Info Terbaru

Lindungilah Balita dari Roseola Infantum, Periksa ke Dokter Jika Terjadi Kondisi Ini

Advertisement
Loading...


Ruam kemerahan dan demam tinggi tak selalu menjadi gejala campak atau rubella. Pada kondisi ini bisa menjadi gejala munculnya roseola infantum. Apa itu roseola infantum??

Virus roseola infantum, paling umum menyerang bayi yang berumur enam bulan sampai 1.5 tahun, meskipun tak berbahaya akan tetapi virus ini terkadang tidak terdeteksi karena gejalanya yang bersifat umum. Balita yang telah mengalami roseola, biasanya mengalami gejala-gejala tertentu seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, ruam kemerahan, diare ringan, pembengkakan kelopak mata, pembengkakan kelenjar pada leher dan kehilangan nafsu makan.

Demam biasanya akan segera turun setelah 3 sampai 4 hari. Sehabis itu muncullah ruam merah muda yang biasanya muncul pada area perut, punggung atau dada. Ruam yang bisa terasa gatal ini terkadang juga bisa menyebar pada area wajah dan kaki. Untuk beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, anak yang mengalami roseola akan ikut mengalami kejang demam.

Roseola itu biasanya terjadi karena infeksi virus herpes tipe 6 (HHV/ Human Herpesvirus 6) yang penyebarannya sama dengan penularan flu pada umumnya yakni lewat bersin atau batuk dari anak lain yang lebih terserang virus tersebut. Selain daripada itu, menyentuh barang yang disentuh oleh penderita setelah memegang hidung atau mulutnya juga bisa menjadi penyebab penularan virus tersebut. Barang-barang bisa berupa mainan, pegangan pintu, ataupun berbagi alat makan atau gelas.

Balita yang telah mengalami roseola secara umum bisa pulih sesudah beristirahat cukup. Anda bisa membantu penyembuhannya dengan langkah-langkah berikut:

– Hindari balita dari dehidrasi. Berikan minuman dingin yang cukup, meski si Kecil mungkin tidak merasa haus. Jika memungkinkan, berikan minuman elektrolit untuk mencegah dehidrasi. Untuk mencegahnya terkena perut kembung bila minuman tersebut berkarbonasi, lepaskan busa gas di dalamnya dengan membuka tutup botol minuman ini beberapa lama sebelum diberikan. Sedangkan pada bayi, terutama di bawah usia satu tahun, berikan ASI atau susu formula yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

– Biarkanlah dia beristirahat pada ruangan yang nyaman dengan temperatur sejuk. Bukalah jendela kalau memungkinkan.

– Kalau perlu berikanlah obat penurun panas kalau dia sedang demam. Akan tetapi anda jangan memberikan ibuprofen dan parasetamol secara bersamaan. Kecuali diresepkan, anda jangan sekali-sekali memberikan aspirin kepada anak yang berumur di bawah usia 16.

– Tak ada gunanya memberikan obat antibiotik karena obat ini tak akan dapat meredakan infeksi virus.

– Saat mandi, hindarilah memakai air dingin selama sakit supaya anak tak menggigil.

Penyakit ini bersifat sangat umum sehingga sebagian besar balita pernah terkena. Hanya saja pada sebagian anak hampir tak menunjukkan gejala yang berarti, sementara itu anak lainnya mungkin mengalami semua gejala yang mungkin muncul. Balita yang telah terpapar virus dari balita lainnya secara umum baru menunjukkan tanda-tanda sekitar 1 sampai 2 minggu sesudah nya.

Pada umumnya Roseola infantum bisa reda secara sendirinya dalam sepekan, akan tetapi segeralah memeriksakan si kecil ke dokter kalau dia mengalami hal ini:

– Demam tinggi
– Kejang
– Ruam tak hilang setelah tiga hari.
– Sedang menderita kelemahan sistem kekebalan tubuh karena telah mengidap sakit serius lainnya atau sedang menjalani pengobatan tertentu seperti kemoterapi.

Meskipun sama-sama menular, seperti cacar air, akan tetapi infeksi roseola tak hanya terjadi ketika datang wabah, melainkan bisa terjadi kapan pun di sepanjang tahun. Oleh karena itu, kalau anak anda telah terserang roseola infantum maka sebaiknya tidak usah masuk sekolah dulu sampai kondisi membaik supaya tak menularkan virusnya ke anak-anak lain.

Tak hanya pada balita, roseola infantum juga bisa terjadi kepada orang dewasa kalau dia belum pernah terpapar virus ini pada masa kecilnya. Infeksi roseola pada orang dewasa itu cenderung memunculkan gejala-gejala yang ringan. Akan tetapi turut bisa menulari pada anak-anak. Oleh karena tidak adanya vaksin untuk dapat mencegah roseola. Adapun langkah terbaik yang bisa kita lakukan yaitu menghindari kontak bersama orang yang sedang terinfeksi virus.

Loading...
Advertisements
Lindungilah Balita dari Roseola Infantum, Periksa ke Dokter Jika Terjadi Kondisi Ini | fajeros | 4.5