Menu

Kisah Tito Karnavian, Lulusan Terbaik dengan Banyak Prestasi

Helo mbak bro selamat datang di web informasiana.com. Kali ini informasiana.com akan membahas informasi menarik mengenai Kisah Tito Karnavian, Lulusan Terbaik dengan Banyak Prestasi. Teman-teman jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Kepala polisi Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian dikejutkan oleh masalah yang tidak menyenangkan. Namanya dikutip sebagaimana tercantum dalam "buku merah", salah satu bukti korupsi skandal impor daging yang sedang dikerjakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Berita ini datang dari tim jurnalis investigasi Indonesia Kebocoran yang memanggil Jenderal Tito Karnavian menerima aliran dana dari Basuki Hariman, yang dihukum karena korupsi mengimpor daging dari mantan Patriark keadilan konstitusi Akbar. IndonesiaLeaks sendiri adalah sebuah platform yang mengungkapkan informasi tentang praktik korupsi yang telah terjadi di Indonesia.

Tiba-tiba berita ini menjadi ramai di media sosial dan berubah menjadi layanan berita panas. Polisi menolak masalah miring. Namun, mereka berjanji akan menyelidiki hasil Kebocoran Indonesia.

Wajar jika publik dikejutkan oleh berita ini. Selama masa ini banyak orang mengenal Tito Karnavian karena keberhasilannya ketika ia masih di kepolisian. Salah satunya adalah tindakan keras terhadap gerakan teroris di Indonesia.

Anda harus penasaran tentang hal itu melompat ke depan Tito Karnavian yang dikatakan jenderal termuda menjadi kepala polisi nasional? Lihatlah karya mereka di ulasan berikut.

Anak-anak jurnalis RRI

Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)
Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)

Tito Karnavian lahir pada 26 Oktober 1964 di Palembang, di selatan Sumatra. Itu adalah anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Achmad Saleh dan Supriatini. Ayahnya, Achmad Saleh, bekerja sebagai jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) di Sumatera Utara.

Meski lahir di Palembang, darah rakyat Surabaya rupanya mengalir ke dalam darah Tito. Ini diakui oleh ayahnya sendiri. Jadi, kakek Tito Karnavian berasal dari Wonorejo, Surabaya, yang kemudian beremigrasi ke Palembang pada usia 30-an.

Dia harus menjadi seorang dokter, tetapi sebaliknya dia memilih untuk menjadi seorang perwira polisi

Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)
Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)

Tito Karnavian menerima sebagian besar pendidikannya di kota asalnya. Ia belajar di sekolah dasar di SD Xaverius 4 Palembang. Dia kemudian melanjutkan dengan Sekolah Menengah Xavier Palembang dan Sekolah Menengah Umum Palembang 2.

Menjelang kedewasaan, Tito mendukung ujian masuk untuk Akademi Tentara Nasional Indonesia (AKABRI). Ternyata tidak hanya itu. Dia juga telah mengikuti ujian masuk di berbagai universitas seperti Universitas Sriwijaya, Universitas Gadjah Mada dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

Yang mengejutkan, Tito telah lolos seleksi di semua universitas. Tapi hanya dua yang mengganggunya: AKABRI dan UGM. Setelah mengkonsolidasikan hatinya untuk bergabung dengan Departemen Hubungan Internasional UMM, ia akhirnya memilih AKABRI karena ternyata pengunduran diri akan dikenakan biaya seleksi.

Tidak ingin mengganggu orang tuanya, Tito juga memilih AKABRI dan memasuki departemen kepolisian, meskipun orang tuanya mengharapkannya untuk menjadi dokter.

Lulusan terbaik dengan karir di kepolisian

Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)
Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)

Kecerdasan Tito Karnavian tampaknya terbatas pada lulus dari berbagai universitas. Di AKABRI ia memperoleh diploma terbaiknya pada tahun 1987. Ia juga memperoleh Bintang Adhi Makayasa.

Tidak lama setelah lulus dari sekolah menengah, Tito memikul tanggung jawab untuk layanan di kantor polisi pusat di Jakarta. Kariernya sebagai polisi adalah biara. Dia naik ke pangkat Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan atau Kanit Jatanras Reserse, Polisi Jakarta Pusat.

Hentikan Tommy Soeharto untuk menghancurkan terorisme

Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ divisihumaspolri)
Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ divisihumaspolri)

Hasil yang dicapai oleh Tito Karnavian tidak terbatas hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Kanit Jatanras, tetapi juga untuk melakukan serangkaian operasi penting yang membuat namanya semakin bersinar.

Ketika Tommy Soeharto dinyatakan buron karena menjadi otak dibalik pembunuhan kepala pengadilan Syafiuddin Kartasasmita, Tito diberi tanggung jawab untuk memburu putra Presiden Soeharto.

Akibatnya, Tim Cobra berhasil menangkap Tommy Soeharto pada tahun 2001. Berkat kasus itu, Tito dipromosikan menjadi mayor oleh Komisaris Senior Ajun.

Ketika terorisme menyebar ke Indonesia, Tito Karnavian juga memiliki kepercayaan diri dalam melakukan operasi untuk menekan tindakan terorisme dengan memimpin Densus 88. Pada tahun 2005, Densus 88 berhasil menangkap para teroris Azahari Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur .

Bahkan, pada 2007, Detasemen Khusus 88, yang dipimpinnya, menangkap para pelaku yang terlibat dalam konflik Poso. Untuk jasanya, ia menerima penghargaan. Dia juga membuat pengalamannya sebuah buku berjudul Rahasia Top Indonesia: membongkar konflik Poso.

Setelah berada di BNPT, polisi daerah Papua, polisi Metro Jaya menjadi kepala polisi nasional

Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)
Kepala Jenderal Polisi Nasional Tito Karnavian. (Instagram / @ baharkam_polri)

Kariernya yang cemerlang dalam menekan aksi terorisme membawanya untuk melayani di Badan Nasional Anti-Terorisme (BNPT). Tidak lama kemudian, Tito kemudian dipindahkan ke Kapolda Papua pada 2012.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2014, Tito pindah ke komando polisi nasional dan menjabat sebagai wakil kepala polisi nasional untuk perencanaan umum dan anggaran (Asrena).

Nama Tito berbicara tentang perlakuan terorisme di sekitar Sarinah, Thamrin, Jakarta, yang berlangsung pada 14 Januari 2016. Tindakannya dalam penindasan terorisme menjadi perhatian Presiden.

Pada 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo memperkenalkan nama Tito Karnavian sebagai satu-satunya calon kepala polisi nasional dalam sebuah surat yang dikirim ke DPR. Tito akhirnya secara resmi diangkat menjadi kepala polisi (polisi nasional) Republik Indonesia pada 13 Juli 2016.

Ini adalah kisah sukses Jenderal Tito Karnavian hasil terukir di polisi. Totalitasnya menjadi polisi menjadi nilai positif yang bisa kita pelajari untuk mencapai kesuksesan dalam karier. Saya berharap pekerjaan Tito di puncak menginspirasi Anda untuk terus unggul dalam karir Anda!

Baca Juga  Ini dia nenek tercantik di dunia

Gimana mbak bro? Semoga teman-teman dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.