Menu

Apa itu Mekanika Klasik? Penjelasan Menurut Ahli

(Pustaka Fisika). Mekanika klasik merupakan cabang ilmu dari ilmu fisika yang mengkaji tentang gaya yang mempengaruhi pada benda. Mekanika klasik sering disebut mekanika newton karena dari newton dan hukum gerak newton mekanika klasik muncul. Mekanika klasik terbagi menjadi subbagian, yaitu statika (membahas tentang benda diam), kinematika ( membahas benda yang bergerak), dan dinamika ( membahas tentang benda yang dipengaruhi oleh gaya).
Mekanika klasik merupakan sesuatu yang akurat dalam menafsirkan gerak di kehidupan sehari-hari.Mekanika klasik hanya digunakan pada makroskopis dimana menjelaskan gerakan benda yang hanya dapat dilihat oleh manusia. Mekanika klasik sangatlah berguna, karena lebih sederhana dan mudah diterapkan dari teori lainnya, dia juga memiliki prediksi yang baik dan luas terapannya.
Mekanika klasik mendeskripsikan sistem partike atau dinamika partikel. Dinamika partikel dapat ditunjukkan oleh hukum2 newton tentang gerak, terutama pada hukum kedua Newton yang menyatakan “sebuah benda yang mendapat pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak sehingga muncul laju perubahan waktu dari momentum yang sama dengan gaya tersebut”
Hukum-hukum gerak isaac newton itu memili arti fisis, kalau hukum newton tersebut diacukan pada suatu kerangka acuan tertentu, yaitu kerangka acuan inersia dimana itu adalah suatu kerangka acuan yang memiliki gerak serba sama dan tak mengalami percepatan). Senada dengan prinsip relativitas Newtonian yang menyatakan ” Jika hukum-hukum newton itu berlaku dalam sebuah kerangka acuan maka menyebabkan hukum-hukum tersebut dapat berlaku pada kerangka acuan yang lainnya dan bergerak serba sama relatifnya dengan mengacu pada kerangka acuan yang pertama.
Kemudian konsep partikel bebas terjadi ketika ada partikel bebas yang dipengaruhi oleh gaya atau interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau (menyamakan fakta fisis dengan sebenarnya). Gerak partikel yang terjadi akan mengacu pada suatu kerangka acuan inersia yang tak independen dan memiliki tempat yang berada pada titik asal sistem koordinat dan arah gerak yang berada pada sistem koordinat dalam ruang tersebut itu tak independen. Pada kerangka acuan inersia, ruang tersebut bersifat isotropik dan homogen. Dan kalau partikel bebas itu bergerak dengan kecepatan yang konstan di suatu sistem koordinat selama selang waktu tertentu itu tidak terjadi percepatan yang berubah maka konsekuensinya yaitu waktu bersifat homogen
Baca Juga  Belajar Persamaan Gerak Fisika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.