Pengertian dan Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pengertian-dan-Ciri-Tumbuhan-Lumut-(Bryophyta)Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Pada umumnya, tumbuhan lumut dapat tumbuh dengan mudah di tempat yang basah dan lembab. Tumbuhan lumut bersifat autotrof karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil. Tubuh lumut diselubungi oleh kutikula lilin yang dapat mengurangi penguapan berlebihan dari tubuhnya, sehingga memungkinkannya untuk dapat beradaptasi di lingkungan yang tak terlalu basah. Tumbuhan lumut tergolong sebagai kormofita berspora, karena tumbuhan ini menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya. Tumbuhan lain yang juga termasuk kormofita berspora adalah tumbuhan paku.

Tumbuhan lumut “ Bryophytes yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Bryon yang berarti “ lumut ” sedangkan “ Phyton ” yang berarti tumbuhan. Dimana yang kita ketahui bahwa setiap jenis-jenis tumbuhan lumut mempunyai ciri-ciri yang berbeda, namun ada juga yang hampir sama. Tumbuhan lumut ini biasanya berwarna hijau karena tumbuhan lumut memiliki sel-sel dengan plastid yang menghasilkan klorofil a dan b. Jadi lumut bersifat autotrof.

Tubuh lumut dapat dibedakan menjadi dua yaitu sporofit dan gametofit. Yang beradasarkan strukturnya tubuh lumut dimana tumbuhan lumut masih berupa talus menurut anggapan ahli, tetapi ada pula yang menganggap bahwa lumut telah berkormus atau telah memiliki akar, batang dan daun. Namun yang lebih tepatnya pada tumbuhan lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Lumut dapat melakukan dua adaptasi yang memungkinkan tumbuh di tanah.

Pada lumut belum memiliki jaringan pengangkut yaitu xylem dan floem, maka air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi. Setelah itu didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan lumut secara defuse, daya kapilaritas dan dengan aliran sitoplasma. sistem pengangkut yang dimiliki tumbuhan lumut membuat habitat tumbuhan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat teduh. Lumut memiliki tinggi kurang lebih dari 20 cm dan lumut memiliki pergiliran keturunan ( metagenesis ).

Lumut berkembangbiak dengan reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi tumbuhan lumut secara sekual ialah dengan peleburan antara spermatozoid dengan ovum dalam perantaraan air. zigot hasil dari fertilisasi akan berkembang menjadi embrio, lalu itu sporofit diploid ( 2n ) yang memiliki sporangium ( kotak spora ) dan menghasilkan sporahomosfor. Dan sedangkan reproduksi tumbuhan lumut secara aseksual ialah spora haploid yang menghasilkan dalam sporangium akan tumbuh dengan menjadi protonema dan kemudian menjadi gametofit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lumut Kerak – Pengertian, Manfaat, Contoh, Anatomi, Morfologi, Reproduksi

Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam proses metagenesis ini, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid). Lumut memiliki dua alat perkembangbiakan (gametangium), yaitu arkegonium sebagai sel gamet betina, dan anteridium sebagai sel gamet jantan. Berikut adalah bagan tahapan metagenesis yang terjadi pada tumbuhan lumut.

Daun pada tumbuhan lumut mempunyai sel-sel yang kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Terdapat juga sel-sel mati yang berfungsi sebagai tempat persediaan air dan penyimpanan cadangan makanan. Tumbuhan lumut mempunyai akar dalam bentuk rizoid yang melekat pada tempat tumbuhnya lumut. Rizoid ini juga berfungsi untuk menyerap air serta garam-garam mineral ke dalam tubuh lumut.

Berdasarkan berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan ciri-ciri tumbuhan lumut, nah berikut ini ciri-ciri tumbuhan lumut secara umum, simak ulasannya dibawah ini.

Merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan yang bertalus ( talofita ) dengan tumbuhan berkormus ( kormofita ).Tumbuhan lumut berukuran tinggi rata-rata kurang lebih 1-2 cm yang paling tinggi mencapai 20 cm.Mengalami pergiliran keturunan generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit ialah generasi penghasil spora sedangkan generasi gametofit ialah generasi penghasil gamet.Tumbuhan lumut berbentuk lembaran, tumbuhan kecil memiliki bagian yang menyerupai akar atau rizoid, batang dan daun.Dalam tubuh tumbuhan lumut mengandung sel-sel yang berkloroplas ( klorofil untuk fotosintesis ) dan tidak memiliki jaringan pengangkut.Tubuh gametofit bersifat haploid ( n ) yang sehari-hari kita kenal sebagai tumbuhan lumut.Pada tumbuhan lumut terdapat gametangia atau alat kelamin. Alat kelamin jantan disebut dengan anteridium yang menghasilkan spermatozoid sedangkan alat kelamin betina disebut arkegonoium yang menghasilkan ovum.Bersifat autotrof karna tumbuhan lumut sudah memiliki klorofil.Tumbuhan lumut belum memiliki jaringan pengangkut xylem dan floem.Memiliki lapisan pelindung, kutikula dan gametangium.Tumbuhan lumut hidup dirawa dan ditempat yang lembab.Tumbuhan lumut menyerap air secara imbibisi.Umumnya tumbuhan lumut berwarna hijau karna sel-selnya memiliki kloroplas ( plastida ).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Tumbuhan Berkembangbiak Dengan Spora

Siklus Hidup Tumbuhan Lumut

Kebanyakan dari tanaman memiliki dua bagian kromosom di sel-selnya (diploid, beberapa kromosom hidup dengan sebuah pasangan yang mengandung informasi genetik yang sama). Sedang lumut (dan Bryophyta lain) hanya memiliki satu set kromosom (haploid, beebrapa kromosom hidup dalam sebuah salinan sel yang unik). Periode siklus hidup lumut secara lengkap, merusak kromosom, tetapi hal ini hanya pada sporofit.

Ciri Siklus Hidup Lumut (Polytricum commune)

Lumut hidup diawali dari sebuah spora haploid, yang bertunas untuk memproduksi sebuah protonema, yang menumpuk filamen atau thalloid (flat dan thallus like). Ini merupakan tingkatan sementara dalam hidup lumut. Dari protonema tumbuh gametophore yang dideferensiasi menjadi tangkai dan akar/ leaves (mikrofil). Dari keterangan dari tangkai atau cabang develop organ sex lumut. Organ betina disebut archegonia (archegonium) dan terlindungi oleh kumpulan tangkai yang termodifikasi yang disebut perichaetum (plural, perichaeta). Archegonia memiliki leher disebut venters dimana sperma jantan turun. Organ jantan disebut antheridia (singular antheredium) dan tertutup oleh modifikasi tangkai disebut perigonium (plural, perigonia).Lumut bisa menjadi dioicous atau monoicous. Pada lumut dioicous, kedua organ sex, jantan dan betina terlahir pada gametofit tanaman.

Pada monoicous (juga disebut autoicous) lumut, mereka terlahir pada tanaman yang sama. Pada pengairan, sperma dari antheridia berjalan ke archegonia dan terjadi fertilisasi, mengawali produksi sporofit diploid. Sperma lumut adalah biflagellate, mereka memiliki dua flagella yang membantu sebagai daya pendorong. Tanpa air, fertilisasi tidak dapat terjadi. Setelah fertilisasi, sporofit mandul didorong keluar dari archegonial venter.

Ini membutuhkan kira-kira seperempat sampai setengah tahun untuk sporofit untuk matang. Badan sporofit terdiri dari gagang panjang, disebut seta, dan capsule disebut operculum. Capsule dan operculum terlapisi oleh calyptra yang merupakan sisa archegonial venter. Calyptra biasanya mengecil / berkurang ketika capsule matang. Withing the capsule, sel-sel pereproduksi spora mengalami meiosis untuk membentuk spora haploid, dimana siklus dapat berjalan lagi. Mulut capsule biasanya dikelilingi oleh set gigi disebut peristome. Ini mungkin tidak terjadi pada beberapa lumut.

Pada beberapa lumut, struktur vegetatif hijau disebut gemmae yang diproduksi pada tangkai atau cabang, yang bisa merusak dan membentuk kembali tanaman tanpa perlu melalui fertilisasi. Ini disebut dengan reproduksi asexual.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Lumut Tanduk – Pengertian, Ciri, Gambar, Peranan, Cara Berkembang

Perkembangan Tumbuhan Lumut

Perkembangan lumut secara singkat berlangsung sebagai berikut : spora yang kecil dan haploid, berkecambah menjadi suatu protalium yang pada lumut dinamakan protonema. Protonema pada lumut ada yang menjadi besar, adapula yang tetap kecil. Pada protoneme ini terdapat kuncup-kuncup yang tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan lumutnya.

Tubuh tumbuhan lumut berupa tallus seperti lembaran-lembaran daun (hepaticae), atau telah mempunyai habitus seperti pohon kecil dengan batang dan daun-daunnya (pada musci), tetapi padanya belum terdapat akar yang sesungguhnya, melainkan hanya rizoid-rizoid yang berbentuk benang-benang atau kadang-kadang memang telah menyerupai akar. Pada tumbuhan inilah dibentuk gametangium.Setelah sel telur dibuahi oleh spermatozoid yang bentuknya seperti spiral atau alat pembuka gabus tutup botol dengan dua bulu cambuk itu, maka zigot tidak memerlukan waktu istirahat dulu tetapi terus berkembang menjdi embrio yang diploid.

Bagian bawah embrio dinamakan kakinya. Kaki masuk ke jaringan lumut yang lebih dalam dan berfungsi sebagai alat penghisap (haustorium). Embrio itu lalu tumbuh merupakan suatu badan yang bulat atau jorong dengan tangkai pendek atau panjang dan seperti telah telah disebut di atas disebut sporogonium. Di dalam bagian yang bulat itu dibentuk spora, oleh sebab itu bagian tersebut juga disebut capsule spora. Capsule spora juga dianggap sinonim dengan sporogonium karena leher arkegonium amat sempit, maka sporogonium tidak dapat menembusnya dan bekas dinding arkegonium ikut terangkat dan merupakan tudung capsule spora.

Mengingat bentuknya seperti tudung akar, pada ujung akar dan mungkin juga mempunyai fungsi yang sama sebagai pelindung, maka bekas dinding arkegonium itu juga dinamakan kaliptra. Jaringan dalam capsule spora dinamakan arkespora. Arkespora membentuk sel induk spora, dan dari satu sel induk spora dengan pembelahan reduksi terjadilah 4 spora yang berkelompok merupakan tetrade. Seringkali pada pembentukan spora itu ditentukan pula jenis kelaminnya. Dari spora itu, bergantung pada macam sporanya, akan utmbuh lumut yang berumah satu atau berumah dua. Spora itu membulat sebelum terpisah-pidah dan terlepas dari capsule spora.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : amur Zygomycota Beserta Ciri-Cirinya

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Lumut mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Dalam proses metagenesis ini, lumut mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).

Lumut memiliki dua alat perkembangbiakan (gametangium), yaitu arkegonium sebagai sel gamet betina, dan anteridium sebagai sel gamet jantan. Berikut adalah bagan tahapan metagenesis yang terjadi pada tumbuhan lumut.

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Ciri-Ciri Dan Contoh Protista Mirip Tumbuhan

Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut (bryophyta) dibagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut daun (bryophyta), lumut hati (hepaticophyta), dan lumut tanduk (anthocerotophyta).

Klasifikasi lumut Daun

Kingdom : PlantaeDivision   : BryophytaClass         : BryopsidaOrdo         : BryopcealesFamily      : BryopceaeGenus       : BryopsidaSpecies     : Bryopsida sp

Lumut daun adalah jenis tumbuhan lumut yang sering dijumpai di daerah yang lembab. Pada umumnya, satu individu lumut daun menghasilkan jenis gamet yang berbeda sehingga dapat dibedakan mana individu jantan, mana individu betina. Akan tetapi ada juga tumbuhan lumut yang menghasilkan gamet jantan anteridium) dan gamet betina (arkegonium) dalam satu individu.

Pada fase sporofit, tumbuhan lumut akan menghasilkan spora sebagai alat perkembangbiakannya. Jika spora lumut sampai di lingkungan yang sesuai, spora lumut akan tumbuh menjadi protonema. Protonema inilah yang akhirnya tumbuh menjadi tumbuhan lumut baru. Contoh spesies tumbuhan lumut daun adalah Polytrichum juniperinum, Pogonatum cirratum, dan Aerobryopsis longissima.

Ciri-ciri struktur Lumut Daun

Anggota yang tidak asing lagi dari divisio ini adalah Bryophyta atau lumut daun. Bryophyta memiliki jumlah kurang lebih 10.000 spesies jenis lumut daun yang dibagi menjadi tiga ordo yaitu Bryales, Sphagnales, dan Andreales. Lumut daun lebih mudah dikenali karena sering dijumpai di tempat yang agak terbuka. Pada divisio Bryophyta, kita belum dapat membedakan membedakan antara daun, batang, dan akarnya. Akan tetapi, Bryophyta telah memiliki klorofil untuk proses fotosintesisnya sehingga digolongkan ke dalam Regnum Plantae. Lumut daun (moss) merupakan tumbuhan lumut yang paling terkenal.

Hamparan lumut daun terdiri atas kelompok lumut yang padat, yang saling menyokong satu sama lain. Setiap tumbuhan yang tergabung dalam hamparan tersebut melekat pada substrat dengan sel memanjang atau filamen seluler yang disebut rizoid. Rhizoid membawa air dan nutrisi ke seluruh jaringan. Akan tetapi, rhizoid tidak memiliki pembuluh untuk mendistribusikan air dan nutrisi tersebut. Oleh karena itu, lumut dimasukkan ke dalam jenis tumbuhan tak berpembuluh. Difusi air dan nutrisi pada lumut terjadi secara lambat melalui jaringan di tubuh lumut yang saling berhubungan.

Oleh karena itu, ukuran tubuh mereka terbatas, hanya kurang dari 2 cm tingginya. Gametofitnya tumbuh tegak di permukaan tanah, memiliki bagian-bagian yang menyerupai “akar”, “batang”, dan “daun” yang sesungguhnya tidak sama dengan struktur yang sama pada tumbuhan vaskuler. Gametofit merupakan generasi dominan, tempat terjadinya fotosintesis. Sporofit tumbuh membentuk suatu batang panjang yang muncul dari arkegonium. Pada ujung batang terdapat sporangium, yaitu kapsul tempat terjadinya pembelahan meiosis dan spora haploid berkembang. Gambar sporofit yang memiliki sporangium berbentuk kapsul dengan tutupnya disebut kaliptra. Jika kadar air rendah, kaliptra terlepas, gigi peristom terbuka, dan spora keluar.

Ciri-ciri struktur Lumut Daun

Salah satu contoh lumut daun adalah lumut gambut atau sphagnum, terhampar menutupi permukaan daratan bumi seperti karpet. Hamparan lumut gambut sangat tebal, terdiri atas tumbuhan hidup dan mati di tanah basah, mengikat banyak sekali karbon organik. Sebagai tempat penyimpanan karbon, rawa gambut tersebut berperan penting dalam menstabilkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer. Sphagnum tumbuh di daerah tundra, merupakan makanan rusa kutub. Lumut daun dapat dimanfaatkan sebagai media tanaman (pengganti ijuk).

Habitat lumut daun

Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan, di atas pasir bergerak, di antara rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan sedikit yang terdapat di dalam air. Kebanyakan lumut ini tumbuh di rawa-rawa yang membentuk rumpun atau bantalan yang dari tiap-tiap tahun tampak bertambah luas sedangkan bagian bawah yang ada dalam air mati berubah menjadi gambut yang membentuk tanah gambut. Jenis tanah ini bermanfaat untuk menggemburkan medium pada tanaman pot dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Karena habitatnya sangat luas, maka tubuhnya pun mempunyai struktur yang bermacam-macam.

Di daerah kering, badan lumut ini dapat berbentuk seperti bantalan, sedangkan yang hidup di tanah hutan dapat berbentuk seperti lapisan permadani. Lumut di daerah lahan gambut dapat menutupi tanah sampai beribu kilometer.

Lumut ini hampir tidak pernah mengisap air dari dalam tanah, tetapi justru banyak melindungi tanah dari penguapan air yang terlalu besar. Lumut daun merupakan tumbuhan yang berdiri tegak, kecil, dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral.

Lumut Hati (Hepaticophyta)

Klasifikasi lumut hati

Kingdom : PlantaeDivision   : HepaticophytaClass         : HepaticosidaOrdo         : HepaticoccalesFamily      : HepaticoceaeGenus       : HepaticopsidaSpecies     : Hepaticiopsida sp

Tubuh lumut hati tersusun atas struktur tubuh yang berbentuk hati pipih yang disebut talus yang tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang, maupun daun. Tumbuhan lumut mempunyai tubuh yang terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati.

Gametangium pada lumut hati umumnya terdapat pada struktur batang yang disebut arkegoniofor (tempat penghasil arkegonium) dan anteridiofor (tempat penghasil anteridium). Lumut hati juga bisa melakukan perkembangbiakan aseksual dengan sel yang disebut gemma. Gemma merupakan struktur seperti mangkok yang terdapat di permukaan gametofit. Contoh spesies lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan Porella.

Ciri-ciri struktur Lumut Hati

Hepatophyta disebut juga lumut hati. Menurut Campbell (1998: 550), Lumut hatimeliputi sekitar 8.000 jenis yang kebanyakan hidup di tempat lembab seperti pada batang pohon, tanah, atau batu cadas. Lumut hati membentuk massa berupa lembaran dengan tepi yang terbelah-belah (disebut talus) yang berbentuk seperti hati. Pada beberapa jenis, talus ini membentuk daun sehingga lumut hati dapat dibedakan menjadi lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun (sering disebut lumut sisik). Contoh lumut hati bertalus yaitu Marchantia polymorpha, M. berteroana, Ricciocarpus natans, R. frostii. Lumut hati berdaun misalnya Porella.

Hutan tropis merupakan tempat hidup lumut hati dengan keanekaragaman yang paling besar. Gametofitnya merupakan lembaran “daun” tipis yang menempel pada substratnya dengan rizoid yang halus. Lembaran “daun” dibagi menjadi beberapa lobus, bentuknya seperti hati hewan, epidermisnya mengandung klorofil. Pada permukaan gametofit terdapat badan seperti mangkuk yang berisi kuncup (gemma) yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan aseksual. Kuncup yang terlepas dan jatuh di tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi individu baru. Seperti Bryophyta, pada lumut hati fase yang menonjol adalah fase gametofitnya. Pada fase ini, gametofitnya terkadang memiliki kutikula. Spora dari lumut hati ini memiliki dinding tebal yang menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.

Siklus hidup lumut hati hampir mirip dengan lumut daun, yaitu fase gametofitnya lebih dominan. Gambar  Lembaran “daun” (gametofit dengan mangkuk berisi gemma, anteridium, dan arkegonium.

Ciri-ciri struktur Lumut Hati

Perkembangbiakan seksual terjadi melalui pembentukan arkegonium dan anteridium, biasanya tumbuh pada gametofit yang berbeda. Tangkai arkegonium disebut arkegoniofor, sedangkan tangkai anteridium disebut anteridiofor. Lekukan pada payung pembawa anteridium lebih dangkal dibanding dengan payung arkegonium.

Pada tiap lekukan terdapat satu arkegonium, yang tumbuh ke arah bawah. Setelah terjadi pembuahan terbentuk zigot, sementara arkegoniofor terus memanjang. Zigot tumbuh menjadi sporofit dan terbentuk “kapsul” tempat tumbuhnya spora yang haploid. Spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi benang yang tidak tentu bentuknya dan berfungsi sebagai sel pemula pembentukan gametofit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Kingdom Plantae Dalam Biologi

Macam dan Morfologi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Morfologi dan Anatomi Lumut Kelas Hepaticopsida, Gametofit dari kelas ini masih sangat sederhana dan berdasar bentuk tubuhnya, lumut kelas ini dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu :

Tipe frondose / lumut hati bertalus (thalloid liverwort), merupakan golongan yang talusnya berupa lembaran.Tipe foliose / lumut hati berdaun (leafy liverworts), merupakan golongan yang talusnya menyerupai batang dengan daun – daun.Lumut hati bertalus (Frondose)

Lumut hati bertalus

Golongan ini meliputi tubuh bagian dorsal (punggung) dan ventral (perut).

Pada sisi dorsal :

Pada jenis tertentu terdapat alur di tengah di mana pada bagian ujungnya terdapat penonjolan yang berfungsi sebagai gametangiofor (pendukung gametangium).Terdapat sel – sel asimilasi yang membatasi ruang – ruang udara.Terdapat lapisan epidermis yang merupakan lapisan yang berbatasan dengan udara luar.Terdapat porus yang menghubungkan ruang udara dengan udara luar.

Pada sisi ventral :

Ada yang namanya rusuk tengah yang merupakan penebalan dari talus.Terdapat risoid dengan karakteristik unisel, tidak ada cabang, tekstur halus, serta licin dan berjendol.Terdapat sisik dengan hanya 1 lapis sel meskipun ini bersifat multisel.Terdapat jaringan parenkim tak berwarna sebagai sel penimbun cadangan makanan.

Tipe penampang melintang talus :

Tipe Marchantia
Pada tipe ini daerah ventral melebar hingga ke tepi kanan kiri talus. Daerah rusuk tengah merupakan bagian yang paling tebal dan semakin ke tepi semakin berkurang penebalannya. Daerah dorsal terdiri atas 1 lapis ruang udara yang di batasi oleh 1 lapis sel asimilasi di mana pada dasar ruang udara tersebut terdapat benang – benang asimilasi yang berfungsi untuk membantu dalam proses pengikatan CO2. Contoh pada Marchantia sp. dan Targonia hipophyla.

Tipe Plagiochasma
Daerah ventral sedikit melebar tetapi tidak sampai ke tepi talus. Daerah dorsal terdiri dari beberapa lapis ruang udara yang kosong. Lapisan atas dan tengah pada lapisan udara berukuran lebih kecil dibandingkan dengan lapisan di bawahnya. Contoh pada Plagiocasma appendiculatum, P. articulatum, dan masih terdapat contoh yang lain.

Tipe Stepensoniella
Daerah ventral khususnya pada rusuk tengah, tebal. Daerah dorsal terdiri dari 1 lapis ruang udara yang besar dan kosong. Contoh pada Stepensoniella brevipedunculata, Sauchia spongiosa, dan masih banyak lagi.

Lumut hati berdaun (Foliose)

Lumut hati berdaun (Foliose)

Golongan ini meliputi morfologi “daun” dan “batang”

Pada “daun” :

Bersifat dorsiventral (dapat dibedakan antara sisi dorsal dan sisi ventral) dengan karakteristik tubuh yang lunak.Terdapat 2 – 3 baris daunDi tepi talus terdapat yang namanya daun lateral yang dibagi menjadi : daun tunggal dan daun bilobus. Daun bilobus dibagi lagi menjadi 2, yaitu lobus postical (atas) dan lobus antical (bawah).Daun ke 3 pada garus tengah di sisi ventral dinamai dengan amfigastrium yang bercirikan ukuran lebih kecil dari daun lateral.Daun umumnya terdiri atas 1 lapis sel.Terdapat kloroplas.Terdapat trigome (penebalan berbentuk segitiga pada sudut – sudut sel).

Pada “batang” yang telah maju terdapat 3 macam jaringan :

Epidermis, yaitu sel – selnya berdinding tebal dengan lapisan kutikulaKorteks, sel – selnya berdinding tebal namun berukuran kecil. Sifat jaringan korteks parenkimatis, berfungsi untuk fotosintesis, respirasi, dan juga sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan.Medula, dindingnya tipis akan tetapi lebar

Terkadang pada beberapa suku tidak dijumpai adanya epidermis, namun korteks terdiri dari sel – sel hyalin berdinding tipis dan berukuran relatif besar yang dinamakan dengan hyaloderm. Jadi hyaloderm merupakan jaringan korteks yang terdiri dari sel – sel hyalin berdinding tipis dan berukuran relatif besar.

Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)

Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)

Lumut tanduk mempunyai gametofit yang mirip dengan gametofit pada lumut hati, perbedaan antara keduanya hanya terdapat pada sporofitnya. Sporofit pada lumut tanduk mempunyai kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Ciri unik dari lumut tanduk adalah sporofit akan terus tumbuh selama masa hidup gametofit. Contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros natans.

Ciri-ciri struktur Tanduk

Divisi Anthocerophyta memiliki struktur tubuh mirip tanduk sehingga dinamakan lumut tanduk. Anthocerophyta hanya memiliki satu kloroplas di dalam tiap selnya. Oleh karena itu, Anthocerophyta dianggap sebagai lumut primitif. Lumut ini memiliki struktur tubuh seperti lumut hati, perbedaannya terletak pada sporofitnya. Sporofit pada lumut tanduk bentuknya seperti kapsul memanjang yang tumbuh menyerupai tanduk.

Di antara semua lumut, lumut tanduk adalah yang paling dekat hubungan kekerabatannya dengan tumbuhan vaskuler. Bentuk tubuhnya mirip lumut hati, tetapi sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Sampai saat ini ketiga divisi lumut itu masih bertahan sebagai tumbuhan darat. Adanya hamparan lumut pada permukaan tanah dapat mencegah erosi. Selain itu, rizoid lumut dapat menembus permukaan batuan. Proses ini secara bertahap membentuk tanah baru. Oleh karena itu, tumbuhan lumut disebut sebagai tumbuhan pionir.

Ciri-ciri struktur Tanduk

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Morfologi Pada Akar Tumbuhan Dalam Biologi

Peranan Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Manusia

Beberapa spesies tumbuhan lumut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, diantaranya:

Spesies lumut Marchantia polymorpha , biasa dimanfaatkan sebagai obat hepatitis.

Jenis-jenis lumut gambut yang termasuk dalam genus Sphagnum biasa digunakan sebagai pengganti kapas.  Sphagnum juga berfungsi untuk membantu penyerapan air dan menjaga kelembaban tanah.

Cephalozoella massalongoi, spesies lumut ini biasa tumbuh di tanah atau batuan yang mengandung tembaga sehingga dapat digunakan sebagai indikator keberadaan tembaga.

Asplenium nidus, biasa digunakan sebagai tanaman hias.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Rangkuman Materi Jamur ( Fungi ) Beserta Penjelasannya

Peran Tumbuhan Lumut Dalam Ekosistem

Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutanLumut ditemukan terutama di area sedikit cahaya / ringan dan lembab. Lumut umum di area berpohon-pohon dan di tepi arus. Lumut juga ditemukan di batu, jalan di kota besar. Beberapa bentuk mempunyai menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi ditemukannya.

Beberapa jenis dengan air, seperti Fontinalis antipyretica, dan Sphagnum tinggal / menghuni rawa. Seperti itu, lumut semi-aquatic melebihi cakupan panjangnya normal di lumut terestrial. Di mana saja mereka terjadi, lumut memerlukan kelembaban untuk survive. Oleh karena tipis dan ukuran jaringan yang kecil, ketiadaan kulit jangat (mencakup dari lilin untuk mencegah kekurangan air), dan kebutuhan akan air cairan untuk menyudahi fertilisasi.

Beberapa lumut dapat survive dengan kekeringan, kembali hidup di dalam beberapa jam hidrasi.Di garis lintang utara, sisi batu karang dan pohon yang utara akan biasanya mempunyai lebih banyak lumut dibanding seberang. Ini diasumsikan untuk menjadi sisi pohon yang yang sun-facing. Di hutan dalam di mana cahaya matahari tidak menembus, lumut tumbuh subur sama pada saat pada batang pohon.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Bentuk Susunan Tulang Daun Dalam Biologi

Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ada suatu market substansiil yang mengumpulkan lumut dari yang liar. Penggunaan lumut tetap utuh terutama di florist trade dan untuk dekorasi rumah. Lumut jenis Sphagnum juga komponen utama bahan bakar, yang mana ditambang untuk penggunaan sebagai bahan bakar, sebagai aditip lahan perkebunan, dan jelai bertunas dikeringkan pada pemroduksian Scotch Whisky.

Sphagnum, biasanya jenis cristatum dan subnitens, dipanen selagi masih bertumbuh dan dikeringkan digunakan di kamar anak anak dan hortikultura sebagai medium pertumbuhan. Praktek tanah Pada Perang dunia II, Sphagnum digunakan sebagai PPPK yang dipakaian pada luka prajurit, lumut ini adalah sangat menyerap dan mempunyai kekayaan antibacterial. Beberapa awal orang-orang menggunakannya sebagai diaper dalam kaitan dengan absorbency.

Di United Kingdom, Fontinalis antipyretica biasa digunakan untuk memadamkan api seperti ditemukan di sejumlah substansiil di sungai yang slow-moving dan lumut menahan volume air yang besar membantu memadamkan nyala api tersebut. Di Finlandia, Peat mosses sebagai bahan bakar lumut telah digunakan untuk membuat roti selama kelaparan. Di Mexico, lumut digunakan pada Dekorasi Natal

Penyesuaian Bryophyta Dan Masalah Hidup Di Darat

Bryophyta tidak sesuai sepenuhnya terhadap kehidupan di daratan. Bryophyta bergantung kepada air untuk hidup. Zigot dan embrio  dilindungi daripada pengeringan dengan terus menetap di dalam arkegonium. Sperma harus berenang dalam kelembapan luaran untuk sampai ke telur,oleh sebab itu Bryophyta hanya terdapat di tempat yang lembap.

Bryophyta tidak mempunyai tisu vaskular , oleh itu struktur jasadnya tumbuh rendah daripada tanah untuk mengatasi masalah pengangkutan air. Genussi gametofit lebih terubahsuai untuk hidup di habitat daratan kerana sporofit bergantung kepada Genussi gametofit untuk mendapatkan bekalan makanan dan perlindungan.

Daftar Pustaka

Fictor F dan Moekti A. Praktis Belajar Biologi SMA X.: Jakarta. BSE 2009Herni Budiati. Biologi untuk SMA/MA Kelas X: Jakarta. BSE 2009Indun Kistinnah & Endang Lestari. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya SMA/MA: Jakarta. BSE 2009Rifki F, dkk. Mudah dan Aktif Belajar Biologi SMA Kelas X: Jakarta. BSE 2009Anonymous.2009.http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_lumut. Diakses Tanggal 13 januari 2009.Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

Integritas Adalah

Integritas berasal dari  bahasa Latin  integer; incorruptibility , firm adherence to a code of especially moral a acristic values, yaitu , yang artinya sikap yang teguh mempertahankan prinsip , tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita  menelusuri karakter yang dibutuhkan parah pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter muliah yang lainnya-pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustofa Muhammad saw. Yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia

Integritas berarti  mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.

Pengertian-Integritas-Adalah

Pengertian Integritas Adalah

Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).

Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas  dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi  tindakannya.

Pengertian Integritas Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan beberapa pengertian kata integritas yang sudah coba diutarakan oleh para ahli :

Menurut Henry Cloud

Menurut Henry Cloud, ketika berbicara mengenai integritas, maka tidak akan terlepas dari upaya untuk menjadi orang yang utuh dan terpadu di setiap bagian diri yang berlainan, yang bekerja dengan baik dan menjalankan fungsinya sesuai dengan apa yang telah dirancang sebelumnya. Integritas sangat terkait dengan keutuhan dan keefektifan seseorang sebagai insan manusia.

Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran.

Menurut Ippho Santoso

Menurut Ippho Santoso, integritas sering diartikan sebagai menyatunya pikiran, perkataan dan perbuatan untuk melahirkan reputasi dan kepercayaan. Jika merujuk dari asal katanya, kata integritas memiliki makna berbicara secara utuh dan lengkap / sepenuh – penuhnya.

Menurut Andreas Harefa

Menurut Andreas Harefa, integritas merupakan tiga kunci yang bisa diamati, yakni menunjukkan kejujuran, memenuhi komitmen, dan mengerjakan sesuatu dengan konsisten.

Menurut Stephen R.Covey

membedakan antara kejujuran dan integritass “honesty is telling the truth, in other word, conforming our words reality-integrity is conforming to our words, in other words, keeping promises and ful-filling expectations.”  Kejujuran berarti menyampaikan kebenaran, ucapannya sesuai dengan kenyataan. Sedang integritas membuktikan tindakannya sesuai dengan ucapannya. Orang yang memiliki integritas dan kejujuran adalah orang yang merdeka. Mereka menunjukan keauntetikan dirinya sebagai orang yang tanggung jawab dan berdedikasi.

Menurut (Jacobs, 2004)

Integritas  juga  telah  didefinisikan  dengan  menekankan  konsistensi  moral,  keutuhan  pribadi,  atau kejujuran (di  dalam bahasan akademik misalnya).

Menurut Butler dan Cantrell (1984, di dalam Hosmer, 1995)

yang mengartikan integritas sebagai reputasi dapat dipercaya dan jujur dari seseorang untuk menjelaskan istilah  “kepercayaan”  di  dalam  konteks  organisasi.

Ciri-ciri IntegritasOrang yang tidak memakai kedok.Orang yang bertindak sesuai dengan ucapanSama di depan dan dibelakangKonsisten antara apa yang diimani dan kelakuannyaKonsisten antara nilai hidup yang dianut dan hidup yang dijalankanManfaat IntegritasSecara fisik kita akan merasa sehat dan bugarSecara intelektual otak kita terlatih berpikir secara ilmiahSecara emosional kita menjadi manusia yang termotivasi, mampu menyesuaikan diri terhadap situasi apa punSecara spiritual kita mampu memaknai berbagai pengalaman kita, mampu melihat berbagai fenomena kehidupan dalam perspektif yang lebih dalam, utuh dan menyeluruhSecara sosial kita semakin mampu membangun hubungan kemanusiaanContoh Integritas Bagi Karyawan

Ada seorang karyawan yang dekat dengan ‘penguasa’ kantor & pengambil keputusan. Orangnya jujur & “dianggap” dapat dipercaya. Namun, suatu ketika ada masalah di kantor & menimbulkan konflik antara karyawan lokal dan expatriate yang notabene adalah pejabat di kantor.

Takut kedudukannya yang sudah ’empuk’ terancam, karyawan ini memilih berpihak kepada penguasa kantor yang jelas2 salah, melanggar peraturan & merugikan karyawan lokal. Bisa kita lihat bahwa karyawan yang ‘terlihat jujur’ ini sepertinya tidak memiliki integritas karena bertindak sesuai kepentingannya sendiri.

Contoh nyata kedua :

Seorang karyawan yang ‘dianggap paling jujur’, namun berhadapan dengan karyawan lain yang menjadi pesaing berat-nya. Karyawan ‘jujur’ ini merasa terancam & tersaingi. Dia melakukan manuver2 yang menjatuhkan karyawan lain dengan cara membuat cerita yang dikarang-karang sendiri, menyebar isu, dll. Sekali lagi, kita lihat bahwa kejujuran tidak selalu sejalan dengan integritas.

Menurut saya, hanyalah waktu yang bisa menjawab apakah seseorang memilki integritas atau tidak. Setelah ada badai & masalah dalam kehidupan karir-nya, barulah integritas itu teruji.

Baca Juga :

√ 27 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli (Bahas Lengkap)√ 4 Standar Kompetensi Guru Berdasarkan Undang Undang (LENGKAP)√ 44 Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli (Bahas Lengkap)√ Abrasi Adalah : Pengertian, Penyebab, Dampak, Mitigasi & Solusi√ Pengertian Akhlak Adalah : Tujuan, Macam, Contoh dan Dalil√ Implikasi Adalah : Pengertian, Contoh, Jenis (BAHAS LENGKAP)√ Assessment Adalah : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh

Pengertian Pranata Sosial

Pengertian Pranata Sosial, Jenis, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Contoh : adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat.

Pranata Sosial

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Pengertian Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli Sosiolog

Pengertian Pranata Sosial

Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktifitas-aktifitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari Bahasa Inggris yaitu institution. Beberapa ahli sosiologi menerjemahkan pranata sosial dengan istilah berbeda-beda, ada yang mengemukakan lembaga kemasyarakatan, bangunan sosial, ataupun lembaga sosial.

Pranata Sosial Institution dapat diartikan sebagai:seperangkat aturan dalam suatu kegiatanseperangkat aturan dalam suatu kegiatansosial yang berhubungan dengansosial yang berhubungan denganmasyarakat dan kepedulian terhadapmasyarakat dan kepedulian terhadapkepentingan umumkepentingan umum

Pranata Sosial Menurut Para Ahli

Mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari institusi. Dalam bahasa Indonesia dijumpai terjemahan berlainan dari konsep institution. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964), misalnya, menggunakan istilah “lembaga kemasyarakatan” sebagai ter-jemahan konsep social institution. Koentjaraningrat, Mely G. Tan dan Harsja W. Bachtiar menggunakan istilah “pranata.”

Membuat definisi sebagai berikut: “… an institution is a more or less stable structure of statues and roles devoted to meeting the basic needs of people in society”—suatu struktur status yang diarahkan ke pemenuhan keperluan dasar anggota masyarakat. Harry M. Johnson mengemukkan bahwa institusi ialah “seperangkat norma yang terinstitusionalisasi (institutionalized),” yaitu: (1) telah diterima sejumlah besar anggota system sosial; (2) ditanggapi secara sungguh-sungguh (internalized); (3) diwajibkan, dan terhadap pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

Peter L. Berger (1978:104)

Mendefinisikan institusi sebagai “a distinctive complex of social actions.” Untuk memudahkan pemahaman mengenai konsep institusi Berger mengacu pada pendapat Arnold Gelhen yang menamakan institusi suatu “regulatory agency” yang menyalurkan tindakan manusia laksana naluri mengatur tindakan hewan.

Lembaga sosial atau pranata sosial adalah suatu system tata kelakuan dan hubungan yang trpusat pada aktifitas-aktifitas khusus dalam kehidupan masyarakat.

Pranata sosial adalah system pola-pola sosial yang tersusun rapid an relative bersifat permanent serta mengandung perilaku-perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan.

Pranata sosial adalah tata cara dan prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok masyarakat.

Joseph S. Rucek dan Roland L. Warren

Pranata sosial adalah pola-pola yang mempunyai kedudukan tetap untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan mendapatkan persetujuan dan cara-cara yang sudah tidak dipungkiri lagi untuk memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan menghasilkan suatu struktur.

Pranata sosial adalah kumpulan norma sosial(struktur-struktur sosial) yang telah diciptakan untuk melaksanakan fungsi masyarakat.

Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Pranata sosial adalah suatu system norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dianggap penting.

Lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan dipandang dari sudut kebudayaan adalah pebuatan, cita-cita, sikap dan perlengkapan kebudayaan yang bersifat kekal, tujuannya adalah memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.

Mengatakan bahwa pranata sosial itu tidak lain adalah wujud dari respon-respon yang diformulasikan dan disistematisasikan dari segala kebutuhan hidup.

Secara lebih rinci mendefinisikan pranata sosial itu sebagai satu konsep yang kompleks dan sikap-sikap yang berhubungan dengan pengaturan hubungan antara manusia tertentu yang tidak dapat dielakkan, yang timbul karena dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan elementer individual, kebutuhan-kebutuhan social yang wajib atau dipenuhinya tujuan-tujuan sosial penting. Konsep-konsep itu berbentuk keharusan-keharusan dan kebiasaan, tradisi, dan peraturan. Secara individual paranta sosial itu. mengambil bentuk berupa satu kebiasaan yang dikondisikan oleh individu di dalam kelompok, dan secara sosial pranata sosial itu merupakan suatu struktur.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 5 Pengertian Teori Pertukaran Sosial Menurut Para Ahli

Perbedaan Pranata Sosial dan Lembaga Sosial

Institution (pranata) adalah sistem norma atau aturan yang menyangkut suatu aktivitas masyarakat yang bersifat khusus. Sedangkan institute (lembaga) adalah badan atau organisasi yang melaksanakannya. Lembaga sosial merupakan wadah/tempat dari aturan-aturan khusus, wujudnya berupa organisasi atau asosiasi. Contohnya KUA, mesjid, sekolah, partai, CV, dan sebagainya. Sedangkan pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan yang mengatur perilaku dan hubungan antara anggota masyarakat agar hidup aman, tenteram dan harmonis. Dengan bahasa sehari-hari kita sebut “aturan main/cara main”.

Jadi peranan pranata sosial sebagai pedoman kita berperilaku supaya terjadi keseimbangan sosial. Pranata sosial merupakan kesepakatan tidak tertulis namun diakui sebagai aturan tata perilaku dan sopan santun pergaulan. Contoh: kalau makan tidak berbunyi, di Indonesia pengguna jalan ada di kiri badan jalan, tidak boleh melanggar hak orang lain, dan sebagainya. Jadi lembaga sosial bersifat konkret, sedangkan pranata sosial bersifat abstrak, namun keduanya saling berkaitan.

Pranata adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu. Pranata termasuk kebutuhan sosial. Seperangkat aturan yang terdapat dalam pranata termasuk kebutuhan sosial yang berpedoman kebudayaan. Pranata merupakan seperangkat aturan, bersifat abstrak. Wujud nyata dari pranata adalah lembaga. Untuk jelasnya lihat tabel berikut ini :

Pranata dan Lembaga

Proses timbulnya Pranata Sosial

Pranata sosial tidak terbentuk secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang panjang. Proses timbulnya lembaga kemasyarakatan terkait dengan :

Supaya hubungan antar manusia sesuai dengan yang diharapkan, maka disusun norma-norma masyarakat. Mula-mula norma tersebut terbentuk tidak sengaja, namun lama-kelamaan norma itu dibentuk dengan sengaja. Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga (institusionalized) apabila norma tersebut memenuhi tahapan-tahapan diketahui, dipahami atau dimengerti, ditaati, dan dihargai oleh masyarakat.

Pengendalian Sosial (Social Control)

Pengendalian sosial dapat diartikan sebagai segala proses, baik yang direncanakan maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak, atau bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi norma-norma yang berlaku. Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh individu terhadap individu lainnya atau mungkin dilakukan oleh individu terhadap satu kelompok sosial. Selain itu, pengendalian sosial dapat dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lainnya.

Dipandang dari sudut sifatnya pengendalian sosial terdiri atas :

Pengendalian sosial bersifat preventif

Pengendalian sosial ini merupakan suatu usaha pencegahan terhadap terjadinya gangguan-gangguan pada keserasian antara kepastian dan keadilan.

Misalnya, menyelenggarakan penyuluhan terhadap bahaya penggunaan narkoba di kalangan siswa SMA. Setelah para siswa memahami tentang bahaya penggunaan narkoba, diharapkan mereka menjauhi penggunaan narkoba.

Pengendalian sosial bersifat represif

Pengendalian sosial ini dilakukan setelah kejadian berlangsung. Misalnya, polisi menangkap pengedardan pemakai narkoba.

Wujud konkret pengendalian sosial harus diwujudkan dalam bentuk alat. Alat-alat yang digunakan untuk melaksanakan pengendalian sosial bermacam-macam.

Alat pengendalian sosial tersbut sebgai berikut :

Mempertebal kekayaan keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma masyarakat.
Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma masyarakat.
Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakatapabila mereka menyimpang dari norma kemyasarakatan dan nilai-nilai yang berlaku.
Menciptakan system hokum, yaitu system tata tertib dengan sanksiyang tegas bagi pelanggar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Masalah Sosial Secara Umum Beserta Contoh Dan Karakteristiknya

Ciri-Ciri Pranata Sosial

Menurut John Levis Gillin dan John Phillpe Gillin ciri umum pranata sosial adalah sebagai berikut :

Pranata sosial merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung atau tidak langsung tergabung dalam satu unit yang fungsional.
Hampir semua pranata sosial mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan. Suatu sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan, baru akan menjadi bagian pranata sosial setelah melewati waktu yang sangat lama.
Pranata sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu, pranata sosial mempunyai tujuan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat. Tujuan pranata sosial kadang tidak sejalan dengan fungsinya secara keseluruhan.
Pranata sosial mempunyai alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya mesin produksi pada sebuah pabrik merupakan sarana dalam pranata ekonomi untuk menghasilkan barang.
Panata sosial biasanya memiliki lambang-lambang tertentu yang secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsinya. Setiap pranata sosial pada umumnya memiliki lambing-lambang atau simbol-simbol yang terwujud dalam tulisan, gambar yang memiliki makna serta menggambarkan tujuan dan fungsi pranata yang bersnagkutan.
Pranata sosial mempunyai suatu tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merupakan dasar bagi pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya. Tradisi tersebut merumuskan tujuan dan tata tertib yang berlaku.

Meskipun pranata sosial merupakan sistem norma, tetapi pranata sosial yang ada di masyarakat memiliki ciri serta kekhasan tersendiri yang membedakannya dengan norma sosial.

Adapun ciri-ciri atau karakteristik pranata sosial adalah meliputi hal-hal berikut ini.

Memiliki Lambang-Lambang/Simbol
Setiap pranata sosial pada umumnya memiliki lambang-lambang atau simbol-simbol yang ter-wujud dalam tulisan, gambar yang memiliki makna serta menggambarkan tujuan dan fungsi pranata yang bersangkutan. Contoh cincin pernikahan sebagai simbol dalam pranata keluarga, burung garuda merupakan simbol dari pranata politik negara Indonesia.

Memiliki Tata Tertib dan Tradisi
Pranata sosial memiliki aturan-aturan yang menjadi tata tertib serta tradisi-tradisi baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang akan menjadi acuan serta pedoman bagi setiap anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya dalam pranata keluarga seorang anak wajib bersikap hormat kepada orang tua, namun tidak ada aturan tertulis yang baku tentang deskripsi sikap tersebut. Sementara itu dalam pranata pendidikan ada aturan-aturan tertulis yang wajib dipatuhi semua warga sekolah yang tertuang dalam tata tertib sekolah.

Memiliki Satu atau Beberapa Tujuan
Pranata sosial mempunyai tujuan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat. Tujuan pranata sosial kadang tidak sejalan dengan fungsinya secara keseluruhan. Contoh: Pranata ekonomi, antara lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memiliki Nilai
Pranata sosial merupakan hasil pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku dari sekelompok orang atau anggota masyarakat, mengenai apa yang baik dan apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian pranata sosial terdiri atas adat istiadat, tradisi atau kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan lain yang secara langsung maupun tidak langsung bergabung dalam suatu fungsi, sehingga pranata sosial tersebut mempunyai makna atau nilai di dalam masyarakat tersebut. Contoh tradisi dan kebiasaan dalam pranata keluarga adalah sikap menghormati atau sikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua.

Memiliki Usia Lebih Lama (Tingkat Kekekalan Tertentu)
Pranata sosial pada umumnya memiliki umur lebih lama daripada umur manusia. Pranata sosial pada umumnya tidak mudah berganti atau berubah. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pranata sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pranata sosial yang telah diterima akan melembaga pada setiap diri anggota masyarakat dalam jangka waktu relatif lama sehingga dapat di-tentukan memiliki tingkat kekekalan tertentu. Contohnya tradisi silaturahmi pada waktu hari raya lebaran, merupakan tradisi turun temurun dari dulu hingga sekarang.

Memiliki Alat Kelengkapan
Pranata sosial dan memiliki sarana dan prasarana yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya mesin produksi pada sebuah pabrik merupakan sarana dalam pranata ekonomi untuk menghasilkan barang.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 6 Pengertian Ilmu dan Nilai Sosial Menurut Para Ahli Sosial Dasar

Fungsi dan Tujuan Pranata Sosial

Secara umum, tujuan utama diciptakannya pranata sosial yaitu untuk mengatur agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi secara memadai, dan untuk mengatur agar kehidupan sosial warga masyarakat bisa berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Sebagai contoh, pranata keluarga mengatur bagaimana keluarga harus memelihara anak. Sementara itu, pranata pendidikan mengatur bagaimana sekolah harus mendidik anak-anak hingga menghasilkan lulusan yang handal. Tanpa adanya pranata sosial, kehidupan manusia nyaris bisa dipastikan bakal porak-poranda karena jumlah prasarana dan sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia relatif terbatas, sementara jumlah warga masyarakat yang membutuhkan justru semakin lama semakin banyak.

Untuk mewujudkan tujuannya, menurut Soerjono Soekanto (1970), pranata sosial didalam masyarakat harus dilaksanakan dengan fungsi-fungsi berikut :

Memberi pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkah laku atau bersikap didalam usaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman perpecahan atau disintegrasi masyarakat.
Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam mengadakan sistem pengendalian sosial (social control).

Selain fungsi umum tersebut, Paul B. Horton dan Chester L. Hunt berpendapat tentang fungsi pranata sosial. Fungsi tersebut adalah :

Fungsi Manifes (nyata)
Fungsi ini merupakan tujuan lembaga yang diakui. Misalnya, lembaga ekonomi harus menghasilkan atau memproduksi dan mendistribusikan kebutuhan pokok serta mengarahkan arus modal ke pihak yang membutuhkan.
Fungsi Laten (terselubung)
Fungsi laten adalah hasil yang tidak di kehendaki dan mungkin tidak di akui, atau jika di akui dianggap sebagai hasil sampingan. Misalnya, dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendalian sosial dari perilaku menyimpang.

Tanpa adanya pranata sosial, kehidupan manusia dapat dipastikan bakal porak poranda kaena jumlah prasarana atau sarana untuk memenuhi kebutuhan manusia relatif terbatas, sementara jumlah orang yang membutuhkan justru semakin lama semakin banyak. Itulah mengapa semakin lama, seiring dengan meningkatkan jumlah penduduk suatu masyarakat, pranata sosial yang ada di dalamnya juga semakin banyak dan kompleks. Kompleksitas pranata sosial pada masyarakat desa akan lebih rendah daripada masyarakat kota.

Koentjaraningrat (1979) mengemukakan tentang fungsi pranata sosial dalam masyarakat, sebagai berikut:

Memberi pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana bertingkah laku atau bersikap di dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Adanya fungsi ini kaena pranata sosial telah siap dengan bebagai aturan atau kaidah-kaidah sosial yang dapat digunakan oleh anggota-anggota masyarakat untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan hidupnya.
Menjaga keutuhan masyarakat (integrasi sosial) dari ancaman perpecahan (disintegrasi sosial). Hal ini mengingat bahwa jumlah prasarana atau sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia terbatas adanya, sedangkan orang-orang yang membutuhkannya semakin lama justru semakin meningkat kualitas maupun kuantitasnya, sehingga memungkinkan timbulnya persaingan (kompetisi) atau pertentangan/pertikaian (konflik) yang bersumber dari ketidakadilan atau perebutan prasarana atau sarana memenuhi kebutuhan hidup tersebut. Sistem norma yang ada dalam suatu pranata sosial akan berfungsi menata atau mengatur pemenuhan kebutuhan hidup dari para warga masyarakat secara adil dan memadai, sehingga keutuhan masyarakat akan terjaga.
Berfungsi untuk memberikan pegangan dalam melakukan pengendalian sosial (social control). Sanksi-sanksi atas pelanggaran norma-norma sosial merupakan sarana agar setiap warga masyarakat konformis (menyesuaikan diri) terhadap norma-norma sosial itu, sehingga tertib sosial dapat terwujud. Dengan demikian, sanksi yang melakat pada setiap norma itu merupakan pegangan dari warga masyarakat untuk melakukan pengendalian sosial -meluruskan—warga masyarakat yang perilakunya menyimpang dari norma-norma sosial yang berlaku.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Komunikasi Sosial – Pengertian, Hubungan, Sistem, Jenis, Perubahan

Bentuk atau Tipe Pranata Sosial

Dalam kehidupan masyarakat terdapat berbagai macam pranata sosial, dimana satu dengan yang lain sering terjadi adanya perbedaan-perbedaan maupun persamaan-persamaan tertentu. Persamaan dari berbagai pranata sosial itu diantaranya, selain bertujuan untuk mengatur pemenuhan kebutuhan warganya, juga karena pranata itu terdiri dari seperangkat kaidah dan pranata sosial. Sedangkan perbedaannya, seperti dikemukakan oleh J.L. Gillin dan J. P. Gillin (1954), bahwa pranata sosial itu diantaranya dapat diklasifikasikan menurut:

Dari sudut perkembangannya dikenal 2 macam pranata sosial yaitu :

Crescive institutions, pranata sosial yang tidak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat sehingga disebut juga pranata yang paling primer. Contoh : pranata hak milik, perkawinan, dan agama.
Enacted institutions, pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh : pranata utang-piutang dan pranata pendidikan.
Dari Sudut Sistem Nilai yang Diterima oleh Masyarakat

Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat dikenal 2 macam pranata social yaitu :

Basic institutions, pranata sosial yang penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, misalnya keluarga, sekolah, dan Negara.
Subsidiary institutions, pranata sosial yang berkaitan dengan hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting, misalnya rekreasi.
Dari Sudut Penerimaan Masyarakat

Dari sudut penerimaan masyarakat dikenal 2 macam pranata sosial yaitu :

Aproved dan Sanctioned institutions, pranata sosial yang diterima oleh masyarakat, seperti sekolah dan perdagangan.
Unsantioned institutions, pranata sosial yang ditolak oleh masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya, misalnya pemerasan, kejahatan, dan pencolongan.
General institutions, pranata sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Misalnya : pranata agama, HAM.
Restricted institutions, pranata sosial yang hanya dikenal oleh sebagian masyarakat tertentu, misalnya pranata Agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dll.
Operative institutions, pranata sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan, misalnya pranata industri.
Regulative institutions, pranata sosial yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang ada dalam masyarakat, misalnya pranata hukum seperti kejaksaan dan pengadilan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sosial Budaya – Perubahan, Pengertian, Unsur, Struktur, Sistem, Fungsi

Jenis Pranata Sosial
Pranata Keluarga

Pranata keluarga adalah bagian dari pranata sosial yang meliputi lingkingan keluarga dan kerabat. Pembentukan watak dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pranata keluarga yang dialami dan diterapkannya sejak kecil. Bagi masyarakat, pranata keluarga berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat.

Berdasarkan jumlah anggotanya, keluarga dapat dibedakan menjadi  :

Keluarga inti atau batin (nuclear family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas ayah dan ibu (orang tua) beserta anak-anaknya dalam satu rumah, ada juga keluarga inti yang belum atau tidak mempunyai anak.
Keluarga luas (extended family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas lebih dari satu generasi atau lebih dari satu keluarga inti dalam satu rumah. Misalnya, keluarga mempunyai kakek atau nenek, paman atau bibi, keponakan, yang tinggal serumah.

Keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga mempunyai banyak fungsi penting yaitu :

Keluarga merupakan lembaga yang fungsinya mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Dalam masyarakat yang beradab, keluarga adalah satu-satunya tempat untuk tujuan itu. Berlangsungnya fungsi reproduksi berkaitan erat dengan aktivitas seksual laki-laki dan wanita. Dengan berkeluarga, manusia dapat melanjutkan keturunan secara tepat, wajar, dan teratur di lihat dari segi moral, cultural, sosial, dan kesehatan.

Salah satu kebutuhan manusia adalah kasih saying atau rasa saling mencintai. Apabila kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi, keluarga akan mendapatkan gangguan emosional, masalah perilaku, dan kesehatan fisik.

Keluarga merupakan tempat sosialisasi pertama dan paling utama bagi anak sehingga kelak dapat berperan dengan baik di masyarakat. Keluarga sebagai media sosialisasi kelompok primeryang pertama bagi seorang anak, dan dari situlah perkembangan kepribadian dimulai. Pada saat anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok atau media sosialisasi lain diluar keluarga. Pondasi dasar kepribadian anak sudah tertanam secara kuat, dan kepribadiannya pun sudah terarah dengan baik melalui keluarga.

Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi anggota keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, semua anggota keluarga melakukan kerja sama. Pada umumnya, seorang suami melakukan kegiatan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan keluarga, sedangkan isteri berfungsi mengatur keuangan dan belanja keluarga.

Melalui keluarga seorang anak memperoleh statusnya dalam masyarakat, seperti nama, jenis kelamin, hak waris, tempat dan tanggal lahir, dan sebagainya.

Keluarga merupakan satuan kekerabatan yang pertama kali dikenal oleh anak, sehinggah keluargalah anak memperoleh pendidikan pertamanya dari orang tua atau kerabat lainnya. Orang tua, dalam hal ini ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan dasar pendidikan yang baik bagi anak sebelum mereka memasuki masa bermain di lingkungan dan sekolahnya.

Keluarga merupakan tempat berlindung lahir batin bagi anak khususnya bagi seluruh anggota keluarga pada umumnya. Berdasarkan fungsi ini, anak atau anggota lainnya merasa aman, nyaman, dan dapat menerima curahan kasih saying dari orang tua atau dari sesame anggota keluarga. Mengingat arti penting pranata keluarga tersebut, maka perlu diciotakan suasana keluarga yang harmonis sehingga dapat digunakan sebagai tempat perlindungan anak yang pertama dan utama.

Unsur-unsur pranata keluarga :

Pola perilaku : afeksi, keetiaan, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepatuhan
Budaya simbolis : mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, upacara
Budaya manfaat : rumah, apartemen, alat rumah tangga, dan kendaraan
Kode spesialisasi : izin kawin, kehendak, keturunan, dan hukum perkawinan
Pranata Ekonomi

Pranata ekonomi merupakan bagian dari pranata sosial yang mengatur kegiaan ekonomi, seperti produksi, distribusi, dan konsumsi barang/jasa yang dibutuhkan manusia. Pranata ekonomi ada dan diadakan oleh masyarakat dalam rangka mengatur dan membatasi perilaku ekonomi masyarakat agar dapat tercapai keteraturan dan keadilan dalam perekonomian masyarakat. Pranata ekonomi muncul sejak adanyainteraksi manusia, yaitu sejak manusia mulai membutuhkan barang dan jasa dari manusia lain. Bentuk paling sederhana dari pelaksanaan pranata ekonomi adalh adanya system barter (tukar menukar barang). Akan tetapi, untuk kondisi saat ini system barter telah jarang digunakan dan sulit untuk diterapkan. Secara umum, peran-peran pranata ekonomi dapat dibedakan atas peran pranata ekonomi produksi, distribusi dan konsumsi.

Kegiatan produksi meliputi unsure-unsur bahan dasar, modal, tenaga kerja dan manajemen. Pemanfaatan unsure-unsur produksi tersebut harus melalui aturan yang berlaku agar tercapai suatu keseimbangan dan keadilan sosial. Di dalam pemanfaatan sumber daya alam, pranata ekonomi berperan dalam menjaga keseimbangan dalam pemanfaatannya. Aturan-aturan dibuat sedemikian rupa sehingga para pelaku produksi dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Beberapa aturan dalam pemanfaaan sumber daya  di Indonesia, antara lain :

Monopoli pemerintah
Dilakukan oleh Negara untuk menjamin ketersediaan suatu sumber produksi. Pada umumnya sumber-sumber produksi tersebut sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak, misalnya minyak, air, listrik, dan lain-lain.

Monopoli swasta
Dilakukan oleh pihak swasta melalui perjanjian atau kontrak kerja khusus dengan pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya alam tertentu.Contoh monopoli garam, monopoli cengkeh, hak penguasaan hutan.

Kuota
Dilakukan pemerintah untuk membatasi produksi dan konsumsi dalam suatu barang atau sumber daya alam. Hal ini dimaksudkan agar produksi dan pengolahan sumber daya alam tersebut dapat dilakukan dengan hemat.

Proteksi
Dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produk local dari persaingan luar negeri (impor). Dlam hal ini, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk impor tertentu atau bahkan melarangnya sama sekali.

Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang hasil produksi ke konsumen untuk dikonsumsi. Pendistribusian penting dilakukan untuk mencapai kemakmuran rakyat dengan cara memeratakan ketercukupan kebutuhan rakyat akan barang dan jasa. Dengan adanya proses distribusi, maka produsen dapat menjual hasil produknya dan konsumen dapat memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan, melalui proses distribusi pulalah, arus perdagangan dapat berjalan.

Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau menggunakan nilai guna suatu barang atau jasa. Penggunaan atau pemanfaatan nilai guna barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sekaligus ataupun secara berangsur-angsur. Pemenuhan kebutuhan kebutuhan manusia yang diukur melalui tingkat pendapatan atau penghasilan. Hal yang harus diperhatikan adalah kebutuhan manusia dalam berkonsumsi tidak terbatas, sedangkan kemampuan manusia terbatas. Oleh karena itu, manusia harus pandai-pandai membelanjakan uangnya sesuai dengan tingkat kebutuhan.

“Berdasarkan peran-peran tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa peran atau fungsi pokok pranata ekonomi adalah mengatur kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi agar dapa tberjalan dengan lancar, tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatih yang ditimbulkan.”

Unsur-unsur pranata ekonomi :

Pola Perilaku       : efisiensi, penghematan, professional, dan mencari keuntungan.
Budaya simbolis : merek dagang, hak paten, slogan, dan lagu komersial
Budaya manfaat : toko, pabrik, pasar, kantor, blanko, dan formulir
Kode spesialisasi : kontrak, lisensi, hak, monopoli, dan akte perusahaan
Pranata Pendidikan

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran atau pelatihan. Di Indonesia, pendidikan dapat di golonggan menjadi dua, yaitu pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan pendidikan luar sekolah (pendidikan informal). Pada perkembangannya, ada beberapa ahli sosiologi yang menambahkan satu golongan pendidikan lagi, yaitu pendidikan yang di peroleh melalui pengalaman atau kehidupan sehari-hari (pendidikan informal).

Pranata pendidikan berfungsi untuk mempersiapkan manusia agar mampu mencari nafkah hidup saat ia dewasa kelak. Persiapan-persiapan yang dimaksud, meliputi kegiatan dalam :

Meningkatkan potensi, kreatifitas, dan kemampuan diri
Membentuk kepribadian dan pola pikir yang logis dan sistematis
Mengembangkan sikap tanah air
Pranata Politik

Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, meliputi segala urusan dan tindakan atau kebijakan mengenai pemerintahan Negara atau terhadap Negara lain. Di dalam hal ini, yang dimaksud politik adalah semua usaha dan aktifitas manusia dalam rangka memperoleh, menjalankan, dan mempertahankan kekuasaan dalam kaitannya dengan penyelanggaraan pemerintahan Negara.

Pranata politik adalah serangkaian peraturan, baik tertulis ataupun tidak tertulis yang berfungsi mengatur semua aktifitas politik dalam masyarakt atau Negara. Di Indonesia, pranata politik tersusun secara hieraki, berikut ini :

Pancasila
Undang-Undang Dasar 1945
Ketetapan MPR
Undang-Undang
Peraturan Pemerintah
Keputusan Presiden
Keputusan Menteri
Peraturan Daerah

Beberapa peran atau fungsi pranata politik, antara lain :

Pelindung dan penyaluran aspirasi/hak asasi manusia, sesuai dengan UUD’45, bahwa masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam hokum dan pemerintahan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka rakyat berhak berpolitik sejauh tetap mematuhi kaidah-kadah politik yang telah ditetapkan.
Memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat, dalam hal ini rakyat secara langsung mulai dilibatkan dalam proses penentuan kebijakan. Rakyat ditempatkan sebagai subjek dan bukannya objek kebijakan. Dengan cara ini, akan dapat tercapai keberhasilan pembangunan dan meningkatkan stabilitas sosial.
Meningkatkan kesadaran berpolitik di kalangan masyarakat, hal ini terlihat dari meningkatnya keikutsertaan masyarakat dala pemilu, kesadaran dalam mengawasi jalannya pemerintahan, dan adanya tuntuta transparasi dan akuntabilitas pemerintah.

Unsur-unsur pranata politik :

Pola perilaku : loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerjasama, dan konsesus
Budaya simbolis : bendera, materai, mascot, dan lagu kebangsaan
Pranata Agama

Agama adalah ajaran atau system yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Ynag Maha Kuasa serta mencakup pula tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antar manusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi, agama memiliki arti yang lebih luas, karena mencakup juga aliran kepercayaan yang sebenarnya berbeda dengan agama.

Sebagai salah satu bentuk pranata sosial, pranata agama memiliki beberapa fungsi berikut ini :

Fungsi ajaran
Memberi tujuan atau orientasi sehingga timbul rasa saling hormat antar sesame manusia. Agama juga dapat menumbuhkan sifaat disiplin, pengendalian diri, dan mengembangkan rasa kepekaan sosial.

Fungsi hukum
Memberikan aturan yang jelas terhadap tingkah laku manusia akan hal-hal yang dianggap benar dan hal-hal yang di anggap salah.

Fungsi social
Sehubungan dengan fungsi hukum, aturan agama juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial manusia, yaitu sebagai dasar aturan kesusilaan dalam masyarakat, misalnya dalam masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, perkawinan dan lain-lain.

Fungsi ritual
Ajaran agama memiliki cara-cara ibadah khusus yang tentu saja berbeda dengan agama lainnya. Seoran yang telah menentuka agamanya, harus mau menjalankan ibadah sesuai yang diperintahkan Tuhan dengan ikhlas seuai dengan petunjuk yang terdapat dalam kitab suci. Dengan mendalami dan memahami ajaran agama, seorang akan mengetahui sanksi yang akan diterimanya jika ia melakukan pelanggaran.

Fungsi transformatif
Agama dapat mendorong manusia untuk melakukan perubahan kea rah yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat agar tidak terjebak dalam fanatisme agama yang berlebihan. Dengan kata lain, kita harus mampu menyeimbangkan antara hubungan vertical kita dengan Tuhan dan hubungan horizontal kita dengan sesame manusia atau masyarakat. Bila keadaan ini dapat kita ciptakan dan dipelihara, maka akan tercipta suatu kehidupan keagamaan yang serasi dan saling menghormati sebagaimana termuat dalam butir II sila I Pancasila,  “Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda, seghingga terbina kerukunan hidup.”

Unsur-unsur pranata agama :

Kepercayaan agama, yaitu suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi. Misalnya, kepercayaan bahwa Tuhan itu satu(monoteisme).

Simbol agama, yaitu identitas agama yang dianut umatnya. Misalnya, baju koko sebagai symbol umat islam
Politik agama, yaitu hubungan vertical antara manusia dengan Tuhannya, serta hubungan horizontal atau hubungan antar umat beragama sesuai dengan ajaran agama. Hubungan vertical contohnya berdoa, puasa dan semahyang. Hubungan horizontal contohnya saling menolong antar manusia.
Umat, yaitu penganut masing-masing agama
Pengalaman keagamaan, yaitu bebagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganutnya secara pribadi. Misalnya, panggilan untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Norma Hukum Dan Sosial

Karakteristik dan Unsur Pranata Sosial
Karakteristik dalam Pranata Sosial

Dari uraian-uraian sebelumnya dapat ditemukan unsur-unsur yang terkandung dalam pengertian atau konsep pranata sosial, seperti: (1) berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia dalam hidup bermasyarakat, (2) merupakan organisasi yang relatif tetap dan tidak mudah berubah, (3) merupakan organisasi yang memiliki struktur, misalya adanya status dan peran, dan (4) merupakan cara bertindak yang mengikat.

Gillin dan Gillin mengemukakan ciri-ciri pranata sosial sebagaimana dikutip oleh Selo Soemadjan dan Soelaiman Soemardi (1964) dan Koentjaraningrat (1979) yang ringkasannya sebagai berikut:

Pranata sosial merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan perilakuan yang terwujud sebagai aktivitas warga masyarakat yang berpijak pada suatu “nilai tertentu” dan diatur oleh: kebiasaan, tata kelakuan, adat istiadat maupun hukum.
Pranata sosial memiliki tingkat kekekalan relatif tertentu. Pranata sosial pada umumnya mempunyai daya tahan tertentu sehingga tidak cepat lenyap dari kehidupan bermasyarakat. Umur yang relatif lama itu karena seperangkat norma yang merupakan isi suatu pranata sosial terbentuk dalam waktu yang relatif lama dan tidak mudah, juga karena norma-norma tersebut berorientasi pada kebutuhan pokok, maka masyarakat berupaya menjaga dan memelihara pranata sosial tersebut sebaik-baiknya, apalagi kalau pranata tersebut berkaitan dengan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi
Pranata sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan yang ingin dicapai atau diwujudkan.
Memiliki alat-alat perlengkapan baik keras (hardware) maupun lunak (soft ware) untuk mencapai atau mewujudkan tujuan-tujuan dari pranata sosial. Karena masing- masing pranata memiliki tujuan yang berbeda-beda, maka perlengkapannyapun berbeda antara satu pranata dengan pranata lainnya. Perlengkapan dalam pranata keluarga berbeda dari perlengkapan pada lembaga pendidikan, ekonomi, politik, maupun agama
Memiliki simbol atau lambang tersendiri. Lambang, di samping merupakan spesifikasi dari suatu pranata sosial, juga sering dimaksudkan secara simbolis menggambarkan tujuan atau fungsi dari suatu pranata. Lambang suatu pranata sosial daat berupa gambar, tulisan, atau slogan-slogan, yang dapat merupakan representasi ataupun sekedar menggambarkan spesifikasi dari pranata sosial yang besangkutan. Misalnya Burung Garuda atau Bendera Merah Putih dapat merepresentasikan Indonesia, sedangkan gambar buku dan pena merupakan gambaran dari spesifikasi suatu lembaga pendidikan.
Memiliki dokumen atau tradisi baik lisan maupun tertulis yang berfungsi sebagai landasan atau pangkal tolak untuk mencapai tujuan serta melaksanakan fungsi.
Unsur-unsur Pranata Sosial

Menurut Horton dan Hunt (1987), setiap pranata sosial mempunyai unsur-unsur sebagai berikut.

Unsur budaya simbolik, misalnya cincin kawin dalam lembaga keluarga
Unsur budaya manfaat, misalnya rumah atau kendaraan dalam lembaga keluarga
Kode spesifikasi baik lisan maupun tertulis, misalnya akta atau ikrar nikah dalam lembaga keluarga
Pola perilakuan, misalnya pemberian perlindungan dalam lembaga keluarga
Ideologi, misalnya cinta dan kasih sayang dalam lembaga keluarga

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Mobilitas Sosial

Contoh Pranata Sosial
Pranata Keluarga

Berikut adalah sebuah kasus keluarga yang sedang hangat-hangatnya diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia :

Ario Kiswinar Teguh tidak di akui sebagai Anak oleh Mario Teguh

Melalui sebuah acara televisi, Ario Kiswinar Teguh memberikan paparan bahwa dirinya tidak diakui sebagai anak oleh pengacara kondang Mario Teguh. Pada acara tersebut kiswinar membawa beberapa bukti yang menyatakan bahwa dirinya adalah anak yang sah dari Mario Teguh. Barang bukti tersebut diantaranya adalah Akta Kelahiran Ario Kiswinar Teguh dan foto-foto masa kecilnya bersama Mario Teguh.

Karena pernyataan yang di lontarkan oleh Ario, Mario Teguh pun angkat bicara dan membuat klarifikasi melalui acara televisi. Beliau mengungkapkan sebuah fakta pahit yang terjadi di masa lalu antara dirinya dengan mantan istrinya alias Ibunda Ario Kiswinar Teguh. Mario Teguh yang sangat menyayangi Ario ketika ia masih muda kemudian mengetahui bahwa anak yang ia sayangi itu adalah anak dari hubungan antara mantan istrinya dengan orang ketiga yang disebutnya dengan Mr. X. Mr. X adalah sesosok orang yang sangat dihormati oleh Mario Teguh. Mengetahui hal itu, Mario Teguh pun memutuskan untuk bercerai dengan Ibunda Ario sepuluh tahun yang lalu. Mario Teguh kemudian mengundang Ario Kiswinar Teguh untuk melakukan Tes DNA bersamanya, demi membuktikan apakah Ario benar-benar anak dari Mario Teguh dan Ibunda Ario.

Berdasarkan fakta yang ada dan keterangan-keterangan berita dari berbagai sumber, penulis menganalisis bahwa kasus ini sangat cocok dijadikan contoh nyata dalam pranata keluarga. Berikut analisis penulis :

Perlakuan Mario Teguh terhadap Ario telah bergeser dari fungsi pranata keluarga, yaitu fungsi status. Berdasarkan bukti yang ada Ario Kiswinar Teguh layak mendapatkan status sebagai seorang anak motivator terkenal.
Perceraian antara Mario Teguh dengan Ibunda Ario adalah sesuatu yang melenceng dari fungsi keluarga, yaitu fungsi afeksi. Dengan berpisah nya suami istri, maka salah satu orang tua akan jarang memberikan kasih sayangnya kepada anak. Dan ini dapat menyebabkan tekanan batin tersendiri pada si anak.
Pranata Ekonomi

Berikut adalah contoh kasus pranata ekonomi yang berhubungan dengan fungsi nya yaitu produksi, distribusi dan konsumsi.

Produksi Samsung Galaxy Note 7 di hentikan sementara

Perusahaan teknologi terkenal, Samsung, memutuskan menghentikan produksi handphone nya untuk sementara. Setelah di produksi ke berbagai negara besar, terutama Amerika dan Australia, banyak laporan konsumen yang telah menggunakan Samsung Galaxy Note 7 bahwa Handphone tersebut meledak ketika digunakan yang diduga bersumber dari baterai handphone. Daya baterai yang terlalu cepat habis meskipun di gunakan dengan normal.

Karena mendapatkan laporan tersebut perusahaan samsung langsung menghentikan produksi dan disribusi terhadap Samsung Galaxy Note 7.

Berdasarkan fakta yang didapat dari berbagai sumber, berikut adalah analisis penulis mengenai kasus ini :

Samsung adalah sebuah perusahaan yang memproduksi teknologi sebagai kebutuhan masyakarat. Maka kasus ini sangat cocok dalam pranata ekonomi.
Sebagai sebuah perusahaan, Samsung telah melakukan ketiga fungsinya dengan baik, yaitu produksi dan distribusi serta mengawasi jalannya konsumsi masyarakat.
Namun dalam menjalankan fungsi nya, Samsung masih memiliki kekurangan di karenakan proses produksi nya yang kurang maksimal sehingga menyebabkan konsumen melapor mengenai efek samping yang fatal saat menggunakan Barang yang di produksi.
Penyelesaian masalah yang dilakukan sangat tepat yaitu menghentikan produksi Samsung Galaxy Note 7 agar tidak menimbulkan korban akibat ledakan baterai handphone tersebut.
Pranata Pendidikan

Pendidikan merupakan institusi yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas. Berikut ada sebuah kasus yang dapat menjadi satu pembahasan penting mengenai pranata ini.

Full Day School

Siapa pun yang menyukai berita pasti telah membaca wacana tersebut yang di paparkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Wacana tersebut merupakan sebuah ide yang berasal dari amanat Presiden yaitu Nawacita. Full Day School dikaitkan oleh Mendikbud sebagai bagian dari implementasi mewujudkan pendidikan karakter di Indonesia

Menteri Muhadjir Effendy ingin mengikuti negara-negara maju yang telah menerapkan sistem tersebut, salah satunya ialah negara Finlandia. Berikut terdapat tiga alasan penting mengapa Full Day School akan dilaksanakan.

Tidak ada Mata Pelajaran
Dalam praktiknya, full day school dimaksudkan untuk menambah waktu anak-anak di sekolah hingga pukul 5 sore, yang semula hanya sampai pukul 1 siang. Dengan sisa waktu tersebut, siswa dapat mengembangkan dirinya dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

Orang Tua bisa menjemput anak ke sekolah
Orang tua yang bekerja hingga sore hari bisa menjemput anaknya pasca pulang bekerja, sehingga anak-anak tetap aman karena berada di sekolah hingga orang tua pulang bekerja.

Sertifikasi Guru
Program ini pula membantu para guru untuk mendapatkan sertifikasi mengajar 24 jam.
Program ini dicanangkan sejak bulan Agustus 2016 kemarin dan sudah mulai diterapkan di Provinsi Sulawesi Utara.

Kasus Pranata Sosial dalam keluarga :

Pada umumya orang mempercayai bahwa suatu perkawinan adalah sesuatu yang sacral, oleh karenanya setiap keluarga berupaya menjaga agar tetap utuh. Meski demikian perkawinan terkadang harus menghadapi kenyataan bahwa ikatan yang mempertalikan suami istri terputus, sehingga terjadilah perpisahan atau perceraian. Selain itu juga ada beberapa problem keluarga yang lain, yaitu kekerasan di dalam rumah tangga, seperti pemukulan, dan juga broken home.

Untuk mempelajari kekerasan terhadap pasangan, beberapa sosiolog telah mempelajari korban secara mendalam (Goetting 2001), sedangkan sosiolog lain telah mewawancarai suatu sampel representative dari pasangan Amerika Serikat (Straus dan Gelles 1988; Straus 1992). Meskipun tidak disepakati oleh semua sosiolog (Dobash dkk. 1992, 1993; Pagelow 1992), Murray Straus menyimpulkan bahwa suami dan istri berpeluang sama untuk menyerang satu sama lain. Meskipun kesetaraan gender ada, dampak dari kekerasan menunjukkan hal yang sebaliknya. 85 persen dari mereka yang cedera adalah perempuan (Renisson 2003).

Sebagian besar alasannya tentu saja karena sebagian besar suami lebih besar dan lebih kuat dibandingkan istri mereka, sehingga para istri berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dalam pertempuran antar jenis kelamin (secara harafiah). Kekerasan terhadap perempuan berhubungan dengan struktur masyarakat yang mendiskriminasikan gender. Karena mereka dibesarkan dengan norma yang mendorong agresi dan penggunaan kekerasan, beberapa orang laki – laki merasa bahwa berhak mengendalikan perempuan.

Jika mereka mengalami frustasi tentang hubungan yang mereka jalani, atau bahkan peristiwa di luar hubungan itu sendiri, beberapa laki – laki mengarahkan kemarahan mereka pada pada istri bahkan anak – anaknya. Pertanyaan sosiologis mendasar ialah bagaimana cara mensosialisasikan para suami untuk menangani frustasi dan perbedaan pendapat tanpa harus berpaling  ke kekerasan (Rieker dkk. 1997). Masalah pertengkaran tersebut akan dapat berkelanjutan sehingga menjadikan suatu percerai.

Pembahasan kasus :

Setelah mempelajari perceraian dan penganiayaan keluarga, orang dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa pernikahan jarang berhasil. Untuk mengetahui apa yang membuat suatu perkawinan yang berhasil, sosiolog Jeanette dan Robert Lauer (1992) mewawancarai 351 pasangan yang telah menikah selama lima belas tahun atau lebih. Terdapat 51 pasangan tidak memiliki perkawinan yang bahagia, tetapi pasangan tersebut tetap memutuskan untuk tidak bercerai karena alasan agama, tradisi keluarga, atau “demi anak”.

Di sisi lain, 300 pasangan yang merasa bahagia, semuanya menganggap pasangan mereka sebagai teman terbaik mereka, menganggap perkawinan sebagai komitmen seumur hidup, bahwa perkawinan bersifat sacral, percaya bahwa pasangan mereka telah tumbuh menjadi seseorang yang semakin menarik seiring dengan waktu, dan sangat menginginkan agar hubungan mereka langgeng. Sosiolog lain telah menemukan bahwa semakin baik hubungan pasangan dengan mertua, semakin bahagia perkawinannya (Bryant dkk. 2001).

Dari jurnal di atas juga dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa penyebab perceraian karena perselingkuhan dari pihak suami atau istri, faktor ekonomi dalam keluarga. “jika seorang istri berpenghasilan lebih tinggi daripada suaminya, pernikahannya lebih berpeluang kandas; jika seorang suami berpenghasilan lebih tinggi daripada istrinya, peluang terjadinya perceraian lebih sedikit” Alex Heckert, Thomas Nowak, dan Kay Snyder (1995).

Perceraian akan membawa dampak diantaranya tidak berjalannya fungsi seks dan reproduksi, tidak berfungsinya sosialisasi (anak menjadi terlantar karena kurang perhatian dari anggota keluarga, terutama orang tua yang bercerai), fungsi afeksi dan perlindungan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Contoh Kategori Pranata Sosial

Daftar Pustaka
Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L. 1999. Sosiologi; Edisi Keenam Jilid I. Jakarta: PT Erlangga.
Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (ed.). 2006. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kamanto Soenarto. 1993. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI.
1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta
Masri Singarimbum dan Sofian Effendi.1989. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.
Mohammad Nazir. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
M. James Henslin Sosiologi dengan Pendekatan Membumi Penerbit Erlangga.
Sunarto Kamanto Pengantar Sosiologi.Soerjono Soekanto. 1990. Sosiologi Suatu Pantantar; Edisi Baru Keempat, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soerjono Soekanto. 1985. Kamus Sosiologi;
Edisi Baru. Jakarta: Rajawali Pers.
Soerjono Soekanto. 2002. Mengenal Tujuh Tokoh Sosiologi. Jakarta: PT RajaGrafiondo Persada
Tim Sosiologi. 2004. Sosiologi Suatu Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas 1 SMA. Jakarta: PT Yudhistiransert contents
Nasikun. 1996. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Dyole Paul Johnson. 1981. Teori-teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT Gramedia.
Margaret M. Poloma. 1998. Sosiologi Kontemporer. Terjemahan dari Contemporary Sociological Theory. Jakarta: PT Rajawali Pers.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. 1986. Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yasbit FE UI.Sunarto, Kamanto. 2004. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia: Jakarta
http://sosiologismancis.blogspot.co.id/p/pranata-sosial-1.html
http://dzakibelajar.blogspot.co.id/2015/01/pranata-sosial.html

Gangguan Sistem Pernapasan – Pengertian, Saluran, Dinding, Udara, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Gangguan Sistem Pernapasan – Pengertian, Saluran, Dinding, Udara, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi : Pengertian pernapasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.

Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Pengertian Sistem Pernapasan

Pengertian pernapasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.

Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru- paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan rongga perut oleh diafragma.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Pertahanan Tubuh Pada Manusia Beserta Fungsinya Secara Spesifik

Gangguan Sistem Pernapasan Pada Manusia

Sistem peredaran oksigen yang diperlukan oleh tubuh manusia bias mengalami gangguan atau kelainan disertai penjelasan pengertian atau definisi singkat yaitu seperti :

Gangguan Saluran PernapasanPenyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas.Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untukbernapasPleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebutpleura.Bronkitis, adalah radang pada bronkus
Gangguan Dinding Alveolus

PNEMONIA BAKTERI, Pnemonia yaitu infeksi akut yang terjadi pada paru / saluran napas bagian bawa.

Gangguan Sistem Transportasi UdaraKontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia

Sistem pernapasan pada manusia adalah salah satu sistem organ yang sangat penting. Karena jika manusia tidak bernapas selama beberapa menit, maka dia akan mati. Sama seperti sistem organ yang lain, sistem pernapasan pada manusia juga bisa mengalami gangguan atau kelainan yang mempengaruhi sistem itu sendiri. Nah, apa sajakah penyakit pada sistem pernapasan pada manusia? Langsung saja kita simak yang pertama:

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 101 Sistem Kekebalan Tubuh Pada Manusia Dan Mahluk Lain Terlengkap

Faringitis

Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa  nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

Asma

Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut. Global Initiative for Asthma, sebuah lembaga nirlaba internasional untu penanggulangan asma, mendefinisikan asma sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke dalam paru-paru. Pada penyakit asma, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen secara optimal.

Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru.

Kelainan ini tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan seseorang sejak lahir. Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin, udara kotor, alergi, dan stres (tekanan psikologis).

Hampir separuh jumlah penderita mendapat asma karena alergi ataupun sistem pernafasan yang terlalu sensitif terhadap debu, obat, makanan, dan minuman.Pola hidup tidak sehat turut mempengaruhi timbulnya penyakit asma, seperti merokok dan stress.

Asma adalah penyakit sistem pernapasan manusia yang paling banyak di derita di dunia. Di tahun 2010, penderita asma di seluruh dunia berkisar 300 juta orang. Sementara jumlah penderita asma di Indonesia mencapai 12 juta orang atau kurang lebih 6 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Asma bukanlah penyakit menular, sehingga jika ada salah satu anggota keluarga yang terserang asma, anggota lain tidak perlu panik.

Gejala penyakit Asma antara lain:Nafas yang berbunyi ngiiik … ngiiik.Mengalami sesak napas sehingga bernapas dengan tersenggal-senggal.Nafas pendek, biasanya hanya terjadi ketika berolahraga.Badan terlihat letih dan lesu serta kurang bersemangat.Rasa sesak dan berat di dada.
Mengalami kesulitan untuk tidur dengan nyenyak.Batuk-batuk hanya pada malam hari dan cuaca dingin.Mudah terkena alergi seperti udara dingin, debu, atau jenis makanan tertentu.Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul, maka seseorang yang menderita asma akan kesulitan untuk melakukan pernapasan dikarenakan adanya kontraksi pada otot-otot bronkul yang mengakibatkan penyempitan pada saluran pernapasan.

Saat serangan asma terjadi, biasanya penderita kronis diberikan obat semprot yang mengandung epinefrine  atau isoproterenol yang dapat dihisap dengan segera saat terjadi serangan asma. Untuk tingkat akut, epinefrin tidak lagi disemprotkan, namun diinjeksikan (disuntik) ke dalam tubuh penderita.

Jika tidak ada epinefrine, penderita dapat ditolong sementara dengan memberikan minuman hangat atau menghirup uap air panas. Bisa juga dengan memberikan hembusan angin segar dari kipas angin untuk membantu proses pernapasan penderita. Penyakit asma mungkin tidak dapat dihilangkan dari sistem pernapasan manusia, namun penyakit ini dapat dikontrol agar gejala dan serangannya tidak mengganggu aktivitas bekerja.

Cara mencegah penyakit Asma:Jangan tinggal ditempat yang kotor yang sudah kotor karna polusiJangan memelihara binatang yang bulunya banyak dan halus.
Misalnya kucing, kelinci, dan sebagainyaSelalu memakai baju hangat dan selendang leher saat cuaca sedang dinginJangan terlalu banyak melakukan olahraga yang membutuhkan napas panjang bila napas tidak kuat.

Sekitar 50 % penderita asma melakukan terapi pengobatan alternatif, namun belum cukup bukti yang memastikan bahwa terapi-terapi tersebut efektif mengobati asma.

Influenza (Flu)

Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap

Penyakit ini merupakan penyakit yang paling sering menyerang sistem pernapasan pada manusia di seluruh dunia. Flu diakibatkan oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae. Gejala umum flu adalah badan menggigil, deman, mata berair, hidung tersumbat kepala berat, disertai batuk, dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Influenza merupakan penyakit yang dapat menjalar dengan cepat di masyarakat. Walaupun ringan tetapi penyakit ini dapat berbahaya bagi usia sangat muda dan usia tua dimana terdapat keterbatasan fungsi pernafasan. Penyakit ini terutama terjadi pada musin dingin di negara bermusim dingin dan di musim hujan pada negara-negara tropis.Mahluk hidup tempat berkembang dan menyebarkan influenza ini adalah manusia sendiri.

Diduga bahwa hewan lain seperti burung, babi, dan kuda memegang peranan dalam menciptakan jenis virus influenza dengan jenis yang berbeda akibat adanya mutasi di hewan-hewan tersebut. Penyebaran virus influenza ini melalui tetesan air liur pada saat batuk dan melalui partikel yang berasal dari sel hidung yang melayang di udara terutama di ruangan tertutup.

Pengobatan terbaik flu adalah istirahat karena flu lebih sering diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh karena kelelahan. Minum air yang banyak dan hangat dapat membantu meringankan gejala flu. Vitamin C dosis tinggi (500 mg) dapat diberikan untuk membantu tubuh meningkatkan kekebalan tubuh.

Penyebab influenza adalah virus yang menginfeksi jaringan saluran nafas bagian atas. Terdapat 3 jenis virus yang di kenal yaitu A,B, dan C. Virus tipe A akan menyebabkan gejala  yang berat, menyebar secara cepat dan dapat menyebabkan infeksi di suatu negara atau wilayah (pandemi). Virus tipe B akan menyebabkan gejala yang lebih ringan dan penyebarannya tidak secepat virus tipe A. Virus tipe C hanya memberikan gejala yang ringan saja. Perbedaan dari virus ini dapat diketahui melalui pemeriksaan dari cairan ludah dengan mempergunakan test secara genetik.

Obat analgesik dan asetaminofen bisa diberikan agar flu cepat hilang. Flu yang biasa menyerang orang dewasa dan anak kecil sekalipun tidak terlalu berbahaya. Hanya saja kini ketakutan akan flu menjadi lebih tinggi, terutama sejak mencuatnya kasus flu burung mulai awal tahun 2000-an, dan ternyata lebih menyebabkan kerusakan parah daripada flu Spanyol yang pernah menjadi epidemi di tahun 1980-an.

Transmisi virus melalui udara dan air ludah sangat bergantung dari jumlah virus yang terkandung didalamnya. Dari hasil penelitian apabila didapatkan 10 virus / air ludah sebanyak 50% orang yang terkena air ludah ini akan menderita influenza. Virus akan melekat pada sel permukaan di rongga hidung dan saluran nafas.

Tanda-tanda gejala flu yang tidak biasa ini hampir sama dengan flu biasa, namun dengan intensitas yang lebih tinggi. Pada kasus flu burung, gejala demam bisa sangat tinggi dan tiba-tiba. Badan bisa menggigil hebat. Gejala-gejala flu yang tidak biasa ini tentu harus ditangani secepatnya oleh medis.

Setelah virus berhasil masuk kedalam sel, dalam beberapa jam akan mengalami replikasi dan menuju ke permukaan sel sehingga dapat meninggalkan sel yang sudah rusak untuk masuk ke sel yang baru, baik sel yang berada di sebelahnya atau menempel pada air ludah dan menyebar melalui udara.

Gejala pada penderita Influenza, umumnya pasien mengeluh demam, sakit kepala, sakit otot, batuk , pilek, terkadang disertai sakit pada waktu menelan dan serak. Gejala ini dapat didahului oleh lemah badan dan rasa dingin.Pada kondisi ini biasanya sudah didapatkan gambaran kemerahan pada tenggorokan.

Gejala-gejala diatas dapat terjadi beberapa hari dan hilang dengan sendirinya. Tubuh memiliki kemampuan untuk menghilangkan virus dan bakteri yang berbahaya melalui sistem pertahanan tubuh degnan sel darah putih, tetapi pertahanan ini akan baik apabila kondisi tubuh baik pula. Setelah masa penghancuran virus dan bakteri berbahaya  tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang telah terjadi sehingga akan terasa lemas dan lemah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gulma Dan Penyakit Pada Tumbuhan Beserta Contohnya

Emfisema

Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Gejala yang ditimbulkan:Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.Sesak dadaBatuk kronisKelelahanSesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.
Cara mencegah penyakit Emfisema:Penderita adalah perokok aktif, berhenti merokok dapat membantu mencegah penderita dari penyakit ini.
Jika emfisema sudah menjalar, berhenti merokok mencegah perkembangan penyakit. Pengobatan didasarkan pada gejala yang terjadi, apakah gejalanya ringan, sedang atau berat.Perlakuan termasuk menggunakan inhaler, pemberian oksigen, obat-obatan dan kadang-kadang operasi untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

Bronkitis

Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial. Sementara itu, pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan pelindung yang membungkus paru-paru. Laringitis adalah pembengkakan di laring, sedangkan sinusitis adalah pembengkakan pada sinus atau rongga hidung.

Peradangan-peradangan tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, di antaranya karena infeksi oleh mikroorganisme. Peradangan juga dapat terjadi karena tubuh merespons terhadap zat atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh sehingga terjadi reaksi alergik. Gejala-gejala peradangan tersebut secara umum adalah batuk-batuk, demam, sulit menelan, dan sakit di dada. Penyakit bronkitis dapat dikenali melalui gejala-gejala berikut ini.

Batuk berdahak.Sering sesak napas.Flu yang berkepanjangan.Mengi.Tubuh mudah lelah.Pembengkakan pada pergelangan kaki.Timbul warna kemerahan pada wajah, telapak tangan, dan selaput lendir.Kepala terasa sakit.Penglihatan tampak kabur.
Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Daun – Pengertian, Bagian, Tangkai, Helaian, Struktur, Upih, Fungsi, Contoh

Penyakit yang disebabkan oleh Asbestosis diantaranya:Plakpleura (kalsifikasi)Mesoteliome malignaEfusi pleura
Cara mencegah penyakit Asebstosis:Kadar serat dan debu asbes di lingkungan kerjaPara pekerja yang berhubungan dengan Asbes, dianjurkan untuk berhenti merokok
Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.
Berikut ini beberapa gejala yang dapat dikenali pada seseorang yang menderita penyakit sinusitis.

Hidung tersumbat dan terasa geli atau gatal.Tercium bau tidak sedap pada hidung ketika bernapas.Sering bersin.Hidung mengeluarkan ingus kental yang berwarna putih atau kekuning-kuningan.Kepala terasa sakit seperti ada yang menekan.

Penyakit sinusistis dapat dicegah dengan cara selalu menjaga daya tahan tubuh, menghilangkan kebiasan merokok, dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan.

Tuberculosis (TBC)

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru).

Bakteri ini menyerang paru-paru sehingga pada bagian dalam alveolus terdapat bintil-bintil. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya napas penderita terengah-engah. Keadaan ini menyebabkan:

Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paruMengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasanMengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru

TBC dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh bakteri tuberculosis menderita TBC tanpa mengalami gejala, hal ini disebut latent tuberculosis. Apabila penderita latent tuberculosis tidak menerima pengobatan maka akan berkembang manjadi active tuberculosis.

Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada bagian paru-paru.

Gejala-gejala penyakit TB Paru adalah: batu berdahak selama tiga minggu atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada siang dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat saat malam, dan sesak nafas.

Menurut WHO, kurang lebih 33 % penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis, dan hampir sepertiga orang yang terinfeksi berada di Asia Tenggara. Pada tahun 2010, ditemukan 8,8 juta kasus baru tuberkulosis di seluruh dunia. 1,4 juta diantarnya berakhir dengan kematian.

Di Indonesia, kurang lebih ada 500.000 kasus baru TB setiap tahunnya. Sepertiganya meninggal dunia. Besarnya jumlah kematian akibat TB membuat Indonesia menduduki peringkat tiga jumlah dan kasus kematian penderita TB yang merupakan penyakti menular ini.

TBC dapat di atasi dengan terapi. Terapi TBC yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.Pengguna vaksin BCG (Bacille Calmette-Guerin). Vaksin BCG diberikan mulai dari bayi. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin BCG dapat bertahan untuk 10 – 15 tahun, sehingga pada usia 12 – 15 tahun dapat dilakukan vaksinasi ulang.Pengobatan pada pasien latent tuberculosis.Pengobatan pada active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik selama kurang lebih 6 bulan tidak boleh putus.

Penularan TB paling banyak dan paling mudah melalui udara. Itulah mengapa organ yang pertama kali diserang tuberkulosis adalah sistem pernapasan manusia terutama paru-paru. Tuberkulosis dapat menjadi penyakit kronis yang menyebabkan jaringan luka yang cukup luas di paru-paru.

Tuberkulosis dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh, mulai dari sistem saraf, sistem getah bening, hingga tulang dan persendian. Tuberkulosis tulang disebut juga tuberkulosis milier.Orang-orang yang beresiko tinggi terkena tuberkulosis adalah orang-orang pengguna narkotika, para petugas medis dan orang-orang yang bekerja di rumah sakit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : “Anatomi Daun” Makalah, Fungsi, Struktur, Perkembangan, Juga Perbedaan Anatomi Daun Dikotil Dan Monokotil

Resiko penularan pada orang yang merokok lebih besar dua kali lipat daripada orang yang tidak merokok. Demikian juga dengan orang yang kecanduan alkohol dan penderita diabetes melitus, resiko penularan tuberkulosis menjadi tiga kali lipat dari orang biasa.

Dahak ataupun bersin yang dikeluarkan oleh penderita TB banyak mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis. Anak-anak dengan kekebalan tubuh belum sempurna sangat rentan terhadap penularan TB, terlebih jika mereka berada dalam satu lingkungan penderita TB. Untuk pencegahan penularan TB pada anak-anak, imunisasi BCG adalah imunisasi yang wajib selain hepatitis B, Polio, DPT, dan campak.

Pengobatan yang rutin dan berhasil minimal memakan  waktu 6 bulan, namun ketidaksabaran dan ketidakpatuhan penderita dalam pengobatan, membuat penyakit TB kadang sulit diberantas. Pengobatan yang umum digunakan melawan tuberkulosis adalah menggukan antibiotik jenis isoniazid dan rifampisin.

Orang dengan penyakit tuberkulosis aktif biasannya diberikan dua macam pengobatan antibiotik, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Tinggkat penularan penyakitsistem pernapasan manusia tuberkulosis sangat tinggi karena rendahnya kualitas lingkungan.

Pencegahan terbaik tuberkulosis adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Kualitas udara yang buruk memperparah penderita tuberkulosis. Penderita tuberkulosis juga harus dijauhkan dari anak-anak.

Pneumonia

Pneumonia atau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae. Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Pneumonia dapat juga disebabkan oleh iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya, seperti kanker paru-paru atau terlalu banyak minum alkohol.Namun penyebab yang paling sering ialah serangan bakteria streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit Pneumonia sering kali diderita sebagian besar orang yang lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki penyakit kronik sebagai akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh (Imun), akan tetapi Pneumonia juga bisa menyerang kaula muda yang bertubuh sehat. Saat ini didunia penyakit Pneumonia dilaporkan telah menjadi penyakit utama di kalangan kanak-kanak dan merupakan satu penyakit serius yang meragut nyawa beribu-ribu warga tua setiap tahun.

Terjadinya penyakit pneumonia yaitu gejala yang berhubungan dengan pneumonia termasuk batuk, sakit dada, demam, dan kesulitan bernafas.Sedangkan tanda-tanda menderita Pneumonia dapat diketahui setelah menjalani pemeriksaan X-ray (Rongent) dan pemeriksaan sputum.Cara penularan virus atau bakteri Pneumonia sampai saat ini belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang beresiko tinggi terserang penyakit Pneumonia. Hal ini diantaranya adalah :

Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita HIV/AIDS dan para penderita penyakit kronik seperti sakit jantung, diabetes mellitus. Begitupula bagi mereka yang pernah/rutin menjalani kemoterapy (chemotherapy) dan meminum obat golongan Immunosupressant dalam waktu lama, dimana mereka pada umumnya memiliki daya tahan tubuh (Immun) yang lemah.
Perokok dan peminum alkohol. Perokok berat dapat mengalami irritasi pada saluran pernafasan (bronchial) yang akhirnya menimbulkan secresi muccus (riak/dahak), Apabila riak/dahak mengandung bakteri maka dapat menyebabkan Pneumonia.Alkohol dapat berdampak buruk terhadap sel-sel darah putih, hal ini menyebabkan lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien yang dilakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) ‘endotracheal tube’ sangat beresiko terkena Pneumonia. Disaat mereka batuk akan mengeluarkan tekanan balik isi lambung (perut) ke arah kerongkongan, bila hal itu mengandung bakteri dan berpindah ke rongga nafas (ventilator) maka potensial tinggi terkena Pneumonia.
Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal. Resiko tinggi dihadapi oleh para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal (chemical) tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan peradangan pada paru yang akibatnya mudah menderita penyakit Pneumonia dengan masuknya bakteri atau virus.
Pasien yang lama berbaring. Pasien yang mengalami operasi besar sehingga menyebabkannya bermasalah dalah hal mobilisasi merupakan salah satu resiko tinggi terkena penyakit Pneumonia, dimana dengan tidur berbaring statis memungkinkan riak/muccus berkumpul dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
Penanganan dan pengobatan pada penderita Pneumonia tergantung dari tingkat keparahan gejala yang timbul dan type dari penyebab Pneumonia itu sendiri, antara lain:Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri akan diberikan pengobatan antibiotik. Pengobatan haruslah benar-benar komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.
Pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.
Pneumonia yang disebabkan oleh jamur akan mendapatkan pengobatan dengan pemberian antijamur.

Disamping itu pemberian obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala. Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah hanya cukup membuat penderita bisa beristirahat tidur, Karena batuk juga akan membantu proses pembersihan secresi mucossa (riak/dahak) di paru-paru.

PERNAFASANDipteri

Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peranan Tumbuhan Bagi Kehidupan Beserta Penjelasannya

Renitis

Renitis merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer). Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun.

Perubahan suhu yang ekstrim terutama pada masa pancaroba membuat daya tahan tubuh menurun. Namun kadang virus dan bakteri turut berperan menyebabkan ISPA. Lebih dari 200 jenis virus dapat menyebabkan ISPA, namun virus yang paling sering menyerang adalah rinovirus. Selain itu masihada juga coronavirus, parainfluenza virus, adenovirus, dan enterovirus.

Sedangkan bakteri yang dapat menyebabkan ISPA berasal dari jenis Stafilokokus, Streptokokus, dan Pneumokokus.ISPA dibagi dalam tiga tingkat, yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala ISPA ringan berupa batuk, suara serak, hidung berlendir (mengeluarkan ingus), dan demam (atau suhu badan terasa meningkat tidak seperti biasanya).

Gejala ISPA sedang berupa demam tinggi hingga 39 derajat celcius, tenggorokan merah, pada kulit terdapat bercak-bercak berwarna merah menyerupai campak, telinga sakit dan mengeluarkan darah, dan pernafasan berbunyi mendecit. Sedangkan pada ISPA berat, gejala-gejalanya berupa bibir dan kulit mulai membiru, kesadaran menurun, gelisah, dan pernafasan berbunyi keras.

Bentuk-bentuk ISPA antara adalah rhinitis (radang pada lubang mukos hidung), rinosinusitis/sinusitis, nasofaringitis dan faringitis (radang pada faring), epiglotitis (radang pada laring atas), laringitis, laringotraceitis (radang pada laring dan trakea), dan trakeaitis (radang pada trakea).

Rhinitis, faringitis, dan laringitis kadang disebut sebagai flu biasa. Semua radang tersebut terjadi di sistem pernapasan manusia bagian atas. Pengobatan ISPA sering menggunakan antibiotik walupun virus penyebab ISPA dapat hilang dengan sendirinya seiring perbaikan kekebalan tubuh penderita.

Pemberian antibiotik adalah untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah. Pada kasus ISPA dimana ingus dan dahak sudah berwara hijau, antibiotik disarankan diberikan pada penderita karena dengan demikian sudah ada infeksi karena bakteri. Obat-obatan analgesik juga dapat untuk mengobati keluhan sakit kepala dan badan pegal penderita ISPA.Infeksi berlangsung kurang lebih 14 hari.

Setelah itu penderita secara umum akan normal kembali. Namun penderita dengan kelainan maupun komplikasi akan mendapat ISPA lebih lama. Jika sudah demikian, penderita memang harus memeriksakan diri ulang ke dokter. Bagi orang dewasa ISPA merupakan penyakit ringan dan biasa, namun bagi anak apalagi bayi, penyakit ini merupakan ancaman serius yang dapat menyebabkan kematian.

ISPA mudah menyerang anak-anak karena kekebalan tubuh yang belum sempurna. Sekitar 40 % – 60 % pasien anak ke Puskesmas karena keluhan ISPA. Serangan ISPA pada bayi kurang dari dua bulan sangat dapat menyebabkan kematian. Pada bayi, sistem pernapasan manusia belum sempurna. Kadang laring harus bekerja keras agar bayi tidak tersedak.

Kanker Paru-Paru

Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut ( Bryophyta ) Beserta Penjelasannya

Gejala-gejala umum penderita kanker paru-paru :Pembekakan di wajah atau di leherNapas sesak dan pendek-pendekKehilangan nafsu makan dan turunnya berat badanKelelahan kronisDahak berdarah, berubaha warna dan semakin banyakSakit kepala, nyeri dengan sebab yang tidak jelasBatuk yang terus menerus atau menjadi hebatSuara serak/parau
SARS

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk.

Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu benda, seperti debu atau bulu hewan.

Rinitis

Rinitis adalah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.

Laringitis

Laringitis adalah radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.

Legionnaries

Legionnaries adalah penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Keanekaragaman Makhluk Hidup Dalam Ilmu Biologi

Tonsilitis

Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Adapun gejala-gelaja tonsilitis adalah sebagai berikut.

Tenggorokan terasa sakit.Terasa sakit saat menelan.Tubuh mengalami demam tinggi.Sering mengalami muntahMengalami kesulitan saat bernapasTidur mendengkurNafsu makan menurunTimbul bau tidak sedap pada mulutTimbul nyeri di sekitar otot
Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh.

Asfiksi disebababkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan). Gejala penyakit Asfiksi:

Pada fase dispneu / sianosis asfiksia berlangsung kira-kira 4 menit. Fase ini terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dan tingginya kadar karbon dioksida. Tingginya kadar karbon dioksida akan merangsang medulla oblongata sehingga terjadi perubahan pada pernapasan, nadi dan tekanan darah. Pernapasan terlihat cepat, berat, dan sukar. Nadi teraba cepat. Tekanan darah terukur meningkat.
Fase konvulsi asfiksia terjadi kira-kira 2 menit. Awalnya berupa kejang klonik lalu kejang tonik kemudian opistotonik. Kesadaran mulai hilang, pupil dilatasi, denyut jantung lambat, dan tekanan darah turun.
Fase apneu asfiksia berlangsung kira-kira 1 menit. Fase ini dapat kita amati berupa adanya depresi pusat pernapasan (napas lemah), kesadaran menurun sampai hilang dan relaksasi spingter.Fase akhir asfiksia ditandai oleh adanya paralisis pusat pernapasan lengkap. Denyut jantung beberapa saat masih ada lalu napas terhenti kemudian mati.
Hipoksia

Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat menyebabkan kematian pada sel-sel. Namun pada tingkat yang lebih ringan dapat menimbulkan penekanan aktivitas mental (kadang-kadang memuncak sampai koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit

Kulit Manusia – Pengertian, Komponen, Epidermis, Dermis, Fungsi

Kulit Manusia – Pengertian, Komponen, Epidermis, Dermis, Fungsi : Kulit manusia bersama dengan mamalia atau hewan lainnya, kecuali itu tidak berbulu atau dilindungi oleh bulu. Walaupun hampir dari seluruh kulit manusia ditutupi dengan folikel rambut atau terlihat berbulu. Ada dua jenis umum dari kulit, berbulu dan kulit berbulu. Dan semua itu dijelaskan dibawah ini.

Pengertian Kulit

Organ tubuh manusia memiliki 4 indera, yakni Indera penglihat ( mata ), indera pendengar ( telinga ), Indera perasa/pengecap ( mulut ), Indera penciuman ( hidung ), dan Indera peraba ( kulit ). Kulit merupakan bagian tubuh atau indera manusia yang sangat sensitif mudah terluka dan mudah merasakan rasa sensitifitas. Kulit manusia terdiri dari epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat transportasi tempat bermuaranya kelenjar keringat yang keluar ( kelenjar sudorifera ) yang terletak pada lapisan dermis.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Definisi Sistem Pemerintahan 2 Kamar Beserta Contohnya

Kulit Manusia

Kulit manusia adalah lapisan luar tubuh. Pada manusia, itu adalah organ terbesar dari sebuah sistem yang menutupi kulit. Kulit manusia mempunyai beberapa lapisan jaringan ektodermal, dan menjaga mendasari tulang, otot, organ internal dan ligamen.

Fungsi lainnya yakni suhu peraturan, vitamin B, sintesis vitamin D isolasi dan sensasi. perlindungan folat parah kulit yang rusak akan mencoba untuk menyembuhkan dengan membentuk jaringan parut. Hal ini menyebabkan kulit sering berubah warna dan depigmented.

Pada manusia, pigmentasi kulit bervariasikan populasi, dan jenis kulit dapat berupa kering ke berminyak. Perbedaan atau variasi dari kulit seperti menyediakan habitat yang kaya dan beragam untuk beberapa 1.000 spesies bakteri dari 19 filum.

Komponen kulit

Kulit memiliki sel mesoderm, pigmentasi, atau melanin, yang disediakan melanosit, yang menyaring sebagian dari radiasi ultraviolet yang berpotensi berbahaya (UV) sinar matahari. Ini juga berisikan enzim perbaikan DNA yang dapat membantu untuk mengurangi efek merusak dari sinar UV, dan mereka yang tidak memiliki gen enzim ini mengalami potensi tinggi untuk kanker kulit. Pigmentasi kulit pada manusia bervariasi antara populasi jelas. Hal ini dapat menyebabkan klasifikasi orang atas dasar warna kulit.

Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia. Untuk rata-rata manusia dewasa, kulit manusia mempunyai luas permukaan sekitar 1,5-2,0 meter persegi (16,1-21,5 sq ft), sebagian besar antara 2-3 mm (0,10 inci). rata-rata 1 inci persegi (6,5 cm ²) kulit memegang 20 pembuluh darah, 650 kelenjar keringat, 1.000 ujung saraf dan lebih dari 60.000 melanosit.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Tekanan Udara, Rumus, Alat Ukurnya Dan Contoh Soal

Kulit manusia

Pigmen
Melanin : Ini adalah cokelat dan hadir dalam epidermis zona germinative.
Melanoid : Ini menyerupai melanin difus tetapi hadir di seluruh epidermis.
Keratin : Pigmen ini memiliki warna kuning ke oranye. Hal ini dalam sel-sel lemak dari stratum korneum dari dermis dan fasia superfisial.
Hemoglobin : Hal ini ditemukan dalam darah dan bukan merupakan pigmen kulit, tetapi dikembangkan warna ungu.
Oksihemoglobin : Hal ini juga ditemukan dalam darah dan bukan merupakan pigmen pada kulit. Yang mengembangkan warna merah pada kulit manusia.
Lapisan Kulit Epidermis

Selain itu kulit memiliki lapisan kulit epidermis yang terdiri dari lapisan tanduk ( lapisan korneum ) dan lapisan malpighi. Lapisan tanduk atau lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru.

Lapisan malpighi juga masih memiliki lapisan lainnya seperti : lapisan spinosum dan germinativum, yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri. Lapisan kulit spinosum memiliki fungsi sebagai penahan gesekan dari luar. Sedangkan lapisan germinativum berfungsi sebagai produsen pengganti lapisan sel-sel pada lapisan kulit korneum yang aktif membelah diri dari sel kulit mati.

Selain itu lapisan kulit epidermis mengandung pigmen melanin yang memberi warna pada kulit, oleh karenanya penting menjaga kulit dari pancaran radiasi sinar UV yang dapat membakar kulit dan merubah warna kulit menjadi lebih gelap.

Lapisan kulit epidermis merupakan lapisan kulit bagian teratas pada kulit manusia. Setiap manusia memiliki ketebalan kulit yang berbeda-beda antara 400-600 μm, untuk kulit tebal terletak pada kulit telapak tangan dan kaki dan kulit tipis memiliki ketebalan antara 75-150 μm untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut).

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Gaya dalam Ilmu Fisika Terlengkap

Selain sel-sel epitel diatas, lapisan kulit epidermis terdiri dari lapisan-lapisan seperti :
Melanosit merupakan lapisan kulit epidermis yang memiliki sel untuk menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis.
Sel Langerhans cd merupakan sel yang makrofag yang merupakan turunan dari sumsum tulang yang berfungsi sebagai perangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.
Sel Merkel, yakni sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris yang fungsinya berhubungan dengan sistem neuroendokrin difus.
Susunan Stratum Yang Diantaranya :
Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel tipis, tanpa inti dengan sitoplasma yang dipenuhi keratin.
Stratum Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat tipis, dan sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel terdapat desmosom.
Stratum Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta menyediakan efek pelindung pada kulit.
Stratum Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling terikat dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki.
Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, terdiri atas selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi aktivitas mitosis, sehingga stratum ini bertanggung jawab dalam proses pembaharuan sel-sel epidermis secara berkesinambungan.
Lapisan Kulit Dermis

Lapisan kulit dermis terdiri dari pembuluh darah, akar rambut, ujung syaraf, kelenjar keringat dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat tentunya menghasilkan keringat. Keringat yang dikeluarkan manusia dapat mencapai 2.000 ml setiap harinya.

Namun keringat yang dihasilkan tergantung dari tingkat kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu tubuh. Keringat mengandung air, garam dan urea. Fungsi dari lapisan kulit dermis ini adalah sebagai organ penerima rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.

Lapisan kulit dermis berada pada bagian bawah kulit epidermis yang memiliki ketebalan kulit berbeda-beda namun ketebalan kulit dapat mencapai 4 mm terutama di daerah punggung.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 40 Pengertian Antropologi Menurut Para Ahli Dunia

Lapisan kulit dermis sendiri memiliki 2 susunan stratum tanpa batas yang nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular.
Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi).
Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)
Selain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan epidermis, yaitu folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea.
Rambut yang merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis, yaitu Folikel rambut. Pada folikel rambut ini terdapat pelebaran jaringan yang berbentuk benjolan pada sebuah papilla dermis. Papila dermis tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh sel-sel yang akan membentuk korteks rambut, kutikula rambut, dan sarung akar rambut.
Kelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar keringat apokrin
Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak mengandung granula sekretoris.
Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis, dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak dan anus.
Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari 100-900 meter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin, squalene, dan kolesterol beserta esternya.

Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan dan mengandung sel lemak yang bervariasi. Jaringan ini disebut juga fasia superficial, atau panikulus adiposus. Jaringan ini mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan pembuluh limfe.

Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara stratum papilare dan retikulare, satu lagi di antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut mendarahi papila dermis. Sedangkan vena membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri, satu lagi di pertengahan dermis. Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh arteri.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sosiologi Lengkap Menurut Para Ahli

Untuk mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus, maka terdapat banyak ujung saraf, antara lain di epidermis, folikel rambut, kelenjar kutan, jaringan dermis dan subkutis, serta papila dermis. Ujung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan, sensasi taktil, suhu tinggi/rendah, nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung saraf ini meliputi ujung Ruffini, Vaterpacini, Meissner, dan Krause.

Selain itu turunan kulit yang lain adalah kuku. Kuku merupakan lempeng sel epitel berkeratin pada permukaan dorsal setiap falang distal. Lempeng kuku terletak pada stratum korneum, sedangkan dasar kuku terletak pada stratum basal dan spinosum.

Pada suhu yang terbilang cukup panas, kelenjar keringat menjadi lebih aktif dan pembuluh kapiler di kulit akan melebar. Jika pembuluh kapiler mudah melebar akan memudahkan proses pembuangan air dari sisa metabolisme dan mengaktifkan kelenjar keringat untuk terus mengeluarkan keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan.

Jika penguapan menyebabkan suhu pada permukaan kulit menurun, kita tidak akan merasakan lagi. Namun apabila suhu tubuh tidak mengalami penguapan yang berarti dan sangat berkurang, maka suhu tubuh akan tetap dan tubuh tidak mengalami kedinginan.

Fungsi Kulit , diantaranya :

Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru

Organ Pernapasan Manusia – Pengertian, Jenis, Hidung, Tenggorokan, Bronkiolus, Alveolus, Diafragma, Paru-Paru : Bernapas adalah kegiatan menghirup udara dan mengeluarkan udara. Udara mengandung berbagai komponen gas, salah satunya adalah oksigen (O2).

Organ Pernapasan Manusia Beserta Fungsinya

Pengertian Pernapasan

Dalam bernapas merupakan salah ciri dari makhluk hidup, yang semua makhluk hidup melakukan dalam proses ini, demikian juga pada manusia. Ketika bernapas, kita menghirup oksigen (O2) dan mengembuskan karbon dioksida (CO2). Kita harus menghirup oksigen karena setiap sel penyusun tubuh sangat membutuhkan oksigen.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sistem Pencernaan Dan Organ Pada Manusia Dan Hewan Beserta Gambarnya

Tanpa oksigen, pada sel-sel penyusun tubuh manusia terutama sel-sel otak akan menjadi rusak hanya dalam beberapa menit. Oksigen digunakan untuk pembakaran zat-zat makanan (protein, lemak dan karbohidrat) dalam sel-sel tubuh. Dalam pembakaran itu menghasilkan energi serta karbon dioksida. Dengan energi inilah yang digunakan manusia untuk melakukan kegiatan sehari-harinya.

Bernapas adalah kegiatan menghirup udara dan mengeluarkan udara. Udara mengandung berbagai komponen gas, salah satunya adalah oksigen (O2). Oksigen inilah yang diperlukan oleh tubuh. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan. Selanjutnya, pernapasan menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Bernapas menggunakan alat-alat pernapasan. Apa saja alat-alat pernapasan itu?

Organ Pernapasan Manusia

Didalam manusia terdapat berbagai macam organ penyusun sistem pernapasan. Pada sistem pernapasan pada manusia meliputi mekanisme secara sederhana dan organ-organ penyusun sistem pernapasan. Pada sistem pernapasan manusia meliputi semua struktur yang menghubungkan udara ked an dari paru-paru. Organ pernapasan utama berupa paru-paru. Nah untuk dapat memahami organ-organ pernapasan pada manusia dengan melihat uraian dibawah ini.

Hidung (Cavum Nasalis)

Organ hidung memiliki fungsi sebagai alat pernapasan dan indra pembau. Hidung terdiri atas lubang hidung, rongga hidung dan ujung rongga hidung. Rongga hidung memiliki rambut, banyak kapiler darah, dan selalu lembab dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh selaput mukosa.

Didalam rongga hidung, udara disaring oleh rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, maupun menyelidiki adanya bau. Pada pangkal rongga mulut yang berhubungan dengan rongga hidung terdapat suatu katup yang disebut dengan anak tekak. Saat menelan makanan anak tekak ini akan terangkat ke atas menutup rongga hidung sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam rongga hidung.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya

Tenggorokan (Faring)

Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan persimpangan antara 2 saluran, yaitu rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan / nasofarings)  pada bagian depan dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan / orofarings) pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara (pita vocalis) dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan.

Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan.

Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan, faring juga menyediakan ruang dengung (resonansi) untuk suara percakapan.

Pangkal Tenggorokan (Learing)

Laring disebut juga dengan pangkal tenggorok atau kotak suara. Laring terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun atas tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan dan gelang tulang rawan.

Pada pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan (epiglottis), pada waktu menelan makanan, epiglottis melipat ke bawah menutupi laring sehingga makanan tidak dapat masuk ke dalam laring. Sementara itu, ketika bernapas epiglottis akan membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara atau lebih dikenal dengan pita suara.

Ketika seorang anak laki-laki mencapai akil balig, hormone testosterone memperbesar laring sehingga pita suaranya lebih panjang dan jakunnya lebih menonjol. Suaranya berubah dan nadanya menurun sekitar satu oktaf. Anak wanita mengalami hal serupa, tetapi pada masa akil balig perubahannya lebih kecil. Nada suara bergantung pada ketegangan pita suara, panjang tali suara dan ketebalannya.

Batang Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Proses Respirasi Pada Manusia Dan Tumbuhan Secara Singkat

Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara.

Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut. Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.

Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).

Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan(bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.

Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit.

Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus

Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

Ciri khas bronkiolus adalah tidak adanya tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya, pada bagian awal dari cabang bronkiolus hanya memiliki sebaran sel globet dan epitel. Fungsi bronkiolus adalah sebagai media yang menghubungkan oksigen yang kita hirup agar mencapai paru-paru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit

Alveolus

Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan yang berupa gelembung-gelembung udara. Dindingnya tipis, lembab dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara.

Adanya alveolus memungkinkan terjadinya perluasan daerah permukaan yang berperan penting dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara.

Alveolus

Diafragma

Ini merupakan otot pada paru (bagian bawah) yang memiliki kubah dan itu ialah dimana pernapasan dimulai, ketika anda menarik napas diafragma berkontraksi, mendatar dan ditarik ke bawah. Dengan gerakan ini ruang paru-paru meningkat dan udara dapat ditarik ke paru-paru. Ketika anda mengeluarkan napas, diafragma mengembang, mengurangi ruang dan udara dipaksa keluar.

Paru-Paru (Pulmo)

Paru-paru ada dia dan merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru terletak dalam rongga dada. Letaknya di sebelah kanan dan kiri serta ditengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru memiliki sifat elastik, berpori dan seperti spon. Apabila diletakkan di dalam air, paru-paru akan mengapung karena mengandung udara di dalamnya. Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus.

Paru-paru kanan memiliki tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus, yang setiap lobus tersusun atas lobula. Paru-paru dilapisi oleh selaput atau membrane serosa rangkap dua disebut pleura.

Diantara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk meminyaki permukaannya sehingga mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang bergerak saat bernapas. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu saling erat bersentuhan. Namun dalam keadaan tidak normal, udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di antaranya menjadi jelas.

Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil dari pada tekanan udara luar (± 3-4 mmHg). Yang dibagian dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang merupakan perluasan permukaan paru-paru yang disebut dengan alveolus dan jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Dengan adanya alveolus, luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas dari pada luas permukaan tubuh.

Kita telah mengingat kembali berbagai macam organ-organ penyusun sistem pernapasan pada manusia. Pada manusia, organ pernapasan utamanya ialah paru-paru (pulmo) dan dibantu oleh alat-alat parnapasan lain. Jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh ialah:

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Sistem Pertahanan Tubuh Pada Manusia Beserta Fungsinya Secara Spesifik

Rongga hidung >> faring (rongga tekak) >> laring >> trakea (batang tenggorok) >> bronkus >> alveolus >> sel-sel tubuh.

Jenis-Jenis Pernapasan Pada Manusia

Jenis-jenis pernapasan pada manusia dibagi menjadi dua jenis. Yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.

Pernapasan Dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:

Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi –> tulang rusuk terangkat (posisi datar) –> Paru-paru mengembang –> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar –> udara luar masuk ke paru-paru.

Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut:

Otot antar tulang rusuk relaksasi –> tulang rusuk menurun –> paru-paru menyusut –> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar –> udara keluar dari paru-paru.

Pernapasan PerutMekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:

sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi –> posisi dari melengkung menjadi mendatar –> paru-paru mengembang –> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar –> udara masuk

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:

otot diafraghma relaksasi –> posisi dari mendatar kembali melengkung –> paru-paru mengempis –> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar –> udara keluar dari paru-paru.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Sistem Transportasi Pada Manusia

Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi

Pengertian Clostridium Tetani, Ciri, Sturktur, Sifat dan Klasifikasi adalah bakteri patogen anaerobik yang terutama ditemukan di dalam tanah dan saluran usus hewan. bakteri bersel tunggal dan tidak mengandung organel membran-terikat, seperti inti. Bakteri ini adalah Gram-positif, yang berarti tidak memiliki sebuah membran lipopolisakarida luar dan hanya memiliki tebal peptidoglikan dinding sel.

clostridium-tetani

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Clostridium Botulinum – Ciri, Klasifikasi, Karakteristik, Pathogenesis, Toksin, Tes Diagnostic, Faktor, Pencegahan Dan Pengendalian

Pengertian Clostridium Tetani

Clostridium tetani adalah bakteri patogen anaerobik yang terutama ditemukan di dalam tanah dan saluran usus hewan. Seperti karakteristik dari semua bakteri, C. tetani adalah bakteri bersel tunggal dan tidak mengandung organel membran-terikat, seperti inti. Bakteri ini adalah Gram-positif, yang berarti tidak memiliki sebuah membran lipopolisakarida luar dan hanya memiliki tebal peptidoglikan dinding sel. Namun, kadang-kadang mendirikan bakteri vegetatif noda Gram-negatif, menunjukkan pengembangan membran lipopolisakarida tipis.

Bakteri ini bersifat berbentuk batang dan flagellated dalam keadaan vegetatif, dan paha berbentuk dalam bentuk spora nya. Saat ini ada sebelas strain diidentifikasi C. tetani, dan semua jenis sebelas dikenal untuk menghasilkan neurotoxin identik dikenal sebagai tetanospasmin. Ini racun ampuh adalah penyebab kondisi saraf pusat yang dikenal sebagai tetanus, yang umumnya fatal jika tidak diobati.

Clostridium tetani (tetanus atau kejang mulut) adalah besar, Gram-positif, membentuk spora, motil, obligat, bakteri berbentuk batang yang memproduksi spora yang ditemukan berlimpah dalam tanah dan kotoran dari hewan dan manusia. Ini adalah organisme anaerobik, berkembang pada jaringan luka terluka atau mati. Meskipun luka sering terkontaminasi dengan tanah dan bakteri hadir, penyakit tidak selalu berkembang dalam sebagian besar kasus. Kondisi luka harus berisi lingkungan yang tepat untuk spora berkecambah, bakteri untuk berkembang biak, dan racun yang dihasilkan.

Tetanus masih sering tanaman di antara pengguna obat terlarang. Tanpa pengobatan, penyakit ini selalu fatal. Untuk menunjukkan seberapa cepat toksin perjalanan setelah memasuki aliran darah, seorang ilmuwan Jepang, Shibasaburo Kitasato, disuntikkan bakteri ke ujung ekor tikus dan kemudian cincang it off satu jam kemudian, tapi sudah terlambat untuk menghentikan aksinya.

Tanda dan gejala penyakit biasanya terjadi empat sampai sepuluh hari setelah cedera, tetapi dapat tertunda beberapa bulan. Sebagai spora berkembang biak di luka-luka, mereka menghasilkan eksotoksin (tetanospasmin), yang merupakan penyebab sebenarnya dari penyakit. Oleh karena itu, penyakit ini tidak dapat dianggap menular. Toksin tersebut berjalan melalui darah dan saraf ke sumsum otak dan tulang belakang, mengganggu dengan pesan-pesan dikirim ke otot. Otot-otot kemudian pergi ke kejang karena mereka tidak menerima pesan normal mereka. Seperti otot-otot wajah mulai menjelekkan, karakteristik “seringai” penyebabnya (risus sardonicus) dan pengunci rahang tanda-tanda tanda terlebih dahulu. Ini adalah kesulitan dalam membuka mulut yang akan petunjuk di tenaga medis untuk dengan apa yang mereka hadapi. Sebagai penyakit berlangsung, kejang pada otot-otot lain terjadi. Mereka bisa singkat, tapi sering sering cukup untuk menyebabkan rasa sakit yang hebat dan kelelahan. Dalam beberapa kasus, kejang begitu kuat, mereka menyebabkan tulang untuk istirahat. komplikasi pernafasan yang umum, dan tingkat kematian tinggi, terutama pada anak-anak dan orang tua. Pada kasus fatal, pemulihan memakan waktu beberapa minggu.

Pada mereka yang menunjukkan gejala klinis penyakit, antiracun adalah diberikan untuk mencegah pembentukan racun baru. Ini disebut tetanus immune globulin. Ini tidak akan membalikkan bersifat toksik dari toksin terikat pada jaringan saraf, tapi itu akan membunuh racun dalam darah. obat antispasmodic sering diberikan juga. Ada vaksin yang tersedia yang biasanya diberikan dalam conjuction dengan difteri dan batuk rejan (pertusis) sebagai vaksin DPT.

Suatu bentuk tetanus sering ditemui adalah salah satu melibatkan tali pusar bayi yang lahir di negara-negara terbelakang. Seringkali kabel dipotong dengan instrumen steril, batu tajam atau batu, dan daerah dikemas dengan kotoran, menurut adat suku. Lebih dari ½ juta bayi meninggal setiap tahun di Asia dan Afrika karena tali unbilical mereka telah diperlakukan dengan cara ini. Tetanus diakui oleh Hippocrates pada abad ke-5 SM dan kemungkinan besar di Mesir kuno juga karena kotoran adalah menyembuhkan disukai hari.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Sel Bakteri

Klasifikasi Clostridium TetaniEtiologi

Adapun klasifikasi pada bakteri ini adalah :

Kingdom : BacteriaDivision : FirmicuteClass : ClostridiaOrder : ClostridialesFamily : ClostridiaceaeGenus : ClostridiumSpecies : Clostridium tetani

Tetanus sudah dikenal oleh orang-orang yang dimasa lalu, yang dikenal karena hubungan antara luka-luka dan kekejangan-kekejangan otot fatal. Pada tahun 1884, Arthur Nicolaier mengisolasi toksin tetanus yang seperti strychnine dari tetanus yang hidup bebas, bakteri lahan anaerob. Etiologi dari penyakit itu lebih lanjut diterangkan pada tahun 1884 oleh Antonio Carle dan Giorgio Rattone, yang mempertunjukkan sifat mengantar tetanus untuk pertama kali. Mereka mengembangbiakan tetanus di dalam tubuh kelinci-kelinci dengan menyuntik syaraf mereka di pangkal paha dengan nanah dari suatu kasus tetanus manusia yang fatal di tahun yang sama tersebut. Pada tahun 1889, C.tetani terisolasi dari suatu korban manusia, oleh Kitasato Shibasaburo, yang kemudiannya menunjukkan bahwa organisme bisa menghasilkan penyakit ketika disuntik ke dalam tubuh binatang-binatang, dan bahwa toksin bisa dinetralkan oleh zat darah penyerang kuman yang spesifik. Pada tahun 1897, Edmond Nocard menunjukkan bahwa penolak toksin tetanus membangkitkan kekebalan pasif di dalam tubuh manusia, dan bisa digunakan untuk perlindungan dari penyakit dan perawatan. Vaksin lirtoksin tetanus dikembangkan oleh P.Descombey pada tahun 1924, dan secara luas digunakan untuk mencegah tetanus yang disebabkan oleh luka-luka pertempuran selama perang dunia ke-II.

Morfologi

Clostridium tetani adalah bakteri berbentuk batang lurus, langsing, berukuran panjang 2-5 mikron dan lebar 0,4-0,5 mikron. Bakteri ini membentuk eksotoksin yang disebut tetanospasmin. Kuman ini terdapat di tanah terutama tanah yang tercemar tinja manusia dan binatang. Clostridium tetani termasuk bakteri gram positif anaerobic berspora, mengeluarkan eksotoksin. Costridium tetani menghasilkan 2 eksotosin yaitu tetanospamin dan tetanolisin. Tetanospaminlah yang dapat menyebabkan penyakit tetanus.

Clostridium tetani tidak menghasilkan lipase maupun lesitinase, tidak memecah protein dan tidak memfermentasi sakarosa dan glukosa juga tidak menghasilkan gas H2S. Menghasilkan gelatinase, dan indol positif.

Fisiologi

Kuman ini hanya dapat tumbuh dalam suasana yang anaerob (obligate anaerob) dengan temperature pertumbuhan 37ºC dan pH optimum 7,4. . Hal ini disebabkan kuman ini tidak mampu menggunakan oksigen sebagai akseptor hydrogen akhir dan tidak mempunyai sitokrom, serta sitokrom oksidase sehingga tidak dapat memecah hydrogen proksidase. Karena itu bila terdapat oksigen, H2O2 cenderung tertimbun sampai mencapai level toksik.  Yang dapat menyebabkan kuman ini akan mati

Untuk mendapatkan suasana anaerob dapat dilakukan dengan 2 cara :

Lempeng agar atau tabung reaksi diletakkan dalam anaerobic jar (bejana anaerob), dimana udara dibuang dan diganti dengan nitrogen dan CO2 10% atau oksigen juga dapat dibuang dengan menggunakan gaspack.Kultur cair diletakkan dalam tabung panjang yang mengandung jaringan hewan segar (misalnya cincangan daging rebus) atau agar-agar 0,1% dari Tioglikolat. Dan ditambahkan paraffin diatasnya untuk menciptakan suasana anaerob.

Bakteri anaerob hanya dapat melangsungkan metabolismenya pada potensial reduksi oksidasi negative (E1)  yaitu dalam lingkungan yang sangat kuat mereduksi. Bentuk koloni pada Clostridium tetani, akan kita temukan  koloni yang tumbuh tipis yang meluas dalam jalinan filament yang halus pada agar darah. Pada agar darah juga akan membentuk daerah hemolisis. Pada media cooked meat broth dijumpai pertumbuhan kuman dalam jumlah kecil setelah 48 jam.1,6

Patogenesis

Clostridium tetani dalam bentuk spora masuk ke tubuh melalui luka yang terkontaminasi dengan debu, tanah, tinja binatang atau pupuk. Biasanya penyakit terjadi setelah luka tusuk yang dalam misalnya luka yang disebabkan tertusuk paku, pecahan kaca, kaleng, atau luka tembak, karena luka tersebut menimbulkan keadaan anaerob yang ideal. Selain itu luka laserasi yang kotor, luka bakar, dan patah tulang terbuka juga akan megakibatkan keadaan anaerob yang ideal untuk pertumbuhan C. Tetani ini. Walaupun demikian, luka-luka ringan seperti luka gores, lesi pada mata, telinga atau tonsil dan traktus digestivus serta gigitan serangga dapat pula merupakan porte d’entree dari C. Tetani.

Juga sering ditemukan telinga dengan otitis media perforata sebagai tempat masuk C. Tetani. Spora kuman tetanus yang ada di lingkungan dapat berubah menjadi bentuk vegetatif bila ada linkungan anaerob, dengan tekanan oksigen jaringan yang rendah. Dalam kondisi anaerobik yang dijumpai pada jaringan nekrotik dan terinfeksi, basil tetanus mensekresi 2 macam toksin: tetanospasmin dan tetanolisin. Gejala klinis timbul sebagai dampak eksotoksin pada sinaps ganglion spinal dan neuromuscular junction serta saraf otonom. Pada masa pertumbuhan eksotoksin diproduksi, yang diserap oleh liran darah sistemik dan serabut saraf perifer. Toksin dari tempat luka menyebar ke motor endplate dan setelah masuk lewat ganglioside dijalarkan secara intraaxonal kedalam sel saraf tepi, kemudian ke kornu anterior sumsum tulang belakang, akhirnya menyebar ke SSP. Hipotesis mengenai cara absorbsi dan bekerjanya toksin :

Toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawa ke kornu anterior susunan saraf pusat.Toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik, masuk ke dalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk ke dalam susunan saraf pusat. Toksin tersebut bersifat seperti antigen, sangat mudah diikat oleh jaringan saraf dan bila dalam keadaan teikat, tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh antitoksin.

Eksotoksin dari Clostridium tetani dipisahkan menjadi 2 yaitu Tetanolisisn dan Tetanospasmin. Tetanolisin yang mampu secara local merusak jaringan yang masih hidup yang mengelilingi sumber infeksi dan mengoptimalkan kondisi yang memungkinkan multiplikasi bakteri. Tetanospasmin menghasilkan sindroma klinis tetanus. Toksin ini mungkin mencakup lebih dari 5% dari berat organisme. Toksin ini merupakan polipeptida rantai ganda dengan berat 150.000 Da yang semula bersifat inaktif. Rantai berat (100.000 Da) dan rantai ringan (50.000 Da) dihubungkan oleh suatu ikatan yang sensitive terhadap protease dan dipecah oleh protease jaringan yang menghasilkan jembatan disulfida yang menghubungkan dua rantai ini.

Ujung karboksil dari rantai berat terika pada membrane saraf dan ujung amino memungkinkan masuknya toksin ke dalam sel. Rantai ringan bekerja pada presinaptik untuk mencegah pelepasan neurotransmitter dari neuron yang dipengaruhi. Tetanopasmin yang dilepas akan menyebar pada jaringan di bawahnya dan terikat pada gangliosida GD1b dan GT1b pada membran ujung saraf lokal. Jika toksin yang dihasilkan banyak, ia dapat memasuki aliran darah yang kemudian berdifusi untuk terikat pada ujung-ujung saraf di seluruh tubuh. Toksin kemudian akan menyebar dan ditransportasikan dalam axon dan secara retroged ke dalam badan sel batang otak dan saraf spinal.

Toksin ini mempunyai efek dominan pada neuron inhibitori, di mana setelah toksin menyeberangi sinapsis untuk mencapai presinaptik, ia akan memblokade pelepasan neurotransmitter inhibitori yaiutu glisin dan asam aminobutirik (GABA). Interneron yang mneghambat neuron motorik alfa yang pertama kali dipengaruhi, sehingga neuron motorik ini kehilangan fungsi inhibisinya. Lalu (karena jalur yang lebih panjang) neuron simpatetik preganglionik pada ujung lateral dan pusat parasimpatik juga dipengaruhi. Neuron motorik juga dipengaruhi dengan cara yang sama, dan pelepasan asetilkolin ke dalam celah neurotransmitter dikurangi. Pengaruh ini mirip dengan aktivitas toksin botulinum yang mnegakibatkan paralisis flaksid.

Namun demikian, pada tetanus, efek disinhibitori neuron motorik lebih berpengaruh daripada berkurangnya fungsi pada ujung neuromuscular. Pusat medulla dan hipotalamus mungkin juga dipengaruhi. Tetanospasmin mempunyai efek konvulsan kortikal pada penelitian hewan. Apakah mekanisme ini berperan terhadap spasme intermitten dan serangan autonomik, masih belum jelas. Efek prejungsional dari ujung neuromuscular dapat berakibat kelemahan diantara dua spasme dan dapat berperan pada paralisis saraf cranial yang dijumpai pada tetanus sefalik, dan myopati yang tersedia setelah pemulihan. Pada spesies yang lain, tetanus menghasilkan gejala karakteristik berupa paralisis flaksid.

Aliran eferen yang tak terkendali dari saraf motorik pada korda dan batang otak akan menyebabkan kekakuan dan spasme muscular, yang dapat menyerupai konvulsi. Refleks inhibisi dari kelompok otot antagonis hilang, sedangkan otot-otot agonis dan antagonis berkontraksi secara simultan. Spasme otot sangatlah nyeri dan dapat berakibat fraktur atau rupture tendon. Otot rahang, wajah, dan kepala sering terlihat pertama kali karena jalur aksonalnya lebih pendek. Tubuh dan anggota tubuh mengikuti, sedangkan otot-otot perifer tangan kanan dan kaki relatif jarang terlibat. Aliran impuls otonomik yang tidak terkendali akan berakibat terganggunya control otonomik dengan aktifitas berlebih saraf simpatik dan kadar katekolamin plasma yang berlebihan. Terikatnya toksin pada neuron ireversibel. Pemulihan membutuhkan tumbuhnya ujung saraf yang baru yang menjelaskan mengapa tetanus berdurasi lama.

Pada tetanus lokal, hanya saraf-saraf yang menginervasi otot-otot yang bersangkutan yang terlibat. Tetanus generalisata terjadi apabila toksin yang dilepaskan di dalam luka memasuki aliran limfa dan darah dan menyebar luas mencapai ujung saraf terminal: sawar darah otak memblokade masuknya toksin secara langsung ke dalam sistem saraf pusat. Jika diasumsikan bahwa waktu transport intraneuronal sama pada semua saraf, serabut saraf yang pendek akan terpengaruh sebelum serabut saraf yang panjang: hal ini menjelaskan urusan keterlibatan serabut saraf di kepala, tubuh dan ekstremitas pada tetanus generalisata.

Manifestasi klinis terutama disebabkan oleh pengaruh eksotoksin terhadap susunan saraf tepid an pusat. Pengaruh tersebut berupa gangguan terhadap inhibisi resinaptik sehingga mencegah keluarnya neurotransmitter inhibisi yaitu GABA dan glisin, sehingga terjadi eksitasi terus-menerus dan spasme. Kekakuan dimulai dari tempat masuk kuman atau pada otot masseter (trimus),  pada saat toxin masuk ke sumsum tulang belakang terjadi kekauan yang makin berat, pada extremitas, otot-otot bergaris pada dada, perut dan mulai timbul kejang.

Bilamana toksin mencapai korteks cerebri, penderita akan mulai mengalami kejang umum yang spontan. Tetanospasmin pada sisem saraf otonom juga berpengaruh, sehingga terjadi gangguan pernafasan, metabolism, hemodinamika, hormonal, saluran cerna, saluran kemih, dan neuromuscular. Spasme larynx, hipertensi, gangguan irama jantung, hiperpirexi, hyperhidrosis merupakan penyulit akibat gangguan saraf otonom, yang dulu jarang dilaporkan karena penderita sudah meninggal sebelum gejala timbul. Dengan penggunaan diazepam dosis tinggi dan pernafasan mekanik, kejang dapat diatasi namun gangguan saraf otonom harus dikenali dan dikelola dengan teliti.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit

Struktur Antigen dan TransmisiStruktur antigen

Antigen flagella (H), somatic (O) dan antigen spora  dapat dijumpai pada Clostridium tetani. Antigen spora berbeda dari antigen H  dan antigen O pada sel somatic. Organisme ini dapat dibagi menjadi 10 tipe berdasarkan antigen flagellarnya. Clostridium tetani mempunyai kelompok agglutinasi somatic tunggal untuk semua strain yaitu dengan menggunakan fluorescein-labeled antisera. Dan menghasilkan neurotoksin dari tipe antigenic yang sama, yaitu tetanospasmin serta dinetralisasi dengan antitoxin tunggal.

Transmisi

Spora dari Clostridium tetani ini banyak tersebar luas di tanah dan dijumpai pula pada tinja manusia dan hewan. Jalan masuk spora ke tubuh biasanya melalui luka misalnya luka akibat tertusuk jarum pada kaki, penggunaan jarum suntik yang tidak steril pada penderita ketergantungan obat, perawatan luka yang kurang baik. Tapi spora yang masuk tidak bersifat invasive dia hanya yang terlokalisir di daerah luka saja.. Jaringan yang rusak dan gangguan aliran darah pada luka serta lingkungan yang anaerob merupakan tempat yang disukai oleh spora Cl. tetani ini untukmembentuk kolonisasi.2,7

Tetanus bisa menyerang semua golongan umur. Di negara berkembang, tetanus pada anak masih menjadi masalah besar. Biasanya disebabkan ketidaksterilan alat pada pemotongan umbilicus bayi pada saat lahir atau sirkumsisi yang tidak steril. Tercatat kematian neonatus akibat tetanus di Bangladesh berkisar antara 112 – 330 kasus.9 Dari Program nasional surveillance Tetanus di Amerika Serikat, diketahui rata-rata usia pasien tetanus dewasa berkisar antara 50 – 57 tahun. 7

Toksin

Sel vegetatif  dari Cl. tetani menghasilkan toksin tetanospasmin  (BM 150.000) yang tersusun oleh protease bacterial dalam dua peptide (BM 50.000 dan 100.000) dihubungkan oleh ikatan disulfida. Mulanya toksin berikatan dengan reseptor prasinaps pada motor neuron. Kemudian bergerak ke hulu melalui sistem  transport aksonal retrograd menuju cell bodies neuron-neuron tesebut  hingga medulla spinalis dan batang otak. Toksin berdifusi ke terminal dari sel inhibitor, termasuk interneuron glisinergik dan neuron yang mensekresi asam aminobutirat dari batang otak. Toksin menurunkan sinaptobrevin, yaitu suatu protein yang berperan dalam mengikat vesikel neurotransmitter pada membrane prasinaps. Pengeluaran glisin inhibitor dan asam aminobutirat gama diblok dan motor neuron tidak dihambat. hiperrefleksia , spasme otot dan paralysis spastic terjadi. Toksin dalam jumlah yang sangat kecil bisa mematikan manusia.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Borrelia Burgdorferi Dalam Biologi

Ciri Clostridium Tetani

Dalam pembuatan tetanospasmin, sutau toksin biologis merupakan fitur karaktersitik bakteri ini. Yang penampilan aneh ini disebabkan sporulasi yang terjadi di dalam sel. Clostridium tetani sensitif terhadap panas. Clostridium tetani ialah anaerob obligat dan harus bergantung pada fermentasi.

Sebagai anaerob obligat, tidak dapat mentolerir adanya oksigen Clostridium tetani dikenal untuk menyebabkan tetanus, spora bakteri imi memasuki tubuh melalui luka terbuka dan berkecambah sekali di dalam. Clostridium tetani bergerak dengan menggunakan flagela berputar. Organisasi flagella ini ialah peritrichous yang berarti bahwa ada flagela acak berbagai macam sekitar sel.

Clostridium tetani ditemukan di banyak lingkungan yang berbeda tapi pling sering di tanah, debu atau sedimen. Mereka juga ditemukan di saluran usus manusia dan hewan dimana mereka menjadi patogen. Seiring dengan tatanospasmin, Clostridium tetani menghasilkan eksotoksin yang disebut dengan tatanolysin. Bakteri ini terdapat pada bagian luar tubuh manusia dan tersebar luas di tanah.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Virus Pemakan Bakteri ( Bakteriofag ) Beserta Penjelasannya

Sifat Bakteri dan Penyakit Yang ditimbulkan
Sifat Bakteri

Bakteri ini bersifat berbentuk batang dan flagellated dalam keadaan vegetatif, dan paha berbentuk dalam bentuk spora nya. Saat ini ada sebelas strain diidentifikasi C. tetani, dan semua jenis sebelas dikenal untuk menghasilkan neurotoxin identik dikenal sebagai tetanospasmin. Ini racun ampuh adalah penyebab kondisi saraf pusat yang dikenal sebagai tetanus, yang umumnya fatal jika tidak diobati.

Sifat-Sifat Bakteri

Mengeluarkan exotoxin yg bsf neurotoxin.Anaerob, spora lbh besar dari selnya,terminal.Dlm btk spora hdp bertahun2.Dapat ditemukan di tanah dan kotoran herbivor, terutama kuda.Penyakit yang ditimbulkannya
Menimbulkan Tetanus.Masa inkubasi 3- 21 hari.Merupakan komplikasi pada luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan,penyuntikan, gigitanbinatang, aborsi, melahirkan,atau lika pemotongan umbilicus.Luka tusuk yg dlm lbh mmgknkan terjadi tetanus dibanding luka permukaan/lecet

Penyuntikan tdk steril (narkoba),berisiko tinggi tetanus.

Penderita tetanus, kdg lupa kalau pernah terluka,atau lukanya sdh sembuh.Gejala tetanus disebabkan oleh toxin tetanus yg bersft neurotoxin,dimulai dgn adanya rasa kaku /kram pd otot sekitar luka.Hiperefleksi pd tendon extremitas yg dekat dgn luka, kaku pada leher,rahang dan muka, yg terasa sakit, dan terjadi juga gangguan menelan,kejang otot slrh tubuh,berupa kontraksi tonis yg sangat kuat,berlgsg bbrp detik-menit, berulang2, bersama dgn gangguan otot pernapasan, & jantung,mengakibatkan kematian.

Bahan Pemeriksaan Laboratorium :

Diambil dari luka dan jaringan.Pd tetanus, diagnosa didasarkan pd gejala klinik dan anamnesis adanya luka.Pengobatan dgn antitetanus toxin dan antibiotika segera dilakukan tanpa menunggu hasil pemeriksaan lab.Specimen diperiksa ,stlh pewarnaan Gram, kmdn di kultur.

Pencegahan :

Perawatan luka yg baik,terutama luka tusuk yg dalam dan terkontaminasi tanah.Pemberian antitoxin serum pd penderita yg diduga terkontaminasi Clostridium tetani.Imunisasi aktip, baik bersama diphteri dan pertusis(DPT),atau tersendiri (TT).Vacsin TT pd ibu hamil/ akan hamil, u/ mencegah tetanus neonatorum.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi

Gejala Akibat Clostridium Tatani

Bakteri ini bersifat an-aerob clostridium tetani yang mana sporanya ini dapat hidup selama bertahun-tahun di dalam tanah dan kotoran hewan. Jika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh manusia, bisa terjadi infeksi baik pada luka yang dalam maupun luka yang dangkal, setelah proses persalinan bisa terjadi infeksi pada rahim ibu dan pusar bayi yang baru lahir (tatanus neonatorum) yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala infeksi ialah racun yang dihasilkan oleh bakteri, bukan bakterinya.

Gejala-gejala ini biasanya muncul dalam waktu 5 hingga 10 hari setelah terinfeksi tetapi bisa juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah terinfeksi. Gejala yang paling sering ditemukan ialah kekauan rahang. Yang lainnya berupa gelisah, gangguan menelan, sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan, menggigil, kejang otot dan kaku kuduk, lengan serta tungkai. Hanya 2 cm saja, rasanya sakit.

Kejang otot rahang yang dikenal juga dengan trismus atau kejang mulut ini bersamaan dengan timbulnya pembengkakan, rasa sakit dan kaku di otot leher, bahu atau punggung. Kejang-kejang secara cepat merambat ke otot perut, lengan atas dan paha. Penderita bisa mengalami kesulitan dalam membuka rahangnya (trismus). kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi penderita seperti menyeringai dengan kedua alis yang terangkat.

Kekakuan atau kejang otot-otot perut, leher dan punggung bisa menyebabkan kepala dan tumit penderita tertarik ke belakang sedangkan badannya melengkung ke depan. Kejang pada otot sfingter perut bagian bawah bisa menyebabkan sembelit dan tertahannya air kemih. Hal yang demikian ini juga menyebabkan gangguan pernapasan sehingga terjadi kekurangan oksigen. Kondisi seperti inilah yang biasanya tak dapat lagi diberikan pertolongan, karena kematian siap merenggut jika terjadi serangan pada syaraf ini.

Untuk penyembuhan umumnya terjadi selama 4 hingga 6 minggu, tetanus dapat dicegah dengan pemberian imunisasi sebagai bagian dari imunisasi DPT. Setelah lewat masa kanak-kanak imunisasi dapat terus dilanjutkan walaupun telah dewasa. Hal ini dianjurkan setiap interval 5 hingga 10 tahun: 25,30, 35 dan seterusnya. Untuk wanita hamil sebaiknya diimunisasi juga dan melahirkan di tempat yang terjaga kebersihannya.

Gejala-gejala Klinik

Kejang tetanic, trismus, dysphagia, risus sardonicus (sardonic smile).Adanya luka yang mendahuluinya.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 15 Ciri-Ciri Archaebacteria Dan Eubacteria Lengkap

Pengobatan Clostridium Tatani

Masa inkubasi penyakit tetanus ini berkisar antara 5 hari  – 15 minggu, rata-rata 8-12 hari. Timbulnya gejala klinis biasanya mendadak, didahului oleh ketegangan otot terutama otot rahang (lock jaw) dan leher. Kemudian timbul kesukaran membuka mulut (trismus) karena spasme dari otot maseter. Diikuti dengan kejang pada kuduk, dinding perut dan sepanjang tulang belakang (opistotonus). Bila serangan kejang tonik sedang berlangsung, tampak risus sardonicus, akibat spasme otot muka. Serangan dapat dicetuskan oleh rangsang suara, cahaya maupun sentuhan, akan tetapi dapat juga timbul spontan. Karena kontraksi sangat kuat dapat terjadi asfiksia dan sianosis, retensi urin bahkan dapat terjadi fraktur columna vertebralis (pada anak).

Ciri khas dari penderita tetanus ini, walau telah terjadi kejang tonik diseluruh otot-otot bergaris, pasien masih dalam kesadaran penuh dan merasa sangat nyeri.  Kematian biasanya terjadi akibat gangguan mekanisme pernafasan. Angka kematian tetanus secara umum masih sangat tinggi.

Diagnosis

Diagnosis biasanya berdasarkan gejala klinis dan anamnesis adanya luka, misal : riwayat luka, berapa lama lukanya, keadaan luka, meskipun hanya 50 % pasien tetanus menderita luka yang menyebabkannya meminta pertolongan medis. Diagnosa banding utama adalah keracunan sriknin. Biakan anaerob dari jaringan luka yang terkontaminasi dapat menunjukkan adanya C. tetani, tetapi biasanya pemberian antitoksin tidak perlu menunggu hasil biakan ini. Jadi pada  setiap kasus kecelakaan tanpa gejala klinis sudah langsung diberikan pencegahan dengan suntikan ATS. 2,9

Bukti isolasi Cl.tetani harus didasarkan pada pembentukan  toksin dan uji netralisasi toksin dengan antitoksin yang spesifik.

Komplikasi

Penyumbatan jalan nafas merupakan komplikasi utama pada penyakit tetanus ini. Retensi urun dan konstipasi juga dapat terjadi akibat spasme otot sphincter. Pada kasus berat terjadi gagal nafas dan payah jantung yang mengancam kelangsungan hidup. 

Pengobatan

Hasil pengobatan tetanus tidak memuaskan. Karena itu pencegahan sangat penting. Pencegahan tetanus tergantung pada :

Imunisasi  aktif dengan toksoid.Perawatan yang baik pada luka yang terkontaminasi dengan tanah.Pemakaian antitoksin sebagai pencegahan.Pemberian penicillin.

Jadi bila dijumpai penderita yang menunjukkan gejala klinis tetanus yang harus dilakukan adalah : 10

Memberikan bantuan ventilasi dengan pemberian oksigen.Memberikan obat pelemas otot atau sedative,  missal pemberian diazepam 0,5 – 1,0 mg / kgbb/ 4 jam, secara intavena.Memberikan antitoksin dosis tinggi  ( 3.000- 10.000 unit immunoglobulin tetanus) secara intravena untuk menetralkan toksin yang belum terikat dengan jaringan saraf. Namun kemanjuran antitoksin ini untuk pengobatan masih diragukan, kecuali pada tetanus neonatorum, dimana pengobatan ini dapat menyelamatkan nyawanya.Pemberian Prokain Penicillin 1, 2 juta unit perhari dapat menghambat pertumbuhan Clostridium tetani dan menghentikan toksin lebih lanjut. Antibiotik ini juga dapat mengendalikan infeksi piogenik yang menyertainya.Perawatan luka yang baik untuk menghilangkan jaringan nekrotik.Isolasi untuk menghindari dari rangsang luar.

Bila individu yang sebelumnya telah diimunisasi lalu menderita luka yang membahayakan, suatu dosis toksoid tambahan sebaiknya disuntikkan untuk merangsang pembentukan antitoksin. 2

Prognosis

Prognosa jelek  bila masa inkubasinya semakin pendek, cepat timbul kejang dan pengobatan yang terlambat Tingkat kematian mencapai 40%, tapi dapat diturunkan dengan adanya alat bantu pernafasan.11

Pengendalian

Imunisasi aktif secara massal dengan toksoid tetanus harus diwajibkan. Tiga suntikan merupakan imunisasi dasar, diikuti degan dosis ulangan kira-kira satu tahun kemudian. Suntikan booster toksoid diberikan waktu masuk sekolah. Setelah itu diberikan booster dengan jarak 10 tahun untuk mempertahankan kadar serum antitoksin lebih dari 0,01 unit per milliliter. Pada anak kecil. Toksoid tetanus sering digabung dengan toksoid difteri dan pertusis

DAFTAR PUSTAKA1. Joklik, Willet, Amos ; Zinsser Microbiology, Seventeenth Edition, Appleton-Century-Crofts, 1980, pp.847-851.
2. Jawetz, Melnick & Adelberg’s, Medical Microbiology, McGraw-Hill Companies Inc, Twenty Second Edition, 2001, pp.
3. Kenneth Todar; University of Winconsin-Madison Departement of Bacteriology, 2005, Available from URL ; http: //gsbs.utmb.edu/microbook/cho18.htm.
4. Kenneth Todar; University of Winconsin-Madison Departement of Bacteriology, 2005, Available from URL ; http: //textbook of bacteriology.net/clostridia.html.
5. Levinson & Jawetz, Medical Microbiology & Immunology, McGraw-Hill Companies, Seventh Edition, pp. 109 – 110.
6. Tony Hart, Paul Shears; Atlas Berwarna Mikrobiologi Kedokteran, Copyright Times-Mirros International Publishers Limitted, 1996, hal. 170 – 174.
7. Eugene W.Nester, Denise G. Anderson, C. Evans Roberts,Jr, Nancy N. Pearsall, Martha T. Nester, Microbiology a Human Perspective, Fourth Edition, Mc Graw Hill, 2004, pp. 698-701.
8. Staf pengajar FK UI, Mikrobiologi Kedokteran, Binarupa Aksara, 1993, hal. 126 – 127.
9. Lawrence M.Terney,Jr.MD, Stephen J.McPhee,MD, Maxine A.Papadakis,MD; Current Medical Diagnosis & Treatment 2001, 40th edition, McGraw-Hill Companies, 2001, pp.1357-1358.
10. Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 1, Edisi ketiga, Balai Penerbit FK UI, 1996, hal. 474 – 476.
11. Bongard, Sue, Current Critical Care Diagnosis & Treatment, Second Edition, McGraw-Hill Companies, 2002, pp. 432 – 434.

Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi

Pengertian Bacillus Anthracis, Ciri, Faktor, Penyakit dan Pengobatan adalah bakteri pathogen penyebab penyakit anthraks. Penyakit ini biasanya menyerang hewan ternak maupun manusia yang kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi. berbentuk batang, berukuran 1,6

bacillus-anthracis

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya

Pengertian Bacillus Anthracis

Bacillus anthracis meupakan bakteri pathogen penyebab penyakit anthraks. Penyakit ini biasanya menyerang hewan ternak maupun manusia yang kontak dengan hewan yang sudah terinfeksi. Bacillus anthracis merupakan bakteri berbentuk batang, berukuran 1,6 μm, tidak mempunyai alat gerak atau motil, merupakan bakteri gram positif dan bersifat aerob. Bacillus anthracis memiliki dua tahap dalam siklus hidupnya yaitu fase vegetatif dan spora. Dalam mempertahankan siklus hidupnya Bacillus anthracis membentuk dua sistem pertahanan yaitu spora dan kapsul. Dalam menginfeksi sel inangnya spora anthrax mengeluarkan 2 racun yaitu, edema toxin dan lethal toxin. Penyebaran spora anthrax dapat melalui kontak langsung/melalui kulit, melalui saluran pernpasan, dan melalui per oral atau saluran pencernaan, hal ini dapat menyebabkan macam-macam penyakit anthrax,seperti anthrax kulit, anthrax saluran pernapasan, anthrax saluran pencernaan dan dapat sampai ke otak yang disebut anthrax otak/meningitis. Penyakit antharax yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis dapat dicegah dengan vaksin anthrax dan dapat diobati dengan berbagai macam antibiotika

Bacillus anthracis ditemukan tahun 1849 oleh Davaine dan Bayer, dan pada tahun 1855 diidentifikasi oleh Pollender. Braver pada tahun 1857, mampu mendemonstrasikan pemindahan penyakit anthrax dengan melakukan inokulasi darah hewan yang terinfeksi anthrax. Pada tahun 1877, Robert Koch mampu membuat biak murni Bacillus anthracis, membuktikan kemampuan bakteri tsb membentuk endospora dan mengenali lebih lanjut sifat-siat bakteri anthrax tersebut.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit

Fisiologi Bacillus Anthracis

Dalam mempertahankan siklus hidupnya, Bacillus anthracismembentuk dua system pertahanan, yaitu kapsul dan spora. Dua bentuk inilah, terutama spora yang menyebabkan Bacillus anthracis dapat bertahan hidup hingga puluhan tahun lamanya.

Sedangkan kapsul merupakan suatu lapisan tipis yang menyelubungi dinding luar dari bakteri. Kapsul ini terdiri atas polipeptida berbobot molekul tinggi yang mengandung asam D-glutamat dan merupakan suatu hapten. Bacillus anthracis dapat membentuk kapsul pada rantai yang berderet. Pada media biasa, kapsul Bacillus anthracis tidak terbentuk kecuali pada galur Bacillus anthracis yang ganas. Lebih jauh, bakteri ini akan membentuk kapsul dengan baik jika terdapat pada jaringan hewan yang mati atau pada media khusus yang mengandung natrium bikarbonat dengan konsentrasi karbondioksida (CO2) 5 persen. Kapsul inilah yang berperan dalam penghambatan fagositosis oleh sistem imun tubuh, dan juga dapat menentukan derajat keganasan atau virulensi bakteri.

Taksonomi Bacillus Anthracis

Kingdom : BacteriaFilum : FirmicutesKelas : BacilliOrdo : BacillalesFamili : BacillaceaeGenus : BacillusSpesies : Bacillus anthracis

Selain itu, Bacillus anthracis juga membentuk spora sebagai bentuk resting cells. Pembentukan spora akan terjadi apabila nutrisi esensial yang diperlukan tidak memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan, prosesnya disebut sporulasi. Spora berbentuk elips atau oval, letaknya sentral dengan diameter tidak lebih dari diameter bakteri itu sendiri. Spora Bacillus anthracis ini tidak terbentuk pada jaringan atau darah binatang yang hidup, spora tersebut tumbuh dengan baik di tanah maupun pada eksudat atau jaringan hewan yang mati karena antraks. Di sinilah keistimewaan bakteri ini, apabila keadaan lingkungan sekitar menjadi baik kembali atau nutrisi esensial telah terpenuhi, spora akan berubah kembali menjadi bentuk bakteri. Spora�spora ini dapat terus bertahan hidup selama puluhan tahun dikarenakan sulit dirusak atau mati oleh pemanasan atau bahan kimia tertentu, sehingga bakteri tersebut bersifat dormant, hidup tapi tak berkembang biak.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi

Etiologi, Ekologi dan Epidemiologi

Penyebab penyakit anthrax adalah bakteri berbentuk batang, berukuran 1-1,5 mikron kali 3-8 mikron, bersifat aerobic, nonmotil, gram positif yang disebut Bacillus antrachis. Apabila spesimen ini diambil dari hewan sakit, bakteri berbentuk rantai pendek dikelilingi oleh kapsul yang terlihat jelas.

Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang merupakan bakteri gram positif non motil dan berspora. Di bawah mikroskop tampak terlihat seperti barisan batang panjang dengan ujung-ujungnya siku, sementara di dalam tubuh inang, Bacillus anthracis tidak terlihat rantai panjang, biasanya tersusun secara tunggal atau pendek serta melindungi dirinya dalam kapsul, dan akan membentuk spora segera setelah berhubungan dengan udara bebas karena  spora diketahui dapat bertahan hidup bertahun-tahun di dalam tanah yang cocok dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia.

Oleh karena itu, bangkai hewan yang positif terkena anthrax atau mati dengan gejala anthrax tidak diperbolehkan dibedah untuk menutup peluang bakteri anthrax bersinggungan dengan udara.  Hewan yang mati akibat anthrax harus langsung dikubur atau dibakar.  Semua peralatan kerja yang pernah bersentuhan dengan hewan sakit harus direbus dengan air mendidih minimal selama 20 menit. Bacillus anthracis tidak begitu tahan terhadap suhu tinggi dan berbagai desinfektan dalam bentuk vegetatif.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 15 Ciri-Ciri Archaebacteria Dan Eubacteria Lengkap

Ciri dan Karekteristik Bacillus Anthracis

Bacillus anthracis ini memiliki gen dan ciri-ciri yang menyerupai Bacillus cereus, sejenis bakterium yang biasa ditemukan dalam tanah di seluruh dunia, dan juga menyerupai Bacillus thuringiensis, pantogen kepada larva Lepidoptera. Bakteri Bacillus anthracis ini menyebabkan penyakit antraks, penyakit ini terutama menyerang herbivora di daerah tropis di dunia. Manusia juga dapat tertular antraks, baik oleh kecelakan paparan B. anthracis atau sebagai konsenkuensi dari kegiatan bioteroris.

Untuk faktor yang paling penting yang menentukan kapasitas yang menyebabkan penyakit B. anthracis ialah toksin antraks dan kapsul. Dengan memproduksi yang sebut virulensi faktor B. anthracis dapat menghindari sistem kekebalan tubuh dari tuan rumah, sehingga memungkinkan proliferasi bakteri di dalam tubuh. Bacillus anthracis ialah Eubacteria dengan memiliki ukuran panjang 3 hingga 5 mikromter, dengan lebar mereka ialah 1 hingga 1,2 mikrometer. Bakteri ini mensintesis protein yang disebut D-glutamat, ini ialah satu-satunya Eubacterium yang mampu menghasilkan kapsul protein. Bacillus anthracis tumbuh baik pada lingkungan aerobik dan anaerobik di laboratorium.

Ciri-ciri :

Berbentuk batang lurusUkuran 1,6μmMerupakan bakteri gram positif dan bersifat aerobBersifat PatogenTidak tahan terhadap suhu tinggiMempunyai kemampuan membentuk sporaTidak mempunyai alat gerak (motil)Berkapsul dan tahan asamDinding sel bakteri merupakan polisakarida somatik yang terdiri dari N-asetilglukosamin dan D-galaktosaeksotoksin kompleks yang terdiri atas Protective Ag (PA), Lethal Factor (LF), dan Edema Factor (EF)

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi

Sifat Bacillus Anthracis

B.anthracis tersifat sebagai gram positif, non motil, bentuk batang yang berukuran besar 1-1,3 X 3-10 mikron meter, dengan ke-empat sudutnya membentuk siku-siku. Bakteri anthrax mampu membentuk spora, bentuk oval, yang berukuran 0,75 X 1,0 mikron meter. Adanya spora tersebut tidak menyebabkan pembengkaan sel. Sel vegetatif bakteri dilengkapi kapsula yang erat kaitannya dengan virulensi bakteri anthrax.

Bakteri gram positif ini mempunyai ukuran 3-5 m x 1-1.2 m. Berbentuk batang lurus dengan susunan dua dua atau seperti rantai. Dinding sel dari bakteri ini merupakan polisakarida somatik yang terdiri dari N-asetilglukosamin dan D-galaktosa. Selanjutnya, dalam sel bakteri antraks ini juga terdapat eksotoksin kompleks yang terdiri atas protective Ag (PA), lethal factor (LF), dan oedema factor (EF). Peran ketigannya itu terlihat sekali dalam menimbulkan gejala penyakit antraks. Tepatnya, ketiga komponen dari eksotoksin itu berperan bersama-sama. Potective Ag berfungsi untuk mengikat reseptor dan selanjutnya lethal factor. Sedangkan oedema factor akan memasuki sistem sel dari bakteri. Oedema factor merupakan adenilsiklase yang mampu meningkatkan cAMP sitoplasma sel, sedangkan fungsi spesifik dari lethal factor masih belum diketahui.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Virus Pemakan Bakteri ( Bakteriofag ) Beserta Penjelasannya

Penyakit Bacillus Anthracis

Penyakit yang ditimbulkan oleh Bacillus anthracis yaitu anthraks kulit, anthraks saluran pencernaan, anthraks saluran pernapasan, dan dapat sampai ke otak yang disebut anthraks otak atau meningitis. Anthraks kulit terjadi karena disebabkan infeksi pada kulit sehingga spora Bacillus anthracisdapat masuk melalui kulit. Anthraks saluran pencernaan yang disebabkan karena spora Bacillus anthracis yang tebawa oleh makanan yang telah terinfeksi dan sampai ke saluran pencernaan. Anthraks saluran pencernaan yang disebabkan karena spora Bacillus anthracis yang terhirup.

Penyebaran

Hampir semua hewan berdarah panas bisa terkena penyakit antraks. Di Indonesia, penyakit ini sering dijumpai pada kerbau, sapi, kambing, domba, kuda, dan babi. Dari segi epidemiologi bacillus anthracis ini menyukai tanah berkapur dan tanah yang bersifat basa (alkalis). Umumnya antraks menyerang hewan pada musim kering (kemarau),
dimana rumput sangat langka, sehingga sering terjadi pada ternak (terutama kuda) tertular lewat makan rumput yang tercabut sampai akarnya. Lewat akar rumput inilah bisa terbawa pula spora dari antraks.

Penularan Penyakit
Antrhax merupakan penyakit zoonis yang menyerang sapi, domba, kuda, dan lain-lain bahkan dapat menyerang manusia. Pada umumnya ada 3 cara penularan penyakit anthrax ke manusia, yaitu :

Kontak langsung dengan bibit penyakit yang ada di tanah/rumput, hewan yang sakit, maupun bahan-bahan yang berasal dari hewan yang sakit seperti kulit, daging, tulang dan darah.Bibit penyakit terhirup orang yang mengerjakan bulu hewan (domba dll) pada waktu mensortir. Penyakit dapat ditularkan melalui pernapasan bila seseorang menghirup spora Antraks.Memakan daging hewan yang sakit atau produk asal hewan seperti dendeng, abon dll.Gejala

Anthrax Kulit
Biasanya terjadi pada permukaan lengan atau tangan sering diikuti pada wajah dan leher. Papul pruritik timbul 1-7 hari setelah masuknya organisme atau spora lewat luka. Pada awalnya menyerupai gigitan serangga. Papul dengan cepat berkembang menjadi vesikel, kemudian pastul, dan akhirnya menjadi ulkus nekrotik. Khas lesi berdiameter 1-3 cm dan memiliki eschar hitam di tengah. Kemudian timbul edema, limfangitis, limfadenopati dan gejala sistemik. Setelah 7-10 hari, eschar berkembang penuh, menjadi
kering, lusen dan terpecah-pecah.

Anthrax Saluran Pencernaan

Gejala awal rasa sakit perut yang hebat, mual, muntah, tidak nafsu makan dan suhu tubuh meningkatKonstipasi diikuti diarhe akut berdarahHematemesisToxemiaShock dan meninggal biasanya kurang dari 2 hari.

Anthrax Saluran Pernapasan

Sangat jarang terjadi biasanya akibat dari perluasan antraks tipe kulit atau karena menghirup udara yang mengandung spora antraksGejala awal ringan dan spesifikdimulai dengan lemah, lesu, subfebril, batuk non produktif (seperti tanda-tanda bronchitis)kemudian mendadak dispnoe, sianosis, stridor dan gangguan respirasi beratshock, meninggal biasanya dalam waktu 24 jam.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Monera – Sejarah, Ciri, Golongan, Bakteri, Jenis, Peran, Ganggang Biru, Contoh

Penularan dan Faktor Bacillus Anthracis

Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah, tanaman, maupun bahan dari hewan sakit (kulit, daging, tulang atau darah). Mengonsumsi produk hewan yang kena anthrax atau melalui udara yang mengandung spora, misalnya, pada pekerja di pabrik wool atau kulit binatang. Karenanya ada empat tipe anthrax, yaitu anthrax kulit, pencernaan/anthrax usus, pernapasan/anthrax paru dan anthrax otak. Anthrax otak terjadi jika bakteri terbawa darah masuk ke otak. Masa inkubasi anthrax kulit sekitar 2 – 5 hari, walaupun masa inkubasi dapat mencapai 60 hari. Tingkat kematian manusia akibat Anthrax mencapai 18%. Penyakit Anthrax memang layak ditakuti karena sangat mematikan. Sapi, domba atau kambing yang terserang, akan mengalami kematian dalam hitungan jam. Kemampuan membunuh yang sangat cepat ini justru ada baiknya, karena penularan penyakit anthrak sangat lambat dan tak meluas (endemik, sporadik).

Faktor Virulensi

Bacillus anthracis penyebab penyakit anthrax memiliki dua faktor virulen yaitu kapsul polimer asam G d-glutamat dan eksotoksin yang membantu invasinya pada inang. Peranan biokimiawi eksotoksin (faktor virulen ekstraseluler) yang terdiri dari antigen protektif/ Protective Agent (PA), faktor edema/ Eudema Factor (EF) dan faktor letal/ Lethal Factor (LF) dalam patogenesis anthrax. Dapat disimpulkan bahwa : Molekul PA berperan sebagai kargo pembawa LF atau EF ke dalam sel inang. Faktor edema menyebabkan peningkatan kadar siklik adenosin mono fosfat (cAMP), sedangkan faktor letal menyebabkan pemutusan rantai molekul protein kinase dalam sel. Kedua mekanisme ini bertanggung jawab terhadap virulensi Bacillus. anthracis.

Patogenesis

Pada hewan, yang menjadi tempat masuknya kuman adalah mulut dan saluran cerna. Adapun pada manusia, masuknya spora lewat kulit yang luka (antraks kulit), membran mukosa (antraks gastrointestinal), atau lewat inhalasi ke paru-paru (antraks pernafasan). Spora tumbuh pada jaringan tempat masuknya mengakibatkan edema gelatinosa dan kongesti. Basil menyebar melalui saluran getah bening ke dalam aliran darah, kemudian menuju ke jaringan, terjadilah sepsis yang dapat berakibat kematian.

Simptomatologi

Hewan yang menderita antraks antara lain ditandai dengan demam tinggi, gelisah, sesak napas, kejang dan diikuti dengan kematian. “Gejala lainnya ialah darah segar keluar dari mulut, telinga dan dubur atau alat kelamin.”

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Ciri Bakteri

Gejala Klinik Bacillus Anthracis

Pada sapi, kerbau dan kuda umumnya anthrax bersifat akut atau perakut disertai septicemia. Oleh karena itu, kematian hewan secara mendadak, terutama jika terjadi didaerah endemic anthrax, tidak boleh langsung dilakukan autopsi, tetapi harus diyakinkan dahulu lewat pemeriksaan darah perifer( misalnya dari daun telinga) dan diberi pewarnaan cepat untuk memberikan gambaran sementara apakah anthrax atau bukan. Bila ada dugaan anthrax, bangkai harus segera di temukan darah yang berwarna hitam pekat yang sulit menggumpal keluar dari lubang ( anus , hidung,telinga). Sesaat sebelum hewan mati. Bangkai ternak yang mati oleh anthrax cepat membusuk.

Pada kuda, selain demam tinggi sering ditemukan pula oedema sub kutis di daerah pectoral, inguinal , scrotum dan bawah kepala. Beberapa kuda mengalami hiperhidrosis dan kolik. Gejala diare dapat ditemukan pada beberapa ekor hewan. Keparahan penyakit dipengaruhi status kekebalan hewan, jumlah spora yang menginfeksi dan virulensi bakteri yang menyerang.

Apabila penularan terjadi per os, bakteri anthrax akan masuk sistem limfatik dan menimbulkan limfangitis dan lymphadenityis yang kemudian menimbulkan septicemia. Bila bakteri masuk ke saluran pencernaan bagian tengah dan bawah akan menimbulkan enteritis ulceratie et haemorrhagica. Perkembangan bakteri anthrax dalam sistem limfatik relatif lambat, tetapi begitu masuk ke dalam aliran darah,bakteri ini berkembang dengan sangat cepat yang berlangsung terus sampai kematian. Kematian umumnya disebabkan oleh pengaruh prototoksin yang menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat berupa kelumpuhan pusat respirasi dan mengakibatkan hipoksia.

Diagnosis Bacillus Anthracis

Diagnosis, baik pada hewan maupun manusia, dapat ditegakkan berdasarkan epidemiologi (sejarah kejadian anthrax masa lalu, jenis hewan terserang, ada atau tidak adanya penularan ke manusia) dan gejala klinik. Peneguhan diagnosis dilakukan secara laboratorik dengan isolasi agen penyakit dan uji serologi FAT.

Pada manusia, spesimen untuk pemeriksaan laboratorik dapat diambil dari cairan vesikel, jaringan tubuh, darah (sewaktu septicemia) dan usapan langsung (direct smear) dari lesi kulit. Pewarnaan Giemza terhadap preparat usapan langsung perlu dilanjutkan dengan upaya isolasi bakteri karena dapat keliru dengan bakteri lain berbentuk batang, misalnya Bacillus subtilis. Pemeriksaan secara FAT yang mempunyai sensivitas dan ketetapan (sensivity and specifity) tinggi bisa dilakukan apabila menggunakan mikroskop fluorescence.

Pada hewan, spesimen dapat berupa darah perifer dari daun telinga yang diambil dengan jarum, kemudian diisapkan pada kertas saring, kapur tulis, atau kapas jika hewan masih hidup. Apabila hewan sudah mati, spesimen dapat diambil dari potongan daun telinga, cairan oedema, tulang, kulit dan bahan lain yang tercemar. Deteksi antigen dapat dilakukan dengan uji Ascoli.

Mekanisme Inveksi Bacillus Anthracis

Sel masuk ke dalam tubuh dalam bentuk spora, spora kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuh, dalam sistem kekebalan tubuh, spora aktif dan mulai berkembang biak dan menghasilkan dua buah racun, yaitu : Edema Toxin meupakan racun yang menyebabkan makrofag tidak dapat melakukan fagositosis pada bakteri dan Lethal Toxin merupakan racun yang memaksa makrofag mensekresikan TNF-alpha dan interleukin-1-beta yang menyebabkan septic shock dan akhirnya kematian, selain itu racun ini dapat menyebabkan bocornya pembuluh darah. Racun yang dihasilkan oleh Bacillus anthracis mengandung 3 macam protein, yaitu : antigen pelindung, faktor edema, dan faktor mematikan. Racun memasuki sel tubuh saat antigen pelindung berikatan dengan faktor edema dan faktor mematikan membentuk kompleks, kompleks lalu berikatan dengan reseptor dan diendositosis. Di dalam sel faktor edema dan faktor mematikan lepas dari endositosis.

Patologi Anatomi Bacillus Anthracis

Perubahan patologi anatomi terhadap hewan yang terkena anthrak adalah keluar darah berwarna gelap (merah tua-hitam) dari lubang-lubang kumlah seperti dubur, hidung, mulut, terjadi pembengkakan di daerah leher, dada dan sisi lambung, pinggang dan alat kelamin luar. Selain itu jika hewan yang menderita anthrak dilakukan nekropsi maka akan terlihat peradangan/pembengkakan pada limpa. Hewan yang dicurigai anthrax sebaiknya tidak dilakukan nekropsi

Pengendalian penyakit Bacillus Anthracis

Pengendalian penyakit dilakukan apabila terjadi kejadian penyakit dengan tujuan melokalisasi penyebaran. Penutupan daerah – daerah dari lalu – lintas ternak peka anthrax untuk sementara dan melakukan tindakan pengobatan terhadap ternak yang terserang. Penutupan daerah dilakukan oleh pemerintah Daerah setempat atas rekomendasi dari Dinas Peternakan. Pemberantasan anthrax di daerah endemic sulit dilaksanakan karena sifat Bacillus anthracis amat tahan terhadap lingkungan. Pemberantasan sangat mungkin dilaksanakan apabila kejadian tersebut di daerah baru dan bersifat lokal.

Pengobatan anthrax dapat dilakukan dengan antibiotika seperti penisilin dan oksitetrasiklin apabila penyakit masih dalam tahap awal. Pada masa lalu, pengobatan antrax pada hewan disamping diberi antibiotika juga diberi antiserum.

Upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pencegahan antraks adalah sebagai berikut:

Penyembelihan hewan hanya dilakukan di rumah potong, diluar tempat itu harus ada izin dinas peternakan setempat.Hewan yang dicurigai sakit antraks tidak boleh disembelih.Daging hewan yang dicurigai sakit antraks tidak boleh dikonsumsi.Tidak boleh sembarangan memandikan orang yang meninggal karena sakit antraksDilarang memproduksi barang yang berasal dari kulit, tanduk, bulu, atau tulang hewan yang sakit atau mati karena antraks.melapor ke puskesmas atau dinas peternakan setempat apabila menemukan ada hewan yang diduga menderita antraks.melakukan vaksinasi antraks pada hewan ternak

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Borrelia Burgdorferi Dalam Biologi

Pengobatan dan Terapi Bacillus Anthracis

Jenis Obat Untuk mencegah penyakit anthrax dapt digunakan vaksin anthrax.  Anthrax dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, seperti : amoxicillin, Vanomycin, Ciprofloxacin, Doxicyline, Eritromycin, Penicillin, Tetracycline, Streptomycine,Chloramphenicol

Cara Penggunaan

Anthrax kulit : Procaine penicilline 2 x 1,2 juta IU diberikan secara intramuskuler (im) selama 5-7 hari. Atau dengan Benzyl penicilline 250.000 IU secara im setiap 6 jam.Anthrax Saluran Pencernaan : Tetracycline 1 gram per hariAnthrax Saluran Pernapasan : Penicilline G 18-24 juta IU per hari IVFD, ditambah dengan Streptomycine 1-2 gram. Selain antibiotika perlu diberikan juga obat-obat symtomatis lain.

Perlu diperhatikan mengingat pilihan obat untuk Antraks adalah penicilline, sehingga sebelum diberikan harus dilakukan skin test terlebih dahulu. Bila penderita/tersangka hypersensitif terhadap penicilline dapat diberikan tetracycline, chloramphenicol atau erytromycine.

Peranan Dalam Lingkungan

Peranan dalam lingkungan terutama dalam masyarakat adalah Peternak mengawasi kondisi kesehatan hewannya. Di daerah endemic, ternak perlu di vaksinasi secara rutin, masyarakat melaporkan kepada petugas dari Dinas Peternakan atau dinas yang memiliki fungsi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) jika mengetahui ada hewan penderita antraks dan pemotongan hewan di luar RPH, terutama jika diketahui adanya penyembelihan hewan sakit atau demam tinggi, pembentukan kadar masyarakat untuk membina pengawasan penyembelihan hewan.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi

Macam Penyebab Bakteri Bacillus Anthracis

Merupakan bakteri pathogen dari kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.

Bakteri penyebab penyakit pada manusia yaitu :

Salmonella typhosa TifusShigella dysenteriae Disentri basilerVibrio comma KoleraHaemophilus influenza InfluensaDiplococcus pneumoniae Pneumonia (radang paru-paru)Mycobacterium tuberculosis TBC paru-paruClostridium tetani TetanusNeiseria meningitis Meningitis (radang selaput otak)Neiseria gonorrhoeae Gonorrhaeae (kencing nanah)Treponema pallidum Sifilis atau Lues atau raja singaMycobacterium leprae Lepra (kusta)Treponema pertenue Puru atau patek

Bakteri penyebab penyakit pada hewan yaitu :

Brucella abortus Brucellosis pada sapiStreptococcus agalactia Mastitis pada sapi (radang payudara)Bacillus anthracis AntraksActinomyces bovis Bengkak rahang pada sapiCytophaga columnaris Penyakit pada ikan

Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan yaitu:

Xanthomonas oryzae Menyerang pucuk batang padiXanthomonas campestris Menyerang tanaman kubisPseudomonas solanacaerum Penyakit layu pada famili terung-terunganErwinia amylovora Penyakit bonyok pada buah-buahan

Penjelasan Ciri-Ciri Helicobacter Pylori Dalam Biologi

Pengertian Helicobacter Pylori, Ciri, Diagnosis dan Pengobatan adalah bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia. Bakteri ini juga adalah penyebab yang paling umum dari borok-borok (ulcers) diseluruh dunia

helicobacter-pylori

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Bacillus Anthracis Dalam Biologi

Pengertian Helicobacter Pylori

Helicobacter adalah nama genus kuman yang berbentuk spiral atau batang bengkok dan berflagela yang mengalami adaptasi untuk dapat hidup dalam mukus (lendir) lambung yang menutupi selaput lendir (mukosa) lambung yang bersuasana asam kuat. Kuman ini dapat bertahan hidup dalam suasana asam kuat dengan cara memproduksi enzim urease. Enzim urease akan mengubah urea yang ada dalam cairan lambung menjadi amoniak. Tubuh kuman Helicobacter selalu diliputi oleh awan amoniak ini, dan karenanya dapat bertahan terhadap asam lambung.

Kuman ini bersifat pleomorfik artinya dapat dijumpai dalam beberapa bentuk. Dalam keadaan normal kuman ini berbentuk spiral atau batang bengkok, tetapi dalam keadaan tertentu yang kurang baik akan merubah dirinya menjadi bentuk kokoid yang merupakan bentuk pertahanan yang resisten. Kuman ini termasuk kuman mikroaerofilik artinya hanya tumbuh dalam suasana dimana didapatkan oksigen dalam kadar rendah. Kuman ini mati pada suasana dengan kadar oksigen normal, dan mati dalam keadaan anaerobik sempurna.

Helicobacter pylori (H. pylori) adalah suatu bakteri yang menyebabkan peradangan lapisan lambung yang kronis (gastritis) pada manusia. Bakteri ini juga adalah penyebab yang paling umum dari borok-borok (ulcers) diseluruh dunia. Infeksi H. pylori kemungkinan besar didapat dengan memakan makanan dan air yang tercemar (terkontaminasi) dan melalui kontak orang ke orang. Di Amerika, 30% dari populasi orang dewasa terinfeksi. 50% dari orang-orang yang terinfeksi adalah terinfeksi pada umur 60 tahun. Infeksi lebih umum pada kondisi-kondisi hidup yang penuh sesak dengan sanitasi yang jelek. Pada negara-negara dengan sanitasi yang jelek, 90% dari populasi dewasa dapat terinfeksi. Individu-individu yang terinfeksi biasanya membawa infeksi terus menerus (tak terbatas) hingga mereka dirawat dengan obat-obat untuk membasmi bakteri. Satu dari setiap tujuh pasien dengan infeksi H. pylori akan mengembangkan borok-borok duodenum (usus dua belas jari) atau lambung. H. pylori juga berhubungan dengan kanker perut dan suatu tipe yang jarang dari tumor lymphocytic dari perut yang disebut MALT lymphoma. Mendiagnosis Infeksi Helicobacter Pylori

Infeksi Helicobacter  pylori  (Hp) pada  saluran  cema bagian atas mempunyai  variasi klinis yang luas, mulai dari kelompok asimtomatik sampai tukak peptik, bahkan dihubungkan dengan keganasan di lambung seperti adenokarsinoma  tipe  intestinal  atau mucosal associated lymphoid  tissue (MAIJI) Limfoma

Kuman Helicobacter pylori  bersifat mikroaerofilik  dan hidup di lingkungan yang unik,  dibawah mukus dinding lambung yang bersuasana  asam. Kuman  ini mempunyai  enzim urease  yang dapat memecah ureum menjadi amonia  yang bersifat  basa,  sehingga tercipta lingkungan mikro yang memungkinkan kuman  ini bertahan  hidup.  Karena itu prosedur diagnostik  cukup sulit  karena  harus melakukan tindakan yang invasif yaitu dengan  melakukan  gastroskopi untuk mendapatkan  spesimen  yang diperlukan  untuk pemeriksaan  langsung,  histopatologi  ataupun kultur mikrobiologi. Selain  itu terdapat pemeriksaan  non  invasif seperti  tes serologi  dan urea breath  test (UBT).

Sebagian besar individu yang terkena infeksi H. pylori tidak mengalami keluhan walaupun pada pemeriksaan biopsi mukosa lambung pada kasus-kasus asimptomatik sebagian besar didapatkan gambaran gastritis kronik aktif.

Cara penegakkan diagnosa yang banyak dipakai dengan  hasil yang baik adalah dengan diagnosa histologis.Cara lain adalah tes napas urea (urea breath test) dan pemeriksaan serologik. Kedua cara ini tidak memerlukan endoskopi.Belakangan  ini ditemukan cara diagnosa infeksi H. pylori dengan cara deteksi antigen kuman H. pylori pada tinja penderita dengan metoda Elisa

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Clostridium Tetani Dalam Biologi

Epidemiologi Helicobacter Pylori

Prevalensi infeksi Helicobacter Pylori di negara berkembang lebih tinggi dibandingkan negara maju. Prevalensi pada populasi negara maju sekitar 30-40%, sedangkan di negara berkembang mencapai 80-90%. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 10-20% yang akan menjadi penyakit gastroduodenal.

Studi seroepidemiologi di Indonesia menunjukkan prevalensi 36-46,1% dengan usia termuda 5 bulan. Pada kelompok usia muda dibawah 5 tahun 5,3-15,4% telah terinfeksi, dan diduga infeksi pada usia dini berperan sebagai faktor resiko timbulnya degenerasi maligna pada usia yang lebih lanjut, karena kenyataannya prevalensi kanker lambung di indonesia relatif rendah, demikian pula prevalensi tukak peptik. Agaknya selain faktor bakteri, faktor pejamu dan faktor lingkungan yang berbeda akan menentukan terjadinya kelainan patologis akibat infeksi.

Secara umum telah diketahui bahwa infeksi HP merupakan masalah global, tetapi mekanisme transmisi apakah oral-oral atau fekal oral belum diketahui dengan pasti. Studi di Indonesia menunjukkan hubungan antara tingkat sanitasi lingkungan dengan prevalensi infeksi HP, sedangkan data diluar negeri menunjukkan hubungan antara infeksi dengan penyediaan atau sumber air minum.

Data penelitian klinis di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi tukak peptik pada pasien dispepsia yang di endoskopi berkisar antara 5,78% di Jakarta sampai 16,91 % di medan. Data penelitian prevalensi infeksi HP pada pasien tukak peptik dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Prevalensi HP pada pasien tukak peptik di Indonesia

Peneliti

Daerah

Tukak

Metoda Diagnosis

Prevalensi (%)

Manan CHJakartaDuodeniCLO100JayapranataSurabayaDuodeniCLO93,9JayapranataSurabayaGasterCLO85,7

Pada kelompok pasien dispepsia non ulkus. Prevalensi infeksi HP yang dilaporkan berkisar antara 20-40%, dengan metoda diagnostik yang berbeda yaitu seologi, kultur dan histopatologi. Angka tersebut memberi gambaran bahwa pola infeksi di Indonesia tidak terjadi pada usia dini tetapi pada usia yang lebih lanjut, tidak sama dengan pola negara berkembang lain seperti di Afrika. Agaknya yang berperan adalah faktor lingkungan dan juga faktor perbedaan ras.

Tingginya prevalensi infeksi dalam masyarakat tidak sesuai dengan prevalensi penyakit SCBA seperti tukak peptik ataupun karsinoma lambung. Diperkirakan hanya sekitar 10-20% saja yang menimbulkan penyakit gastroduodenal.

Strain Helicobacter  Pylori yang Patogen

Infeksi Helicobacter  pylori  (Hp) pada  saluran  cema bagian atas mempunyai  variasi klinis yang luas, mulai dari kelompok asimtomatik sampai tukak peptik, bahkan dihubungkan dengan keganasan di lambung seperti adenokarsinoma  tipe  intestinal  atau mucosal associated lymphoid  tissue (MAIJI) Limfoma.

Data epidemiologis  dari berbagai bagian duniamenunjukkan adanya  perbedaan geografis dan  juga korelasi  yang tidak sesuai antara prevalensi  infeksi dengan  prevalensi  spektrum klinis  seperti tukak peptik ataupun kanker  lambung.  Di Indonesia  prevalensi  Hp berdasarkan studi seroepidemilogi termasuk  cukup tinggi,  tetapi sebaliknya  prevalensi berbagai  keiainan klinis  seperti  tukak peptik maupun  kanker  lambung sangat  rendah. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan  peran  faktor pejamu  termasuk  faklor genetik maupun  faktor  lingkungan yang selain mempengaruhi  kuman Hp agaknya  juga mungkin  dapat mempengaruhi  fisiologi maupun imunologi pejamu.

Situasi yang berbeda  terjadi di Jepang,  suatu negarayang maju, dengan prevalensi Hp yang relatif  rendah  tetapi dengan prevalensi kanker  lambung yang tinggi. Dari sisikuman Hp diketahui  terdapat  beberapa strain  yanglebih virulen sehingga selalu ditemukan  pada pasien dengan tukak peptik,  gastritis  kronik, maupun  kanker lambung. Gen Vac A selalu dapat  ditemukan  pada kuman Hp,  tetapi  tidak semuanya  menghasilkan  sitotoksin. Ternyata struktur gen ini sangat  heterogen  di mana  pada strain penghasil sitotoksin yang  linggi terdapat sekuen signal yang tertentu.

Gen CagA  hanya ditemukan  pada  sebagian  strain,  dan merupakan  salah satu dari kelompok  yang terdiri dari 20 gen lain, membentuk  apa yang disebut sebagai pulau patogenesitas ( pathogenicity  island). Asosiasi antara CagA dengan  tukak  peptik atau kanker  lambung mungkin melalui  respons  inflamasi yang meningkat  terhadap  Hp yang mengandung CagA.

 Untuk tukak peptik, CagA merupakan  petanda  yang paling  baik,  tetapi di daerah  dengan  prevalensi  CagA  yang tinggi  tidak mungkin untuk membuktikan asosiasi  tersebut dengan melakukan  suatu panelitian  kasus kelola.  Berbagai strain Hp menghasilkan  vacuolating  cytotoxin, mengandung  kluster  gen CagA  yang dapat menginduksi IL-S. Protein CagA dan gen CagA mungkin merupakan satu petanda straln yang ulserogenik dan karsinogenik. Di Jepang.  antibodi anti CagA  tidak memberi  petunjuk  yang berguna terhadap  kemungkinan  kelainan  tersebut. Struktur gen CagA daur strain yang menyebabkan  tukak  lambung dan  tukak duodenum di Jepang  sangat berbeda. Hal tersebut memberi  petunjuk perlunya  diketahui profil antibodi anti CagA secara  lebih  rinci untuk dapat menjelaskan  makna klinis strainHp  tersebut.

Penelitian diversitas genetik Hp dan interaksi  dengan respons antibodi  pejamu merupakan  kunci untuk memahami  diversitas  penyakit akibat  infeksi Hp. Di Indonesia  belum ada data penelitian  tentang prevalensi  infeksi  strain Hp, tetapi di masa depan hal ini perlu dilakukan agar dapat ditetapkan  hubungannya dengan kelainan patologis  saluran  cerna bagian atas.

Patogenesis

Mukosa gaster  terlindungi  sangat baik  dari  infeksi bakteri, namun H. Pylori memiliki  kemampuan  adaptasi yang sangat baik  terhadap lingkungan ekologi  lambung,  dengan serangkaian  langkah  unik masuk  ke dalam mukus,  berenang dan orientasi  spasial  di dalam mukus, melekat pada sel epitel  lambung, menghindar  dari respons  immun,  dan sebagai  akibatnya  terjadi  kolonisasi dan  transmisi persisten.

Setelah memasuki  saluran  cerna, baktei H. Pylori  harus menghindari aktivitas bakterisidal yang terdapat dalam  isi lumen  lambung, dan masuk ke dalam lapisan mukus. Produksi urease  dan motilitas sangat  penting berperan pada  langkah  awal  infeksi  ini. Urease  menghidrolisis  urea menjadi  karbondioksida dan ammonia, sehingga H. Pylori mampu  bertahan  hidup  dalam lingkungan  yang asam. Aktivitas enzim  ini diatur oleh suatu  saluran  urea yang tergantung pH (PH-gated urea channel), Ure-I, yang terbuka pada pH yang  rendah, dan menutup  aliran urea pada keadaan  netral. Motilitas  bakteri sangat penting  pada kolonisasi,  dan flagel H. Pylori  sangat baik beradaptasi pada  lipatan-lipatan/relung-relung  lambung.

Patogenesis

Pylori dapat terikat /melekat erat pada sel-sel epitel melalui berbagai  komponen  permukaan  bakteri. Adhesin yang sangat dikenal  baik karakteristiknya  adalah BabA, suatu  protein membran  luar yang  terikat pada group anti- gen darah  Lewis B. Beberapa protein  lain famili Hop protein (protein membran  luar)  juga merupakan  mediasi adhesi pada  sel epitel. Bukti-bukti  menunjukkan  bahwa adhesi, terutama  oleh BabA, sangat  relevan dengan penyakit- penyakit  terkait H. Pylori dan dapat mempengaruhi  derajat beratnya penyakit, meskipun  beberapa  hasil  studi  terdapat pula yang  bertentangan.Sebagian  besar strain H. Pylori mengeluarkan  suatu eksotoksin,  Vac A (vacuolating cytotoxin). Toksin  tersebut masuk ke dalam membran  sel epitel  dan membentuk  suatu saluran  tergantung  voltase, suatu anion  hexamer  selektif, yang mana melalui  saluran  tersebut bikarbonat dan anion- anion organik dapat dilepaskan,  tampaknya  juga untuk menyediakan nutrisi bagi bakteri.

VacA  juga menyerang membran mitikondria,  sehingga  menyebabkan  lepasnya sitokrom c dan mengakibatkan  apoptosis. Peran patogenik dari dari  toksin masih  diperdebatkan.  Pada studi-studi hewan,  bakteri mutan tanpa VacA  juga dapat melakukan kolonisasi  , dan strain dengan  gen VacA  yang  inaktif telah pula diisolasi  dari pasien-pasien,  menunjukkan  bahwa VacA tidak  esensial untuk  kolonisasi. Namun demikian, mutan tanpa VacA  kalah  kompetisi dari wild-type bakteri  pada suatu studi pada  tikus, menunjukkan  bahwa VacA meningkatkan  vitalitas  bakteri. Analisis  peran VacA dipersulit  oleh  kenyataan  variabilitas  VacA  yang luas. Di negara-negara  barat, varian gen-gen VacA  tertentu berhubungan  dengan  keadaan penyakit  yang lebih berat. Namun  demikian, hubungan  seperti  itu  tidak ditemukan  di Asia, dan dasar  fungsional  yang mendasari  hubungan tersebut  tidak diketahui.

Beberapa  strain H. Pylori memllikt cag-PAI (cag  pathogenicity  island),  suatu  fragmen  genom yang mengandung 29 gen. Beberapa gen  ini menyandi  komponen-komponen sekresi yang men-translokasi CagA  kedalam  sel pejamu. Setelah memasuki  sel epitel, CagA  difosforilasi  dan terikat pada SHP-2  tirosin fosfatase,  menimbulkan  respons  selular growthfactor-like danproduksi  sitokil oleh sel pejamu.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya

Respons Pejamu Terhadap  H.Pylori

Pylori menyebabkan peradangan lambung  yang  terus- menerus. Respon  peradangan  ini mula-mula  terdiri dari penarikan neutrofil, diikuti  limfosit  T dan B, sel plasma, dan makrofag,  bersamaan  dengan  terjadinya kerusakan  sel epitel. Karena H. Pylori  sangat  jarang menginvasi  mukosa gaster,  respon pejamu  terutama  dipicu  oleh menempel/ melekatnya  bakteri pada  sel epitel.  Patogen  tersebut dapat terikat  pada molekul MHC c/ass 11 di permukaan  sel epitel gaster dan menginduksi  terjadinya  apoptosis.  Perubahan lebih  lanjut  dalam  sel epitel tergantung  pada protein-protein yang disandi  pada  cag-PAI dan  translokasi CagA kedalam  sel epitel gaster. Urease  H. Pylori  dan porin juga dapat  berperan  pada  terjadinya ekstravasasi  dan kemotaksis  neutrofil.

Epitel gaster pasien yang terinfeksi H. Pylori meningkatkan  kadar  interleukin-1B,  interleukin-2, interleukin-6,  interleukin-8, dan tumor nekrosis  faktor  alfa. Di antara semua itu, interleukin-S,  suatu neutrophil-acti- vating  chemokine  yang poten  yang diekspresikan  oleh sel epitel  gaster,  tampaknya berperan  penting.  Shain 11. Pylori yang mengandung cag-PAl menimbulkan  respons interleukin-8  yang  jauh lebih kuat dibandingkan  strain yang  tidak mengandung  cag, dan  respons  ini tergantung pada aktivasi  nuclear  factor-rcB  (NF-KB)  dan  respons segera  dari  faldor  transkripsi  activator protein  I (AP-l).

Infeksi H. Pylori merangsang  timbulnya  respons humoral mukosa  dan  sistemik. Produksi  antibodi yang terjadi  tidak dapat menghilangkan/eradikasi  infeksi,  bahkan menimbulkan  kerusakan  jaringan. Pada  beberapa pasien yang  terinfeksi H. Pylorl  timbul  respons autoantibodi terhadap H+/I(+-ATPase  sel-sel parietal lambung  yang berkaitan dengan meningkatnya  atrofi korpus gaster.

Selama respons  immun  spesifik,  subgroup  sel T yang berbeda  timbul.  Sel-sel  ini berpartisipasi  dalam proteksi mukosa  lambung, dan membantu  membedakan  antara bakteri  patogen  dan komensal.  Sel T helper  immatur  (Th 0) berdiferensiasi  menjadi 2 subtipe  fungsional: sel Th-1, mensekresi  interleukin  2 dan  interferon gamma; dan Th-2, mensekresi IL4,  IL-5, dan IL- 10. Sel Th2 menstimulasi  sel B sebagai respons terhadap patogen  ekstrasel,  sedangkan Thl  terutama  timbul sebagai  respons  terhadap patogen intrasel. Karena H. Pylori bersifat  tidak invasif dan merangsang  timbulnya  respons humoral yang kuat, maka yang diharapkan adalah  respons  sel TM. Namun  timbul paradoks, sel-sel mukosa  gaster yang spesifik terhadap H. Pylori umumnya justru menunjukkan  fenotip Thl. Studi- studi menunjukkan bahwa  sitokin Thl menyebabkan  gastritis, sedangkan sitokin Th2 protektis  terhadap peradangan  lambung. Orientasi Thl  tersebut  tampaknya meningkatkan produksi  interleukin-l8  di antrum sebagai respons terhadap  infeksi H. Pylori.  Bias Thl tersebut, bersama dengan apoptosis  yang dimediasi Fas, menyebabkan  infeksi H. pylori menjadi persisten.

Kerusakan  sel epitel  lambung  juga disebabkan oleh reactive oxygen  dan nitrogen species  yang dihasilkan  oleh neutrofil teraktivasi.  Inflamasi  kronik  juga meningkatkan turn over sel epitel dan apotosis.  Polimorfisme proinflamasi dari gen  interleukin-lB mengarahkan  perkembangan gastritis  terutama terjadi di korpus  gaster  dan berkaitan dengan  hipoklorhidria, atrofi  gaster,  dan adenokarsinoma gaster. Bila polimorfisme  proinflamasi  tidak ada, gastritis akibat tL Pylori berkembang  terutama  di antrum, dan berkatan  dengan kadar sekrepi asam yang normal  atau tinggi.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri-Ciri Borrelia Burgdorferi Dalam Biologi

Karakteristik Helicobacter Pylori

Karakteristik  relevansi klinis patofisiologi infeksi H. Pylori adalah:

Eksotoksin Vac A disekresi oleh sebagian besar/ mayoritas  strain 1L Pylori. Polimorfisme gen Vac A berkaitan dengan keadaan penyakit yang lebih berat.Tingginya kadar fosfolipase A (PLA) memungkinkan,F1p memasuki / penetrasi  ke dalam mukus  Kadar PLA yang tinggi disekresi  oleh strain Hp  yang diisolasi dari pasien-pasien  kanker  lambung.Hp menyebabkan peradangan  pada antrum  (antritis) atau korpus  (korpusitis)  gaster, atau sering  pula pada keduanya  (pangastritis).  Pada antritis, terjadi hipergastrilemia, meningkatnya  produksi asam, dan suatu  risiko  tinggi  terjadinya ulkus  Mengapa  hanya sekitar 2 – 20%o  dari antritis yang berkembang  menjadi  ulkus  duodenum  masih belum jelas.Duodenitis terjadi disebabkan  kolonisasi  pulau-pulau metaplasia gaster di dalam  bulbus  duodenum,  yang dicetuskan  (triggeredl oleh tingginya  produksiKorpusitis Hp berkaitan dengan  ulkus  gaster,  atrofi mukosa  gaster, menurunnya  sekresi asam  sehingga terjadi 2,5 kali peningkatan  risiko kanker

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit

Diagnosis  Infeksi Helicobacter Pylori

Kuman Helicobacter pylori  bersifat mikroaerofilik  dan hidup di lingkungan yang unik,  dibawah mukus dinding lambung yang bersuasana  asam. Kuman  ini mempunyai  enzim urease  yang dapat memecah ureum menjadi amonia  yang bersifat  basa,  sehingga tercipta lingkungan mikro yang memungkinkan kuman  ini bertahan  hidup.  Karena itu prosedur diagnostik  cukup sulit  karena  harus melakukan tindakan yang invasif yaitu dengan  melakukan  gastroskopi untuk mendapatkan  spesimen  yang diperlukan  untuk pemeriksaan  langsung,  histopatologi  ataupun kultur mikrobiologi. Selain  itu terdapat pemeriksaan  non  invasif seperti  tes serologi  dan urea breath  test (UBT).

Tujuan pemeriksaan diagnostik  infeksi  Hp adalah untuk menetapkan  adanya  infeksi  sebelum memberikan pengobatan atau untuk  penelitian epidemiologi.  Selain  itu untuk mengamati  apakah  telah  tercapai  eradikasi  sesudah pemberian  obat antibiotik.

Ada 2 macam cara diagnosa infeksi H. pylori yaitu diagnosa invasif yang memerlukan endoskopi dan biopsi mukosa lambung, dan diagnosa noninvasif yang tidak memerlukan endoskopi dan biopsi.

Diagnosa invasif meliputi :
1. Deteksi kuman H. pylori dengan cara pemeriksaan histopatologik
2. Tes urease cepat yang mendeteksi adanya enzim urease dalam spesimen biopsi lambung.
3. Pembiakan kuman H. pylori dari spesimen biopsi lambung.
4. Pemeriksaan PCR spesimen biopsi lambungDiagnosa noninvasif meliputi :
1. Tes Nafas Urea (Urea Breath Test) untuk mengukur enzim urease yang ada dalam lambung yang diproduksi oleh kuman H. pylori.
2. Tes Immunoserologic untuk deteksi antibodi terhadap kuman H. pylori dalam darah penderita.
3. Deteksi antigen fekal untuk mendeteksi fragmen kuman H. pylori yang didapatkan dalam tinja.Serologi

Pemeriksaan  serologi  banyak  digunakan  dalam penelitian epidemiologi  karena  relatif murah  dan dapat  diterima oleh kelompok  pasien asimtomatik  atau anak-anak  yang  tidak mau diperiksa dengan cara yang  invasif seperti gastroskopi.

Pada umumnya yang  diperiksa  adalah antibodi IgG terhadap  kuman Helicobacter  pylori. Cara ini sering digunakan untuk penetitian  epidemiologi atau untuk evaluasi  sebelum pemberian  terapi eradikasi.  Teknik yang dipakai  adalah  dengan menggunakan ELIS A, Westernblot, fiksasi  komplemen,  dan  imunofluoresen.  ELISA paling  luas penggunaannya.  Studi prevalensi di Indonesia  dilakukan dengan menggunakan  metode PHA, Sedangkan  studi  klinik umunnya.  menggunakan ELISA.

Dewasa ini secara  komersial  telah cukup banyak  tes ELISA yang tersedia dengan  cara  penggunaan yang relatif sederhana dan hasil yang akurat. Yang menjadi masalah adalah sensitivitas dan spesifisitas  yang  bervariasi secara geografis. Hal ini diduga  karena pengaruh  faktor  antigen lokal yang berbeda  atau akibat  titer  yang relatif rendah, misalnya pada kelompok pasien  anak atau populasi tertentu. Dengan  demikian  dianggap  perlu untuk melakukan validasi  tes sebelum digunakan  secara meluas di suatu wilayah.  Sebagai contoh,  studi di Jakarta menggunakan  tes Elisa buatan Roche menunjukkan sensitivitas  dan spesifisitas  yang  relatif  lebih  rendah dibandingkan  dengan laporan  dari negara  Barat. Untuk meningkatkan  sensitivitas dan spesifisitasnya,  dapat dilakukan  dengan menetapkan  cut offpoint sebagai  batas hasil yang positif  dan negatif dalam  suatu  populasi. Penelitian  di Jakarta menunjukkan,  dengan menetapkan cut offpoint 1800 EU/L dapat  ditingkatkan  sensitivitas  tes ELISA.

Dalam perkembangannya  cara ELISA  telah dipakai pula untuk  tes di ruang praktek  dokter,  in ffice Hp  test, dengan cara yang  sederhana,  tanpa sentrifugasi,  bersifat  kualitatif dan hasilnya  diperoleh dalam waktu 5 – l0 menit.

Selain  serum, tes ELISA  telah dilakukan  pula pada saliva pasien  terutama  pada  anak. Sensitivitas  dan spesifisitasnya lebih  rendah  dibandingkan  dengan  serum tetapi diduga kadar antibodi  dalam saliva menurun  lebih awal  pasca  terapi eradikasi  sehingga  mungkin dapat digunakan  untuk menilai hasil  terapi  antimikrobial.

Urea Breath Test (UBT)

Pemeriksaan  ini merupakan baku  emas untuk deteksi  infeksi H. pylori secara non  invasif yang pertama kali dikemukakan  pada  tahun 1987 oleh Graham dan Bell. Cara kerjanya adalah  dengan menyuruh  pasien menelan urea yang mengandung  isotop  Carbon, baik 13C ataupun  l4C. Bila ada aktivitas urease  dari kuman H. pylori akan dihasilkan  isotop karbon dioksida yang diserap  dan dikeluarkan melalui  pernapasan. Hasilnya dinilai  dengan membandingkan kenaikan ekskresi  isotop dibandingkan dengan  nilai dasar. Bila hasilnya  positif berarti  terdapat infeksi  kuman H. pylori.  l3C merupakan  isotop nonradioaktif, ditemukan  pada  l,ll % karbon  dioksida yang  keluar melalui  udara pernapasan normal. Dianggap positif bila  terjadi kenaikan minimal 0,01 % kadar  isotop, sehingga dibutuhkan  alat mass spectrometer  yang sangat sensitif  tetapi  harganya  sangat mahal. Mula-mula  diambil sampel  udara  pernapasan untuk menentukan nilai dasar. Kemudian diberikan tes mealberupacairan  dengan  kalori tinggi atau  larutan  0,1 N asam sitrat untuk memperlambat pengosongan  lambung  sehingga  kontak antara  isotop dengan  mukosa  lambung  lebih baik.

Dosis 13C yang diberikan adalah dalam  bentuk urea sebanyak 75-100 mg yang memberikan akurasi  lebih dari Terdapat berbagai modifikasi  protokol sehingga setiap perubahan memerlukan  validasi  untuk mempertahankan  akurasi pemeriksaan.

Isotop 14 C memancarkan  radiasi yang dapat dianalisis dengan  scintillation  counter. Pengambilan sampel dilakukan sesudah  10 dan 20 menit  baik  dengan  atau tanpa tes meal. Cara ini relatif murah,  tetapi  harus diperhatikan standar keamanan  yang  baik, walaupun sebenamya dosis radiasi sangat kecil. Cara  ini tidak dianjurkan pada perempuan hamil  ataupun anak-anak.

Dalam  hal akurasi,  kedua cara  ini setara,  dengan sensitivitas dan spesifisitas  lebih  dari 90 %. Hasil positif palsu harus dipertimbangkan bila diduga ada mikroorganisme  lain yang  juga menghasilkan  urease pada keadaan  aklorhidria.  Hasil negatifpalsu  dapat  terjadi bila pasien mendapat antibiotik. antasid- bismuth. atau anti sekresi asam.  Karena  itu dianjurkan  unruk menghentikan obat  tersebut  dua minggu  sebelum  dilakukan  pemeriksaan. Penggunaan  UBT mempunyai kelebihan  dibandingkan dengan  tes yang meng-eunakan  spesimen  biopsi karena mewakili  seluruh  permukaan  mukosa lambung. Aplikasi klinis digunakan  untuk deteksi infeksi pada studi epidemiologi  dan  individu pasien dan konfirmasi keberhasilan  terapi  eradikasi  yang  dilakukan sesudah 4 Minggu kemudian.

Dapat  disimpulkan bahwa  indikasi  tes serologi dan UBT agak  tumpang  tindih,  sehingga  pemanfaatannya harus disesuaikan  dengan  tujuan  yang ingin dicapai. Pemeriksaan serologi  lebih mudah, murah sehingga  sangat cocok untuk suatu penelitian  populasi yang luas. Pemeriksaan UBT  tidak memerlukan  validasi  lokal, menetapkan  adanya  infeksi  yang aktif, dan merupakan pemeriksaan  baku  emas untuk konfirmasi  hasil terapi eradikasi.  Dengan adanya pemeriksaan  noninvasif,  terbuka kesempatan untuk melakukan penatalaksanaan pasien dispepsia  ditingkat  pelayanan  primer  oleh dokter umum, dengan memperhatikan  latar  belakang  prevalensi  infeksi H. pylori sertapenyakit  yang menyertainya,  terutama  tukak peptik  dan keganasan  lambung.

Pemeriksaan lnvasif

Pemeriksaan  invasif untuk  diagnosis  infeksi H. Pylori dilakukan dengan mengambil spesimen  biopsi mukosa lambung  secara  endoskopik.  Selanjutnya spesimen  yang diambil dengan persyaratan  dan cara  tertentu  akan diperiksa  dengan  teknik khusus sesuai dengan  tujuan diagnostik yatg akan dicapai. Persyaratan  yang dimaksudkan  adalah upaya untuk mengurangi kemungkinan  terjadinya hasil negatif palsu akibat pengaruh obat-obatan yang dipergunakan  sebelum pengambilan  sampel  biopsi. Biasanya dianjurkan  untuk menghentikan  obat antibiotik, anti sekresi asam  lambung terutama  golongan  inhibitor pompa proton, bismuth selama satu atau dua minggu sebelum pemeriksaan. Biopsi  standar  untuk diagnosis  infeksi H. pylori diambil dari antrum (2) dankorpus  (2), sedangkan untuk menilai adanya metaplasia  intestinal biasanya diambil  biopsi pada angulus. Spesimen  untuk kultur mikrobiologi harus diambil pertama  kali karena harus dilakukan secara steril.  kemudian  untukbiopsy  urease  test dan histopatologi.

Biopsy Urease Test  (BUT)

Tersedia  berbagai pilihan mulai yang dibuat  sendiri  dalam bentuk  cairan ataupun  padat seperti tes CLO. Dasarnya adalah adanya enzim urease dari kuman H. pylori yang mengubah urea menjadi  amonia  yang bersifat  basa sehingga  terjadi  perubahan warna media menjadi merah. Hasilnya  dapat  dibaca dalam beberapa menit  sampai 24 jam, dan pengambilan  lebih dari  satu spesimen  akan meningkatkan  akurasi pemeriksaan  ini. Sensitivitas pemeriksaan  ini sekitar 89-98%  sedangkan  spesifisitasnyamencapai  l00%.

Penggunaan antibiotik atau penghambat  pompa proton akan menghambat  pertumbuhan kuman sehingga harus dihentikan  satu minggu sebelumnya. Cara  ini tidak  dapat digunakan  untuk menilai  hasil pengobatan terapi eradikasi.

Histopathology

Pemeriksaan  histopatologi  dapat digunakan  untuk mendeteksi  infeksi H. pylori  serta menilai  derajat  inflamasi gastritis.Pemeriksaan standar  dengan  pewarnaan  H & E untuk  deteksi kuman mempunyai  sensitivitas  93 % dari spesifisitas  87%  dengan  akurasi  92o/o.Pewarnaan  khusus secara Giemsa, Genta atau Warthin-Starry  memberikan gambaran H. pylori yang  lebih  jelas, sedangkan  dengan pewarnaan Genta gambaran metaplasia gastrik  akan tampak  lebih  jelas. Densitas kuman  akan menurun  bila sebelumnya diberikan  obat antibiotik  atau  inhibitor  pompa proton, sehingga akan menurunkan  sensitivitas pemeriksaan.

Biakan Mikrobiologi

Dalam  penatalaksanaan penyakit  akibat  infeksi  H. pylori. kultur  tidak dilakukan secara  rutin karena  dua alasafi. Cara diagnostik  lain baik yang non invasif maupun yang  invasif memberikan hasil yang memuaskan  dengan akurasi  yang tinggi. Selain  itu pemeriksaan  kultur sendiri tidak mudah dilakukan,  dengan  sensitivitas yang relatif rendah,  berkisar Antara 66-98  %. Teknik  yang dianjurkan  adalah  dengan  tes difusi agar atau dengan E test di mana sekaligus dapat ditentukan konsentrasi inhibisi minimal dari antibiotik yang diuji. Pemeriksaan  kultur akan sangat membantu untuk pengobatan kegagalan  terapi eradikasi,  sehingga dapat dipilih  antibiotik yang  sesuai.

Polymerase Chain Reaction (PCR)

Polymerase  Chain Reaction merupakan  pilihan  yang menarik  karena  sensitivitas yang  tinggi  (94-100%)  serta spesifisitas  yang  tinggi  pula  (100 %  Bahan yang digunakan adalah  spesimen  biopsi  baik  yang  sudah diparafin  maupun bekas  tes urease seperti CLO. Keuntungannya  adalah kemampuannya  unfuk mendeteksi  infeksi dengan  densitas yang  rendah, bahkanjuga  ekspresi  dari berbagai  gen bakteri seperti Cag.A. Selain biopsi mukosa  lambung,  PCR  dapat pula mendeteksinfeksi  H. pylori dengan memeriksa cairan lambung,  yang perlu dijaga  jangan sampai  terjadi kontaminasi  baik dari skop  endoskopi maupun dari  rongga mulut atau plak gigi karena  dapat memberikan  hasil positif palsu.  PCR dapat  juga dipergunakan  untuk menilai  hasil terapi  eradikasi  . Cara  ini termasuk pemeriksaan  yang canggih dengan  biaya  yang  cukup mahal.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi

Infeksi Hp, Gastritis  dan Sekresi Asam  Lambung

Terdapat hubungan  timbal  balik antara  infeksi Helicobacter pylori,  gastritis  dengan  asam  lambung.  Infeksi Hp yang predominan  di antrum akan meningkatkan  sekresi  asam lambung  dengan  konsekuensi  terjadinya  tukak duodenum. Inflamasi pada  antrum  akan menstimulasi sekresi gastrin, yang selanjutnya akan merangsang  sel parietal  untuk meningkatkan  sekresi asam  lambung. Infeksi  Hp akan meningkatkan  kadar Gastrin, yang terutama  berasal  dari mukosa antrum.  Selain  itu peningkatan  sekresi  gastrin  juga terjadi  akibat menurunnya kadar  somatostatin dalam mukosa antrum, yang berasal  dari sel D. Dalam  hal  ini  secara fisiologis  somatostatin  atau sel D berfungsi sebagai acid brake, menekan  fungsi  sel G dan sekresi asam  lambung oleh sel Parietal. Mekanisme  lain adalah melalui peran sitokin  lokal akibat  inflamasi  antrum yang  juga dapat mempengaruhi sekresi  somatostatin  maupun  gastrin.

Apabila  gastritis  akibat  infeksi Hp predominan di korpus, sekresi  asam lambung  akan menurun,  dengan  risiko  jangka panjang  yang lebih besar  untuk menjadi kanker  lambung. Inflamasi  korpus yangberat  atau luas, akan mengganggu atau menekan  fungsi  sel parietal yang menimbulkan hipo atau aklorhidria,  biasanya  disertai  pula  dengan atrofi mukosa korpus,  yang merupakan  lesi premaligna  untuk terjadinya keganasan lambung. Sebaliknya,  tingkat sekresi  asam lambung  yang mungkin dipengaruhi  faktor genetik  diduga berperan  temadap perbedaan predominasi gastritis akibat infeksi Hp. Bila sekresi  asam  lambung  tinggi,  akan  terjadi gastritis  predominan antrum, sedangkan  bila rendah akan terjadi  gastritis  predominan  korpus  dengan  akibat penyakit yang berbeda.

Manifestasi Klinis

Seperti  telah dikemukakan.  manifestasi  klinis akan  sangat bervariasi mulai dari tanpa  gejala, dispepsia fungsional,tukak peptik  sampai  kanker  lambung. Karena lamanya hasil pembiakan H. pylori maka  untuk mendapatkan hasil yang cepat maka sering digunakan rapid urease test, yang lebih dikenal dengan CLO test (CLO adalah singkatan dari Campylobacter Like Organism). Dalam tes ini spesimen biopsi mukosa lambung dimasukkan dalam medium agar yang dicampur urea dan indikator. Bila dalam bahan biopsi tersebut mengandung urease maka akan terjadi perubahan warna dari kuning menjadi merah.

Sebagian besar individu yang terkena infeksi H. pylori tidak mengalami keluhan walaupun pada pemeriksaan biopsi mukosa lambung pada kasus-kasus asimptomatik sebagian besar didapatkan gambaran gastritis kronik aktif.

Dyspepsia dengan gambaran endoskopik yang bermacam-macam, mulai dari normal sampai dengan ulkus lambung atau ulkus duodeni, gastritis, duodenitis, gastritis atrofik, gastritis hypertrofik.MALT (Mucosal Associated Lifoid Tissue) limfoma dan kanker lambung di bagian destal (tipe intestinal).

Cara penegakkan diagnosa yang banyak dipakai dengan  hasil yang baik adalah dengan diagnosa histologis Cara lain adalah tes napas urea (urea breath test) dan pemeriksaan serologik. Kedua cara ini tidak memerlukan endoskopi. Belakangan  ini ditemukan cara diagnosa infeksi H. pylori dengan cara deteksi antigen kuman H. pylori pada tinja penderita dengan metoda Elisa

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Virus Pemakan Bakteri ( Bakteriofag ) Beserta Penjelasannya

Indikasi dan Evolusi Helicobacter PyloriIndikasi Terapi Eradikasi Helicobacter Pylori

Sangat Dianjurkan. Ulkus duodeni, ulkus  ventrikuli, MALT Lymphoma  gaster derajat  keganasan  rendah, riwayat  kanker  lambung  di keluarga,  gastritis  kronik aktif (gambaran PA), Paska  reseksi kanker lambung  dini, gastritis atrofik.

Dianjurkan. Keinginan  pasien untuk diobati  setelah mendapat penjelasan yang memadai,  dispepsia fungsional (tidak ditemukan  kelainan  perendoskopi,  biokimiawi, atau laboratorium),  gastropati obat anti inflamasi  non  steroid (OAINS),  gastroesophageal reflux disease (GERD)  yang memerlukan  terapi antisekresi  asam  jangka panjang.

Evolusi Terapi Eradikasi Helicobacter Pylori

Pada  dasarnya dikenal  terapi kombinasi  yang didasarkan pada obat bismuth dan  terapi yang didasarkan pada penghambat  pompa  proton (PPI). Mula-mula digunakan senyawa  bismuth  sebagai  obat  tunggal, dengan  hasil yang kurang memuaskan  sehingga  dikembangkan  terapi kombinasi dual,  tripel bahkan  terapi kuadrapel. Waktu pemberian  juga  terus diusahakan  untuk  diberikan  sesingkat mungkin mulai dari 4, 2, dan dewasa  ini umumnya dianjurkan  untuk waktu satu minggu.  Perkembangan  ini sangat mendukung  kepatuhan  pasien,  karena  selain efektivitas yang cukup  tinggi, kemungkinan efek samping menjadi  lebih kecil. Walaupun  relatif cukup mahal,  terapi kombinasi dinilai  cukup cost effective  terutama  karena dapat menekan angka  kekambuhan  dalam  jangka panjang, misalnya  dalam pengobatan  tukak duodeni dan  tukak lambung.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi

Pengobatan dan Terapi Helicobacter PyloriTerapi Eradikasi

Laporan  uji klinis terapi  infeksi Hp di Indonesia  pada mulanya menggunakan monoterapi menggunakan preparat bismuth dengan  tujuan supresi dan bukan  eradikasi. Dewasa  ini  regimen terapi  yang digunakan adalah  terapi

Tabel 2. Peran infeksi HP Pada berbagai penyakit gastroduodenal

Faktor Etiologi utama

Prevalensi

Tukak duodenum100%Tukak lambung80-90%Gastritis Kronik40%

kombinasi  antara penghambat  pompa  proton dengan dua atau  tiga macam antibiotik. Pertemuan  konsensus nasional penatalaksanaan infeksi Helicobacter pylori di Jakarta  pada bulan  Januari 2003 menganjurkan  regimen  terapi  sebagai berikut:

Terapi lini pertama / terapi tripel
• Urutan Prioritas

PPI +Amoksisilin + klaritromisinPPI + Metronidazol + klaritromisinPPI + Metronidazol + tetrasiklin

Pengobatan dilakukan selama 1 minggu
• Dosis

Proton Pump Inhibitor
Omeprazole 2x20mg
Lansoprazole 2x30mg
Rabeprazole 2x l0mg
Esomeprazole 2x20mgAmoksisilin :2x l000mg/hariKlaritromisin :2x500mg/hariMetronidazol : 3x500mg/hariTetrasiklin : 4x250mg/hariTerapi lini kedua / terapi kuadrupel

Terapi lini kedua  dilakukanjika  terdapat  kegagalan  pada lini pertama. Kriteria  gagal : 4 minggu  pasca terapi, kuman H. Pylori tetap positif berdasarkan pemeriksaan  I-IBT/ HpSA  atau histopatologi.

Urutan prioritas
– Collodial bismuth subcitrate +PPl+ Amoksisilin +klarihomisin
– Collodial bismuth subcitrate + PPI + Metronidazol+ Klaritromisin
– Collodial bismuth subcitrate +PPI + Metronidazol+ TetrasiklinPengobatan dilakukan selama I minggu.Dosis collodial bismuth subcitrate.’ 4 x 120 mg Bila terapi lini kedua gagal, sangat dianjurkan pemeriksaan kultur dan resistensi H. Pylori dengan media transport MIU.Regimen antibiotika yang baru

Timbulnya  resistensi  terhadap  antibiotika menyebabkan  kesulitan dalam  pemilihan  regimen terapi lini kedua. Oleh karena  itu, seleksi  terapi lini pertama harus sudah mempertimbangkan  pula  pilihan  regimen terapi  lini kedua yang mungkin  akan diimplementasikan bila regimen  terapi  lini pertama  gagal. Regimen  terapi dengan  efektivitas eradikasi > 80% yang  dianjurkan untuk digunakan  pada praklek klinis. Pada pasien-pasien  yang gagal dengan  regimen terapi dengan  basis klaritromisin,  regimen kombinasi  terdiri dari  lansoprazol  2×30 mg, amoksisilin  2 x I gram, dan levofloksasin 2 x 200 mg Dilaporkan menunjukkan eradikasi  69%.  Levofloksasin  dapat pula diberikan dengan  dosis  I x 500 mg. Kombinasi  lain yang dilaporkanefektif  adalah  PPI bid, rifabutin  300 mg qd (lx sehari), dan amoksisilin  2 x I gram. Dhekomendasikan  untuk menggunakan  kombinasi PAC (PPI  – Amoxycillin- Clarithromycin) sebagai  terapi  lini pertama, dan bila gagal  dapat dilanjutkan dengan  terapi kuadrupel  seperti P-BMT  (PPl-Bismuth-Metronida- zole-Tetracyclln).  Namun, pada komunitas  dengan prevalensi  tinggi resistensi  terhadap makrolid (> 20% resisten  terhadap klaritromisin),  terapi  lini pertama sebaiknya  terapi  kuadrupel.  Studi metanalisis  terapi kuadrupel sebagai  terapi  lini pertama menunjukkan tingkat  eradikasi  lebih dari 85%, bahkan pada area dengan  resistensi  terhadap metronidazol  yang  tinggi, dan 69% lebih  efektif dibandingkan  PAC pada keadaan terdapat  resistensi  terhadap  klaritromisin.  Analisa  cost effective  terapi  tripel atau  terapi kuadripel tampak serupa,  namun terapi  kuadrupel  tampaknya sedikit  lebih cost-effective.

Fluoroquinolon  atau Rifabutin dalam  kombinasi bersama amoksisilin  dan PPI menunjukkan  hasil  yang menjanjikan.  Terapi dengan  fufabutin  2 x 150 mg, Amoksisilin 2 x I gram, dan om eprazol2  x20 mg selama 14 hari menunjukkan   eradikasi  7 2oh padapasien-pasien yang gagal dengan  kombinasi terapi PAC dan P-BMT. Terapi  lini pertama  dengan LAE,  yaitu  levofloksasin 1 x 500 mg, azitromisin I kali 500 mg, dan esomeprazol 2x 20 mg selama 7 hari  lebih efektif (93,3%)  dibandingkan terapi standar tripel EAC  (70%). Terapi lini kedua helicobacter  pylori RLA, yaitu  rabeprazol2  x20 mg, levofloksasin  I x 500 mg, dan amoksisilin  2 x I gram selama  12 hari sama  efektiftya denganterapi  kuadrupel R-BMI namun lebih ditoleransi  dengan baik  dan menunjukkan  compliance  serta  tingkat  kepatuhan minum  obat  yang tinggi. Terapi  tripel selama  10 hari dengan  levofloksasin, esomeprazol, amoksisilin  / azitromisin  lebih efektif (86,6% /80%)  dibandingkan regimen klasik E-BMT (71,4%) dan menunjukkan compliance  yang lebih baik.

Kriteria Keberhasilan Terapi Eradikasi

Empat minggu setelah terapi selesai, dilakukan pemeriksaan UBT/HpSA atau histopatologi. Jika UBT negatif atau PA negatif  terapi dianggap berhasil  (sembuh).

Terapi  kombinasi  tersebut dianjurkan untuk diberikan selama  satu minggu. Mengingat cepatnya  terjadi resistensi Hp terhadap antibiotik,  kiranya perlu diadakan penelitian pola  resistensi  di Indonesia secara  berkala  agar  dapat menjadi dasar pilihan antibiotik yang  tepat. Masalah  lain adalah penilaian  keberhasilan  eradikasi yang harus menggunakan  metoda diagnostik  yang paling peka dan non  invasif,  terutama  untuk  penelitian  epidemiologis. Selain  standar  emas  kultur mikrobilogi agaknya pemeriksaan  tes Pernapasan urea (urea breath  test  l3C atau l4C) perlu diadakan  dan digunakan  secara meluas.

Dari  segi biaya,  regimen  terapi  dengan  eradikasi  lebih dari 90 % akan menyembuhkan tukak peptik,  tanpa perlu terapi pemeliharaan  sehingga  leblh cost effective dibandingkan  dengan  terapi  konvensional.  Terapi  tripel pada  awalnya jelas  lebih mahal,  tetapi  dalam  jangka panjang akan  lebih murah. apalagi  bila diperhitungkan  peningkatan kualitas hidup,  terbebas  dari keluhan dan gangguan penyakit.

Yang dimaksudkan  eradikasi  adalah  hilangnya kuman pada  pemeriksaan  4 minggu pasca  terapi  yang dibuktikan dengan metoda yang paling akurat. Dalam perkembangamya  dikenal  terapi mono,  dual,  tripel dan kuadripe  (tabel2). Dewasa ini dianjurkan  adalah  terapi kombinasi  dengan  penyembuhan  lebih dari 90%.

Kesepakatan yang dirumuskan dalam  konsensus nasional merupakan petunjuk yang dapat digunakan bersama,  sekaligus memberikan  kemungkinan  untuk mendapat  data penelitian  yang bersifat  nasional  tentang infeksi  Helicobacter  pylori  di Indonesia. Pola  terapi  ideal  yang mencakup efektivitas,  keamalan, kepatuhan  dan cost effectiveness mungkin belum  ada,  tetapi harus diupayakan  terapi optimal yang sesuai dengan lingkungan  dan kondisi  pasien.

Tabel 3. Terapi Eradikasi Helicobacter Pylori

Jenis Terapi                                                    

 

            Eradikasi

Terapi Mono

 

 

Bismuth subsalisilat5-10%Colloidal bismuth subcitrate  (BSS)10-25%Amoksisilin15-25%Klaritromisin50%lnhibitor  pompa proton  (lPP)0-15% 

Terapi Dual

Bismuth/amoksisilin30-60%Bismuth/metronidazol30-60%Amoksisilin/metronidazol55-95%IPP/Amoksisilin55-95%IPP/klaritromisin70-90%Ranitidin bismuth sitrat70-80%Terapi Tripel

 

Bismuth/metro/tetra80-95%IPP/metro/amoksilin atau klaritromisin70-95%I PP/amoksilin/klaritromisin

 

70-90%Ranitidin/bismuth sitraVamoksilin,klaritromisin

 

80-90%Terapi Kuadrupel Bismuthimetro/tetra/l PP>90%

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Ciri Bakteri

Ciri dan Tanda Helicobacter PyloriCiri-Ciri Helicobacter Pylori

Pada bakteri Helicobacter pylori ini ditemukan dalam saluran pencernaan manusia, bahkan ditemukan dalam saluran pencernaan pada bagian atas. Bakteri ini dapat ditemukan di usus sekitar 50% orang di dunia. Helicobacter pylori merupakan organisme penyebab pada 80% kasus ulkus lambung di dunia.

Infeksi Helicobacter pylori ini kebanyakan ditemukan di negara-negara dengan sanitasi yang buruk. Mereka yang terinfeksi oleh Helicobacter pylori rentan untuk mengembangkan kanker perut. Untuk gejala utama infeksi ialah sakit perut dan gastritis, bakteri Gram-negatif ini berbentuk heliks, memiliki panjang dan diamter 3 mikrometer dan o,5 mikrometer masing-masing. Pada Bakteri Helicobacter pylori ini biasanya tidak dapat menimbulkan masalah di masa kecil.

Namun, apabila tidak segera ditangani maka akan dapat menyebabkan penyakit pencernaan, termasuk gastritis (iritasi dan peradangan pada selpaut lambung), penyakit ulkus peptikum (ditandai dengan lukan yang terbentuk pada lambung atau bagian atas dari usus kecil yang disebut duodenum), dan bahkan kanker lambung di kemudian hari. Bakteri ini ditemukan di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang di mana sampai dengan 10% dari anak-anak dan 80% orang dewasa dapat memiliki bukti laboratorium infeksi H. pylori biasanya tanpa gejala.

Tanda Dan Gejala

Dalam hal ini siapapun dapat saja mengalami infeksi H. pylori tanpa menyadarinya karena kebanyakan infeksi H. pylori ini bersifat “diam” dan tidak menghasilkan gejala. Yang ketika bakteri yang menyebabkan gejala, mereka biasanya baik gejala gastritis atau penyakit ulkus peptikum.

Daftar Pustaka1. Konsensus Nasional Penatalaksanaan infeksi Helicobacter pylori 2003.
2. KSHPI, Konsensus Nasional Penanggulangan Infeksi Helicobacter pylori, Jakarta: 1996 : 6.
3. Rani AA: Helicobacter pylori infection related gastroduodenal diseases in Indonesia. Journal of Helicobacter Research 2000;2: 4,t,2t – 24 ISSN 1342
4. Soeparyatmo JB, Soewignyo S, Muttaqin z. Suwei seroepidemiologik infeksi Helicobacter pylori di Suraka(a. Dalam Soewignyo S et at (ed) Seminar Nasional Helicobacter pylori dan Penyakit Gastroduodenal. Denpasar; 1995.93-101.
5. Soeswignyo. Muttaqin Z, Diarti MW, Muliartha K. The succes of oral therapeutic vaccination to eradicate Helicobacter murid arum infection in mice. Symposium on Immune Response and Host Defense. Nordwijk, The Netherland, 1996.
6. Solnick JV, Siddiqui J. Helicobacter pylori. In: Current Diagnosis and Treatment in Infectious Diseases. New York: Lange Medical Books/McGraw-Hill 2001.p. 581 – 86.
7. Suerbaum S, Michetti P Helicobacter pylori infection. N Engl J Med 2002;347 (15): 1175 – 86.
8. Thomson ABR. Helicobacter pylori : from infection to cure. Can Gastroenterol 1996; l0 (3) :167.

Latihan Soal PTS Kelas 10 SMA IPA Semester Ganjil 2020

latihan soal PTS IPA kelas 10

Artikel ini berisi soal-soal latihan Penilaian Tengah Semester (PTS) kelas X SMA IPA disertai dengan pembahasannya. 

MATEMATIKA IPA

Topik: Fungsi, Persamaan, Pertidaksamaan Rasional

Subtopik: Pertidaksamaan Rasional

1. Himpunan penyelesaian x yang memenuhi pertidaksamaan adalah …

A. x < -1/2 atau x ≥ 3

B. -1/2 < x < 3

C. x < -1 atau -1/2 < x < 3

D. -1 ≤ x ≤ -1/2 atau x ≥ 3

E. -1 < x ≤ -1/2 atau x ≥ 3

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Perhatikan bahwa:

Perhatikan pembuat nol pada pembilangnya! Maka didapat:

x = -1/2 atau x = 3

Kemudian, perhatikan bahwa penyebut tidak boleh nol. Sehingga didapat:

Sehingga diperoleh garis bilangan sebagai berikut:

Karena tanda pertidaksamaannya adalah ≥, maka himpunan penyelesaiannya adalah -1 < x ≤ -1/2 atau x ≥ 3. Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Sistem Persamaan Linear 

Subtopik: Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel 

2. Jika 2x – z = 2, x + 2y = 4, dan y + z = 1, maka nilai dari 3x + 4y + z adalah … 

A. 8

B. 9

C. 10

D. 11

E. 12

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Perhatikan bahwa jika dilakukan penjumlahan pada 2x – z = 2, x + 2y = 4, dan y + z = 1, maka didapat:

2x – z = 2

x + 2y = 4

2y + 2z = 2

—————- +

3x + 4y + z = 8

Sehingga, nilai dari 3x + 4y + z = 8. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik : Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Linear

Subtopik : Pertidaksamaan Linear Dua Variabel

Perhatikan gambar berikut ini!

 

3. Daerah yang diarsir dapat dinyatakan oleh suatu sistem pertidaksamaan, yaitu …

A.

B.

C.

D.

E.

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Dari soal, diketahui gambar terdapat pada kuadran I. Maka didapat syarat . Kemudian, pada gambar terdapat sebuah garis yang melalui titik (0,5) dan (5,0). Jika dimisalkan (x1,y1) = (0,5) dan (x2,y2) = (5,0), maka persamaan garis tersebut dapat dicari dengan:

Maka didapat:

atau

Jika daerah arsiran bersilangan maka pertidaksamaannya merupakan perkalian antara dua garis tersebut. Sehingga didapat:

Uji salah satu titik. Misalnya titik (1, 5). Maka jika dilakukan substitusi ke dalam (i), didapat .

1. -2 … 0

Agar hubungan -2 dan 0 benar, maka tanda pertidaksamaannya adalah ≤. Sehingga sistem pertidaksamaannya menjadi:

Jadi, jawaban yang tepat adalah E. 

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Eksponen

Subtopik: Pertidaksamaan Eksponen

4. Interval nilai x yang memenuhi pertidaksamaan 4x-2 ≤ 82 adalah …

A. x < 4

B. x ≤ 4

C. x < 5

D. x ≤ 5

E. x > 5

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Perhatikan bahwa:

Maka,

Sehingga, interval nilai x yang memenuhi pertidaksamaan 4x-2 ≤ 82 adalah x ≤ 5. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Eksponen

Subtopik: Sifat Bentuk Logaritma II

5. Bentuk paling sederhana dari:

untuk a > 1 adalah …

A.

B.

C.

D.

E.

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Perhatikan bahwa:

Dimisalkan, mlog a = x. Karena a > 1, maka nilai dari mlog a akan selalu positif. Sehingga, nilai dari x juga positif. Maka didapat:

Sehingga, didapat:

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

latihan soal pts sma kelas 10

BIOLOGI

Topik: Ruang Lingkup Biologi

Subtopik: Cabang Ilmu Biologi

1. Seorang ilmuwan mengelompokkan tumbuhan jagung, padi dan gandum kedalam famili poaceae atau suku rumput-rumputan sedangkan tanaman kentang, tomat dan tembakau dikelompokkan kedalam famili solanaceae. Agar dapat melakukan hal sama dengan ilmuwan tersebut maka cabang ilmu biologi yang kita harus pelajari adalah …

A. botani

B. ekologi

C. embriologi

D. taksonomi

E. genetika

 

Jawaban: D

Pembahasan: 

Cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pengklasifikasian atau pengelompokan makhluk hidup adalah Taksonomi. Di dalam ilmu taksonomi kita mempelajari penamaan dan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-cirinya. Botani mempelajari aneka ragam tumbuhan, ekologi mempelajari tentang hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya, embriologi mempelajari tentang perkembangan embrio, dan genetika mempelajari tentang penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya. Dengan demikian jawaban adalah D.

latihan soal pts sma kelas 10
Topik: Keanekaragaman Hayati

Subtopik: Keanekaragaman Hayati Indonesia

2. Penyebaran fauna Indonesia dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi benua Asia dan Australia. Daerah persebaran fauna Indonesia dapat dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan Indonesia bagian barat, kawasan peralihan (Wallacea), dan kawasan Indonesia bagian timur. Dibawah ini yang termasuk kedalam kelompok hewan yang berada pada kawasan peralihan adalah …

A. komodo, maleo, babi rusa , soa-soa

B. wau-wau, banteng, orang utan, merak hijau

C. burung kakatua raja, buaya irian, burung cendrawasih, walabi kecil, kasturi raja

D. burung kakatua raja, buaya irian, burung cendrawasih, walabi kecil, kasturi raja

E. orang utan, merak hijau, Burung kakatua raja, buaya irian, burung cendrawasih

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Kawasan peralihan meliputi Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba, Lombok, dan Timor. Kawasan peralihan ini dibatasi oleh garis Wallace di sebelah barat dan garis Lydekker di sebelah timur. Contoh hewan yang termasuk kedalam kawasan peralihan adalah komodo, maleo, babi rusa , soa-soa dan lain-lain. Sedangkan hewan wau-wau, banteng, orang utan, merak hijau merupakan hewan yang termasuk kedalam kawasan indonesia bagian barat dan burung kakatua raja, buaya irian, burung cendrawasih, walabi kecil, kasturi raja merupakan hewan yang termasuk kedalam kawasan indonesia bagian timur. Dengan demikian jawaban adalah A.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Ruang Lingkup Biologi

Subtopik: Permasalahan Biologi

3. Kelainan pada pembentukan molekul hemoglobin darah sehingga menyebabkan penyakit anemia sel sabit merupakan permasalahan biologi pada tingkat …

A. molekuler 

B. sel 

C. jaringan 

D. sistem organ

E. organ

  

Jawaban: A

Pembahasan:

Permasalahan dalam bidang biologi dapat terjadi pada semua tingkatan organisasi kehidupan; mulai dari tingkat molekul hingga tingkat biosfer. Kelainan pada pembentukan molekul hemoglobin darah sehingga menyebabkan penyakit anemia sel sabit merupakan permasalahan biologi pada tingkat molekuler karena hemoglobin (Hb) merupakan metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) yang terdapat di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Dengan demikian jawaban adalah A.  

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Klasifikasi pada Makhluk Hidup

Subtopik: Prinsip Klasifikasi Makhluk Hidup

4. Perhatikan jenis-jenis tumbuhan berikut ini!
Allium cepa (Bawang merah)
Triticum sativum (gandum)
Allium sativum (bawang putih)
Oryza sativa (padi)

Jenis tumbuhan yang dekat hubungan kekerabatannya adalah …

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 3

D. 2 dan 4

E. 3 dan 4

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Jenis tumbuhan yang memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah bawang merah (Allium cepa) dan bawang putih (Allium sativum) hal ini karena keduanya memiliki genus yang sama yaitu Allium. Allium adalah genus bawang yang meliputi bermacam-macam tumbuhan bunga monocotyledonous dan di dalamnya termasuk bawang merah, bawang putih, bawang kucai, bawang daun, bawang bombai, dan bawang prei. Dengan demikian jawabannya adalah B.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Virus

Subtopik: Replikasi Virus

5. Pernyataan dibawah ini yang benar tentang tahapan eklifase pada reproduksi virus adalah …

A. Virion menempel pada bagian reseptor spesifik sel inang menggunakan serabut ekornya.

B. DNA sel inang dihidrolisis dan dikendalikan oleh materi genetik virus.

C. Selubung ekor berkontraksi untuk membuat lubang yang menembus dinding dan membran sel inang dan menginjeksikan materi genetiknya.

D. Asam nukleat dan protein dirakit menjadi partikel-partikel virus yang lengkap sehingga terbentuk virion-virion baru.

E. Sel inang akan mengalami osmosis sehingga pecah dan virus baru keluar dari sel inang.

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Reproduksi virus terdiri atas lima tahap, yaitu tahap adsorpsi, tahap penetrasi/injeksi, tahap sintesis (eklifase), tahap pematangan/perakitan, dan tahap lisis. Pada tahapan eklifase terjadi adalah DNA sel inang dihidrolisis dan dikendalikan oleh materi genetik virus untuk membuat asam nukleat (salinan genom) dan protein komponen virus. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah B.

latihan soal pts sma kelas 10

FISIKA

Topik: Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah

Subtopik: Peran Fisika

1. Bencana alam seperti tornado, tsunami, dan gempa bumi tidak dapat diramalkan dan dicegah secara akurat. Hal tersebut menunjukkan beberapa … sains.

A. manfaat

B. dampak negatif

C. penyalahgunaan

D. keterbatasan

E. kelebihan

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Walaupun sains telah memungkinkan kita melakukan banyak pekerjaan dengan lebih mudah dan lebih cepat, sains juga memiliki keterbatasan. Soal tersebut menyatakan keterbatasan sains yang belum mampu meramalkan secara pasti bencana alam. Contoh lainnya adalah belum dapat disembuhkannya penyakit-penyakit seperti kanker dan AIDS. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Besaran dan Satuan

Subtopik: Pengukuran

2. Suatu benda berbentuk tabung diukur panjangnya dengan jangka sorong dan diameternya diukur dengan mikrometer sekrup, hasil pengukuran panjang dan diameternya sebagai berikut.

Maka volume tabung tersebut sebesar …

A. 1,12 cm3

B. 11,2 cm3

C. 112 cm3

D. 1120 cm3

E. 11200 cm3

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Hasil pengukuran panjang dengan jangka sorong:
Hasil pengukuran = t = skala utama + skala nonius (jarum yang berhimpit).
Hasil pengukuran = t = 10,00 cm + 0,02 cm = 10,02 cm = 100,2 mm.
Hasil pengukuran diameter dengan mikrometer sekrup:
Hasil pengukuran = d = skala utama + skala nonius. 
Hasil pengukuran = d = 3,5 mm + 0,27 cm = 3,77 mm.

Jari-jari tabung:

Maka, volume benda tersebut dapat dihitung sebagai berikut:

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Besaran dan Satuan

Subtopik: Angka Penting

3. Berdasarkan aturan angka penting, hasil dari 5,541 gram – 2,11 gram adalah …

A. 3,4 gram

B. 3,43 gram

C. 3,431 gram

D. 4,67 gram

E. 4,671 gram

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Hasil pengukuran = 5,541 gram – 2,11 gram = 3,431 gram.

Berdasarkan aturan angka penting, pengurangan harus menghasilkan 1 angka taksiran (angka yang bergaris bawah), sehingga =3,431 = 3,43. Jadi, jawaban yang tepat adalah B.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Vektor

Subtopik: Menggambar Vektor

4. Sebuah kapal perompak berlayar dari pulau A, 9 km ke arah timur laut. Vektor yang tepat untuk menggambarkan perpindahan kapal adalah …

A.

B.

C.

D.

E.

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Timur laut berada di antara sumbu–x positif dan sumbu–y positif, atau diapit dua mata angin, yaitu utara dan timur. Jika panjang vektor 9 km, maka gambar vektor yang tepat adalah B.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Gerak Lurus

Subtopik: Jarak dan Perpindahan

5. Andi, Budi, Cindi, Dodi, Edi memiliki rumah yang berurutan. Jika rumah Andi dijadikan acuan, jarak rumah Andi dan Budi 300 m, jarak rumah Andi dan Cindi 600 m, jarak rumah Cindi dan Dodi 100 m, dan jarak rumah Dodi dan Edi 200 m. Budi melakukan kunjungan ke rumah Andi, kemudian ke rumah Cindi. Budi tidak mengunjungi rumah Dodi karena sudah bertemu sebelumnya sehingga terakhir ia hanya berkunjung ke rumah Edi. Selama satu hari tersebut, Budi telah berjalan kaki sejauh …

A. 300 m

B. 600 m

C. 700 m

D. 900 m

E. 1200 m

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Jika digambarkan:

Jarak yang telah ditempuh Budi:

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

latihan soal pts sma kelas 10

KIMIA

Topik: Konfigurasi Elektron dan Bilangan Kuantum

Subtopik: Konfigurasi Aufbau

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
Terletak pada periode 4
Mempunyai 4 elektron tidak berpasangan
Mempunyai nomor atom 26
Termasuk periode 4 golongan 8

1. Ciri-ciri yang tepat untuk menggambarkan unsur dengan konfigurasi elektron yaitu …

A. 1, 2, dan 3

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 4

E. 1, 2, 3, dan 4

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Dari konfigurasi dapat kita lihat jumlah elektron dan nomor atomnya:

= 2 + 2 + 6 + 2 + 6 + 6 + 2 = 26 (nomor 3 benar)

Letak golongan ditentukan dari jumlah elektron valensi. Pengisian 3d sesuai aturan aufbau dilakukan setelah 4s. Oleh karena itu, elektron berakhir di 3d. Elektron valensi dijumlahkan dengan ketentuan ns + (n-1)d, sehingga elektron di 4s dan 3d termasuk valensi = 2 + 6 = VIIIB (karena berada pada subkulit s dan d), atau golongan 8. (nomor 4 benar)

Periode unsur menentukan jumlah kulit yang dimiliki suatu unsur. Konfigurasi berakhir pada subkulit 4s2 sehingga jumlah kulit = 4. (nomor 4 benar)

Diagram orbital sesuai aturan Hund dari elektron valensi adalah sebagai berikut.

Dari diagram di atas, ada 4 elektron tidak berpasangan. Orbital lebih dalam tidak perlu dicek karena dipastikan terisi penuh sebelum elektron mengisi posisi valensi. Oleh karena itu, ciri-ciri yang benar adalah nomor 1, 2, 3, dan 4. Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Ikatan Kimia dan Bentuk Molekul

Subtopik: Geometri dan Bentuk Molekul

2. Jika atom X (nomor atom 4) dan Y (nomor atom 17) berikatan, bentuk molekul dan sifat kepolaran yang terbentuk adalah …

A. segiempat planar dan polar

B. linear dan polar

C. tetrahedral dan nonpolar

D. oktahedral dan nonpolar

E. linear dan nonpolar

 

Jawaban: E

Pembahasan:

X(nomor atom 4) = 2, 2 → Jumlah elektron valensi = 2

Y(nomor atom 17) = 2, 8, 7 → Jumlah elektron valensi = 7

 

Atom Y yang memiliki ev = 7, hanya mungkin membentuk ikatan kovalen tunggal karena hanya membutuhkan 1 buah elektron lagi agar stabil secara oktet. Karena jumlah elektron valensi atom X hanya 2, berarti ada dua ikatan kovalen tunggal antara X dan Y sehingga rumus molekulnya adalah XY2. Ini adalah molekul yang menyimpang dari aturan oktet karena elektron disekitar atom pusat X tidak cukup 8.

Molekul XY2:

Atom pusat = X

Y atau PEI = 2

Jumlah elektron ikatan = 2

   

Tipe molekul = AX2         

Bentuk molekul = linear

Kepolaran = nonpolar (karena elektron tersebar merata)

Jadi, jawaban yang tepat adalah opsi E.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Subtopik: Sifat Keperiodikan Unsur

3. Nomor atom dalam satu golongan semakin besar, maka yang bertambah besar adalah …

A. jari-jari atom

B. afinitas elektron

C. jumlah elektron valensi

D. energi ionisasi

E. elektronegativitas

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Dalam satu golongan, jika nomor atom dalam satu golongan makin besar, pengurutan dilakukan dari atas ke bawah.

Sifat periodik unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah yang semakin besar adalah jari-jari atom. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah kulit atom.

Jadi, jawaban yang tepat adalah opsi A.

latihan soal pts sma kelas 10
Topik: Ikatan Kimia dan Bentuk Molekul

Subtopik: Geometri dan Bentuk Molekul

4. Notasi VSEPR untuk molekul yang dapat terbentuk dari atom P dan F adalah …. (nomor atom P = 15 dan F = 9)

A. AX3

B. AX5

C. AX4E

D. AX2E2

E. AX2E3

 

Jawaban: B

Pembahasan: 

Notasi VSEPR = AXnYm

Konfigurasi elektron:

 15P = 2 8 5

9F = 2 7

Atom pusat = P
Atom yang diikat = F (5)
PEB dari atom pusat = 0.
Oleh karena itu, notasi VSEPR dapat dituliskan AX5.

Jika memenuhi aturan oktet, atom pusat P menggunakan 3 elektron untuk mengikat 3 F. Sisa 2 elektron membentuk 1 PEB sehingga opsi lainnya adalah AX3E.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

latihan soal pts sma kelas 10

Topik: Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Subtopik: Sistem Periodik Unsur (SPU)

5. Unsur yang terdapat pada golongan VIA dan periode 3 dalam sistem periodik unsur memiliki konfigurasi elektron …

A. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2

B. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6

D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2

E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p2 3d2

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Untuk menentukan letak unsur dapat dilihat dari golongan dan periode unsur, yaitu sebagai berikut.

Golongan = elektron valensi
Periode = jumlah kulit

Golongan VI A = maka jumlah elektron valensi berjumlah 6. Sementara, periode = 3 maka konfigurasi berakhir pada kulit ketiga.

Berdasarkan golongan, dipastikan unsur berada di blok p. Hal ini dikarenakan orbital s hanya dapat menampung 2 elektron sehingga 4 sisanya masuk orbital p.

Berdasarkan periode, dapat disimpulkan unsur memiliki 3 kulit atom. Elektron terakhir akan mengisi pada posisi 3p4.

Oleh karena itu, konfigurasi yang tersusun adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4.

Jadi, jawaban yang tepat adalah opsi B.

latihan soal pts sma kelas 10

Itulah tadi latihan soal dan pembahasan PTS kelas 10 SMA IPA untuk semester ganjil tahun 2020 ini. Gimana, sudah cukup belum? Kalau kamu merasa masih butuh banyak latihan soal lagi, gabung di ruangbelajarPlus, yuk! Ada ribuan soal yang bisa kamu dapatkan di bank soal, plus fitur lengkap lainnya. Tunggu apalagi, daftar sekarang juga, ya!

New call-to-action