Info Terbaru

Kisah Nabi Shaleh dan kaumnya


Advertisement

Kisah Nabis Shaleh AS | Nabi Shaleh adalah anak Ubaid bin Asf bin Masikh bin Ubaid bin Khadir bin Tsamud, kaumnya bernama Tsamud, sebutan itu adalah nama yang dibangsakan kepada nama kakeknya yang bernama bin jatsir bin Iram bin Sam bin Nuh.

Jadi Nabi Shaleh adalah keturunan nabi Nuh as yang keenam. Kaum Tsamud ini menempati daerah yang semula ditempati oleh Aad. Negeri itu telah kosong ditinggalkan oleh bangsa Aad karena musnah, tetapi lama kelamaan di negeri itu terdapat suatu bangsa yang menempati dan mendiaminya. Bangsa baru inilah yang dinamakan bangsa Tsamud. Mereka itulah yang menguasai daerah yang semula dikuasai oleh Bangsa Aad.

Bangsa Tsamud ini mendapat anugerah harta benda, senang bahagia tak kekurangan suatu apapun. Tetapi mereka lupa lama sekali pada Tuhan, tidak kenal sama sekali kepada Allah. Karenanya mereka lama kelamaan semakin jahat, jauh dari segala yang baik, malah menjadi sombong-sesombongnya manusia.

Nabi Shaleh menyeru mereka, ia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah), serta menjadikanmu pemakmurnya, sebab itu minta ampunanlah kamu kepadaNya, serta bertobat kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya).

Kaumnya menampik seruan itu: “Hai Shaleh sesungguhnya sebelum ini kamu adalah orang diantara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami”(QS. HUD 11: 62.

Dilain waktu ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Apakah kalian dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.

Mereka menjawab himbauan nabinya : Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir. Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah suatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang yang benar.
kisah nabi shaleh
Gempa membinasakan Bangsa Tsamud.

Ajakan dan seruan Nabi itu tidak dihiraukan oleh mereka bahkan mereka mengejek dengan mengatakan bahwa Nabi Shaleh itu hanya seorang manusia biasa saja. Padahal mereka telah minta bukti tentang kerasulannya, yakni supaya nabi Shaleh memohon kepada Allah untuk mengeluarkan seekor unta betina dari dalam sebuah batu yang besar.

“Shalelh menjawab: “Ini seekor unta betina mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunya giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu. Dan janganlah kamu sentuh betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh adzab hari yang besar” (QS. As-Syuaraa 26:155-156).

Bukti kerasulan nabi Shaleh ialah seekor unta yang tidak boleh diganggu orang air minumnya yang sudah diberikan untuk unta itu, dan air susunya boleh diminum, air susu unta itu mencukupi minuman kaumnya. Karena mereka sangat durhaka kepada Tuhan, maka seruan nabi Shaleh tidak dihiraukan sama sekali, malahan mereka mengganggu unta Allah yang menjadi bukti kerasulan nabi Shaleh.

Padahal dalam sebuah kesempatan, nabi Shaleh telah mengingatkan kepada mereka: “Hai Kaumku, sembahlah Allah sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang bukti nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina ALlah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, yang karenanya kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.

Meskipun nabi shaleh telah memperingatkan kaumnya, mereka tak percaya, malah sembilan orang di antara mereka membuat rekayasa untuk membunuh unta itu, mereka ganggu unta tadi, dan bahkan unta itu mereka sembelih.

“Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dan mereka tidak berbuat kebaikan ” (QS. An-Naml 27:28).

Sesudah itu mereka datang kepada Nabi Shaleh sambil berkata: “Hai Shaleh! Datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika betul kamu termasuk orang-orang yang diutus Allah”. Nabi Shaleh menjawab: “Bersukarialah kalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan”.

“Mereka lalu ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka” (QS. Al-Araaf 7:78).

Sebelum adzab itu datang, nabi shaleh beserta orang-orang yang beriman telah pergi lebih dahulu. Shaleh berpaling dari mereka seraya berkata: “Wahai kaumku! Sesungguhnya aku telah menyimpaikan risalah Allah kepadamu dan aku telah memberi nasehat tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”

Dengan adzab itu habilah negeri itu dibinasakan Allah, karena mereka tidak mengindahkan seruan nabinya. Sedangkan nabi Shaleh dan pengikutnya pindah ke Hadramaut, ada juga yang meriwayatkan ke Makkah. Adapun mereka yang terlepas dari azab Allah waktu itu ialah seratus dua puluh orang, dan dinegeri yang baru itulah mereka menyusun kehidupan baru.

Nabi Shaleh wafat di Makkah pada usia 85 tahun.

Demikianlah informasi kisah nabi shaleh dan kaumnya, semoga informasi kisah nabi shaleh As dapat memberikan manfaat dalam menambah wawasan tentang kisah nabi shaleh AS. Baca juga kisah nabi adamkisah nabi idriskisah nabi nuhkisah nabi hudkisah nabi ibrahim.

Loading...
Kisah Nabi Shaleh dan kaumnya | fajeros | 4.5