Menu

Khamenei Desak Irak Memastikan Pasukan AS Hengkang Cepat

Helo teman-teman selamat datang di blog informasiana.com. Kali ini kami akan membahas informasi menarik tentang Khamenei Desak Irak Memastikan Pasukan AS Hengkang Cepat. Kamu jangan lupa yah untuk share artikel di sosial media kalian.

memuat …

TEHERAN – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mendesak Baghdad untuk memastikan bahwa pasukan AS meninggalkan Irak sejauh mungkin. Menurutnya, mengusir pasukan Amerika akan sulit jika dia sudah terlalu lama di negara itu.

Khamenei menyatakan tekanan dengan bertemu dengan para pejabat senior Irak. "Anda harus memastikan bahwa Amerika menarik pasukannya dari Irak sesegera mungkin karena mendorong mereka menjadi sulit setiap kali mereka memiliki kehadiran militer yang panjang di suatu negara," katanya, yang dipublikasikan di situs web Khamenei ketika dikutip sputnik, Minggu (4/7/2019).

Baca Juga  Tak Terima Kalah, Partai Erdogan Minta Pilkada Ulang

"Pemerintah Irak, parlemen, dan aktivis politik saat ini di negara itu tidak diinginkan oleh Amerika … dan berencana untuk mengusir mereka dari politik Irak," kata Khamenei.

Pernyataan itu muncul dalam berita tentang rencana Gedung Putih untuk mengumumkan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris asing (FTO). Pengumuman akan disampaikan pada 8 April.

Sebelumnya, sebuah majalah Kebijakan luar negeri mengutip pejabat AS yang melaporkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan mengurangi jumlah personil diplomatik di Afghanistan dan Irak tidak lebih awal dari tahun ini atau tahun berikutnya.

Baca Juga  Saudara Pelaku Serangan di Melbourne Mengaku Rencanakan Aksi Teror

Pada tanggal 26 Maret, Amerika Serikat memperkenalkan babak baru sanksi terhadap Iran dengan menambahkan 16 entitas dan sembilan orang ke dalam daftar sanksi untuk dugaan dukungan keuangan kepada IRGC dan unit militer lainnya. Iran.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat sejak Washington menarik diri dari perjanjian nuklir Iran tahun lalu dan menolak sanksi di Teheran.

Perjanjian nuklir ditekan oleh Iran dan enam kekuatan dunia – Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan Cina – pada tahun 2015. Dalam perjanjian itu, Iran bersedia untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Namun, Amerika Serikat yang diperintah oleh Presiden Donald Trump "mengkhianati" perjanjian itu dan mengembalikan sanksi yang telah dihapuskan di era Presiden Barack Obama.

Baca Juga  PM Australia Dilempari Telur Saat Kampanye, Tapi Tak Pecah

(Mas)

Gimana mbak bro? kami berharap mbak bro bisa terhibur dan pengetahuannya menjadi meningkat. Jangan lupa yah untuk membagikan artikel di sosial media kalian.