by

Kisah Perjalanan Hidup Abu Hurairah Penghafal Hadis


Advertisement

Kisah Perjalanan Hidup Abu Hurairah | Abu Hurairah adalah gelar yang berarti bapak kucing, disandangkan kepadanya karena ia sangat senang kepada kucing, ia memelihara kucing seperti layaknya manusia, digendong, dirawat dan tidak disakiti sama sekali. Nama aslinya ialah Abdurrahman. Ia dilahirkan pada tahun 21 SH, hasil perkawinan Shakhr ad Dausi dan sebelum ia masuk islam adalah Abdu Syamsi. Setelah ia masuk Islam diberi nama Abdurrahman tetapi ia lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah. Masuk Islam pada tahun 4 H, ketika terjadi perang khaibar.

Meskipun miskin, ia tidak pernah mengeluh atas kemiskinannnya dan sangat dekat dengan rasulullah, sehingga banyak menghafal hadis dari Rasulullah. Dengan usahanya itulah Abu Hurairah menjadi sahabat yang utama dan disegani oleh sahabat-sahabat lainnya. Orang yang paling banyak meriwayatkan hadis darinya ialah Said bin Musayyib dan hamba sahayanya Araj. Ia adalah perawi hadis yang paling masyhur di antara para sahabat. Abdullah Ibnu Umar, seorang perawi hadis yang terkenal juga memintanya untuk mengajarkan hadis-hadis Rasulullah.
[tie_slideshow]

[tie_slide] [one_fourth]

[/one_fourth][three_fourth_last]Abu Hurairah dan keluarganya dikenal sebagai ahli Ibadah, mereka membiasakan diri untuk shalat malam (qiyamullail), dan membiasakan keluarganya untuk menjadi teladan bagi muslim lainnya. Setiap hari ia bangun malam dan shalat tahajjud pada sepertiga malam pertama, kemudian istrinya sepertiga malam kedua dan anaknya sepertiga malam terakhir.

kisah abu hurairah

Keshalehan dan ketaatannya kepada Allah, membentuk dirinya untuk berlaku sederhana dan tidak berfoya-foya. Pada masa khalifah Umar ia pernah ditunjuk sebagai Gubernur di Bashrah. Kemudian Umar menawarkan padanya jabatan penting di daerah baru tetapi ia menolaknya, ia berkata pada Umar:”Wahai amirul mukminin aku tidak akan menghukum sesuatu kecuali dengan ilmu dan aku tidak akan berbicara kecuali dengan kasih sayang”.

Abu Hurairah dan Orang Berdosa.

Disebutkan oleh Abu Hurairah bahwa ia telah keluar suatu malam setelah selesai shalat Isya pada akhir malam bersama Rasulullah Saw, disuatu jalan ia berpapasan dengan seorang wanita dan berkata kepadanya.

“Hai Abu Hurairah sesungguhnya aku melakukan dosa dan aku telah membunuh anakku karena zina itu” Maka aku berkata padanya “Engkau telah celaka dan mencelakakan, dmi ALlah engkau tidak akan mendapat taubat”. Maka pingsanlah wanita itu karenanya. Maka Abu Hurairah segera meminta fatwa kepada rasulullah, memberitahukan persoalan itu kepadanya dan menceritakan masalahnya. Maka beliau bersabda:”Celakalah engkau dan telah mencelakakan orang! Bagaimana pengertianmu terhadap ayat ini:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan ALlah (membunuhnya) kecuali dengan alasan benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat pembalasan dosanya. Yakni akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan-kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Furqan 25:68-70)”.[/three_fourth_last] [/tie_slide]

[tie_slide][one_fourth]

[/one_fourth][three_fourth_last]Maka Abu Hurairah segera berlari dan bertanya pada setiap orang siapa yang dapat menunjukkan dirinya kepada seorang wanita yang telah menanyakan masalah taubatnya kepadanya tentang dirinya dan anaknya. Orang-orang terheran-heran juga melihat Abu Hurairah demikian bingungnya mencari orang tersebut.

Ketika Abu Hurairah menemui wanita itu, maka diberikanlah fatwa Rasulullah mengenai dirinya dan betapa gembiranya wanita itu demi mendengar fatwa itu. Kemudian wanita itu berkata “Aku mempunya sebuah pekarangan yang telah aku jadikan shodaqah bagi Allah dan Rasulya”.

Budi baik bagi pada seekor anjing

Abu Hurairah bercerita bahwa Rasulullah bersabda:”Ketika seorang laki-laki berjalan ia sangat kehausan, kemudian ia menemukan sebuah sumur maka ia turun dan minum sepuasnya barulah ia naik kembali tiba-tiba dilihatnya seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya ke tanah saking hausnya.[/three_fourth_last] [/tie_slide]

[tie_slide] Maka berkatalah laki-laki itu: “Anjing ini sudah sangat kehausan seprti aku juga rasakan maka ia turun ke sumur itu dan memenuhi kantongnya dengan kantongnya (khuffah) dengan air, kemudian ia memberi minum anjing itu dan ia bersyukur kepada Allah dan Allah mengampuninya, mereka berkata “Ya Rasulullah apaka bila kami berbuat baik kepada binatang akan mendapat pahala? beliau menjawab: “Setiap makhluk yang mempunyai hati ia akan mendapat pahala”.

Abu Hurairah wafat pada tahun 59 H. Jasa Abu Hurairah terhadap ilmu pengetahuan di kota madinah sangat besar. Terdapat tiga nama besar yang meriwayatkan banyak hadis dari kota Madinah; mereka adalah ummul mukminin Aisyah ra, Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah. [/tie_slide]

Loading...

About Author: FAJAR ASHAR

Gravatar Image
Saya FAJAR ASHAR, lahir di Bantaeng, 11 Agustus 1990. Saya pernah belajar di SDN 2 Lembang Cina Bantaeng, SMPN 1 BANTAENG, SMAN 2 BANTAENG, JURUSAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR dan sekarang melanjutkan MAGISTER di FISIKA UNHAS. Saya memiliki ketertarikan menulis di pengertian, kesehatan, manfaat, teknologi, game dan harga hp. Oleh karena itu pada situs ini banyak membahas hal tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed