latihan soal tps utbk pemahaman bacaan

Artikel ini memberikan latihan soal TPS UTBK 2020 untuk topik Pemahaman Bacaan

Masih belum yakin saat mengerjakan soal-soal TPS UTBK? Itu tandanya, kamu masih perlu berlatih lebih banyak lagi soal TPS UTBK 2020. Salah satu tipe soal yang membutuhkan ketelitian dan konsentrasi adalah soal Pemahaman Bacaan. Yuk, langsung aja kita lihat latihan soal TPS UTBK 2020 Pemahaman Bacaan berikut.

Baca juga: Latihan Soal TPS UTBK 2020 Penalaran Umum

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Bacalah teks berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 1 sampai 7!

Migrasi paus telah lama menjadi aktivitas rutin mamalia laut ini. Namun, selama ini ilmuwan juga masih mencari alasan paus bermigrasi. Biasanya, orang-orang yang melakukan perjalanan melintasi lautan untuk mencari air hangat yang dapat menjadi spa alami, yakni dengan berwisata di resort-resort dekat pantai. Ternyata dalam sebuah penelitian, paus juga melakukan migrasi tahunan dengan alasan yang hampir sama. Selama ini, para ilmuwan telah lama bertanya-tanya mengapa paus-paus bertubuh besar, seperti keluarga paus balin bermigrasi hingga sejauh 18.840 kilometer setiap tahunnya.

Paus-paus balin seperti paus bungkuk, paus biru, hingga paus sperma dan paus pembunuh selalu melakukan perjalanan dari perairan kutub ke perairan laut tropis yang lebih hangat. Sebelumnya, para peneliti menduga, setelah makan di Kutub Utara atau Antartika, paus melakukan perjalanan ke daerah tropis untuk melahirkan dan menjauh dari memangsa.

Untuk mengetahui alasan sebenarnya dari migrasi paus, tim peneliti yang dipimpin Robert Pitman, ahli ekologi kelautan di Marine Mammals Institute di Oregon State University, menyebarkan 62 penanda satelit pada empat jenis paus pembunuh yang menghuni perairan di Antartika. Setelah melacak paus, selama lebih dari delapan musim panas, para ilmuwan ditemukan beberapa perjalanan sejauh 9.400 kilometer ke barat Samudera Atlantik Selatan.

Perjalanan itu dilakukan bolak-balik hanya dalam 42 hari. Akan tetapi paus-paus ini tidak menjadikan perjalanan ini untuk melahirkan. Para peneliti juga melihat adanya aktivitas paus yang serupa dengan apa yang dilakukan manusia. Paus-paus ini melepaskan sel kulit luar. Namun, saat di lautan Antartika yang dingin, tampaknya paus tidak bisa melepas atau mengganti kulitnya. [ … ], paus membangun lapisan diatom mikroskopis yang tebal. Di mana lapisan ini dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi paus pembunuh dan paus balin.

Pada paus pembunuh, peneliti melihat adaptasi yang dilakukan mamalia laut ini saat berada di perairan Antartika yang dingin. Mereka menyimpulkan untuk menghemat panas tubuh saat di perairan dingin, paus pembunuh akan mengalihkan aliran darah dari kulit mereka. Hal ini menyebabkan perlambatan regenerasi sel kulit dan akhirnya mendorong paus ke perairan yang lebih hangat. Di mana di perairan ini, metabolisme memungkinkan mereka untuk berganti kulit.(Diadaptasi dari : sains.kompas.com)

Subtopik: Pemahaman Isi Bacaan

1. Judul yang paling tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ….

Alasan Paus Bermigrasi
Manfaat Migrasi bagi Paus
Perubahan Habitat Paus Pembunuh
Penelitian Terhadap Perkembangan Paus
Dampak Lautan yang Hangat bagi Perkembangan Paus

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Judul merupakan kepala karangan yang diletakkan pada bagian atas sebuah teks. Judul yang baik adalah judul yang mampu mewakili keseluruhan isi karangan. Secara keseluruhan, teks tersebut berisi penelitian tentang alasan paus melakukan migrasi. Sebelumnya, para peneliti menduga, setelah makan di Kutub Utara atau Antartika, paus melakukan perjalanan ke daerah tropis untuk melahirkan dan menjauh dari pemangsa. Akan tetapi, paus-paus ini tidak menjadikan perjalanan ini untuk melahirkan. Para peneliti juga melihat adanya aktivitas paus yang serupa dengan apa yang dilakukan manusia. Paus-paus ini melepaskan sel kulit luar. Dengan demikian, judul yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah Alasan Paus Bermigrasi. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

2. Kata yang salah digunakan pada paragraf pertama adalah ….

aktivitas
ilmuwan
melintasi
resort-resort
bertanya-tanya

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Untuk menemukan kata yang tepat dalam kalimat, diperlukan pemahaman isi bacaan serta penalaran kebahasaan. Dari segi penggunaan kata di dalam paragraf, tidak terdapat kata yang salah. Namun, dari segi penulisan, terdapat satu kata yang salah pada paragraf pertama, yaitu kata resort-resort. Kata resort-resort merupakan kata tidak baku. Oleh karena itu, penulisannya harus diganti dengan kata resor-resor yang memiliki arti “daerah kecil”. dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

 3. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf kedua adalah ….

melakukan
perjalanan
perairan
menduga
memangsa

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Untuk menemukan kata berimbuhan yang tepat dalam kalimat, diperlukan pemahaman isi bacaan serta penalaran kebahasaan. Dari segi penulisan, tidak terdapat kata berimbuhan yang salah pada paragraf kedua. Namun, terdapat satu kata yang penggunaannya tidak tepat, yaitu kata memangsa. Menurut KBBI, kata memangsa merupakan kata kerja yang berarti “memakan”. Akan tetapi, dalam kalimat seharusnya dijelaskan bahwa paus melakukan perjalanan ke daerah tropis untuk melahirkan dan menjauh dari pemangsa. Dengan demikian, penggunaan kata yang tepat adalah pemangsa yang berarti “pemakan”. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

4. Kata berimbuhan yang salah digunakan pada paragraf ketiga adalah ….

mengetahui
dipimpin
kelautan
menghuni
ditemukan

 

Jawaban: E

Pembahasan:

Dari segi penulisan, tidak terdapat kata berimbuhan yang salah pada paragraf ketiga. Namun, terdapat satu kata yang penggunaannya tidak tepat, yaitu kata ditemukan. Penggunaan imbuhan di- digunakan manakala subjek pada sebuah kalimat berbentuk pasif, seperti kalimat Buku dibaca Anton. Pada kalimat para ilmuwan ditemukan beberapa perjalanan sejauh, subjek berbentuk pasif. Dengan demikian, kata yang digunakan adalah menemukan. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan E.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

 5. Dalam kalimat bercetak tebal, tanda koma seharusnya ditulis pada ….

setelah kata tetapi
sebelum kata tidak
setelah kata peneliti
sebelum kata aktivitas
sebelum kata dilakukan

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Dalam kalimat bercetak tebal, tanda koma seharusnya ditulis pada setelah kata akan tetapi. Kata akan tetapi merupakan konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain. Penulisan yang tepat adalah tanda koma ditulis setelah konjungsi antarkalimat. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

Akan tetapi paus-paus ini tidak menjadikan perjalanan ini untuk melahirkan. Para peneliti juga melihat adanya aktivitas paus yang serupa dengan apa yang dilakukan manusia.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

 6. Katayang tepat untuk melengkapi kalimat keenam paragraf keempat adalah ….

jadi
tetapi
sebaliknya
oleh karena itu
dengan demikian

 

Jawaban: C

Pembahasan:

Untuk menemukan kata yang tepat dalam kalimat, diperlukan pemahaman isi bacaan serta penalaran kebahasaan. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat keenam paragraf keempat adalah sebaliknya. Kata sebaliknya adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan makna yang berkebalikan dari pernyataan sebelumnya. Kata sebaliknya tepat untuk melengkapi kalimat keenam karena kalimat keenam merupakan pernyataan yang berlawanan dari kalimat kelima. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

 7. Pembentukan kata yang salah pada paragraf kelima terdapat pada kata ….

melihat
menyimpulkan
menghemat
mengalihkan
mendorong

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Pembentukan kata yang salah pada paragraf kelima terdapat pada kata mensimpulkan. Menurut aturan penulisan yang benar, apabila terdapat imbuhan me- bertemu dengan kata yang diawali dengan huruf K, T, S, atau P, terdiri lebih dari satu suku kata, dan diawali dengan huruf konsonan – vokal maka akan mengalami proses peleburan. Dengan demikian, penulisan kata yang tepat menyimpulkan. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Teks berikut diikuti oleh dua butir pertanyaan. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E)

Teks berikut untuk menjawab soal nomor 8 sampai 14.

Mengunjungi Sabang rasanya tak lengkap jika tidak mengunjungi 8-65Tugu Kilometer Nol di Kawasan Iboih, Sukakarya, Sabang. Posisi Sabang di ujung 9-62Barat Indonesia, berhadapan langsung dengan lautan lepas, menjadikan 10-52sunset sebagai atraksi menarik.

Tugu ini bisa dicapai dalam waktu sekitar 1 jam dengan mobil dari Kota Sabang. Sebagaimana umumnya jalanan di Pulau Weh yang didominasi 11-156gunung, jalan aspal mulusnya berkelok-kelok dan naik turun menuju Tugu Kilometer Nol ini.

Waktu yang paling pas untuk tiba 12-42disini adalah sekitar 2-3 jam sebelum matahari terbenam jika ingin menikmatinya. Selain supaya bisa mencari lokasi nyaman untuk menikmati sunset kita juga bisa13-38mengeksplorasi Tugu Kilometer Nol dan 14-5577069102hutan wisata Sabang di sekitar tugu.

( Diadaptasi dari https://pesona.travel/keajaiban )

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

8. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Tugu kilometer nol
tugu kilometer nol
Tugu KM Nol
Tugu KM nol

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Tugu Kilometer Nol merupakan nama tempat di Kawasan Iboih, Sukakarya, Sabang. Penulisan yang tepat untuk nama tempat adalah menggunakan huruf awal kapital. Dengan demikian, penulisan tersebut tidak perlu diperbaiki. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

9. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Barat indonesia
barat Indonesia
Indonesia barat
indonesia barat

 

Jawaban: C

Pembahasan:

Kata barat adalah kata yang menunjukkan arah mata angin. Kata petunjuk arah mata angin ditulis kapital apabila menunjukkan nama daerah, kota, atau provinsi. Contoh: Kalimantan Barat, Jakarta Timur, dan Desa Kauman Selatan. Kata barat pada Barat Indonesia tidak menunjukkan nama daerah, tetapi menunjukkan arah, yaitu Indonesia bagian barat. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah barat Indonesia. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

10.

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Sunset
sunset
“sunset”
“sunset”

 

Jawaban: C

Pembahasan:

Kata sunset adalah istilah dari bahasa Inggris yang berarti matahari tenggelam. Penulisan istilah bahasa asing yang tepat adalah ditulis dengan huruf cetak miring. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

11.

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Gunung
pegunungan
“gunung”
gunung-gunung

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Kata “gunung” merupakan kata yang menunjukkan geografis. Nama geografis harus ditulis awal kapital apabila diikuti nama diri. Contoh: Gunung Slamet, Danau Toba, Selat Sunda, Sungai Musi, Pulau Komodo, dan Laut Jawa. Nama geografis tidak ditulis menggunakan awalan huruf kapital apabila tidak diikuti nama diri. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

12. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
di sini
di-sini
di sini,
di sana

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Kata di pada kata di sini merupakan kata depan. Kata depan adalah kata yang menunjukkan keterangan. Penulisan kata depan yang tepat adalah dipisah dari kata yang mengikutinya. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah di sini. Pemilihan kata di sini sudah tepat karena sesuai dengan konteks kalimat sehingga tidak perlu diganti dengan kata di sana. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

13. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
mengeksplor
megeksploitasi
mengekspor
meng-eksplorasi

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Kata “mengeksplorasi” memiliki makna mengadakan penyelidikan. Apabila disesuaikan dengan kalimat, kata tersebut memiliki makna mengunjungi dan menikmati daerah tersebut. Secara penulisan dan kesesuaian makna dalam kalimat, kata “mengeksplorasi” sudah tepat sehingga tidak perlu diperbaiki. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

14.

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
Hutan wisata Sabang
hutan Wisata Sabang
Hutan Wisata Sabang
Hutan Wisata sabang

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Penulisan “hutan wisata Sabang” harus menggunakan awalan kapital karena merupakan nama tempat. Contoh penulisan nama tempat adalah Kota Wisata Batu, Hutan Lindung Mangunan, dan Wisata Hutan Pengger. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah Hutan Wisata Sabang. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Teks berikut untuk menjawab soal nomor 15 sampai 20.

Lautan Sabang adalah pintu masuk ke Selat Malaka. Tampak jauh di lepas laut, sesekali kapal tanker atau kapal bermuatan kontainer lewat. Bisa dibayangkan, dulu saat Perang Dunia 2 yang lewat adalah kapal-kapal perang Amerika dan sekutunya. Meriam jenis coastal defense milik Jepang tersebut menembakan peluru ke arah kapal-kapal itu agar mereka tak memasuki Selat Malaka sebagai pintu masuk kawasan Asia Tenggara, Kawasan yang di akhir Perang Dunia 2 dikuasai Jepang.

Sejarah Sabang tak bisa terlepas dari sejarah kolonial Portugis, Belanda, hingga Jepang di Perang Dunia 2. Pada 12 Maret 1942 pukul 00:00, dengan sandi “Operation T”, satu batalyon Divisi Darat Kobayashi Kekaisaran Jepang, mendarat di Sabang. Dalam kurun waktu 1942 – 1945 Sabang menjadi pangkalan angkatan laut Jepang yang besar untuk menghadapi sekutu. Tak heran jika di Pulau Weh banyak sekali peninggalan militer Jepang. Ada bunker-bunker yang sebagian masih bisa dikunjungi, bekas benteng, bahkan bekas lokasi pembantaian yang memilukan.

(1) Beberapa bunker dan benteng yang masih terawat dan mudah bisa dikunjungi adalah BentengAnoi Itam di Kawasan Anoi Itam dan bekas benteng di kawasan Sabang Fair. (2) Sabang Fair tepat berada di pinggir pantai yang menghadap ke mulut Teluk Sabang, sisi utara Pulau Weh. (3) Di deretan Pantai itu, tepatnya di sisi sebelah kiri ada Pelabuhan Sabang. (4) Ada bekas ruang meriam dan amunisi. (5) Sayangnya, laras-laras meriam itu sudah tidak berada di bunkernya, tapi dipindahkan ke halaman Sabang Fair.

Berjalan 18-26kearah selatan melalui jalan aspal mulus, sekitar setengah jam (kurang lebih 12 kilometer), kita akan sampai di Benteng Anoi Itam. Benteng ini lokasinya sangat strategis. Letaknya di puncak tebing tepi pantai, menghadap ke mulut Selat Malaka dari arah Laut Andaman. Ada beberapa 19-23bunker tempat menyimpan amunisi dan sebuah bunker atau benteng pertahanan dengan sebuah meriam 20-21coastal defense. Sayangnya, meriam itu sudah tidak utuh, hanya tinggal larasnya saja. Untuk mencapai tempat ini, kita harus naik tangga. Bunker pertama ada di sebelah kanan tangga.

(Diadaptasi dari : pesonaindonesia.kompas.com)

Untuk mengerjakan soal nomor 15-17, jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

15. Kata bentukan yang salah pada paragraf pertama terdapat pada ….

sesekali
bermuatan
menembakan
memasuki
dikuasai

 

Jawaban: C

Pembahasan:

Kata bentukan yang tidak tepat terdapat pada kata menembakan. Kata menembakan berasal kata dasar tembak dan imbuhan me – -kan. Dengan demikian, bentukan kata yang tepat adalah menembakkan. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

16. Pada kalimat bercetak tebal, tanda koma seharusnya dituliskan pada ….

Sebelum kata Sabang
Sebelum kata yang
Sebelum kata untuk
Sebelum dan sesudah kata Jepang
Sesudah kata waktu dan sebelum kata Sabang

 

Jawaban: A

Pembahasan:

Pada kalimat bercetak tebal, tanda koma seharusnya dituliskan pada sebelum kata Sabang. Berdasarkan struktur kalimat, Dalam kurun waktu 1942 – 1945 menempati keterangan. Berdasarkan penulisan yang tepat, apabila struktur keterangan di awal kalimat, maka tanda koma ditulis setelah kata tersebut. Dengan demikian, penulisan kalimat bercetak tebal adalah Dalam kurun waktu 1942 – 1945, Sabang menjadi pangkalan angkatan laut Jepang yang besar untuk menghadapi sekutu. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan A.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

 17. Penulisan huruf kapital tidak tepat pada paragraf ketiga terdapat pada kalimat nomor ….

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

 

Jawaban: C

Pembahasan:

Penulisan huruf kapital tidak tepat pada paragraf ketiga terdapat pada kalimat nomor (3), yaitu pada kata Pantai. Kata Pantai merupakan kata yang menunjukkan nama geografis. Akan tetapi, kata tersebut tidak diikuti oleh nama diri. Nama geografis yang tidak diikuti nama diri, maka penulisan yang tepat tidak diawali dengan huruf kapital. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan C.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor bercetak tebal TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E) untuk mengerjakan soal nomor 18-20.

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

18. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
ke-arah
arah
ke arah
ke

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Kata ke pada kata kearah merupakan kata depan. Kata depan adalah kata yang menunjukkan keterangan. Penulisan kata depan yang tepat adalah dipisah dari kata yang mengikutinya. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah ke arah. Pemilihan kata ke arah sudah tepat karena sesuai dengan konteks kalimat sehingga tidak perlu diganti dengan kata ke atau arah. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

19.

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
“bunker”
bungker
bunker
“bungker”

 

Jawaban: D

Pembahasan:

Kata bunker merupakan istilah bahasa Inggris yang memiliki makna lubang perlindungan di bawah tanah. Penulisan istilah bahasa asing yang tepat adalah menggunakan huruf cetak miring. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah bunker. oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Subtopik: Penalaran Kebahasaan

20. 

TIDAK PERLU DIPERBAIKI
coastal defense
Coastal Defense
“coastal defense”
koastal defen

 

Jawaban: B

Pembahasan:

Kata coastal defense merupakan istilah bahasa Inggris yang memiliki makna pertahanan pesisir. Jadi, maksud dari “sebuah meriam coastal defense” adalah meriam yang digunakan untuk mempertahankan wilayah pesisir. Penulisan istilah bahasa Inggris yang tepat adalah ditulis menggunakan huruf cetak miring. Dengan demikian, penulisan yang tepat adalah coastal defense. Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah pilihan B.

LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-3

Mau lebih banyak berlatih soal-soal TPS UTBK dengan mudah? Kamu bisa mengakses ratusan video pembahasan soal dan penjelasan materi TPS UTBK di paket SBMPTN ruangbelajar. Ada juga ribuan latihan soal TPS UTBK di Bank Soal aplikasi Ruangguru, lho.

TPS UTBK 2020

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *