Menu

Luka Pada Penderita Hipertensi Berlangsung Lebih Parah? – Info Kesehatan

Halo teman-teman selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini kami akan menyajikan informasi menarik mengenai Luka Pada Penderita Hipertensi Berlangsung Lebih Parah?. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

luka kulit-doktesehat

INFORMASIANA – Beberapa orang berpikir bahwa luka pada orang dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi akan lebih parah. Logikanya, dengan tekanan darah lebih tinggi, darah yang keluar dari tubuh dalam luka terbuka akan mengalir lebih banyak. Pada kenyataannya, apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Hubungan antara hipertensi dan keparahan luka

Pakar kesehatan Dr. Eko Budidharmaja mengatakan bahwa cedera pada orang dengan tekanan darah tinggi tidak akan berbeda dengan cedera yang diderita oleh orang dengan kondisi normal. Hanya saja, meski dengan catatan bahwa sistem pembekuan darah dalam tubuh masih dalam kondisi baik. Kalau tidak, luka akan sulit sembuh.

Ini berarti bahwa, selama orang dengan tekanan darah tinggi berusaha untuk menjaga kondisi kesehatan mereka agar tidak mengalami gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, trombositopenia, gangguan hati, defisiensi faktor merek dan kondisi lainnya, luka akan terus berlanjut. untuk sembuh seperti biasa.

Baca Juga  Kisah Pasangan yang Tidak Jadi Menikah Gara- Gara Meninggal Akibat Asap Rokok

Ketahui gangguan pembekuan darah

Biasanya, dalam tubuh manusia ada mekanisme yang secara otomatis membekukan darah jika terjadi cedera atau cedera. Proses ini mencegah tubuh dari kehilangan sejumlah besar darah.

Hanya saja, jika ada proses pecah di tubuh yang disebut gangguan koagulasi, maka luka tidak akan cepat sembuh karena proses pembekuan darah tidak berlangsung lancar. Tidak hanya luka terbuka, kondisi ini bisa memicu pendarahan di beberapa organ atau jaringan yang bisa berbahaya.

Gejala gangguan proses pembekuan darah

dr. Eko menjelaskan beberapa jenis penyakit yang dapat mengganggu proses pembekuan darah. Gejala-gejala gangguan ini adalah mudah bagi tubuh untuk mengalami memar tanpa sebab yang jelas, seringkali epistaksis, luka kecil yang tidak pernah sembuh dan terus berdarah, perdarahan yang benar-benar menyebar ke persendian, dan pendarahan yang sangat berat selama menstruasi. wanita.

Baca Juga  Pakar Kesehatan: 1 dari 4 Pasien Kanker yang Meninggal Ternyata Disebabkan Oleh Rokok

Beberapa penyebab gangguan pembekuan darah.

Proses pembekuan darah ketika tubuh terluka atau terluka dipengaruhi oleh sel-sel tubuh dan platetet, sejenis protein yang menjadi faktor pembekuan darah. Jika kita tidak memiliki cukup trombosit atau protein yang dapat membekukan darah, maka proses ini tidak akan bekerja dengan baik.

Seringkali, kasus gangguan pembekuan darah adalah kondisi genetik atau warisan orang tua pada anak-anak. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh penyakit hati atau kondisi medis lainnya seperti kekurangan vitamin K atau asupan obat-obatan tertentu seperti antikoagulan yang berpotensi mengganggu proses pembekuan darah.

Diagnosis dan pengobatan gangguan pembekuan darah

Jika kita mengalami luka yang tidak bisa disembuhkan, ahli kesehatan menyarankan kita untuk segera mengunjungi dokter. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita, konsumsi obat yang sudah kita konsumsi beberapa saat, penyebab cedera seperti cedera atau jatuh, berapa banyak yang dilakukan sebelum kita mulai berdarah, berapa lama ini berlangsung luka dan tidak berhenti memancarkan darah.

Baca Juga  Awas! 8 Penyakit Autoimun Anak yang Harus Diwaspadai - Info Kesehatan

Selanjutnya, dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk menentukan kadar sel darah merah dan sel darah putih, melakukan tes untuk menentukan kondisi agregasi trombosit dalam darah dan menguji waktu perdarahan yang dapat menentukan panjang bekuan darah. .

Jika kondisi ini disebabkan oleh hemofilia, dokter Anda biasanya akan minum obat-obatan seperti suntikan khusus, mengonsumsi suplemen zat besi atau bahkan transfusi darah.

Gimana teman-teman? Mudah-mudahan mas bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.