnya dua setengah juga dituliskan 2,500,000, sedangkan dalam bahasa Indonesia dituliskan 2.500.000. Karena itu, jangan mencampur-adukkan kedua sistem yang berbeda ini dalam dokumen yang sama.
Dalam teks bahasa Indonesia, penggunaan koma untuk membedakan angka desimal yang satu dan angka desimal yang mengikutinya sering menyulitkan pembacaan. Ini bisa diatas dengan memberi spasi tambahan sesudah koma, di antara angka-angka desimal. Contoh:

Aplikasi pupuk NPKS (komposisi 15-10-20-4) pada dosis 100, 200 dan 250 gram pohon-1 memberikan produktivitas sebesar berturut turut 1,5 [spasi tambahan] 2,4 dan 2,6 ton ha-1 tahun-1.

Sumber :

Baca Juga  Pengertian Hipertiroidisme: Apa itu Hipertiroidisme

Terima kasih kepada Bapak Sikstus Gusli dalam Buku Penulisan dan Publikasi ilmiah bidang Agro-Sains.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.