Info Terbaru

Pengertian Virus Zika, Penyebab, Cara Mencegah dan Penyebarannya

Advertisement
Loading...


Pengertian Virus Zika | Inilah arti virus Zika yang sering digunakan untuk mengartikan pengertian virus Zika. Tentu saja banyak yang tidak mengetahui seperti apa itu virus zika? Oleh karena itu kami informasiana.com akan menyajikan informasi mengenai pengertian virus zika, tanda virus zika, cara mencegah virus zika dan pengobatannya.

Infeksi virus Zika itu terjadi lewat gigitan nyamuk Aedes, terutama pada spesies Aedes Aegypti. Penyakit yang dimunculkannya yaitu Zika, penyakit Zika (Zika Disease) atau disebut demam Zika (Zika Fever).

Virus Zika yang sudah menginfeksi manusia bisa memunculkan beberapa gejala seperti nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), ruam dan demam. Adapun beberapa gejala penyakit zika bisa menyerupai gejala penyakit chikungunya dan dengue, serta bisa berlangsung beberapa hari sampai satu minggu.

Pengertian Virus Zika, Penyebab, Cara Mencegah dan Penyebarannya

Virus Zika pertama kali ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda di tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama di tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia di tahun 2007 pada wilayah Pasifik Selatan. Kemudian pada bulan Mei 2015, virus Zika kembali lagi menyebar di Brazil. Penyebaran Virus ini semakin terus terjadi pada bulan Januari 2016 di Amerika Utara, Karibia, Afrika, Samoa dan Amerika Selatan. Kemudian di Indonesia sendiri sudah ditemukan virus Zika di daerah Jambi tahun 2015.

Penyebab Virus Zika

Penyebab munculnya penyakit Zika atau Zika Disease ataupun demam Zika (Zika Fever) adalah virus Zika. Virus Zika ini termasuk dalam garis virus Flavivirus yang memang berasal dari keluarga yang sama dengan virus dimana menyebabkan penyakit demam berdarah atau dengue.

Virus Zika disebarkan pada manusia oleh nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi. Nyamuk ini memang tergolong sangat aktif pada siang hari dan hidup serta melakukan perkembangbiakan dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama pada area yang ada genangan airnya.

Meskipun jarang, virus Zika bisa ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika memiliki kemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil ke janin dalam kandungannya. Kemudian bisa juga bayi tertular pada saat persalinan berlangsung. Hingga sekarang ini, kasus penularan virus Zika lewat proses menyusui masih belum kita temukan sehingga ahli medis tetap menyarankan ibu yang sudah terinfeksi untuk tetap menyusui ibunya.

Selain daripada itu, terdapat beberapa laporan mengenai virus Zika yang penularannya terjadi lewat hubungan seksual dan transfusi darah.

Gejala Virus Zika

Selain gejala umum yang sudah dijelaskan diatas bahwa terdapat gejala lain virus Zika yang sudah ditemukan yaitu nyeri di belakang mata, lelah dan sakit kepala. Gejala ini secara umum bersifat ringan dan hanya berlangsung sekitar satu minggu saja.

Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum dapat kita ketahui, akan tetapi kemungkinan berlangsung 2 sampai 7 hari sejak pasien terpapar virus Zika ( terkena gigitan nyamuk penjangkit). Dari lima orang yang telah terinfeksi virus Zika, satu orang menjadi sakit karena virus ini. Meskipun jarang, dapat terjadi kasus berat yang membutuhkan penanganan secara lebih lanjut di rumah sakit bahkan menemui kematian.

Transmisi virus Zika yang terjadi pada kandungan dihubungan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan pada otak janin. Mikrosefali adalah suatu kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normalnya.

Diagnosis Virus Zika

Melihat dari gejala yang mirip dengan penyakit lainnya, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang mempunyai kasus infeksi virus Zika bisa membantuk mempersempit diagnosis. Dokter kemungkinan akan menanyakan area, waktu dan kegiatan ketika melakukan kunjungan pada daerah tersebut. Dokter bisa melakukan tes darah untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virusnya, atau uji serologis. Selain melalui pengambilan darah yang memang biasanya dilakukan pada 1 sampai 3 hari setelah gejala virus Zika muncul, urine, dan air liur juga bisa dijadikan bahan uji pada hari ketiga sampai hari kelima.

Pengobatan Virus Zika

Pengobatan virus Zika difokuskan pada upaya mengurangi gejala yang dirasakan oleh penderita karena vaksin dan obat-obatan penyembuh penyakit tersebut masih belum dapat ditemukan. Pengobatan terhadap gejala yang dialami bisa berupa pemberian cairan untuk dapat mencegah dehidrasi, obat pereda rasa sakit untuk bisa meredakan demam dan sakit kepala, serta istirahat secukupnya. Penggunaan aspirin dan obat anti peradangan nonsteroid lainnya tidak dapat direkomendasikan sebelum kemungkinan pasien terserang dengue bisa dihilangkan.

Bagi pasien yang sudah terinfeksi virus Zika diharapkan untuk bisa menghindari gigitan nyamuk selama terjangkit virus ini karena virus Zika yang dapat bertahan lama di dalam darah penderita bisa menyebar pada orang lain lewat gigitan nyamuk.

Pencegahan virus Zika

Mencegah terjadinya gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang dapat membantu anda bisa terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang dapat kita lakukan ketika berada pada daerah yang sedang dijangkiti virus Zika antara lain.

– Memastikan tempat yang sedang anda tinggali mempunyai pendingin ruangan atau setidaknya mempunyai tirai pintu dan jendela yang bisa mencegah nyamuk bisa masuk pada ruangan.

– Gunakan kelambu pada area tempat tidur kalau area yang anda datangi tak mempunyai hal diatas.

– Gunakanlah celana dan baju yang berlengan panjang.

– Gunakanlah bahan penolak serangga yang sudah terdaftar pada badan perlindungan lingkungan, sesuai dengan petunjuk yang telah tertera pada kemasan. Petunjuk yang terlampir akan memberikan informasi tentang pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diijinkan, waktu dan durasi pengaplikasian.

– Bayi yang berusia berada di bawah dua bulan tak diijinkan memakai bahan penolak serangga ini sehingga anda mesti memastikan supaya pakaian bayi bisa melindunginya dari gigitan nyamuk.

– Gunakanlah juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi dan gendongan atau alat untuk mengangkut bayi yang lainnya.

– Perhatikan area tubuh anak yang sudah berusia lebih dewasa ketika mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindarilah area tubuh yang terluka atau sedang terjadi iritasi, tangan, mulut dan area mata.

– Memilih perawatan, pencucian atau pemakaian pakaian serta peralatan yang memakai bahan dengan memiliki kandungan permethrin. Pelajarilah informasi produk dan petunjuk pemakaian tentang perlindungan yang sudah diberikan. Hindarilah memakai produk ini pada kulit.

– Pelajari juga informasi tentang daerah yang anda akan kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya pada area yang telah terjangkiti virus Zika.

– Lakukanlah tes virus Zika ketika anda kembali, terkhusus perempuan hamil dari daerah penyebaran virus Zika tersebut

Loading...
Advertisements
Pengertian Virus Zika, Penyebab, Cara Mencegah dan Penyebarannya | fajeros | 4.5