Info Terbaru

Pengertian Indeks Harga, Jenis-jenis, Fungsi dan Manfaatnya

Loading...
Advertisement


Loading...

Pengertian Indeks Harga | Inilah pengertian indeks harga yang benar dan sering dijadikan sebagai referensi untuk mengartikan apa itu indeks harga. Berbicara mengenai indeks harga maka kita akan berbicara tentang perekonomian. Dari masa ke masa, perekonomian berjalan fluktuatif, naik turun atau maju mundur. Ada masanya produksi bisa meningkat, tetapi disaat tertentu juga terjadi penurunan. Begitupun dengan keuntungan perusahaan, harga barang dan biaya hidup atau pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun 2 (dua) waktu yang berbeda maka dibutuhkan angka indeks. Lewat angka indeks tersebut kita bisa mengetahui pergerakan perekonomian berupa naik turunnya pendapatan, harga dan sebagainya.

Pengertian Indeks Harga

Indeks harga adalah suatu rasio yang pada umumnya sudah dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel dalam waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama di waktu atau lokasi yang lainnya. Indeks harga bisa kita artikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tentang berbagai macam perubahan yang telah terjadi pada harga berdasarkan waktu ke waktu.

Pengertian indeks harga adalah suatu ukuran yang menginformasikan tentang perubahan yang terjadi pada harga dari setiap waktu atau dari satu periode ke periode lainnya.

pengertian indeks harga

Jenis Indeks Harga

1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah suatu angka perbandingan perubahan mengenai harga barang dan jasa yang dihitung serta dianggap untuk mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah dimana disesuaikan dengan pola konsumsi aktual yang ada di masyarakat.

2. Indeks harga produsen (IHP) adalah suatu perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen di kurun waktu tertentu, yang dibeli oleh para produsen antara lain bahan-bahan setengah jadi dan bahan mentah. Perbedaan antara IHK dan IHP yaitu kalau IHP akan mengukur tingkat harga pada saat berawalnya sistem distribusi, IHK mengukur harga secara langsung yang dibayar oleh para konsumen di tingkat harga eceran yang telah ditentukan. Indeks harga produsen bisa disebutjuga sebagai indeks harga grosir.

3. Indeks harga yang telah dibayar dan diterima oleh petani. Indeks harga berbagai jenis barang yang mesti dibayar oleh petani baik itu untuk biaya proses produksi ataupun biaya hidup, apabila dalam penghitungan indeks tersebut dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, upah pekerja, dan pajak yang harus dibayar oleh para petani, indeks yang diperoleh bisa disebut indeks paritas. Adapun rasio perbandingan antara indeks harga yang dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam kurun waktu tertentu disebut sebagai rasio paritas.

Ciri-ciri Indeks Harga

Berikut beberapa ciri indeks harga di bawah ini:

1. Indeks harga dipakai sebagai standar perbandingan harga sepanjang waktu.

2. Penetapan indeks harga yang didasarkan pada sesuatu yang relevan.

3. Indeks harga yang telah ditetapkan oleh sampel, bukan dari populasi.

4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang mempunyai keadaan ekonomi yang stabil.

5. Perhitungan indeks harga dengan cara memakai metode yang tepat dan sesuai.

6. Perhitungan indeks harga bisa dilakukan dengan cara membagi harga tahun akan dihitung indeksnya dengan harga tahun lalu yang dikali 100.

Peran Indeksi Harga untuk Ekonomi

1. Indeks harga adalah suatu petunjuk atau barometer dari keadaan ekonomi secara umum. Hal tersebut mengandung suatu maksud sebagai berikut:

– Indeks harga grosir menunjukkan secara tepat mengenai tren perdagangan.

– Indeks harga diterima oleh para petani untuk menggambarkan tingkat kemakmuran pada bidang agraria.

2. Indeks harga umum adalah suatu pedoman untuk berbagai macam administrasi dan kebijakan perusahaan.

3. Indeks harga bisa digunakan untuk deflator, pengaruh perubahan harga bisa dihilangkan lewat cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang terlihat lebih sesuai. Proses tersebut dikenal sebagai deflasi dan pembagiannya didsebut deflator.

4. Indeks harga bisa dipergunakan sebagai pedoman untuk pembelian berbagai jenis barang. Hal ini bermaksud bahwa harga barang yang dibeli bisa kita bandingkan dengan indeks harga grosir atau eceran supaya bisa kita ukur efisiensinya dalam pembelian suatu barang yang bersangkutan.

5. Indeks harga barang-barang konsumsi adalah suatu pedoman dalam melakukan pengaturan gaji buruh atau untuk dapat menyesuaikan kenaikan gaji buruh ketika terjadi inflasi.

Penyusunan Indeks Harga

Memang terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk penyusunan angka indeks yang kedepan dapat kita gunakan sebagai data yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan. Nah, berikut hal-hal yang mesti kita perhatikan.

Perumusan Tujuan Penyusunan Angka Indeks

Penyusunan angka indeks memiliki tujuan untuk mengukur segala perubahan atau untuk memberikan perbandingan perubahan antar variabel sosial dan ekonomi. Dalam penyusunan angka indeks mesti dirumuskan tentang apa yang akan diukur, bagaimana cara melakukan pengukuran, dan untuk apa pengukuran tersebut kita lakukan.

Sumber dan Syarat Perbandingan Data

Dalam penyusunan indeks harga sekitar kurun waktu atau periode tertentu memerlukan suatu data, baik data jumlah produksinya atau harga barang yang berhubungan pada setiap tahunnya. Maka mesti ditentukan beberapa jenis barang yang dimasukkan dalam penghitungan angka indeks. Terdapat sebuah kesulitan, dimana kesulitan utama yaitu memilih komponen yang termasuk kumpulan variabel yang akan diperhitungkan. Adapun contohnya, indeks bahan makanan, pilihlah berbagai jenis makanan yang seringkali digunakan oleh masyarakat umum. Akan tetapi pemilihan jenis barang tersebut mestilah bisa mewakili atau representatif. Cara ini disebut judgment sampling.

Pemilihan Periode Dasar

Periode dasar atau bisa disebut sebagai tahun dasar merupakan suatu periode atau tahun yang mempunyai angka indeks 100. Sedangkan pada tahun berikutnya sebagai tahun tertentu atau given year.

Contoh:

Diketahui sebuah angka indeks yang diawali dari tahun 2000 hingga 2003 antara lain:

– tahun 2000 = 100
– tahun 2001 = 110
– tahun 2002 = 115
– tahun 2003 = 120

Dari indeks harga yang telah diketahui tersebut, tahun dasarnya yaitu tahun 2000, hal tersebut karena telah menunjukkan angka 100%.

Adapun beberapa faktor yang mesti diperhatikan untuk memilih tahun dasarnya:

1. Pemilihan periode tahun dasar bisa kita lakukan ketika perekonomian relatif stabil.

2. Periode dasar mempunyai jangka waktu tak terlalu pendek atau terlalu panjang, jarang sekali tahun dasar yang memakai jangka waktu sampai seminggu lebih lama melebihi 5 tahun.

3. Pemilihan tahun dasar berdasarkan suatu kejadian yang penting.

Pemilihan timbangan

Membandingkan suatu barang, selain memperhatian faktor harganya, maka ada baiknya juga kita memperhatikan faktor kuantitas sebagai timbangan dan angka-angka penimbang. Pada jenis barang yang dianggap penting, maka faktor penimbangnya lebih tinggi ketimbang barang yang kurang penting.

Metode Perhitungan Indeks Harga

Pada perhitungan angka indeks bisa kita lakukan dengan cara memakai beberapa motede. Oleh karena itu, mesti dilakukan pemilihan yang tepat mengenai tujuan supaya angka indeks yang ditetapkan bisa dicapai.

Pada dasarnya terdapat 2 cara perhitungan angka indeks sebagai berikut:

1. Angka indeks sederhana (Simple agregative methode) dibagi dalam bentuk berupa rata-rata harga relatid dan agregatif sederhana.

2. Angka indeks yang diukur timbangannya atau beratnya, dibagi dalam bentuk agregatif yang sederhan dan rata-rata harga relatif tertimbang.

Supaya lebih jelasnya lagi, mari kita memperhatikan pembahasan di bawah ini:

a. Indeks harga tidak tertimbang dengan menggunakan Metode Agregatif Sederhana.
Angka indeks yang dimaksud dalam perhitungan indeks harga tak tertimbang yang mencakup indeks harga, nilai dan kuantitas. Mari kita menyimak pembahasannya masing-masing.

1. Angka Indeks harga (Price=P)

rumus angka indeks harga

2. Angka Indeks Kuanttias (Quantity= Q)

angka indeks kuantitas

Keterangan:

IA = indeks kuantitas yang tidak ditimbang
Qn = kuantitas yang ingin dihitung angka indeks
Qo = kuantitas pada tahun dasar

indeks kuantitas

3. Angka Indeks Nilai (Value=V)

angka indeks nilai

Perhitungan angka indeks dengan memakai metode agregatif sederhana mempunyai kebaikan karena memiliki sifat sederhana sehingga sangat mudah untuk menghitungnya. Akan tetapi, metode ini juga mempunyai kelemahan yaitu kalau terjadi adanya perubahan kuantitas satuan barang, maka yang terjadi angka indeksnya juga ikut mengalami perubahan.

b. Angka Indeks Tertimbang
Perhitungan angka indeks tertimbang bisa dilakukan dengan cara memakai beberapa metode.

1. Metode Agregatif Sederhana

metode agregatif sederhana

Angka indeksnya tertimbang dengan cara metode agregatif sederhana dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan:
IA = indeks harga yang ditimbang
Pn = nilai yang dihitung angkanya
Po = harga tahun dasar
W = faktor penimbang.
Contoh perhitungan dari angka indeks harga :

contoh perhitungan indeks harga

2. Metode Laspeyres
Angka Indeks Laspeyres adalah angka indeks yang ditimbang dengan cara memperhatikan beberapa faktor penimbangnya kuantitas tahun dasar (Qo).

metode laspeyres

Contoh

contoh perhitungan metode laspeyres

3. Metode Paasche

Angka Indeks Paasche adalah angka indeks yang tertimbang dengan cara memperhatikan faktor penimbang kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya (Qn)

metode perhitungan paasche

Dari metode Paasche dan Metode Laspeyres mempunyai kelemahan antara lain:

– Angka Indeks Paasche mempunyai kelemahan yaitu hasil perhitungan yang memang cenderung lebih rendah atau under estimate, hal tersebut disebabkan karena naiknya harga suatu barang bisa menyebabkan permintaan menjadi turun, sehingga Qn akan lebih kecil ketimbang Qo. Untuk bisa menghilangkan kelemahan tersebut maka bisa kita lakukan dengan cara mengintegrasikan angka indeksnya tersebut yaitu memakai suatu cara metode angka indeks Bowley dan Drobisch.

– Angka Indeks Laspeyres mempunyai kelemahan pada hasil perhitungan yang lebih besar atau over estimate. Hal tersebut disebabkan karena secara umum harga barang cenderung mengalami kenaikan sehingga kuantitas barang yang diminta mengalami penurunan. Dengan demikian bisa kita simpulkan bahwa besarnya Qo akan lebih besar ketimbang Qn. Untuk dapat menghilangkan kelemahan tersebub maka bisa dilakukan dengan cara mengintegrasikan angka indeksnya tersebut yakni memakai cara metode angka indeks Drobisch and Bowley.

4. Metode Drobisch and Bowley

Angka indeks tertimbang dengan memakai cara atau metode Drobisch and Bowley yang rumusannya sebagai berikut:

metode drobisch and bowley

5. Metode Irving Fisher
Perhitungan angka indeks dengan memakai metode Irving Fisher termasuk angka indeks yang ideal. Irving Fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks paasce dan laspeyres.

metode irving fisher

6. Metode Marshal Edgewarth

Perhitungan metode Marshal Edgewarth adalah angka indeks ditimbang dihitung dengan cara mengombinasikan kuantitas tahun dasar dan kuantitas tahun n. Kemudian dikali dengan harga pada tahun dasar atau tahun n.

metode marshal edgewarth

Contoh:

contoh perhitungan metode marshal edgewarth

Nah, demikianlah informasi tentang pengertian indeks harga, jenis indeks harga, penyusunan indeks harga, metode perhitungan, peranannya dan cirinya. Semoga informasi ini dapat memberikan informasi bermanfaat bagi anda yang membutuhkan tentang pengertian indeks harga.

Advertisements
Pengertian Indeks Harga, Jenis-jenis, Fungsi dan Manfaatnya | fajeros | 4.5