Info Terbaru

5+ Pengertian Darah, Fungsi dan Bagian-bagian Darah Lengkap

Advertisement
Loading...


Pengertian Darah | Inilah arti darah yang sering dijadikan sebagai acuan dalam mengartikan pengertian darah. Tentu saja, banyak hal yang masih belum dapat kita ketahui dari organ-organ tubuh kita tentang fungsi darah, ginjal, jantung dan masih banyak lagi yang lainnya. Oleh karena itu, disini kita akan membahas mengenai apa itu darah dan fungsinya.

Darah berasal dari bahasa Yunani yaitu Hemo, haima, dan hemato yang berarti darah. Darah adalah suatu cairan yang ada pada semua makhluk hidup (terkecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang memiliki fungsi untuk mengirimkan oksigen dan zat-zat yang diperlukan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia dari hasil metabolisme dan berfungsi sebagai pertahanan tubuh manusia terhadap bakteri atau virus.

Darah manusia merupakan cairan yang ada di dalam tubuh yang memiliki fungsi dalam mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh sel di seluruh tubuh. Kemudian darah juga akan menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa hasil metabolisme dan mengandung berbagai macam bahan penyusun sistem imun yang memiliki tujuan untuk mempertahankan tubuh dari berbagai macam penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga akan diedarkan lewat darah.

Manusia mempunyai sistem peredaran darah tertutup yang berarti bahwa darah mengalir pada pembuluh darah dan diedarkan oleh jantung. darah dipompa oleh jantung untuk dialirkan menuju paru-paru yang berfungsi melepaskan sisa metabolisme diantaranya karbon dioksida dan menyerap oksigen lewat pembuluh arteri pulmonalis. Kemudian dibawa kembali ke jantung lewat vena pulmonalis. Setelah itu, darah dikirimkan pada seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Setelah itu, darah membawa oksigen pada seluruh tubuh lewat saluran halus darah yang dikenal sebagai pembuluh kapiler. Darah kemudian dikembalikan ke jantung lewat pembuluh darah vena cava inferior dan vena cava superior.

Darah termasuk salah satu komponen sistem transport yang tergolong sangat vital keberadaannya. Fungsi vital darah yang ada di dalam tubuh antara lain sebagai alat pengangkut zat kimia seperti hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme pada tubuh, dan pengangkut karbondioksida dan oksigen. Selain daripada itu, komponen darah seperti plasma darah dan trombosit mempunyai peran sangat penting sebagai pertahanan pertama terhadap serangan penyakit yang masuk dalam tubuh.

Namun darah juga merupakan salah satu vektor dalam penularan suatu penyakit. Adapun salah satu contoh penyakit yang bisa ditularkan lewat darah yaitu AIDS. Darah yang memiliki kandungan virus HIV dari makhluk hidup yang HIV Positif bisa menular pada makhluk hidup yang lainnya lewat sentuhan antara darah dan darah, lewat sperrma atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit bisa terjadi lewat darah, objek yang memiliki kandungan darah diasumsikan sebagai ancaman biologis.

Ketika kita melihat darah secara mata kasar maka kita akan melihat darah seperti cairan air yang berwarna merah. Sebenarnya di dalam darah memiliki beberapa komponen dan darah terdiri dari beberapa jenis korpuskula yang membentuk sekitar 45 persen bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang sudah dipadatkan dimana berkisar antara 40 hingga 47. Bagian 55 persen yang lainnya berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah dikenal sebagai plasma darah.

1. Korpuskula darah terdiri atas
– Eritrosit atau sel darah merah (sekitar 99%), Eritrosit tidak memiliki inti sel atau nukleus sel ataupun organel, dan tak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit memiliki kandungan hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan untuk penentuan golongan darah. Orang yang telah kekurangan eritrosit akan menderita penyakit anemia.

– Keping-keping darah atau trombosit (0.6 – 1.0 %), Trombosit bertanggung jawab pada setiap proses pembekuan darah.

– Sel darah putih atau leukosit (0.2%), Leukosit bertanggung jawah terhadap sistem imun tubuh dan memiliki tugas dalam memusnahkan benda-benda yang memang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh semisal bakteri atau virus. Leukosit memiliki sifat amuboid atau tidak mempunyai bentuk yang tetap.

2. Susunan Darah, Plasma atau serum darah terdiri atas:
– Air sekitar 91 %
– Protein sekitar 8.0% (Albumin, protrombin, fibrinogen, dan globulin).
– Mineral sekitar 0.9% (Natrium klorida, garam dari kalsium, kalium, fosfor, nitrogen, besi dan natrium bikarbonat).
– Garam

3. Plasma darah pada dasarnya yaitu larutan air yang memiliki kandungan hormon, immunoglobin (antibodi), bahan pembeku darah, albumin, berbagai jenis garam, dan berbagai jenis protein.

Fungsi Darah untuk Tubuh

Darah mempunyai banyak fungsi dalam tubuh kita yaitu sebagai berikut:

1. Darah sebagai zat pengangkut
Fungsi vital darah yang ada di dalam tubuh antara lain sebagai pengangkut beberapa zat kimia seperti hormon, karbondioksida, pengangkut oksigen dan pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh. Selain daripada itu, komponen darah seperti plasma darah dan trombosit mempunyai peran penting sebagai pertahanan pertama terhadap serangan penyakit yang masuk pada tubuh.

2. Darah sebagai pengangkut oksigen.

Darah manusia merupakan cairan dalam tubuh yang memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa sel di seluruh tubuh.

3. Menjaga sistem kekebalan tubuh
Darah juga akan menyuplai jaringan tubuh lewat nutrisi, mengangkut zat sisa metabolisme dan memiliki kandungan berbagai macam bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Beberapa hormon dari sistem endokrin juga sudah diedarkan lewat darah.

4. Mengangkat karbondioksida dari jaringan untuk segera dikeluarkan lewat paru-paru.

5. Menyebarkan panas pada seluruh tubuh.

6. Memelihara keseimbangan basa dan asam yang ada dalam tubuh.

7. Dapat menutup luka menggunakan keping darah.

Bagian-bagian Darah

1. Sel darah merah (Eritrosit)
Sel darah merah atau eritrosit memiliki bentuk seperti bikonkaf atau cakram dan tidak memiliki inti. Ukuran diameter sekitar 7.7 unit (0,007 mm), tidak bisa bergerak. Banyaknya sekitar 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena di dalamnya memiliki kandungan suatu zat yang dikenal sebagai hemoglobin. Warna ini akan bertambah merah kalau di dalamnya banyak terkandung oksigen.

Fungsi sel darah merah yaitu mengikat oksigen yang berasal dari paru-paru untuk dialirkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbondioksida dari jaringan tubuh untuk kembali dikeluarkan lewat paru-paru. Pengikatan karbondioksida dan oksigen dikerjakan oleh hemoglobin yang sudah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + Oksigen 4 Hb-Oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang selanjutnya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbondioksida dan disebut karbondioksida hemoglobin (Hb + Karbondioksida Hb-karbondioksida) yang dimana karbon dioksida tersebut akan segera dikeluarkan oleh paru-paru.

Sel darah merah (Eritrosit) dihasilkan dalam sumsum tulang merah, hati dan limpa. Proses pembentukannya dalam sumsum tulang lewat beberapa tahap. Mula-mula besar dan berisikan nukleus yang tak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan akan siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang selanjutnya akan beredar pada tubuh sekitar kurang lebih 114 – 115 hari, setelah itu akan mati. Hemoblogin yang keluar dari eritrosit yang mati akan segera terurai menjadi dua zat yakni hematin yang memiliki kandungan Fe dimana bermanfaat untuk dapat membuat eritrosit baru dan hemoglobin yakni suatu zat yang terdapat di dalam eritrosit dimana berguna untuk mengikat karbondioksida dan oksigen.

Jumlah normal pada seorang dewasa sekitar 11,5 sampai 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita sekitar 11,5 mg% dan laki-laki sekitar 13.0 mg%. Sel darah membutuhkan protein karena strukturnya terdiri atas asam amino dan membutuhkan zat besi sehingga diperlukan zat besi.

Di dalam tubuh, banyaknya sel darah merah bisa berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin yang ada dalam sel darah merah. Kalau kedua-duanya berkurang maka kondisi disebut anemia yang biasanya disebabkan oleh adanya perdarahan yang hebat, penyakit yang memecahkan sel darah merah dan tempat pembuatan sel darah merah terganggu.

2. Sel darah putih (leukosit)

Sifat dan bentuk leukosit itu berlainan dengan sifat eritrosit kalau kita melihat di bawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang bisa berubah-ubah dan bisa bergerak dengan adanya perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam-macam inti sel sehingga dia bisa dibedakan berdasarkan inti selnya, warna bening (tak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darah sekitar 6000 – 9000.

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yakni memakan dan membunuh bibit penyakit atau bakteri yang masuk pada jaringan RES (sistem retikulendotel), tempat pembiakannya dalam limpa dan kelenjar limfe; sebagai pengangkut yakni mengangkut atau membawa zat lemak dari dinding usus lewat limpu kemudian diteruskan pada pembuluh darah.

Sel leukosit di samping berada dalam pembuluh darah juga terdapat pada seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit itu diakibatkan oleh masuknya kuman atau infeksi maka jumlah sel darah putih yang terdapat pada darah akan jauh lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh sel leukosit dimana biasanya tinggal di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar dalam darah untuk bisa mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah leukosit dalam darah telah melebihi 10000/mm3 disebut leukositas dan kurang dari 6000 maka disebut leukopenia.

Macam-macam leukosit meliputi
a. Agranulosit
Sel leukosit yang tidak memiliki granula didalamnya terdiri atas:
– Limposit, macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe, bentuknya ada yang kecil dan besar, di dalam sitoplasmanya tak terdapat glandula dan intinya besar, banyaknya sekitar 20% – 15% dan fungsinya memakan dan membunuh bakteri yang masuk pada jaringan tubuh.

– Monosit. Terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan banyaknya sekitar 34%. Di bawah mikroskop senantiasa terlihat bahwa protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu memiliki bintik-bintik sedikit kemerahan. Inti selnya panjang dan bulat, warnanya lembayung muda.

b. Granulosit
Disebut sebagai leukosit granular yang terdiri atas:
– Neutrofil
Neutrofil juga disebut Polimorfonukleur leukosit memiliki inti sel yang terkadang terlihat seperti terpisah-pisah. Kemudian protoplasmanya banyak bintik-bintik halus atau glandula dengan jumlah 60% – 50%.

– Eusinofil

Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan neutrofil. Tetapi granula dan sitoplasmanya bisa lebih besar sekitar 24 persen.

– Basofil
Sel ini kecil dari eusinofil tetapi memiliki inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya ada granula-granula besar. Banyaknya setengah bagian dari sumsum merah, dimana fungsinya tidak diketahui.

3. Sel Pembeku (Trombosit)
Trombosit adalah benda-benda kecil yang mati dimana memiliki ukuran dan bentuk bermacam-macam, ada yang lonjong dan bulat, berwarna putih, normal pada orang dewasa 200.000 sampai 300.000 /mm3.

Fungsinya akan memegang peranan penting dalam proses pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal maka kalau ada luka darah yang tidak lekas membeku sehingga muncul pendarahan secara terus menerus. Trombosit berjumlah lebih dari 300.000 mm3 disebut sebagai trombositosis. Trombosit yang dibawah 200.000 disebut sebagai trombositopenia.

PAda plasma daarah ada suatu zat yang ikut membantu terjadinya proses pembekuan darah yaitu fibrinogen dan Ca2+. Fibrinogen mulau bekerja jika tubuh mendapatkan luka. Ketika kita terkena luka maka darah akan keluar trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang disebut trombokinase. Trombokinase ini akan bertemu bersama protrombin dengan adanya pertolongan Ca2+ yang akan menjadi trombin. Selanjutnya Trombin akan bertemu bersama fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tak teratur letaknya dimana akan menahan sel darah. Dengan demikian maka terjadilah proses pembekuan. Protrombin dibuat dalam hati dan untuk pembuatannya membutuhkan vitamin K dengan demikian vitamin K sangat penting untuk proses pembekuan darah.

C. Plasma darah

Bagian cairan darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan merupakan media sirkulasi elemen-elemen darah yang sel darah merah, sel darah putih dan sel pembeku darah juga menjadi media transportasi bahan anorganik dan organik dari suatu organ atau jaringan. PAda penyakit ginjal plasma albumin turun sehingga ada kebocoran albumin yang besar lewat glomerulus ginal. Hampir sekitar 90 persen dari plasma terdiri atas air, disamping itu terdapat pula zat-zat lain yang larut di dalamnya.

Demikianlah informasi tentang pengertian darah, fungsi dan bagian-bagian darah manusia. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat kepada anda yang memang sedang membutuhkan informasi mengenai pengertian darah.

Loading...
Advertisements
5+ Pengertian Darah, Fungsi dan Bagian-bagian Darah Lengkap | fajeros | 4.5