Pengertian Empati

Empati diartikan sebagai respons afektif dan kognitif yang kompleks terhadap stres emosional orang lain. Empati mencakup kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain. Kata empati dalam bahasa Inggris (Empathy) ditemukan pada tahun 1909 oleh E.B. Titchener sebagai sebuah bisnis, sebuah fenomena baru yang dieksplorasi oleh Theodor Lipps pada akhir abad ke-19. Sesudah itu, diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Jerman sebagai “Empathie” dan dipakai di sana.

pengertian-empati-simpati-toleransi

Contoh Empati

Peka terhadap perasaan seseorang sehingga mereka dapat mempertahankan ucapan terbaiknya.

Bersedia mengorbankan properti untuk membantu seseorang yang memiliki masalah atau dilanda bencana alam misalnya.

Berbakti kepada ibu karena dia tahu betapa sulit baginya untuk hamil dan membesarkan anak-anaknya.

Berbaik hati kepada orang miskin, jangan berkata kasar kepada mereka, jaga pikiran Anda tetap baik untuk tindakan mereka dan bantulah sebanyak mungkin.

Ia tidak menjadi orang yang menyusahkan orang lain karena dipahami bahwa orang-orang bermasalah lainnya membebani mereka dengan kesusahan.

Ringan tangan dalam memfasilitasi urusan orang lain karena mereka mengerti bahwa jika bisnis mereka difasilitasi itu adalah kesenangan.

Pengertian Simpati

Simpati merupakan proses psikologis di mana seseorang merasa tertarik kepada seseorang atau sekelompok orang karena sikap, penampilan, wewenang, atau tindakannya sedemikian rupa. Dalam proses ini perasaan seseorang memainkan peran yang sangat penting, meskipun dorongan utama untuk simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan bekerja dengannya. Inilah perbedaan utama jika dibandingkan dengan identifikasi. Identifikasi lebih didorong oleh keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap posisi lebih tinggi dan harus dihormati. Ini karena pihak lain memiliki kekuatan atau kemampuan tertentu yang harus dijadikan contoh.

Contoh Simpati

Mengunjungi orang yang sakit

Membantu orang yang terkena dampak

Membantu orang dalam kesulitan

Bantu memecahkan masalah seseorang

Membantu korban bencana alam

Meringankan biaya sekolah

Duka atas kematian seseorang

Menjamu teman yang memiliki masalah

Ucapkan selamat kepada orang-orang yang bahagia

Berikan beberapa aset kepada orang miskin

Berbahagialah untuk kesuksesan orang lain

Membentuk panti asuhan untuk anak yatim dan anak-anak terlantar

Bangun tenda dan posko bantuan untuk korban bencana alam

Perbedaan Empati Dan Simpati

Empati hampir mirip dengan perasaan simpati, tetapi empati bukan hanya perasaan yang muncul tetapi diikuti oleh perasaan organisme dari dalam tubuh yang sangat dalam. Misalnya, jika orang tua teman kita meninggal, kita juga akan merasa tersesat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa empati adalah tindakan yang dilakukan kepada orang lain dengan menggunakan cara berpikir yang benar sehingga menurut orang lain tindakan itu baik dan benar.

Simpati adalah proses saat seseorang memiliki perasaan tertarik pada pihak lain, sehingga mereka merasakan apa yang sedang dialami, dilakukan dan diderita oleh orang itu. Simpati yang paling terlihat adalah perasaan, perasaan memainkan peran utama dalam hal simpati. Simpati dapat diamati ketika dalam persahabatan, tetangga atau bos bekerja dengan bawahan.

Pengertian Toleransi

Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”, toleransi berarti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Contoh Toleransi

Hormati pendapat tentang pemikiran orang lain yang berbeda dari kita, dan saling membantu antara orang tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar kelompok. Toleransi istilah mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah toleransi beragama, yang merupakan sikap saling menghormati dan menghormati di antara para pengikut agama lain, seperti:

Jangan paksa orang lain untuk mengikuti agama kita;

Jangan mencela / menghina agama lain dengan alasan apa pun; dan

Jangan melarang atau mengganggu orang beragama lain untuk beribadah sesuai dengan agama / kepercayaan mereka.

Baca Juga:

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Empati, Simpati, Toleransi Dan Perbedaan Serta Contohnya Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca INFORMASIANA

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *