Menu

Kutukan Gara-Gara Memindahkan Batu Nisan

Hai mas bro selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik mengenai Kutukan Gara-Gara Memindahkan Batu Nisan. Kamu jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.

Saya ditunjuk parjino, pedagang buah di ujung jalan dan tinggal di desa terpencil. Saya akan bercerita, kisah pertama saya hidup sekitar 3 tahun yang lalu. Mungkin kisah ini bisa menjadi pengalaman untuk Anda dan mengambil pelajaran. Bahwa kita tidak boleh saling mengganggu dengan makhluk hidup tak kasat mata lainnya. Kisah ini dimulai, karena memindahkan batu nisan ke kuburan.

Rasa sakit yang tidak pernah dia sembuhkan

Setiap bulan, di desa, saya selalu menyimpan kegiatan pelayanan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan setiap minggu, kliwon. Yang dibersihkan tidak hanya di sekitar desa, tetapi juga di kuburan (kuburan) di desa kami. Bersihkan rumput yang tumbuh, sikat dan bersihkan cabang yang kering. Kegiatan ini selalu diadakan secara rutin. Minggu akan dipilih, sehingga pada minggu berikutnya kondisi pemakamannya bersih dan dapat dikunjungi oleh warga yang ingin berziarah ke kerabat mereka.

Baca Juga  Ngeri, Tawon Parasit Ini Mengubah Laba-Laba Menjadi ‘Zombie’

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2014. Semakin banyak di sini, pemakaman itu sebenarnya semakin banyak mayat dimakamkan di sana. Karena pemakaman ini telah berdiri sejak lama. Selama ibadah, Mas sumadi memerintahkan untuk memindahkan batu nisan, yang jarang dikunjungi oleh para peziarah dan tidak tahu siapa pewarisnya. Sehingga bagian itu bisa digunakan untuk mengubur mayat lain nantinya.

Tujuan dari langkah ini sebenarnya baik, karena meminimalkan pemakaman lengkap. Setelah didiskusikan dengan warga lain, semua orang akhirnya sepakat untuk memindahkan beberapa batu nisan yang tidak disimpan dan tidak ada lagi ahli waris. Saya dan Mas Sumardi mencoba mengangkat nisan, dekat sungai, tidak jauh dari kuburan. Kurang lebih ada 5 batu nisan yang kami pindahkan.

Kisah memindahkan batu nisan ini masih berlanjut. Mas sumardi hingga sulit bernafas, karena membawa batu nisan terlalu berat. Bahkan ada batu nisan batu kali. Sehingga terasa lebih berat saat dipindahkan. Setelah kami selesai memindahkan semuanya, mas sumardi dan saya mengambil semua alat yang digunakan untuk membersihkan dan berlari pulang.

Sampai di rumah, saya langsung membersihkan dan berdoa. Di malam hari, ketika saya tidur, tubuh saya terasa hangat dan dingin. Seperti orang yang sedang demam. Saya berpikir, mungkin kelelahan, akhirnya saya memutuskan untuk pergi tidur lebih awal, meskipun saat itu masih sekitar pukul sembilan tiga puluh. Ketika saya tidur, saya bermimpi dikunjungi oleh 2 kakek-nenek yang mengenakan pakaian putih sepenuhnya. Pakaiannya, seperti milik ulama kuno. Mengenakan sorban sebagai hiasan kepala.

Baca Juga  Demonstran Anti Islam Ini Luluh Setelah Diundang Ke Masjid

Katanya dalam bahasa yang sulit dimengerti. Yang saya mengerti, mereka bertanya di mana rumah mereka. Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak tahu siapa mereka dan di mana rumahnya. Sekitar jam 2 pagi, saya bangun menjadi lebih buruk. Dingin sampai bergetar. Karena obat penurun panas dan teh panas tidak berpengaruh. Selama hampir 3 hari, saya tidak bisa tidur nyenyak. Tubuh sakit dan setiap tidur selalu bermimpi dikunjungi oleh 2 kakek-nenek yang meminta rumah mereka.

Saya juga memutuskan untuk memeriksa puskesmas. Di puskesmas kami bertemu mas sumadi yang merasakan hal yang sama. Bahkan mas sumadi membuat tidur mengigau karena dia merasa terancam. Kami merasa ada sesuatu yang salah. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu dengan para lansia di desa kami. Kami berdua mengatakan semua yang terjadi. Para tetua mengatakan bahwa jika Anda memindahkan batu Nissan Anda tidak boleh lalai. Bahkan jika Anda ingin pindah, harus ada upacara sebagai penolak bala bantuan.

Baca Juga  Heroin Adalah Obat Batuk Jaman Dulu

Akhirnya dibantu oleh warga, kami memutuskan untuk mengembalikan batu nisan yang telah kami pindahkan. Namun anehnya, setelah semua batu nisan dipindahkan. Tubuh saya terasa lebih sehat, bahkan jika saya tidak sakit sama sekali. Saya tidak tahu apakah penyakit itu benar-benar gangguan roh karena pergerakan nisan atau tidak. Yang jelas adalah bahwa kita harus menghormati dan menghormati roh orang lain yang tidak terlihat. Jika Anda tidak mengganggu mereka, mereka tidak akan ikut campur.

Gimana guys? kami berharap mas bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi bertambah. Jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.