Info Terbaru

Inilah Kotoran Bayi Jika Sedang Mengalami Gangguan Kesehatan, Sebarkan!!!

Advertisement
Loading...


Kondisi kotoran pada bayi bisa menggambarkan kondisi kesehatannya, sehingga sangat penting bagi para orang tua dalam mengetahui seperti apa kotoran bayi yang normal. Normalnya, bayi buang air besar (BAB) secara rata-rata empat kali per hari di minggu pertama kehidupannya. Pada minggu-minggu pertamanya pula, jadwal BAB masih belum bisa teratur. Bayi bisa saja BAB saat sedang menyusui atau setiap sesudah selesai menyusui. Seiring berjalannya waktu, bayi akan menemukan jadwal rutin BAB.

Setelah beberapa minggu awal terlewati, maka sebagian bayi yang memperoleh air susu ibu (ASI) bisa jadi hanya BAB satu kali dalam beberapa hari atau seminggu. Pada kondisi ini tidak menjadi masalah selama bayi mudah untuk dapat mengeluarkan kotorannya dan kotorannya bertekstur lembut.

Kemudian bagaimanakah warna kotoran bayi yang abnormal dan normal, serta bagaimana kondisi kesehatan yang bisa berpengaruh kepada kotoran pada bayi?? Mari kita simak secara bersama-sama.

Warna Normal

Bayi yang sehat dapat terlihat dari warna kotorannya. Orang tua tak usah cemas jika warna kotoran bayi seperti berikut ini:

– Hijau kehitaman. Beberapa hari pertama sesudah lahir ke dunia, bayi akan mengeluarkan mekonium yakni kotoran bayi baru lahir. Mekonium itu terdiri atas cairan ketubanb, lendir dan segala sesuatu yang tertelan saat bayi sedang berada di dalam kandungan. Teksturnya cenderung lengket dan berwarna hijau kehitaman. Jika bayimu mengeluarkan mekonium maka kita berarti pertanda baik bahwa ususnya bekerja secara normal

– HIjau Kecoklatan berarti bayi mulai mencerna ASI. Pada hari ke-2 sampai ke-4 seharusnya warna kotoran hijau kehitaman akan berangsur-angsur ke warna hijau kecoklatan. Jika pada masa ini kotoran bayi mu semakin terus menerus berwarna hitam selama beberapa hari maka kamu mesti melakukan konsultasi kepada dokter.

– Kuning Terang. Jika kamu memberikan ASI kepada bayimu, warna kotorannya akan secara bertahap berubah sesudah sekitar 3 sampai 5 hari. Ini karena air susu pertama dari ibu berfungsi menyerupai pencahar yang dapat membantu membersihkan mekonium dari saluran pencernaan bayi. Warnanya yang semula hijau kecoklatan, akhirnya akan menjadi kuning terang. Selain daripada itu, bau dan teksturnya juga terlihat sedikit berubah. Kotoran yang berwarna kuning terang inilah sedikit tercium lebih manis. Teksturnya gembur, kadang seperti menggumpal dan kadang kasar.

– Cokelat Muda. Bayi yang mengonsumsi susu formula, kotorannya akan berbeda dengan bayi yang secara rutin mengonsumsi ASI. Teksturnya seperti pasta gigi karena bayi tak bisa mencerna susu formula secara sepenuhnya. Baunya lebih menyengat seperti kotoran orang dewasa dan berwarna kuning pucat atau kuning kecoklatan.

Warna yang mesti diwaspadai

Warna-warna utama yang mesti menjadi perhatian orang tua yaitu merah, hitam dan putih. Jika kotoran bayimu di antara ketiga warna tersebut maka segeralah periksakan kepada dokter.

– Merah atau berdarah berarti ada darah segar dari dubur atau usus besar yang keluar bersama dengan kotoran.

– Sangat pucat atau putih yang bisa menunjukkan adanya infeksi atau permasalahan dengan empedu atau biasa disebut dengan penyakit kuning (Jaundice). Pada kondisi ini secara umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Selain menyebabkan kotoran menjadi berwarna pucat, penyakit kuning juga bisa membuat kulit dan area putih mata menjadi terlihat kuning. Meskipun penyakit kuning biasanya bisa hilang dalam beberapa minggu, bukan berarti kamu dapat mengabaikannya karena kondisi ketahanan pada bayi jelas berbeda dengan orang dewasa. Untuk langkah yang lebih aman, konsultasikanlah kepada dokter terutama jika berlangsung lebih dari dua minggu.

– HItam, menunjukkan adanya darah yang tercerna pada saluran pencernaan, padahal kelahiran sudah berlalu beberapa hari. Konsultasikanlah kepada dokter jika hal ini terjadi. Terdapat kemungkinan kotoran ini bukan lagi mekonium.

– Hijau. Selain warna di atas, kamu juga mesti mewaspadai kotoran bayi yang berwarna hijau. Pada bayi yang mengonsumsi ASI, kotoran berwarna hijau bisa menjadi tanda bahwa bayi mennyerap terlalu banyak laktosa. Hal tersebut terjadi karena adanya kesalahan teknik menyusui. Kamu dianjurkan untuk memberikan ASI dari payudara satu sampai susunya habis baru kemudian berganti ke payudara yang lainnya.

Sementara itu, pada bayi yang mengonsumsi susu formula, warna hijau gelap pada kotoran bayi dapat menandakan tidak cocok dengan merek susu formula yang dikonsumsi, sensitif terhadap asupan, adanya kuman di perut, maupun efek samping obat. Konsultasikanlah kepada dokter jika hal ini berlangsung lebih dari 24 jam.

Saat mengganti popok bayi maka perhatikanlah warna dan kepadatan kotorannya. Bayi yang diberikan ASI itu biasanya mengeluarkan kotoran yang lunak, bukan encer. Kotoran yang terlalu encer dapat menandakan bayi sedang mengalami diare. Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan asupan ASI itu cenderung untuk tak menderita konstipasi karena ASI memiliki kandungan semua nutrisi yang tepat untuk dapat menjaga kotoran bayi bisa tetap lembut.

Sebaliknya, bayi yang disusui dengan susu formula itu cenderung lebih rentan mengalami konstipasi. Jika kamu merasa khawatir mengenai warna atau kepadatan kotoran bayi maka tak ada salahnya untuk anda memeriksakan si bayi ke dokter.

Loading...
Advertisements
Inilah Kotoran Bayi Jika Sedang Mengalami Gangguan Kesehatan, Sebarkan!!! | fajeros | 4.5