Menu

Pengertian bank dan fungsinya

Pengertian bank | Inilah pengertian bank yang banyak dijadikan acuan dalam mengetahui pengertian bank, nah berikut ada beberapa pengertian bank menurut para ahli yang dapat dijadikan penambah pengetahuan anda:

1. Pengertian bank menurut Dr. B.N. Ajuha adalah suatu tempat untuk menyalurkan modal dari mereka yang tidak bisa digunakan dalam melakukan proses penguntungan kepada mereka yang bisa membuatnya tampak lebih produktif untuk memberikan keuntungan kepada masyarakat.

2. Pengertian bank menurut G.M. Verryn Stuart adalah suatu badan usaha yang keberadaannya memuaskan segala keperluan orang lain dengan jalan memberikan kredit dalam bentuk uang yang diterimanya dari yang lain meskipun dengan cara menambah uang baru seperti uang logam atau uang kertas.

3. Pengertian bank menurut Pierson adalah suatu badan usaha yang dapat menerima kredit tapi tidak dapat memberikan kredit dimana untuk operasionalnya bersifat pasif saja dengan menerima berupa titipan uang saja.

4. Pengertian bank menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan adalah suatu badan usaha kekayaan termasuk aset keuangan dan yang bermotif profit serta sosial sehingga bank tidak sekedar mencari untung.

5. Pengertian bank menurut UU No. 10 Tahunn 1998 adalah suatu badan usaha yang mengumpulkan dana berasal dari masyarakat berupa simpanan dan mendistribusikan kepada masyarakat kedalam wujud kredit atau dalam bentuk yang lain untuk meningkatkan taraf hidup banyak orang.

Mengenai arti bank maka dapat dipastikan bahwa semua orang telah mengerti, baik yang pernah mendapatkan pendidikan di sekolah ataupun yang tidak pernah sekolahpun pasti tahu arti bank. Walaupun tidak semuanya orang memiliki tabungan di bank, tetapi kata bank sering kali dijumpai dalam kehidupan sehari hari kita, semisal iklan di TV yang banyak menunjukkan iklan bank, atau sedang bepergian kita dapat melihat gedung bank.

Pengertian bank dan fungsinya

pengertian bank

Saya pikir kita semua sudah sepakat bahwa arti bank adalah suatu tempat menyimpan uang kita atau menabung, dan juga sebagai tempat untuk dapat meminjam uang. Pada artikel ini, akan dibahas tentang pengertian bank dengan lengkap, mulai asal kata bank, pengertian bank secara umum, dan pengertian bank menurut udang-undang pemerintah.

Asal usul kata bank adalah bahasa Italia yaitu banca yang artinya tempat penukaran uang. Secara umum bahwa pengertian bank adalah suatu lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan memiliki kewenangan untuk dapat menerima simpanan uang, kemdian meminjamkan uang, dan mengeluarkan promes atau yang dikenal banknote.

Sedangkan untuk pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud sebagai bank ialah suatu badan usaha yang mengumpulkan dana dari masyarakat yang bentuknya sebgai simpanan dan dapat menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dengan rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.
Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara RI Nomor 10 Tahun 1998 maka kesimpulannya bahwa usaha perbankan mencakup tiga kegiatan, yaitu mengumpulkan dana, mendistribusikan dana, dan memberikan jasa kepada bank lainnya. Kegiatan mengumpulkan dan mendistribusikan dana merupakan suatu kegiatan pokok bank sedangkan untuk memberikan jasa kepada bank lainnya hanyalah sebagai kegiatan pendukung. Kegiatan mengumpulkan dana, berupa mengumpulkan dana yang berasal dari masyarakat dalam bentuk tabungan, simpana giro, dan deposito. Biasanya diselingi pemberian balas jasa yang menarik semisal, hadiah dan bunga sebagai perangsang bagi masyarakat agar bisa senang menabung. Kegiatan mendistribusikan dana, semisal pemberian pinjaman ke masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan yang lainnya diberikan dalam mendukung segala kelancaran untuk kegiatan utama tersebut.

Baca Juga  5 Tanaman Ini Dianggap Sebagai Pembawa Sial, Pernah Memilikinya? - Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

B. Jenis-jenis Bank

1. Bank Sentral yaitu bank yang bertugas menerbitkan uang logam dan uang kertas sebagai alat pembayaran sah dalam sebuah negara dan dapat mempertahankan konversi uang terhadap emas atau perak ataupun keduanya.

2. Bank Umum yaitu bank yang bukan hanya dapat meminjamkan atau menginvestasikan segala jenis tabungan yang telah diperolehnya, melainkan juga bisa memberikan suatu pinjaman dengan menciptakan sendiri berupa uang giral.

3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yaitu suatu bank yang melakukan kegiatan usaha dengan cara konvensional atau atas dasar prinsip syariah yang kegiatannya tidak bisa memberikan jasa pada lalu lintas pembayaran.

4. Bank Syariah yaitu bank yang dapat beroperasi atas dasar prinsip bagi hasil yang sesuai kaidah ajaran islam mengenai hukum riba.

C. Fungsi Bank

1. Menghimpun dana agar dapat menjalankan fungsinya sebagai pengumpul dana maka bank mempunyai beberapa sumber yang garis besarnya ada tiga sumber, yaitu:

a. Dana yang berasal dari bank sendiri berupa setoran modal pada waktu pendirian.

b. Dana yang dari masyarakat luas kemudian dikumpulkan lewat usaha perbankan semisal usaha simpanan giro, tabanas dan deposito.

c. Dana yang berasal dari Lembaga Keuangan yang sudah diperoleh dari pinjaman dana berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu bisa ditarik oleh bank peminjam) dan bisa memenuhi persyaratan. Mungkin Anda sudah pernah mendengar beberapa bank telah dilikuidasi atau dibekukan usaha banknya, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah karena banyaknya kredit yang sedang bermasalah atau macet.

2. Penyalur dana-dana yang telah terkumpul oleh bank dapat disalurkan kepada masyarakat dengan bentuk pemberian kredit, pembelian untuk surat-surat berharga, penyertaan, dan pemilikan harta tetap.

Baca Juga  Peristiwa Penangkapan Terkonyol Yang Dilakukan Aparat

3. Pelayan Jasa Bank dalam menjalankan tugas sebagai pelayan lalu-lintas dalam pembayaran uang, kemudian melakukan segala macam aktivitas kegiatan seperti pengiriman uang, inkaso, kartu kredit, cek wisata dan pelayanan lainnya.

Adapun secara spesifik bank bisa berfungsi menjadi agent of trust, agent of develovment dan agen of services.

1. Penyalur/pemberi Kredit Bank pada kegiatannya bukan hanya menyimpan dana yang telah diperoleh, melainkan juga untuk pemanfaatannya bank dapat menyalurkan kembali dalam bentuk kredit untuk masyarakat yang sedang ingin memerlukan dana segar dalam usahanya. Tentunya pada pelaksanaan fungsi ini maka diharapkan bank mendapatkan sumber pendapatan yaitu bagi hasil atau dalam bentuk pemberian bunga kredit. Pemberian kredit dapat menimbulkan resiko, oleh karena itu pemberiannya mesti benar-benar teliti

1. Agent Of Trust

Yaitu lembaga yang didasari atas kepercayaan. Landasan kegiatan perbankkan yaitu kepercayaan ( trust ), baik pengumpul dana maupun pendistribusi dana. Masyarakat akan mau menyimpan dananya di bank jika didasari atas kepercayaan. Pada fungsi ini akan terbangun kepercayaan, baik dari pihak penyimpan dana maupun dari bank, dan kepercayaan ini terus berlanjut kepada debitor. Kepercayaan ini sangat penting dibangun karena pada keadaan ini maka semua pihak ingin diuntungkan untuk dapat baik dari wilayah penyimpangan dana dan penampung dana maupun untuk penerima pendistribusi dana tersebut.

2. Agent Of Development

Yaitu lembaga yang menggerakkan dana dalam pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa pengumpul dan pendistribusi dana akan sangat diperlukan untuk lancarnya suatu kegiatan perekonomian dalam sektor riil. Kegiatan bank tersebut membuat mungkin masyarakat dapat melakukan sebuah kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi atas barang dan jasa, mengingat bahwa pada kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak bisa dilepaskan dari penggunaan uang. Kelancaran kegiatan-kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini adalah kegiatan pembangunan perekonomian untuk masyarakat.

3. Agent Of Services

Yaitu lembaga yang menggerakkan dana untuk pembangunan ekonomi. Disamping dalam melakukan kegiatan mengumpulkan dan menyalurkan dana, bank juga dapat memberikan penawaran atas jasa perbankan yang lain ke masyarakan. Jasa yang ditawarkan bank ini memiliki keterkaitan dengan kegiatan dalam perekonomian masyarakat pada umumnya.

D. Reformasi Bank

Paket Juni 1983 adalah suatu kebijakan perbankan yang telah dikeluarkan tanggal 1 juni 1983 yang dikenal sebagai paket non ceiling policy, artinya perbankan telah bebas dari ketentuan batas atas (ceiling) untuk suku bunga. Hal ini berarti bahwa bank-bank bisa menentukan suku bunga yang akan ditawarkan untuk masyarakat sesuai pertimbangannya sendiri. Bank bisa menawarkan suku bunga kredit yang murah dan sebalikmua bank bisa menawarkan suku bunga tabungan atau deposito dengan harga langit. Pertimbangannya dalam penentuan suku bunga itu dikembalikan kepada setiap bank sepanjang sesuai dengan prnsip ekonomi berupa menjamin kelangsungan hidup bank.
Pokok-pokok kebijakan deregulasi perbankan 1 juni 1983 yaitu :
1. Pagu credit (ceiling policy) dibebaskan berarti setiap bank bisa mengadakan ekspansi kreditnya sesuai pengelolaan setiap bank dengan dasar bank tersebut mempunyai loanable funds yang sudah cukup.
2. Loanable funds yang berasal dari kredit likuiditas dan bank Indonesia (KLBI) yang dibatasi dan hanya dapat diberikan untuk setiap kredit yang bersifat prioritas.
3. Masing-masing bank bebas dalam menentukan tingkat bunga dalam simpanan dan untuk bunga pinjamannya.
PAK TO 1988
Kebijakan paket kebjakan 1 juni 1983 dalam hal menggerakkan dana serta memacu terjadinya peningkatan efisiensi perbankan untuk dilanjutkannya deregulasi pada bidang perbankan. Memang, salah satu tujuan dan deregulasi pada bidang perbankan yaitu menciptakan iklim yang memicu terjadinya persaingan usaha yang sehat diantara banyak dalam meningkatkan efisiensi untuk kegiatan usahanya.
Pada awal tahun 1988, keadaan perekonomian di Indonesia telah membaik. Hal ini akan mendorong pemerntah agar dapat melanjutkan dan mempeluas lagi wilayah kebijakan deregulasi pada bidang perbankan yaitu dengan dikeluarkannya paket kebijakan 27 oktober 1998 (pakto 1988) yang merupakan awal mula “liberalisasi dalam sektor perbankan”.
Tujuan dari pakto 1988 yaitu :
a. Terjadinya Peningkatan pergerakan dana dan alokasi dana
b. Optimalisasi Pendayagunaan lembaga keuangan dan perbankan agar dapat berfungsi sebagai sarana dalam transaksi yang dapat mendorong ekspor non minyak dan ekspor gas
c. Terjadinya peningkatan efisiensi dan kemudahan dalam pendirian bank
d. Terjadinya Pengendalian kebijakan moneter serta munculnya iklim pengembangan dalam pasar modal.

Baca Juga  PASTI GAADA YG SADAR!! Inilah Beberapa Artis Terkenal yang Muncul di Video Game!

Secara umum tujuan dilancarkannya suatu deregulasi dapat disimpulkan bahwa :
a. Penyederhanaan pada proses segala macam kegiatan ekonomi.
b. Penekanan ongkos-ongkos non produktif pada bidang perekonomian.
c. Efisiensi terhadap lembaga-lembaga pelaku ekonomi.
d. Pengurangan atas campur tangan pemerintah untuk perekonomian
e. Meningkatkan peran swasta yang tambah besar untuk perekonomian.
f. Mengupayakan meningkatkan daya saing produk yang ada di dalam negeri agar dapat bersaing di percaturan ekonomi internasional.

Demikianlah informasi mengenai pengertian bank dan fungsinya | Semoga informasi mengenai pengertian bank dan fungsinya dapat memberikan manfaat dalam menambah wawasan tentang pengertian bank dan fungsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.