Menu

Kisah Perry Warjiyo, Anak Kampung yang Jadi Gubernur BI

Helo bro selamat datang di situs informasiana.com. Kali ini kita akan menyajikan informasi menarik mengenai Kisah Perry Warjiyo, Anak Kampung yang Jadi Gubernur BI. Kamu jangan lupa yah untuk membagikan tulisan di sosial media kalian.

Pada 24 Mei 2018, Perry Warjiyo secara sah menunjuk Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Agus Martowardojo. Sebagai kepala baru BI, anak-anak petani ini memiliki tugas yang cukup sulit, yaitu menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Eh, tunggu, saudara. Sebelumnya dikatakan bahwa ia adalah putra seorang petani. Benarkah Tn. Perry berasal dari desa?

Faktanya, kesuksesan Perry sebagai orang nomor satu di BI adalah bukti bahwa kesuksesan adalah hak bagi siapa pun dan kelompok mana pun.

Perry, yang sebelumnya adalah wakil gubernur BI, telah bekerja di BI selama 34 tahun. Dan kabarnya, Perry telah gagal tiga kali sebagai wakil, Anda tahu. Tetapi pada saat ini dia sebenarnya adalah gubernur. Salam yang sangat bagus.

Lalu bagaimana dengan karir Perry yang memulai kesuksesan seperti sekarang? Mari kita simak kisah di bawah ini.

1. Lahir di keluarga yang sangat miskin

perry warjiyo
Di masa lalu hanya anak-anak desa sekarang gubernur BI dan memiliki Rp 12 miliar! (INFORMASIANA)

"Bapak dan Ibu, saya adalah orang desa, petani keluarga miskin dan ini adalah perjalanan saya dari desa sampai saat itu, terima kasih Tuhan, lima tahun lalu, dia juga duduk di sini bukti yang tepat dan benar sebagai wakil presiden BI. Setelah tiga kali itu tidak berhasil, tetapi kemudian kami belajar banyak tentang berkomunikasi secara politis. "

Perry Warjiyo menyatakan bahwa hukuman tersebut dikenakan uji kesesuaian dan kelayakan calon Gubernur BI di Komisi XI DPR. Perry dengan jujur ​​mengatakan dia hanya orang dari desa. Namun berkat kegigihannya dalam mengejar karir, ia dapat menikmati hasil yang layak.

Perry lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada tahun 1959 tahun yang lalu. Melayani negara adalah sesuatu yang benar-benar diberikan ayahku pada Perry.

Sejak kecil, perjuangan yang sering ia lakukan adalah bagaimana ia bisa pergi ke sekolah dan bekerja dengan cepat. Pernyataan Perry tentang pas dan benar yang terjadi Maret lalu menyebabkan banyak orang pindah ke kamar.

2. Pendidikan terakhir Perry Warjiyo adalah doktor di Amerika Serikat

Mengenai masalah studi, Perry Warjiyo benar-benar serius. Pria ini lulus dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1982 dan kemudian melanjutkan program masternya di Iowa State University. Dia lulus pada tahun 1989 dengan gelar master sains (MSc) di bidang ekonomi internasional dan moneter.

Setelah lulus S2, ia melanjutkan pendidikan tingkat doktornya di universitas yang sama. Perry juga lulus dengan gelar doktor di bidang yang sama.

Tidak ada berita tentang bagaimana perjalanan Perry berhasil pergi ke sekolah di negara Paman Sam. Itu adalah melalui tarifnya sendiri atau beasiswa.

Meski begitu, pertarungan untuk pengetahuan Perry jelas layak untuk dibuktikan, bukan?

3. Total asetnya telah mencapai 12,4 miliar rupee

perry warjiyo
Perry dan Agus Martowardojo (Jawapos)

Betapa luar biasa Perry Warjiyo? Jangan heran, jadi kata itu adalah anak desa, tetapi Perry saat ini memiliki kekayaan hingga Rp. 12,4 miliar berdasarkan dokumen laporan kepemilikan properti (LHKPN). Kekayaannya dua kali lipat dibandingkan tahun 2013.

Apa detailnya?

Perry melaporkan memiliki delapan unit rumah dalam bentuk dua bangunan di Jakarta pusat, dua di Jakarta selatan dan satu di Tangerang. Di kota asalnya, Perry memiliki tiga unit rumah.

Sementara itu ia juga memiliki tiga mobil, yaitu Honda Accord, Jazz dan Toyota Avanza. Nilai total mobil Perry saat ini adalah 527 juta Rupee.

Untuk investasinya, Perry memiliki logam mulia, batu mulia, seni, dan barang antik. Artikel-artikel tersebut diperkirakan mencapai 612,5 juta Rupee.

Selain itu, Perry memiliki setoran mata dan uang tunai senilai $ 2,61 miliar dan $ 29.126. Namun, ia juga memiliki utang kecil Rp899,24 juta.

Meskipun tampak elegan, ternyata jumlah sumber daya Perry masih tidak terlalu banyak dibandingkan dengan Agus Martowardojo. Kekayaan Pak Agus telah mencapai Rp. 124,88 miliar.

4. Karir di BI dari menjadi anggota staf

Posisi pertama yang ditempati oleh Perry Warjiyo adalah staf penerimaan Penyelamatan Kredit. Serius, dia hanya anggota staf. Perry benar-benar memulai karirnya dari nol menjadi BI.

Pada 1992-1995 ia diangkat menjadi Gubernur personalia dan pada 1998 secara resmi menjadi Kepala Kantor Gubernur.

Karirnya berjalan cukup baik sampai pada tahun 2003, Perry adalah direktur Pusat Pendidikan dan Studi Pusat Bank Sentral. Dua tahun kemudian, Perry diangkat sebagai direktur Departemen Kebijakan Bank Makroprudensial hingga 2007.

Selain berkarir di BI, Perry juga bekerja selama dua tahun di Dana Moneter Internasional atau di IMF. Posisinya di IMF adalah direktur eksekutif. Ini mewakili 13 negara anggota yang merupakan bagian dari kelompok pemungutan suara untuk Asia Tenggara.

Perry akhirnya kembali ke BI pada tahun 2009.

Sebagai "orang tua" di BI, Perry harus memahami detail organisasi dengan sangat baik. Jadi untuk kemampuan itu tidak perlu lagi dipertanyakan.

5. Penelitian yang bagus

perry warjiyo
Inilah cara upacara pelantikan Perry sebagai Gubernur BI (Vote)

Kunci keberhasilan profesional Perry di BI adalah kemampuannya untuk menganalisis kebijakan moneter dan masalah internasional. Secara alami, ia lulus dari Iowa State University dan meraih gelar doktor dalam bidang moneter internasional. Tentu saja dia sudah memberikan pandangan kotor untuk urusan keuangan.

Mungkinkah terobosan Mr. Perry Warjiyo menetapkan nilai Rupee yang semakin melemah dari dolar? Kami menunggu. Perry harus menjadi orang yang tepat di bidangnya.

Ini adalah kisah singkat kapten BI yang baru, Perry Warjiyo, yang sangat menginspirasi. Kisah hidup Perry mengajarkan kita bagaimana kesuksesan dapat dinikmati oleh semua orang yang ingin bertarung.

Ingat, itu bukan siapa-siapa. Tapi sekarang, dia adalah kepala bank sentral yang memiliki kekayaan Rp. 12 miliar.

Anda juga bisa seperti Tuan Perry Warjiyo atau bahkan lebih. Awalnya mentalnya kuat dan tidak menyerah, tentu saja.

Baca Juga  Kenali Fatigue Kill, Penyebab Petugas KPPS Meninggal saat Kawal Pemilu

Gimana guys? kami berharap mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.