by

Pakai Rekening Ini Ingin Transferan BLT Subsidi Gaji di 2021 Dipastikan Hangus, Simak Alasannya

INFORMASIANA- Karyawan atau pegawai swasta hingga kini masih menunggu kepastian kapan pencairan bantuan subsidi upah/gaji kembali ditransfer oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan.

Golongan karyawan atau pegaawai yang sudah menerima bantuan ini merasa tertolong dengan adanya BLT BSU dari BPJS Ketenagakerjaan karena bisa membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari di tengah ancaman PHK akibat ekonomi yang belum stabil.

Kabarnya, program bantuan sosial (bansos) Bantuan Langsung Tunai atau BLT BPJS Ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan disalurkan kembali di tahun 2021.

Ini diungkapkan Menaker Ida Fauziyah pada saat membahas proses penyaluran BLT BPJS Ketenagakerjaanterkait penyaluran Subsidi Gaji di tahun 2021.

Menurut penjelasan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan bahwa BLT BPJS Ketenagakerjaan tidak akan disalurkan bagi para pemilik rekening ini di tahun 2021.

“Lebih lanjut terkait kebijakan BSU di tahun 2021, saat ini masih dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite PEN. Kemnaker tentu siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul tahun depan. Kita persiapkan desain kebijakannya bersama-sama,” kata Menaker Ida dikutip dari FIxindonesia.com

Bansos BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 ini disalurkan bagi pekerja yang terkena dampak pandemi Covid-19, dan membutuhkan dukungan ekonomi untuk menghidupkan kembali daya beli para pekerja terkait.

Akan tetapi, Menaker Ida Fauziyah tak akan salurkan dana BLT atau Bantuan Langsung Tunai BPJS Ketenagakerjaan 2021 alias, kepada pemilik rekening berikut ini:

Rekening tidak sesuai NIK
Rekening yang sudah tidak aktif
Rekening pasif
Rekening tidak tercatat
Rekening telah dibekukan oleh Bank.

Para pekerja yang berhak menerima Bantuan Langsung Tunai atau BLT BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021 merupakan pekerja yang telah memenuhi persyaratan, dan memiliki rekening yang aktif.

“Kami ingatkan bahwa pemberi kerja yang tidak memberikan data yang sebenarnya dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undang,” tegas Menaker Ida.

“Begitupun dengan pekerja yang tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, namun telah menerima bantuan ini, maka yang bersangkutan wajib mengembalikan bantuan tersebut ke rekening kas negara,” lanjutnya.

Berikut persyaratan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020 untuk mendapatkan BLT BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021, antara lain:

WNI yang dibuktikan dengan NIK
Pekerja/Buruh penerima gaji/upah
Terdaftar sebagai peserta aktif program jamsos BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020
Peserta aktif program Jamsos Ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp 5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan
Memiliki rekening bank yang aktif.

Bagi para pekerja yang berhak menerima dana Bantuan Langsung Tunai atau BLT BPJS Ketenagakerjaan tahun 2021, dan telah didaftarkan oleh pihak pemberi kerja, segera untuk mengeceknya melalui link yang telah disediakan oleh pihak Kemnaker di link bsu.kemnaker.go.id.

Dalam keterangan resmi di laman kemnaker go.id, Menteri Ida Fauziyah menyebut untuk program subsidi ini, Kementerian Keuangan telah menganggarkan dana yang cukup besar yakni sekitar Rp33,1 triliun.

 

News Feed