by

Madubulin, Cara Masyarakat Kapuas Hulu Turunkan Angka Kematian Ibu

Helo mbak bro selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi unik mengenai Madubulin, Cara Masyarakat Kapuas Hulu Turunkan Angka Kematian Ibu. Kamu jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.

INFORMASIANA – Angka kematian ibu (AKI) masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia. Berbagai metode terus dilakukan untuk mengurangi angka kematian yang telah memengaruhi wanita.

Salah satunya adalah inovasi Madubulin atau Komunitas Perawatan Bersalin yang disibukkan oleh Pelayanan Kesehatan Kapuas Hulu. Inovasi ini dianggap cukup efektif dalam mengurangi angka kematian ibu.

"Kami memiliki inovasi yang bernama Madubulin, masyarakat merawat ibu-ibu ini di tingkat kabupaten. Program ini secara efektif meningkatkan partisipasi keluarga masyarakat, pejabat desa dan tokoh masyarakat untuk wanita hamil" kata kepala Layanan Kesehatan Kapuas Hulu, Dr. Harisson, M.Kes dalam siaran pers yang diterima INFORMASIANA Jumat 29 Maret 2019.

Baca Juga  5 Tips Orang Terkaya di Indonesia Bambang Hartono

Harisson menjelaskan, Madubulin sebenarnya untuk mencegah terjadinya keterlambatan saat para ibu yang akan melahirkan harus diarahkan ke rumah sakit. Madubulin berisi tim yang bertindak segera jika seorang ibu hamil dirujuk ke rumah sakit, sehingga seluruh masyarakat bergerak untuk membantu ibunya.

Setelah implementasi inovasi, AKI di Kapuas Hulu menurun dari 14 orang di 2015 menjadi 2 orang di 2017, tetapi 2018 menjadi 3 orang. Menurut Harisson, penurunan itu adalah hasil yang harus dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Baca Juga  Dunia ini Tak Seperti yang Kalian Bayangkan, ini Fakta² yang Telah Terjadi..!! INFORMASIANA

Rendahnya peran dalam mengubah kebiasaan seperti praktik tradisional dalam perawatan pekerjaan dan setelah melahirkan, oleh karena itu kesulitan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas adalah penyebab tingginya AKI.

Jadi langkah yang diambil oleh inovasi Madubulin adalah membangun komitmen dengan bupati.

"Kami meminta bupati untuk terus berbicara tentang AKI, jadi jika bupati berbicara tentang kesehatan, dia sudah tahu, jadi jika memang bupati mengatakan dia menekan AKI yang namanya adalah bupati sampai kepala desa akan berbicara tentang mengurangi AKI, "kata Dr. Harisson.

Baca Juga  Ya Rabb, Kutitipkan Hati Ini Kepadamu, Sebab Engkaulah Sebaik-baiknya Penjaga Hati

Menanggapi inovasi, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Moeloek menghargai penurunan AKI. Menteri Kesehatan mengatakan bahwa data penurunan MRR benar-benar bagus di Kapuas Hulu, yang telah menurun.

"Mereka (masyarakat Kapuas Hulu) cukup bagus karena mereka bekerja bersama: di Puskesmas ada bidan, ada juga lengkungan yang sehat," katanya. (LDP)

Gimana mas bro? Mudah-mudahan teman-teman bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

About Author: dr. Glenn

Gravatar Image
Saya dr. Glenn, lahir di Jakarta, 11 Agustus 1991. Saya pernah belajar di SDN 2 Jakarta, SMPN 1 Jakarta, SMAN 2 Jakarta, dan Kedokteran Universitas Indonesia. Saya memiliki ketertarikan menulis di pengertian, kesehatan, manfaat, teknologi, game dan harga hp. Oleh karena itu pada situs ini banyak membahas hal tersebut.

News Feed