Info Terbaru

Pengertian Silogisme dan Contoh Silogisme yang Lengkap

Loading...
Advertisement


Loading...

Pengertian Silogisme dan Contohnya | Berbicara Silogisme memang gampang-gampang susah. Ada sebagian orang tidak mengetahui apa itu silogisme??. Oleh karena itu, disini kita akan membahasnya. Silogisme adalah penemuan terbesar dari seorang tokoh filsafat terkenal yaitu Aristoteles. Dalam sebuah pengertian silogisme secara umum adalah suatu argumentasi deduktif yang terdiri atas dua premius dan satu kesimpulannya. Silogisme adalah setiap kesimpulan tidak langsung, berasal dari dua proposisi (premis-premis) disimpulkan dalam proposisi baru (Kesimpulan). Premis yang pertama disebut premis umum atau Premis Mayor dan Premis kedua disebut sebagai Premi khusus (Premis minor). Kesimpulan tersebut berkaitan dengan beberapa premis yang tersedia. Kalau premis-premisnya benar maka kesimpulannya juga menjadi benar.

Bagian-bagian Silogisme

Pada dasarnya silogisme memiliki empat bagian sebagai berikut:

1. Bagian pertama yaitu keputusan pertama yang biasanya disebut sebagai premis mayor. Premis memiliki arti kalimat yang dijadikan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Premis mayor berarti pangkal pikir yang memiliki kandungan term mayor dari silogisme tersebut, dimana nantinya akan muncul menjadi predikat dalam menarik kesimpulan.

2. Bagian kedua yaitu keputusan kedua disebut sebagai premis minor. Premis minor berarti pangkal pikiran yang kecil atau term minor dari silogisme itu dimana nantinya akan bermunculan subjek pada konglusi atau kesimpulan.

3. Bagian ketiga yaitu bagian-bagian yang sama pada kedua keputusan tersebut disebut term menengah atau medium (middle term), karena dia terdapat pada kedua premis (Minor dan Mayor), maka bertindak sebagai penghubung atau Medium antara keduanya. Akan tetapi tidak muncul dalam kesimpulan atau kongklusi.

4. Bagian keempat yaitu keputusan ketiga yang disebut sebagai kesimpulan atau kongklusi yaitu keputusan baru yang menyatakan bahwa apa yang benar dalam mayor juga ternyata benar dalam term minor.

Pada penerapannya, terdapat tiga jenis silogisme yakni silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme alternatif.

Silogisme Kategoris

Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri atas 3 buah proposisi (premis) Kategoris. Silogisme kategoris adalah silogisme yang semua posisinya termasuk proposisi kategorik. Demi adanya konklusi atau kesimpulan maka premis mayor menjadi proposisi umum sedangkan untuk premis minornya bersifat khusus atau partikular. Adapun contoh silogisme kategoris sebagai berikut:

silogisme kategoris

– Semua Manusia adalah makhluk yang berakal budi (Premis Mayor)
– Fajar adalah manusia (premis Minor)
– Jadi, Fajar adalah makhluk yang berakal budi (Kesimpulan).

Kemudian silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayornya berupa keputusan hipotetis dan premis minornya termasuk pernyataan kategoris. Sebenarnya untuk silogisme hipotetik tak mempunyai premis minor maupun premis mayor karena kita ketahui bahwa premis mayor tersebut memiliki makna term predikat pada kesimpulannya, sedangkan premis minornya itu terkandung term subjek pada kesimpulannya. Adapun contoh silogisme hipotesis yaitu:

silogisme hipotetik

Macam-macam Silogisme Hipotetik
a) Silogisme hipotetik yang memiliki premis minor mengakui bagian anteseden.
Contoh silogisme hipotetik dibawah ini:
– Kalau hari ini tidak turun hujan maka saya akan ke rumah Bibi (Premis Mayor)
– Hari ini tidak turun hujan (Premis Minor)
– Jadi, saya akan kerumah Bibi (kesimpulan).
b) Silogisme Hipotetik yang memiliki premis minornya mengakui bagian konsekuensinya. Contoh silogisme hipotetiknya:
– Kalau hujan, bumi akan terlihat basah.
– Sekarang bumi terlihat basah.
– Jadi hujan sudah turun.

C) Silogisme Hipotetik yang memiliki premis minornya mengingkari anteseden. Contoh silogisme hipotetik:

– Politik pemerintahan tak dilaksanakan secara paksa.
– Jadi kegelisahan tidak akan muncul.

d) Silogisme Hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuensinya. Contoh silogisme hipotetik:
– Kalau mahasiswa telah turun ke jalan maka pihak Penguasa merasa gelisah.
– Pihak Penguasa tidak merasa gelisah
– Jadi mahasiswa tidak turun ke jalan.
Selanjutnya silogisme alternatif adalh silogisme yang memiliki premis mayornya premis alternatif, premis minornya yang berfungsi membenarkan salah satu alternatifnya dan kesimpulannya akan menolak alternatif lain. Adapun contoh silogisme alternatif yaitu:

– Nenek Berada di Makassar atau Jawa (Premis Mayor).
– Nenek berada di makassar (Premis Minor)
– Jadi, Nenek tidak berada Jawa (Kesimpulan).

Silogisme Disjungtif

Silogisme Disjungtif adalah silogisme yang dimana premis mayor dan minornya, baik itu salah satu maupun keduanya adalah keputusan disjungtif atau ada juga yang menyatakan bahwa silogisme disjungtif adalah silogisme yang premis mayornya memiliki bentuk proposisi disjungtive. adapun contoh silogisme disjungtive sebagai berikut:
– Saya atau Kamu yang pergi.
– Kamu tidak pergi
– Jadi, sayalah yang akan pergi.

Silogisme disjungtif mempunyai dua ciri yaitu:
1. Akuilah satu bagian disjungtif pada premis minornya dan tolaklah lainnya pada kesimpulannya.
2. Tolaklah pada satu bagian disjungsi di premis minornya dan akuilah yang lainnya di kesimpulannya.

Silogisme Konjungtif

Silogisme Konjungtif adalah silogisme yang memiliki premis mayornya berbentuk suatu proporsi konjungtif. Silogisme konjungtif hanya memiliki sebuah corak yaitu akuilah satu bagian pada premis minornya dan tolaklah yang lainnya di kesimpulan. Adapun contoh silogisme konjungtif yaitu:
– Tidak ada orang yang tidur dan membaca dalam waktu secara bersamaan
– Sartono tidur
– Berarti dia tidak membaca.

Silogisme konjungtif bisa dikembalikan dalam bentuk silogisme kondisional

Dilema

Dilema adalah argumentasi, bentuknya merupakan suatu campuran antara silogisme disjungtif dan silogisme hipotetik. Hal tersebut terjadi disebabkan premis mayornya terdiri atas dua proposisi hipotetik dan premis minornya satu proposisi disjungtif. Kesimpulannya berupa proposisi disjungtif, akan tetapi bisa juga proposisi kategoris. Adapun ciri-ciri dilema yaitu konlusi yang diambil tidak selalu menyenangkan. Dalam perdebatan, dilema dipergunakan sebagai alat untuk memojokkan, sehingga pilihan alternatif apapun yang dipilih oleh lawan bicara selalu dalam kondisi tidak menyenangkan. Adapun contoh dilema yaitu:

– Kalau engkau berbuat adil maka orang-orang akan membencimu dan kalau engkau berbuat tidak adil maka Tuhan akan membencimu. Sedangkan engkau mesti bersikap tidak adil atau adil. Berbuat adil ataupun tidak engkau akan dibenci.

– Kalau para mahasiswa suka belajar, maka motivasi belajar untuk menggiatkan belajar menjadi tidak berguna. Sedangkan kalau mahasiswa malas belajar maka motivasi itu ternyata tidak membawa hasil. Karena itu motivasi untuk menggiatkan belajar tidak memiliki manfaat atau tidak membawa hasil.

pengertian silogisme

Demikianlah informasi tentang pengertian silogisme dan contohnya. Semoga saja informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang membutuhkan informasi tentang contoh silogisme dan pengertiannya.

Referensi :
1. Sunardji dahri tiam H. Drs. Prof, Langkah – langkah berpikir logis, cet 2, CV Bumi Jaya nyalaran Pamekasan, 2001
2. Jujun s. suria sumantri filsafat ilmu sebuah pengantar popular, pustaka sinar harapan, Jakarta, 2003
3. Tim media , Kamus lengkap bahasa Indonesia media senter
4. Pius A partanto Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiyah popular, Arkola Surabaya, 1994
5. Mondiri H. Drs, Logika (PT Raja Gravindo Persada Jakarta, 199)
6. W. Poespoprodjo, Dr, Sh, SS Phd, LPh Logika scientivika pengantar dialektika dan ilmu, pustaka gravika, 199.

Advertisements
Pengertian Silogisme dan Contoh Silogisme yang Lengkap | fajeros | 4.5