Menu

Listrik DInamis: Pengertian Arus Listrik

(Fisikanesia). Arus listrik berkaitan dengan cabang listrik dinamis. Apa itu arus listrik? Listrik secara visual tidak dapat terlihat, tetapi hampir semua orang mengenal adanya listrik yaitu dengan mengetahui dari gejala-gejalanya. Misalnya, lampu menyala karena dialiri arus listrik. Pada peristiwa nyala lampu itu, bukan arus listrik yang terlihat, namun gelajanya yaitu timbulnya cahaya dari pijaran filamen pada lamput itu.
Dalam suatu rangkaian listrik, terminal atau sambungan kawat penghantar yang mempunyai potensial lebih tinggi disebut kutub positif, sedangkan terminal yang mempunyai potensial lebih rendah disebut kutub negatif. Rangkaian yang di dalamnya terdapat dua kutub dinamakan rangkaian bipolar (dua kutub). Arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Arus listrik dapat mengalir dalam rangkaian tertutup. Rangkaian semacam ini disebut rangkaian listrik tertutup. Di dalam sebuah kawat penghantar dirangkaian, elektron-elektron (muatan negatif) mengalir dalam arah yang berlawanan dengan arah arus listrik. Adapun muatan positif mengalir dengan arah yang sama dengan arah arus listrik.
Satuan kuat arus listrik adalah ampere (A). Satuan ini diambil dari nama seorang ilmuwan Perancis Andre Marie Ampere. Fisikawan itulah yang berhasil menemukan hubungan kuat arus listrik (I), banyaknya muatan listrik (Q), dan selang waktu (t) untuk perpindahan muatan. Hubungan pernyataan-pernyataan ini dituliskan persamaan matematisnya berbentuk:
I = Q / t
dengan I = kuat arus (A) atau coulomb/detik (C/s). Q = muatan listrik (C), t = waktu (s).
1 ampere sama dengan 1 coulomb per sekon. Besarnya kuat arus listrik sebanding dengan muatannya. Besar kuat arus listrik berbanding terbalik dengan selang waktu. Alat yang digunakan untuk mengukur besaranya arus listrik adalah Amperemeter (ammeter), baca profil alat ukur listrik di Jenis Alat Ukur Listrik. Cara membacanya yaitu dengan melihat skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk, dan membagi harga yang ditunjuk oleh skala tersebut dengan harga skala minimum. Hasil dari pembagian tersebut dikalikan dengan harga batas ukur yang dipilih.
Misalnya yang dipilih 10 A, maksudnya harga maksimum sebesar 10 A, maka harga arus listrik yang terukur oleh alat adalah:
(4/5) x 10 A = 8 A
(0,8/1) x 10 A = 8 A
Udah paham kan? Sekian materi tentang Listrik Dinamis: Pengertian Arus Listrik, semoga bermanfaat.
Baca Juga  Sifat Gelombang: Penjumlahan Gelombang (Superposisi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.