Pengertian Malaikat | Inilah arti Malaikat yang sering digunakan oleh orang untuk mengartikan apa itu pengertian malaikat. Tentu saja banyak diantara kita yang masih belum mengetahui apa sih itu malaikat?. Tahukah anda bahwa malaikat itu berasal dari bahasa Arab yakni “Malak” yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata Mashdar “al-alukah” bermakna misi atau risalah, kemudian sang pembawa misi biasanya dikenal sebagai ar-rasul.

Secara terminologi bahwa malaikat adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang memiliki sifat gaib dimana tercipta dari Cahaya (nur) dan wujudnya tidak bisa kita lihat, raba, cium, rasakan dan didengar.

Meskipun manusia tak bisa melihat malaikat. Akan tetapi kalau Allah berkehendak maka Malaikat bisa dilihat oleh manusia yang biasanya terjadi pada Nabi dan Rasul dimana Malaikat senantiasa menampakkan dirinya dalam wujud laki-laki pada Nabi dan Rasul seperti yang sudah terjadi pada Nabi Ibrahim As.

Pengertian Malaikat, Nama, Sifat, Tugas dan Tempat yang Tidak diSukai Malaikat

Wujud Malaikat

Wujud para malaikat sudah dijelaskan dalam Al-Quran bahwa malaikat memiliki sayap berjumlah 2, 3 dan 4 pada surat Faathir 35:1 yang berbunyi.

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Kemudian dijelaskan pada beberapa hadits bahwa Malaikat Jibril mempunyai 600 sayap, Malaikat Israfil mempunyai 1200 sayap dimana untuk satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir yaitu Hamalat al ‘Arsy mempunyai 2400 sayap dimana satu sayapnya sama dengan 1200 sayap malaikat Israfil.

Wujud malaikat itu sangat mustahil bisa kita lihat menggunakan mata telanjang. Karena mata manusia diciptakan dari unsur dasar tanah liat kering bercampur lumpur hitam yang diberi bentuk sehingga tidak bisa melihat wujud dari malaikat yang berasala dari cahaya, hanya nabi Muhammad Saw yang bisa melihat wujud asli malaikat bahkan sampai 2 kali.

Mereka tak bertambah tua atau bertambah muda, kondisi mereka sekarang sama persis saat mereka diciptakan. Pada ajaran Islam, Ibadah jin dan manusia lebih disukai oleh Allah ketimbang ibadah para malaikat, karena jin dan manusia dapat menentukan pilihannya sendiri berbeda halnya dengan Malaikat yang tak mempunyai pilihan lain. Malaikat mengemban beberapa tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka bisa melintasi alam semesta secepat kilat bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berkelamin dan tak berkeluarga.

pengertian malaikat

Sifat Malaikat

Beberapa sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam yaitu:

1. Senantiasa bertasbih siang dan malam tak pernah berhenti.

2. Suci dari sifat manusia dan jin seperti hawa nafsu, makan, sakit, lapar, tidur, berdebat, bercanda dan lainnya.

3. Senantiasa taat dan takut kepada Allah.

4. Tak pernah melakukan maksiat dan senantiasa mengamalkan apa saja yang menjadi perintahNya.

5. Memiliki sifat malu.

6. Bisa terganggu dengan bau yang tak sedap, patung dan anjing.

7. Tidak minum dan makan.

8. Mampu mengubah wujudnya.

9. Mempunyai kekuatan dan kecepatan cahaya.

Malaikat tak pernah lelah dalam melakukan apa-apa saja yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk gaib, wujud malaikat tak bisa kita lihat, dengar, cium raba dan dirasakan oleh manusia. Dengan kata lain bahwa tak bisa terjangkau oleh panca Indera. Kecual kalau para malaikat menampakkan dirinya dalam rupa tertentu seperti menyerupai Manusia. Terdapat pengecualian pada kisah nabi muhammad yang memang pernah bertemu dengan malaikat Jibril dengan wujud aslinya. Penampakan yang ditunjukkan pada Nabi Muhammad Saw ini sebanyak 2 kali ketika nabi sedang menerima wahyu dan melakukan isra mi’raj.

Beberapa nabi dan rasul yang sudah ditampakkan wujud malaikat dalam bentuk menyerupai manusia seperti kisah nabi luthkisah nabi ibrahim, maryam, muhammad dan yang lainnya.

Berbeda halnya dengan ajaran Yahudi dan Kristen, dalam islam tak mengenal istilah “Malaikat yang terjatuh” (fallen angle). Azazil yang kemudian memperoleh julukan sebagai Iblis adalah nenek moyang Jin dan Nabi Adam As sebagai nenek moyang manusia. Jin termasuk makhluk yang diciptakan dari Api yang tak berasap sedangkan malaikat dari Api.

Tempat yang tidak Disukai Malaikat

Berdasarkan syariat Islam bahwa terdapat beberapa tempat dimana para malaikat enggan untuk mengunjungi rumah atau tempat dan ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ada pengecualian terhadap para malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat tersebut sudah disampaikan oleh Ibnu Wadhoh, Imam AL-Khothobi dan yang lainnya. Rumah atau tempat yang tak dimasuki oleh para malaikat yaitu:

1. Tempat yang dalamnya ada anjing (kecuali anjing untuk kepentingan pertanian, berburu dan keamanan)

2. Tempat yang ada patung (gambar)

3. Tempat yang didalamnya terdapat seseorang muslim yang mengacungkan senjata terhadap saudaranya sesama muslim.

4. Tempat yang mempunyai bau tidak sedap atau menyengat.

Kesemuanya itu berdasarkan atas dasar hadits shahih yang dicatat oleh para imam diantaranya Bukhari, Tirmidzy, Ahmad, Muslim dan lainnya. Tak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tak akan memasuki rumah yang terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan berkurang atau susut.

Malaikat Jibril pun enggan untuk memasuki rumah Muhammad sewaktu dia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing berada di bahwa tempat tidurnya. Malaikat Rahmat pun tak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan pemelihara anjing.

Malaikat dalam Ajaran Kristen

Malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Tuhan yang ditugaskan Tuhan untuk beberapa tujuan khusus sesuai dengan rencana-Nya, baik untuk melayani Tuhan maupun untuk menolong orang-orang beriman (Kolose 1:16, Ibr 1:14).

Secara etimologi Ibrani

Malaikat berasal dari bahasa Ibrani yaitu מלאך, mal’akh, yang bermakna “utusan”. Kata ini di dalam TB diterjemahkan menjadi utusan, suruhan, malaikat, orang suruhan, pesuruh, bentara dan raja.

MAlaikat dalam Tanakh

Istilah Malaikat dalam Alkitab, מלאך (‘malakh”), mendapatkan artinya hanya ketika disebutkan secara bersama-sama dengan pengutusnya yakni YHWH sendiri seperti “Malaikat YHWH” atau “Malaikat Elohim” (Zakharia 12:8). Sebutan yang lainnya juga dipakai yaitu “anak-anak Elohim” (Kejadian 6:4; Ayub 1:6).

Malaikat disebut sebagai “Penjaga” (Daniel 4:13). Mereka disebut sebagai “Tentara Langit” (Kitab Ulangan 17:3) atau bala tentara “Elohim” (Yosua 5:14). “Bala tentara”, צבאות Zebaot dalam gelar Yahuwah Zebaot, Elohim yang berasal dari tentara surgawi, mungkin dihubungkan dengan para malaikat. “Bala tentara” ini dikatikan juga dengan bintang-bintang, karena bintang-bintang dianggap berhubungan erat dengan para malaikat. Akan tetapi, YHWH membedakan diri-Nya dari para malaikat, dan karena itu orang-orang Ibrani dilarang Musa menyembah “Bala tentara surga”.

Sebelum kemunculan monoteisme di Israel, gagasan mengenai malaikat ditemukan dalam Mal’akh Yahuwah, malaikat YHWH, atau Mal’akh Elohim. Mal’akh Yahweh adalah perwujudan atau penampakan Yahuwah dalam bentuk manusia. Istilah Mal’akh Yahuwah dipakai secara berganti-ganti dengan Yahuwah (dibandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4, 13:21 dan 14:19). Mereka yang melihat Mal’akh Yahuwah menyatakan bahwa mereka sudah melihat Elohim (Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:22). Mal’akh Yahuwah atau Elohim menampakkan dirinya kepada Hagar, Musa, Gideon, Abraham dan C dan memimpin bangsa Israel dalam tiang awan (keluaran 3:2). Penyamaan Mal’akh Yahuwah dengan logos atau pribadi kedua dari Tritunggal, tak ditunjukkan lewat acuan kepada kitab suci Ibrani, akan tetapi gagasan mengenai pengidentifikasian yang ada dengan Elohim. Akan tetapi yang ada dalam pengertian tertentu berbeda daripadaNya, menggambarkan kecenderungan pemikiran keagamaan Yahudi untuk membedakan pribadi-pribadi dalam keesaan Elohim. Orang Kristen berpendapat bahwa hal tersebut merupakan gambaran pendahuluan dari doktrin tentang Tritunggal, sementara orang Yahudi kabalis menyatakan bahwa hal ini kemudian berkembang menjadi pemikiran teologis dan gambaran Kabbalah.

Setelah doktrin monoteisme dinyatakan secara remis dalam periode segera sebelum dan masa pembuangan (Ulangan 6:4-5 dan Yesaya 43:10), kita menemukan bahwa terdapat banyak gambaran mengenai Malaikat pada kitab Yehezkiel. Nabi Yehezkiel, sebagai nabi di pembuangan, mungkin sudah dipengaruhi oleh hirarki makhluk adikodrati dalam agama babel, dan mungkin oleh angelologi Zoroastrianisme. (Namun tak jelas bahwa doktrin Zoroastrianisme ini sudah berkembang sejak awal). Yehezkiel 9 memberikan penjelasan rinci tentang kerub (suatu jenis malaikat). Dalam satu penglihatannya Yehezkiel melihat terdapat 7 malaikat yang melaksanakan penghakiman Elohim atas Yerusalem. Seperti dalam kejadian, mereka digambarkan sebagai “Manusia”; mal’akh, karena “malaikat”, tak muncul dalam kitab Yehezkiel. Belakangan dalam penglihatan Zakharia, malaikat memainkan peranan penting. Mereka disebut kadang-kadang sebagai “Manusia”, kadang-kadang sebagai Mal’akh dan Mal’akh Yahuwah tampaknya menduduki posisi utama diantara mereka (Zakharia 1:11).

Dalam masa pasca Alkitab, bala tentara surgawi menjadi semakin terorganisir (barangkali bahkan sejak Zakharia [3:9, 4:10]; dan yang pasti dalam Daniel). Malaikat pun menjadi beragam, bahkan sebagian malah juga memiliki nama.

Nama dan Tugas Malaikat

Diantara para malaika yang wajib setiap umat Islam ketahui sebagai bentuk rukun iman, berdasarkan alQuran dan hadits dan kitab-kitab. Nama (panggilan) dan tugas malaikat sebagai berikut:

Baca Juga  Pengertian Indeks Harga, Jenis-jenis, Fungsi dan Manfaatnya

– Malaikat Jibril bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para Rasul yang kemudian diajarkan pada umat manusia sebagai pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Selain daripada itu juga memiliki tugas meniupkan ruh pada setiap calon bayi dalam kandungan ibunya.

– Malaikat Mikail memiliki tugas memberikan rezeki pada seluruh makhluk. Dia mempunyai beberapa pembantu yang mengatur hujan, angin, tanaman, bintang, bulan, jalannya matahari dimana menyebabkan perputaran malam dan siang.

– Malaikat Israfil memiliki tugas peniup sangkakalan di hari kiamat dan hari kebangkitan (yaumul ba’ats).

– Malaikat Munkar memiliki tugas untuk menanyakan hal atau perkara pada manusia di alam kubur.

– Malaikat Nakir mempunyai tugas yang sama dengan Malaikat Nakir yakni menanyakan perkara atau hal-hal kepada manusia di alam kuburnya.

– Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa seluruh makhluk dimana terdapat 2 jenis yakni pencabut nyawa makhluk jahat secara keras dan pencabut nyawa makhluk baik secara lembut.

– Malaikat Ridwan bertugas untuk menjaga pintu syurga dan melayani ahli surga.

– Malaikat Malik bertugas memimpin malaikat Zabaniah dan menjaga pintu neraka.

– Malaikat Raqib bertugas untuk mencatat amal baik manusia selama di dunia. Malaikat Raqib ada di sebelah kanan manusia.

– Malaikat Atid memiliki tugas untuk mencatat amal buruk manusia ketika di dunia dimana bertempat di sebelah kiri manusia.

– Malaikat Zabaniah bertugas menyiksa penghuni neraka secara kasar dan bengis.

– Malaikat Harut dan Marut bertugas turun di negeri Babil

– Malaikat Hamalat Al’Arsy bertugas membawa Arsy Allah pada hari kiamat yang jumlah akan ditambah empat menjadi delapan.

– Malaikat Haffun bertugas melingkari Arsy sambil bertasbih.

– Malaikat Darda’il bertugas mencari orang yang berdoa, meminta ampun, bertaubat dan lainnya pada bulan Ramadhan.

– Malaikat Kiraman Katibin bertugas mencatat amal manusia sewaktu manusia hidup di dunai sampai di alam barzakh. Kemudian malaikat tersebut menjadi saksi di penghisaban di padang mahsyar.

– Malaikat Mua’qibat bertugas memelihara, menjaga manusia dari kematian hingga waktu yang sudah ditetapkan yang datang silih berganti.

– Malaikat Qarin bertugas mendampingi manusia dari lahir sampai ajalnya dimana membisikkan hal-hal kebaikan dan kebenaran.

– Malaikat Arham bertugas untuk meniupkan ruh, menetapkan rejeki, amal, ajal dan bahagia atau celaka pada 4 bulan kehamilan

– Malaikat Jundallah bertugas membantu nabi dalam peperangan.

– Malaikat As-Sijilli bertugas memberitahukan kepada Harut dan Marut tentang makhluk yang pernah membuat kerusakan dan pertumpahan darah di bumi

– Malaikat Azh-zhil bertugas mendampingi nabi Ibrahim saat berada di kobaran Api.

– Malaikat Ad-Dam’u adalah malaikat yang senantiasa menangisi kalau manusia berbuat kesalahan.

– Malaikat An-Nuqmah adalah malaikat yang senantiasa berurusan dengan unsur api dan duduk di singgasana berupa nyala api. Dia mempunyai wajah kuning tembaga.

– Malaikat Ahlul Adli adalah malaikat besar yang melebihi besarnya bumi beserta isinya dikatakan mempunyai 70 ribu kepala.

– Malaikat berbadan api dan salju adalah malaikat yang setengah badannya berupa salju dan api yang berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tak pernah berhenti berzikir.

-Malaikat Ar-Rad adalah malaikat pengatur hujan dan awan, dia mengaturnya dengan memakai petir sebagai cambuk.

– Malaikat penjaga matahari adalah malaikat yang berjumlah 9 yang menghujani matahari dengan salju.

– Malaikat pengendali air adalah malaikat yang membantu Nabi Ibrahim saat berada dalam kobaran api.

– Malaikat pengendali angin adalah malaikat yang membantu nabi Ibrahim saat berada di kobaran api.

– Malaikat Rahmat adalah malaikat penyebar keberkahan, permohonan ampun, rahmat dan pembawa roh orang-orang shaleh. Dia datang bersama malaikat maut dan malaikat adzab.

– Malaikat Azab adalah malaikat pembawa roh orang-orang kafir, munafik, zalim dan dia datang bersama malaikat rahmat dan malaikat maut.

– Malaikat penggiring adalah para malaikat yang menggiring manusia di padang Mahsyar, malaikat itu bersama dengan malaikat penyaksi (kiraman Katibin)

Malaikat pegunungan – Malaikat yang menjaga pegunungan.[39]
Malaikat Bayt al-Makmur – 70 ribu malaikat yang setiap hari masuk ke Bayt al-Makmur.[40]
Malaikat makmum – Para malaikat yang menjadi makmum ketika manusia salat.[41]
Malaikat penyeru manusia dan jin
Penyeru bulan Ramadan – Satu malaikat yang terus menerus memanggil manusia beriman untuk bergembira dan manusia jahat untuk menahan segala kejahatan ketika malam pertama bulan Ramadan hingga fajar.[42][43]
Penyeru dari pintu-pintu Surga – Para malaikat yang berseru kepada orang beriman untuk memasuki pintu-pintu tertentu tergantung dari amal ibadahnya.[44]
Penyeru kebaikan dan laknat – Dua malaikat yang setiap hari berseru yang didengar oleh seluruh makhluk-Nya kecuali manusia dan jin.[45]
Malaikat Laylat al-Qadr – Jibril dan serombongan malaikat yang turun setiap Laylat al-Qadr pada bulan Ramadan.[46][47][48]
Pengunjung manusia yang sedang sakit – Empat malaikat yang mengunjungi manusia ketika sakit.[49]
Penjaga Mekkah dan Madinah – Para malaikat yang menjaga Kota Mekkah dan Madinah dari kedatangan Dajjal.[50]
Pencari orang yang berzikir – Para malaikat yang mencari orang-orang yang berzikir kepada Allah.[51]
Pencari majelis ilmu- Para malaikat yang mencari majelis-majelis ilmu.[52]
Penganjur berbekam – Malaikat yang menganjurkan berbekam ketika Muhammad sedang mi’raj ke Sidratul Muntaha.[53][54]
Pengendali tali Neraka Jahannam – 70 ribu malaikat yang mengendalikan tali kekang Neraka Jahannam.[55]
Pendoa manusia yang mendoakan saudaranya – Para malaikat yang berkata, “Aamiin (Ya Allah, kabulkanlah do’anya bagi saudaranya) dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan”, kepada orang yang mendoakan kebaikan saudaranya tanpa sepengetahuan mereka.[56]
Penyampai doa pujian – Dua belas malaikat yang berebutan untuk menyampaikan doa pujian salah seorang sahabat nabi kepada Allah.[57]
Penyaksi wafatnya sahabat nabi – 70 ribu malaikat yang menyaksikan wafatnya Sa’ad bin Muadz.[58]
Pelindung dan pemberi dukungan orang beriman – Para malaikat yang pelindung orang-orang beriman ketika hidup didunia dan akherat, ketika orang beriman dalam keadaan sekarat mereka akan memberikan dukungan.[59]
Pembeda haq dan bathil – Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[60]
Penentram hati – Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[61]
Penjaga pintu langit – Tujuh malaikat yang menjaga tujuh pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[62]
Pemberi salam ahli surga – Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[63]
Pemohon kerahmatan (belas kasih)[64]
Pemohon ampunan orang beriman – Para malaikat yang terdapat disekeliling ‘Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.[65]
Pemohon ampunan manusia di bumi – Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.[66]
Pemohon ampunan para lelaki yang salat di masjid – Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi para lelaki yang ikhlas salat berjamaah di masjid.[67][68][69][70]
Pemohon ampunan pembesuk orang sakit – 70 ribu malaikat yang mengiringi dan mendoakan ampunan bagi umat muslim yang membesuk orang sakit.[71][72][73]
Pemohon ampunan orang yang bershalawat kepada Nabi – Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi orang-orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad.[74]
Pemohon ampunan orang yang mengajarkan kebaikan – Para malaikat yang mendoakan ampunan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia.[75]
Pemohon ampunan orang tidur dalam keadaan suci – Para malaikat yang berada di dalam pakaian orang tidur dalam keadaan suci.[76]
Penghormat penuntut ilmu – Para malaikat yang berhenti terbang karena ingin mendengarkan ilmu atau menghormati orang yang mencari ilmu pengetahuan.[77]
Pengatur urusan dunia – Malaikat yang mengatur urusan manusia didunia.[78]
Pendengar bacaan Qur’an
Pendengar bacaan ketika manusia salat – Para malaikat yang mendengarkan dan menelan bacaan Qur’an ketika manusia salat.[79]
Pendengar bacaan manusia – Malaikat yang mendengarkan bacaan Qu’ran manusia.[80][81]
Pendo’a orang yang berinfaq dan orang kikir – Para malaikat yang berdoa setiap pagi dan sore untuk orang yang berinfaq dengan doa kebaikan dan penahan infaq dengan doa kehancuran.[82]
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur’an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur’an, ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin dan lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik di dalam Al Qur’an, yaitu Jibril (Al Baqarah 2:97,98 dan At Tahrim 66:4), Mikail (Al Baqarah 2:98) dan Malik (Al-Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.

Baca Juga  Fungsi Civil Society

Demikianlah informasi tentang pengertian malaikat, sifat, nama, tugas dan tempat yang tidak disukai secara lengkap. Semoga saja informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang sedang membutuhkan informasi dalam menjawab tugas sekolah / kampus anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *