Menu

Kisah Ahmad Yani yang Pernah Bertikai dengan Nasution Hingga Dimarahi Sopir Pribadinya – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral

Halo bro selamat datang di website informasiana.com. Kali ini kita akan membahas informasi menarik mengenai Kisah Ahmad Yani yang Pernah Bertikai dengan Nasution Hingga Dimarahi Sopir Pribadinya – Informasiana.com | Portal Berita Unik | Viral. Anda jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.

Dikenang sebagai Pahlawan Revolusi, Jenderal TNI secara anumerta Ahmad Yani memiliki karisma yang luar biasa selama masa hidupnya. Tidak salah jika sosoknya begitu dekat dengan Presiden Sukarno pada masa pemerintahan Orde Lama. Pelaporan dari historia.iddia dipilih oleh Sukarno sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pada saat itu pangkatnya menjadi letnan jenderal.

Sayangnya, peristiwa G30S / PKI mengganggu segalanya. Ahmad Yani, yang pada saat itu terbangun dari tidurnya, harus memperpanjang hidupnya ke tangan pasukan Tjakrabirawa yang menyerbu kediamannya. Dikenal sebagai sosok yang solid, Ahmad Yani ternyata memiliki beberapa kisah menarik yang tercatat dalam sejarah. Apa yang kamu lakukan Lihat ulasan berikut.

Konflik dengan Jenderal A.H. Nasution

Padahal, hubungan Ahmad Yani dan Nasution baik-baik saja. Bahkan, keduanya bisa bekerja dengan baik di ketentaraan. Menurut Salim Said dalam Gestapu 65: PKI, Aidit, Soekarno dan Soeharto dikutip dari halaman historia.id menulis bahwa konflik serius mulai dirasakan ketika Yani menarik pasukan dari Mabad (markas tentara) yang menjaga rumah Nasution pada akhir 1964. Tidak hanya itu, Letnan Jenderal TNI Ahmad Yani memerintahkan Jenderal TNI Suprapto, salah satu wakilnya, untuk menangkap Jenderal Nasution.

Baca Juga  Akan Ada Hari, Dimana Menatapnya Saja Kamu Akan Mendapat Pahala Dan Keberkahan

Saya bertengkar dengan A.H. Nasution [sumber gambar]

Berita ini juga sampai di telinga Nasution yang juga mempersiapkan diri. Bahkan, Brigadir Jenderal Abdul Kadir Besar, yang merupakan salah satu perwira kamp Nasuzione, telah menyiapkan senjata untuk menangani konflik fisik jika terjadi penangkapan. Untungnya, bentrokan antara kedua kubu tidak terjadi karena mereka ditolak oleh para jenderal senior seperti Basuki Rahmat, R. Soedirman, Sarbini dan Suharto. Yani segera membatalkan pesanannya beberapa hari kemudian.

Ditegur oleh pengemudi

Selain memiliki konflik dengan Nasution, Yani juga ditabrak oleh seorang pengemudi semprotan yang membawanya untuk memeriksa kamp. Pada saat itu, pengemudi itu jengkel karena dia merasa sang jenderal tidak mendengarkan sarannya. halaman historia.id dia menulis, Yani, yang adalah komandan operasi pada 17 Agustus, tiba-tiba ingin melakukan inspeksi di tempat yang tidak aman saat mengendarai jip. Pengemudi itu memperingatkan jika dia tidak membawa penjaga karena rutenya masih cukup rentan. Pertanyaan itu diabaikan oleh Yani. Uniknya, asisten tidak dibawa dengan inspeksi.

Baca Juga  Jangan Mencari Celah Untuk Mengatakannya Dia Tidak Baik, Karena Baik Tidaknya Tergantung Bersabarnya Dirimu

Ahmad Yani juga dimarahi oleh sopirnya [sumber gambar]

Sampai dia berada di tengah perjalanan, jip itu ditembakkan dari semak-semak sampai jatuh ke parit. Keduanya memantul, tetapi masih bisa mencari perlindungan. Tembakan buta juga terasa lebih kuat. Sopir itu marah. Saat dia mencari perlindungan, dia menggerutu "Apa yang saya katakan sebelumnya? Mengapa kita pergi tanpa pengawalan? Haruskah kita mati dengan bodoh?"Dia mengatakan seperti dikutip oleh historia.id. Meskipun dia dimarahi, Yani malah menunjuk pengemudi sebagai pilot khusus untuk komandan operasi pada 17 Agustus.

Pernah menampar Soeharto saat masih aktif bertugas di ketentaraan

Ketika keduanya masih bertugas di ketentaraan, Suharto, yang pada waktu itu adalah komandan pasukan teritorial Diponegoro di Jawa Tengah (Jawa Tengah), memiliki masalah dengan Ahmad Yani pada akhir tahun 50-an. . Pelaporan dari tirto.idSoeharto pernah tertangkap penyelundupan. Menurut Subandrio, dalam kesaksian saya tentang G30S (2001), Suharto dibantu oleh Letnan Kolonel Munadi, Mayor Yoga Sugomo, dan Mayor Sujono Humardani diduga terlibat dalam penjualan 200 truk AD yang diselundupkan ke Tek Kiong.

Suharto, yang sempat berdebat dengan Ahmad Yani tentang penyelundupan [sumber gambar]

Akibatnya, tim kontrol tentara Jakarta tiba di Semarang. Mereka memeriksa kebijakan Suharto sebagai Gubernur perang di Jawa Tengah, seperti yang dilaporkan Antara. Berita penyelundupan akhirnya mencapai telinga Yani, yang membuatnya marah. Kasusnya, dianggap memalukan bagi tubuh. Pada kesempatan itu, Yani bahkan menampar Soeharto. Bahkan, Abdul Haris Nasution, yang saat itu Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), kemudian mengusulkan agar Soeharto diadili oleh pengadilan militer dan segera diberhentikan dari tentara. Untungnya, ini akhirnya dapat dipecahkan dengan cara yang akrab.

Baca Juga  13 Fakta Menyedihkan Tentang Perang Dunia II

BACA JUGA: Sebuah kisah umum yang ganas yang sering "naik darah" dan membuatnya dihormati oleh Sukarno

Sosok yang dekat dengan Sukarno juga mengalami hal-hal yang mungkin tidak pernah terduga sebelumnya. Sebagai perwira tinggi yang berpengaruh dalam tentara, yang akan mengira bahwa Yani pernah menghubungi Nasution dan menampar Soeharto, yang kemudian terlibat dalam kasus penyelundupan. Tentu saja, dihukum oleh pengemudi adalah sesuatu yang unik dari perjalanan Ahmad Yani.

Gimana bro? Semoga mbak bro dapat terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk share tulisan di sosial media kalian.