Menu

Janji Allah Terhadap Musnahnya Bangsa Yahudi Tercatat Dalam Al-Qur’an

Janji Allah terhadap kemusnahan bangsa Yahudi sudah tercatat dalam Al-Quran

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
“Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. Al-Isra: 4)

Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
“Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, kerana kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran …” (QS. Al-Baqarah: 109)

Kejahatan mereka yang pertama terjadi pada zaman Nabi Ya’qub, moyang mereka. Mereka berkeinginan menyingkirkan saudaranya sendiri, Yusuf yang berakhlaq mulia sehingga mereka lebih disayangi bapaknya. (QS.Yusuf: 7-18).

Kegemaran mereka membunuh para rasul dan nabi seperti membunuh nabi Yahya secara kejam yakni memenggal lehernya dan kepalanya diletakkan pada dulang emas

Nabi Zakaria juga akhirnya dibunuh secaa kejam yakni dengan menggergaji tubuhnya. Kedua pembunuhan ini terjadi pada zaman pemerintahan raja HErodes. Mereka juga sangat gemar membunuh orang-orang yang beriman.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka berikanlah mereka dengan seksaan yang pedih”. (QS. Ali Imran: 21)

Nabi Isa AS pun pernah menjadi sasaran rancangan jahat mereka, akan tetapi Allah Swt menyelematkannya.

“Dan kerana ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih Isa ibnu Maryam Rasul Allah”.

Padahal mereka tak membunuhnya dan tidak juga menyalibnya, akan tetapi yang mereka sudah bunuh dan salib itu adalah orang yang sudah diserupakan dengan Isa bagi mereka (Yudas Iskaryot).

Sesungguhnya orang yang sudah berselisih paham mengenai pembunuhan Isa itu benar-benar dalam keraguan tentang (dibunuh) itu, kecuali mengikuti tekaan sahaja, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa”. (QS. AN-NISA: 157).

Zu Nuwas adalah seorang raja Yahudi Najran yang ada di Yaman yang sangat fanatik, tak ingin ada agama lain yang hadir di daerah kekuasaannya.

Alkisah terdapat sekelompok pengikut Nabi Isa yang setia (Nasrani), sudah sampai di pengetahuan pegawai kerajaan.

Kemudian mereka akhirnya dipaksa murtad dan masuk agama Yahudi, siapa yang ingkar akan dibakar hidup-hidup. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar, yang akan digunakannya untuk membakar umat Nasrani yang tak ingin keluar dari ajaran Nabi Isa (murtad).

Kejadian ini sudah diceritakan dalam Al-Quran.

“Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang menyalakan api dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka lakukan terhadap orang-orang beriman.

Dan mereka tidak menyeksa orang-orang mukmin itu, melainkan kerana orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Berkuasa lagi Maha Besar”. (QS. al-Buruj: 4-8)

Dipendekkan cerita, kejahatan Yahudi pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-pun tak kurang kejamnya.

Baca Juga  Jangan Membenci Siapapun Sekalipun Ada yang Menyalahi Hakmu, Jika Tidak Kamu Akan Kehilangan Rasa Bahagiamu

Yahudi Bani Qainuqa’ adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, puncanya adalah apabila seorang muslimah yang datang ke pasar mereka telah diganggu.

Sedang dia duduk di hadapan seorang tukang menjual barang perhiasan , mereka merayunya agar membuka tudung yang dipakainya namun ia menolak.

Kemudian si Tukang tersebut menarik ujung baju wanita dan mengikatkannya pada punggung wanita tadi, saat berdiri maka nampaklah auratnya. Kemudian mereka mentertawakannya.

Si wanita pun menjerit sambil meminta tolong. Seorang laki-laki muslim yang mendengarnya kemudian menendang si tukang tersebut dan membunuhnya.

Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuninya, dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut.

Mendengar berita kematian lelaki itu, maka keluarganya menuntut agar orang-orang Yahudi bertanggung jawab ke atas kematiannya.

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam.

Atas perintah dari beliau mereka sudah dihukum agar meninggalkan Madinah. Yahudi Bani Nadhir telah melakukan penghianatan yang kedua.

Saat Rasulullah Saw pergi di perkampungan Yahudi Bani Nadhir untuk meminta denda atau diyat dua orang muslim yang sudah terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan yaitu Amr bin Umayyah Ad-Dhimari, seorang Yahudi.

PErmintaan itu diajukan karena terdapat suatu ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah Saw dengan mereka. Saat beliau datang mengutarakan maksud dan tujuan kedatangannya, mereka berkata:
“Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan.”

Pada saat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, kata mereka: “Kita tidak pernah melihat Rasulullah keseorangan tanpa ditemani sesiapa, ini adalah peluang kita untuk membunuhnya.

Mereka akhirnya merancang supaya salah seorang dari mereka naik ke atas bumbung rumah dan menjatuhkan batu besar ke atas beliau”, dan untuk tugas ini diserahkan kepada Amr bin Jahsy bin Ka’ab.

Lantas dia pun naik ke atas rumah untuk melaksanakan rencana pembunuhan tersebut. Akan tetapi Allah melindungi Rasulnya dari rencana jahat dari orang-orang Yahudi dengan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat tersebut.

Kemudian Rasulullah Saw bergegas pulang ke Madinah dan memberitahukan kepada para sahabatnya tentang usaha rencana jahat tersebut. Kemudian beliau memerintahkan para sahabatnya untuk bersiap-siap pergi menyerang mereka.

Saat orang Yahudi Bani Nadhir mengetahui kedatangan pasukan Rasulullah Saw, mereka akhirnya pergi berlindung ke balik benteng. Pasukan Islam telah mengepung perkampungan mereka selama 6 malam, beliau pun memerintahkan untuk menebang pohon kurma mereka dan membakarnya.

Kemudian Allah memasuikkan rasa gentar dan takut di hati mereka sehingga mereka memohon izin kepada Rasulullah Saw untuk pergi keluar dari Madinah dan meminta maaf kepada Rasulullah
Mereka juga meminta izin untuk bisa membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali senjata dan Rasulullah pun akhirnya mengizinkan.

Peristiwa ini ditulis di dalam Al-Qur’an:

هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kamu tiada menyangka bahawa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahawa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari seksaan Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang mereka tidak sangka. Dan Allah menanamkan ketakutan di dalam hati mereka, dan memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pengajaran wahai orang yang mempunyai pandangan”. (QS. al-Hasyr: 2)

Baca Juga  Wabah Penyakit Mematikan Yang Berasal Dari Binatang

Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga. Mereka membentuk pasukan pakatan(al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi.

Suku Quraisy dimpim oleh Abu Sufyan Ibnu Harb, Suku Gathafalan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah dibawah pimpinan Harits Ibnu Auf dan suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizah akan menyusul dari belakang.

Peperangan Al-Ahzab itu betul-betul menyesakkan dada kaum muslimin yang terkepung, apalagi tindakan golongan munafik yang membuat goyah pasukan Islam.

Berkat kesabaran kaum muslimin, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim pasukan Malaikat dengan mendatangkan serangan berupa angin taufan dan guruh kilat yang memporak-perandakan pasukan pakatan.

Mereka menjadi kucar-kacir, dan pulang ke tempat masing-masing dengan membawa kekalahan.

Tinggallah Yahudi Bani Quraizhah, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumumkan kepada pasukan Islam: “Bagi mereka yang mahu mendengar dan taat agar jangan solat asar kecuali di perkampungan Bani Quraizhah.”

Kaum muslimin langsung bergerak menuju suatu perkampungan Yahudi Bani Quraizah dan mengepung mereka selama 25 malam.

Orang-orang Yahudi tersebut benar-benar berada dalam ketakutan. Kemudian memohon kepada Rasulullah Saw supaya dapat memberikan izin kepada mereka untuk keluar, sebagaimana yang belia sudah lakukan kepada Yahudi Bani Nadhir.

Beliau pun menolak permintaan mereka, kecuali mereka keluar dan taat apa yang menjadi keputusan beliau. Kemudian Rasulullah Saw menyerahkan keputusan atas mereka kepada Sa’ad Ibnu Mu’adz pemimpin suka Aus.

Keputusan sudah ditetapkan yakni kaum lelaki dewasa ditahan, harta dirampas, anak-anak dan wanita menjadi tawanan.

Hukuman terhadap aksi penghianatan Bani Quraizah itu lebih berat dibandingkan Bani Qainuqa’ dan Bani Nadzir, karena kesan dari pengkhianatan mereka hampir saja meruntuhkan moral kaum muslimin dan membahayakan nyawa mereka semuanya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
“Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentera-tentera, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin taufan dan tentera yang tidak dapat kamu melihatnya.

Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Iaitu ketika datang (musuh) dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tekak, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam prasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat”. (QS. al-Ahzab: 9-11)

Kehancuran Yahudi
Secara keseluruhan Al-Qur’an menceritakan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:

Baca Juga  MANFAATIN POPULARITAS..!! 10 Artis yang Pernah Tidur dan Kencan Bersama Fansnya Sendiri!

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
“Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)

Sejak tahun 1948 Yahudi telah merampas tanah Palestina dan sejak tahun 2006 sampai sekarang ini mereka menyekat kebebasan Gaza.

Sehingga ada sekitar 1.5 juta jiwa muslim yang terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai macam upaya kemanusiaan untuk dapat membantu mereka selalu bisa digagalkan oleh pihak Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di Perairan Gaza (Laut Mediterania).

Tak ada kekuatan dunia yang mampu menghentikan kebiadaban israel. Pengepungan dan pemenjaraan secara beramai-ramai oleh pihak penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah yang dimulai 16 Juni 2002 di tepi barat dengan dalih keselamatan.

Panjang tembok tersebut mencapai sekitar 721 km sepanjang tepi barat, tinggi sekitar 8 meter sehingga mengasingkan tanah pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai macam buah seperti zaitun dan anggur.

Hal ini mengakibatkan ekonomi Palestina bertambah buruk. Pengepungan ini sudah diramalkan oleh Rasulullah Saw.

“Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham,” Kami bertanya dari mana larangan itu?

Beliau menjawab: “Dari orang-orang asing yang melarangnya.”

Kemudian berkata lagi: “Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (sekatan) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan.”

Kami bertanya: “Dari mana larangan itu?”

Beliau menjawab: “Dari orang-orang Romawi.” (HR. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan:

“Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu di naikkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran israel berarti kiamat sudah dekat, sehingga banyak yang mempertahankan kewujudan Negara Israel tersebut, akan tetapi janji Allah dan Rasulnya pasti akan terwujud.

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadis ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, seperti berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadis ini (menunjukkan) bahawa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)].

Wallahu a’lam.