Info Terbaru

Kisah Nabi Harun AS


Advertisement

Kisah Nabi Harun AS | Sewaktu nabi Musa as pergi ke gunung Sinai untuk menerima wahyu dari TUhan, menerima Taurat yang berisis sepuluh wasiat Allah, selama 40 malam, maka ditinggallah ummatnya, ia menyerahkan Bani Israil kepada nabi Harun as.

Selama ditinggalkan oleh nabi Musa, nabi Harun menjadi pimpinan bagi Bani Israil. Ia sangat dihormati oleh Bani Israil, karena keramahlembutannya, keramahtamahannya. Setelah lebih dari 30 hari Nabi musa tidak juga kembali. Samiri, seorang tukang sihir bani israil, diam-diam membuat sapi dari tanah yang disihir hingga dapat bersuara

Samiri berkata kepada orang-orang yang dilingkungannya: “Hai kaumku! Tampaknya Musa takkan kembali lagi. Sekarang tidak ada gunanya kita menyembah Tuhan Musa. Lebih baik marilah kita sembah saja sapi ini. Kalian dengar, sapi itu dapat berbicara! inilah Tuhan yang sebenarnya”. Patung sapi itulah yang disembah oleh mereka, karena tipu daya samiri yang munafik

Nabi Harun telah bersusah payah melarang mereka dari perbuatan menyekutukan ALlah dan menyembah patung sapi itu, namun mereka tidak mau mendengar nasehat Nabi Harun bahkan semakin keras tindakan Nabi Harun melarang perbuatan mereka menyembah patung sapi itu, maka semakin keras pula penolakan mereka menentangnya. Nabi Harun akhirnya khawatir akan terjadi perpecahan diantara puak-puak bani Israil yang dua belas itu sehingga ia tidak dapat menghentikan perbuatan mereka.
Kisah Nabi Harun AS
Empat puluh hari kemudian Nabi Musa datang kembali. Apa yang dilihatanya, Bani ISrail sangat tekun menyembah sapi dengan asyiknya. Hatinya terasa terbakar. Ditegurnya Harun:”Hai Harun! Apa yang menghalangi kamu buat mencegah mereka ketika engkau melihat mereka sesat? APakah engkau tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu sengaja akan mendurhakai perintahku”. Harun menjawab: “Hai putera ibuku! Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan pula (engkau tarik rambut) kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir bahwa engkau akan berkata: “Engkau telah adakan perpecahan dalam Bani Israil dan engkau tidak pelihara amanatku”.

Kemudian nabi Musa berkata:”Apakah yang mendorongmu berbuat demikian hai Samiri?. Samiri menjawab:”Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul itu, lantas aku buang dia karena begitulah aku diperintah oleh nafsuku.

Kemudian nabi Musa menyuruh mereka bertaubat kepada Allah dan meminta ampunan Allah karena kesesatan mereka. Allah swt Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan memberi ampun kepada mereka atas kesalahannya, dengan jalan memerintahkan kepada mereka untuk membunuh diri sendiri, karena yang demikian lebih baik bagimu pada pandangan Tuhan yang menjadikan kamu.

Kemudian Nabi Musa mengerjakan isi Taurat itu kepada mereka. Setelah itu, nabi Musa pergi mendapatkan samiri seraya berkata “Pergilah kamu dari sini bersama pengikut-pengikutmu, patung sapi yang menjadi tuhanmu akan kubakar, kemudian kami hanyutkan dalam laut. Engkau dan pengikutmu pasti mendapat siksa”. Akhirnya Samiri dan pengikutnya pergi meninggalkan mereka, tetapi mereka kembali lagi setelah mereka tertimpa kesusahan memperoleh air. Dan mereka kembali meminta pertolongan nabi Musa agar mereka tidak mati kehausan.

Itulah ibarat yang diajarkan ALlah kepada kita agar kita menyadari bahwa kesesatan akan membawa sesal selamanya. Kejahatan akan mewariskan pundi-pundi penyesalan di dunia dan akherat. Dan diriwayatkan nabi Harun meninggal sebelum Nabi Musa Wafat.

Loading...
Kisah Nabi Harun AS | fajeros | 4.5