by

Melihat Kisah Perjuangan Pendistribusian Surat Suara yang Bakal ‘Menamparmu’ Kalau Golput – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

Halo mas bro selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik tentang Melihat Kisah Perjuangan Pendistribusian Surat Suara yang Bakal ‘Menamparmu’ Kalau Golput – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral. Teman-teman jangan lupa yah untuk bagikan artikel di sosial media kalian.

Sebagai salah satu acara nasional utama, Pemilu atau Pemilu dapat dianggap sebagai peristiwa yang mencapai. Ini dapat ditunjukkan oleh minat besar orang-orang di dalam dan luar negeri ketika berpartisipasi dalam kegiatan ini. Bahkan, tidak jarang menghidupkan hal-hal menarik. Salah satunya adalah keberadaan TPS yang memiliki konsep unik.

Namun di balik semua ini, arena Pemilu juga mengangkat kisah perjuangan yang tidak dimainkan. Apalagi jika kita berbicara tentang tugas KPU mengenai distribusi suara. Mereka harus rela mengeluarkan energi ekstra untuk menembus medan yang sulit dan sulit, untuk dapat membuat Partai Demokrasi didengar oleh semua orang Indonesia. Jadi, apa perjuangannya? Temukan kisah distribusi logistik pemilihan berikut ini.

Pejabat KPU Sulawesi Utara harus rela berlayar sejauh bermil-mil

Diketahui, jika pendistribusian surat suara bukan segalanya, bisa dilakukan melalui darat. Kondisi tanah yang sulit dan banyak daerah mungkin tidak semuanya dilintasi oleh transportasi darat yang merupakan salah satu penyebabnya.

Baca Juga  Jangan Sesali Apa yang Sudah Pergi, Jangan Tangisi yang Sudah Tiada, Tapi Syukuri yang Masih Ada

Seberangi sungai untuk mengantarkan logistik [Sumber Gambar]

Berkat ini, tidak mengherankan bahwa banyak jalur udara dan air dipilih. Misalnya, apa yang dilakukan oleh KPU, PPS dan PPK di Kecamatan Samaturu, di Kabupaten Kolaka, di Sulawesi Tenggara (Sulawesi Tenggara), untuk logistik pemilihan Dusun Lakuya, mereka harus rela melakukan perjalanan di dalam air dengan jarak 26 km. Jaraknya bisa memakan waktu beberapa jam.

Di Jember, pembagian kartu terpaksa melibatkan kuda

Hampir seperti sebelumnya, KPU Jember di Jawa Timur juga harus bekerja keras untuk mendistribusikan suara. Bahkan, mereka harus bersedia memulai jalur tanah yang sulit, untuk dapat memberikan logistik untuk perayaan bangsa.

Distribusi surat menggunakan suara kuda [Sumber Gambar]

Dilaporkan oleh Boombastis dari halaman Bisnis.com Distribusi logistik pemilihan di daerah Bandelit, desa Andongrejo, Kabupaten Jember, juga harus menggunakan kuda karena sulitnya akses ke jalan. Kabarnya, jalannya licin dan curam, karena terletak di kawasan berhutan milik Taman Nasional Meru Betiri.

Baca Juga  14 Makanan Imut Yang Sayang Untuk Dimakan

Distribusi di wilayah Lampung terhadap medan terjal

Tiga persen dari uang dengan distribusi surat suara di Jember sebelumnya, di daerah Lampung, juga memiliki akses yang sulit. Dilaporkan, bantuan hewan diperlukan untuk mengirimkan logistik untuk pemilihan 2019.

Distribusi dengan sapi [Sumber Gambar]

meluncurkan Kumparan.com, pendistribusian di empat desa, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat melibatkan 15 ekor sapi. Hal ini disebabkan oleh medan yang curam dan tidak mungkin untuk memasuki area tersebut dengan sepeda motor atau mobil. Tidak ada yang membayangkan betapa sulitnya jalan akses itu.

Distribusi suara juga melawan pergolakan meteorologis Indonesia

Selain masalah akses yang sulit, bisnis pengiriman logistik di TPS ini juga menghadapi kendala iklim. Nah, seperti kita ketahui, meski sudah dua musim, cuaca di Indonesia cukup sulit ditebak. Jadi dia perlu persiapan khusus untuk menghadapi pergolakan. Selain itu, logistik untuk pemilihan tidak tahan air.

Pertarungan petugas polisi mengirim logistik pemilu [Sumber Gambar]

Cerita tentang distribusi kartu dari waktu ke waktu dialami oleh Bripda Ryan Jaka Kelana. Anggota unit polisi Mesuji Shabara harus berjuang melawan kondisi cuaca ekstrem dan bahkan menyeberangi saluran air untuk dapat mendistribusikan di daerah terpencil Mesuji. Dan selain itu juga perlu 2,5 jam.

Baca Juga  Serangan mematikan angin duduk, ini cara menangani dan obatnya!

BACA JUGA: diikuti oleh mantan koruptor, ini adalah deretan kandidat legislatif dalam pemilihan umum 2019 yang telah mencuri uang negara

Berkaca pada kisah-kisah di atas, tampaknya akan menyedihkan jika tidak banyak orang yang berpartisipasi dalam perayaan ini. Lebih jauh, hal-hal ini juga menjadi bukti bahwa KPU sangat serius dengan Partai Demokrat di negara itu. Diharapkan bahwa pemilu akan bekerja dengan baik di masa depan.

Gimana bro? Mudah-mudahan mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

About Author: dr. Glenn

Gravatar Image
Saya dr. Glenn, lahir di Jakarta, 11 Agustus 1991. Saya pernah belajar di SDN 2 Jakarta, SMPN 1 Jakarta, SMAN 2 Jakarta, dan Kedokteran Universitas Indonesia. Saya memiliki ketertarikan menulis di pengertian, kesehatan, manfaat, teknologi, game dan harga hp. Oleh karena itu pada situs ini banyak membahas hal tersebut.

News Feed