Menu

Memar dan Bengkak di Lutut Anak, Waspada Hemofilia

Helo bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan }membahas informasi menarik mengenai Memar dan Bengkak di Lutut Anak, Waspada Hemofilia. Teman-teman jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang dapat menyebabkan pasien mengalami perdarahan terus menerus. Jika tidak diobati, hemofilia dapat menyebabkan kecacatan, bahkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Hemofilia adalah penyakit langka yang menyerang 1 dari 10.000 orang. Meski begitu, orang tetap harus mewaspadai penyakit ini karena gejalanya sering diabaikan. Dokter anak Dr. Bambang Sudarmanto, SpA (K), menjelaskan MARS, hemofilia dapat diamati sejak bayi baru lahir. Misalnya, jika anak dilahirkan melalui persalinan spontan, itu adalah benjolan di kepalanya.

Baca Juga  Marcelo Cedera Punggung Karena Kasur Hotel - Info Kesehatan

"Ketika kabelnya dipotong, darah lama tidak berhenti," kata Bambang di acara tersebut talkshow untuk memperingati Hari Hemofilia Dunia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 4 April 2019.

Kemudian, ketika anak sudah belajar merangkak, perhatikan sendi siku dan lututnya karena itu yang paling menggerakkan. Seringkali hemofilia menyebabkan perdarahan pada sendi yang menyebabkan pembengkakan. Dengan demikian, ketika anak syok, pantatnya mungkin menunjukkan memar atau biru karena pendarahan.

Ketika anak mampu berjalan, akan ada berbagai masalah yang menyebabkan anak terbentur atau jatuh dan menyebabkan memar. Meski begitu, Bambang telah menangani pasien yang tidak memiliki pengalaman trauma, tetapi anak itu aktif melompat-lompat dan berguling, tiba-tiba ada pendarahan.

Baca Juga  Selama 40 Tahun, Pohon Ini Tumbuh Menembus Bangunan

Wakil Presiden Himpunan Hemofilia Indonesia di perusahaan Dr. dr. Novi Amelia Chozie, SpA (K) menambahkan, ketika Anda menemukan pembengkakan atau memar di tubuh anak, orang tua dapat mengambil langkah pertama mereka ke rumah sebelum membawanya ke rumah sakit.

Pertama, istirahatkan sendi Anda, jangan dipaksa untuk berjalan atau beristirahat menggunakan artikulasi. Kemudian, angkat posisi untuk mengurangi pendarahan. Jadi kencangkan sendi tetapi tidak terlalu kencang.

Selanjutnya, kompres dengan es tetapi jangan langsung kena kulit. Bungkus es dengan kain atau handuk, lalu kompres. Tapi jangan kompres terlalu lama, Anda harus mengompres dalam interval 2 menit. Kompres 2 menit, lalu angkat, tunggu 2 menit, lalu kompres lagi.

Baca Juga  4 Hal tentang Seks yang Tidak Akan Diajarkan oleh Sekolah - Info Kesehatan

Dalam 2 jam dia merasa bengkak, jadi perlu untuk memberikan obat untuk pembekuan darah. Kalau tidak, persendian akan lebih sulit untuk sembuh dan akan membutuhkan perawatan yang lebih lama. (RNA)

Gimana mas bro? Semoga mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.