Menu

Memakan Telur Pecah, Berbahayakah? – Info Kesehatan

Hai mbak bro selamat datang di website informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik tentang Memakan Telur Pecah, Berbahayakah?. Kamu jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Healthy-cook-egg-docs-healthy method-1Kredit foto: Flickr.com/Trevor King

INFORMASIANA- Terkadang, telur yang kita beli rusak karena tabrakan. Karena sayang, kami segera memproses telur ini dengan menggorengnya agar tidak sia-sia. Sebenarnya, apakah berbahaya melakukannya?

Menurut para ahli kesehatan, hingga saat ini belum ada penelitian yang dilakukan mengenai konsumsi telur yang rusak. Hanya saja, banyak pakar kesehatan memperingatkan kemungkinan terpaparnya bakteri salmonella pada telur yang pecah atau pecah. Sebagai informasi, bakteri ini dapat menyebabkan gejala penyakit yang tidak bisa diremehkan seperti diare, sakit kepala, demam atau bahkan penyakit tipus.

Baca Juga  Merusak Suspensi Mobil, Pasangan Obesitas Ini Dilarang Naik Taksi - Info Kesehatan

Adanya retakan atau fragmen di kulit telur dapat membuat bakteri ini berada di dalam telur. Sebagai informasi, bakteri salmonella sebenarnya sudah bisa berada di luar cangkang.

"Telur-telur yang dikemas oleh kandang di pasar tidak pernah dicuci dan dijual segera. Untuk alasan ini, ketika kita memilihnya di supermarket, misalnya, terkadang ada kotoran. Sayangnya, kotoran ini dapat memiliki hormon salmonella yang berbahaya "Menurut saya, jika telur pecah atau pecah lebih dari 3 jam, maka telur ini tidak lagi layak untuk dikonsumsi," kata Tulus Muladiyono dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.

Baca Juga  Tips Cegah Binge Eating - Info Kesehatan

Ada hal lain yang bisa dijadikan alasan untuk tidak makan telur yang rusak lagi, yaitu perubahan kadar protein dalam telur ini. Protein dalam telur yang pecah tidak lagi sama dengan telur utuh. Faktanya, meskipun kita memasaknya dengan baik, ini tidak berguna karena kadar protein telah menurun secara dramatis. Ini membuat Tulus berpikir memakan telur yang pecah hampir seperti memakan ayam yang ditarik atau ayam yang telah menjadi bangkai.

"Jika dimasak, bakteri bisa menghilang, tetapi pada kenyataannya itu tidak berguna karena proteinnya juga telah hilang. Lebih lanjut, ada kemungkinan telur yang pecah ini tidak memiliki aroma yang menyenangkan. Ini persis seperti ketika kita makan ayam yang ditarik. "Ini nilai gizi. Ini benar-benar dapat membuat kita sakit," saran Tulus.

Baca Juga  Bocah Ini Dua Kali Digigit Ular Berbisa dalam 8 Hari - Info Kesehatan

Gimana teman-teman? Semoga mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.