Menu

Kabut Asap Bisa Memicu Kanker Paru-paru

Hai Selamat datang di informasiana.com. Semoga artikel ini bisa menambah pembelajaran kita tentang informasi kesehatan tentang Kabut Asap Bisa Memicu Kanker Paru-paru.

INFORMASIANA – Kebakaran hutan dan lahan yang kini menggerutu di wilayah Sumatra dianggap sebagai risiko kanker paru-paru dalam jangka panjang.

Bambang Supriyatno, ketua Dewan Medis Indonesia (KKI), menyuarakan keprihatinannya dan berharap bahwa bencana kebakaran hutan, yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatra, segera ditangani.

Sebagai spesialis pernapasan, ia telah menemukan bahwa masalah jangka pendek paling penting yang dimiliki oleh banyak orang dalam kabut asap adalah, tentu saja, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dalam kasus terburuk, dikhawatirkan penduduk akan menderita kanker paru-paru jangka panjang, dengan jangka waktu sekitar 15 tahun.

Baca Juga  Jangan Menyikat Gigi Langsung Setelah Makan

Bambang mengatakan bahwa efek yang terjadi pada bayi atau balita akan lebih parah daripada orang dewasa, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut.

Hal yang paling ditakuti adalah apakah benar kanker paru-paru terjadi atau tidak, perlu penelitian lebih lanjut, katanya Selasa (8/9/2015).

Sementara itu, hujan Rabu pagi dini hari (9/9/2015) telah mengurangi konsentrasi asap dari kebakaran hutan dan lahan yang mencemari udara di Pekanbaru pekan lalu.

Alhamdulillah, asapnya berkurang dan udaranya segar karena hujan, kata seorang warga Oki Sulistyanto di Pekanbaru.
Ia berharap lebih banyak hujan akan turun sehingga kegiatan masyarakat dapat kembali normal, terutama bagi anak sekolah yang telah tutup selama hampir dua minggu.

Hujan turun cukup tinggi pada pukul 4:00 WIB, meskipun tidak merata di semua wilayah dan durasinya tidak lama. Meski begitu, hujan tampaknya cukup efektif dalam melepaskan asap yang sebelumnya tebal dan menutupi kota Pekanbaru.

Baca Juga  Berbahayakah Terlalu Banyak Konsumsi Serat? - Info Kesehatan

Sugarin, kepala Stasiun Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru (BMKG), mengatakan jarak pandang di Pekanbaru telah meningkat menjadi 1.500 meter pada pukul 7:00 pagi WIB. Kendati demikian, katanya, ada daerah lain dalam asap tebal, yaitu Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.

Jarak pandang di Rengat hanya 500 meter karena merokok, kata Sugarin.

Dia mengatakan bahwa Riau umumnya mendung dan disertai dengan kabut asap. Menurutnya, masih ada peluang hujan, yang bisa memadamkan api dan mengurangi asap.

Berdasarkan satelit Terra dan Aqua, lanjutnya, jumlah hotspot pagi ini pukul 17.00 WIB adalah 283 poin. Sumatera Selatan memiliki 123 poin di titik api terbanyak, kemudian Jambi 86 poin, Riau 34 poin, Bangka Belitung 30 poin, Lampung sembilan poin dan Bengkulu satu poin.

Baca Juga  Bisakah Menebak Jenis Kelamin Bayi dari Bentuk Perut Bumil? - Info Kesehatan

Sugarin mengatakan tentang jumlah hotspot di Riau, bahwa ada 24 titik perlindungan kebakaran lebih dari 70 persen.

Sebagian hotspot di Indragiri Hulu dengan 17 poin, Pelalawan empat poin dan Indragiri Hilir tiga poin, katanya.

BACA JUGA: Tentang tremor

Semoga Informasi kesehatan ini mampu menghadirkan manfaat untuk siapapun yang butuh informasi mengenai Kabut Asap Bisa Memicu Kanker Paru-paru.