Objek Studi Geografi Beserta Penjelasannya

Objek-Studi-GeografiRuang Lingkup Ilmu Geografi

“Geografi” berasal dari bahasa Yunani, asal kata ”geo” berarti ”bumi” dan ”graphein” yang berarti ”lukisan” atau ”tulisan. Menurut pengertian yang dikemukakan Eratosthenes, ”geographika” berarti ”tulisan tentang bumi” (Sumaatmadja, 1988: 31). Pengertian ”bumi” dalam geografi tersebut, tidak hanya berkenaan dengan fisik alamiah bumi saja, melainkan juga meliputi segala gejala dan prosesnya, baik itu gejala dan proses alamnya, maupun gejala dan proses kehidupannya. Oleh karena itu dalam hal gejala dan proses kehidupan, di dalamnya termasuk kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia sebagai penghuni bumi tersebut.  Jadi, kalau begitu apa pengertian geografi yang lebih lengkap? Ternyata dari beberapa ahli geografi, dapat dikemukakan sebagai berikut:

Menurut Richoffen (Hartshorne, 1960: 173) bahwa “Geography is the study of the eart surface according to its differences, or the study of different areas of the earth surface…, in term of total characteristics”. Bagi Richoffen bahwa bidang kajian geografi tidak hanya mengumpulkan bahan-bahan yang kemudian disusun secara sistematik, tetapi harus dilakukan penghubungan bahan- bahan tersebut untuk dikaji sebab akibatnya dari fenomena-fenomena di permukaan bumi yang memberikan sifat individualitas sesuatu wilayah. Sebab ruang lingkup geografi tidak sekedar fisik, melainkan juga termasuk gejala manusia dan lingkungan lainnya.

Begitu juga menurut Vidal de la Blache (1845¬1919) dari Prancis yang dikenal sebagai “Bapak Geografi Sosial Modern”, mengemukakan bahwa “geography is the science of places, concerned with qualities and potentialities of contries”(Hartshorne, 1960: 13). Kemudian Karl Ritter misalnya menyatakan bahwa “geography to study the earth as the dwelling-place of man”.

Dalam pengertian “the dwelling-place of man” tersebut bahwa bumi tidak hanya terbatas kepada bagian permukaan bumi yang dihuni manusia saja, melainkan juga wilayah-wilayah yang tidak dihuni manusia sejauh wilayah itu penting artinya bagi kehidupan manusia. Dengan demikian wilayah studi geografi meliputi semua fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik alam organiknya maupun alam anorganiknya dalam interelasi dan interaksinya dalam ruang (spatial relationship), di mana semuanya itu dikaji.

Oleh karena itu menurut Richard Hartshorne (1960: 47): “geography is that discipline that seeks to describe and interpret the variable character from place to place of earth as the world of mad”. Mengingat ilmu geografi tersebut sangat luas dapat dianalogikan sebagai perpaduan dari berbagai disiplin ilmu (murni, terapan, eksak, non eksak), alam, sosial), maka geografi sering disebut sebagai “ibu” atau “induk” ilmu pengetahua. Seperti halnya dikemukakan oleh Preston E. James (1959: 11): “Geography has sometimes been called the mother of sciences, since many fields of learning that started with observations of the actual face of earth turned to the study of specific processes whereever they might be located”

Sudah barang tentu pernyataan itu didasarkan atas alasan yang kuat ataupun bukan didasarkan alasan yang dibuat-buat. Sebab bidang geografi yang luas tersebut mencakup beberapa aspek-aspek alamiah yang sifatnya eksak, kemudian bidang-bidang sosial yang non-eksak. Selain itu alasan James memberikan sebutan sebagai “induk ilmu pengetahuan” kepada Geografi, bukan hanya didasarkan atas relita bahwa observasi dan pengkajian ilmu pengetahuan lain diambil dari bagian-bagaian di permukaan bumi, melainkan didasarkan bahwa perkembangan geografi ini telah begitu tua, sejalan dengan pemikiran filosofis tentang terjadinya alam semesta dengan kehidupannya, mulai dari zaman Herodotus pada tahun 480-430 sebelum masehi.

Intrelasi dan integrasi keruangan gejala di permukaan bumi dari suatu wilayah ke wilayah lain selalu menunjukkan perbedaan. Hal ini dapat kita kaji sendiri bahwa ciri-ciri umum suatu wilayah dapat membedakan diri dari wilayah lainnya. Ciri umum yang merupakan hasil interelasi, interaksi dan integrasi unsur-unsur wilayah yang bersangkutan, merupakan obyek studi gegrafi yang komprehensif (Sumaatmadja, 1988: 33). Dengan demikian ruang lingkup disiplin geografi memang sangat luas dan mendasar, seperti yang dikatakan Murphey (1966: 5), mencakup “aspek alamiah” dan “aspek insaniah”, yang kemudian aspek-aspek tersebut dituangkan dalam suatu ruang berdasarkan prinsip-prinsip penyebaran, dan kronologinya.

Selanjutnya prinsip relasi ini diterapkan untuk menganalisa hubungan antara masyarakat manusia dengan alam lingkungannya, yang dapat mengungkapkan perbedaan arealnya serta persebaran dalam ruang. Akhirnya prinsip relasi, penyebaran, dan kronologinya pada kajian geografi ini dapat mengungkapkan karakteristik suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya. Dengan demikian terungkaplah adanya region-region yang berbeda antara region satu dengan lainnya.

Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa cakupan dan peranan geografi itu setidaknya memiliki empat hal, seperti yang dikemukakan dari hasil penelitian UNESCO (1965: 12-35), maupun Lounsbury (1975: 1-6), sebagai berikut:

Pertama, geografi sebagai suatu sintesis. Artinya pembahasan geografi itu pada hakikatnya dapat menjawab substansi pertanyaan-pertanyaan tentang; “what, where, when, why, dan how”. Proses studi semacam itu pada hakikatnya adalah suatu sintesis, karena yang menjadi pokok penelaahan mencakup: apanya yang akan ditelaah, di mana adanya, mengapa demikian, bilamana terjadinya, serta bagaimana melaksanakannya ?

Kedua, geografi sebagai suatu penelaahan gejala dan relasi keruangan. Dalam hal ini geografi berperan sebagai pisau analisis terhadap fenomena- fenomena baik alamiah maupun insaniah. Selain itu dalam geografi juga berperan sebagai suatu kajian yang menelaah tentang relasi, interaksi, bahkan interdependisinya satu aspek tertentu dengan lainnya .

Ketiga, geografi sebagai disiplin tataguna lahan. Di sini titik beratnya pada aspek pemanfaatan atau pendayagunaan ruang geografi yang harus makin ditingkatkan. Sebab, pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dewasa ini, menuntut peningkatan sarana yang menunjangnya baik menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Perluasan sarana tersebut, seperti tempat pemukiman, jalan raya, bangunan publik, tempat rekreasi, dan sebagainya, semuanya membutuhkan perencanaan yang lebih cermat dan matang.

Keempat, geografi sebagai bidang ilmu penelitian. Hal ini dimaksudkan agar dua hal bisa tercapai, yaitu: kesatu; meningkatkan pelaksanaan penelitian ilmiah demi disiplin geogafi itu sendiri yang dinamis sesuai dengan kebutuhan pengembangan ilmu yang makin pesat. Oleh karena itu dalam tataran ini perlu dikembangkan lebih jauh tentang struktur ilmu (menyangkut fakta, konsep, generalisasi, dan teori) dari ilmu yang bersangkutan. Kedua, meningkatkan penelitian praktis untuk kepentingan kehidupan dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia umumnya (Sumaatmadja, 1988: 41).

Dari tinjauan ilmuwan geografi kontemporer, bahwa geografi secara sederhana ‘geografi’ merupakan disiplin akademik yang terutama berkenaan dengan penguraian dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan kewilayahan dalam distribusi lokasi di permukaan bumi. Fokusnya adalah sifat dan saling keterkaitan antara tiga konsep — lingkungan, tata ruang, dan tempat (Johnston, 2000: 403). Kemudian dalam perkembangannya muncul beberapa sub-bidang yang beragam, seperti; geografi fisik, geografi manusia (sosial), dan geografi regional.

Geografi fisik dan sosial memiliki cabang-cabang yang sistematis, bergerak dari sifat deskriptif menuju analitis dengan pendekatan positivisme yang menekankan pengujian hipotesis untuk merumuskan hukum-hukum dan derivasi teori kian menonjol. Untuk kajian geografi fisik dan manusia ini akan diuaraikan pada pembahasan selanjutnya. Sedangkan untuk geografi regional yang mempelajari sifat-sifat khusus masing-masing kawasan — yang didefinisikan sebagai wilayah permukaan bumi, yang dibatasi oleh kriteria tertentu — yang secara metodologis adalah lemah.

Geografi sebagai disiplin ilmiah yang hampir selalu ada pada tiap universitas dan lembaga pendidikan, usia ilmu ini secara formal dengan demikian lebih dari satu abad. Sosok akademiknya untuk pertama kalinya dibentuk di Jerman yang secara menyebar ke negara-negara lain, dan dimaksudkan menyediakan sumber informasi yang tertata mengenai tempat-tempat, yang merupakan hal penting dan sering digunakan oleh pemerintah kolonial ketika terjadi konflik (Taylor, 1985). Selain itu georafi juga diperkenalkan sebagai mata pelajaran penting dalam dunia pendidikan formal di berbagai negara, dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengenalan dunia serta sebagai landasan ideologis wawasan nasional (Johnston, 2000: 403).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Geografi Sosial dan Menurut Para Ahli

Konsep Geografi

Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut. Menurut Seminar Lokakarya yang disepakati ada 10 konsep, yaitu :

Konsep Lokasi
Lokasi atau letak merupakan konsep utama yang mencirikan geografi. Konsep lokasi ada 2 yaitu Absolut dan Relatif. Konsep lokasi dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Lokasi absolut menunjukan letak yang tetap terhadap system grid (kisi- kisi) atau koordinat. Untuk penentuan lokasi absolute dimuka bumi dipakai sistem koordinasi garis lintang dan garis bujur yang biasa disebut Letak Astronomis. Letak absolut bersifat tetap, tidak berubah, meskipun kondisi tempat yang bersangkutan disekitarnya dapat berubah. Contoh : letak astronomis Indonesia berada pada 95° BT – 141° BT dan 6° LU – 11° LS.

b. Lokasi relief lokasi relief lazim disebut dengan Letak Geografis. Artinya lokasi ini berubah-ubah berkaitan dengan keadaan sekitarnya. Misalnya : tempat yang mempuyai fakta 2° LS dan 134° BT yang sekarang berupa tempat di hutan daerah pegunungan pulau Irian, tempat itu mungkin tidak penting artinya, namun pada suatu saat apabila di lokasi itu diusahakan sebagai tambang minyak bumi maka tempat itu mempuyai arti yang sangat penting.

Konsep Jarak
Dinyatakan dalam satuan geometrik dan satuan waktu (jarak tempuh)

Konsep Keterjangkauan
Mudah atau sulitnya suatu lokasi dijangkau. Faktor-faktor yang mempengaruhi: lokasi, jarak dan kondisi setempat.

Konsep Pola
Kaitan antara pola gejala alam dengan kehidupan

Konsep Geomorfologi
Geografi selalu membicarakan mengenai bentuk permukaan bumi

Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dengan aktifitas manusia. Misalnya pengelompokkan permukiman daeerah kumuh (slum), permukaan daerah elit dan pengelompokkan pusat perdagangan.

Konsep Perbedaan Wilayah atau Differensiasi areal
Satu wilayah dengan wilayah,terwujud hasil integrasi berbagi unsur atau fenomena lingkungan baik bersifat alam maupun kehidupan. Integrasi fenomena menjadikan suatu tempat atau wilayah mempuyai corak tersendiri sebagai region yang berbeda dari tempat atau wilayah lain.

Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan bersifat relatif, sesuai sudut pandang manusia.

Konsep Interaksi
Interaksi adalah terjadinya hubungan yang saling mempengaruhi antara objek atau tempat yang satu dengan yang lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan yang ada di tempat lain. Interdependensi itu sendiri merupakan peristiwa yang tidak bisa dipisahkan keterkaitannya dengan interaksi. Karena interdenpendensi mempuyai arti saling tergantung. Jadi, faktor interaksi bisa terjadi karena adanya saling ketergantungan dalam banyak hal.

Konsep Keterkaitan dengan keruangan
Keterkaitan antara suatu fenomena dengan fenomena yang lain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Informasi Geografis

Geografi dalam fenomena Permukaan bumi

Geografi dalam mengkaji suatu fenomena ada di permukaan bumi menggunakan 3 pendekatan sebagai berikut :

Pendekatan keruangan
Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997).

Pendekatan kelingkungan
Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang, namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada

Pendekatan kewilayahan
merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate, maka kajian bersifat horisontal dan vertikal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Pedologi Menurut Ahli Geografi

Objek Studi Geografi

Objek-Studi-Geografi

Pada dasarnya Bumi kita huni ini merupakan objek kajian geografi. Dalam objek kajian tersebut dapat dibagi menjadi objek material dan objek formal. Untuk lebih jelasnya dari masing objek tersebut simak ulasannya dibawah ini.

Objek material ini meliputi letak dan gejala atau fenomena yang terdapat dan terjadi di geosfer. Untuk letak geografi ini dibedakan menjadi letak fisiografi dan letak sosiografi. Contoh letak geografi ialah letak astronomis, maritime, klimatologi dan letak geomorfologi, contoh letak sosiografi ialah letak sosial, ekonomi, politik dan letak kultural.

Objek material berkaitan dengan bentang lahan fisik dan bentang lahan manusia ( budaya ). Bentang lahan fisik atau lingkungan alam meliputi atmosfer ( meteorologi dan klimatologi ), litosfer ( geologi, geomorfologi dan pedologi ), hidrosfer ( oseanografi dan hidrologi ), serta biosfer ( botani dan zoologi ). Bentang lahan budaya atau lingkungan manusia meliputi geografi sosial, geografi penduduk, geografi kota, geografi ekonomi dan lain-lain.

Objek material geografi adalah sasaran atau isi kajian geografi. Objek material yang umum dan luas adalah geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:

 Litosfer (lapisan keras), merupakan lapisan luar dari bumi kita. Lapisan ini disebut kerak bumi dalam ilmu geologi.Atmosfer (lapisan udara), terutama adalah lapisan atmosfer bawah yang dikenal sebagai troposfer.Hidrosfer (lapisan air), baik yang berupa lautan, danau, sungai dan air tanah.Biosfer (lapisan tempat hidup), yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia sebagai suatu komunitas bukan sebagai individu.Pedosfer (lapisan tanah), merupakan lapisan batuan yang telah mengalami pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.

Jadi secara nyata objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung api, udara, air serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.

Dalam objek ini merupakan cara pandang dan cara piker terhadap objek material dari sudut geografi, cara pandang dan cara piker terhadap objek material dilihat dari segi keruangan, kelingkungan dan konpleks wilayah, serta waktu.

Sudut Pandang Keruangan
Dalam sudut ini melalui sudut pandang keruangan, objek formal ditinjau dari segi nilai suatu tempat dari berbagai kepentingan. Dari hal ini kita dapat mempelajari tentang letak, jarak, keterjangkauan ( aksesibilitas ) dan sebagainya.

Sudut Pandang Kelingkungan
Sudut pandang ini diterapkan dengan cara mempelajari suatu tempat dalam kaitannya dengan keadaan suatu tempat beserta komponen-komponen di dalamnya dalam satu kesatuan wilayah. Komponen-komponen tersebut terdiri atas komponen abiotik dan biotik.

Sudut Pandang Kewilayahan
Pada sudut pandang ini, objek formal dipelajari kesamaan dan perbedaannya antar wilayah serta wilayah dengan ciri-ciri khas. Dari sudut pandang ini kemudian muncul pewilayahan seperti kawasan gurun, yaitu daerah-daerah yang memiliki ciri-ciri serupa dalam komponen atmosfer.

Sudut Pandang Waktu
Objek formal dipelajari dari segi perkembangan dari periode ke periode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu. Contoh : perkembangan wilayah dari tahun ke tahun dan kondisi garis pantai dari waktu ke waktu.

Objek formal adalah sudut pandang dan cara berpikir terhadap suatu gejala di muka bumi, baik yang sifatnya fisik maupun sosial yang dilihat dari sudut pandang keruangan (spasial). Dalam geografi selalu ditanyakan mengenai di  mana gejala itu terjadi, dan mengapa gejala itu terjadi di tempat tersebut.

Di sini ilmu geografi diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan sebagai berikut.

 Apa (what), berkaitan dengan struktur, pola, fungsi dan proses gejala atau kejadian di permukaan bumi.Di mana (where), berkaitan dengan tempat atau letak suatu objek geografi di permukaan bumi.Berapa (how much/many), berkaitan dengan hal-hal yang menyatakan ukuran (jarak, luas, isi, dan waktu) suatu objek geografi dalam bentuk angka-angka.Mengapa (why), berkaitan dengan rangkaian waktu dan tempat, latar belakang, atau interaksi dan interdependensi suatu gejala, peristiwa, dan motivasi manusia.Bagaimana (how), berkaitan dengan penjabaran suatu pola, fungsi, dan proses gejala dan peristiwa.Kapan (when), berkaitan dengan waktu kejadian yang berlangsung,  waktu yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang.Siapa (who), berkaitan dengan subjek atau pelaku dari suatu kejadian atau peristiwa.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Letak Geografis Indonesia” Definisi & ( Pengaruh – Akibat )

Macam Aspek Geografia. Aspek Geografi Fisik

Geografi fisik adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, dan udara dengan segala prosesnya. Selain itu, geografi fisik juga mengkaji gejala-gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Geografi fisik dapat dijadikan pelengkap dalam mempelajari geografi manusia, sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi fisik terdiri atas geomorfologi, hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.

b. Aspek Geografi Manusia

Geografi manusia adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari semua aspek gejala di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek utamanya. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok, geografi manusia dapat dibagi menjadi geografi ekonomi, geografi penduduk, geografi perkotaan, dan geografi pedesaan.

c. Aspek Geografi Regional

Geografi regional merupakan perpaduan dari geografi fisik dan geografi manusia. Geografi regional merupakan studi tentang variasi persebaran gejala dalam ruang pada waktu tertentu baik lokal, nasional, maupun kontinental. Melalui analisis geografi regional, karakteristik yang khas dari suatu wilayah dapat ditonjolkan, sehingga perbedaan wilayah dapat terlihat jelas. Dalam studi geografi regional, semua gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara berkaitan dalam hubungan integrasi dan interrelasi keruangan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Dataran Tinggi ( Plateau/Palto ) Definisi & ( Kondisi Geografis – Sebagai Atap Dunia )

Paradigma Geografi 

paradigma secara komprehensif yaitu merupakan kesamaan pandang keilmuan yang didalamnya tercakup asumsi-asumsi, prosedur-prosedur dan penemuan-penemuan yang diterima oleh sekelompok ilmuan dan secara berbarengan menentukan corak/pola kegiatan ilmiah yang tetap. Terdiri dari :

Pandangan Kosmografis yaitu pandangan sementara para ilmuwan terhadap alam semesta. Disebut juga pandangan holistic, munculnya berbagai teori seperti “geosentris” oleh ptolomeus bahwa bumi sebagai pusat tata surya dan “ heliosentris “ oleh Nicholas Copernicus bahwa sebenarnya mataharilah sebagai pusat tata surya.

Pandangan Environmentalis / Determinism Fisik yaitu pandangan kehidupan manusia masih dipengaruhi oleh alam dan lingkungan. Tokohnya adalah Ratzel dan Elsworth Huntington.

Pandangan Possilibis / Neo Determinism yaitu pandangan untuk segala kemungkinan manusia masih dipengaruhi oleh alam tetapi manusia dapat menentukan sendiri nasibnya dengan bantuan teknologi. Tokoh yang terkenal yaitu Paul Vidal de Blache.

Pandangan Probabilisme yaitu pandangan segala kemungkinan terhadap ukuran prilaku manusia dilihat dari statistikanya. Tokonya adalah Peter Hagget.

Pandangan Voluntarisme yaitu pandangan para ilmuwan bahwa manusia bebas menguasai apapun di dunia ini.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 22 Konsep Geografi : Contoh, Prinsip, Dan Aspeknya [LENGKAP]

Ilmu Yang Memperlajari GeografiGeologi, adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk permukaan bumi akibat tenaga dari dalam bumi (endogen: vulkanisme, tektonisme, gempa bumi), termasuk struktur, komposisi dan sejarahnyaGeomorfologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk muka bumi serta perubahannya akibat tenaga dari luar (Exogen: pelapukan, erosi, sedimentasi).Meteorologi, adalah ilmu yang mempelajari atmosfer, yaitu tentang udara, cuaca, suhu, angin, awan, curah hujan, radiasi matahari, dan sebagainya.Hidrologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang air di permukaan bumi/tanah, di bawah tanah; termasuk sungai, danau, mata air, air tanah dan rawa-rawa.Klimatologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim dan kondisi rata-rata cuaca.Antropologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia khususnya mengenai ciri, warna kulit, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya.Ekonomi, adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam memenuhi kebutuhannya.Demografi, adalah ilmu yang mempelajari dan menguraikan tentang penduduk..

Ilmu Yang Memperlajari Geografi

Daftar Pustaka

Ackoff, Russell, L. (1974) Redesigning the Future, New York: John Willey & Sons.Andreae, Bernd (1986) Geografi Pertanian di Daerah Tropis Beriklim Lembab” dalam Pembangunan Pertanian daerah tropis beriklim lembab” dalam Jurgen H.Honholz, (Ed) Geografi Pedesaan: Masalah Pengembangan Pangan, PenerjemahThomas Rieger dan Sony Keraf, Jakarta: Karya Unipress.Barnes, Trevor (2000) “Geografi Ekonomi” dalam Adam Kupper & Jessica Kupper, Ed. Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial, Diterjemahkan Haris Munandar dkk. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada., hlmn.266-267.Burgess, E.W. (1925) ”The Geography of city” dalam R.E. Park et. Al. The City, Chicago: Chacago University Press.Buttimer, A. (1971) Society and Milleu in the French Geographical Tradition, Chicago.Cater, J. dan Jones, T. (1989) Social Geography: An Introduction to Contemporary Issues, London.Chadwick, George, (1971) A System View of Planning, New York: Pergamon Press.Curran, P.J. (1987) “Remote sensing methodologies and geography’, International Journal of Remote Sensing, 8.Davies, Wayne, K.D. (1972) The Conceptual Revolution in Geography, London: Universuty of London Press.Dickinson, Robert, E. (1970) Regional Ecology, New York: Jhon Willey & Sons. Inc.Domros, Mamfred (1986) Iklim Sebagai Faktor Penghambat Pertanian Daerah Tropis”, dalam dalam Pembangunan Pertanian daerah tropis beriklim lembab” dalam Jurgen H.Honholz, (Ed) Geografi Pedesaan: Masalah Pengembangan Pangan, PenerjemahThomas Rieger dan Sony Keraf, Jakarta: Karya Unipress.Dunbar, G. (1977) “Some early occurrence of the term “social geography”, Scottish Geographical Magazine,” 93.Duverger, Murice (1985) Sosiologi Politik, Penerjemah Daniel Dhakidae, Penyunting dan Pengantar Alfian, Jakarta: CV Rajawali.Eyles, J. (ed) (1986) Social Geography in International Perspective, London: Universuty of London Press.

Media Massa Dalam Komunikasi Politik

Media-Massa-Dalam-Komunikasi-PolitikPengertian Media Massa

Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar”.

Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya  satu sama lain (Soehadi, 1978:38).

Yang termasuk media massa terutama adalah suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film sebagai The Big Five of Mass Media (Lima Besar Media Massa), juga internet (cybermedia, media online).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Media Massa – Pengertian, Jenis, Karakteristik, Fungsi, Peran, Faktor, Dampak, Contoh

Jenis Media Massa

Setelah memahami apa itu media massa dan fungsinya, selanjutnya kita akan mengulas mengenai jenis-jenis media massa. Jenis media massa secara garis besar terbagi menjadi jenis berdasarkan waktu dan jenis berdasarkan bentuk. Berikut adalah jenis media massa berdasarkan waktunya:

Media massa tradisional

Media massa tradisional menyampaikan informasi yang didapat dari lingkungan dan telah diseleksi, diterjemahkan, kemudian baru disebarluaskan kepada khalayak luas. Media massa tradisional merupakan perantara yang mengirimkan informasinya melalui saluran tertentu dalam prosesnya. Interaksi yang terjadi antara media massa dengan khalayak penerima pesan cenderung sedikit, namun bukan berarti penerima pesan bersifat pasif.

Penerima pesan dalam media massa tradisional adalah bagian dari struktur sosial masyarakat yang tidak pasif dalam menerima dan menyeleksi informasi yang disampaikan. Dengan kata lain, penerima pesan dari media massa tradisional tetap memiliki kekuatan dalam menyaring dan mempercayai informasi yang diberikan media. Beberapa contoh media yang termasuk ke dalam media massa tradisional adalah surat kabar, televisi, radio, dan film.

Media massa modern

Media massa modern terbentuk seirinig dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang memungkinkan munculnya berbagai media baru dalam masyarakat, contohnya adalah internet dan telepon seluler atau telepon genggam (handphone). Media massa modern bukan saja dipegang dan dikuasai oleh lembaga tertentu, namun setiap individu dapat memberikan dan menyebarkan informasi kepada khalayak ramai. Hal ini juga didukung dengan tidak adanya perantara dalam interaksi yang terjadi antara pemberi dan penerima pesan dalam media massa modern.

Seperti pada media massa tradisional, sumber atau pemberi pesan dalam media massa modern juga dapat menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada banyak orang sekaligus dengan cakupan yang luas. Namun berbeda dengan media massa tradisional, dalam media massa modern penerima pesan yang menentukan kapan terjadinya waktu interaksi dengan pemberi pesan. Komunikasi yang terjadi dalam media massa modern pun bersifat mengalir dan dua arah, dimana memungkinkan terjadi feedback langsung antara pemberi dan penerima pesan.

Media Massa Cetak (Printed Media).
Media massa yang dicetak dalam lembaran kertas. Dari segi formatnya dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi (a) koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), (b) tabloid (1/2 broadsheet), (c) majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto), (d) buku (1/2 majalah), (e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), dan (f) buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.

Media Massa Elektronik (Electronic Media).
Jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara atau gambar dan suara dengan menggunakan teknologi elektro, seperti radio, televisi, dan film.

Media Online (Online Media, Cybermedia),
yakni media massa yang dapat kita temukan di internet (situs web).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Kondisi Ekonomi dan Politik Sebelum Reformasi

Fungsi dan Peran Media MassaFungsi Media Massa

Media massa juga memiliki fungsinya sendiri dan terdapat berbagai peran dalam pelaksaan fungsi tersebut. Berikut adalah fungsi media massa sesuai dengan yang dijelaskan oleh Mc.Quail (1994):

Fungsi informasi, dimana media massa berperan dalam menyediakan dan menyampaikan informasi mengenai berbagai peristiwa, kejadian, dan realita yang terjadi di dalam masyarakat.

Fungsi kesinambungan, dimana media massa berperan penting dalam mengakui, mengekspresikan, dan mendukung adanya budaya dominan dan budaya khusus. Media masssa juga berperan dalam terbentuknya perkembangan budaya baru yang ada di masyarakat, sekaligus tetap melestarikan nilai yang sudah ada.

Fungsi korelasi, dimana media massa menafsirkan dan menjelaskan peristiwa yang terjadi berikut kemungkinan hubungan dengan hal atau peristiwa lain yang terkait.

Fungsi mobilisasi, dimana media massa berperan dalam menyebarkan informasi dan mengkampanyekan berbagai hal dalam bidang ekonomi, politik, negara, agama, dan lain sebagainya.

Fungsi hiburan, dimana media massa memberikan hiburan kepada audience sebagai sarana relaksasi dan pengalihan perhatian dari ketegangan sosial yang terjadi di masyarakat.

Peran Media Massa

Denis McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama ini, yakni:

Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.Wahana pengembangan kebudayaan –tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tujuan Telah Diberlakukannya Politik Etis Di Indonesia Lengkap

Karakteristik Media MassaPublisitas, yakni disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak.Universalitas, pesannya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum).Periodisitas, tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbit.Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.

Karakteristik Media Massa menurut Cangara (2006):

Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan,pengelolaan sampai pada penyajian informasi.Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau pun terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang dalam waktu yang sama.Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, surat kabar, dan semacamnya.Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin, dan suku bangsa

Karakteristik Media Massa menurut Djafar H. Assegaf (1991):

Komunikasi yang terjadi dalam media massa bersifat searah. Komunikan tidak dapat memberikan tanggapan secara langsung kepada komunikatornya yang biasa disebut dengan  tanggapan yang tertunda (delay feedback).Media massa menyajikan rangkaian atau aneka pilihan materi yang luas, bervariasi. Ini menunjukkan bahwa pesan yang ada dalam media massa berisi rangkaian dan aneka pilihan materi yang luas bagi khalayak atau para komunikannya.Media massa dapat menjangkau sejumlah besar khalayak. Komunikan dalam media massa berjumlah besar dan menyebar di mana-mana, serta tidak pernah bertemu dan  berhubungan secara personal.Media massa menyajikan materi yang dapat mencapai tingkat intelek rata-rata.  Pesan yang disajikan dengan bahasa yang umum sehingga dapat dipahami oleh seluruh lapisan intelektual baik komunikan dari kalangan bawah sampai kalangan atas.Media massa diselenggrakan oleh lembaga masyarakat atau organisasi yang terstruktur. Penyelenggara atau pengelola media massa adalah lembaga masyarakat/organisasi yang teratur dan peka terhadap permasalahan kemasyarakatan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 4 Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli

Media Massa Dalam Komunikasi Politik

Komunikasi Politik merupakan sebuah komunikasi yang membawa pesan-pesan politik atau berkaitan terhadap pemerintahan, kekuasaan, serta kebijakan-kebijakan pemerintah. Artinya sebagai ilmu yang terapan, komunikasi politik tidaklah hal yang baru. Hal tersebut juga dapat kita pahami sebagai komunikasi antar “yang memberikan perintah” dan “yang diperintah”. “Komunikasi politik merupakan salah satu fungsi yang selalu ada dalam setiap sistem politik” Hal ini dikemukakan oleh Gabriel Almond (1960).

Komunikasi Massa
Komunikasi ‘satu-kepada-banyak’, komunikasi melalui media massa.

Komunikasi Tatap Muka
Didalam rapat, konfersi pers, dll. dan Komunikasi Berperantara- ada perantara ada perantara antara komunikator dan khalayak seperti TV.

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi ‘satu-kepada-satu’. –.door to door visit, temui publik. atau Komunikasi Berperantara–. pasang sambungan langsung ’hotline’ buat publik.

Komunikasi Organisasi
Gabungan komunikasi ‘satu-kepada-satu’ dan ‘satu-kepada-banyak’: Komunikasi Tatap Muka. diskusi tatap muka dengan bawahan/staf. dan Komunikasi Berperantara. pengedaran memorandum, sidang, konvensi, buletin, newsletter, lokakarya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Penyimpangan Dan Kritik Politik Etis Serta Contohnya

Fungsi dan Peran Media dalam Politik

Media massa memiliki berbagai fungsi, salah satunya adalah fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Dengan adanya fungsi tersebut, media bukanlah entitas yang pasif seperti robot yang hanya menditribusikan pesan, melainkan aktif, selektif, dan kritis. Hal ini karena media massa sebagai institusi memiliki kepentingan sendiri dan bahkan memiliki pemikiran dan idealisme secara independen.

Media massa memiliki perspektif yang menjadi kerangka acuan dalam kegiatannya, yang sangat berhubungan dengan dukungan atau penolakan atas ide politik tertentu. Media memiliki kemampuan untuk membentuk pendapat umum. Adanya pendapat umum dengan snowball effect akan sangat mungkin mendorong sikap dan perilaku khalayak atas isu politik tertentu.

Dalam proses komunikasi politik, peran media menjadi sangan penting. Peran tersebut tak hanya dalam konteks pendistribusian pesan umum, tetapi jauh lebih penting adalah nilai berita yang diterima khalayak. Menurut McQuail, terdapat empat aspek yang menjadikan media sangat penting, yakni :

Sumber kekuatan alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat.Media merupakan lokasi atau forum yang semakin berperan untuk menampilkan peristiwa kehidupan Media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja, barang, jasa. Media merupakan industri yang memiliki peraturan dan norma yang menghubungkan institusi dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya.Media merupakan masyarakat, baik nasional maupun internasional.Media berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan.Media menjadi sumber dominan, tidak hanya bagi individu melainkan bagi masyarakat dan kelompok kolektif.

Media juga merupakan saluran yang dimanfaatkan untuk mengendalikan arah dan memberikan dorongan terhadap perubahan sosial. Media mempunyai peran dalam kehidupan manusia termasuk dalam kegiatan politik. Peran media dapat dirumuskan sebagai berikut:

Media memberikan informasi dan membantu masyarakat mengetahui secara jelas ikhwal tentang dunia sekelilingnya. Media sejak awal sebenarnya melakukan tugas mengumpulkan kemudian membagi informasi yang diinginkan masyarakat pada umumnya.

Media membantu masyarakat menyusun agenda. Ketika masyarakat membaca surat kabar, medengar radio, menonton televisi, mereka mengetahui bagaimana kondisi pemerintahan saat ini, bagaimana keadaan perpolitikan di negara mereka. berdasarkan informasi tersebut, kita dapat mengambil keputusan mendahuluinya.

Media membantu berhubungan dengan berbagai kelompok masyarakat lain. Media telah menghantarkan masyarakat untuk lebih dekat dengan konteks kehidupan dan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat.

Media digunakan untuk membujuk khalayak yang mencari keuntungan dari pesan yang diterimanya. Melalui media banyak orang yang mencari keuntungan.

Media sebagai hiburan, sebagian besar media melakukan fungsi sebagai media yang memberikan hiburan kepada masyarakat.

Dari beberapa peran media di atas, kita dapat mencermati bahwa pada setiap peran yang dimiliki oleh media, sering kali terdapat unsur-unsur politik. Contohnya saja pada poin keempat, media dugunakan untuk mencari keuntungan, hal ini dapat kita amati dari para pemilik media yang menggunakan medianya untuk mempromosikan diri (pencitraan). Contohnya beberapa iklan Aburizal Bakhrie di TV One yang bertujuan untuk pencitraan dirinya. Begitu juga pada poin kelima. Di celah-celah acara hiburan, ternyata nuansa pesan-pesan banyak terkait dengan pesan-pesan politik, contohnya pada acara Republik Mimpi di Metro TV.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ 11 Pengertian Sosiologi Politik Menurut Para Ahli Serta Peran Dan Contohnya

Proses Media Masa dalam Komunikasi Politik

Proses komunikasi politik sama seperti proses komunikasi seperti umumnya (komunikasi tatap muka serta komunikasi bermedia) dengan komponen dan alur:

Pengirim pesanProses penyusunan ide menjadi simbol/pesanPesanMedia atau SaluranProses pemecahan/ penerjemahan simbol-simbolPenerima pesanUmpan balik, respon.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pancasila Sebagai Etika Politik

Model Komunikasi Politik dalam Media Masa

Model aritoteles adalah suatu model yang sangat klasik dialam ilmu komunikasi. Aris toteles sewaktu masih hidup pada saat komunikasi tetorika sangat berkembang di Yunnani. Perkembangan pada keterampilan individu membuat pidato pembelaan didepan pengadilan serta saat kelakukan rapat-rapat umum yang pada saat itu dihadiri juga oleh rakyat. Sehingga, model tersebut lebih berorientasi pada pidato, yang utama pidato untuk memberikan pengaruh terhdap orang lain, sehingga model ini juga dapat disebut model retorika / model retoris, pada saat ini kita kenal sebagai komunikasi publik. Model komunikasi ini, memiliki 3 bagian dasar yakni, pendengar (listener), pesan (message), pembicara (speaker).

Model komunikasi Lasswell berupa ungkapan verbal, yaitu :

Who (siapa)Say what (mengatakan apa)In which channels (melalui saluran apa)To whom (kepada siapa)With what effect (dengan akibat apa)

Pada model ini sebenarnya adalah model komunikasi antarbudaya, yaitu komunikasi antara individu-individu yang berasal dari berbagam budaya, atau komunikasi dengan orang asing. Walaupun model ini juga tetap berlaku pada semua orang, sebab pada dasarnya tidak ada dua orang yang memiliki latar budaya, sosialbudaya, serta psikobudaya yang hampir sama. Asumsinya dari model tersebut adalah dua orang sama dalam berkomunikasi masing-masing dari mereka berperan mengirim dan juga untuk menerima atau keduanya untuk penyendian dan penyandian balik.

Model ini mempunyai karakter  yang kualitatif, nonlinier, serta nonsistemik. Komunikasi digambarkan sebagai pembentukan maka (penafsiran atas pesan atau perilaku orang lain) terhadap semua peserta komunikasi. Beberapa konsep penting yang dipakai ialah diri (self), simbol, makna, diri yang lain (other), tindakan, dan penafsiran.

Asumsi teori ini merupakan bahawa bila media memberikan tekanan terhadap peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggap penting. Jadi, apa yang dianggap penting media, maka penting juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media diasumsikan mempunyai efek yang sangat kuat, utamanya karena asumsi ini kerkaitan dengan proses belajar buka dengan perubahan sikap serta pendapat. Media massa mempunyai efek yang sangat kuat sebab keterkaitan dengan proses belajat dan bukan dengan perubahan sikap dan pendapat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Mediasi: Pengertian, Jenis, Tahapan Serta Efektivitasnya

Hubungan Media dengan Politisi dan Kegiataan Komunikasi Politik

Persoalan yang paling esensial dalam komunikasi politik adalah bagaimana para politisi dan pemerintah memanfaatkan media massa dalam membentuk citra dan public opinion pagi partai politik atau lembaganya serta aktifitasnya dalam masyarakat sebagai  pekerja politik.

Saling Ketergantungan antara Media dan Politikus

Bentuk komunikasi politik sangat terkait dengan perilaku politisi dan pemerintah untuk mencapai tujuan politiknya. Media massa memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan komunikasi politik. Dalam komunikasi politik mekanistis, politisi disebut sebagai komunkator politik. Politisi adalah pekerja politik yang melakukan aktifitas politik, baik dalam pemerintahan (presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, bupati) maupun di luar atau di dalam parlemen (DPR dan DPRD).

Politikus dan aktivis harus melaksanakan komunikasi politik untuk memperoleh dukungan massa atau dukungan pendapat umum. Oleh sebeb itu para politikus, pejabat, atau siapa saja yang ingin memanfaatkan media massa sebagai media komunikasi politik harus memiliki kemampuan yang prima dalam menciptakan berita, yaitu peristiwa yang aktual. Wartawan, selain sebagai orang yang berada di balik media massa juga merupakan bagian dari masyarakat, sehingga mereka memerlukan hubungan sosial termasuk dengan politikus. Dalam melaksanakan hubungan itu, para politikus melaksanakan komunikasi politik interaksional kepada wartawan tersebut.

Selain itu, hubungan media massa dengan politikus bersifat mutual simbiosis. Media memerlukan berita politik dan politikus dapat menjadi objek berita atau narasumber berita. Politikus dengan seluruh aktivitas (komentar dan perilaku) merupakan objek berita yang menarik. Hal tersebut dapat dipahami karena di tangan para politikus itu akan lahir banyak keputusan politik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Seluruh kegiatan politik memang selalu aktual dan diminati oleh khalayak. Sebailiknya, berhubung politikus adalah pekerja dan pengambil keputusan politik, media merupakan sumber informasi yang sangat penting bagi para politikus. Dengan kata lain, informasi dari media terutama pendapat yang disalurkan oleh masyarakat selalu menjadi masukan yang berharga dalam proses pengambilan keputusan politik,termasuk dalam penyusunan peraturan perundangan. Justru itu, politikus dengan media massa memiliki saling ketergantungan dan saling membutuhkan.

Peran Media Mendukung Kegiatan Komunikasi Politik

Bentuk komunikasi politik sangat terkait dengan perilaku politikus atau aktivis politik untuk mencapai tujuan politiknya. Teknik komunikasi yang dilakukan diarahkan untuk mencapai dukungan legitimasi, yang meliputi tiga level, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku khalayak. Kegiatan komunikasi politik meliputi upaya untuk mencari, mempertahankan, dan meningkatkan dukungan politik .

Keberadaan media massa dalam perspektif ilmuan komunikasi sangat berperan dan efektif dalam membahas dan menyebarluaskan pesan-pesan politik. Hal ini berkaitan dengan fungsi komunikasi massa, Wilbur Schamm menyatakan komunikasi massa berfungsi sebagai decoder, interpreter, dan encoder . Sedangkan DeVito menyebutkan 6 fungsi komunikasi massa, yakni

menghibur;meyakinkan;menginformasikan;menganugerahkan status;membius; danmenciptakan rasa kebersatuan.

Enam fungsi komunikasi massa tersebut tentunya sangat mendukung berbagai kegiatan komunikasi politik. Yang paling dapat dirasakan yaitu fungsi meyakinkan. Fungsi meyakinkan terhadap tokoh politik dapat dilakukan media massa melalui persuasi kepada khalayak dalam empat bentuk, yakni:

Mengukuhkan dan memkuat sikap, kepercayaan, dan nilai seseorang;Mengubah sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang;Menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu;Memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai sesuatu.

Sehubungan dengan fungsi meyakinkan (to persuade) di atas, pemimpin politik, aktor, atau aktivis politik tentu sangat terbantu dalam melakukan berbagai bentuk kegiatan komunikasi politik. Bentuk kegiatan komunikasi politik yang sudah lama dikenal dan dilakukan oleh para politikus menurut Arifin antara lain retorika politik, agitasi politik, propaganda politik, public relations politik, kampanye politik, dan lobi politik.

Media dan Gejolak Politik

Lebih dari dua puluh tahun silam, terdapat 3 (tiga) kasus yang popular pada pemerintahan di Asia Tenggara yang tidak disukai oleh rakyatnya dan diprotes melalui gerakan perlawanan rakyat. Di Filipina tahun 1986, gerakan People Power berhasil megusir Marcos dari kursi kuasa kepresidenan. Di Thailand tahun 1992 yang terkenal dengan Peristiwa Mei mendepak pemerintah Suchinda Kraprayoon dari kekuasaan negara, dan Indonesia tahun 1998. Media memainkan peranan penting dalam gerakan yang terjadi di negara -negara tersebut, kecuali Myanmar (1988).
Asumsi utama dalam kajian demokratisasi adalah semakin press independent dengan semakin besar kebebasan yang dimiliki maka akan memberi kontribusi positif pada perubahan politik, mendukung transisi demokrasi dan meruntuhkan rejim yang otoritarian.

Dengan kata lain, media dapat memainkan peranan yang sangat besar khususnya pada saat babak politik dalam transisi, karena media dapat bertindak sebagai agen perubahan. Neuman menjelaskan bahwa kebebasan memegang peranan penting di Asia Tenggara, khususnya dalam proses liberalisasi politik yang berhubungan dengan munculnya pers yang lebih terbuka dan kritis. Lalu, apa fungsi yang ditunjukkan oleh media sebagai institusi politik? Salah satu fungsi yang telah dirancang oleh Soeharto dan elite negara dalam negara berkembang adalah mempromosikan ideologi nasional dan melegitimasi proses pembangunan.

Dalam menjalankan fungsi I ni, pers adalah sebagai sebuah agen stabilitas, yang bertugas membantu melestarikan tatanan sosial politik. Fungsi ini umumnya berkaitan dengan istilah development journalism. Fungsi kedua adalah memonitor tatanan politik pada masa damai, melakukan checks and balances. Fungsi ketiga adalah sebagai fire-fighting , yaitu membantu dalam menentukan hasil dari perubahan politik dan sosial dramatik yang terjadi saat krisis.

Beberapa contoh di Asia dapat menunjukkan hal ini, yakni peran media dalam menggulingkan rezim Marcos di Filipina di tahun 1986, atau dukungan yang ditunjukkan pers pada demonstrasi pro-demokrasi pada bulan Mei 1992 di Bangkok. Dalam fungsi ketiga ini, pers merupakan agen perubahan (agent of change).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Masa Demokrasi Terpimpin” Sejarah Dan ( Latar Belakang – Pelaksanaan )

Media sebagai Saluran Persuasi Politik/Kampanye Politik

Pada poin sebelumnya telah disebutkan bentuk kegiatan persuasi politik yang dilakukan oleh para politikus. Dan dalam poin ini penulis ingin membahsa secara lebih rinci tentang salah satu bentuk kegiatan politik, yaitu kampanye politik. Penulis memilih kampanye politik karena di Indonesia saat ini para politikus sedang sibuk melaksanakan kampanye politik terkait dengan kegiatan pemilihan kepala daerah.

Pemilu dilakukan menjelang pemilihan, terutama pemilihan anggota legisltif yang disebut pemilihan umum (Pemilu) atau pemilihan raya. Selain pemilihan anggota parlemen, yang tidak kalah pentingnya adalah pemilihan jabatan-jabatan politik, terutama pemilihan  presiden, gubernur, walikota, dan bupati.

Kampanye politik adalah bentuk komunikasi poltik yang dilakukan oleh seseorang atau sekompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat. Pada umumnya, kampanye politik diatur dengan peraturan tersendiri, yaitu waktu, tata cara, pengawasan, dan sanki-sanksi jika terjadi pelanggaran oleh  penyelenggara kampanye.

Media Sebagai Pelantara Kampanye Politik

Penulisan ini membahas tentang media dan politik, maka penulis ingin memaparkan kegiatan kampanye dengan media sebagai alat atau pelantaranya. Penulis membagi media dalam kegiatan kampanye politik kedalam dua bagian, yaitu media cetak dan media elektronik.

1. Media Cetak sebagai Pelantara
Media cetak masih merupakan alat utama untuk berkomunikasi dengan khalayak. Kepustakaan kampanye (selebaran, brosur, foro, dsb), masih tetap merupakan bagian dari politik kontemporer. Berikut dua tipe media cetak yang sangat penting dalam melakukan kampanye politik , yakni:

a) Surat langsung
Industri surat langsung telah menguasai bagaian yang semakin besar dari anggaran kampanye kandidat. Berbagai perusahaan komersial melakukan kampanye surat langsung dan beberapa, terutama Richar Viguerie melakukan spesialisasi dalam pengiriman surat regional dan nasional selama pemilihan. Kampanye surat langsung ditujuakan pada:

Pengumpul danaPembinaan pengenalan nama dan citra kandidatImbauan untuk mengumpulkan dana.

Di Indonesia, kampanye melalui sutat langsung jarang digunakan. Kampanye melalui surat langusung biasanya memakan banyak biaya. Dalam membangun citra dan mempengaruhi pemilih, surat langsung biasanya lebih tidak menguntungkan. Robyn dan Miller memeriksa pengaruh pengiriman surat langsung kepada 72.000 orang pada tahun 1974. Mereka menemukan bahwa surat langsung tidak memiliki cukup pengaruh terhadap tingkat informasi pemilih, pandangan kandidat, tujuan memberikan surat dalam pemilihan, atau pemilihan kandidat. Singkatnya, hasil dari surat langsung tidak selalu mamadai bagi biayanya.

b) Surat kabar
Tiga tipe surat kabar yang bertindak sebagai sarana bagi kampanye politik adalah ihwal berita, editorial, dan iklan. Semuanya membantu pembinaan citra dan penyajian masalah. dalam editorial, dukungan lebih berorientasikan masalah, tetapi juga dengan cara mengesankan atau dengan cara menghinakan, berbicara tentang sifat pribadi kandidat. Begitu juga dengan iklan politik. Periklanan politik melaksanakan fungsi lain di luar pembuatan citra dan penyajian masalah. ikaln politik dalam surat kabar, begitu pula yang dibagikan dengan selebaran, brosur, dan surat langsung menyokong morel para pekerja kampanye: setikdaknya mereka mendapat kesan bahwa terjadi pengeluaran uang.

Periklanan politik dalam media cetak adalah suatu cara untuk menyelundupkan iklan yang sewaktu-waktu yang keberatannya terlalu besar untuk ditempatkan di radio atau televisi. Jenis iklan ini adalah iklan yang mencantumkan dafta nama orang yang mendukung seorang kandidat. Yang terpenting dalam menimbang peran suarat kabar dalam persuasi politik adalah dampak dukungan surat kabar kepada bagaimana orang memilih.

c) Poster Politik
Poster politik merupakan salah satu teknik komunikasi kampanye yang paling beraneka warna dan paling menarik. Yang tersebar pada lanskap pada pemilihan, pada billboard, pohon, tiang listrik, dan dinding bangunan adalah contoh bentuk periklanan politik ini. Gary Yanker menyebut poster politik sebagai “Prop Art” atau seni propaganda.
Poster mencari dukungan luas untuk kandidat, partai, dan program partai; mengumumkan pertemuan politik dan rapat umum partai yang akan datang; membantu mengumpulkan dana; mengkritik oposisi; membinan pengenalan nama bagi kandidat yang tidak dikenal; dan membangkitkan semangat para pekerja kampanye.

2. Media Elektronik sebagai Pelantara
Bila memkirkan media elektronik, biasanya kita menjadi ingat kepada radio dan televisi, namun dalam komunikasi politik, telepon juga merupakan media yang penting. Apalagi, terdapat berbagai inovasi dalam komunikasi elektronik yang juga mempunyai efek di bidang politik.

a. Kampanye telepon
Telepon sebagai alat komunikasi lisan mempunyai beberapa kegunaan bagi kampanye kontemporer. Telepon merupakan sarana yang bergunan bagi hubungan pribadi jika organisasi kampanye ingin mengumpulkan dana. Baik melalui panggilan telepon kepada para pendukung atau digunakan bersama-sama dengan teleton (acara televisi yang menghimpun dana untuk darmabakti), telepon mencapai sejumlah pemilih dalam tempo yang sangat singkat.
Telepon juga menambah jumlah pemilih yang datang. Hal ini terutama berguna jika seorang kandidat menginginkan banyak pemilih yang hadir dalm distrik dan seleksi yang diketahuinya banyak simpati yang laten terhadap pencalonannya. Hubungan telepon juga memperkenalkan kandidat kepada pemilihnya. Kandidat merekam suatu pesan, kemudian pesan itu diputar pada setiap pesawat penerima telepon setelah terjadi sambungan melalui pemutaran nomor secara otomatis.

Imbauan untuk mendapat suara juga dapat dilakukan melalui telepon, biasanya oleh staf besar yang terdiri atas pekerja sukarela yang mengoperasikan sederatan telepon atau oleh pekerja perseorangan yang menelepon dari rumah masing-masing. Pesan yang terkandung bahwa sukarelawan itu cukup menaruh perhatian kepada kandidat sehingga ia menelopon secara pribadi. Akhirnya, telepon membantu survei tentang opini para pemilih; polling telepon, dengan menggunakan teknik pemutaran nomor secara acak.  Untuk melengkapi telepon bagi setiap tujuan ini terdapat beberapa sarana teknik: sambungan WATS yang memungkinkan sejumlah besar hubungan interlokal dengan biaya tetap; mesin pemutar nomor otomatis, seperti TELO/PLAY yang digunakan dalam kampanye tahun 1972, menungkinkan seorang pekerja kampanye mengadakan 300 hubungan telepon dalam lima jam dari sebuah telepon rumah.

b. Kampanye radio
Radio memiliki keuntungan tertentu yang melebihi sarana komunikasi lain. Radio lebih murah daripada televisi dan surat langsung. Di samping itu radio merupakan saluran massa dan saluran minoritas. Berbagai saluran radio melayani khalayak khusus. Seorang kandidat bukan menyebarkan imbauannya ke wilayah dan kepada khalayak yang luas yang tidak relevan dalam kampanyenya, malainkan menunjukkanya kepada sasaran berupa jenis pemilihan yang paling besarnya ditanggapi.

Radio mulai berperan selama pemilihan dalam berbagai hal. Contoh yang paling terkenal adalah Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat. Ia menggunakan radio dengan sangat efektif untuk memperoleh dukungan publik. Waktu Presiden Roosevelt menggunakan media, suasana politik dan ekonomi Amerika Serikat sedang terjerembab karena krisis ekonomi bangsa (depresi ekonomi) dan usaha Roosevelt untuk pemulihan ekonomi kembali, tidak saja usaha pemerintah tapi juga dengan dukungan rakyat Amerika. Inilah salah satu yang mendorong Roosevelt menggunakan media bagi program-program ekonominya.

Radio memberikan para pendengarnya peluang untuk mengevaluasi pejabat-pejabat publik yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Dari pada siaran radio hanya untuk pidato dan kampanye, Roosevelt berbicara secara bersahabat dengan publik Amerika tentang cara penanggulangan depresi ekonomi. Yang menarik, pidatonya itu seolah-olah semacam ‘pelajaran perbankan’ kepada penduduk Amerika yang waktu itu berjumlah sekitar 60 juta jiwa.  Pidato radio Roosevelt dinamakannya Fireside Chat karena dilaksanakannya dekat perapian di lantai dasar Gedung Putih. Dan kemudian, pidato-pidato lainnya dengan menggunakan media radio juga dinamakannya sebagai fireside chat dilakukan di tempat yang sama di Gedung Putih.

Terdapat beberapa pedoman praktis bagi kandidat yang mempersiapkan penyajian radio, di antaranya:

Bagi pembicaraan radio, pilih tema pokok yang dikenal baik;Membuka siaran dengan pernyataan atau gagasan yang memikat agar pendengar tetap mendengarkan;Sajikan pidato dengan urutan yang logis dengan kata-kata sederhana dan kalimat-kalimat deklaratif yang sederhana;Gunakan sedikit mungkin statistik;Capai kesimpulan yang pasti.

c. Kampanye televisi
Televisi tetap digunakan secara luas sebagai saluran komunikasi kampanye. Pada dasawarsa 1950-an dan 1960-an, tekanan dalam kampanye televisi adalah pada pembentukan citra. Pada tahun 1960-an, pertama kali dalam sejarah Amerika, debat antara calon presiden AS, Kennedy dengan Nixon. Dalam empat kali perdebatan melalui televisi siaran, Kennedy yang sebelumnya dipandang oleh rakyat Amerika, bukanlah calon yang tepat untuk presiden AS, namun sewaktu debat via televisi secara total merubah pandangan masyarakatnya bahwa pemimpin AS yang akan datang adalah Kennedy.

Rahasianya, sebagaimana diungkapkan oleh pakar media, Joseph C. Spear (1984) dalam bukunya: Presidents and the Press, sewaktu panelis meminta Kennedy mengajukan pertanyaan, Nixon cenderung bersikap difensif, menjawab pertanyaan Kennedy point by point dan kurang menghiraukan khalayak massa (pemirsa) di balik kamera. Sedangkan Kennedy, sebaliknya, tampil santai, tenang, meyakinkan sekali. Ketika ia menjawab pertanyaan, ia mengarahkan pandangannya pada kamera seolah-olah ia berbicara kepada jutaan pemirsa Amerika yang mengikuti debat terbuka tersebut. Akhirnya pada pemilihan presiden 8 November 1960, John F. Kennedy keluar sebagai pemenang dengan selisih suara tipis pada popular vote. Ia meraih 34.220.984 popular vote (49,7 %), sedangkan rivalnya Nixon memperoleh 34.108.157 popular vote (49,6 %). Sementara pada tingkat electoral vote, Kennedy jauh meninggalkan Nixon dengan perolehan 303 suara sedangkan lawannya hanya mendapat 219 suara.

Memperhatikan dampak televisi dalam kampanye pemilihan presiden, beberapa pengamat media massa berpendapat bahwa andaikata pada zaman George Washington sudah ada televisi mungkin ia tidak akan terpilih sebagai presiden karena mukanya datar tanpa ungkapan apapun juga sedangkan tingkah-lakunya kaku. Pengamat lain berpendapat bahwa Franklin Delano Roosevelt yang lumpuh setengah badannya dan terpaksa memakai kursi dorong kemungkinan besar juga tak akan terpilih.

Inovasi dalam Media Politik

Semakin berkembangya teknologi, para juru politikus dan juru kampanye politikpun menerapkannya untuk tujuan persuasif. Beberapa inovasi teknologi yang digunakan para politikus dalam melakukan kampanye, antara lain:

Televisi antena komunitas => seperti televisi kabel atau CATV sangat menambah jumlah saluran televisi yang tersedia. Terdapat kemungkinan membuat acara 24 jam sehari pada saluran-saluran khusus yang di sampaikan ke rumah melalui CATV.

Rekaman video elektronik => seorang kandidat dapat memasok sejumlah besar pemilih dengan penampilan televisi yang direkam. Cocok untuk ditonton pada waktu luang melalui playback pada pesawat televisi di rumah.

Studio elektronik mobil ( Paxmobiles) => saluran ini menjelajah dari kota ke kota. Dilengkapi dengan deretan pesawat telepon, perlengkapan perekam audio dan video, dan perkakas elektronik lainnya. Mobil van ini memasok para pekerja kampanye dengan beraneka ragam komunikasi seketika.

Radio citizen (CB) => salah satu yang menggunakan media ini adalah Betty Ford. Ia melakukan kampanye untuk suaminya dalam pemilihan pendahuluan kepresidenan tahun 1976 di Texas. Betty menggunakan CB dengan nama siar First Mama.

Menguasai komunikasi publik memang salah satu kunci kemenangan. Franklin Delano Roosevelt menggunakan radio dan John F Kennedy memanfaatkan televisi untuk menggapai kemenangan. Kini Barack Obama menggunakan internet sebagai media sosial, menyapa masyarakat melalui teknologi komunikasi yang berkembang amat pesat, yakni  jejaring sosial ( social networking ).

Namun, Obama bukan politisi Amerika pertama yang memanfaatkan jejaring sosial untuk menuju kursi kepresidenan. Howard Dean menggunakan Meetup.com saat nominasi Partai Demokrat dalam pemilihan presiden tahun 2004. Dean berhasil mengumpulkan 27 juta dollar AS melalui online. Pakar komunikasi Phil Noble, menyebutkan, Obama meraih hampir satu miliar dollar AS selama kampanye tahun 2008. Jumlah ini 12 kali lebih banyak dibandingkan dengan perolehan John Kerry, yang juga memperoleh dana kampanye lewat cara yang sama tahun 2004.

Yang pasti, Obama dan tim suksesnya betul-betul memanfaatkan internet sebagai alat menuju kemenangan. Hal ini tidaklah heran karena di AS sebesar 71,9 persen atau 218,3 juta dari 303,8 juta penduduknya menggunakan internet. Bahkan, internet telah menjadi bagian utama kehidupan politik Amerika. Sampai akhir Oktober lalu, Obama memiliki lebih dari 1,7  juta sahabat di Facebook, beberapa di antaranya warga negara Indonesia, dan 510.000 teman di MySpace. Di jejaring sosial Twitter, Obama memiliki lebih dari 45.000 pengikut. Semua aktivitasnya diinformasikan melalui jejaring sosial tersebut langsung kepada sahabat-sahabatnya.

Jutaan orang di dunia, tidak hanya di Amerika, dapat menyaksikan pidato Obama melalui You Tube. Obama juga memiliki blog pribadi, mengajak pendukungnya berperan serta dalam pengumpulan dana melalui online. Obama dan tim suksesnya telah mengubah cara politisi menarik publik Amerika, termasuk mengumpulkan dana kampanye melalui online. Obama telah memindahkan politik kepresidenan masuk ke abad digital.

Di indonesia pun, beberapa politisi juga menggunakan jejaring sosial dalam untuk mendapatka dukungan dari rakyat. melalui fasilitas jejaring sosial mereka bisa melakukan  persuasi kepada masyarakat indonesia, khususnya kaula muda.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Media Gambar – Jenis, Fungsi, Manfaat, Karakteristik, Kelebihan, Kekurangan, Prinsip, Contoh, Para Ahli

Pemilihan Media Komunikasi Politik

Dalam komunikasi politik, seluruh media dapat digunakan karena tujuannya adalah untuk membentuk dan membinan pendapat umum, serta mempengaruhi pemberi suara dalam  pemilihan umum. Selain itu, komunikasi politik juga bertujuan untuk mempengaruhi kebijakan atau keputusan dalam pembuatan peraturan dan perundangan.

Namun perlu juga diperhatikan penggunaan medium (tunggal) atau media (jamak) dalam komunikasi politik. Perlu dipilih dengan cermat untuk menyesuaikan dengan kondisi dan situasi khalayak, dengan memperhatikan sistem komunikasi politik di suatu negara. Medium atau media hanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Sedangkan untuk komunikasi tatap muka, tentu media tidak diperlukan. Khusus untuk komunikasi jarak jauh dengan orang banyak (massa), diperlukan media massa atau media interaktif (internet).

Penggunaan salah satu media sangat tergantung pada kebutuhan atau kemampuan khalayak menerima atau mencerna pesan-pesan politik yang akan disampaikan. Jadi, seleksi media didasarkan pada kemampuan, kebutuhan, dan kepentingan serta lokasi khalayak yang dijadikan sasaran komunikasi politik.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, pemilihan media komunikasi politik tentu juga harus memperhatikan keadaan khalayak. contohnya saja kegiatan polittik di Amerika, para calon politikus yang ingin mempersuasi masyarakat melakukan persuasinya melalui televisi, dan yang semakin merambah yaitu media internet. Hal ini memang sesuai dengan keadaan masyarakat Amerika yang tergolong sudah maju.

Berbeda dengan Indonesia, televisi memang sudah lumrah digunakan sebagai media komunikasi politik. Namun, apabila media internet digunakan di Indonesia, tentunya hal ini masih tabu bagi masyarakat, hanya sebagian kecil masyarakat indonesia yang mengetahui cara mengakses internet. Sudah pasti, media internet belum menjadi media yang tepat digunakan dalam komunikasi politik di indonesia.

Intinya, masing-masing media memilki kelebihan dan kelemahan tertentu. Diperlukan kecermatan dari komunikator politik untuk memilihnya. Jika pemilihan medianya tepat, tentu komunikasi yang dihasilkan pun akan efektif, begitu juga sebaliknya. Jika media yang digunakan tidak efektif, maka bisa saja terjadi misscommunication antara komunikator politik dengan komunikannya (masyarakat) sehingga pesan yang disampaikan tidak sempurna dan hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Media dan Privasi Dalam Politik

Selain sebagai sarana melakukan persuasi politik, media juga menciptakan lawan dari rasa kesatuan dan hubungan, yaitu privasi. Ini merupakan kecenderungan bagi seseorang untuk manarik diri dari kelompok sosial dan mengucilkan diri kedalam dunianya sendiri. Beberapa ahli teori berpendapat bahwa berlimpahnya informasi yang dijejalkan kepada individu telah membuat mereka merasa berkekurangan. Laporan gencar tentang perperangan, inflasi, kejahatan, dan pengangguran membuat orang merasa begitu putus asa sehingga mereka menarik diri ke dalam dunianya sendiri.

Selain hal di atas, media dan privasi juga sering dihubungkan dengan kepentingan  pemberitaan sebuah media dengan menyoroti kehidupan orang-orang yang menjadi sasaran media tersebut. Karena penulis membahas tentang media dan politik, maka ‘orang’ yang dimaksud di sini adalah para politisi/pejabat pemerintah.

Kebebasan media terkadang membuat wartawan lupa akan pentingnya sebuah privasi seseorang. Sering kali media menonyorot kehidupan pribadi seorang aktor politik dan kemudian mempublikasikannya ke khalayak. Hal ini sering kali terjadi terhadap berita yang sifatnya negatif, seperti perceraian bahkan pereselingkuhan. Tentu saja hal tersebut akan  berdampak buruk bagi citra negara Indonesia.

Pengertian Dan Perbedaan Fakta dan Opini beserta Contoh

Fakta-dan-OpiniPengertian Fakta

Pengertian fakta adalah kejadian atau keadaan yang benar-benar terjadi dan bukan mitos serta pernah dilihat oleh manusia itu sendiri atau telah dilakukan suatu pengujian dan pemastian di khalayak umum.

Fakta dapat disebut juga sebagai hasil dari pengamatan secara objektif yang dapat di verifikasi kebenarannya oleh siapapun. Informasi yang didengar dapat juga disebut dengan fakta apabila informasi tersebut merupakan suatu peristiwa yang berupa kenyataan dan benar-benar terjadi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Historiografi

Ciri-ciri Fakta

Ciri-ciri Fakta :

Sudah teruji kebenarannya di depan khalayak umum serta bersifat objektif.Memiliki data yang akurat atau bukti sebagai pendukung kebenarannya.Pernah dilihat oleh manusia serta telah dilakukan pengujian dan pemastian di khalayak umum.

Adapun Ciri-ciri Fakta dalam Kalimat adalah sebagai berikut

Memiliki Data Akurat
Dalam kalimat fakta, teman-teman cenderung bisa menemukan ada data yang jelas terhadap suatu peristiwa. Di dalam kalimat, data tersebut dapat berupa bilangan statistic, tanggal dan waktu kejadian, maupun hal lain yang telah terverifikasi.

Bersifat Objektif
Yang dimaksud objektif dalam kalimat fakta adalah pernyataan yang terdapat di dalamnya bersifat umum dan telah diakui kebenarannya oleh banyak pihak, khususnya oleh badan atau lembaga resmi.

Benar-benar Terjadi
Sebuah kalimat dapat dianggap sebagai fakta jika pernyataan di dalamnya memaparkan situasi yang benar-benar terjadi. Benar-benar terjadi berarti kamu bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri ataupun mendengar laporan beritanya dari orang yang berwenang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Kata Serapan

Pengertian Opini

Pengertian opini merupakan suatu ide, pikiran, atau pendapat yang biasanya bersifat tidak objektif serta belum di sahkan kebenarannya.

Seperti suatu prediksi dimana belum terdapat orang yang dapat memastikan bahwa hal tersebut benar benar ada atau terjadi. Meskipun opini bukan merupakan fakta, namun apabila opini tersebut dapat dibuktikan kebenarannya maka opini tersebut akan berukan menjadi fakta.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 11 Pengertian Kata Menurut Para Ahli Bahasa

Ciri-ciri Opini

Ciri-ciri Opini :

Belum teruji kebenarannya dan masih bersifat subyektif.Tidak memiliki data pendukung atau bukti yang akurat.Merupakan suatu peristiwa yang belum terjadi, karena merupakan suatu pendapat.

Adapun Ciri-ciri Opini dalam Kalimat adalah sebagai berikut

Mengandung Pendapat Pribadi
Yang namanya opini, berarti dalam kalimat tersebut kamu akan menemukan pendapat dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Dalam beberapa kasus, pada kalimat opini ditemukan pernyataan dari orang yang sudah terkenal sehingga terkesan sebagai fakta. Padahal, perkataan orang tersebut juga masih sebatas pendapat yang belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Bersifat subjektif
Hampir sama dengan ciri pertama, ciri kedua dari kalimat opini adalah pernyataan yang dipaparkan dalam kaimat cenderung subjektif. Artinya, hal-hal yang dikemukakan hanya menurut salah satu pihak sehingga tidak bisa dikatakan netral.

Memiliki Kata Bersifat Relatif
Pada kalimat opini, kamu akan cenderung menemukan kata yang bersifat relatif. Yang dimaksud relatif di sini adalah kata atau frasa tersebut cenderung bisa berubah bergantung siapa yang mengucapkannya. Kata-kata yang termasuk relatif, di antaranya paling, lebih, agak, ataupun biasanya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Contoh Sinonim Kata

Perbedaan Fakta Dan OpiniFakta ialah sesuatu yang apa adanya terjadi. dalam artian, fakta tersebut ialah potret mengenai keadaan ataupun peristiwa. Oleh sebab itu, fakta sulit  untuk dapat terbantahkan disebabkan karena dapat dilihat, atau juga diketahui oleh banyak pihak. Meskipun hal demikian fakta tersebut dapat saja berubah jika ditemukan fakta baru yang jelas dan juga lebih akurat.Sedangkan Opini ialah Pendapat belum benar adanya. Pendapat pribadi tersebut dapat benar bahkan dapat juga salah . pendapat seseorang tersebut juga berbeda beda dengan pendapat seseorang lainnya. suatu pendapat tersebut akan dapat semakin mendekati kebenaran apabila jika ditunjang oleh keberadaan suatu fakta yang kuat dan juga menyakinkan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 15 Cara Menggunakan Kata, Bentuk Kata, Serta Kalimat Dalam Berkomunikasi

Cara Mudah Membedakan Fakta dan Opini

Seperti yang telah kita ketahui pada ciri-cirinya diatas, fakta mempunyai data yang teruji keakuratannya dan bersifat objektif maka itu dapat dikategorikan sebagai fakta, dengan menggunakan imajinasi Anda apakah kalimat tersebut adalah hal yang benar telah terjadi ataupun cuma pendapat orang saja.

Dalam kalimat opini biasanya terdapat kata-kata seperti bisa jadi, seharusnya, saya rasa, dan lain sebagainya, karena kata-kata tersebut menunjukkan bahwa kalimatnya masih dalam perencanaan atau pendapat dan belum terbukti kebenarannya. Berikut ciri-ciri kalimat opini.

Bersifat subyektif serta dilengkapi dengan uraian tentang pendapat, saran, atau suatu prediksi.Tidak dapat dibuktikan kebenaranya.Atas pemikiran sendiri dan tidak ada narasumber.Tidak memiliki data dan bukti yang teruji keakuratannya.Menunjukkan peristiwa yang belum atau mungkin akan tejadi pada masa mendatang dan berupa rencana.Pendapat atau argumen seseorang saja.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Berpikir – Teknik, Tingkatan, Model, Aspek, Unsur, Pentingnya, Cara, Contoh

Contoh Fakta dan Opini

Contoh Fakta

Sekarang, rata-rata waktu yang digunakan untuk setiap siswa untuk dapat belajar sekitar lima jam perhariSementara hal tersebut, ditahun sebelumnya, menurut survei dari sebuah lembaga LSM, waktu belajar mereka tersebut diluar dari kegiatan sekolah ialah hanya 2-3 jam per hari.

Contoh kalimat fakta :

Harimau merupakan hewan yang berkaki empat.Indonesia adalah negara kepulauan.Gula dapat membuat minuman menjadi manis.Pensil itu harganya dua ribu rupiah.Oksigen sangat dibutuhkan oleh manusia.

Contoh Opini

Kesadaran terhadap akan pentingnya belajar di kalangan para remaja indonesia semakin meningkat, terutama dilihat dari sisi jumlah jam belajar mereka. Kesadaran tersebut perlu ditunjang oleh kepedulian orang tua dan juga  Pemerintah, misalnya dengan cara menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan juga sesuai dengan taraf perkembangan psikologi para remaja.Perlu adanya perubahan formasi tempat duduk agar suasana dalam belajar di kelas lebih dapat menyenangkan

Contoh kalimat opini :

Besok saya ingin pergi ke luar negeri.Rumah itu besar sekali.Indonesia adalah negara yang indah.Mobil itu sangat cepat.Makanan buatan ibu sangat enak.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa fakta berguna ialah sebagai dasar bagi suatu pendapat. Seseorang sebaiknya dapat mengemukakan fakta terlebih dahulu, kemudian baru menggemukakan suatu berpendapat. Sebaliknya, fakta tersebut juga dapat berfungsi untuk memperjelas adanya pendapat. Dalam hal tersebut, seseorang sebaiknya dapat berpendapat dulu, kemudian baru dapat menyertainya dengan fakta-fakta yang akurat kebenarannya.

Fermentasi – Pengertian, Sifat, Faktor, Tujuan, Tahapan, Manfaat, Asam Laktat, Contoh

Fermentasi – Pengertian, Sifat, Faktor, Tujuan, Tahapan, Manfaat, Asam Laktat, Contoh : Fermentasi dapat digolongkan kedalam salah satu bioteknologi dalam bidang pangan. Pengolahan makanan dan bahan makanan mealui bioteknologi menghasilkan aneka macam pangan dan bahan pangan hasil fermentasi yang digunakan secara luas. Arti kata fermentasi selama ini berubah-ubah. Kata fermentasi berasal dari Bahasa Latin “fervere” yang berarti merebus. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba.

Pengertian Fermentasi

Kata fermentasi berasal dari Bahasa Latin “fervere” yang berarti merebus. Fermentasi adalah proses yang memanfaatkan kemampuan mikroba untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder dalam suatu lingkungan yang dikendalikan. Fermentasi merupakan bentuk penerapan atau aplikasi tertua dari bidang bioteknologi.  Pada mulanya istilah fermentasi digunakan untuk menunjukkan proses pengubahan glukosa menjadi alkohol yang berlangsung secara anaerob.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Asam, Basa, Dan Garam

Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai minuman atau makanan. Fermentasi suatu cara telah dikenal dan digunakan sejak lama sejak jaman kuno.

Sebagai suatu proses fermentasi memerlukan:Mikroba sebagai inokulumTempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal.Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba.
Sifat Fermentasi

Fermentasi mempunyai sifat, sifat fermentasi terbagi dua tipe  yaitu aerobik ( oksigen ) dan anaerobik ( tanpa oksigen ).

Fermentasi aerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya memerlukan oksigen. Semua organisme untuk hidupnya memerlukan sumber energi yang diperoleh dari hasil metabolisme bahan pangan, dimana organism itu berada. Mikroorganisme adalah organisme yang memerlukan energi tersebut. Bahan energi yang paling banyak digunakan mikroorganisme untuk tumbuh adalah glukosa. Dengan adanya oksigen maka mikroorganisme dapat mencerna glukosa menghasilkan air, karbondioksida, dan sejumlah besar energi. Fermentasi yang terdapat pada  tipe fermentasai aerobik, yaitu :

Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka ( acetobacter aceti ) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob. Reaksi Kimia :

CH12O6 à 2C2H5OH à 2CH3COOH +H2O+116 kkal

Tipe Fermentasi Anaerobik

Fermentasi anaerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya tidak memerlukan oksigen. Beberapa mikro organisme dapat mencerna bahan energinya tanpa adanya oksigen jadi hanya sebagian bahan energi itu dipecah, yang dihasilkan adalah sebagian dari energi, karbondioksida dan air , termasuk sejumlah asam laktat , asetat, etanol, asam volatile ,alkohol, dan ester.

Pada fermentasi anaerob, zat-zat organik dikatabolisme tanpa kehadiran oksigen yang berarti tidak adanya akseptor elektron eksternal melainkan melalui keseimbangan reaksi oksidasi-reduksi internal. Produk dihasilkan selama proses penerimaan elektron yang dilepaskan saat pemecahan zar-zat organik. Oleh karenanya zat-zat organik tersebut berperan sebagai akseptor dan donor elektron. Pada fermentasi, substrat hanya dioksidasi sebagian dan oleh karena itu hanya sedikit energi yang bisa dihasilkan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Termokimia : Pengertian, Persaman, Reaksi, Rumus Dan Contoh Soal

Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat. Peristiwa ini dapat terjadi diotot dalam kondisi anaerob. Reaksi Kimia :

C6H12O6 –> 2CH3CH(OH)COOH + 2ATP

Secara umum, fermentasi asam laktat perlu melalui dua tahapan, antara lain:Proses fermentasi Homolactic

Pada proses ini terjadi perubahan glukosa mnjadi piruvat. Lalu terbentuklah 2 molekul asam laktat. Proses ini menggunakan enzim laktat Dehidrogenase.

Proses Fermentasi Heterofermentatif

Proses inin menggunakan piruvat sebagai penghasil asam laktat, etanol dan karbon dioksida sebagai hasil bawa bentuan enzim dehidrogenanse laktat dan piruvat dekarboksilase

Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol ( etil alkohol ) dan karbon dioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras.

Reaksi Kimia: C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

Faktor yang Mempengaruhi Proses Fermentasi

Fermentasi bahan pangan merupakan hasil kegiatan beberapa mikroorganisme. Agar proses fermentasi dapat berjalan dengan baik, tentunya beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan dari mikroorganisme perlu pula diperhatikan. Sehingga apabila kita berbicara mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi, tentunya tidak lepas dari kegiatan mikroorganisme itu sendiri. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi proses fermentasi meliputi suhu, oksigen, substrat dan air.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Perbedaan Antara Senyawa Ionik Dan Senyawa Molekul

Suhu sebagai salah satu faktor lingkungan terpenting yang mempengaruhi dan menentukan macam organisme yang dominan selama fermentasi. Beberapa hal sehubungan dengan suhu untuk setiap mikroorganisme dapat digolongkan sebagai berikut :

Suhu minimum, di bawah suhu itu pertumbuhan mikroorganisme tidak terjadi lagi.Suhu optimum, sebagai suhu yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme paling cepat.Suhu maksimum, di atas suhu itu pertumbuhan mikroorganisme tidak mungkin terjadi lagi.

Udara atau oksigen selama proses fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi.

Seperti halnya makhluk lain, mikroorganisme juga membutuhkan suplai makanan yang akan menjadi sumber energi, dan menyediakan unsur-unsur kimia dasar untuk pertumbuhan sel. Substrat ( makanan ) yang dibutuhkan oleh mikroba untuk kelangsungan hidupnya berhubungan erat dengan komposisi kimianya. Kebutuhan mikroorganisme akan substrat juga berbeda-beda.

Ada yang memerlukan substrat lengkap dan ada pula yang tumbuh subur dengan substrat yang sangat sederhana. Hal itu karena beberapa mikroorganisme ada yang memiliki sistem enzim ( katalis biologis ) yang dapat mencerna senyawa-senyawa yang tidak dapat dilakukan oleh mikro organisme lain. Komposisi kimia hasil pertanian yang terpenting adalah ptotein, karbohidrat dan lemak. Pada pH 7,0 protein mudah sekali digunakan oleh bakteri sebagai substrat. Karbohidrat seperti pektin, pati dan lainnya merupakan substrat yang baik bagi kapang dan beberapa khamir.

Mikroorganisme tidak dapat tumbuh tanpa adanya air. Air dalam substrat yang digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme dinyatakan dalam istilah water activity atau aktivitas air = aw, yaitu perbandingan antara tekanan uap dari larutan (P) dengan tekanan uap air murni (Po) pada suhu yang sama.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Pengertian Mikrobiologi Dalam Biologi Dan Faktor Beserta Mekanismenya

Contoh Produk yang Mengalami Prose Fermentasi

Bir adalah salah satu contoh terbaik hasil fermentasi. Minuman ini terbuat dari biji-bijian seperti gandum, barley, dll.

Gandum dikeringkan dan kemudian dihaluskan kemudian dicampur dengan air panas.Campuran ini lantas disimpan dalam bejana fermentasi dan ditambahkan ragi serta dibiarkan selama beberapa minggu dalam kondisi anaerobik.Dalam kondisi ini, ragi akan memakan gula atau karbohidrat dan membentuk alkohol.Setelah disimpan dalam waktu yang cukup, bir kemudian disaring dan dikemas dalam botol.

Anggur merupakan minuman beralkohol yang biasanya terbuat dari buah anggur yang difermentasi.  Keseimbangan sifat alami yang terkandung pada buah anggur, menyebabkan buah tersebut dapat difermentasi tanpa penambahan gula, asam, enzim, ataupun nutrisi lain. Anggur  dibuat dengan cara memfermentasi jus buah anggur menggunakan khamir dari tipe tertentu. Ragi  tersebut akan mengkonsumsi kandungan gula yang ada pada buah anggur dan mengubahnya menjadi alkohol.

cara pembuatan nata de coco sebagai berikut:Pertama kali, buah anggur segar dihancurkan sampai terbentuk seperti bubur.Bubur anggur kemudian dibiarkan selama beberapa hari sehingga sari buahnya keluar dan kulit terkelupas dari daging buah.Bubur anggur lantas disaring untuk memisahkan kulitnya. Ragi lantas ditambahkan dan dibiarkan selama beberapa minggu dalam kondisi anaerobik.Setelah periode waktu tertentu, cairan anggur kemudian dipisahkan dalam berbagai wadah yang berbeda dan dibiarkan mengalami fermentasi lambat.Terakhir, anggur kemudian dikemas dalam botol dan siap dikonsumsi.

Minuman anggur atau wine dibedakan menjadi beberapakelompok, anggur merah, anggur putih, dan lain-lain.  Beberapa jenis anggur merah yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah merlot, cabernet sauvignon, syrah/shiraz, dan pinot noir.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Perbedaan Senyawa Polar Dengan Non Polar

Tahu merupakan makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai, dan prosesnya masih sederhana dan terbatas pada skala rumah tangga. Suryanto (dalam Hartaty, 1994) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tahu adalah makanan padat yang dicetak dari sari kedelai (Glycine spp) dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya, tanpa atau dengan penambahan zat lain yang diizinkan.

Pembuatan tahu pada prinsipnya dibuat dengan mengekstrak protein, kemudian mengumpulkannya, sehingga terbentuk padatan protein. Cara penggumpalan susu kedelai umumnya dilakukan dengan cara penambahan bahan penggumpal berupa asam. Bahan penggumpal yang biasa digunakan adalah asam cuka (CH3COOH), batu tahu (CaSO4nH 2O) dan larutan bibit tahu (larutan perasan tahu yang telah diendapkan satu malam).

Secara umum tahapan proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut :Kedelai yang telah dipilih dibersihkan dan disortasi. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat pembersih.Perendaman dalam air bersih agar kedelai dapat mengembang dan cukup lunak untuk digiling. Lama perendaman berkisar 4 – 10 jam.Pencucian dengan air bersih. Jumlah air yang digunakan tergantung pada besarnya atau jumlah kedelai yang digunakan.Penggilingan kedelai menjadi bubur kedelai dengan mesin giling. Untuk memperlancar penggilingan perlu ditambahkan air dengan jumlah yang sebanding dengan jumlah kedelai.
Pemasakan kedelai dilakukan di atas tungku dan dididihkan selama 5 menit. Selama pemasakan ini dijaga agar tidak berbuih, dengan cara menambahkan air dan diaduk.Penyaringan bubur kedelai dilakukan dengan kain penyaring. Ampas yang diperoleh diperas dan dibilas dengan air hangat. Jumlah ampas basah kurang lebih 70% sampai 90% dari bobot kering kedelai.
Setelah itu dilakukan penggumpalan dengan menggunakan air asam, pada suhu 50oC, kemudian didiamkan sampai terbentuk gumpalan besar. Selanjutnya air di atas endapan dibuang dan sebagian digunakan untuk proses penggumpalan kembali.Langkah terakhir adalah pengepresan dan pencetakan yang dilapisi dengan kain penyaring sampai padat. Setelah air tinggal sedikit, maka cetakan dibuka dan diangin-anginkan.Tujuan Fermentasi

Tujuan fermentasi manjadikan suatu makanan lebih tahan lama. Mengawetkan makanan dengan menghasilkan beberapa asam laktat, asam asetat dan alkohol dalam jumlah yang cukup banyak. memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan beberapa asam amino, protein dan vitamin.Contoh fermentasi keju

Tahapan Proses FermentasiFormulasi medium yang  dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme, baik pada pengkayaan ataupun Proses ProduksiSterilisasi Medium, Fermentor dan PerlengkapannyaProduksi kultur murni atau campuran yang cukup untuk menginokulasi pada tahap produksiOptimasi produksi pada tahap Fermentasi produk dengan kondisi OptimumEkstraksi dan PurifikasiPembuangan limbah medium yang  dihasilkan pada saat produksiManfaat Fermentasi

Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak, Pemerintahan

Revolusi Rusia – Latar Belakang, Sebab, Jalannya, Dampak, Pemerintahan : Lahirnya Revolusi Rusia di mulai dari kekalahan tentara Rusia (Soviet) pada Perang Dunia II. Hal tersebut membawa Rusia ke dalam masa yang suram. Masa dimana Rusia banyak melakukan pembenahan di sektor apapun. Sedangkan Tsar (Raja) memilih untuk bersenang-senang tanpa menghiraukan rakyat.

revolusi rusia

Latar Belakang Revolusi Rusia

Lahirnya Revolusi Rusia di mulai dari kekalahan tentara Rusia (Soviet) pada Perang Dunia II. Hal tersebut membawa Rusia ke dalam masa yang suram. Masa dimana Rusia banyak melakukan pembenahan di sektor apapun. Sedangkan Tsar (Raja) memilih untuk bersenang-senang tanpa menghiraukan rakyat. Setelah tahun 1918, masyarakat Rusia mengalami kekurangan makanan dan konflik tanah yang di sengketakan merupakan hal yang sulit untuk diatasi.

Serta kesenjangan yang mencolok antara pemerintah dan rakyat bawah. Pemerintahan bisa hidup enak-enakan, sedangkan rakyat banyak yang sakit, kelaparan dan kemiskinan. Pada saat itu Tsar Nicholas II lebih mementingkan keluarga-keluarganya dari pada mementingkan rakyat. Keluarganyalah yang banyak menghambur-hamburkan harta atau pajak yang di tarik dari rakyat. Di sinilah rakyat menganggap ada sebuah kesenjangan sosial.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Awal Mula Terbentuknya Laut Di Bumi Menurut Peneliti Kelautan

Pemerintahan juga dinilai terlalu lemah oleh kaum Bolsheviks. Rakyat Rusia juga menilai bahwasannya Tsar terlalu pilih kasih terhadap suatu kebijakan dan mementigkan kepentingan keluarganya dan kerabat-kerabat dekat.  Karena pada saat pemerintahan Tsar Nicholas II, banyak pekerja yang jam kerjanya di tambah dari ketentuan dan gajinya di potong, bahkan ada juga yang gajinya tidak terbayarkan, Memang perbuatan yang dilakukan oleh Tsar tersebut sangat tidak pantas, karena pada saat itu Rusia mengalami kekalahan dalam Perang Dunia ke II, yang mengakibatkan kas Negara berkurang dan buruknya ekonomi Rusia pada masa itu.

Tetapi hal tersebut di tanggapi oleh para buruh dan pekerja dengan sebaliknya, karena mereka tidak ingin pemerintahan Tsar Nicholas II tersebut yang reaksioner dan sewenang-wenang semakin memperkeruh derita rakyat Rusia pada masa itu. Para pekerja dan buruh menginginkan haknya dapat terpenuhi, karena mereka mengalami kemiskinan dan kelaparan. Akhirnya para buruh bereaksi melawan pemerintah.

Dalam kaitannya dengan Revolusi Rusia, pada saat itu Rusia terbagi menjadi dua golongan. Yaitu golongan merah dan golongan putih. Golongan merah adalah golongan yang menginginkan kebebasan hak-haknya secara mutlak seperti halnya gaji mereka yang tidak lagi di potong secara besar-besaran, mereka juga tidak menginginkan penambahan jam kerja yang bukan semestinya, walaupun penambahan jam kerja itu baik buat perindustrian di Rusia.

Golongan merah tersebut di antaranya rakyat, pekerja dan rakyat yang tertertindas. Sedangkan golongan putih adalah golongan yang menginginkan atau mendukung Tsar Nicholas II agar tetap menjadi Tsar (Raja). Kedua golongan tersebut saling bertentangan, bahkan ada diantara mereka terjadi pertentangan. Hal tersebut membuat pertengkaran antar saudara. Maka dari itu para rakyat dan pekerja yang menginginkan Tsar Nicholas II turun tahta juga mendapat tentangan dari golongan putih, yang tidak menginginkan perubahan.

Dalam gerakan sosialis Rusia yang di bentuk oleh para pekerja dan kaum buruh (golongan merah), mereka mengalami kesulitan dalam melakukan kudeta terhadap pemerintah ataupun penggulingan Tsar Nicholas II secara langsung. Karena para pekerja tidak memikirkan statrategi apa yang harus di lakukan. Mereka hanya menggunakan fisik dalam melakukan penggulingan Tsar Nicholas II (Vernadsky, 1951:252). Lagi-lagi para pekerja dan buruh gagal dalam menggulingkan pemerintahan Tsar. Banyak para pekerja yang meninggal akibat dari tuntutan terhadap pemerintah tersebut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Akibat Revolusi Bumi

Setelah para rakyat dan buruh bertindak dengan pikiran, terbentuklah sebuah partai. Partai yang di bentuk oleh para buruh adalah Partai Demokratik Sosialis Rusia yang di dirikan oleh George Plekhanov (1898). Program rencananya adalah persamaan dalam hukum, kemerdekaan pers, berbicara, berkumpul, dan perbaikan nasib buruh dan tani. Dari partai itulah rakyat dan parah buruh yang tertindas meluapkan aspirainya dalam wadah partai tersebut. Pada tahun 1903 Partai Sosial Demokrat pecah menjadi Partai Sosialis (Menshevik) yang dipimpin oleh George Plikhanov kemudian dilanjutkan oleh Kerensky.

Partai lainnya adalah Partai Komunis (Bolshevik) yang dipimpin oleh Vladimir Ulyanov (Lenin), kemudian beralih kepada Josef Dschugaschvili. Dalam perkembangannya Lenin lah yang berhasil menggulingkan pemerintahan Tsar Nicholas II. Lenin menggunakan strategi kudeta terhadap Tsar. Mereka terus berjuang untuk revolusi para buruh dan pekerja. Mereka bekerja keras dan bekerjasama satu sama lain untuk menggulingkan Tsar Nicholas II. Pada akhirnya Bolshevik (Golongan Merah) berhasil mengkudeta dan menggulingkan pemerintahan Tsar Nicholas II dengan kebanggaan dan kerja keras (Heyman, 1993:269).

Sebab-sebab terjadinya revolusi1. Pemerintahan Tsar Nicholas II yang reaksioner

Ketika negara-negara lain mulai mengakui hak-hak politik bagi warga negaranya, Tsar Nicholas II masih enggan melakukan hal yang sama. Ia memang mengizinkan dibentuknya Duma (daerah perwakilan rakyat Rusia), namun keberadaannya hanya sandiwara belaka. Pemilihan anggota Duma dilakukan dengan pura-pura karena pada praktiknya, anggota Duma adalah orang-orang yang propemerintahan Tsar. Hasil-hasil rapat dan rekomendasi Duma kepada Tsar tidak pernah dihiraukan.

2. Susunan pemerintahan Tsar yang buruk

Pemerintahan pada masa Tsar Nicholas II tidak disusun secara rasional, melainkan atas dasar favoritisme. Tsar tidak memilih orang-orang yang cakap untuk pemerintahannya, orang-orang yang dipilihnya untuk jabatan-jabatan pemerintahan hanyalah orang-orang yang disukainya. Dalam hal ini, Nicholas II sangat dipengaruhi oleh istrinya, Tsarrina Alexandra. Alexandra sendiri sangat dipengaruhi oleh seorang biarawan yang menyebut dirinya sebagai utusan Tuhan, Grigori Rasputin. Alexandra dan Rasputin adalah orang-orang yang sangat kolot dan benci terhadap segala macam paham baru.

3. Perbedaan sosial yang mencolok

Kondisi kehidupan antara kedua golongan masyarakat di Rusia pada masa itu sangat jauh perbedaannya. Tsar dan para bangsawan hidup mewah dan kaya raya, sementara rakyat, terutama petani dan buruh, sangat miskin dan sengsara. Bangsawan juga memiliki berbagai macam hak yang tidak dimiliki rakyat, bahkan banyak hak rakyat yang diabaikan. Sekalipun perbudakan telah dihapuskan, para bangsawan tetap memperlakukan rakyat biasa seperti budak dalam kehidupan sehari-hari.

4. Persoalan tanah

Perubahan kebijakan agraria oleh Menteri Stolypin pada tahun 1906 hanya menghasilkan perubahan tanah-tanah mir menjadi milik perseorangan anggota mir. Di luar mir, masih banyak tanah berukuran luas yang menjadi milik para tuan tanah, baik bangsawan maupun para kulak (petani-petani besar). Tanah-tanah ini dikerjakan oleh para petani kecil (buruh tani). Para buruh tani ini lalu berusaha menuntut tanah yang seharusnya menjadi miliknya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Akibat Rotasi Bumi : Pengertian, Gambar, Proses, Dan Gerakan

5. Adanya aliran-aliran yang menentang Tsar

Dalam revolusi pada tahun 1905, aliran-aliran yang menentang Tsar dapat ditindas, tetapi tidak lenyap. Mereka melakukan gerakan bawah tanah dan mengumpulkan kekuatan sambil menunggu kesempatan untuk kembali muncul. Aliran-aliran tersebut adalah aliran liberal dan sosialis. Kaum liberal yang disebut Kadet (Konstitusional Demokrat). Aliran ini menghendaki Rusia menjadi kerajaan yang berundang-undang dasar. Kaum sosialis menghendaki susunan masyarakat yang sosialis serta pemerintahan yang modern dan demokratis.

Kaum sosialis merupakan anasir yang revolusioner dan terbagi lagi atas dua aliran: Mensheviks (moderat atau sosial demokrat) dan Bolsheviks (radikal, kemudian berkembang menjadi partai komunis). Golongan Mensheviks dipimpin oleh Georgi Plekhanou yang kemudian digantikan oleh Kerensky. Adapun golongan Bolsheviks dipimpin oleh Lenin dan Trotsky.

6. Kekalahan perang

Ketika melibatkan diri dalam Perang Dunia I, sebenarnya Rusia tidak mempunyai tujuan perang yang tertentu. Rusia ikut perang karena terikat dan terseret oleh perjanjian-perjanjiannya dengan negara-negara lain, terutama yang tergabung dalam Triple Entente. Keikutsertaan Rusia dalam Perang Dunia I mendapat sambutan dingin dari rakyatnya. Peperangan yang tidak didukung oleh rakyat tentu menghasilkan kekalahan. Kekalahan-kekalahan besar Rusia (pertempuran di Tannenberg dan di sekitar danau-danau wilayah Masuri) semakin mengecewakan hati dan melenyapkan kepercayaan rakyat kepada Tsar. Rakyat mulai jemu pada peperangan dan menginginkan kedamaian.

7. Ancaman bahaya kelaparan

Lima belas juta warga Rusia dimobilisasi untuk perang. Kesejahteraan mereka harus dijamin penuh oleh negara. Sementara, banyaknya orang yang dikirim ke medan perang berakibat kurangnya tenaga kerja, baik dalam bidang industri maupun pertanian. Macetnya industri dan pertanian ini menimbulkan bahaya kelaparan sebab kurangnya bahan makanan. Perekonomian negara pun menjadi kacau balau.

Jalannya Revolusi Rusia

Revolusi Rusia tahun 1917 dapat dibagi menjadi dua tahap, yakni sebagai berikut :

Revolusi ini dimulai dari Petrograd (sekarang Leningrad) dengan demonstrasi yang menuntut bahan makanan, kemudian diikuti dengan pemogokan di perusahaan-perusahaan. Revolusi yang digerakan oleh kaum Kadet, Menshewiki, dan Bolshewiki ini kemudian berhasil menggulingkan Tsar Nicholas II. Tampuk pemerintahan dikendalikan oleh kaum Kadet dengan bentuk pemerintahan sementara.

Akan tetapi, kaum Kadet tidak segera mengadakan perubahan-perubahan seperti yang dituntut oleh rakyat. Kaum Menshewiki di bawah pimpinan Karensky kemudian menggulingkan kaum Kadet dan memegang tampuk pemerintahan. Program kaum Menshewiki pertama-tama ialah menjunjung kembali kehormatan Rusia di mata dunia internasional (karena kekalahan-kekalahan Rusia dalam peperangan), setelah itu baru mengadakan perubahan pemerintahan dalam negeri.

Serangan besar-besaran terhadap Jerman (dalam Perang Dunia I) segera dilangsungkan, namun gagal. Hal inilah mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Menshewiki. Kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya oleh kaum Bolshewiki untuk menyusun kekuatan guna merebut pemerintahan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : √ Gempa Bumi : Pengertian, Jenis Dan Penyebabnya Lengkap

Ketika pemerintahan Menshewiki kehilangan kepercayaan di mata rakyat, kaum Bolshewiki segera mendekati rakyat dan menjanjikan adanya kedamaian dan pembagian tanah. Dengan cara ini kaum Bolshewiki mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat. Kaum Bolshewiki yang semula telah mempersiapkan diri dengan mengadakan wajib militer kepada para pekerja (yang kemudian menjadi Pengawal Merah) di bawah pimpinan Trotsky, siap untuk merebut kekuasaan.

Revolusi di mulai di Petrograd lagi di bawah pimpinan Lenin yang menyerukan untuk mendirikan Republik Soviet. Angkatan Darat dan Angkatan Laut di Petrograd memihak Lenin. Pada tanggal 25 Oktober 1917 pemerintah Menshewiki di bawah pimpinan Kerensky berhasil digulingkan. Kaum Bolshewiki akhirnya berhasil memegang tampuk pemerintahan baru di Rusia.

Dampak Revolusi Rusia

Revolusi Rusia 1917 adalah sebuah gerakan politik di Rusia yang memuncak pada 1917 dengan penggulingan pemerintahan provinsi yang telah mengganti sistem Tsar Rusia, dan menuju ke pendirian Uni Soviet, yang berakhir sampai keruntuhannya pada 1991. Revolusi Februari tahun 1917 di Rusia adalah tahap pertama Revolusi Rusia tahun 1917. Akibat dari revolusi ini adalah abdikasi Tsar Nicholas II, runtuhnya kekaisaran Rusia, dan berakhirnya dinasti Romanov. Pemerintahan provisional, non-Komunis dibawah Pangeran Georgy Lvov menggantikan Tsar, Pangeran Lvov lalu diteruskan oleh Alexander Kerensky setelah huru-hara saat hari Juli.

Pemerintahan provisional merupakan aliansi antara kaum liberal dan kaum sosialis yang ingin melaksanakan reformasi politik, membuat eksekutif yang dipilih secara demokratis, dan dewan konstituante.

… the Provisional Goverment without protest after the Tsar’s abdication. The commanding generals of the Russian army were royal to the revolution and the Provosional Government following the tsar’s abdication : Pemerintahan Provisional tanpa protes setelah adanya abdikasi Tsar Rusia. Perintah utama dari tentara Rusia sangat mewah terhadap revolusi dan Pemerintah Provisional mengikuti segala abdikasi Tsar Rusia (Vernadsky, A History Of Russia 242). Sedangkan revolusi tahap kedua, yaitu Revolusi Oktober terjadi pada tanggal 7 November 1917 menurut penanggalan Gregorian di Rusia.

Sedangkan menurut penanggalan Julian, peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Oktober 1917, oleh sebab itu revolusi ini disebut Revolusi Oktober karena Rusia menggunakan kalender Julian.

… in 1917 Russia was still using the Julian Calender adopted reign of Peter the Great… thus the first revolution of 1917 is referred to as February Revolution (under the Julian Calender) or the March Revolution (under the Gregorian). Two names are also used..: The October Revolution and The November Revolution : pada 1917 Rusia masih menggunakan penanggalan Kalender Julian yang mengadopsi dari Peter the Great.. revolusi 1917 pertama yaitu revolusi Februari (menurut Kalender Julian) atau Revolusi Maret (berdasar Gregorian). Dua nama yang sering dipakai..Revolusi Oktober dan revolusi November (Heyman, Russian History 1993 : 266).

Pada saat itu kaum komunis Rusia, di bawah pimpinan Lenin, merebut kekuasaan dengan sukses di Petrograd, ibukota Rusia kala itu. Mereka menggulingkan pemerintahan nasionalis di bawah pimpinan Alexander Kerensky yang mulai memerintah sejak bulan Februari. Pemerintahan ini diangkat setelah Tsar Nicholas II dari Rusia turun takhta karena dianggap tidak kompeten.

Bila revolusi Februari merupakan “kemenangan” kaum borjuis, maka revolusi Oktober 1917 adalah kemenangan kaum Bolshevik, yang kemudian dikenal dengan nama “Revolusi Proletar”. Lenin menyebutnya sebagai ‘kemenangan kekuasaan Soviet”. Setelah meraih kemenangan di Petrograd, dengan merebutnya dari pemerintahan sementara yang diisi oleh kelompok Menshevik, kaum Bolshevik memperluas revolusi ke seluruh pelosok negeri. Proses revolusi di daerah-daerah berlansung dengan 2 cara, yakni cara damai dan dengan kekerasan. Tercatat dari 97 kota besar, 79 direbut dengan damai, sementaranya sisanya diraih dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Salah satu kota yang melakukan perlawanan sengit terhadap kekuatan Bolshevik adalah Moskow.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya

Dalam sidang III Dewan Pekerja, Militer, dan Petani di Petrograd pertengahan Januari 1918, Kaum Bolshevik meresmikan berdirinya Republik Soviet Rusia yang telah diproklamirkan pada siding sebelumnya ( Sidang II ) pada tanggal 7 November 1917 dan mengubah namanya menjadi RSFSR ( Republik Soviet Sosialis Federasi Rusia ). Bolshevik kemudian menyusun berbagai kebijakan baik politik maupun ekonomi untuk memperbaiki keadaan akibat revolusi dan perang. Adapun program-program Pembangunan Ekonomi Bolshevik adalah sebagai berikut:

Nasionalisasi perbankan, penggabungan ke dalam bank tunggal pemerintah.Nasionalisme trust, sindikat yang menguasai industi-industri besar.Pembentukan kontrol pekerja atas produksi dan pembagian kerja sebagai langkah persiapan nasionalisasi industry dan perdagangan.Pembantukan monopoli pemerintah atas perdagangan luar negeri/Penyitaan tanah-tanah milik tuan tanah, nasionalisasi seluruh tanah, serta pembentukan Sovkhos ( perekonomian soviet dari perkebunan-perkebunan sitaan milik tuan-tuan tanah yang berskala besar.Mengejar ketertinggalan ekonomi negara dengan cara memacu perkembangan kekuatan produksi.
Dampak Revolusi Rusia bagi Indonesia

Di Indonesia sendiri, Pengaruh Revolusi Rusia juga berdampak terhadap perkembangan pergerakan nasional di Indonesia yang tampak jelas dengan berkembangan paham Marxis yang kemudian melahirkan Partai Komunis Indonesia. Kronologi terbentuknya Partai Komunis Indonesia dimulai dengan atas dasar Marxisme inilah pada tanggal 9 Mei 1914 di Semarang, Sneevliet bersama-sama dengan J.A. Brandsteder, H.W. Dekker, dan P. Bersgma berhasil mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV).

Sneevliet kemudian melakukan infiltrasi (penyusupan) kader-kadernya ke dalam tubuh SI dengan menjadikan anggota-anggota ISDV sebagai anggota SI, dan sebaliknya anggota-anggota SI menjadi anggota ISDV. Akibatnya, SI Cabang Semarang yang sudah berada dibawah pengaruh ISDV semakin jelas warna Marxismenya sehingga menyebabkan perpecahan dalam tubuh SI. Pada tahun 1919 ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia dan selanjutnya pada bulan Desember 1920 menjadi Partai Komunis Indonesia.

Revolusi Rusia mengilhami para pemimpin dan kader Partai Komunis Indonesia untuk melawan terhadap pemerintahan resmi: melakukan kudeta ala Lenin dan Bolsheviks-nya. Partai revolusioner ini sejak tahun 1926 telah mengadakan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda meski gagal. Dalam hal berpartai politik, PKI merupakan salah satu partai yang enggan bekerja sama dengan pemerintah; mereka bukanlah organisasi yang mudah diajak kooperasi. Sebaliknya, mereka bersikap keras dan tak segan-segan berdemonstrasi dan melalukan teror terhadap rakyat yang dinilai tak sejalan ideologinya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya

Kudeta ala Bolsheviks terus berlanjut di Indonesia pasca kemerdekaan, yakni pada 18 September 1948 yang dilancarkan PKI dan Front Demokrasi Rakyat di Madiun. Kudeta pun terjadi kembali pada 30 September-1 Oktober 1965 (namun masih dinilai pro-kontra karena cukup banyak versi yang berbeda tentang siapa pelaku sebenarnya kudeta yang melibatkan Angkatan Darat ABRI ini).

Akibat Revolusi Rusia

Revolusi yang dilakukan kaum Bolsheviks membawa akibat sebagai berikut.

Timbulnya demokrasi Soviet

sebagai lawan dari demokrasi liberal. Demokrasi liberal atau parlementer dianggap Lenin kurang demokratis sebab biasanya parlemen diduduki oleh orang-orang dari kelas menengah ke atas, sementara rakyat jelata tidak tahu apaapa. Lenin lebih suka membentuk dewan-dewan rakyat (Soviet) yang mewakili suara masyarakat terbawah. Dewan-dewan rakyat ini kemudian akan memilih di antara mereka untuk menjadi wakil dalam dewan rakyat yang lebih tinggi. Mekanisme yang sama berlanjut hingga ke tingkat paling tinggi.

Suku Sunda – Sejarah, Kebudayaan, Pakaian, Rumah, Tari, Kepercayaan, Kekerabatan, Bahasa, Makanan

Suku Sunda – Sejarah, Kebudayaan, Pakaian, Rumah, Tari, Kepercayaan, Kekerabatan, Bahasa, Makanan : Sunda sebagai nama kerajaan kiranya baru muncul pada abad ke- 8 sebagai lanjutan atau penerus kerajaan Tarumanegara. Pusat kerajaannya berada disekitar Bogor, sekarang. Sejarah Sunda mengalami babak baru karena arah pesisir utara di Jayakarta (Batavia) masuk kekuasaan kompeni Belanda sejak (1610) dan dari arah pedalaman sebelah timur masuk kekuasaan Mataram (sejak 1625).

suku sunda

Sejarah Suku Sunda

Sunda sebagai nama kerajaan kiranya baru muncul pada abad ke- 8 sebagai lanjutan atau penerus kerajaan Tarumanegara. Pusat kerajaannya berada disekitar Bogor, sekarang. Sejarah Sunda mengalami babak baru karena arah pesisir utara di Jayakarta (Batavia) masuk kekuasaan kompeni Belanda sejak (1610) dan dari arah pedalaman sebelah timur masuk kekuasaan Mataram (sejak 1625).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tugas DPD : Pengertian, Sejarah, Fungsi, Tugas, Dasar Hukum Dan Wewenang DPD

Menurut RW. Van Bemelan pada tahun 1949, Sunda merupakan sebuah istilah yang dipakai untuk menamai dataran bagian barat laut wilayah India timur, sedangkan dataran bagian tenggara dinamai Sahul. Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indeonesia. Yaitu berasal dan bertempat tinggal di Jawa Barat. Daerah yang juga sering disebut dengan Tanah Pasundan atau Tatar Sunda.

Pada tahun 1998, suku Sunda berjumlah kurang lebih 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat dan sekitar 1 juta jiwa hidup di provinsi lain. Dari antara mereka, penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang bisa dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda ialah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedia. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese (dalam bahasa Inggris). Pada abad ke-20, sejarah mereka sudah terjalin melalui bangkitnya nasionalisme Indonesia yang akhirnya menjadi Indonesia modern.

Kata Sunda artinya Bagus/ Baik/ Putih/ Bersih/ Cemerlang, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini mempunyai etos/ watak/ karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak / karakter Sunda yang dimaksud ialah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (terampil), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah ada sejak zaman Salaka Nagara tahun 150 sampai ke Sumedang Larang Abad ke- 17, sudah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.

Sunda adalah kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan berjalannya waktu sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda adalah cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan Sunda adalah kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan Sunda sudah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Banten, dll.

Kebudayaan Suku Sunda

Kebudayaan khas sunda memiliki daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Barat

1.Pakaian Adat Suku Sunda

Dalam gaya berpakaian, masyarakat suku Sunda mengenal beberapa jenis baju adat yang didasarkan pada fungsi, umur, atau tingkatan sosial kemasyarakatan pemakainya. Berdasarkan tingkat strata sosial pemakai misalnya, pakaian adat Jawa Barat bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu pakaian rakyat jelata, kaum menengah, dan para bangsawan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tugas DPR, Fungsi, Pengertian, Hak, Dan Kewajiban [LENGKAP]

a. Pakaian Adat untuk Rakyat Jelata

Bagi rakyat jelata, laki-laki Sunda pada masa silam selalu mengenakan pakaian yang sangat sederhana. Mereka mengenakan celana komprang atau pangsi yang dilengkapi dengan sabuk kulit atau kain. Sebagai atasan, baju kampret atau baju salontren yang dilengkapi sarung poleng yang diselempangkan menyilang di bahu tak pernah lepas dalam menjalani keseharian. Pakaian adat Sunda tersebut juga akan dilengkapi dengan penutup kepala yang bernama ikat logen model hanjuang nangtung atau barangbang semplak dan alas kaki berupa tarumpah atau terompah dari kayu.

Untuk para wanita, pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan juga terbilang sederhana. Perlengkapan seperti sinjang kebat (kain batik panjang), beubeur (ikat pinggang), kamisol (kutang atau BH), baju kebaya, dan selendang batik adalah pilihan utama. Sebagai riasan pelengkap, gaya pakaian tersebut juga akan disertai dengan hiasan rambut yang digelung jucung (disanggul kecil ke atas), aksesoris berupa geulang akar bahar (gelang akar bahar), ali meneng (cincin polos), suweng pelenis (giwang bundar), dan alas kaki berupa sendal keteplek (sendal jepit)

b. Pakaian Adat untuk Kaum Menengah

Beda kelas, beda pula tampilannya. Untuk mereka yang terbilang kaum menengah dalam strata sosial, pemakaian pakaian adat Jawa Barat dikhususkan dengan tambahan beberapa pernik. Para pria selain akan memakai baju bedahan putih, kain kebat batik, alas kaki sandal tarumpah, sabuk (beubeur), dan ikat kepala, mereka juga akan mengenakan arloji rantai emas yang digantungkan di saku baju sebagai kelengkapan berbusana.

Sementara untuk para wanitanya, pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan adalah kebaya beraneka warna sebagai atasan, kain kebat batik beraneka corak sebagai bawahan, beubeur (ikat pinggang), selendang berwarna, alas kaki berupa selop atau kelom geulis, dan perhiasan berupa kalung, gelang, giwang, dan cincin yang terbuat dari perak atau emas.

c. Pakaian Adat untuk Bangsawan

Bagi para bangsawan atau menak, pakaian yang dipakai adalah simbol keagungan. Oleh sebab itu, dari segi desain, pakaian ini terlihat sebagai pakaian adat Jawa Barat yang paling rumit dan estetik. Bagi para pria bangsawan, pakaian adat Sunda yang mereka kenakan terdiri dari jas tutup berbahan beludru hitam yang disulam benang emas menyusuri tepi dan ujung lengan, celana panjang dengan motif sama, kain dodot motif rengreng parang rusak, benten atau sabuk emas, bendo untuk tutup kepala, dan selop hitam sebagai alas kaki.

Sedangkan untuk para wanita, pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan kebaya beludru hitam bersulam benang emas, kain kebat motif rereng, dan alas kaki berupa sepatu atau selop berbahan beludru hitam bersulam manik-manik. Tak lupa beberapa pernik perhiasan juga dikenakan seperti tusuk konde emas untuk rambut yang disanggul, giwang, cincin, bros, kalung, gelang keroncong, peniti rantai, dan beberapa perhiasan lain yang terbuat dari emas bertahta berlian.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tugas MK Dan Wewenang Mahkamah Konstitusi ( MK )

d. Baju Adat Sunda yang Resmi

Karena mempunyai beragam jenis pakaian adat, provinsi Jawa Barat kemudian membuat standar baku baju adatnya sejak beberapa dasawarsa terakhir. Pakaian adat Jawa Barat yang resmi tersebut bisa kita lihat pada acara pemilihan mojang dan jajaka yang selalu digelar setiap tahunnya. Berikut ini adalah gambar dari pakaian resmi tersebut

Para jajaka memakai jas takwa atau jas tutup dengan warna bebas (lebih sering hitam), celana panjang dengan warna yang sama, kain samping yang diikatkan di pinggang, penutup kepala berupa bendo, dan alas kaki selop. Hiasan yang dikenakan hanya berupa jam rantai yang biasanya dijepitkan pada saku jas. Sementara untuk para mojang, mereka akan menggunakan pakaian berupa kebaya polos dengan hiasan sulam, kain kebat, beubeur (ikat pinggang), kutang (kamisol), karembong (selendang) sebagai pemanis, dan alas kaki berupa selop dengan warna sama seperti warna kebaya. Adapun untuk hiasannya yaitu tusuk konde berhias bunga untuk rambut disanggul, giwang, cincin, bros, kalung, gelang keroncong, peniti rantai, dan beberapa perhiasan lain yang terbuat dari emas bertahta berlian.

e. Pakaian Pengantin Adat Sunda

Untuk keperluan upacara adat perkawinan, para pengantin adat Sunda akan mengenakan pakaian khusus yang dinamai pakaian Pengantin Sukapura. Pakaian ini untuk mempelai pria berupa jas tutup berwarna putih yang dilengkapi ikat pinggang warna putih, kain rereng sebagai bawahan, tutup kepala bendo motif rereng pula, dan selop berwarna putih. Untuk hiasannya, kalung panjang dari bunga melati dan keris atau kujang sebagai senjata tradisionalny.

Sementara untuk mempelai wanita, atasannya berupa kebaya brukat warna putih, bawahan berupa kain rereng eneng, benten atau ikat pinggang warna emas, dan alas kaki selop warna putih. Adapun hiasannya berupa perhiasan kilat bahu, kalung panjang, gelang, bros, giwang, dan cincin, serta sanggulan rambut yang dilengkapi hiasan siger subadra lima untaian bunga sedap malam (mangle), dan tujuh buah kembang goyang.

2. Rumah Adat Suku Sunda

Secara umum rumah tradisional Sunda adalah sebuah rumah panggung sama seperti rumah – rumah tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Bentuk rumah panggung ini bertujuan untuk menghindari masalah – masalah dari lingkungan yang dapat mengancam penghuninya.

Dilihat berdasarkan bentuk atapnya, maka rumah tradisional Sunda terbagi atas beberapa ciri yang berbeda satu dengan yang lainnya:

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Fungsi Lembaga Keluarga : Pengertian, 15 Contoh, Gambar, Dan 4 Tahapannya ( LENGKAP ) 

Jolopong (sebutan untuk rumah dengan atap pelana yang betuknya memanjang)Perahu Kumureb (sebutan untuk rumah dengan bentuk atap perisai “oleh masyarakat sunda, disebut perahu kumureb karena bentuk atap seperti perahu terbalik”).Julang Ngapak (dikarenakan bentuk atapnya seperti sayap burung yang sedang terbang).Badak Heuay (dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya).Tagog Anjing (dikarenakan bentuk atapnya seperi seekor anjing yang sedang duduk).Capit Gunting (dikarenakan bagian atas atapnya yang saling menyilang berbentuk gunting).

3. Seni Tari Suku Sunda

Tari Jaipongan , Tanah Sunda (Priangan) dikenal mempunyai aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan ialah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya adalah tarian yang sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yakni Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung.

Musik ini adalah kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini ialah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan. Selain tari jaipongan, ada juga seniTtari merak dan tari topeng.

4. Alat Musik Khas Suku SundaCalung

ialah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara menabuh calung ialah dengan memukul batang (wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).

Ketuk Tilu

ialah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh sebab itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan.

Kacapi Suling

ialah salah satu jenis kesenian Sunda yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh mamaos (tembang) Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda. Kacapi Suling berkembang pesat di daerah Cianjur dan kemudian menyebar kepenjuru Parahiangan Jawa Barat dan seluruh dunia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Hukum Dagang

Adat Istiadat Pernikahan Suku Sunda

Adat Sunda adalah salah satu pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapun rangkaian acaranya bisa dilihat berikut ini.

Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, maka seserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah.) :Dipimpin pengeuyeuk.Pengeuyek mewejang kedua calon pengantin agar meminta ijin dan doa restu kepada kedua orang tua serta memberikan nasehat melalui lambang-lambang atau benda yang disediakan berupa parawanten, pangradinan dan sebagainya.Diiringi lagu kidung oleh pangeuyeukDisawer beras, agar hidup sejahtera.dikeprak dengan sapu lidi disertai nasehat supaya memupuk kasih sayang dan giat bekerja.Membuka kain putih penutup pengeuyeuk. Melambangkan rumah tangga yang akan dibina masih bersih dan belum ternoda.Membelah mayang jambe dan buah pinang (oleh calon pengantin pria). Bermakna supaya keduanya saling mengasihi dan bisa menyesuaikan diri.Menumbukkan alu ke dalam lumpang sebanyak tiga kali (oleh calon pengantin pria).
Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur, makanan, dan lain-lain.Tunangan. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yakni penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara. Bawa lamareun atau sirih pinang komplit, uang, seperangkat pakaian wanita sebagai pameungkeut (pengikat). Cincin tidak mutlak harus dibawa. Jika dibawa, bisanya berupa cincing meneng, melambangkan kemantapan dan keabadian.
Nendeun Omong, yakni pembicaraan orang tua atau utusan pihak pria yang berminat mempersunting seorang gadis.Membuat lungkun. Dua lembar sirih bertangkai saling dihadapkan. Digulung menjadi satu memanjang. Diikat dengan benang kanteh.Diikuti kedua orang tua dan para tamu yang hadir. Maknanya, agar kelak rejeki yang diperoleh bila berlebihan dapat dibagikan kepada saudara dan handai taulan.Berebut uang di bawah tikar sambil disawer. Melambangkan berlomba mencari rejeki dan disayang keluarga.
Upacara Prosesi PernikahanPenjemputan calon pengantin pria, oleh utusan dari pihak wanitaNgabageakeun, ibu calon pengantin wanita menyambut dengan pengalungan bunga melati kepada calon pengantin pria, kemudian diapit oleh kedua orang tua calon pengantin wanita untuk masuk menuju pelaminan.Akad nikah, petugas KUA, para saksi, pengantin pria sudah berada di tempat nikah. Kedua orang tua menjemput pengantin wanita dari kamar, lalu didudukkan di sebelah kiri pengantin pria dan dikerudungi dengan tiung panjang, yang berarti penyatuan dua insan yang masih murni. Kerudung baru dibuka saat kedua mempelai akan menandatangani surat nikah.Sungkeman,
Wejangan, oleh ayah pengantin wanita atau keluarganya.Saweran, kedua pengantin didudukkan di kursi. Sambil penyaweran, pantun sawer dinyanyikan. Pantun berisi petuah utusan orang tua pengantin wanita. Kedua pengantin dipayungi payung besar diselingi taburan beras kuning atau kunyit ke atas payung.Meuleum harupat, pengantin wanita menyalakan harupat dengan lilin. Harupat disiram pengantin wanita dengan kendi air. Lantas harupat dipatahkan pengantin pria.Nincak endog, pengantin pria menginjak telur dan elekan sampai pecah. Lantas kakinya dicuci dengan air bunga dan dilap pengantin wanita.

Buka pintu. Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin masuk menuju pelaminan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Hukum Bisnis : Pengertian, Ruang Lingkup, Asas, Contoh, Dan Fungsinya

Sistem Kepercayaan Suku Sunda

Hampir semua orang Sunda beragama Islam. Hanya sebagian kecil yang tidak beragama Islam, diantaranya orang-orang Baduy yang tinggal di Banten Tetapi juga ada yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, Budha. Selatan. Praktek-praktek sinkretisme dan mistik masih dilakukan. Pada dasarnya seluruh kehidupan orang Sunda ditujukan untuk memelihara keseimbangan alam semesta.Keseimbangan magis dipertahankan dengan upacara-upacara adat, sedangkan keseimbangan sosial dipertahankan dengan kegiatan saling memberi (gotong royong).

Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, ialah lakon pantun Lutung Kasarung, salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian  kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupan manusia (titisan Allah ini disebut Dewata).  Ini mungkin dapat menjadi jembatan untuk mengkomunikasikan Kabar Baik kepada mereka.

Sistem Kekerabatan Suku Sunda

Sistem kekerabatan masyarakat Sunda ialah bilateral (garis keturunan ayah ataupun ibu). Sistem kekerabatan dan perkawinan dilakukan secara Islam. Bentuk keluarga yang terkenal ialah keluarga batih, yakni suami, istri, dan anak-anak.

Di Sunda mengenal tujuh generasi ke atas dan ke bawah sebagai berikut.

Tujuh generasi ke atas: kolot, embah, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur.Tujuh generasi ke bawah: anak, incu, buyut, bao, jangga wareng, udeg-udeg, dan gantung siwur.Bahasa Suku Sunda

Bahasa yang dipakai oleh suku ini ialah bahasa Sunda. Bahasa Sunda ialah bahasa yang diciptakan dan dipakai sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda, dan sebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. Selain itu bahasa Sunda adalah bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas Suku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di Indonesia.

Makanan Khas Suku Sunda

Sunda adalah  salah satu bagian dari suku – suku yang ada di Indonesia. Mayoritas daerah sunda di daerah banten dan jawa barat, sebagai mana daerah – daerah lain daerah sunda juga memiliki makanan khas tersendiri.

1. Balok menes

Mungkin bagi anda yang belum tahu, sekilas seusdah mendengar nama balok terbayang kayu balok yang keras. Tapi balok di sini berbeda, karena nama balok di sini ialah makanan khas dari sunda. Balok menes adalah makana khas dari daerah sunda yang ada di daerah menes pandeglang banten. Balok menes sendiri terbuat dari singkong dan parutan kelapa yang sudah di jadikan serundeng. Kue balok ini ada dua macam, yaitu balok cioda dan balok menes.

2. Peuyeum Bandung

Peuyeum dalam bahasa Indonesia di sebut tape, peuyeum Bandung adalah tape khas Bandung yang bisa menggoyang lidah anda bila anda mencicipinya. Peuyeum atau tape adalah makanan khas yang terbuat dari singkong yang di kukus lalu di dinginkan sesudah itu di taburi ragi khusus dan di peuyeum (di imbuh) hingga berpermentasi menjadi tape.

3. Nasi Tutug Oncom

Nasi tutug oncom adalah nasi khas dari daerah sunda, tepatnya di daerah tasikmalaya. Nasi tutug oncom adalah nasi yangdi campur oncom yag di goring atau di bakar. Seperti namanya preoses pencampuran nasi dengan cara di tumbuk hingga di kenal dengan nama nasi tutug.

4. Sorabi Hijau

Sorabi hijau adalah makanan khas sunda yang ada di Rengasdengklok Karawang. Serabi hijau ini berbeda dengan serabi – serabi lainnya, bahan pembuatannya juga sedikit berbeda yang di tambahi daun suji. serabi hijau lebih nikmat bila ditemani secangkir kopi hangat.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Hukum Internasional Menurut Para Ahli

 

7 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli Terbaru

Populasi (Biologi)

7 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli– Dalam biologi, populasi adalah sekelompok individu dengan karakteristik serupa (spesies) yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan untuk mereproduksi antara mereka sendiri. Konsep ini banyak digunakan dalam ekologi populasi dan genetika. Ekologi menganggap penduduk sebagai unsur dari sistem yang lebih luas. Populasi spesies merupakan bagian dari masyarakat.

Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi. Genetika, di sisi lain, melihat penduduk sebagai sarana atau tempat untuk pertukaran yang dimiliki oleh masing-masing anggota. Dinamika frekuensi alel dalam suatu populasi merupakan perhatian utama dalam studi genetika populasi.

Populasi (Statistika)

Dalam statistik, populasi adalah kumpulan data yang memiliki karakteristik yang sama dan menjadi objek inferensi,

Inferensi statistik didasarkan pada dua konsep dasar, data penduduk secara keseluruhan, baik nyata atau imajinasi dan sampel, sebagai bagian dari populasi yang digunakan untuk membuat kesimpulan (pendekatan / penggambaran) dari populasi di mana ia berasal. Sampel dianggap mewakili populasi. Sampel diambil dari populasi tidak dapat digunakan untuk mewakili populasi lain.

Sensus dilakukan untuk mendapatkan karakteristik populasi nyata. Karakteristik yang dimiliki oleh parameter populasi disebut. Untuk beberapa karakteristik dari sampel (disebut statistik), nilai parameter adalah nilai harapan (nilai yang diharapkan).Pengertian Populasi Menurut Para AhliPengertian Populasi Menurut Para Ahli

Populasi Menurut Para Ahli

Menurutnya populasi adalah seluruh objek dari penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, benda, tanaman, peristiwa, gejala, atau nilai tes sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian yang dilakukan.

Populasi didefinisikan sebagai seluruh subjek atau objek penelitian. Jika peneliti ingin meneliti semua elemen yang ada di daerah penelitian, populasi penelitian ini.

Menunjukkan populasi secara keseluruhan subjek atau apakah totalitas subjek penelitian, objek, atau sesuatu di dalamnya dapat diperoleh dari data informasi dalam penelitian ini.

Populasi adalah semua data yang menjadi pusat perhatian para peneliti dalam lingkup dan waktu. Data terkait populasi. Jika ada orang yang memberikan data, ukuran atau populasi akan sama dengan jumlah laki-laki.

Menjelaskan bahwa populasi adalah objek, seluruh kelompok orang, atau peristiwa yang telah dirumuskan oleh para peneliti jelas.

Menunjukkan bahwa populasi adalah kumpulan individu dengan kualitas dan karakter yang telah ditetapkan oleh peneliti. Karakteristik atau kualitas yang dinamakan sebagai variabel. Ia membagi penduduk menjadi dua populasi terbatas dan tidak terbatas.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri para subjek atau objek yang memiliki karakter dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari kesimpulan nanti.

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Populasi Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca INFORMASIANA.Com 😀

Teori Pembentukan Bumi – Pengertian, Nebula, Planetisima, Tidal, Bintang Kembar, Big Bang

Teori Pembentukan Bumi – Pengertian, Nebula, Planetisima, Tidal, Bintang Kembar, Big Bang : Bumi adalah  suatu planet tempat tinggal dari seluruh makhluk hidup dengan beserta isinya. Bumi ialah sebagai salah satu planet yang termasuk didalam sistem tata surya pada alam semesta ini tidak diam seperti yang kita perkirakan , namun melainkan bumi itu melakukan perputaran dengan porosnya (rotasi) serta bergerak mengelilingi matahari (revolusi) ialah sebagai pusat sistem tata surya.

Teori Terbentuknya bumi

Pengertian Bumi

Bumi merupakan tempat yang di tinggali oleh makhluk hidup. Kurang lebih 250 juta tahun yang lalu bentuk kerak benua di bumi sebagian besarnya adalah daratan yang lebih di kenal dengan pangea.Kurang lebih 200 juta tahun yang lalu pangea terbelah menjadi dua benua besar menjadi laurasia yang saat ini terbagi menjadi  amerika utara, eropa, serta beberapa bagian asia tengah dan asia timur, dan benua besar lainnya adalah gondwana yang terbagi menjadi amerika selatan, afrika india, australia serta bagian asia yang lain.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Ciri Bakteri

Lalu bagian – bagian dari dua benua besar ini terpecah dan hanyut sehingga terjadi tabrakan dengan bagian yang lain. Sebagai planet yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun dengan beberapa lapisan bumi. Dimana memiliki banyak bahan material pembentukan bumi, serta semua kekayaan alam yang terkandung didalam bumi. Permukaan bumi memiliki bentuk yang berbeda beda, dimulai dari daratan, lautan, pegunungan, danau, perbukitan, dan masih banyak yang lainnya.

Bumi merupakan salah satu planet yang masuk kedalam sistem tata surya dalam alam semesta tapi bumi tidak hanya diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, sebaliknya bumi melakukan perputaran pada porosnya atau yang sering disebut rotasi serta bergerak mengitari matahari atau sering disebut revolusi  dan pusat sistem tata surya. Semua itu lah yang menyebabkan terjadinya siang dan malam serta pasang dan surutnya air laut. Karena semua itu, proses terbentuknya bumi juga disebabkan oleh terbentuknya tata surya .

Teori Pembentukan Bumi

Pembentukan bumi terdiri dari dari beberapa teori-teori berikut

Teori Kabut Atau Yang Sering Disebut (Nebula)

Dari jaman sebelum masehi, para ahli sudah memikirkan bagaimana proses terjadinya bumi. Dan salah satunya adalah teori kabut atau yang disebut nebula yang diperkenalkan oleh Immanuel Kant pada tahun 1755 serta Piere de Laplace pada tahun 1796. Dimana mereka berdua terkenal dengan teori kabut kant laplace. Dalam teori tersebut mengatakan bahwa di dalam jagat raya terdapat gas yang berkumpul menjadi kabut atau nebula. Dimana gaya tarik menarik antara gas yang kemudian membentuk kumpulan kabut yang sangat besar serta berputar semakin cepat.Dimana proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut dibagian khatulistiwa terlempar dan terpisah serta memadat yang disebabkan karena pendinginan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi

Pada bagian yang terlempar ini menjadi planet – planet di dalam tata surya. Teori nebula terbagi menjadi beberapa tahap .Matahari beserta planet-planet yang masih berbentuk gas, dimana kabut yang masih sangat pekat dan besar.Kabut yang masih berputar serta berpilin dengan kuat dan pemadatan terjadi pada pusat lingkaran dan kemudian membentuk matahari.

Lalu pada saat bersamaan materi lainnya membentuk menjadi massa yang lebih kecil dai pada matahari dan kemudian menjadi planet, serta bergerak memutari matahari.Kemudian materi tersebut semakin besar dan selalu melakukan gerakan yang teratur mengitari matahari dalam satu orbit yang tetap kemudian membentuk tingkatan keluarga matahari.

Sejak awal abad 20, Forest Ray Moulton seorang ahli astronomi asal amerika serta rekannya Thomas C.Chamberlain ahli geologi, mengemukakan teori planestisimal hypothesis, bahwa matahari terbentuk dari massa gas yang bermassa sangat besar, disaat ada bintang lain yang melintas dan sangat dekat dan hampir terjadinya tabrakan. Terlalu dekatnya lintasan mempengaruhi antara gaya gravitasi dengan dua bintang yang mengakibatkan tertariknya gas serta materi ringan yang ada pada bagian tepi.

Pengaruh gaya gravitasi menyebabkan materi terlempar dan meninggalkan permukaan matahari serta permukaan bintang. Materi yang terlempar menyusut serta membuat gumpalam planestimal. Kemudian planestimal dingin dan memadat yang membentuk planet yang mengitari matahari.

Tori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori yang dikemukakan James Jeans dan Harold Jeffrey tahun 1918, bintang besar yang mendekati matahari dengan jarak pendek, yang pada akhirnya membuat pasang surut pada badan matahari, pada saat matahari dalam keadaan gas. Penyabab terjadinya pasang surut air laut adalah massa bulan serta jauhnya jarak antara bulan ke bumi 60 kali radius orbit di bumi.

Namun jika bintang yang massanya mendekati masa besarnya dengan matahari  mendekat, lalu akan membentuk semacam gunung  gelombang pada badan matahari, yang terjadi karna gaya tarik bintang. Gunung-gunung tadi akan menjadi tinggi yang sangat luar biasa kemudian terbentuk semacam lidah pijar yang sangat besar, yang menjulur oleh massa matahari dan mengarah ke arah bintang besar. Lambat laun kolom-kolom ini akan pecah kemudian akan menjadi benda tersendirian.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap planet yang berbentuk tadi. Planet-planet akan mengelilingi matahari namun tetapi ketika mengelilingi planet-planet yang besar proses pendinginannya akan lambat sedangkan pada planet-planet kecil akan berjalan lebih cepat.

Teori yang dikemukakan seorang ahli astronomi R.A Lyttleton , teori ini menerangkan bahwa galaksi berawal dari kombinasi bintang kembar. Dimana satu dari bintang itu meledak membuat banyak material yang terlempar, sedangkan bintang yang tidak meledak itu disebut matahari dan bintang yang meledak itu menjadi planet-planet yang mengelilingi matahari.

Teori big bang menjelaskan bahwa bumi berasal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Dimana ada gumpalan kabut yang sangat besar berputar pada porosnya. Putaran itu memungkinkan bagian-bagian kecil terlempar sedangkan bagian besar menjadi satu dan menjadi pusat pembentukan cakram raksasa.

Gumpalan raksasa itu meledak dan mebentuk galaksi dan nebula-nebula. Sekitar 4,6 miliyar tahun Pembekuan yang terjadi membuat nebula-nebula membentuk galaksi bernama galaksi bima sakti dan kemudian terbentuk sistem tata surya. Bagian ringan yang terlempar membentuk gumpalan-gumpalan yang  memadat. Dan gumpalan itu membentuk planet-planet.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Virus Pemakan Bakteri ( Bakteriofag ) Beserta Penjelasannya

Giro – Pengertian, Syarat, Jenis, Karakteristik, Persyaratan, Bilyet Giro

Giro – Pengertian, Syarat, Jenis, Karakteristik, Persyaratan, Bilyet Giro : Giro merupakan suatu produk bank dalam rangka menghimpun dana pihak ketiga, biasanya suku bunga giro terbilang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tabungan dan deposito.

“Giro” Pengertian & ( Contoh – Macam – Karakteristik )

Pengertian Giro

Giro merupakan suatu produk bank dalam rangka menghimpun dana pihak ketiga, biasanya suku bunga giro terbilang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tabungan dan deposito, hal tersebut dikarenakan simpanan giro dapat sewaktu-waktu diambil atau ditarik sampai ke batas akhir limit yang sudah ditentukan oleh pihak bank dan nasabah giro atau giran biasanya ialah sebuah badan hukum yang membutuhkan kemudahan dalam lalu lintas pembayaran dalam menjalankan kegiatan usahnya sehari-hari.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Konsumen Dalam Ekonomi

Atau definisi giro yang lainnya ialah simpanan pada bank yang penarikannya dapat setiap saat dengan menggunakan cek atau surat perintah pembayaran lain atau dengan cara pemindahbukuan.

Pengertian Bilyet Giro (BG)

Bilyet Giro merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya.

Syarat-syarat bilyet giro antara lain :Ada nama bilyet giro dan nomor serinyaPerintah tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah uang atas beban rekening yang bersangkutanNama dan tempat bank tertarikJumlah dana yang dipindahkan dalam angka dan hurufNama pihak penerimaTanda tangan penarik atau stempel penarik jika penarik merupakan perusahaanTanggal dan tempat penarikanNama bank yang menerima pemindahbukuan tersebut
            Masa berlaku dan tanggal berlakunya BGMasa berlaku bilyet giro adalah 70 hari terhitung mulai dari tanggal penarikannyaBila tanggal efektif tidak dicantumkan maka tanggal penarikan berlaku pula sebagai tanggal efektifBila tanggal efektif tidak dicantumkan, maka tanggal efektif dianggap sebagai tanggal penarikanDan persyaratan lainnya.
Keterangan yang ada didalam suatu Bilyet Giro :Ada tertulis kata-kata Bilyet GiroAda bank penerbit (Bank Monas Indonesia)Ada nomor Bilyet GiroAda tanggal penulisan Bilyet Giro (dibawah nomor BG)Ada perintahpemindahbukuanAda jumlah uang (nominal angka dan huruf)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Macam Teori Perdagangan Internasional Dalam Ekonomi

Jenis – jenis Pemegang Rekening Giro

Pemegang rekening giro tidak hanya lembaga atau badan tertentu saja, rekening giro dapat dibuka oleh nasabah yang bermacam-macam, diantaranya seperti dibawah ini:

Perorangan atau rumah tangga.Lembaga yayasan.Badan usaha.Badan pemerintah.Perbankan.Dan lembaga keuangan.
Karakteristik Dari Rekening Giro

Mengingat bahwa sifat dari rekening giro dapat ditarik sewaktu-waktu, maka pengendapannya di bank juga sangatlah fluktuatif sehingga sangat sulit dianggarkan oleh bank dalam rangka pemanfaatnnya untuk investasi. Jadi suku bunga yang diberikan kepada pemegang rekening giro relatif paling rendah jika dibandingkan dengan produk dana perbankan yang lainnya.

Lalu sasaran dari investasi yang paling memungkinkan yang bersumber dana giro hanya sebatas penanaman dana jangka pendek saja. Adapun karakteristik dari giro dapat disederhanakan dengan pendekatan sebagaimana dibawah ini:

Jika dilihat dari segi masa pengendapan atau maturity-nya rekening giro memiliki sifat fluktuatif dan juga cenderung jangkanya pendek.Jika dilihat dari segi administratif rekening giro ini cenderung menyita waktu, sarana maupun biaya, intinya cukup rumit.Jika dilihat dari segi biaya dana, rekening giro mempunyai biaya dana yang tergolong relatif murah.Jika dilihat dari segi penempatan dana atau biaya dana dari rekening giro ini hanya dapat digunakan untuk penempatan dana jangka pendek saja.
Persyaratan Umum Giro

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh perorangan dan badan usaha untuk menjadi pemegang rekening Giro adalah sebagai berikut:

Nama calon pemegang rekening Giro tidak tercantum di dalam Daftar Hitam yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.Menyetujui setiap pasal yang tercantum dalam “Syarat – syarat Umum Pembukaan Rekening Koran pada Bank”.Mengisi formulir “Permohonan Membuka Rekening pada Bank”.Calon pemegang rekening harus mengisi Kartu Contoh Tanda Tangan.Mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).Menyerahkan fotocopy bukti diri (KTP/SIM/Paspor dan KITAS bagi WNA) dan kuasanya (bila dikuasakan).Khusus calon nasabah yang merupakan badan usaha harus menyerahkan :Akte Pendirian dan/atau Akte Perubahan yang terakhir.Pengesahan dari Departemen Kehakiman khusus untuk badan usaha berbentuk PT.Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan perizinan lainnya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Serta Sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DI Indonesia

Pembukaan Giro

Proses pembukaan rekening Giro dilaksanakan bila calon nasabah telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Rekening Giro hanya bisa dibuka bila seluruh dokumen pembukaan Giro telah lengkap dan disetujui oleh Pemimpin Seksi Customer Service dan Pemimpin Bagian Pelayanan.

Pengadaan dan Penatausahaan Cek/Bilyet Giro

Untuk tujuan standarisasi dan kontrol, pengadaan Cek/Bilyet Giro dikoordinir dan disentralisasi di Kantor Pusat. Persediaan blanko Cek/Bilyet Giro pada Customer Service masing-masing Kantor Cabang harus diberikan dengan batasan jumlah yang diperkirakan cukup untuk keperluan 1 (satu) minggu.

Persediaan Cek/Bilyet Giro pada Customer Service harus dapat diketahui setiap saat, yaitu dengan cara mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran Cek/Bilyet Giro di dalam “Buku Register Cek/Bilyet Giro” atau dalam aplikasi yang tersedia dalam sistem.

Penerbitan buku Cek/Bilyet Giro untuk nasabah dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan bank, serta memenuhi penggunaan materai. Cek/Bilyet Giro hanya dapat diberikan kepada nasabah setelah rekening Giro dibuka dan nomor Cek/Bilyet Giro didaftarkan ke dalam sistem. Setiap buku Cek/Bilyet Giro yang diambil oleh nasabah atau kuasanya harus dimintakan tanda terima/resi. Pada bagian depan setiap lembar Cek dan Bilyet Giro harus tercantum nomor rekening Giro.

Saldo Minimum

Setiap nasabah wajib memelihara saldo minimum yang jumlahnya sesuai dengan ketentuan bank. Apabila terjadi pelanggaran atas ketentuan tersebut, maka nasabah harus dikenakan denda yang besarnya sesuai dengan ketentuan bank. Proses pembebanan denda atas rekening yang memiliki saldo di bawah minimal harus dilakukan pada setiap transaksi.

Transaksi Rekening Giro

Setiap transaksi yang dibukukan ke dalam rekening Giro harus memuat informasi, antara lain: tanggal transaksi, nomor Cek/Bilyet Giro yang ditarik atau keterangan lainnya, debet atau kredit dan nominal transaksi. Total saldo seluruh rekening Giro yang ada harus sama dengan saldo perkiraan Giro dalam Neraca Harian pada hari yang sama. Semua bukti transaksi rekening Giro yang sudah dibukukan harus diperiksa kembali oleh masing-masing unit kerja bersangkutan dan dilakukan verifikasi ulang oleh Seksi Akuntansi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Menurut Dasar Hukum APBN

Setoran Giro

Setoran awal sekurang-kurangnya adalah sebesar jumlah tertentu  sesuai dengan ketentuan bank, sedangkan penyetoran selanjutnya tanpa batasan nominal dapat dilakukan secara tunai, pemindahbukuan, transfer dan kliring. Media yang digunakan untuk transaksi penyetoran secara tunai adalah slip setoran. Penyetoran yang bersifat pemindahbukuan dilakukan dengan menggunakan media pemindahbukuan.

Penarikan Giro

Media yang digunakan untuk transaksi penarikan adalah penarikan tunai menggunakan cek. Penarikan non tunai, untuk dikliringkan menggunakan Bilyet Giro/Cross Cek. Untuk pemindahbukuan antar rekening, menggunakan Cross Cek, Bilyet Giro atau media lainnya sesuai ketentuan bank. Tidak ada batasan frekuensi penarikan dan jumlah pengambilan selama saldo masih mencukupi (kecuali untuk rekening/saldo blokir, apabila ada).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Pendapatan Per Kapita” Pengertian & ( Indikator – Pertumbuhan – Pedoman – Pembanding )

 

11 Pengertian Pemerintah Menurut Para Ahli

Pengertian Pemerintah Menurut Para Ahli– Pemerintah memiliki rasa otoritas dan sistem tenaga menjalankan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian daripadanya. Ini menyimpulkan bahwa pemerintah adalah sebuah organisasi yang memiliki tugas dan fungsi untuk mengelola sistem kebijakan pemerintah dan ditetapkan untuk negara.

Pengertian Pemerintah

Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di daerah tertentu. Ada beberapa definisi dari sistem pemerintahan. Demikian pula, ada berbagai jenis pemerintahan di dunia.

Macam-Macam PemerintahanRepublikMonarki : Monarki Konstitusional dan Monarki AbsolutPersemakmuranPengertian pemerintah menurut para ahliPengertian pemerintah menurut para ahliPengertian Pemerintah Menurut Para Ahli

Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuatan besar di negeri ini, termasuk urusan publik, teritorial, dan urusan kekuasaan dalam rangka mencapai tujuan negara.

H Muhammad Rohidin Pranadjaja

Dalam bukunya yang berjudul “Hubungan antara instansi pemerintah”, gagasan Pemerintah menjelaskan bahwa “Istilah ini berasal dari Pemerintah kata perintah, yang berarti kata-kata yang bermaksud disuruh melakukan sesuatu, sesuatu harus dilakukan. Pemerintah adalah orang, badan atau aparat dihapus atau memberi perintah “. (Pranadjaja, 2003: 24)

Mengedepankan gagasan pemerintah sebagai yng peduli dibuat oleh negara untuk mengatur kesejahteraan rakyat atau warga dan kepentingan rakyatnya dan untuk melaksanakan dan melakukan tugas eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Menjelaskan bahwa pemerintah dalam definisi terbaik adalah organisasi negara-negara yang muncul dan berjalan kekuasaan. Sementara Merriam pemberitahuan tujuan pemerintah yang mencakup keamanan eksternal, agar intern, keadilan, kesejahteraan masyarakat, dan kebebasan.

Menurut Wilson (1903:572)

Pemerintah adalah kekuatan pengorganisasian, idak selalu dikaitkan dengan organisasi angkatan bersenjata, tapi dua atau sekelompok orang dari berbagai kelompok masyarakat yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi untuk mewujudkan tujuan dan sasaran dengan mereka, dengan hal-hal yang memberikan perhatian urusan publik publik.

Pemerintah adalah semua peralatan di negara atau negara lembaga yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, pemerintah adalah sekelompok otoritas individu yangmempunyai untuk melaksanakan kekuasaan atau sekelompokindividu yang memiliki dan melaksanakan otoritas yang sah dan melindungiserta peningkatan melalui penerapan tindakan dan keputusan pemerintah yangdibuat berdasarkan hukum atau tidak.

Menunjukkan bahwa sistem ini struktur pemerintahan fungsional dan organisasi dari berbagai fungsi yang dijalankan pada tertentu yang mendasar dalam mencapai tujuan negara.

Pemerintah yang merupakan anggota yang paling umum memiliki tanggung jawab khusus untuk memelihara sistem yang mencakup rentang tersebut, itu adalah bagian dan monopoli praktis kekuasaan koersif.

Menjelaskan pengertian pemerintah sebagai organisasi orang-orang yang memiliki kekuasaan, bagaimana orang bisa diatur. Sementara pemerintah mendefinisikan Apter adalah anggota satuang paling umum yang memiliki (a) tanggung jawab khusus untuk memelihara sistem yang mencakup rentang; (b) monopoli praktis kekuasaan koersif.

Mengedepankan gagasan pemerintah sebagai sarana tugas dan fungsi pemerintah negara bagian.

Pemerintah adalah kegiatan terorganisir orang / warga di wilayah negara berdasarkan atas dasar kedaulatan negara dan bersumber untuk mencapai tujuan dari orang / warga di daerah itu sendiri.

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Pemerintah Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca INFORMASIANA.Com 😀