Menu

Misteri Candi Borobudur yang Pernah Hilang

Halo guys selamat datang di web informasiana.com. Kali ini kami akan membahas informasi menarik tentang Misteri Candi Borobudur yang Pernah Hilang. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah dan didirikan pada abad ke-9, tepatnya di era Kerajaan Syailendra. Kuil Budha terbesar di dunia juga merupakan monumen atau candi Budha terbesar di dunia. Ini terdiri dari 6 teras persegi, di atasnya ada 3 teras melingkar, dan di atasnya ada stupa utama yang besar. Dindingnya dihiasi dengan 2672 panel relief dan 504 patung Buddha. Stupa utama terletak tinggi di tengah dikelilingi oleh 72 arca Buddha.

Di balik fakta yang telah terungkap, ada misteri Candi Borobudur yang belum terpecahkan. Karena kebenaran ini belum terselesaikan, itu masih merupakan misteri. Salah satu misteri yang masih dibahas adalah hilangnya candi Budha terbesar di dunia pada 1006 Masehi Pada saat itu, letusan Gunung Merapi dan letusannya menyebabkan penguburan candi Borobudur dari abu vulkanik dan lava. Setelah ini, keberadaan candi ini telah menghilang dari peradaban selama berabad-abad.

Baca Juga  Jagalah Hati Jangan Sampai Tertipu Lagi, Karena Mengobati Luka Patah Hati Itu Membutuhkan Kesabaran Tinggi

Jadi apa yang terjadi selama waktu itu? Kuil ini tersembunyi dan tidak terlihat oleh mata telanjang. Banyak pohon dan semak menutupinya sehingga terlihat seperti bukit. Ada yang mengatakan bahwa Candi Borobudur sengaja ditinggalkan karena hal-hal tertentu. Pada 928 dan 1006 Raja Mpu Sindok memindahkan kerajaan Medang ke wilayah Jawa Timur karena serangkaian letusan di Gunung Merapi. Namun, ini belum tentu kebenarannya. Ada juga yang mengatakan bahwa 1365 ditulis di monumen Buddha Mpu Prapanca ini. Dia menulis naskah Negarakertagama dan menyebutkan "Wihara di Budur".

Penemuan kembali Candi Borobudur yang hilang

Dari tahun 1811 hingga 1816, selama perang Inggris-Belanda untuk memerangi Jawa dan Jawa di bawah kekuasaan Inggris, candi Borobudur ini ditemukan kembali. Thomas Stanford Raffles saat itu bernama Gubernur Jenderal dan memiliki minat dalam sejarah dan seluk-beluk Jawa. Selama perjalanannya di sekitar Jawa, ia mengumpulkan barang-barang antik Jawa kuno dan menulis tentang sejarah dan budaya Jawa. Kemudian, di Semarang pada tahun 1814, ia diberi tahu bahwa ada sebuah kuil besar di hutan dekat desa Bumisegara. Pada saat itu dia tidak dapat datang karena kebutuhan, jadi dia mengirim H.C Cornelius untuk menyelidiki bait suci. Dia seorang insinyur, jadi pekerjaan ini sangat cocok untuk profesinya.

Baca Juga  Ada Saatnya Nanti Kita Bersyukur Pada Keadaan Sekarang, Karena Kebaikan yang Tidak Pernah Kita Bayangkan

Ketika mereka tiba, pohon-pohon dan semak-semak yang menutupi kuil dirobohkan dan dibersihkan dari semua debu Vullkanic. Berita dengan gambar gedung ini telah dilaporkan ke Raffles. Berkat ini, Raffles dianggap berperan dalam penemuan kembali Candi Borobudur yang hilang. Karena ketika dia membersihkan Candi Borobudur pada saat Cornelius belum dieksplorasi, Hartmann, seorang pejabat Pemerintah Hindia – Belanda melanjutkan pekerjaan Cornelius dan akhirnya semua bagian candi terlihat. Ini terjadi sekitar tahun 1835.

Baca Juga  Hideki Yukawa Sang Ahli Nuklir

Selanjutnya, pemerintah kolonial Belanda mengirim insinyur dari kantor teknis Belanda, Wilsen, untuk mempelajari situs tersebut. Selain dia, J.F.G. Brumund juga ditugaskan untuk penelitian ini. Masih ada peneliti lain yang berkontribusi dalam studi situs Buddhis terbesar ini. Sampai sekarang, candi Borobudur sangat terkenal di seluruh dunia dan termasuk dalam salah satu situs yang dilindungi oleh UNESCO. Bangunan ini sangat penting bagi umat Buddha sebagai kuil suci yang melambangkan kesucian umat Buddha. Berabad-abad berlalu, tetapi Candi Borobudur bertahan meskipun berbagai bencana alam.

Gimana teman-teman? kami berharap teman-teman dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.