Menu

Kenali Penyebab Bayi Meninggal di Kandungan! No. 3 Tidak Disangka-sangka

INFORMASIANA.COM | Ibu hamil sudah pasti berharap mempunyai kehamilan yang sehat sampai bayinya lahir ke dunia dengan selamat. Akan tetapi ada beberapa kondisi yang bisa membuat janin bisa meninggal dalam kandungan (stillbirth). Dengan mengetahui penyebab-penyebabnya dan cara pencegahannya, kamu dapat mewaspadai kondisi tersebut ketika hamil.

Stillbirth merupakan suatu kondisi di mana janin meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia di atas 28 minggu. Kebanyakan kasus janin yang meninggal dalam kandungan itu terjadi pada masa kehamilan atau bisa juga saat proses persalinan itu berlangsung meskipun persentasenya kecil.

Sebenarnya tak ada yang mengetahui seperti apa penyebab pasti janin yang meninggal dalam kandungan. Akan tetapi dari beberapa kasus yang sudah terjadi, kondisi tersebut mungkin disebabkan oleh:

– Masalah Plasenta.

Sebagian kasus janin yang meninggal dalam kandungan itu kerapkali dihubungkan dengan plasentas yang tak bekerja secara benar. Plasenta termasuk organ yang menyalurkan asupan-asupan penting yang diperlukan janin selagi berada dalam kandungan seperti aliran oksigen, darah dan nutrisi. Jika organ ini mengalami gangguan, maka perkembangan janin bisa terhambat dan mungkin saja dapat menjadi penyebab dia meninggal dalam kandungan.

Baca Juga  10 Cara Menghilangkan Mata Panda dengan Cepat dan Alami! - Info Kesehatan

penyebab kandungan meninggal

Penyakit yang diderita oleh Ibu Hamil

Kamu mungkin saja bisa mengalami hal tersebut jika saat hamil sedang menderita permasalahan kesehatan tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, terutama yang tak dikontrol dengan baik. Sebagai contoh, jika anda sedang menderita tekanan darah tinggi dan tak terkendali, maka kondisi itu dapat memicu “preeklampsia”. Suatu kondisi ini bisa meningkatkan resiko anda melahirkan bayi tanpa nyawa.

Infeksi

Jenis infeksi yang paling banyak menyebabkan janin meninggal dalam kandungan yaitu infeksi bakteri. Jika anda sedang terinfeksi bakteri maka kuman tersebut dapat berjalan dari vagina ke rahim kemudian menginfeksi janin. Infeksi bakteri yang terjadi antara 24 dan 27 minggu kehamilan bisa menyebabkan janin meninggal dalam kandungan.

Tali Pusar Tidak Normal

Contoh tali pusar yang tak normal yakni tali pusar yang telah melilit leher bayi atau terpuntir. Kondisi tersebut dapat menghambat pasokan oksigen ke bayi.

Baca Juga  Awas, Jangan Lakukan 3 Hal ini Saat Sedang Menstruasi - Info Kesehatan

Cacat Lahir

Gangguan kromosom dapat menyebabkan birth defect atau yang dikenal dengan istilah cacat lahir (struktur tubuh janin yang tak normal atau mengalami cacat berat). Selain daripada itu, cacat lahir juga dapat disebabkan oleh adanya faktor lingkungan, genetik atau hal lain yang tak diketahui secara jelas.

Selain kondisi di atas, terdapat faktor yang dapat meningkatkan resiko kamu akan mengalami stillbirth, salah satunya yaitu jika kamu hamil dengan umur di atas 35 tahun. Kamu akan dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan jika hamil pada usia tersebut. Karena mengingat tak semua kasus stillbirth bisa diketahui penyebabnya, maka hal sama berlaku juga untuk proses pencegahannya. Berikut beberapa pencegahan yang dapat kita lakukan:

Menjalan pola gaya hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat dengan memilik gizi seimbang, terbebas dari asap rokok, minuman yang beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Baca Juga  Konsumsi Telur Ayam Kampung Mentah Sehat Sih, Tapi Amankah?

Pastikanlah kamu mempunyai berat badan yang sehat sebelum merencanakan kehamilan.

Cobalah untuk memperhatikan pergerakan janin dimulai pada minggu ke-26 sampai ke-28 masa kehamilan. Catat seberapa sering janin bergerak setiap harinya. Mengetahui ritme pergerakan janin dapat memudahkanmu untuk mendeteksi atau sedikit waspada jika tiba-tiba si Kecil tak bergerak begitu aktif seperti biasanya.

Rutinlah untuk memeriksakan kandungan kepada dokter. Selagi memeriksakan kandungan, beri tahu dokter segala bentuk keluhan yang anda alami.

Jika kamu sudah melakukan proses pencegahan dan kamu tetap mengalami kondisi tersebut maka janinmu yang sudah tidak bernyawa mesti tetap dilahirkan. Janin dapat dilahirkan sampai menunggu waktunya tiba atau mempercepatnya dengan melakukan suatu induksi. Jalan operasi caesar mungkin bisa kita tempuh jika kesehatanmu terancam. Meskipun begitu, proses melahirkan melalui operasi caesar ini jarang dilakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.