Menu

Inilah Penjelasan Mengapa Orang Munafik Lebih Bahaya Dibandingkan Orang Kafir!

Informasiana – Manusia itu terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, manusia yang berusaha untuk mencegah dirinya sendiri terhindar dari godaan nafsu yang akan mendorong pada kejahatan. Akan tetapi di sisi lain, hatinya masih mempunyai perasaan untuk melawan dan mencegah hawa nafsu tersebut untuk berbuat kemunkaran. Sehingga menjadi nafsu yang tenang (muthmainnah). Jika dalam suatu masyarakat yang terdiri atas orang-orang yang demikian maka akan disertai kebaikan.

Kedua, individu yang hanya mempunyai nafsu ammarah atau mendorong ke arah kejahatan tanpa mau mengoreksi atau instropeksi diri sendiri. Kemudian terdaat kaum yang ditugaskan oleh Allah Swt untuk dapat memelihara unsur-unsur kebaikan dan mengajak masyarakat kepada sesuatu yang ma’ruf dan mencegah terjadinya kemungkaran.

Baca Juga  Sebaik Apapun Kita Tidak Akan Pernah Bisa Terlihat Sempurna di Mata Manusia

Ketiga, masyarakat yang ditimpa malapetaka karena mungkar dan kebatilan sudah melanda semua aspek dan segi kehidupan. Di saat itulah ajaran dari langit akan turun campur tangan, karena manusia sudah tidak bisa lagi memperbaiki kondisi mereka dengan cara menghapus kejahatan pada sesamanya.

Baca Juga  TERUNGKAP..!! 10 MAKNA TERSEMBUNYI VIDEO KLIP TAYLOR SWIFT "Look What You Made Me Do" INFORMASIANA


Tampak nya sudah jadi suratan takdir bahwa jika kebatilan telah mencapai puncaknya maka datanglah kebenaran atau haq. AKan tetapi yang namanya kebatilan itu tidak mudah menyerah terhadap kebenaran. Dia akan terus berusaha dengan gigih untuk dapat mempertahankan kedudukannya dengan segala kekejian dan keganasannya.

DIa juga akan menentang dan melawan hak dengan segala daya dan kemampuan yang dimilikinya, baik secara terbuka atau konfrontatif maupun sembunyi-sembunyi. Padahal Allah Swt telah menunjukkan peringatan dengan adanya bencana alam seperti gempa bumi. Akan tetapi tidak sedikit yang tak menjadikan nya kembali kepada jalan yang benar.

Baca Juga  Bila Wanita Kesal dan Berbicara Tanpa Jeda, Itu Wajar. Karena Dia Sedang Mengutarakan Isi Hatinya

Nafsu manusia itu selalu mendambakan kekuatan, tetapi dalam kadar yang berbeda. Seorang yang beriman memiliki kekuatan dan ketabahan, selalu berpegang teguh pada ajaran Allah SWT sehingga mampu menghadapi keganasan dan kekejian kebatilan.

Pages: 1 2