Info Terbaru

Pengertian Syiah, Macam-macam dan Ciri-ciri Syiah Lengkap

Loading...
Advertisement


Loading...

Pengertian Syiah | Inilah arti Syiah yang dijadikan sebagai referensi dalam mengartikan Syiah. Adapun pengertian Syiah adalah suatu aliran yang ada dalam Islam diantara sekian banyaknya aliran yang terdapat di ISlam. Sebagian orang menganggap bahwa Syiah termasuk aliran yang meyimpang dari ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw sehingga dikatakan ahli Bid’ah.

Akhir-akhir kita seringkali mendengar kata “Syiah” karena mereka sedang gencar menyebarkan pengaruhnya di Indonesia. Nah, pertanyaannya apakah kita harus menolak ajaran Syiah tersebut atau menerimanya. Sebelum kita memberikan kesimpulan tentang Syiah maka mari kita mengkaji terlebih dahulu seperti apa itu Syiah.

Menurut Bahasa bahwa Syiah berasal dari bahasa Arab yang berarti Pengikut, Pecinta, Kelompok, Golongan dan pendukung. Jadi ketika kita mengacu pada artinya secara umum maka para pengikut Nabi Muhammad Saw disebut sebagai Syiahnya Nabi Muhammad, pengikutnya Nabi Isa disebut Syiahnya Nabi Isa AS. Saat Rasulullah Saw masih hidup, kelompok atau syiah itu tidak ada dan hanya ada satu Islam. Akan tetapi setelah tidak adanya Beliau maka muncullah perpecahan yang memunculkan syiah atau kelompok-kelompok. Intinya, nama Syiah waktu dulu bukanlah diperuntukkan kepada pengikut Imam Ali seperti saat ini. Akan tetapi jika terdapat golongan sahabat yang memiliki perbedaan paham politik waktu dan bukanlah perbedaan paham akidah lalu melakukan pembentukan suatu kelompok. Hanya saja sekarang ini kata “Syiah” selalu dimaknai sebagai golongan atau pengikut yang memuliakan Ali dibandingkan sahabat lainnya dengan memiliki beberapa pemahaman aqidah lainnya yang tak sesuai syariat Islam. Syiah inilah yang memang dimaksud dengan mazhab Syi’ah Imamiah dan inilah yang menjadi Mazhab dalam islam dimana terus diperangi kaum Sunni karena dapat membahayakan tatanan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal itu disebabkan karena memakai senjata taqiyyah atau menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka.

Selain melakukan taqiyah, ternyata mereka menyebarkan ajaran dengan penuh caci makian, suudzon, penglaknatan terhadap sahabat Nabi, IStri Nabi dan bahkan nabi pun tidak lepas dari cacian mereka. Sangat jauh berbeda dibandingkan Sunni yang senantiasa menyebarkan dakwah dengan akhlak mulia dan sesuai dengan dakwah Islam yang beretika.

Secara logika dan menggunakan akal sehat bahwa yang manakah kira-kira cara dakwah yang bisa diterima oleh banyak orang?? Oleh karena itu orang Islam yang memiliki pengetahuan dan dasar Iman yang kuat tidak akan mudah terpengaruh terhadap propaganda Syiah. Paham mereka hanya merasuki orang-orang yang tidak memiliki logika dan memiliki rasa fanatik buta.

PENGERTIAN SYIAH, MACAM-MACAM dan CIRI CIRI SYIAH

pengertian syiah

Nah, bagi anda yang ingin mengetahui pengertian Syiah maka di bahwa ini sudah kami tuangkan beberapa pengertian Syiah menurut ahli agama yakni sebagai berikut:

1. Syiah adalah sebuah kelompok yang memberikan dukungan kepada Imam Ali Ra, serta beranggapan bahwa Ali lebih utama dibandingkan sahabat nabi yang lainnya (Imam Abu Hasan Al-Asy’ri)

2. Kriteria Syiah tak hanya mendukung Imam Ali akan tetapi juga keturunannya dengan berasumsi bahwa mereka sebagai manusia terbaik dan memiliki keutamaan lebih tinggi dibandingkan para sahabat yang lainnya dalam memegang tampuk kepemimpinan sesudah wafatnya Nabi (Ibnu Hazm)

3. Syiah adalah pengikut Imam Ali dan Ahli al-Bait (Ibnu Khaldun).

4. Syiah adalah orang-orang yang telah mengikuti dan mendukung Imam Ali. Kemudian memiliki keyakinan bahwa beliau termasuk pemimpiun yang ditentukan lewat naskah tertulis dan wasiat dari Nabi Muhammad Saw. Kemudian kepemimpinan tersebut diwariskan secara turun temurun kepada keturunannya, dimana pada kepemimpinan tersebut tak keluar dari mereka kecuali karena adanya kezaliman dari pihak lain atau karena taqiyyah dari mereka. Bagi mereka, untuk masalah Imamah (Pemerintahan) termasuk masalah prinsipil dan salah satu rukun agama yang tidak boleh diabaikan oleh Rasul dan diserahkan kepada pilihan publik. (Syahrustani).

Muslim Syiah mempercayai bahwa keluarga Nabi Muhammad (Yaitu para Imam Syiah) adalah sumber pengetahui terbaik mengenai Islam dan Al-Quran, guru terbaik tentang Islam sesudah nabi Muhammad Saw dan pembawa serta penjaga terpercaya dari tradisi sunnah.

Secara khusus, Muslim Syiah memiliki pendapat bahwa Ali bin Abi Thalib yakni menantu dan sepupu Muhammad dan kepala keluarga Ahlul Bait yang menjadi penerus kekhalifahan sesudah Nabi Muhammad Saw. Yang berbeda dengan khalifah lainnya diakui oleh Muslim Sunni. Muslim Syiah mempercayai bahwa Ali dipilih lewat perintah langsung oleh Nabi Muhammad dan perintah Nabi berdasarkan Wahyu dari Allah.

Perbedaan antara pengikut Abu Bakar dan Ahlul Bait menjadikan perbedaan pandangan yang tajam antara Sunni dan Syiah dalam penafsiran Al-Quran, Hadits, mengenai sahabat dan hal lainnya. Sebagai contoh untuk perawi hadits dari Muslim Syiah berfokus pada perawi dari Ahlul Bait, kemudain untuk yang lainnya seperti Abu Hurairah tak dipergunakan.

Tanpa memperhatikan adanya perbedaan mengenai khalifah, Syiah mengakui otoritas Imam Syiah (dikenal Khalifah Ilahi) menjadi pemegang otoritas agama. Meskipun beberapa sekte dalam syiah itu berbeda ketika mencari siapa pengganti para imam dan imam sekarang ini.

Dalam Syiah terdapat Ushulud-din atau perkara pokok di Agama dan Furu’ud-din atau perkara cabang dalam agama. Syiah mempunyai lima perkara poko yakni.

1. Tauhid bahwa Tuhan yaitu Maha Esa
2. Al’Adl bahwa Tuhan itu Maha Adil
3. An-Nubuwwah, bahwa kepercayaan Syiah yakin terhadap keberadaan para Nabi sebagai pembawa berita yang berasal dari Tuhan untuk Umat Manusia.
4. Al-Imamah bahwa Syiah yakin terhadap adanya imam yang memang senantiasa memimpin umat sebagai pelanjut risalah kenabian.
5. Al-Ma’ad bahwa akan hadir atau munculnya hari Kebangkitan.

Dalam perkara ke Nabian, Syiah memiliki keyakinan bahwa:
1. Jumlah nabi dan Rasul Tuhan sebanyak 124.000
2. Nabi dan Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad Saw.
3. Nabi Muhammad adalah suci dari segala macam aib dan tanpa cacat sedikitpun. Beliau adalah Nabi yang paling utama dibandingkan seluruh nabi yang pernah diutus oleh Tuhan.
4. Ahlul-Bait Nabi Muhammad diantaranya Imam Ali, Sayyidah Fatimah, Imam Hasan, Imam Husain dan 9 Imam yang berasal dari keturunan Imam Husai adalah manusia-manusia suci seperti Nabi Muhammad Saw.

Kemudian Syiah terpecah menjadi 22 sub sekte dimana dari 22 sub sekte tersebut hanya 3 yang masih ada sekarang ini yaitu Syiah Dua Belas Imam, Syiah Ismailiyyah dan Syiah Zaidiyyah.

Syiah Dua Belas Imam

Disebut sebagai Imamiyyah atau itsna ‘Asyariah (Dua belas Imam) karena mereka mempercayai bahwa yang berhak untuk memimpin kaum muslim yaitu para Imam dan Ahlul Bait dan mereka yakin adanya dua belas Imam tersebut. Aliran ini adalah yang paling besar dalam Syiah. Adapun urutannya yaitu sebagai berikut:
1. Ali bin Abi Thalib (600-661) dikenal sebagai Amirul Mukminin.
2. Hasan bin Ali (625-669) dikenal sebagai Hasan al-Mutjaba.
3. Husain bin Ali (626-680) dikenal sebagai Husain Asy-Syahid.
4. Ali bin Husain (658-713) dikenal sebagai Ali Zainal Abidin.
5. Muhammad bin Ali (676-743) dikenal sebagai Muhammad Al-Baqir.
6. Jafar bin Muhammad (703-765) yang juga dikenal sebagai Ja’far ash-Shadiq.
7. Musa bin Ja’far (745-799) yang juga dikenal sebagai Musa al-Kadzim.
8. Ali bin Musa (765-818) yang juga dikenal sebagai Ali ar-Ridha.
9. Muhammad bin Ali (810-835) yang juga dikenal sebagai Muhammad at Taqi atau Muhammad Al-Jawad.
10. Ali bin Muhammad (827-868) yang juga dikenal sebagai Ali al-Hadi.
11. Hasan bin Ali (846-874) yang juga dikenal sebagai Hasan Al-Askari.
12. Muhammad bin Hasan (868 —) yang dikenal sebagai Muhammad Al-Mahdi.

Syiah Ismailiyyah

Ismailiyyah dikenal sebagai Syiah Tujuh Imam karena mereka yakin dengan tujuh Imam dan mereka mempercayai bahwa Imam ketujuh yaitu Ismail. Adapun urutannya sebagai berikut.

1. Ali bin Abi Thalib (600–661), dikenal dengan Amirul Mukminin
2. Hasan bin Ali (625–669), dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
3. Husain bin Ali (626–680), dikenal dengan Husain asy-Syahid
4. Ali bin Husain (658–713), dikenal dengan Ali Zainal Abidin
5. Muhammad bin Ali (676–743), dikenal dengan Muhammad al-Baqir
6. Ja’far bin Muhammad bin Ali (703–765), dikenal dengan Ja’far ash-Shadiq
7. Ismail bin Ja’far (721 – 755), adalah anak pertama Ja’far ash-Shadiq dan kakak Musa al-Kadzim.

Syiah Zaidiyyah

Syiah Zaidiyyah dikenal sebagai Syiah Lima Imam karena termasuk pengikut Zaid bin ‘Ali bin Husain bin’ Ali bin Abi Thalib. Mereka dianggap moderat karena tak menganggap ketiga khalifah sebelum ali itu tidak Sah. Adapun urutannya Imamnya yaitu:

1. Ali bin Abi Thalib (600–661), dikenal dengan Amirul Mukminin
2. Hasan bin Ali (625–669), dikenal dengan Hasan al-Mujtaba
3. Husain bin Ali (626–680), dikenal dengan Husain asy-Syahid
4. Ali bin Husain (658–713), dikenal dengan Ali Zainal Abidin
5. Zaid bin Ali (658–740), juga dikenal dengan Zaid bin Ali asy-Syahid, adalah anak Ali bin Husain dan saudara tiri Muhammad al-Baqir.

Kontroversi Syiah

Hubungan antara Syiah dan Sunni sudah bertikai sejak mulai terpecahnya pandangan secara ideologis dan politis antara pengikut Ali bin Abi Thablib dan Bani Umayyah. Sebagian kaum Sunni telah menyebutkan bahwa kaum Syiah dengan nama Rafidah yang secara etimologi dalam bahasa Arab berarti Meninggalkan. Dalam terminologi syariat Sunni, Rafidhah memiliki makna “mereka yang melakukan penolokan imamah (kepemipinan) Abu Bakar dan Umar bin Khattab, berlepas diri dari keduanya, dan sebagian sahabat yang telah mengikuti keduanya”.

Sebagian Sunni menganggap firqah (golongan) ini tumbuh saat seorang Yahud bernama Abdullah bin Saba telah menyatakan dirinya masuk Islam, mendakwakan kecintaannya kepada Ahlul Bait, terlalu memberikan pujian terhadap Ali bin Abu Thalib dan menyatakan bahwa Ali memiliki wasiat untuk memperoleh kekhalifahan. Syi’ah menolak keras hal tersebut. Menurut Syiah, Abdullah bin Saba’ adalah tokoh fiktif.

Akan tetapi ada juga kaum Syi’ah yang tak membenarkan asumsi Sunni tersebut. Golongan Zaidiyyah tetap menghormati sahabat Nabi yang telah menjadi khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib. Mereka juga menyatakan bahwa terdapat beberapa riwayat Sunni yang menceritakan pertentangan diantara para sahabat tentang permasalah imamah Abu Bakar dan umar bin Khattab.

Sebutan Rafidhah ini berhubungan erat dengan sebutan Imam Zaid bin Ali yakni anak dari Imam Ali Zainal Abidin yang bersama para pengikutnya melakukan pemberontakan terhadap khalifah Bani Umayyah Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan pada tahun 121 H.

– Syaikh Abu Hasan Al-Asy’ari berkata bahwa “Zaid bin Ali termasuk seseorang yang melebihkan Ali bin Abu Thalib diatas seluruh sahahat rasulullah, mencintai Abu Bakar dan Umar, dan memandang bolehnya memberontak terhadap para pemimpin yang telah melakukan kejahatan. Maka saat dia muncul di kufah, di tengah-tengah para pengikut yang telah membai’atnya, dia mendengar dari sebagian mereka celaan terhadap Abu Bakar dan Umar. Dia pun mengatakan kepada mereka: “Kalian tinggalkan aku?” maka dikatakanlah bahwa penamaan mereka dengan Rafidhah karena perkataan Zaid kepada mereka “Rafadhtumuunii”.

– Pendapat Ibnu Taimiyyah (Majmu’ Fatawa) bahwa Rafidhah pasti Syiah, sedangkan Syiah belum tentu Rafidhah; karena tak semua Syiah melakukan penolakan terhadap Abu Bakar dan Umar seperti kondisi Syi’ah Zaidiyyah.

– Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata bahwa “Aku sudah bertanya kepada ayahku, siapa Rafidhah itu? Maka beliau (Imam Ahmad) menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang telah mencela Abu Bakar dan Umar.

– Pendapat juga sudah diutarakan oleh Imam Syafi’i. Dia pernah mengutarakan pendapatnya tentang Syi’ah dalam diwan asy-Syafi’i lewat penggalan syairnya: “Jika Rafidhah itu adalah mencintai keluarga Muhammad, maka hendaknya dua makhluk (jin dan Manusia) bersaksi bahwa aku adalah seorang Rafidhi.”, Beliau juga berkata bahwa “Mereka mengatakan,’Kalau begitu anda sudah menjadi Rafidhi?’ Saya katakan,’Sekali-kali tidak… tidaklah al-Rafdh (menolak khalifah Abu Bakar dan Umar) itu agamaku, tidak juga keyakinanku.” Imam Asy-Syafi’i berkata bahwa “saya belum melihat seorang pun yang paling banyak bersaksi atau bersumpah palsu (berdusta) dari Syi’ah Rafidhah.

Ajaran Golongan Syiah

1. Mengutuk dan tak membenarkan jabatan khalifah Abu Bakar Ash Shiddhiq ra; Umar Bin Khattab dan Utsman bin Affan Ra. Karena ketiganya dianggap telah merampas jabatan khalifah untuk Ali bin Abi thalib ra.

2. Pangkat kekhalifahan (keimamam) dilakukan secara turun temurun hingga 12 imam dimana mulai dari (1) Ali bin Abi Thalib; (2) Hasan bin Ali bin Abi Thalib; (3) Husein bin Ali bin Abi Tholib; (4) Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Tholib; (5) MUhammad Al-Baqir bin Ali bin Zainal Abidin; (6) Jakfar al-shodiq bin Muhammad al-Baqir; (7) Musa al-Kazhim bin fakfar al-shodiq; (8) Ali al-Ridho bin Musa al-Kazhim; (9) Muhammad ahjawwad bin Ali al-Ridho; (10) Ali bin Muhammad bin Ali al-Ridho); (11) Hasan bin Ali bin Muhammad al-Aksari; hingga (12) Muhammad bin Hasan al-Mahdi yang hilang saat berusia lima tahun, serta diyakini dan dinantikan kelak di kemudian har atau menjelang hari kiamat.

3. Imam adalah maksum, yaitu tidak pernah melakukan dosa seperti Nabi Muhammad Saw. Kemudian mereka juga mempercayai bahwa Imam juga telah menerima wahyu dari Allah dengan mendengar suara Jibril As tapi tidak melihatnya.

4. Tak menerima hadits yang diriwayatkan oleh selain dari Imam mereka. Oleh karena itu mereka tidak ingin mengakui hadits-hadits bukhori, Abu Dawud, Ibnu majah, Nasai dan Muslim. Mereka juga tidak menerima tafsir Al-Quran selain dari yang ditafsirkan oleh imam mereka dan tidak memakai ushul fikih dan tak menerima ijmak dan Qiyas.

Baca juga:

Demikianlah informasi tentang pengertian Syiah dan macam-macam serta ciri-cirinya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat untuk anda yang sedang membutuhkan informasi tentang pengertian Syiah. Semoga bermanfaat.

Advertisements
Pengertian Syiah, Macam-macam dan Ciri-ciri Syiah Lengkap | fajeros | 4.5