Pengertian Distribusi Frekuensi Terlengkap

Distribusi Frekuensi: Pengertian, Jenis, Bentuk, Penyajian, Tabel dan Contoh Soal adalah Salah satu cara untuk mengatur, menyusun, atau meringkas data

distribusi-frekuensi

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gelombang

Pengertian Distribusi Frekuensi

Salah satu cara untuk mengatur, menyusun, atau meringkas data ialah dengan cara membuat distribusi frekuensi. Kata ditribusi berasal dari kata distribution (bahasa inggris), yang berarti penyaluran, pembagian, atau pancaran. Jadi, secara mendasar, distribusi frekuensi dapat diartikan sebagai penyaluran frekuensi, pembagian frekuensi, atau pancaran frekuensi. Sedangkan, frekuensi sendiri juga berasal dari bahasa Inggris, frequency, yang berarti kekerapan, keseringan, atau jarang-kerapnya. Dalam statistika, frekuensi berarti seberapa kali suatu variabel yang dilambangkan dengan angka (bilangan) berulang kali dalam deretan data angka tersebut.

Dengan demikian, distribusi frekuensi merupakan suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variabel yang dilambangkan dengan angka itu telah tersalur, terbagi, tersebar, dan terpancar. Penggambaran angka (bilangan) atau penyajian data angka tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik/gambar, yang kemudian dikenal dengan istilah tabel distribusi frekuensi dan grafik distribusi frekuensi.

Data yang telah diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa data acak yang dapat dibuat menjadi data yang berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar (Hasan, 2001).

Sebuah distribusi frekuensi akan memiliki bagian-bagian yang akan dipakai dalam membuat sebuah daftar distribusi frekuensi. Bagian-bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut (Hasan, 2001):

Kelas-kelas (class) adalah kelompok nilai data atau variable dari suatu data acak.

Batas kelas (class limits) adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yang satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka-angka tertentu. Terdapat dua batas kelas untuk data-data yang telah diurutkan, yaitu: batas kelas bawah (lower class limits) dan batas kelas atas (upper class limits).

Tepi kelas disebut juga batas nyata kelas, yaitu batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua tepi kelas yang berbeda dalam pengertiannya dari data, yaitu: tepi bawah kelas dan tepi atas kelas.

Titik tengah kelas atau tanda kelas adalah angka atau nilai data yang tepat terletak di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang mewakili kelasnya dalam data. Titik tengah kelas = ½ (batas atas + batas bawah) kelas.

Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain.Panjang interval kelas atau luas kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu dari data acak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Satuan, Nilai, Pengertian Gravitasi Terlengkap

Macam Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi terdiri dari dua yaitu: Distribusi Frekuensi Kategori dan Distribusi Frekuensi Numeric.

Distribusi Frekuensi Kategori

Adalah distribusi frekuensi yang mengelompokkan datanya disusun berbentuk kata-kata (kualitatif).

Contoh: Tabel Perbandingan Jumlah Perokok (Data Fiktif)

No

Negara

Frekuensi ( Juta )

1Cina3502Amerika Serikat1003Rusia904Indonesia805Brazil706Meksiko40Distribusi Frekuensi Numeric

Adalah distribusi penyatuan kelas-kelasnya (disusun secara interval) didasarkan pada angka-angka.

Contoh: Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistik (Data Fiktif)

Interval Kelas

frekuensi

50 – 54555 – 59860 – 641565 – 694070 – 741775 – 79980 – 8410Teknik Distribusi Frekuensi Numeric

Langkah-langkah pembuatan distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:

Urutan data dari yang terkecil sampai yang terbesar.Hitung jarak atau rentangan (R).
Rumus: R = data tertinggi – data terkecil.Hitung jumlah kelas (K).
Rumus: K = 1 + 3,3 log n.
Di mana: n = jumlah data.Hitung panjang kelas interval (P).
Rumus P = Rentangan (R) / jumlah kelas (K).Tentukan batas data terendah, dilanjutkan dengan enghitung kelas interval, dengan cara menjumlah tepi bawah kelas ditambah dengan panjang kelas (P) dan hasilnya dikurangi 1 sampai pada data terakhir.Buatlah tabel sementara (tabulasi dengan cara menghitung satudemi satu sesuai dengan urutan interval kelas).Contoh Soal dan Jawaban:

Nilai ujian statistika 65 orang mahasiswa adalah sebagai berikut:

30, 25, 90, 42, 50, 45, 26, 80, 70, 70, 60, 45, 46, 50, 40, 78, 55, 43, 56, 58, 42, 52, 53, 68, 50, 40, 78, 36, 42, 35, 60, 85, 30, 68, 82, 27, 25, 75, 76, 74, 71, 72, 63, 63, 62, 65, 61, 50, 50, 51, 56, 58, 57, 64, 60, 65, 74, 70, 72, 90, 88, 88, 90, 75, 75.

Ditanya: Buatlah distribusi frekuensi dari data di atas?

Jawab: Langkah-langkah pembuatan distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:

Urutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar
25, 25, 26, 27, 30, 30, 35, 36, 40, 40, 42, 42, 42, 43, 45, 45, 46, 50, 50, 50, 50, 50, 51, 52, 53, 55, 56, 56, 57, 58, 58, 60, 60, 60, 61, 62, 63, 63, 64, 65, 65, 68, 68, 70, 70, 70, 71, 72, 72, 74, 74, 75, 75, 75, 76, 78, 8, 80, 82, 85, 88, 88, 90, 90, 94.Menghitung jarak atau rentangan (R).
Rumus: R = data tertinggi – data terkecil.
R = 94 – 25 = 69Menghiting jumlah kelas.
K = 1 + 3,3 log n
= 1 = 3,3 log (65)
= 1 + 3,3 (1,8192)
= 6,98
= 7Hitung panjang kelas (P).
P = R / K
= 69 / 7
= 9,8
= 10Hitung batas panjang interval kelas (P)
25 + ( 10 -1 ) = 34
35 + ( 10 -1 ) = 44
45 + ( 10 -1 ) = 54
55 + ( 10 -1 ) = 64
65 + ( 10 -1 ) = 74
75 + ( 10 -1 ) = 84
85 + ( 10 -1 ) = 94Membuat tabel distribusi frekuensi dengan cara memindahkan hasil langkah ke-5 ke dalam kolom interval kelas dan isi kolom frekuensi dengan jumlah frekuensi setiap interval kelas diambil dari langkah ke-1.

Tabel Distribusi Frekuensi Nilai Statistik

KelasInterval Kelasfrekuensi125 – 346235 – 448345 – 5411455 – 6414565 – 7412675 – 848785 – 946Jumlah65

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Distribusi Frekuensi Terlengkap

Jenis Jenis Distribusi Frekuensi

Distribusi frekuensi memiliki jenis-jenis yang berbeda untuk setiap kriterianya. Berdasarkan kriteria tersebut, distribusi frekuensi dapat dibedakan tiga jenis

Distribusi frekuensi biasa
Distribusi frekuensi yang berisikan jumlah frekuensi dari setiap kelompok data. Distribusi frekuensi ada dua jenis yaitu distribusi frekuensi numerik dan distribusi frekuensi peristiwa atau kategori.Distribusi frekuensi relatif
Distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan. Distribusi frekuensi relatif menyatakan proporsi data yang berada pada suatu kelas interval, distribusi frekuensi relatif pada suatu kelas didapatkan dengan cara membagi frekuensi dengan total data yang ada dari pengamatan atau observasi.Distribusi frekuensi kumulatif
Distribusi frekuensi yang berisikan frekuensi kumulatif (frekuensi yang dijumlahkan). Distribusi frekuensi kumulatif memiliki kurva yang disebut ogif. Ada dua macam distribusi frekuensi kumulatif yaitu distribusi frekuensi kumulatih kurang dari dan distribusi frekuensi lebih dari.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gelombang Bunyi : Karakteristik, Sifat, Sumber, Contoh, Teori, Frekuensi

Tabel Distribusi Frekuensi

Tabel distribusi frekuensi merupakan alat penyajian data statistika yang berbentuk kolom dan lajur (baris), yang di dalamnya termuat angka-angka yang dapat melukiskan atau menggambarkan pancaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian. Sebelum menggunakan tabel, ada tiga tahapan yang perlu dilakukan pada data, yaitu penyusunan, penyederhanaan, dan pengelompokan.

Contoh:

Diketahui data berikut: 60, 50, 75, 60, 80, 40, 60, 70, 100, 75.

1. Tahap penyusunan: 40, 50, 60, 60, 60, 70, 75, 75, 80, 100.2. Tahap penyederhanaan.Nilai ( X )Banyaknya Orang ( Frekuensi )100

80

75

70

60

50

40

1

1

2

1

3

1

1

Jumlah ( N )10

Jika data yang diperoleh banyak/besar (data kelompok), jumlah lebih besar dari 30 (N > 30), sebaiknya data itu disusun dalam bentuk tabel distribusi frekuensi data kelompok.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gelombang Elektromagnetik : Pengertian, Sifat, Macam, Rumus Beserta Contoh Soal Lengkap

Penyajian Data dalam Tabel Distribusi FrekuensiTabel Distribusi Frekuensi Data Tunggal

Tabel distribusi frekuensi data tunggal adalah salah satu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan frekuensi dari data angka. Angka yang ada tersebut tidak dikelompok-kelompokkan.

Contoh: Berikut distribusi frekuensi nilai mata kuliah statistik pendidikan semester IV dari 40 orang mahasiswa.

Nilai ( X )Frekuensi ( f )4,0

3,5

3,0

2,5

6

9

19

6

Jumlah ( N )40Tabel Distribusi Frekuensi Data Kelompok

Tabel distribusi frekuensi data kelompok adalah salah satu jenis tabel statistik yang di dalamnya disajikan pencaran atau distribusi frekuensi dari data angka. Angka-angka tersebut dikelompokkan (dalam setiap unit terdapat sekelompok angka). Adapun langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi data kelompok adalah sebagai berikut:

Mencari range (R) = penyebaran/jangkauan, dengan rumus:
R = Xt – Xr + 1
R = H – L + 1
Keterangan:
R = range
Xt (H) = nilai tertinggi
Xr (L) = nilai terendahMenentukan kelas/kelompok. Ada dua cara untuk menentukan kelas ini, yaitu dengan rumus dan dengan serampangan.
a) Dengan rumus tetap yang diusulkan Sturgess.
K = 1 + 3,3 log N
Dengan serampangan/sembarangan, yaitu dengan menambah satu kelas lagi, jika masih terdapat salah satu nilai (skor) yang belum masuk dalam distribusi. Bisa juga dengan membulatkan ke atas setiap hasil dari penghitungan penentuan kelompok/kelas.Menghitung lebar kelas (interval kelas) yang disimbolkan dengan i dan dirumuskan sebagai berikut:
i = R/KMenentukan batas kelas (batas bawah nyata dan batas atas nyata) dengan rumus berikut:
batas bawah = ujung bawah – 0,5
batas atas = ujung atas + 0,5Menentukan titik tengah kelas (X1) dengan tiga macam cara sebagai berikut:
a) Titik tengah kelas = 0,5 x (batas bawah + batas atas)
b) Titik tengah kelas = 0,5 x (ujung bawah relatif + ujung atas relatif)
c) Titik tengah kelas =(ujung bawah relatif+ujung ATAS RELATIF)/2Membuat tabel distribusi frekuensi berdasarkan hasil R, K, dan i.
Cara pengisian tabel tersebut:
a) Pada kolom interval kelas, mulailah dari angka yang paling kecil dari data mentah, kemudian diurut sampai empat belas angka sesuai hasil interval, begitu seterusnya ke atas sampai kelas tertentu sesuai hasil K.
b) Data mentah dari masing-masing angka ditabulasikan untuk menentukan frekuensi.
c) Dilakukan perhitungan fk (frekuensi komulatif). Nilai fk ini merupakan akumulasi penjumlahan frekuensi dari bawah ke atas atau sebaliknya, akumulasi frekuensi dari atas ke bawah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa jumlah frekuensi sesuai dengan jumlah N, sekaligus untuk kepentingan membuat grafik ogive.

d) Menentukan titik tengah (X1) dari masing-masing data.
Contoh:
Terdapat data hasil ulangan bidang studi fiqh sebagai berikut:
65 54 44 32 28 82 29 15
78 64 43 17 41 76 35 50
20 96 21 43 46 29 28 52 N = 40
52 27 36 46 53 37 16 55
35 43 33 37 28 68 36 55

1) Mencari range. Dari data tersebut, range-nya (R) adalah sebagai berikut:
R = 96 – 15 + 1
= 81 + 1
= 82

2) Menentukan kelas/kelompok dengan rumus Sturgess. Dari data tersebut, nilai K dapat dicari sebagai berikut:
K = 1 + 3,3 . 1,6
= 1 + 5,28
= 6,28
= 6

3) Menghitung lebar kelas (interval kelas). Dari data tersebut, i dapat dicari sebagai berikut:
i =R/K = 82/613,7 = 14

4) Menentukan batas kelas. Dari data tersebut diperoleh:
Ujung bawah = 15
Ujung atas = 28
Batas bawah = 15 – 0,5 = 14,5
Batas atas = 28 + 0,5 = 28,5

5) Menentukan titik tengah kelas (X1). Dari data tersebut, diperoleh:
(X) = 0,5 (batas bawah + batas atas)
= 0,5 (14,5 + 28,5)
= 0,5 . 43
= 21,5

6) Mambuat tabel distribusi frekuensi berdasarkan hasil R, K, dan i. Dari data tersebut, tabel distribusi frekuensi yang terbentuk sebagai berikut:

Interval

Kelas / Kelompok

Tallys / TabulasiFfkX185 – 98

71 – 84

57 – 70

43 – 56

29 – 42

15 – 28

I

II

III

IIII IIII III

IIII IIII I

IIII IIII

1

3

3

13

11

9

40 = N

39

36

33

20

9

91,5

77,5

63,5

49,5

35,5

21,5

N = 40

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Ukuran Nilai Pusat Terlengkap

Bentuk Distribusi frekuensi

Distribusi frekuensi sendiri terdiri dari beberapa bentuk, antara lain :

Distribusi Frekuensi Relatif

Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang nilai frekuensinya tidak dinyatakan dalam bentuk angka mutlak, akan tetapi setiap kelasnya dinyatakan dalam bentuk persentase ( % ).

Rumus : F relatif kelas ke-i =

Di mana n = jumlah data

Contoh soal :

Tabel 2.1Distribusi Nilai Statistik

KelasInterval KelasFrekuensi122-346235-448345-5411455-6414565-7412675-848785-946Jumlah65

Carilah distribusi frekuensi relatif untuk soal di atas !

Frelatif = 6/65 x 100% = 9,2%

Frelatif = 8/65 x 100% = 12,3%

Frelatif = 11/65 x 100% = 17%

Frelatif = 14/65 x 100% = 22%

Frelatif = 12/65 x 100% = 18%

Tabel 2.2 Distribusi frekuensi relatif

KelasInterval KelasFrekuensiPersentase (%)125-3469,2235-44812,3345-541117455-641422565-741218675-84812,3785-9469,2Jumlah65100Distribusi Frekuensi Kumulatif

Distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi yang nilai frekuensinya (f) diperoleh dengan cara menjumlahkan frekuensi demi frekuensi. Distribusi frekuensi kumulatif ( f kum ) dibagi dua, yaitu distribusi frekuensi kumulatif kurang dari dan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari.

Contoh :

Carilah distribusi frekuensi kumulatif dari tabel 2.1

Tabel 2.3 Distribusi frekuensi kumulatif kurang dan lebih dari

NoKurang dariLebih dariNilaifkumNilaifkum1< 250≥ 25652≤ 346> 34593≤ 4414> 44514≤ 5425> 54405≤ 6439> 64266≤ 7451> 74147≤ 8459> 8468≤ 9465> 940Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif

Distribusi frekuensi relatif kumulatif adalah distribusi frekuensi yang mana nilai frekuensi kumulatif diubah menjadi nilai frekuensi relatif atau dalam bentuk persentase (%).

Rumus : F kum (%) kelas ke-i =

Contoh :

Carilah distribusi frekuensi relatif kumulatif dari tabel 2.3

Distribusi frekuensi relatif kumulatif ( f kum (%) ) kurang darif kum (%) ke-1 = 0/65 x 100% = 0%f kum (%) ke-2 = 6/65 x 100% = 9,2%f kum (%) ke-3 = 14/65 x 100% = 22%f kum (%) ke-4 = 25/65 x 100% = 38%f kum (%) ke-5 = 39/65 x 100% = 60%f kum (%) ke-6 = 51/65 x 100% = 78%f kum (%) ke-7 = 59/65 x 100% = 91%f kum (%) ke-8 = 65/65 x 100% = 100%
Distribusi frekuensi relatif kumulatif ( f kum (%) ) lebih darif kum (%) ke-1 = 65/65 x 100% = 100%f kum (%) ke-2 = 59/65 x 100% = 91%f kum (%) ke-3 = 51/65 x 100% = 78%f kum (%) ke-4 = 39/65 x 100% = 60%f kum (%) ke-5 = 25/65 x 100% = 38%f kum (%) ke-6 = 14/65 x 100% = 22%f kum (%) ke-7 = 6/65 x 100% = 9,2%f kum (%) ke-8= 0/65 x 100% = 0%

( Siregar, Sofyan, 2011 : 9 – 11 )

Tabel 2.4 Distribusi frekuensi relatif kumulatif kurang dan lebih dari

NoKurang dariLebih dariNilaifkum(%)Nilaifkum(%)1< 250≥ 251002< 349,2≥ 34913< 4422≥ 44784< 5438≥ 54605< 6460≥ 64386< 7478≥ 74227< 8491≥ 849,28≤ 94100> 940

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen

Penyajian Grafik

Seringkali untuk keperluan alnalisis, selain dibuat tabel distribusi frekuensi relatif dan kumulatif, data disajikan dalam bentuk grafik. Grafik yang berupa gambar pada umumnya lebih mudah ditangkap dan di ambil kesimpulan secara cepat dari pada tabel.

Histogram

Grafik histogram atau histogram frequency merupakan suatu grafik segi empat yang dibentuk di atas absis dengan menggunakan batas bawah nyata dan batas atas nyata yang berhimpit – himpit.

( Rachman utsman,Fathor, 2013 : 53)

Diagram batang digunakan untuk lebih memahami persoalan secara visual. Dalam diagram batang, lebar batang diambil dari selang kelasdistribusi frekuensinya, sedangkan frekuensi masing – masing kelas ditunjukan oleh tinggi batang.

Diagram batang memungkinkan kita mudah memahaminya, akan tetapi akan lebih menarik bila sajian gambar erat kaitannya dengan apa yang disebut histogram. Sajian histogram berbeda dengan diagram batang dalam hal lebar, yaitu batang digunakannya batas kelas dan bukan limit kelasnya. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan jeda atau ruang antar batang, sehingga dapat memberikan kesan padat.

Langkah – langkah membuat histogram :

Buatlah absis ( sumbu mendatar X menyatakan nilai ) dan ordinat ( sumbu tegak Y menyatakan frekuensi )Buatlah skala absis dan ordinatBuatlah batas kelas dengan cara setiap tepi bawah kelas dikurangi 0,5Membuat tabel distribusi frekuensi untuk membuat grafik histogram

Histogram

Poligon

Poligon Frekuensi adalah grafik garis yang menghubungkan nilai tengah dari setiap interval kelas. Agar ujung kiri dan kanan tertutup maka perlu ditambah satu kelas pada kelas pertama dan satu kelas lagi sesudah  kelas terakhir dengan frekuensi masing-masing nol.

Menentukan nilai tengah

Nilai tengah dapat dicari dengan cara menjumlahkan tepi bawah kelas dengan tepi atas kelas dari setiap interval kelas, kemudian dibagi 2.

Contoh:

Kelas – ke 1 = (25 + 34)/2 = 29,5Kelas – ke 2 = (35 + 44)/2 = 38,5

Untuk interval kelas lain dapat dicari dengan cara yang sama dan hasilnya ada di Tabel 2.10

Poligon

Diagram Lingkar (Pie Chart)

Diagram lingkar merupakan suatu lingkaran yang dibagi menjadi beberapa bagian lingkaran. Di mana besar setiap bagian lingkaran tergantung drai besar kecil variabel. Perhitungan nilai bagian lingkaran dihitung berdasarkan persentase.

Langkah-langkah membuat diagram pie antara lain:

Rumus
=  )/TFi x 100%
Di mana:
= Persentase bagian lingkaran
Frekuensi kelas ke i
TF      =  Total frekuensi
Contoh:
Kelas –  = 6 orang
TF                = 65
=  )/TFi x 100%
= (6/65) x 100%
= 9,2%

Untuk kelas yang lain dapat dicari dengan cara yang sama dan perhitungannya ada pada Tabel 2.11

Diagram Lingkar (Pie Chart)

Ogiva

Untuk membuat grafik ogive terlebih dahulu mencari nilai frekuensi kumulatif, sedangkan distribusi frekuensi kumulatif itu sendiri adalah distribusi frekuensi yang nilai frekuensinya (f) diperoleh dengan cara menjumlahkan frekuensi demi frekuensi. Distribusi frekuensi kumulatif () dibagi dua, yaitu:

Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari (negatif)Distribusi frekuensi kumulatif lebih dari (positif)

Langkah-langkah membuat grafik ogive antara lain:

Menentukan Nilai Frekuensi Kumulatif
Rumus: f_kum= f_(ke-1) + f_(ke-2)+⋯+ f_(ke-n)
Di mana:
f_kum= frekuensi kumulatif
f_(ke-n)= frekuensi setiap kelasMenghitung Frekuensi Kumulatif Positif dan Negatif

Ogiva

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Arus Bolak-Balik : Pengertian, Rangkaian , Dan Contoh Soalnya Lengkap

Contoh Soal

Pak Budi, guru matematika SMA Jaya Selalu, sedang mendata nilai ujian 100 siswa-siswi kelas XII. Nilai yang didapat aadalah sebagai berikut:

979723100879090909063474750335360606363658083737375656565657385857777776570707375939383838373757575834373878787778080805740759395954343454563575760838355555555656365659797978080577367676755555785856377

Buatlah daftar distribusi frekuensinya ?

Jawaban
Step 1: Menentukan banyak kelas
K = 1 + 3.32 log n
Banyak data = n = 100
k = 1 + 3.32 log 100 = 1 + 6.64 = 7.64
Banyak kelas –> dibulatkan ke atas = 8 kelas
Step 2: Menentukan panjang kelas
Xmaks = 100
Xmin = 23
R = Xmaks – Xmin = 100 – 23 = 77
Panjang kelas = 77/8 = 9.6
Panjang kelas –> dibulatkan ke atas = 10
Agar perhitungan menjadi mudah, kelas interval pertama yang diambil adalah 21 – 30

contoh soal

Sponsor >>> kinemaster pro

Pengertian Pengangguran, Jenis, Penyebab, Dampak dan Faktor

Pengertian-PengangguranPengertian Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

Tiap negara dapat memberikan definisi yang berbeda mengenai definisi pengangguran.Nanga (2005: 249) mendefinisikan pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan. Dalam sensus penduduk 2001 mendefinisikan pengangguran sebagai orang yang tidak bekerja sama sekali atau bekerja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusaha memperoleh pekerjaan (BPS, 2001: 8).

Menurut Sukirno (2004: 28) pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International Labor Organization (ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:

Pengangguran terbuka adalah seseorang yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.Setengah pengangguran terpaksa adalah seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri (berusaha sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).

Sedangkan menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) menyatakan bahwa:

Setengah pengangguran terpaksa adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu yang masih mencari pekerjaan atau yang masih bersedia menerima pekerjaan lain.Setengah pengangguran sukarela adalah orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu namun tidak mencari pekerjaan dan tidak bersedia menerima pekerjaan lain (BPS, 2000: 14).

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Landasan Teori Pengangguran

Tingkat pengangguran di negara kita semakin hari semakin meningkat. Ini belum termasuk yang dikenal dengan istilah “disguised unemployement”. Pengangguran jenis ini memang perlu didefinisi ulang Setiap hari di kantor-kantor pemerintah tidak nampak karyawan yang sibuk. Bahkan ada kebijakan untuk telah melengkapi kantor mereka dengan perangkat televisi yang boleh ditonton pada jam kerja.

Belum lagi penggunaan komputer yang seringkali kalau diperhatikan lebih banyak digunakan untuk bermain “game” atau bahkan yang lebih canggih lagi untuk menelusuri situs-situs internet yang tidak ada relevansinya dengan pekerjaan. Jadi dapat dibayangkan biaya besar yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui APBN dan APBD yang begitu besar baik untuk membeli peralatan, membayar listrik dan telepon serta penyediaan ruang kerja nyaman telah membuat pengangguran tidak kentara di sektor pemerintahan. Ini menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang terjadi di sektor pertanian di pedesaan.

Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi. Di negara-negara berkembang, upaya-upaya pembangunan diarahkan pada perbaikan tingkat hidup, harga diri dan kebebasan, dengan dimensi pembangunan yang berorientasi pada pengentasan keterbelakangan dalam bentuk kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan (Suryana, 2000).

Pengangguran Terdidik adalah seseorang yang telah lulus dari perguruan tinggi negeri atau swasta dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Para penganggur terdidik biasannya dari kelompok masyarakat menengah ke atas, yang memungkinkan adanya jaminan kelangsungan hidup meski menganggur. Pengangguran terdidik sangat berkaitan dengan Masalah kependidikan di negara berkembang pada umumnya, antara lain berkisar pada masalah mutu pendidikan, kesiapan tenaga pendidik, fasilitas, dan Kurangnya lapangan pekerjaan yang akan berimbas pada kemapanan sosial dan eksistensi pendidikan dalam pandangan masyarakat. Pada masyarakat yang tengah berkembang, pendidikan diposisikan sebagai sarana untuk peningkatan kesejahteraan melalui pemanfatan kesempatan kerja yang ada. Dalam arti lain, tujuan akhir program pendidikan bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan.

Dari total jumlah penduduk hanya sebagian yang bekerja, dan sebagian lainnya tidak bekerja. Mereka yang bekerja adalah mereka yang berminat untuk bekerja, telah berusaha mencari atau menciptakan pekerjaan, dan berhasil mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan. Sedangkan mereka yang tidak bekerja adalah mereka yang sedang berusaha mendapatkan atau mengembangkan pekerjaan tetapi belum berhasil, dan mereka yang berniat untuk tidak bekerja. Mereka yang ingin bekerja, sedang berusaha mendapatkan (mengembangkan) pekerjaan tetapi belum berhasil mendapatkannya (menemukannya) disebut pengangguran.

Istilah pengangguran (unemployment) tidak berkaitan dengan mereka yang berniat untuk tidak bekerja seperti siswa atau mahasiswa (sekalipun ada yang sambil bekerja atau berusaha mencari pekerjaan sambil sekolah atau kuliah, mereka diasumsikan tidak mencari pekerjaan), ibu rumah tangga yang sengaja memfokuskan diri untuk mengurus keluarga, atau penduduk usia kerja yang karena kondisi fisik mereka tidak dapat bekerja sehingga tidak mencari kerja (Djohanputro, 2006), Pengangguran merupakan salah satu persoalan dalam pembangunan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kelebihan Dan Kekurangan Wirausahawan Beserta Ciri Dan Syarat

Jenis Pengangguran

Pengangguran dapat dikelompokan menurut sumber atau penyebabnya. Pengangguran menurut cara ini terdapat 4 jenis pengangguran yaitu:

Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi antara pencari kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, tetapi karena sedang mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Dalam perekonomian yang berkembang pesat, jumlah pengangguran rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sedangkan pengusaha sulit memperoleh pekerja. Untuk itu pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. Hal inilah yang akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari kerja baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari pekerjaan baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur.

Pengangguran Silikal

Pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat kegiatan perekonomian. Perekonomian tidak selalu berkembang dengan teguh. Adakalanya permintaan agregat lebih tinggi, dan hal ini mendorong pengusaha menaikkan produksi untuk itu lebih banyak pekerja baru digunakan dan pengangguran berkurang. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agregat mengalami penurunan. Kemunduran ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang mempunyai hubungan juga akan mengalami kemerosontan dalam permintaan terhadap produksinya. Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaa-perusahaan mengurangi pekerja atau menutup perusahaannya, maka pengangguran akan bertambah.

Pengangguran Struktual

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang akibatkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi. Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju sebagian akan mengalami kemunduran. Kemerosotan ini ditimbulkan oleh salah satu atau beberapa faktor yaitu munculnya barang baru yang lebih baik, kemajuan teknologi mengurangi permintaan atas barang tersebut, biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan tidak mampu bersaing, dan ekspor produksi industri sangat menurun karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara lain. Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.

Pengangguran Teknologi

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya. Contohnya racun rumput telah mengurangi penggunaan tenaga kerja untuk membersihkan perkebunan, sawah dan lahan pertanian lainnya. Begitu juga mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubah, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil. Di pabrik ada kalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia.

Pengangguran dapat juga dikelompokkan menurut ciri pengangguran yang berlaku. Menurut cara ini terdapat 4 jenis pengangguran yaitu:

Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang terjadi karena pertambahan lowongan pekerjaan lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja. Akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. Efek dari keadaan ini dalam jangka panjang mereka tidak melakukan suatu pekerjaan. Mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu. Pengangguran terbuka dapat pula dikarenakan kegiatan ekonomi yang menurun, kemajuan teknologi yang mengurangi penggunaan tenaga manusia, atau akibat kemunduran perkembangan suatu industri.

Pengangguran Tersembunyi
Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang terjadi karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu unit pekerjaan, padahal dengan mengurangi tenaga kerja sampai jumlah tertentu tidak akan mengurangi jumlah produksi. Pengangguran ini terutama terjadi di sektor pertanian atau jasa. Setiap kegiatan ekonomi memerlukan tenaga kerja, dan jumlah tenaga kerja yang digunakan tergantung kepada banyak faktor. Faktor yang perlu dipertimbangkan adalah besar atau kecilnya perusahaan, jenis kegiatan perusahaan, mesin yang digunakan dan tingkat produksi yang dicapai. Di banyak negara berkembang seringkali didapati jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan agar ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi. Contohnya keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat sempit. Contoh lain pengangguran tersembunyi adalah orang yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan kemampuannya.

Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada waktu-waktu tertentu di dalam satu tahun. Bentuk pengangguran terutama terjadi di sektor pertanian dan perikanan. Biasanya pengangguran seperti itu berlaku pada waktu-waktu di mana kegiatan bercocok tanam sedang menurun kesibukannya. Waktu di antara menuai dan masa menanam berikutnya dan periode di antara sesudah menanam bibit dan masa menuai hasilnya adalah masa yang kurang sibuk dalam kegiatan pertanian. Pada periode tersebut banyak di antara para petani dan tenaga kerja di sektor pertanian tidak melakukan suatu pekerjaan. Berarti mereka sedang dalam keadaan menganggur. Jenis pengangguran ini hanya sementara saja, dan berlaku dalam waktu-waktu tertentu.

Pengangguran Setengah Menganggur
Kelebihan penduduk di sektor pertanian di negara-negara berkembang disertai pertambahan penduduknya yang cepat telah menimbulkan percepatan dalam proses urbanisasi. Salah satu tujuan dari urbanisasi tersebut adalah untuk mencari pekerjaan di kota-kota. Tidak semua orang yang hijrah ke kota-kota dapat memperoleh pekerjaan. Banyak di antara mereka yang terpaksa menganggur sepenuh waktu. Disamping itu ada pula yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja sepenuh waktu, dan jam kerja mereka lebih rendah dari jam kerja normal. Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam sehari.

Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial
Berdasarkan teori Fungsional Struktural, masalah sosial timbul karena terjadinya ketidak seimbangan lembaga-lembaga sosial sehingga menyebabkan fungsi lembaga-lembaga tersebut terganggu. Pengangguran dalam hal ini, terjadi akibat kepincangan lembaga ekonomi dan menimbulkan masalah bagi lembaga sosial.

Pengangguran menjadi masalah sosial tidak karena bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi karena ia rawan menimbulkan masalah-masalah sosial lainnya, seperti kemiskinan, meningkatnya kriminalitas, premanisme, prostitusi, dan lain-lain.

Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Suka atau tidak suka, pengangguran selalu berkorelasi dengan kemiskinan yang identik dengan kebodohan, kejahatan dan perilaku menyimpang lainnya. Indikator masalah social ini bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang orang tuanya menganggur, yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.

Ironisnya, apa yang terjadi saat ini adalah banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri, preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu.. Belum lagi dengan semakin menjamurnya prostitusi di Indonesia, sebuah pilihan hidup akibat himpitan ekonomi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kewirausahaan

Dampak Pengangguran

Dilihat dari segi ekonomi, pengangguran memiliki dampak sebagai berikut:

Pengangguran secara tidak langsung berkaitan dengan pendapatan nasional. Tingginya jumlah pengangguran akan menyebabkan turunnya produk domestik bruto (PDB), sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami penurunan.Pengangguran akan menghambat investasi, karena jumlah tabungan masyarakat ikut menurun.Pengangguran akan menimbulkan menurunnya daya beli masyarakat, sehingga akan mengakibatkan kelesuan dalam berusaha.

Ditinjau dari segi sosial, pengangguran bisa menimbulkan dampak yang tidak kecil. Secara sosial, pengangguran dapat menimbulkan:

Perasaan rendah diri;Gangguan keamanan dalam masyarakat, sehingga biaya sosial menjadi meningkat.

Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap perekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi, yaitu:

1. Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian Suatu Negara

Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasionla dari sektor pajak berkurang. hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. dengan demikian, pajak yang harus diterima dari masyarakat pun akan menurun. jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang- barang hasil produksi akan berkurang. keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

2. Dampak Pengangguran Terhadap Individu dan Masyarakat

Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharianPengangguran dapat menghilangkan ketrampilanPengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan sosial politik.

Apabila pengangguran dibiarkan tentunya akan berdampak negatif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Bila tingkat pengangguran tinggi akan menyebabkan tingkat kemakmuran rendah, bahkan dapat membahayakan stabilitas negara. Beberapa akibat pengangguran di antaranya: terjadinya bahaya kelaparan, tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, pendapatan perkapita masyarakat rendah, dan angka kriminalitas tinggi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Peluang Usaha Dan Resiko Usaha Dalam Ekonomi

Faktor Penyebab pengangguran

Untuk jenis-jenis pengangguran menurut sebab terjadinya dibedakan menjadi sebagai berikut.

Pengangguran Konjunktal
Dalam artinya pengangguran yang disebabkan oleh adanya gelombang konjunktur yakni disebabkan karena adanya kelesuan atau kemunduran kegiatan dalam ekonomi nasional. Hal ini dapat terjadi katika masyarakat mengalami kelesuan dan barang menjadi tidak laku, lalu produksi barang akan dikurangi atau setidaknya tidak akan dilakukan penambahan barang, sampai akhirnya faktor produksi menjadi dikurangi yang berarti ini bisa terjadi pengangguran.

Pengangguran Struktural
Dalam pengangguran ini terjadi disebabkan oleh adanya masalah dalam segi penawaran, dalam hal ini artinya apabila masyarakat masih mengalami kekurangan dalam perusahaan industri, kekurangan prasarana, kekurangan modal, kurang keahlian dan kekurangan-kekurangan lain yang dapat menimbulkan pengurangan pada suatu produksi karena tidak bisa ditingkatkan dan banyak faktor produksi yang tidak akan terpakai. Pengangguran ini bisa terjadi karena penggantian tenaga manusia dengan teknologi.

Pengangguran Musiman
Dalam pengangguran ini bisa terjadi secara berkala yang disebabkan karena pengaruh musim. Hal ini bisa terjadi pada sektor pertanian, yang dimana pekerjaan paling padat terjadi saat musim tanam dan musim panen. Dalam pengangguran yang terjadi di pedesaan sering disebut juga sebagai pengangguran tersembunyi atau tidak kentara atau disguised unemployment, sebab terlihat ada saja hal-hal yang dikerjakan, namun apabila mereka tidak ikut bekerja maka produksi juga tidak akan berkurang.

Pengangguran Friksional atau Transisional atau Peralihan
Dalam pengangguran ini bisa terjadi karena perpindahan tenaga kerja dari sektor atau pekerjaan yang satu ke sektor atau pekerjaan yang lain. Dalam suatu negara, pengangguran jenis ini dinilai normal apabila tidak melebih 3-5%.

Pengangguran Siklis
Pengangguran ini dapat terjadi apabila permintaan lebih rendah jika dibandingkan dengan output potensial dari perekonomian. Dimana kemampuan ekonomi suatu bangsa menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan kemampuan yang harus dicapai. Pengangguran siklis bisa diukur dari jumlah orang yang bekerja dikurangi dengan jumlah orang yang seharusnya memiliki suatu pekerjaan pada tingkat pendapatan nasional.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Prakarya dan Kewirausahaan

Cara Untuk Mengatasi Pengangguran

Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengangguran secara umum adalah sebagai berikut:

1. Memperluas kesempatan kerja
Menurut Soemitro Djojohadikusumo, kesempatan kerja dapat diperluas dengan dua cara, yaitu:

Pengembangan industri, terutama jenis industri yang bersifat padat karya (yang dapat menyerap relatif banyak tenaga kerja);Melalui berbagai proyek pekerjaan umum, seperti pembuatan jalan, saluran air, bendungan dan jembatan.

2. Menurunkan jumlah angkatan kerja
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan jumlah angkatan kerja, misalnya program keluarga berencana, program wajib belajar dan adanya pembatasan usia kerja minimum.

3. Meningkatkan kualitas kerja dari tenaga kerja yang ada,
sehingga mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan keadaan. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, kursus, balai latihan kerja, mengikuti seminar dan yang lainnya.

Untuk itu perlu diupayakan cara mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:

Meningkatkan mutu pendidikanMeningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutan industri modernMeningkatkan dan mendorong kewiraswastaanMendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informalMeningkatkan pembangunan dengan sistem padat karyaMembuka kesempatan kerja ke luar negeri.

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuhkan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sebagai berikut:

1. Cara mengatasi pengangguran struktural
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah:

Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerjaSegera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang kelebihan ke tempat dan sektor ekonomi yang kekuranganMengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosongSegera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

2. Cara mengatasi pengangguran friksional
Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sebagai berikut:

Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri- industri baru, terutama yang bersifat padat karyaDeregulasi dan debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baruMenggalakkan pengembangan sektor informal, seperti home industri
d. Menggalakkan program transmigrasi untuk menyerap tenaga kerja di sektor agraris dan sektor formal lainnya.Pembukaan proyek- proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, pltu, plta, sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

3. Cara mengatasi pengangguran musiman :
Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara:

Pemberian informasi cepat jika ada lowongan kerja di sektor lain, danMelakukan pelatihan di bidang ketrampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

4. Cara mengatasi pengangguran siklus :
Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :

Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, danMeningkatkan daya beli masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Deskripsi Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri Beserta Pengertiannya

Tingkat Pengangguran Di Indonesia

Sejak 1997 sampai 2003, angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik, dari 4,18 juta menjadi 11,35 juta. Didominasi oleh penganggur usia muda. Selain usia muda, pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah, tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.

Pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja, tapi juga harus ditangani dari hulu.Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan, pendidikan dan ekonomi.

Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. Pertama, pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2,0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1,7 persen pada periode 2005-2009. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja, dapat ditekan menjadi 1,9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2,4 persen. Kedua, dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6,0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4,1 persen. Ketiga, transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian, perdagangan, jasa dan industri.

Pengertian Protokol WAN (Wide Area Network)

Protokol-WANPengertian Protokol WAN

Protocol WAN adalah aturan atau tata cara yang digunakan dalam melaksanakan pertukaran data atau mengatur komunikasi data dalam sebuah jaringan WAN. Jaringan protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data, dimana mendefinisikan apa yang dikomunikasikan, bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi.

Elemen-elemen penting daripada protokol WAN adalah :

Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream sisanya merupakan informasinya sendiri.

Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.

Timing mengacu pada 2 karakteristik yakni kapan data harus dikirim dan seberapa cepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh, jika pengirim memproduksi data sebesar 100 Megabits per detik (Mbps) namun penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka transmisi data akan menjadi overload pada sisi penerima dan akibatnya banyak data yang akan hilang atau musnah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Komponen Dan Fungsi LAN (Local Area Network) pada komputer Secara Lengkap

Jenis Protokol WAN

a. Definisi Circuit Switching
Circuit Switching adalah sebuah koneksi jaringan yang mengubungkan nude
dan terminal. Koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagaii contoh PSTN dan ISDNmerupakan protocol WAN yang menerapkan kineksi circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial.

b. Karakteristik Circuit Switching:

Message – message tidak disimpanTidak adanya kelebihan bit – bitTergantung pada path transmisiPemakaian bertanggung jawab jika kehilangan proteksi messageTransmisi data kontinuInteraksi yang cukup cepatPath dibentuk untuk seluruh percakapanDelay setup panggilan: delay transmisi diabaikanSinyal akan sibuk bila party yang dipanggil juga sibuktidak ada delay untuk pembentukan panggilan – panggilanElektromekanikal atau komputerisasi switching nodeBandwidth transmisi yang tetap

c. Cara Kerja Circuit Switching :

Penyediaan signal untuk media komunikasi.
Dalam hal ini maksudnya mempersiapkan signal adalah antar media kita, sehingga komunikasi pada nantinya akan berjalan.Network interface
Membuat jembatan antara media satu ke media lainnya sehingga digunakan untuk membuat jalansignal antar media.Membuat koneksi antar media komunikasi.Setelah selesai di gunakan sesuai kebutuhan user atau yang lain maka alur signal yang di gunakan itu akan di disconnect selama tidak dipakai. Sehinnga dapat disimpulkan dalam penggunaan konsep circuit switching ini untuk penggunaanya setelah selesai akan di disconnect secara otomatis.

d. Jenis Circuit Switching :

1. ISDN ( Integrated Services Digital Network )
ISDN (Integrated Services Digital Network) adalah suatu sistem telekomunikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar diintegrasikan ke dalam suatu jaringan, yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjang suatu ruang lingkup pelayanan yang luas. Para pemakai juga memiliki akses standar melalui satu set interface pemakai jaringan multiguna standar. ISDN merupakan sebuah bentuk evolusi telepon local loop yang memepertimbangkan jaringan telepon sebagai jaringan terbesar di dunia telekomunikasi.

Di dalam ISDN terdapat dua jenis pelayanan, yaitu:

Basic Rate Inteface (BRI)Primary Rate Interface (PRI)

Keuntungan ISDN

ISDN menawarkan kecepatan dan kualitas tinggi dalam pengiriman data, bahkan 10 kali lebih cepat disbanding PSTNEfisien. Delam satu saluran saja dapat mengirim berbagai jenis layanan (gambar, suara, video) sehingga efisien dalam pemanfaatan waktuFleksibel. Single interface untuk terminal bervariasiHemat biaya. Hanya membutuhan satu terminal tunggal untuk audio dan video

Model Jaringan

Model Konvensional. Pada masa ini, masing-masing sistem jaringan terpisah, sehingga pengguna akan mengakses ke masing-masing jaringan untuk tiap keperluan layanan yang berbeda satu dengan yang lainnya.Model awal ISDN. Pada masa ini, masing-masing jaringan merupakan subnetwork dari ISDN yang dilengkapi dengan sebuah set saluran dan protokol untuk mengakses ke jaringan. Pengguna terdaftar sebangai pelanggan satu jaringan dengan tetap meminta layanan yang berbeda ke sistem yang juga masih berbeda-beda, tetapi telah menggunakan akses yang sama. Hanya sistemnya saja yang masih berbeda.Model jaringan ISDN penuh. Pengguna bisa mengakses ke satu jaringan lewat satu jalur akses yang sama. Sebab sistem ISDN menyediakan dan telah dapat melayani segala jenis pelayanan yang berbeda-beda

Komponen ISDN
Sistem ISDN terdiri dari lima buah komponen terminal utama yang bertugas untuk menjalankan proses layanannya, yaitu terminal Equipment, terminal Adapter, Network Termination, Line Termination, dan Local Exchange.

Konfigurasi ISDN

Prinsip Kerja ISDN

Mendukung berbagai aplikasi voice dan nonvoice dengan menggunakan rangkaian terbatas dari fasilitas yang sudah distandarkan. Prinsip ini mendukung tujuan ISDN dan merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan tersebut. ISDN mendukung berbagai jenis layanan yang berkaitan dengan komunikasi suara (panggilan telepon) dan komunikasi non-suara (pertukaran data digital). Layanan-layanan ini ditampilkan sesuai
dengan standar (rekomendasi ITU-T) yang menetapkan beberapa interface dalam jumlah kecil dan fasilitas-fasilitas transmisi data. 2. Mendukung aplikasi switched dan non-switched. ISDN mendukung circuit-switching dan packet-switching. Selain itu, ISDN juga mendukung layanan non-switched dalam bentuk jalur yang disediakan untuk maksud itu.

Ketergantungan terhadap koneksi 64 kbps
ISDN menampilkan koneksi circuit-switching dan packet-switching pada 64 kbps. Ini merupakan pembangunan blok ISDN yang mendasar. Kecepatan ini dipilih karena pada saat itu kecepatan 64 kbps merupakan kecepatan standar untuk suara digital, dan oleh sebab itu dimasukkan ke dalam upaya pengembangan Integrated Digital Network (IDN). Pengembangan selanjutny dalam hal ISDN memungkinkan fleksibilitas yang lebih luas
lagi.

Memiliki kecerdasan dalam jaringan
ISDN diharapkan mampu menyediakan layanan terbaru dan memberikan kemampuan manajemen dan pemeliharaan jaringan yang lebih baik dengan adanya SS7.

Arsitektur protokol yang berlapis
Protokol-protokol bagi pemakai untuk mengakses IISDN melampirkan arsitektur berlapis dan dapat dipetakan menjadi model OSI.

Konfigurasi yang beragam
Lebih dari satu konfigurasi fisik yang bisa dipergunakan untuk mengimplementasikan ISDN. Ini memungkinkan adanya perbedaan dalam kebijakan nasional (sumber tunggal versus persaingan), dalam hal status teknologi, serta dalam hal kebutuhan dan peralatan dasar konsumen.

2. PSTN (Public Switched Telephone Network)
Merupakan suatu jaringan telepon yangmenggunakan perantara kabel atau media penghubung lainnya. Biaya yang dihasilkan oleh jaringan PSTN cukup murah, maka dari itu jaringan PSTN telah dikenal lama olehmasyarakat luas untuk penggunaan telepon rumah dan jaringan internet. Jaringan inimerupakan produk dari perusahaan telepon di Amerika yang bernama AT&T (AmericanTelephone and Telegraph Company) yang berdiri atas inovasi dari Alexander GrahamBell.

Komponen Jaringan PSTN
Jaringan PSTN memiliki lima komponen dasar, yaitu telepon, network access, centraloffices (CO), trunks dan special circuits, serta CPE (Customer Premise Equipment)

Komponen ISDN

Cara kerja pesawat telepon PSTN:

1. Local Loop

Local Loop
Setiap unit telepon terhubung dengan central office atau PSTN yang memiliki peralatan switching, peralatan pensinyalan dan baterai sebagai penunjang arus DC untuk mengoperasikan telepon. Setiap telepon yang dihubungkan ke PSTN membentuk suatu gelung lokal dari dua kabel yang disebut dengan pasangan kabel. Peralatan switching akan memberikan respon terhadap sinyal penekanan nomor baik berupa pulsa ataupun nada dari telepon pemanggil untuk menghubungkan telepon yang memanggil dengan telepon yang menjadi tujuan. Apabila hubungan berlangsung kedua telepon tersebut berinteraksi melalui pasangan gelung transformator menggunakan arus yang dihasilkan dari baterai PSTN.

2. Mengawali Pemanggilan

Mengawali Pemanggilan
Pada saat gagang telepon diletakkan pada telepon maka saklar dari telepon akan tertekan yang mengakibatkan saklar terbuka, keadaan seperti ini disebut kondisi on hook. Pada kondisi on hook antara pesawat telepon dan PSTN dalam keadaan terbuka, tetapi Bell Circuit pada telepon selalu terhubung dengan PSTN. Kapasitor akan mencegah aliran arus DC dari baterai yang mengalir pada Bell Circuit dan melalukan arus AC dari sinyal pendering. Bell Circuit akan berimpedansi tinggi pada saat terjadi sinyal pembicaraan sehingga tidak akan mempengaruhinya.

basic call progress

Pada saat gagang telepon diangkat maka saklar telepon akan tertutup, keadaan ini disebut kondisi off hook. Pada kondisi off hook bagian Speech Circuit pada telepon akan terhubung ke PSTN. Kondisi off hook memberikan isyarat pada PSTN bahwa telepon akan menggunakan saluran sehingga arus DC akan mengalir ke Speech Circuit. Kemudian PSTN akan mengirimkan nada pilih kepada telepon pemanggil untuk mengetahui bahwa PSTN siap menerima penekanan nomor tujuan.

3. Penekanan Nomor (Dialing)

Penekanan Nomor (Dialing)
Pada penekanan nomor terdapat dua metoda yaitu metoda decadic dan metoda DTMF. Sebagian besar pesawat telepon menggunakan metoda DTMF untuk mengirimkan nomor tujuan. Telepon jenis ini memiliki 12 tombol yang terdiri dari angka 0-9 ditambah dengan tanda * (asterik) dan tanda # (pagar).Penekanan sebuah tombol akan mengakibatkan rangkaian elektronika pada telepon menghasilkan dua buah nada yang mewakili sebuah simbol dimana frekuensi kedua nada tersebut masih berada pada saluran suara. Pada metoda ini terdapat nada frekuensi rendah pada setiap barisnya dan frekuensi tinggi pada setiap kolomnya.

sistem penekanan

Pada sistem penekanan ini nilai frekuensi dan tata letak dari setiap tombol telah distandarkan secara internasional.

4. Hubungan Telepon

hubungan Telepon
Setelah menerima nomor tujuan, PSTN secara otomatis akan menghubungkan telepon pemanggil dengan telepon yang dituju. Apabila telepon yang dituju dalam keadaan off hook maka nada sibuk akan dihasilkan oleh PSTN untuk dikirimkan pada telepon pemanggil sebaliknya apabila telepon yang dituju dalam keadaan on hook maka nada dering akan dikirimkan pada telepon yang dituju tersebut.

basic call progress ringing

Pada saat yang sama nada dering balik (ring back tone) akan dikirimkan oleh PSTN pada telepon pemanggil untuk memberikan tanda bahwa telepon yang dituju sedang berdering.

5. Menjawab Panggilan

basic call progress talking
Apabila telepon yang dituju diangkat maka gelung antar telepon dan PSTN akan terbentuk dan arus gelung akan mengalir pada telepon yang dituju dan PSTN akan menghentikan sinyal dering dan nada dering balik dari saluran tersebut. Kemudian komunikasi suara dapat dipertukarkan.

6. Mengakhiri Pembicaraan
Hubungan telepon akan dihentikan apabila salah satu telepon atau kedua telepon tersebut meletakkan gagang telepon. Hal ini mengakibatkan sinyal on hook memberikan tanda ke PSTN untuk membebaskan saluran.

a. Definisi Packet Switching
Packet Switching adalah sebuah koneksi jaringan yang dapat menghubungkan nude dengan terminal sehingga terdapat banyak nude di dalamnya.

b. Karakteristik Packet Switching :

Transmisi paketTidak tergantung pada transmisiPaket – paket akan disimpan sampai dikirimRute terbentuk untuk tiap paketJaringan akan bertanggung jawab pada paket individuJaringan akan bertanggung jawab pada paket individuDelay transmisi paket

c. Jenis Packet Switching:
1. Frame relay
Frame Relay protocol untuk pengiriiman data pada jaringan public. Sama hal nya dengan protocol x.25, Frame Relay juga memakai Circuit Virtual sebagai jalur komunikasi data khusus akan tetapi frame Relay masih lebih baik dari X.25 dengan berbagai kelengkapan yang ada pada Protocol Frame Relay. Encapsulasi packet pada Frame Relay menggunakan identitas koneksi yang disebut sebagai DLCI ( Data Link Connection Identifier ) yang mana pembuatan jalur Virtual Circuit akan ditandai dengan DLCI untuk koneksi antara komputer pelanggan dengan Switch atau router sebagai node Frame relay.

Congestion control

Forward explicit congestion notification (FECN)Backward explicit congestion notification (BECN)

Configuration considerations

 Local access rateCommitted information rate (CIR)Committed burst size (CBS)Excess burst size (EBS)Data link connection identifier (DLCI)Local Management interface (LMI)Discard eligible (DE)

Contoh konfigurasi:

interface Serial2/0ip address 172.16.10.1 255.255.255.0encapsulation frame-relayframe-relay interface-dlci 100no keepaliveclock rate 56000 – !router ripnetwork 172.16.0.0 – !

Beberapa istilah lain yang harus anda ketahui tentang frame relay adalah:

LMI = antarmuka lokal manajemen. LMI adalah protokol manajemen frame relay. LMI dikirim antara switch frame relay dan router untuk mengkomunikasikan apa yang DLCI sediakan dan jika ada kemacetan dalam jaringan. Some other terms you should know, concerning frame relay are:

DLCI = Data Link Connection Identifier. Ini adalah nomor yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap PVC dalam jaringan frame relay.

CIR = Committed Information Rate atau tingkat komitmen informasi. CIR adalah jumlah bandwidth yang anda bayarkan untuk menjamin Anda akan menerima setiap PVC. Umumnya anda memiliki lebih sedikit CIR daripada anda miliki kecepatan port. Anda dapat, tentu saja, melebihkan CIR anda di atas untuk kecepatan port anda, tetapi trafik ditandai DE.

DE = Discard Eligible. Trafik ditandai DE (yang berada di atas CIR anda) bisa dibuang oleh jaringan frame-relay jika ada kemacetan.

FECN & BECN = Forward Cxplicit Congestion Notification & Backward Explicit Congestion Notification, adalah bit-bit di dalam paket LMI untuk mengingatkan perangkat frame-relay yang terdapat kemacetan dalam jaringan.

2. X.25
X.25 Protocol merupakan protocol standard yang mendefinisikan hubungan antara sebuah terminal dengan jaringan Packet Switching. Untuk protocol ini dibuat untuk komunikasi data secara analog yang berarti proses pengiriman data harus mengikuti algoritma – algoritma yang ada pada Protocol X.25. Protocol ini melakukan suatu koneksi dengan membuat suatu Circuit Virtualdimana suatu jalur khusus pada jaringan public yang dipakai untuk komunikasi data antar protocol X.25.

Contoh konfigurasi :

interface token 0cmns enablex25 map cmns 38.8261.17 0800.4e02.1f9f

3. ATM
ATM merupakan protokol yang efisien dengan kemampuan kontrol kesalahan (error control) dan kontrol aliran minimal (flow control). Hal ini menyebabkan berkurangnya overhead saat pengolahan sel-sel ATM sekaligus mengurangi bit-bit overhead yang diperlukan masing-masing sel. Lapisan fisik melibatkan spesifikasi media transmisi dan skema pengkodean sinyal. Rate data yang ditetapkan pada lapisan fisik berkisar mulai dari 25,6 Mbps sampai 622,08 Mbps. Dua lapis diatasnya berkaitan dengan fungsi-fungsi ATM, yaitu pelayanan transfer paket (ATM layer) dan lapisan adaptasi (AAL) untuk pelayanan protokol transmisi yang tidak berbasis ATM.

Point-to-Point Technologies (sering disebut khusus atau leased line) yang biasanya bentuk yang paling mahal dari teknologi WAN. Point-to-Point Teknologi yang disewa dari penyedia layanan, dan memberikan jaminan bandwidth dari lokasi ke lokasi lain (maka point-to-point). biaya adalah ditentukan oleh jarak sambungan, dan jumlah bandwidth dialokasikan.

Umumnya, point-to-point tidak memerlukan panggilan-setup, dan sambungan biasanya selalu on. Contoh point-to-point teknologi meliputi:

Konfigurasi Point-to-Point Technologies :

Router 1
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname R1
R1(config)#username R2 password vinita
R1(config)#interface serial 0/0/0
R1(config-if)#encapsulation ppp
R1(config-if)#ppp authentication chap
R1(config-if)#exit
R1(config)#

Router 2
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#hostname R2
R2(config)#username R1 password vinita
R2(config)#interface serial 0/0/0
R2(config-if)#encapsulation ppp
R2(config-if)#ppp authentication chap
R2(config-if)#exit
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Serial0/0/0,
changed state to up
R2(config)#

HDLC singkatan dari High-Level Data Link Control. Seperti dua protokol WAN lainnya yang disebutkan dalam postingan kali ini, HDLC adalah protokol layer 2. HDLC merupakan protokol sederhana yang digunakan untuk menghubungkan point ke point perangkat serial. Misalnya, anda memiliki point to point leased line yang menghubungkan dua lokasi, di dua kota yang berbeda. HDLC akan menjadi protokol dengan paling sedikit konfigurasi yang diperlukan untuk menghubungkan dua lokasi.

HDLC (Leased Line)

HDLC melakukan error correction, seperti halnya Ethernet. HDLC Versi Cisco sebenarnya eksklusif karena menambahkan Tipe protokol. Dengan demikian, Cisco HDLC hanya dapat bekerja dengan perangkat Cisco lainnya, tidak pada perangkat lain. HDLC sebenarnya adalah protokol default pada semua interface serial Cisco.

Jika anda melakukan show running-config pada router Cisco, interface serial anda (secara default) tidak akan memiliki enkapsulasi apapun. Hal ini karena mereka dikonfigurasi untuk default HDLC. Jika anda melakukan show interface serial 0/0, anda akan melihat bahwa anda sedang menjalankan HDLC. Berikut ini contohnya:

Contoh HDLC

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 17 Definisi, Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli Dan Perkembangannya

Teknologi WAN (Wide Area Network)

Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk:

Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography yang sangat luasMemungkinkan akses melalui interface serial yang beroperasi pada kecepatan yang rendah.Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau part-time (dial-on-demand)Menghubungkan perangkat2 yang terpisah melewati area global yang luas.

Teknologi WAN mendefinisikan koneksi perangkat2 yang terpisah oleh area yang luas menggunakan media transmisi, perangkat, dan protocol yang berbeda. Data transfer rate pada komunikasi WAN umumnya jauh lebih lambat dibanding kecepatan jaringan local LAN.

Teknologi WAN menghubungkan perangkat2 WAN yang termasuk didalamnya adalah:

Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WANSwitch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk komunikasi data, voice, dan juga video.Modem, yang memberikan layanan interface voice, termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan interface layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NT1) yang menginterface layanan Integrated Services Digital Network (ISDN).System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link.

Protocol WAN pada layer Physical menjelaskan bagaimana memberikan koneksi electric, mekanik, operasional, dan fungsional dari layanan jaringan WAN. Layanan2 ini kebanyakan didapatkan dari para penyedia layanan seperti Telkom, Lintas Artha, Indosat. dll

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Teknologi Imformasi – Maafaat, Dasar, Konsep, Pengelompokan, Para Ahli

Perangkat WAN (Wide Area network)
Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi jaringan-jaringan dan port-port interface WAN.Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN dan komunikasi data, video dan voiceModem, yang memberikan layanan interface voice.System komunikasi menggunakan model layer OSI.Fungsi WAN (Wide Area Network)Untuk menghubungkan sebuah jaringan LAN dan jaringan MAN menjadi satu jaringan.Untuk membantu mempercepat suatu proses berbagi data atau sharing file.Untuk mempercepat dan mempermudah sebuah arus komunikasi dan informasi.Untuk update data antar perusahaan atau kantor bisa dilakukan setiap saat.Untuk menghemat biaya operasional.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teknologi Informasi Dan Komunikasi – Sejarah, Pengertian, Manfaat, Dampak, Pengelompokan, Komponen, Pendidikan, Klasifikasi

Kelebihan WAN (Wide Area Network) :Dapat Berbagi suatu informasi/file melalui area yang sangat besar.Semua orang yang ada di jaringan ini bisa menggunakan data yang sama.Memiliki sebuah sistem jaringan yang besar/luas yang sehingga bisa menjangkau Negara, benua, bahkan seluruh dunia.Jika terkoneksi dengan sebuah jaringan internet transfer file pada tempat yang jaraknya jauh bisa di laksanakan secara cepat.Dapat berbagi resources dengan kone workstations.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Data – Pengertian, Fungsi, Jenis, Sifat, Sumber, Pengumpulan, Pengukuran, Sumber, Para Ahli

Kekurangan WAN (Wide Area Network) :Pada Biaya operasionalnya sangat mahal.Dalam hal sebuah settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu pada alat-alat yang diperlukan juga sangat mahal.Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi suatu pengguna luar yang masuk dan bisa mengganggu jaringan ini.Rentan terhadap ancaman dari hacker atau ancaman dari luar lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Materi Tentang Data Mining Lengkap

Komponen dan Konsep teknologi Jaringan WANDTE (Data terminal equipment)
Adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan (biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data. DTE (biasanya berupa router jaringan atau bisa saja berupa komputer atau multiplexer) adalah merupakan tanda marka antara jaringan WAN dan jaringan LAN. DTE ini merupakan piranti yang akan berkomunikasi dengan piranti DCE disisi ujung lainnya.

Demarc atau titik demarkasi
Adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon terhubung dengan rumah pelanggan.

Local Loops
Aadalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.

DCE (data circuit terminating equipment)
Adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan fungsi yang berbeda.

WAN cloud
Merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap, makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.

PSE (packet switching exchange)
Adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan WAN cloud.

Makalah Kerajaan Malaka : Sejarah Dan Peninggalan Serta Pendirinya

Makalah Sejarah Kerajaan Malaka Dan Peninggalan Serta Raja Pendirinya –  Pada masa kejayaannya, kerajaan malaka merupakan pusat perdagangan dan penyebaran islam di Asia Tenggara. Perkiraan letak Kerajaan Malaka yang berada di pulau Sumatera dan semenanjung Malaya.

Iskandar Syah berhasil meletakkan dasar – dasar dari Kerajaan Malaka. Ia mengembangkan Malaka menjadi kerajaan penting di selat Malaka. Ia memerintah Malaka dari tahun 1396-1414 M.

Baca Juga : Kerajaan Banten : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap

Kerajaan Melaka

Muammad Iskandar Syah. Ia memerintah Malaka dari tahun 1414-1424M. di bawah pemerintahannya ,wilayah kekuasaan kerajaan Malaka diperluas hingga mencapai seluruh wilayah semenanjung Malaka. Melalui perkawinannya dengan putri kerajaan Samudra Pasai ini. Ia berhasil mencapai cita-citanya menguasai selat Malaka.

Mudzafat Syah. Beliau memerintah Malaka dari tahun 1424-1458M. Pada masa pemeintahannya, terjadi serangan itu dapat digagalkan. Keberhasilan menggagalkan serangan dari Kerajaan Siam itu menambah pentingnya Kerajaan Malaka di Selat Malaka. Bahkan di bawah pemerintahan Sultan Mudzafat Syah, Kerajaan Malaka terus mengadakan perluasan ke daerah-daerah yang berada di sekitar Kerajaan Malaka seperti Pahang, Indragiri, dan Kampar.

Baca Juga : Isi Trikora : Tujuan, Latar Belakang, Sejarah Awal Hingga Akhir

Sultan Mansyur Syah. Memerintah Malaka dari tahun 1458-1477M. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Malaka mengalami kemajuan yang sangat pesat dan bahkan mencapai masa kejayaan sebagai pusat perdagangan dan pusat penyebaran Agama Islam di Asia Tenggara.

Pada masa pemerintahannya, hidup seorang laksamana yang terkenal dalam membantu Sultan mengembangkan kerajaannya. Laksamana itu bernama Hang Tuah. Informasi ini didapat dari sebuah cerita rakyat yang dikenal dengan nama Hikayat Hang Tuah. Sultan Alauidin Syah. Ia memerintah Malaka dari tahun 1477-1488 M dan mewarisi wilayah kekuasaan kerajaan Malaka yang cukup luas.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Aceh : Raja Pendiri, Peninggalan, Masa Kejayaan Dan Kehidupan Politik Kerajaan Aceh

Sejarah Berdirinya Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh akibat diserang Majapahit. Pada saat Malaka didirikan, di situ terdapat penduduk asli dari Suku Laut yang hidup sebagai nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang tiga puluh keluarga.

Raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi, karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli. Kemudian, bersama penduduk asli tersebut, rombongan pendatang mengubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai.

Selain menjadikan kota tersebut sebagai pusat perdagangan, rombongan pendatang juga mengajak penduduk asli menanam tanaman yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, seperti tebu, pisang, dan rempah-rempah.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Singasari : Awal Berdiri, Silsilah Raja, Masa Kejayaan Dan Keruntuhan Serta Bukti  Peninggalan

Rombongan pendatang juga telah menemukan biji-biji timah di daratan. Dalam perkembangannya, kemudian terjalin hubungan perdagangan yang ramai dengan daratan Sumatera. Salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras. Malaka amat bergantung pada Sumatera dalam memenuhi kebutuhan beras ini, karena persawahan dan perladangan tidak dapat dikembangkan di Malaka.

Hal ini kemungkinan disebabkan teknik bersawah yang belum mereka pahami, atau mungkin karena perhatian mereka lebih tercurah pada sektor perdagangan, dengan posisi geografis strategis yang mereka miliki.

Berkaitan dengan asal usul nama Malaka, bisa dirunut dari kisah berikut. Menurut Sejarah Melayu (Malay Annals) yang ditulis Tun Sri Lanang pada tahun 1565, Parameswara melarikan diri dari Tumasik, karena diserang oleh Siam. Dalam pelarian tersebut, ia sampai ke Muar, tetapi ia diganggu biawak yang tidak terkira banyaknya. Kemudian ia pindah ke Burok dan mencoba untuk bertahan disitu, tapi gagal.

Kemudian Parameswara berpindah ke Sening Ujong hingga kemudian sampai di Sungai Bertam, sebuah tempat yang terletak di pesisir pantai. Orang-orang Seletar yang mendiami kawasan tersebut kemudian meminta Parameswara menjadi raja.

Suatu ketika, ia pergi berburu. Tak disangka, dalam perburuan tersebut, ia melihat salah satu anjing buruannya ditendang oleh seekor pelanduk. Ia sangat terkesan dengan keberanian pelanduk tersebut. Saat itu, ia sedang berteduh di bawah pohon Malaka. Maka, kawasan tersebut kemudian ia namakan Malaka.

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya : Sumber Sejarah, Raja, Peninggalan, Masa Kejayaan Dan Keruntuhannya

Bukti Peninggalan Kerajaan MalakaMasjid Agung Deli.Masjid Raya Baitulrahman Aceh.Masjid Johor Baru.Benteng A’Farmosa, yang merupakan bukti penaklukkan Malaka oleh pasukan portugis.Mata uang, yang merupakan peninggalan dari akhir abad ke-15.Raja Pendiri atau Sultan Kerajaan MalakaPermaisura yang bergelar Muhammad Iskandar Syah (1380—1424)Sri Maharaja (1424—1444)Sri Prameswara Dewa Syah (1444—1445)Sultan Muzaffar Syah (1445—1459)Sultan Mansur Syah (1459—1477)Sultan Alauddin Riayat Syah (1477—1488)Sultan Mahmud Syah (1488—1551)Masa Kejayaan Kerajaan Malaka

Sebagai salah satu bandar ramai di kawasan timur, Malaka juga ramai dikunjungi oleh para pedagang Islam. Lambat laun, agama ini mulai menyebar di Malaka. Dalam perkembangannya, raja pertama Malaka, yaitu Prameswara akhirnya masuk Islam pada tahun 1414 M. Dengan masuknya raja ke dalam agama Islam, maka Islam kemudian menjadi agama resmi di Kerajaan Malaka, sehingga banyak rakyatnya yang ikut masuk Islam.

Baca Juga : Sejarah Kerajaan Majapahit : Makalah, Silsilah Raja, Agama, Dan Peninggalan

Selanjutnya, Malaka berkembang menjadi pusat perkembangan agama Islam di Asia Tenggara, hingga mencapai puncak kejayaan di masa pemeritahan Sultan Mansyur Syah (1459—1477). Kebesaran Malaka ini berjalan seiring dengan perkembangan agama Islam. Negeri-negeri yang berada di bawah taklukan Malaka banyak yang memeluk agama Islam. Untuk mempercepat proses penyebaran Islam, maka dilakukan perkawinan antar keluarga.

Malaka juga banyak memiliki tentara bayaran yang berasal dari Jawa. Selama tinggal di Malaka, para tentara ini akhirnya memeluk Islam. Ketika mereka kembali ke Jawa, secara tidak langsung, mereka telah membantu proses penyeberan Islam di tanah Jawa. Dari Malaka, Islam kemudian tersebar hingga Jawa, Kalimantan Barat, Brunei, Sulu dan Mindanau (Filipina Selatan).

Dalam masa kejayaannya, Malaka mempunyai kontrol atas daerah-daerah berikut:

Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor, Kelantan, Trenggano, dan sebagainya).
2. Daerah Kepulauan Riau.
3. Pesisir Timur Sumatra bagian tengah.
4. Brunai dan Serawak.
5. Tanjungpura (Kalimantan Barat).

Sedangkan daerah yang diperoleh dari Majapahit secara diplomasi adalah sebagai berikut.

Indragiri.
2. Palembang.
3. Pulau Jemaja, Tambelan, Siantan, dan Bunguran.

Baca Juga : Kerajaan Demak : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap

Masa Keruntuhan Kerajaan Malaka

Malaka runtuh akibat serangan Portugis pada 24 Agustus 1511, yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Sejak saat itu, para keluarga kerajaan menyingkir ke negeri lain.

Raja/Sultan yang memerintah di Malaka adalah sebagai berikut:

Permaisura yang bergelar Muhammad Iskandar Syah (1380—1424)
2. Sri Maharaja (1424—1444)
3. Sri Prameswara Dewa Syah (1444—1445)
4. Sultan Muzaffar Syah (1445—1459)
5. Sultan Mansur Syah (1459—1477)
6. Sultan Alauddin Riayat Syah (1477—1488)
7. Sultan Mahmud Syah (1488—1551)Periode Pemerintahan

Setelah Parameswara masuk Islam, ia mengubah namanya menjadi Muhammad Iskandar Syah pada tahun 1406, dan menjadi Sultan Malaka I. Kemudian, ia kawin dengan putri Sultan Zainal Abidin dari Pasai. Posisi Malaka yang sangat strategis menyebabkannya cepat berkembang dan menjadi pelabuhan yang ramai.

Akhir kesultanan Malaka terjadi ketika wilayah ini direbut oleh Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’albuquerque pada tahun 1511. Saat itu, yang berkuasa di Malaka adalah Sultan Mahmud Syah.

Usia Malaka ternyata cukup pendek, hanya satu setengah abad. Sebenarnya, pada tahun 1512, Sultan Mahmud Syah yang dibantu Dipati Unus menyerang Malaka, namun gagal merebut kembali wilayah ini dari Portugis.

Kehidupan Politik Kerajaan Malaka

     Raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Malaka adalah Iskandar Syah. nama Iskandar Syah merupakan nama islam yang diperoleh setelah memeluk agama Islam. Pada masa pemerintahannya, Kerjaan Malaka berkembang sebagai salah satu Kerajaan Islam terbesar yang disegani di Asia Tenggara.

Wilayah kekuasaan Malaka diperluas hingga mencpai wilayah Semenanjung Malaka pada masa pemerintahan Mehammad Iskandar Syah. Untuk memajukan perekonomiannya, Muhammad Iskandar Syah berupaya menjadikan Malaka sebagai penguasa tunggal jalur perdagangan di Selat Malaka. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, ia harus terlebih dahulu menguasai Samudra Pasai. MUhammad Iskandar Syah memiliki politik perkawinan, yaitu dengan mengawini putri dari raja Samudra Pasai.

     Kerajaan Malaka dapat mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Mansyur Syah. pada masa pemerintahannya, Malaka berhasil menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara. Sultan Mansyur Syah melanjutkan politik ayahnya dengan memperluas wilayah kekuasaanya baik di Semenanjung Malaka maupun di wilayah Sumatra Tengah.

     Perkembangan politik Kerajaan Malak mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Syah. Banyak daerah taklukan Kerajaan Malaka yang melepaskan diri. Perang dan pemberontakan banyak terjadi di Kerajaan yang berada dibawah kekuasaan Malaka.

     Kerajaan Malaka semakin melemah pada saat Sulta Mahmud Syah memerintah. Daerah kekuasaanya hanya meliputi sebagian kecil Semenanjung Malaya. Hingga pada akhirnya bangsa portugis berhasil menduduki Malaka pada tahun 1511 dan mengakhiri kekuasaan di Malaka.

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Malaka

   Sejak Kerajaan Malaka berkuasa, jalur perdagangan internasional yang melalui Selat Malaka semakin ramai. Bersamaan dengan melemahnya kekuatan Majapahit dan Samudera Pasai, kerajaan Malaka tidak memiliki persaingan dalam perdagangan. Tidak adanya saingan di wilayah tersebut, mendorong kerajaan Malaka membuat aturan-aturan bagi kapal yang sedang melintasi dan berlabuh di Semenanjung Malaka.

Aturan tersebut adalah diberlakukan pajak bea cukai untuk setiap barang yang datang dari wilayah barat (luar negeri) sebesar 6% dan upeti untuk pedagang yang berasal dari wilayah Timur (dalam negeri). Tingkat keorganisasian pelabuhan ditingkatkan dengan membuat peraturan tentang syarat-syarat kapal yang berlabuh, kewajiban melaporkan nama jabatan dan tanggung jawab bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh, dan sebagainya.

Raja dan pejabat kerajaan turut serta dalam perdagangan dengan memiliki kapal dan awak-awaknya. Kapal tersebut disewakan kepada pedagang yang hendak menjual barangnya ke luar negeri. Selain peraturan-peraturan tentang perdagangan, kerajaan Malaka memberlakukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi dalam perdagangan dan diplomatik.

Kehidupan Sosial Kerajaan Malaka

Dalam pemerintahannya, raja menunjuk seorang patih untuk mengurusi kerajaan, dari patih diteruskan kepada bawahannya yang terdiri dari bupati, tumenggung, bendahara raja, dan seterusnya.

Masalah perpajakan diurus seorang tumenggung yang menguasai wilayah tertentu, urusan perdagangan laut diurus oleh syahbandar dan urusan perkapalan diurus oleh laksamana. Kekayaan para raja dan pejabat kerajaan semakin bertambah akibat dari penarikan upeti dan usaha menyewakan kapal.

Uang yang didapat dipakai untuk membangun istana kerajaan, membuat mesjid, memperluas pelabuhan, dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang cenderung mewah. Gejala timbulnya kecemburuan sosial disebabkan oleh dominasi para bangsawan dan pedagang dalam kehidupan bermasyarakat. Hal inilah yang menjadi penyebab lemahnya Kerajaan Malaka.

Kebudayaan Kerajaan Malaka

Pada kehidupan budaya, perkembangan karya seni sastra Melayu mengalami perkembangan yang pesat seperti munculnya karya-karya sastra yang menggambarkan tokoh-tokoh kepahlawanan dari Kerajaan Malaka seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Hang Lekir dan Hikayat Hang Jebat.

Perkembangan seni sastra Indonesia pada zaman Islam pada umumnya berkembang di daerah-daerah Malaka (Melayu) dan Pulau Jawa. Peninggalan karya sastra Islam ini dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

Hikayat

Hijayat adalah hasil karya sastra yang pada prinsipnya sama seperti dongeng, namun hikayat bercorak Islam. Secara sederhana kita dapat membuat definisi hikayat bahwa hikayat adalah dongeng khusus agama Islam.

Contoh hikayat yang terkenal antara lain: Hikayat Raja-raja Pasai yang menceritakan sejarah berdirinya Kerajaan Samudera Pasai, Hikayat Kepahlawanan Hang Tuah, dan Hikayat Amir Hamzah yang menceritakan perlawanan Amir Hamzah melawan raja kafir yang bernama Nursewan.

Suluk

Suluk adalah karya sastra yang berisi tentang tasawuf mengenai keesaan dan keberadaan Allah SWT. Contoh suluk adalah Suluk Wujil karya Sunan Bonang yang berisi wejangan Sunan Bonang kepada Wujil abdinya yang mencari keluhuran budi meski tubuhnya khas. Contoh suluk berikutnya adalah Suluk Sukarsa yang menceritakan tentang seseorang bernama Sukarsa yang sedang mencari ilmu sejati untuk mendapatkan kesempurnaan hidup.

Syair

Syair adalah puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri dari 4 baris yang berakhir dengan bunyi yang sama. Contoh syair yang terkenal antara lain: Syair Perahu, Syair Si Burung Pingai, Syair Abdul Muluk dan lain-lain. Syair saat ini berkembang dan digunakan dalam lagu-lagu populer modern yang dibawakan oleh musisi yang memiliki kepedulian terhadap budaya Melayu. Aliran musik yang menggunakan syair antara lain dangdut dan pop Melayu.

Riwayat dan Nasihat

Apakah yang dimaksud dengan riwayat? Apa pula bedanya dengan nasihat? Pada dasarnya, kedua jenis sastra Islam tersebut memuat nilai-nilai yang sama. Riwayat dan nasihat adalah jenis sastra Islam yang mengisahkan kehidupan para Nabi beserta nasihat-nasihatnya. Setiap kisah nabi memiliki pelajaran hidup yang berharga untuk diteladani oleh manusia saat ini.

Contoh riwayat adalah Kitab Manik Maya yang berisi tentang penciptaan dunia. Contoh karya sastra Islam riwayat yang terkenal adalah Kitab Bustanussalatin karya Ar-Raniri. Kitab Bustanussalatin berisi tentang kisah penciptaan bumi, masalah agama dan hukum dalam Islam, dan riwayat nabi-nabi sejak jaman Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW. Kisah raja-raja Islam di India, Malaka, Pahang dan Aceh sering diabadikan dalam bentuk karya sastra riwaya.

Hasil Kebudayaan Kerajaan Malaka

Pada kehidupan budaya, Perkembangan seni sastra Melayu mangalami perkembangan yang sangat pesat seperti munculnya karya karya sastra yang menggambarkan tokoh tokoh kepahlawanan dari kerajaan Malaka seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Hang Lekir dan Hikayat Hang Jebat.

Sedangkan Kehidupan Sosial Kerjaan Malka dipengaruhi oleh faktor letak, keadaan alam dan lingkungan wilayahnya. Sebagai masyarakat yang hidup dari dunia maritim, hubungan sosial masyarakat sangatlah kurang dan bahkan mereka cenderung mengarah ke sifat sifat individualisme. Kelompok masyarakatpun bermunculan, seperti adanya golonga buruh dan majikan.

 

Kesimpulan

Dari uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa :

Pada awal berdirinya kerajaan Malaka menganut ajaran agama HinduDalam perkembangannya Kerajaan malaka berubah menjadi Pusat Penyebaran Agama IslamKerajaan Malaka mengalami masa kejayaan sejak di pimpin oleh Sultan Mansur SyahKeruntuhan Kerajaan Malaka disebabkan oleh serangan tentara PortugisDAFTAR PUSTAKASoejono,R.Z.2008.Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Prtumbuhan dan Perkembangan Islam di Indonesia. Jakarta:  Balai Pustaka.Gade,I,M.1997.Pasai Dalam Perjalanan Sejarah: Abad ke-13 sampai Awal Abad ke-16.Jakarta: CV. Putra Sejati Raya. Romeo,I,M.2012.Kerajaaan Malaka online), http://iqbalromeo.blogspot.com/2012/09/kerajaan-malaka.html

Sekian penjelasan artikel diatas tentang Sejarah Kerajaan Melaka Dan Peninggalan Serta Pendirinya semoga dapat bermanfaat bagi semua pembaca setia INFORMASIANA

Fisika Kelas 10 | Menghitung Gerak Vertikal dalam Permainan Tenis

gerak vertikal

Pada artikel Fisika kelas X kali ini, kamu akan mengetahui tentang gerak vertikal meliputi pengertian, macam, rumus, serta contoh perhitungannya dalam permainan tenis.

Siapa yang suka bermain tenis? Dalam permainan tenis, kita pasti melakukan gerakan yang namanya servis. Nah, tahukah kamu kalau salah satu tahap dari gerakan servis merupakan contoh dari gerak vertikal? Hmm, daripada penasaran, langsung aja kita simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini, yuk!

gerak vertikal

Oke, sebelumnya mari kita ketahui dulu apa itu gerak vertikal, ya. Gerak vertikal adalah gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke bawah atau ke atas dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠ 0). Gerak vertikal memiliki percepatan konstan (tetap) yang nilainya sama dengan percepatan gravitasi bumi (g). Terdapat dua macam gerak vertikal yang dibedakan berdasarkan arah lemparan bendanya, yaitu sebagai berikut:

1. Gerak vertikal ke atas

Seperti namanya, gerak vertikal ke atas adalah gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke atas dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠ 0). Kecepatan awal ini akan mempengaruhi tinggi maksimum yang dapat ditempuh oleh benda tersebut. Semakin besar kecepatan awalnya, maka semakin tinggi pula ketinggian maksimumnya.

Gerak vertikal ke atas merupakan gerak diperlambat karena semakin ke atas, kecepatannya akan semakin berkurang. Kecepatan benda akan terus berkurang sampai mencapai titik nol, yaitu pada titik tertinggi. Selain itu, jika arah geraknya ke atas, maka a = -g karena berlawanan dengan gravitasi bumi. Terdapat rumus-rumus yang berlaku pada gerak vertikal ke atas, yaitu:

rumus gerak vertikal ke atas

Nah, ternyata salah satu tahap dari gerakan servis itu merupakan contoh dari gerak vertikal ke atas lho. Hmm, tahap yang manakah itu? Coba kamu perhatikan gambar di bawah ini!

 

menghitung

Tahap lempar bola (toss) pada gerakan servis (sumber: giphy.com)

Jadi, jawabannya adalah saat melakukan toss (lempar bola). Kenapa? karena pada tahap ini, bola dilempar secara vertikal ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Nah, selanjutnya, ayo kita perhatikan contoh soal di bawah ini:

contoh gerak vertikal ke atas

Penyelesaian:

Diketahui:   V0= 2 m/s dan g = 10 m/s2

Ditanya:

a. Waktu yang diperlukan bola untuk mencapai ketinggian maksimum

menghitung gerak vertikal

Jadi, waktu bola untuk sampai pada ketinggian maksimum adalah 0,2 s.

b. Ketinggian yang dicapai bola:

menghitung gerak vertikal

Jadi, ketinggian yang dicapai bola adalah 0,2 m atau 20 cm. 

Selain gerak vertikal ke atas, ada juga yang namanya gerak vertikal ke bawah, nih. Apa itu gerak vertikal ke bawah? Seperti apa ya contohnya? Oke, kalau begitu yuk langsung kita simak!

2. Gerak vertikal ke bawah

Berbeda dengan gerak vertikal ke atas, kalau gerak vertikal ke bawah adalah gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke bawah dengan kecepatan awal tertentu (V0 ≠ 0). Jika arah geraknya ke bawah, maka a = g karena searah dengan gravitasi bumi dan benda mengalami percepatan. Terdapat rumus-rumus yang berlaku pada gerak vertikal ke bawah, yaitu:

gerak vertikal ke bawah

Lalu, seperti apa contoh kasus dari gerak vertikal ke bawah? Apakah ketika memukul bola saat melakukan servis? Jawabannya sudah pasti bukan. Hal ini karena pada saat servis, bola tidak dilemparkan secara vertikal ke bawah melainkan bola akan melambung dan kemudian jatuh membentuk sudut pada kemiringan tertentu. Contoh kasus yang tepat dari gerak ini adalah ketika bola dilempar tegak lurus ke bawah dengan kecepatan awal tertentu, seperti gambar di bawah ini:

contoh gerak vertikal ke bawah

Berdasarkan gambar di atas, diketahui kalau Ratu melempar bola secara vertikal ke bawah dengan kecepatan awal 8 m/s. Bola itu tiba di tanah setelah 2 s. Coba yuk kita sama-sama hitung berapa kecepatan bola saat menyentuh tanah?

Penyelesaian:

Diketahui:   V0 = 8 m/s, t = 2 s, dan g = 10 m/s2

Ditanya: Kecepatan bola saat menyentuh tanah?

menghitung gerak vertikal

Jadi, kecepatan bola saat menyentuh tanah adalah sebesar 28 m/s. Bagaimana sampai di sini? Kamu paham, kan? Ternyata, gerak vertikal ini banyak lho contohnya, tidak hanya yang sudah kita bahas saja. Oh iya, rumus-rumus di atas tadi jangan lupa kamu hafal nih agar kamu jadi lebih mudah dalam mengerjakan soal. 

gerak vertikal

Nah, kalau kamu ada pertanyaan mengenai materi ini, jangan ragu untuk tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar, ya. Jika ada PR yang masih sulit untuk kamu kerjakan, kamu bisa nih gunakan aplikasi ruanglesonline. #BelajarJadiPraktis dengan bertanya ke tutor secara online. Semangat belajar, ya!

New Call-to-action

Daya Tampung Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di SBMPTN 2020

daya tampung ITS di sbmptn 2020

Artikel ini memberikan informasi daya tampung Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di SBMPTN 2020

Mau memilih prodi Saintek di SBMPTN 2020 nanti? Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bisa menjadi kampus yang layak untuk kamu pertimbangkan. ITS merupakan kampus yang sebagian besar jurusannya adalah Saintek. Ada 33 program studi atau jurusan yang bisa kamu pilih di ITS pada SBMPTN 2020, 31 di antaranya adalah jurusan Saintek dan 2 prodi jurusan Soshum. Agar kamu semakin yakin dalam memilih jurusan, ketahui dulu daya tampung ITS di SBMPTN 2020 dan bandingkan dengan peminatnya di SBMPTN 2019 berikut ini.

Baca juga: Daya Tampung Universitas Hasanuddin di SBMPTN 2020

SAINTEK

Nama Program Studi

Daya Tampung 2020

Peminat 2019

Jenis Portofolio

Fisika

63

403

Tidak Ada

Matematika

61

326

Tidak Ada

Statistika

61

529

Tidak Ada

Kimia

60

367

Tidak Ada

Biologi

38

373

Tidak Ada

Teknik Mesin

79

641

Tidak Ada

Teknik Elektro

88

660

Tidak Ada

Teknik Kimia

60

501

Tidak Ada

Teknik Fisika

61

554

Tidak Ada

Teknik Industri

60

591

Tidak Ada

Teknik Material

61

398

Tidak Ada

Teknik Sipil

61

644

Tidak Ada

Arsitektur

44

523

Tidak Ada

Teknik Lingkungan

48

358

Tidak Ada

Teknik Geomatika

45

397

Tidak Ada

Perencanaan Wilayah dan Kota

57

380

Tidak Ada

Teknik Perkapalan

41

264

Tidak Ada

Teknik Kelautan

37

456

Tidak Ada

Teknik Sistem Perkapalan

39

415

Tidak Ada

Teknik Informatika

91

1.027

Tidak Ada

Sistem Informasi

54

656

Tidak Ada

Desain Produk Industri

36

239

Seni Rupa, Desain, dan Kriya

Teknik Transportasi Laut

18

228

Tidak Ada

Teknik Sistem Perkapalan (Gelar Ganda ITS-Jerman)

21

196

Tidak Ada

Teknik Komputer

24

349

Tidak Ada

Teknik Geofisika

30

247

Tidak Ada

Desain Interior

24

218

Seni Rupa, Desain, dan Kriya

Teknik Biomedik

24

440

Tidak Ada

Sains Aktuaria

36

327

Tidak Ada

Teknologi Informasi

25

222

Tidak Ada

Desain Komunikasi Visual

24

323

Seni Rupa, Desain, dan Kriya

 

SOSHUM

Nama Program Studi

Daya Tampung 2020

Peminat 2019

Jenis Portofolio

Manajemen Bisnis

41

484

Tidak Ada

Studi Pembangunan

30

429

Tidak Ada

 

Bagi kamu calon mahasiswa ITS Surabaya, pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 sudah di depan mata. Tetap semangat, tetap sehat, dan perbanyak doa agar kamu bisa masuk ke kampus impian. Percayalah bawah perjuanganmu selama ini pasti tidak akan sia-sia. Ayo, berjuang sedikit lagi dengan bantuan video pembahasan soal TPS dan ribuan latihan soal TPS UTBK di ruangbelajar.

ruangbelajar

UTBK SBMPTN 2020 Dibagi Dua Gelombang, Catat Ketentuan Lengkapnya

pelaksanaan utbk sbmptn 2020

Artikel ini memberikan informasi terbaru terkait pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020

Menanti-nanti kepastian mengenai pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020? Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah memutuskan untuk membagi pelaksanaan UTBK 2020 menjadi dua gelombang. Selain itu, untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi COVID-19 dan menjaga keselamatan peserta serta penyelenggara, pelaksanaan UTBK diubah dari 4 sesi menjadi 2 sesi per hari. Bagaimana ketentuannya? Perhatikan berikut ini ya!

Ketentuan Gelombang

Gelombang 1: 5-14 Juli 2020

Pelaksanaan UTBK gelombang pertama diperuntukkan bagi peserta yang sudah berada atau tinggal di lokasi yang sama dengan lokasi pusat UTBK 2020. Selain itu, tempat tes dan daerah telah siap menggunakan protokol kesehatan COVID-19.

Gelombang 2: 20-29 Juli 2020

Pelaksanaan UTBK gelombang kedua diperuntukkan bagi peserta yang sudah terlanjur memilih lokasi pusat UTBK di luar domisilinya dan sulit meninggalkan lokasi tempat tinggal karena adanya peraturan PSBB atau hal lainnya. Pada gelombang kedua ini kamu akan melaksanakan UTBK dengan jam pelaksanaan baru di Mitra UTBK yang ditetapkan oleh Pusat UTBK.

pelaksanaan utbk sbmptn 2020(Sumber: instagram.com/ruangguru)

Pelaksanaan UTBK 2020 di New Normal
Materi UTBK hanya Tes Potensi Skolastik (TPS) dan dilaksanakan pada waktu yang relatif pendek yaitu hanya 105 menit (1 jam dan 45 menit)
UTBK akan dilaksanakan 2 sesi per hari dengan perubahan waktu sebagai berikut:

Sesi 1: Pukul 09.00 – 11.15 WIB/WIT/WITA
Sesi 2: Pukul 14.00 – 16.15 WIB/WIT/WITA

Jeda antara Sesi 1 dan Sesi 2 cukup panjang yaitu 2 jam 45 menit untuk melakukan sterilisasi lingkungan, ruang dan komputer yang digunakan.

Peserta yang terdaftar pada Sesi 1 dan 3 tetap melaksanakan sesuai hari yang telah ditentukan, sementara peserta Sesi 2 dan 4 akan dijadwalkan ulang
Pengumuman UTBK SBMPTN 2020 diundur menjadi 20 Agustus 2020
Perluasan Layanan
Terdapat 74 Pusat UTBK yang siap melayani semua peserta
Beberapa pusat UTBK telah bekerjasama dengan Mitra PTS maupun SMA/SMK sebagai tempat penyelenggaraan UTBK
Pusat UTBK dapat bekerjasama dengan SMA/SMK di daerah untuk melayani peserta yang tidak dapat hadir mengikuti UTBK di Pusat UTBK. Misalnya karena:

Berada di luar Provinsi
Berada di daerah dengan status zona merah
Pusat UTBK di zona merah

Peserta dari luar provinsi dan atau kabupaten/kota yang karena status daerahnya maupun karena ketentuan tidak mungkin hadir mengikuti ujian di Pusat UTBK akan dijadwalkan ulang dan direlokasi ke SMA/SMK Mitra yang memenuhi persyaratan
Pusat UTBK menetapkan SMA/SMK mana yang dijadikan sebagai mitra pelaksanaan UTBK
Jumlah dan lokasi SMA/SMK Mitra disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing Pusat UTBK

Pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 sudah di depan mata. Sudah siap? Ayo, masih ada waktu untuk mempersiapkan diri kamu menghadapi soal-soal TPS UTBK dengan video pembahasan soal dan latihan soal TPS UTBK di ruangbelajar.

ruangbelajar

Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis

Seni Teater : Pengertian, Sejarah, Contoh, Gambar, Ciri, Jenis, Fungsi, Unsur – Dalam sejarahnya, kata “Teater”  berasal dari bahasa Inggris theater  atau  theatre,  bahasa Perancis  théâtre  dan dari bahasa Yunani theatron (θέατρον). Secara etimologis, kata “teater” dapat diartikan sebagai tempat atau gedung pertunjukan. Sedangkan secara istilah kata teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukkan di atas pentas  untuk konsumsi penikmat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Rupa Murni Dan Terapan : Pengertian, Jenis , Gambar Dan 10 Contohnya [Lengkap]

 

Seni TeaterSeni TeaterPengertian Seni Teater

Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafsiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton,pengamat, kritikus atau peneliti).

Selain itu, istilah teater dapat diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater  dalam  arti sempit dideskripsikan  sebagai sebuah drama  (perjalanan hidup seseorang  yang dipertunjukkan  di  atas  pentas,  disaksikan  banyak orang  dan  berdasarkan atas  naskah  yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukkan di depan orang  banyak, seperti ketoprak, ludruk, wayang, sintren, janger, mamanda, dagelan, sulap, akrobat, dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Seni Lukis : Pengertian, Teknik, Unsur, Aliran Serta 20 Contohnya

Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat yang pada prinsipnya keduanya merupakan istilah yang berbeda. Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat dan dalam bahasa Perancis “drame” menjelaskan tingkah laku kehidupan kelas menengah.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah cerita yang akan dipentaskan. Jadi, teater adalah visualisasi dari drama atau drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton. Dengan kata lain drama merupakan bagian atau salah satu unsur dari teater.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Seni Patung” Pengertian & ( Jenis – Fungsi – Bentuk – Teknik )

Sejarah Teater

Waktu dan tempat pertunjukan teater pertama kali dimulai tidak diketahui. Adapun yang dapat diketahui hanyalah teori tentang asal mulanya. Di antaranya teori tentang asal mula teater adalah sebagai berikut:

Berasal dari upacara agama primitif. Unsur cerita ditambahkan pada upacara semacam itu yang akhirnya berkembang menjadi pertunjukan teater. Meskipun upacara agama telah lama ditinggalkan, tapi teater ini hidup terus hingga sekarang.
Berasal dari nyayian untuk menghormati seorang pahlawan di kuburannya. Dalam acara ini seseorang mengisahkan riwayat hidup sang pahlawan yang lama kelamaan diperagakan dalam bentuk teater.
Berasal dari kegemaran manusia mendengarkan cerita. Cerita itu kemudian juga dibuat dalam bentuk teater (kisah perburuan, kepahlawanan, perang, dsb).

Naskah teater tertua di dunia yang pernah ditemukan ditulis seorang  pendeta Mesir,  I Kher-nefert, di jaman peradaban mesir kuno kira-kira 2000 tahun sebelum tarikh Masehi dimana pada jaman itu peradaban Mesir kuno sudah maju. Mereka sudah bisa membuat piramida, sudah mengerti irigasi, sudah bisa membuat kalender, sudah  mengenal ilmu bedah, dan juga sudah mengenal tulis menulis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Seni Musik Menurut Para Ahli Terlengkap

I Kher-nefert menulis naskah tersebut untuk sebuah pertunjukan teater ritual di kota Abydos, sehingga  terkenal sebagai “Naskah Abydos” yang menceritakan pertarungan antara dewa buruk dan dewa baik. Jalan cerita naskah Abydos juga diketemukan tergambar dalam  relief kuburan yang lebih tua. Sehingga para ahli bisa mengira bahwa jalan cerita itu sudah ada dan dimainkan orang sejak tahun 5000 SM.

Meskipun baru muncul sebagai naskah  tertulis di tahun 2000 SM. Dari hasil penelitian  yang dilakukan  diketahui juga bahwa   pertunjukan teater Abydos terdapat unsur-unsur teater  yang meliputi;  pemain, jalan cerita, naskah dialog, topeng, tata busana, musik, nyanyian, tarian, dan properti pemain seperti tombak, kapak, tameng, dan sejenisnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Drama Menurut Para Ahli, Bentuk, Unsur, Ciri Dan Contohnya

Jenis Jenis TeaterTeater Menurut jenisnya

I Made Bandem dan Sal Mugiyanto (1996) membagi teater daerah  di Indonesia menjadi dua, yakni teater tradisional dan teater modern.

Teater TradisionalTeater non-tradisional atau Teater modern.Teater Tradisional biasa juga disebut teater daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya adalah; ketoprak, ludruk, mamanda, dulmuluk, arja, lenong dan masih banyak lagi. Biasanya cerita dalam teater tradisional mengusung budaya setempat dan disampaikan secara improvisasi (tanpa naskah).Contoh Teater TradisionalBanjet,Longser,Ogel,Reog,Topeng Cirebon,Angklung Badut,Wayang Golek dari Jawa BaratReog Ponorogo,Ludruk dari Jawa Timur-Ketoprak,Wayang Orang,Wayang Kulit,Wayang Suket,Kethek Ogleg,Dagelan,Scandul dari Jawa Tengah-Lenong dan Topeng Blantik dari BetawiCiri ciri Teater Tradisional

Teater Tradisional mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

1. Pementasan panggung terbuka (lapangan, halaman rumah),2. Pementasan sederhana,3. Ceritanya turun temurun.

 

Teater non-tradisional atau Teater modern secara umum adalah teater yang penyampaian ceritanya berdasarkan pada naskah dan sumber ilmunya dari dunia Barat, dan juga bahannya dari kejadian-kejadian sehari- hari, atau karya sastra.Contoh Teater Moderna. dramab. teaterc. sinetrond. filmCiri ciri Teater Modern– Panggunga tertata– Ada pengaturan jalan cerita– tempat panggung tertutupTeater Menurut penyampaian ceritanyaTeater Improvisasi (tanpa naskah)dan teater berdasar naskahTeater Menurut bentuk pertunjukannyateater tutur,teater gerak,teater boneka,drama,drama musikal.

 adalah Kegiatan yang dapat dikategorikan sebagai Teater Tutur berhubungan dengan aktivitas bercerita secara tunggal (monolog), seperti membaca puisi, deklamasi, mendongeng, dan stand up comedy.

Teater TuturTeater Tutur

Contoh Teater Tutur yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah bakaba, macapat, kentrung, dan P.M. Toh, yang seringkali berhubungan dengan cerita rakyat (folklor).

Kegiatan teater yang dialognya disampaikan melalui gerak, misalnya pantomim/tablo. Contoh Teater Gerak yang bersumber dari nilai-nilai lokal adalah randai, wayang orang, dan tari kecak. Tema cerita dalam Teater Gerak adalah bagian dari cerita rakyat (folklor).

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini  adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

TEATER GERAKTEATER GERAK

 

       Kegiatan teater yang menggunakan benda/boneka yang merupakan representasi dari suatu karakter atau tokoh dalam cerita, misalnya wayang kulit, wayang golek, wayang potehi, cemen, dan wayang suket.

Teater BonekaTeater Boneka

Contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

TEATER WAYANG KULITTEATER WAYANG KULIT

Beralih ke luar negeri, pertujukan Boneka Bunraku dari Jepang mampu melakukan banyak sekali gerakan sehingga diperlukan tiga dalang untuk menggerakkannya. Dalang berpakaian hitam dan duduk persis di depan penonton. Dalang utama mengendalikan kepala dan lengan kanan. Para pencerita bernyanyi dan melantunkan kisahnya.

       Kegiatan teater yang bersumber dari naskah tertulis, misalnya drama Kwek-Kwek (karya D. Djayakusuma) dan Romeo dan Juliet.

Teater DramatikTeater Dramatik

 

Drama MusikalDrama Musikal

       Kegiatan teater yang menggabungkan cerita, gerak, dan musik, dengan dialog yang dinyanyikan. Bentuk drama musikal adalah operet dan kabaret, misalnya operet Laskar Pelangi, Bawang Merah dan Bawang Putih, Ande-Ande Lumut, Si Pitung, dan Sabai nan Aluih. Teater tradisi yang dapat dikategorikan ke dalam Drama Musikal adalah lenong, ketoprak, ludruk, teater kubruk, dan langendrian.

Cerita dalam teater mengandung unsur konflik atau pertentangan antara dua pihak dan sebagai bentuk pembelajaran karakter, pertentangan selalu diakhiri dengan kemenangan pihak yang baik. Pesan atau moral cerita didapatkan melalui dialog para tokoh dan juga laku cerita yang terjadi. Tokoh cerita dalam teater sering pula disebut sebagai karakter dan secara mendasar atau konvensional karakter dalam teater dibedakan menjadi, protagonis (karakter yang bersifat baik dan membawa pesan kebaikan), antagonis (karakter yang bersifat jahat), dan tritagonis (karakter yang dimunculkan dalam cerita untuk membantu kelancaran jalannya cerita).

Untuk memahami karakter ini pemain bisa mempelajarinya dari dialog dan peran karakter tersebut dalam cerita. Selanjutnya, karakter dapat dilihat dari dimensi fisiknya seperti tinggi tubuh, usia, jenis kelamin dan cirri fisik yang lain. Dari dimensi kejiwaan dapat diketahui watak atau sifat karakter tersebut apakah sombong, baik hati, dermawan atau licik. Dari sisi status sosial dapat diketahui apakah karakter tersebut termasuk orang terpandang, pejabat, pegawai atau masyarakat biasa.

Unsur unsur seni teater

Unsur-unsur yang terdapat dalam seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain:

Unsur Internal Teater
Unsur Eksternal TeaterUnsur Internal Teater

Unsur internal merupakan unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan suatu  teater. Tanpa unsur internal internal tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dikatakan sebagai jantungnya sebuah pementasan teater. Unsur internal, meliputi:

Naskah/Skenario

Naskah/Skenario berisi kisah dengan nama tokoh dan diaolog yang duicapkan.

Pemain/Pemeran/Tokoh

Pemain merupakan orang yang memeragakan tokoh tertentu pada film/sinetron biasa disebut aktris/aktor. Macam-macam peran:a. Peran UtamaPeran Utama Yaitu peran yang menjadi pusat perhatian penonton dalam suatukisahb. Peran PembantuPeran Pembantu Yaitu peran yang tidak menjadi pusat perhatianc. Peran Tambahan /Figuran-Figuran Yaitu peran yang diciptakan untuk memperkuat gambar suasana

Sutradara

Sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur sebuah teknik pembuatan atau pementasan teater/drama/film/sinetron.

Properti

Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasandrama atau film.Contohnya : kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, danlain-lain

Penataan

Seluruh pekerja yang terkait dengan pendukung pementasan teater, antaralain:

Tata Rias adalah cara mendadndani pemain dalam memerankan tokoh teateragar lebih meyakinkan

Tata Busana adalah pengaturan pakaina pemain agar mendukung keadaan yang menghendaki. Contohnya : pakaian sekolah lain dengan pakaian harian

Tata Lampu, Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggungTata Suara, Tata Suara adalah pengaturan pengeras suaraUnsur Eksternal Teater

Unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Unsur eksternal diantaranya, yaitu :

a. Staf produksi

Staf produksi adalah sekelompok tim atau individual yang berkenaan dengan pimpinan produksi sampai semua bagian yang ada di bawahnya. Adapun tugas masing-masing dari mereka adalah sebagai berikut:

Produser/ pimpinan produksiMengurus semua hal tentang produksi;Menetapkan personal (petugas), anggaran biaya, fasilitas, program kerja dan lain sebagainya.

b. Sutradara/ derektor

Pembawa sekaligus pengarah jalannya naskah;Koordinator semua pelaksanaan yang menyangkut pementasan;Mencari dan menyiapkan aktor;Menyiapkan make up dan juga men-setting segala sesuatu yang dipegang oleh bagian desainer beserta kru.

c. Stage manager

Pemimpin dan penanggung jawab panggung;Membantu sutradara.

d. Desainer

Menyiapkan semua aspek visual yang menyangkut setting tempat atau suasana, properti atau perlengkapan pementasan, kostum, tata lampu dan pencahayaan, serta perlengkapan lain (seperti: audio).

e. Crew

Crew merupakan pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang bagian desainer, diantaranya:

Bagian pentas/tempat;Bagian tata lampu (lighting);Bagian perlengkapan dan tata musik;FUNGSI SENI TEATER Teater sebagai Sarana Upacara

Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.

Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater  tradisional.

Teater sebagai Media Ekspresi

Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

Teater sebagai Media Hiburan

Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan pertunjukan yang digelar.

Teater sebagai Media Pendidikan

Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.

Penulisan Naskah

            Penciptaan naskah untuk teater anak-anak mengambil tema yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka seperti tentang dunia sekolah, cerita binatang, dongeng, dakwah keagamaan, petualangan khas anak dsb. Naskah cerita dibuat tidak terlalu panjang, sehingga ketika dipentaskan hanya memakan waktu sekitar 15-20 menit. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan anak dalam berolah akting, menghafal naskah dsb. Dialog-dialog pun dibuat dengan logika berbahasa yang sederhana dan  kalimat yang pendek-pendek agar mudah dihafal dan dihayati.

Pelatihan Seni Peran

            Latihan seni peran mencakup konsentrasi, latihan membaca, penguasaan sarana ekspresi, perwatakan, dan teknik bermain.

            Konsentrasi adalah suatu kesanggupan memusatkan semua kekuatan rohani dan pikiran ke sebuah fokus sasran yang jelas. Pengertian konsentrasi  bukanlah mengosongkan pikiran, tetapi memusatkan pikiran (Rendra, 1985). Kemampuan berkonsentrasi pada  anak-anak tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi harus diasah terus-menerus. Dasar dari latihan konsentrasi adalah penguasaan diri. Pelatihan konsentrasi yang mencakup konsentrasi pendengaran, penglihatan dan penciuman  harus dilakukan secara rileks agar anak-anak tidak mengalami ketegangan.

            Latihan membaca bertujuan agar anak-anak terampil membaca, menangkap makna bacaan dan mampu mengkomunikasikan makna tersebut kepada orang lain. Dalam hal ini, kefasihan membaca menjadi syarat utama yang harus diakuasai anak-anak. Anak-anak diminta untuk memahami isi bacaan cerita anak-anak, naskah drama anak, dongeng yang menarik dsb. Setelah membaca anak-anak diminta untuk menceritakan kembali alur cerita dan karakter-karakter tokoh.  Latihan membaca pada hakekatnya sebagai latihan dasar bagi anak-anak untuk menyampaikan pikirannya secara jelas. Kepentingan praktis lainnya adalah untuk belajar mengucapkan dialog dalam permainan drama kelak.

c. Penguasaan Sarana Ekspresi

            Media sarana ekspresi seorang pemain drama adalah tubuh, suara (vokal) dan sukma (Rendra, 1985). Pengolahan tubuh anak-anak ditekankan pada aspek koordinasi dalam melakukan akting. Koordinasi itu terkait dengan menciptakan gerak sesuai dengan kebutuhan pemanggungan. Anak-anak ditunjukkan tentang sikap tubuh yang baik di atas pentas.

            Penguasaan sarana ekspresi merupakan ketrampilan bermain dalam menggunakan peralatan-peralatan ekspresinya (tubuh, vokal dan sukma) (Rendra, 1985). Salah satu teknik bermain yang bisa ditempuh adalah dengan memberi isi pada pengucapan-pengucapan dialog dengan penekanan makna yang terkandung di dalamnya. Seindah apa pun dialog dalam drama tidak akan hidup apabila diucapkan dengan datar. Pada latihan anak-anak ditunjukkan bahwa cara pengucapan berbeda akan melahirkan makna berbeda.

            Dalam bermain diperlukan pula teknik pengembangan agar pertunjukan tidak monoton. Anak-anak dilatih mengenali suasana yang ada pada setiap adegan seperti suasana penih, gembira kekacauan dsb. Ketika anak-anak telah mengenali suasana dari setiap adegan maka mereka dilatih menciptakan suasana dengan berbagai cara seperti dialog, gerakan,  pemanfaatan ilustrasi musik, efek suara, pencahayaan dsb.

Sarana ekspresi mencakup olah tubuh, olah suara, dan olah rasa.

               1). Olah Tubuh

Latihan olah tubuh adalah kegiatan melatih kesadaran tubuh dan cara mendayagunakan tubuh. Olah tubuh dilakukan dalam tiga tahap, yaitu latihan pemanasan, latihan inti, dan latihan pendinginan.

a). Latihan pemanasan (warm-up), yaitu serial latihan gerakan tubuh untuk meningkatkan sirkulasi dengan cara meregangkan otot atau melemaskan otot-otot. Teknis yang dipakai bisa dengan melakukan gerakan yang ada dalam gerakan senam kelenturan.

b). Latihan inti, yaitu latihan gerakan yang akan dilatihkan atau latihan gerakan sesuai kebutuhan naskah yang akan dipentaskan.

c). Latihan pendinginan adalah latihan dengan gerakan yang dapat menimbulkan efek relaksasi, sehingga membantu menghantarkan pemain kedalam proses konsentrasi

Fungsi utama dari latihan olah tubuh ini adalah menjadikan organ tubuh lentur sehingga leluasa dan luwes jika digerakkan ketika sedang bermain peran.

2). Olah Suara

            Pengolahan suara atau vokal pada anak-anak ditekankan pada penciptaan nada dalam dialog. Penciptaan nada dapat memberi efek tertentu pada dialog sesuai dengan kandungan makna di dalamnya (Harymawan, 1988). Anak-anak diajak memainkan berbagai macam warna suara. Latihan ini akan memberikan ketrampilan berdialog pada anak-anak.

Untuk menjadi pemain teater yang baik, maka dia harus mempunyai dasar suara atau vokal yang baik pula. “Baik” disini dapat diartikan sebagai berikut.

a). Dapat terdengar seluruh penonton sampai posisi paling belakang

b). Jelas secara artikulasi yaitu pengucapan yang tepat

c). Baik secara intonasi yaitu baik dalam lagu dialog

d). Tersampaikan misi atau pesan yang disampaikan melalui dialog

e). Tidak monoton

Dalam latihan olah suara perlu diperhatikan dan dipertimbangkan olah pernafasan sebagai dasar pelatihan. Teknik pernafasan yang digunakan dalam teater adalah pernafasan diafragma. Selanjutnya, setelah mampu melakukan pernafasan diafragma latihan olah suara ditekankan untuk melatih artikulasi, intonasi, dan diksi sehingga kalimat yang diucapkan jelas dan enak didengar.

3). Olah Rasa

            Dalam latihan olah rasa atau sukma penekannya  pada faktor emosi. Anak-anak dibimbing untuk mampu menumbuhkan emosi sesuai dengan tuntutan peran. Apabila anak-anak telah mampu menumbuhkan emosi, maka anak-anak dirangsang untuk mengembangkan emosi sesuai dengan takaran peran. Pada pihak lain, anak-anak juga dilatih untuk mengendalikan emosi, agar kelak bisa mengontrol perkembangan emosi yang berlebih. Ketika anak-anak terlatih mengelola emosi maka kehidupannya akan terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan emosi anak mendapat latihan yang besar.

Pemeran atau pemain teater membutuhkan kepekaan rasa, agar dapat menghayati karakter tokoh. Semua emosi tokoh yang dimainkan harus mampu diwujudkan. Oleh karena itu, latihan-latihan yang mendukung kepekaan rasa perlu dilakukan. Terlebih dalam konteks aksi, reaksi, dan responsi. Seorang pemeran tidak hanya mengekspresikan karakter tokoh yang perankan saja, tetapi juga harus memberikan respon terhadap ekspresi tokoh lainnya. Latihan atau kegiatan olah rasa ini dapat dilakukan dengan cara latihan konsentrasi dan imajinasi.

Nilai karakter yang dapat diintegrasikan dalam tahap pelatihan dasar pemeranan adalah;

a). Disiplin dalam hal ketepatan waktu latihan

b). Kerjasama dengan peserta yang lain sewaktu melaksanakan nomor-nomor

     latihan (olah tubuh, suara, dan rasa)

c). Percaya diri dalam berekspresi atau melakukan kegiatan dalam latihan

d). Kerja keras dalam melakukan latihan untuk mencapai tujuan yang diharapkan

e). Komunikatif dalam arti mampu menjalin komunikasi baik dengan rekan  ataupun pelatih  

            Dalam kehidupan sehari-hari setiap anak pasti memiliki watak yang berbeda, sehingga pemahaman terhadap perwatakan akan mengantarkan mereka pada bentuk pergaulan yang lebih baik. John Harrop dan Sabih R. Epstein (1990) mengatakan bahwa latihan perwatakan mencakup aspek fisiologis, psikologis dan sosiologis Dalam latihan fisiologis anak-anak diminta mengidentifikasi aspek fisiologis teman-temannya seperti jenis kelamin, usia, postur, warna kulit, dan semua aspek fisik lainnya. Selanjutnya, anak-anak  diminta mengidentifikasi aspek fisiologis pada cerita anak-anak atau dongeng yang pernah dibaca selama pelatihan.

            Aspek psikologis terkait dengan sikap, motivasi, emosi, keinginan, dorongan dan intelektual (John Harrop dan Sabih R. Epstein, 1990). Latihan aspek ini dimulai dengan sebuah permainan yang disebut “perangakap raksasa”. Melalui permainan ini dihadapkan pada berbagai jebakan. Pada setiap jebakan anak-anak harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sang raksasa seputar kondisi psikologis anak-anak. Dengan latihan ini anak-anak lebih mengenal dirinya. Selanjutnya anak-anak dikenalkan pada perwatakan-perwatakan tokoh cerita, dongeng maupun drama.

Aspek sosilogis terkait dengan ciri-ciri status ekonomi, profesi, agama, kekerabatan dsb (John Harrop dan Sabih R. Epstein, 1990). Pada latihan ini anak-anak diminta mencatat profesi orang tuanya, jenis pakaian yang biasa dipakai seseorang sesuai dengan profesinya. Dari identifikasi pakaian dikembangkan pada peralatan yang dipakai dalam sebuah profesi, sehingga anak-anak berlatih memahami perwatakan secara lebih utuh.

Latihan perwatakan adalah latihan untuk menjadi karakter tokoh yang akan diperankan. Latihan ini dimulai dari tafsir terhadap tokoh yang akan diperankan, observasi karakter, eksplorasi karakter, kolaborasi antarkarakter, dan latihan dengan tata artistik.

Tafsir

Sebelum memainkan sebuah tokoh dalam cerita, seorang pemain harus mengenali tokoh tersebut melalui informasi yang didapatkan dari dalam cerita. Tokoh tersebut harus diketahui wataknya atau sifatnya apakah sombong, jahat, atau baik budi. Tokoh tersebut harus pula diketahui perannya dalam cerita apakah ia antagonis, protagonis, tritagonis atau hanya sekedar tokoh figuran. Tokoh tersebut harus pula diketahui ciri-ciri fisiknya  dan status sosialnya. Semua informasi ini sangat diperlukan sehingga calon pemeran dan menafsirkan dan mempraktikkannya.

b). Observasi Karakter

Setelah mendapatkan informasi mengenai peran yang akan dimainkan seorang pemeran memerlukan observasi atau pengamatan secara nyata dalam kehidupan untuk menemukan model acuan dari orang-orang yang diamati tersebut. Model acuan yang sesuai dengan karakter tokoh yang akan dimainkan berikutnya diamati secara detil sehingga gaya dan tingkah lakunya dapat diadaptasikan ke dalam praktik pemeranan. Alangkah lebih baik jika ciri-ciri karakter orang yang diamati ini dicatat sehingga nantinya akan mudah untuk diaplikasikan.

c). Eksplorasi Karakter

Eksplorasi karakter adalah kegiatan mengembangkan gaya atau perilaku karakter yang akan dimainkan berdasar catatan hasil pengamatan (observasi). Gaya dan perilaku ini disesuaikan dengan tuntutan cerita. Oleh karena itu dalam mengembangkan gaya dan perilaku karakter ini harus tidak boleh lepas dari tuntutan cerita.

d). Kolaborasi Antarkarakter

Kerjasama antarkarakter atau kolaborasi ini sangat diperlukan ketika latihan sudah mengarah pada adegan-adegan dalam cerita di mana karakter yang satu akan bertemu dengan karakter yang lain. Kerjasama antarkarakter ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekakuan atau ekspresi karakter yang berjalan sendiri-sendiri sehingga tidak terjadi komuikasi yang alami dan mengakibatkan makna atau maksud adegan menjadi kabur. Tidak jarang, pemain teater itu hanya bermain menurut tafsirnya sendiri tanpa menghiraukan yang lainnya. Oleh karena itu sangat diperlukan latihan aksi-reaki dan response antarkarakter dalam setiap adegan sehingga kerjasama terbentuk dengan baik dan komunikasi peran menjadi alami.

e). Latihan dengan Tata Artistik

Latihan dengan artistik dilakukan ketika semua pemain sudah memahami cerita yang akan dimainkan dan karakter yang akan diperankan. Bentuk latihan ini berupa adegan-adegan yang mana pemain menyesuaikan dirinya dengan aspek tata artistik seperti tata rias dan busana, dekorasi panggung, tata cahaya, dan ilustrasi musik atau salah satu di antaranya.

Nilai karakter yang dapat diintegrasikan dalam tahap pemeranan karakter ini adalah:

(1). Disiplin dalam hal ketepatan waktu latihan(2). Kerjasama dengan peserta yang lain sewaktu melaksanakan latihan observasi,  eksplorasi, dan kolaborasi antarkarakter serta ketika latihan dengan tata artistik(3). Percaya diri dalam memainkan karakter yang akan diperankan(4). Kreatif dalam mengembangkan laku karakter(5). Komunikatif dalam arti mampu menampilkan karakter peran sesuai amanat  Cerita.PROSES PEMENTASAN

Sekalipun telah memiliki kemampuan bermain teater berkat pelatihan yang diberikan oleh seorang instruktur (pendamping), tetapi dalam sebuah pementasan teater mereka tidak bisa bekerja sendiri. Mereka harus didampingi seorang sutradara. Sutradara adalah orang yang membantu melatih pemain, mengarahkan permainan, membimbing dan sumber inspirasi dalam pertunjukan. Sutradara harus menguasai permainan dan artistik. Kecakapan seorang sutradara akan menentukan sebuah pertunjukan.

Tahap proses pementasan mencakup persiapan pementasan. Dalam hal ini seorang instruktur (pendamping) dan para pemain harus memahami serta  menghafal baris-baris kalimat dialognya sehingga cerita bisa berjalan secara menyeluruh. Dalam proses pementasan ini mulai dibentuk pula kepanitiaan pentas. Selanjutnya tahap proses pementasan seperti di bawah ini.

Kepanitiaan Pentas

Kepanitiaan dibentuk untuk mengatur penyelenggaraan pementasan. Pementasan di sini tidak haru dilakukan di panggung tetapi bisa juga di selenggarakan di dalam kelas dengan penonton teman-teman sekolah sendiri. Tugas panitia adalah mengatur jalannya pementasan mulai dari penonton datang sampai pertunjukan selesai di mana ada yang bertindak sebagai penerima tamu, pengatur penonton, pembawa acara, pembantu rias dan busana, dekorasi, dan lain sebagainya.

Gladi Bersih

Gladi bersih adalah latihan keseluruhan dan lengkap sebagai model dari pentas yang sesungguhnya di mana kerja panitia juga sudah dimulai. Namun sebelum gladi bersih, latihan secara menyeluruh dari awal hingga akhir cerita sudah sering pula dilakukan sehingga pemain benar-benar siap.

Pentas

Pementasan dapat diselenggarakan di mana saja dengan ketersediaan sarana dan prasaran yang ada, tidak harus di gedung pertunjukan. Inti dari penyelenggaraan pentas adalah unjuk kerja para pemain dan kepanitaan serta kerjasama di antara mereka.

Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk memberikan penilaian atas pentas yang telah dilakukan. Evaluasi lebih bersikap refleksi sehingga semua yang terlibat menyadari kekurangan dan mau memperbaikinya untuk kegiatan yang akan datang.

Nilai karakter yang dapat diintegrasikan dalam proses pementasan:Disiplin dalam hal ketepatan waktu latihan dan menjalankan prosedur latihanKerjasama dengan peserta yang lain baik dari tim panitia maupun tim pemainPercaya diri dalam memainkan peran dan melaksanakan tugas kepanitiaanKreatif dalam mengembangkan permainan dan melaksanakn tugas kepanitiaan

 pentas

Kerja keras dalam melakukan latihan untuk mencapai hasil yang dinginkan Komunikatif dalam arti mampu menjalin komunikasi dengan seluruh rekan kerja produksi pementasan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Itulah Ulasan Lengkapnya Semoga Bermanfaat Bagi Para Pembaca Setia INFORMASIANA 🙂

Kalor : Pengertian, Perpindahan, Kapasitas, Jenis, Dan Rumus Beserta Contohnya Lengkap

Kalor : Pengertian, Perpindahan, Kapasitas, Jenis, Rumus Dan Contoh Soal Lengkap – Kalor adalah suatu energi yang mudah diterima dan mudah sekali dilepaskan sehingga dapat mengubah temperatur zat tersebut menjadi naik atau turun. Kalor juga bisa berpindah dari satu zat ke zat yang lain melalui medium atau perantara. Misalkan, dua buah zat yang memiliki temperatur berbeda dicampurkan pada sebuah wadah. Maka temperatur kedua benda tersebut akan menjadi sama.

Asas Black adalah sebuah dalil fisika mengenai kalor yang di kemukakan oleh ilmuwan Skotlandia. Nama hukum ini diambil dari nama seorang ilmuwan Inggris sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, yakni Joseph Black. Kalor jenis adalah sifat zat yang menunjukan banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu zat bermassa 1 kg sebesar 1°C atau 1 K. Kalor merupakan suatu bentuk energi. Ada tiga cara perpindahan kalor, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan alat-alat yang terbuat dari kertas, plastik, karet, lilin, kayu, alumunium, bahkan bahan yang terbuat dari besi dan baja. Ada benda yang bersifat konduktor dan ada pula yang bersifat isolator.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Termodinamika : Hukum Termodinamika 1 2 3 Pengertian, Prinsip, Sistem, Rumus Dan Contoh Soal Lengkap

 

 

kalor

Pengertian Kalor

Kalor adalah suatu energi yang mudah diterima dan mudah sekali dilepaskan sehingga dapat mengubah temperatur zat tersebut menjadi naik atau turun. Kalor juga bisa berpindah dari satu zat ke zat yang lain melalui medium atau perantara. Ternyata Kalor adalah bentuk energi yang tidak dapat dilihat ataupun terlihat. Dan ternyata Energi kalor juga dapat berubah menjadi bentuk energi lain, seperti cahaya, gerak, listrik, kimia dan lain-lain.

Misalkan, dua buah zat yang memiliki temperatur berbeda dicampurkan pada sebuah wadah. Maka temperatur kedua benda tersebut akan menjadi sama. Besarnya temperatur akhir berada di antara temperatur awal kedua zat tersebut. Pada gejala ini, kalor berpindah dari temperatur tinggi ke temperatur yang lebih rendah hingga mencapai temperatur setimbangnya.

Pada 1850, untuk pertama kalinya Joule menggunakan sebuah alat yang di dalamnya terdapat beban-beban yang jatuh dan merotasikan sekumpulan pengaduk di dalam sebuah wadah air yang tertutup. Dalam satu siklus, beban-beban yang jatuh tersebut melakukan sejumlah kerja pada air tersebut dengan massa air adalah m dan air tersebut mengalami kenaikan temperature sebesar Dt . Percobaan ini menerangkan tentang adanya energi yang menyebabkan timbulnya kalor dalam siklus tersebut.

Kalor dapat didefinisikan sebagai proses transfer energi dari suatu zat ke zat lainnya dengan diikuti perubahan temperatur.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Teori Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Dan Rumus Serta Contoh Soalnya Lengkap

Asas Black

Asas Black adalah sebuah dalil fisika mengenai kalor yang di kemukakan oleh ilmuwan Skotlandia.

 

Kalor adalah energi yang dipindahkan dari benda yang memiliki temperatur tinggi ke benda yang memiliki temperatur lebih rendah sehingga pengukuran kalor selalu berhubungan dengan perpindahan energi. Energi adalah kekal sehingga benda yang memiliki temperatur lebih tinggi akan melepaskan energi sebesar QL dan benda yang memiliki temperatur lebih rendah akan menerima energi sebesar QT dengan besar yang sama.

Secara matematis, Pengukuran kalor sering dilakukan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Jika kalor jenis suatu zat diketahui, kalor yang diserap atau dilepaskan dapat ditentukan dengan mengukur perubahan temperatur zat tersebut. Ketika menggunakan persamaan ini, perlu diingat bahwa temperatur naik berarti zat menerima kalor, dan temperatur turun berarti zat melepaskan kalor.

Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kalor. Salah satu bentuk kalorimeter, Kalorimeter ini terdiri atas sebuah bejana logam dengan kalor jenisnya telah diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan di dalam bejana lain yang agak lebih besar. Kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat, misalnya gabus atau wol. Kegunaan bejana luar adalah sebagai pelindung agar pertukaran kalor dengan lingkungan di sekitar kalorimeter dapat dikurangi.

Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan di dalam kalorimeter, air di dalam kalorimeter perlu diaduk agar diperoleh temperatur merata dari percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dan bahan yang sama seperti bahan bejana kalorimeter.

Zat yang diketahui kalor jenisnya dipanaskan sampai temperatur tertentu. Kemudian, zat tersebut dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air dengan temperatur dan massanya yang telah diketahui. Selanjutnya, kalorimeter diaduk sampai suhunya tetap.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Gelombang Elektromagnetik : Pengertian, Sifat, Macam, Dan Rumus Beserta Contoh Soalnya Lengkap

Kalor Jenis

Kalor jenis adalah sifat zat yang menunjukan banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu zat bermassa 1 kg sebesar 1°C atau 1 K. temperatur yang sama, ternyata setiap benda akan menyerap energi kalor dengan besar yang berbeda. Misalnya, terdapat empat buah bola masing-masing terbuat dari aliminium, besi, kuningan, dan timah. Keempat bola ini memiliki massa sama dan ditempatkan di dalam suatu tempat yang berisi air mendidih.

Setelah 30 menit, keempat bola akan mencapai kesetimbangan termal dengan air dan akan memiliki temperatur yang sama dengan temperatur air. Kemudian, keempat bola diangkat dan ditempatkan di atas kepingan parafin. Bola aluminium dapat melelehkan parafin dan jatuh menembus parafin. Beberapa sekon kemudian, bola besi mengalami kejadian yang sama.

Bola kuningan hanya dapat melelehkan parafin sebagian, sedangkan bola timah hampir tidak dapat melelehkan parafin. Keempat bola tersebut menyerap kalor dari air mendidih, kemudian memindahkan kalor tersebut pada parafin sehingga parafin meleleh.

Oleh karena setiap benda memiliki kemampuan berbeda untuk melelehkan parafin, setiap bola akan memindahkan kalor dari air ke parafin dengan besar yang berbeda. Kemampuan yang dimiliki setiap benda ini berhubungan dengan kalor jenis benda tersebut. Kalor jenis suatu benda dapat didefinisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 kg suatu zat sebesar 1K.

Kalor jenis menunjukkan kemampuan suatu benda untuk menyerap kalor. Semakin besar kalor jenis suatu benda, semakin besar pula kemampuan benda tersebut untuk menyerap kalor.

Satuan kalor

Satuan kalor adalah joule (J) yang diambil dari nama seorang ilmuwan yang telah berjasa dalam bidang ilmu Fisika, yaitu James Joule. Satuan kalor lainnya adalah kalori. Hubungan satuan joule dan kalori, yakni 1 kalori = 4,184 joule.

Kalor Uap

Kalor uap adalah banyaknya kalor per satuan massa yang diberikan pada zat di titik didihnya agar wujud zat cair berubah menjadi wujud gas seluruhnya pada titik didih tersebut.

Penguapan

Penguapan adalah peristiwa berubahnya zat dari zat cair menjadi zat gas. Penguapan pada zat cair terjadi karena terdapat kalor yang diterima. Contohnya itu kayak, air yang di panaskan terus-menerus akan menguap berubah menjadi uap air yang termasuk wujud gas. Berikut ini adalah Beberapa cara untuk mempercepat dalam proses  penguapan adalah:

menaikkan suhu (pemanasan) zat cair,memperluas permukaan zat cair,mengalirkan udara di atas permukaan zat cair,mengurangi tekanan di atas permukaan zat cair. Perubahan Suhu

Perubahan suhu adalah perbedaan suhu akhir dengan suhu awal suatu zat yang harus dihitung setelah beberapa waktu. Perubahan suhu terjadi karena kalor yang dilepaskan atau diserap dari atau ke lingkungan di sekitar zat tersebut berada.

Perpindahan Kalor

Seperti yang sudah kami jelaskan di awal bahwa perpindahan kalor terjadi dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Ada tiga jenis perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu sebagai berikut :

1. Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan Kalor secara konduksi yaitu suatu perpindahan kalor melalui suatu zat perantara (logam) tanpa disertai perpindahan partikel – partikel zat tersebut secara permanen. Contohnya yaitu ketika kita memanaskan salah satu ujung logam, maka ujung logam lainnya akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Ketika memanaskan salah satu ujung logam, maka partikel yang terdapat pada ujung logam tersebut akan bergetar dan membuat sebuah getaran terjadi pada partikel lain yang terhubung dengannya. Sehingga seluruh partikel logam tersebut akan bergetar meskipun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor.

2. Perpindahan Kalor Secara konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi yaitu suatu perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Konveksi bisa terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua jenis perpindahan kalor secara konveksi, yaitu sebagai berikut :

Konveksi Alamiah yaitu salah satu jenis konveksi yang dipengaruhi gaya apung tanpa faktor luar, dan dikarenakan oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Contohnya yaitu pada pemanasan air, massa jenis partikel air yang sudah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini membuat seluruh partikel zat cair tersebut akan panas sempurna.
Konveksi Paksa yaitu salah satu jenis konveksi yang terjadi karena adanya pengaruh faktor luar (contoh tekanan), dan perpindahan kalor dilakukan dengan sengaja/dipaksakan. Artinya aliran panas kalor dipaksa menuju ke tempat yang ingin dituju dengan bantuan faktor luar seperti tekanan. Contohnya yaitu pada kipas angin yang akan membawa udara dingin ke tempat yang panas, dan radiator mobil yang mempunyai sistem pendingin mesin.3. Perpindahan Kalor Secara Radiasi

Perpindahan kalor secara Radiasi yaitu suatu proses perpindahan kalor yang tidak memakai zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi berbeda dengan konduksi dan konveksi. Pada Radiasi, supaya terjadinya perpindahan kalor, kedua benda tidak harus bersentuhan karena kalor bisa berpindah tanpa zat perantara. Artinya kalor tersebut akan di pancarkan ke segala arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke segala arah. Contohnya yaitu saat kita dekat dengan api unggun dari sudut manapun, maka kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api,

4. Pencegahan perpindahan kalor

Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi bisa dicegah dengan mengisolasi ruangan tersebut. Contohnya yaitu sederhana penerapan cara ini yaitu pada termos. Termos dipakai untuk menjaga suhu air tetap panas dengan mencegah perpindahan kalornya.

Kapasitas Kalor

Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa bila kalor diberikan pada dua benda yang berbeda, maka akan menghasilkan suhu yang berbeda pula, Contohnya ketika minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang sama maka minyak akan mempunyai perubahan suhu 2 kali lebih besar dibandingkan air. Hal Ini dikarenakan oleh perbedaan kalor jenis yang dipunyai suatu benda.

Kalor Jenis Benda yaitu banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu dari 1 kg massa benda tersebut menjadi 1 derjat celcius. Satuan dari Kalor Jenis yaitu Kalori / GramoCelcius atau dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule / KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dituliskan dalam persamaan berikut :
rumus-kalor-jenis
Keterangan :
Q = Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c = Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT = Perubahan Suhu (oC)

Selain itu, ada rumus lain untuk menentukan kapasitas kalor itu sendiri, yaitu: C = m. c

Keterangan:

C = kapasitas kalor (J/K)m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)c = kalor jenis zat (J/kg.K)

Sedangkan kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat tersebut sebanyak 1 derajat Celcius. Jika kalor Q menghasilkan suhu sebesar t maka kapasitas kalor dapat dirumuskan :
rumus-kapasitas-kalor

Contoh Soal Kalor

Sepotong tembaga massanya 5 kg dengan suhu 20°C. Jika kalor jenis tembaga 390J/kg°C. Berapa kalor yang diperlukan untuk memanaskan tembaga agar suhu tembaga menjadi 100°C?

Penyelesaian:

m = 5 kg
c = 390 J/kg°C
∆T = T2-T1
= 100-20 = 80°C
Q = m • c •  ∆T
= 5-390-80 J
= 156.000 J = 156 kJ

Itulah ulasan lengkapnya,Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.

 

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :

6 Lembaga Agama : Pengertian, Contoh, Macam, Tujuan (LENGKAP)

6 Lembaga Agama : Pengertian, Contoh, Macam, Tujuan (LENGKAP) – Disetiap negara mempunyai berbagai macam agama yang dianut, salah satu contohnya di Indonesia. oleh karena itu dibuat lah lembaga agama setiap macam-macam agama. Untuk lebih jelas nya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah  berikut ini.

Lembaga Agama

Pengertian Lembaga Agama Menurut Para Ahlilembaga agama adalah sistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan (Emile Durkheim). Lembaga agama mengatur kehidupan dan tingkah laku manusia dalam bersosial.Menurut William Kornblum, agama adalah sebagai jawaban logis terhadap permasalahan dari keberadaan manusia yang membuat dunia menjadi berarti.
Menurut Horton dan Hunt, agama adalah sebuah sistem keyakinan dan sarana bagi sekelompok orang untuk menafsirkan juga menanggapi terhadap hal yang mereka rasakan sebagai suprantaural dan kudus (suci).
Pengertian lain lembaga agama adalah organisasi yang dibentuk dengan tujuan memajukan kepentingan hidup beragama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, oleh umat beragama.
Sedangkan menurut Bruce J, pengertian lembaga agama adalah lembaga yang bertujuan mengatur kehidupan menusia dan beragama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Pendidikan : Pengertian, Macam Dan 6 Fungsi Lengkap

Macam Dan Contoh Lembaga AgamaIslam : Majelis Ulama Indonesia (MUI)Kristen : Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)Hindu : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)Buddha : Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)Khonghucu : Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)Lembaga Wanita Katolik (WK)Lembaga Pendoa Rosario (legio maria)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 9 Fungsi Lembaga Keluarga : Pengertian Dan 4 Tahapannya ( LENGKAP )

Unsur Unsur Lembaga Agama :

Beberapa ilmuwan seperti Light, Killer, dan Calhoun (1989), memusatkan perhatian pada unsur-unsur dasar suatu agama, yaitu sebagai berikut.

Setiap agama pasti memiliki kepecayaan seperti percaya kepada Tuhan, nabi-nabi, dan kitab.

Setiap agama mengenal berbagai lambang atau simbol, baik itu berupa pakaian, ucapan, tulisan maupun tindakan.

Setiap ajaran agama yang ada memiliki praktek keagamaan seperti sholat, kebaktian, puasa, semedi, dan lain sebagainya.

Agama memiliki sejumlah pemeluk/ pengikut.

Setiap pemeluk agama memiliki beberapa bentuk pengalaman keagamaan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lembaga Keuangan : Pengertian, Manfaat, Fungsi, Dan Jenis Beserta Contohnya Lengkap

Fungsi Lembaga AgamaUntuk Sebagai pedoman hidupSebagai Sumber kebenaranSebagai pengatur tata cara hubungan antara manusia dengan manusia dengan TuhanSebagai Tuntunan prinsip benar dan salahSebagai pedoman pengungkapan suatu perasaan persaudaraan didalam sebuah agama yang diwajibkan berbuat baik terhadap sesama manusia.Sebagai pedoman keyakinan manusia yang melakukan perbuatan baik yang harus selalu disertai dengan sebuah keyakinan bahwa perbuatannya ialah kewajiban dari Tuhan dan yakin perbuatannya itu akan mendapatkan suatu pahala, meskipun perbuatnnya sekecil apapun.Sebagai pedoman Keberadaan yang pada hakikatnya makhluk hidup didunia ini merupakan ciptaan tuhan.Sebagai pengungkapan perasaan suatu nilai estetika manusia yang cenderung menyukai keindahan karena keindahan merupakan bagian dari jiwa manusia.Sebagai pedoman buat rekreasi dan hiburan. Dalam mencari suatu kepuasan batin yang melalui rekreasi dan hiburan, tidak melanggar suatu kaidah-kaidah agama.

Didalam hidup harus mempunyai pedoman dan keyakinan agar hidup lebih terarah dan mempunyai tujuan.

Tujuan Lembaga AgamaTujuan lembaga agama adalah untuk meningkatkan kualitas hidup beragama setiap umat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Lembaga Eksekutif Secara Umum Dan Contohnya

Itulah pembahasan lengkapnya. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan Terima Kasih.